Ayat-ayat Fitnah

2,178 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
2,178
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
39
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Ayat-ayat Fitnah

  1. 1. Bismillâhir rahmânir rahîm (Dengan Nama Allah Pemberi Kasih Yang Maha Pengasih) Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses penerbitan dan penyebaran buku ini.Semoga ganjaran Ilahi mengalir kepada mereka dan keluarga baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Tidak untuk diperjualbelikan
  2. 2. AYAT-AYAT FITNA:Sekelumit Keadaban Islam di Tengah PurbasangkaOleh: M. Quraish ShihabHak cipta dilindungi undang-undangAll rights reservedCetakan I, Rabi‘ul Akhir 1429/April 2008Diterbitkan oleh:Penerbit Lentera HatiJl. Kertamukti No. 63Pisangan, Ciputat, Tangerang 15419Telp./Fax : (021) 742 1913www.lenterahati.come-mail: info@lenterahati.com
  3. 3. PEDOMAN TRANSLITERASIa/’ d dh kb dz th l t r zh mts z ‘ n j s gh wh sy f hkh sh q yâ (a panjang), contoh : al-Mâlikî (i panjang), contoh : ar-Rahîmû (u panjang), contoh : al-Ghafûr
  4. 4. DAFTAR ISIPedoman Transliterasi ~~ vDaftar Isi ~~ viiPengantar ~~ ixAyat Pertama QS. al-Anfâl [8]: 60 ~~ 1Ayat Kedua QS. an-Nisâ’ [4]: 56 ~~ 11Ayat Ketiga QS. Muhammad [47]: 4 ~~ 27Ayat Keempat QS. an-Nisâ’ [4]: 89 ~~ 41Ayat Kelima QS. al-Anfâl [8]: 39 ~~ 55Petunjuk al-Qur’an Menghadapi Pelecehan ~~ 69 DAFTAR ISI ~ VII
  5. 5. PENGANTARBuku kecil yang sedang Anda baca inibukanlah sanggahan terhadap film Fitnakarya Geert Wilders, Ketua Fraksi PartaiKebebasan (PVV) di parlemen Belanda itu. Filmitu kendati menghebohkan tetapi ia terlaluburuk untuk memperoleh kehormatanmenanggapinya. Ia sangat jauh dari objektivitasdan persyaratan ilmiah, tidak juga memilikiunsur seni atau ajakan kepada hubunganharmonis antarsesama manusia. Karena itu, PENGANTAR ~ IX
  6. 6. X ~ AYAT-AYAT FITNAmenanggapinya hanya akan menghabiskanwaktu dan energi, sedang masih banyak hallain yang sangat memerlukan waktu danenergi. Hemat penulis sikap di atas sejalan denganpesan al-Qur’an untuk tidak menghiraukanpara peleceh dan berpisah meninggalkanmereka guna mencari jalan menujukeselamatan dunia dan akhirat. Allah berfirmanmelukiskan hamba-hamba-Nya yang me-ngakui-Nya sebagai ar-Rahmân (Pelimpahkasih):“Dan hamba-hamba Tuhan Yang MahaPelimpah kasih itu (ialah) orang-orang yangberjalan di atas bumi dengan rendah hati danapabila orang-orang jahil menyapa mereka,mereka mengucapkan kata-kata perpisahan
  7. 7. PENGANTAR ~ XI(demi menuju keselamatan)” (QS. al-Furqân[25]: 63). Tuntunan di ataslah yang lebih kurangmendasari sikap penulis ketika menampik usulsekian banyak teman yang mengharap agarPusat Studi al-Qur’an yang penulis pimpinmenanggapi film tersebut. Tetapi, beberapa waktu sesudah itu,muncul dalam benak penulis firman-Nya yangmenyatakan:“Ambillah yang mudah, perintahkanlah yangbaik, dan berpalinglah dari orang jahil” (QS.al-A‘râf [7]: 199). Ayat ini, di samping memerintahkan untukberpaling dari siapa pun yang jahil, jugamemerintahkan mengambil yang mudah dariperilaku manusia yang kandungan pesannyaantara lain adalah jangan menuntut yang sulitdari yang bodoh, jangan mengharap cinta dari
  8. 8. XII ~ AYAT-AYAT FITNApembenci, jangan juga perilaku yang baik/terlalu baik dari yang jahat, karena setiapbejana hanya mampu menuang apa yangdikandungnya. Di samping kedua tuntunan itu,ayat di atas memerintahkan juga untukmengajak kepada yang baik. Ketika itu terbetiklah dorongan untukmenulis tentang ayat-ayat al-Qur’an yangdigunakan oleh film Fitna mendiskreditkanIslam. Terbetik dorongan itu, namun sekali lagitujuan utamanya bukan untuk menanggapiatau menyanggah, tetapi untuk menunjukkankepada umat Islam dan siapa pun yang hendakmengenal Islam, dan juga kepada yangterpengaruh oleh fitnah film Fitna itu, bahwasungguh ajaran Islam sangat bertolak belakangdengan apa yang mereka suguhkan itu. AjaranIslam sungguh mengajak kepada kedamaianyang adil dan beradab, dan sedikit pun tidakmerestui teror. Karena tujuannya seperti itu, maka barulah
  9. 9. PENGANTAR ~ XIIIsetelah redup kobaran api kemarahan banyakkaum Muslim, kepala dan hati mereka mulaidingin, emosi sudah terkendali, dan pikirantelah siap, barulah penulis melangkah danbuku (kecil) ini pun hadir di tengah pembacadengan harapan kiranya bertambah yakinlahkaum Muslim terhadap ajaran agamanya dantersingkap pula kekaburan dan kerancuan yangbisa saja menyentuh siapa pun, baik Muslimmaupun non-Muslim. Sejak dulu agama, para pembawa ajaranagama, ajaran, dan penganut-penganutnyatelah mengalami hujatan dan pelecehan dandapat dipastikan bahwa di masa datang yangdekat dan yang jauh pun pasti masih akanmuncul pelecehan dan fitnah-fitnah serupa!Bukankah masih segar dalam ingatan kita—sebelum karya Geert Wilders itu—bukuberjudul Ayat-ayat Setan karya Salman Rushdi,kartun/karikatur pelecehan Nabi Muhammadsaw. karya Kurt Westergaard? Memang
  10. 10. XIV ~ AYAT-AYAT FITNAdemikian itulah yang selalu dialami dan akandialami oleh penganjur kebenaran dankebaikan, dan karena itu pulalah kitab suci al-Qur’an setelah mengisyaratkan hakikat di atasmemberi aneka tuntunan tentang bagaimanamenghadapi para penghujat dan pelakupelecehan. Sekelumit tuntunan tersebut dapatjuga Anda jumpai pada lembaran-lembaranbuku ini. Akhirnya, penulis tidak tahu persis apayang dimaksud oleh Wilders dengan kata Fitnayang dijadikan judul filmnya itu, tetapi bolehjadi judul tersebut menggambarkan tujuanutama yang terdapat dalam lubuk hatinya,yakni melakukan “Fitna-(h)” terhadap Islamdan kitab sucinya. Demikian Allah menam-pakkan apa yang tersembunyi di dalam hatimanusia, kendati yang bersangkutan hendakmenyembunyikannya. Wa Allâh a‘lam, MahaBesar dan Maha Suci Allah swt.[]
  11. 11. AYAT PERTAMA QS. AL-ANFÂL [8]: 60Dan siapkanlah untuk menghadapi merekakekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan darikuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yangdengan persiapan itu) kamu menggentarkanmusuh Allah, dan musuh kamu, serta orang-orangselain mereka yang kamu tidak mengetahuinya;sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamunafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasdengan cukup kepadamu dan kamu tidak akandianiaya (dirugikan). QS. AL-ANFÂL [8]: 60 ~ 1
  12. 12. 2 ~ AYAT-AYAT FITNA Ayat pertama yang diputarbalikkan olehfilm Fitna adalah QS. al-Anfâl [8]: 60, yangdijadikan bukti bahwa ajaran Islammemerintahkan kaum Muslim melakukan teror.Ayat tersebut dibacakan dalam film itu sampaidengan (i i) wa ‘adûwwakum/danmusuh kamu, dengan terjemahannya yangmenyatakan: “Prepare for them whatever forceand cavalry ye are able of gathering to striketerror into the hearts of the enemies of Allahand your enemies.” Itu disusul dengan penayangan rekamanserangan pesawat yang menghancurkanmenara kembar World Trade Center New York,11 September 2001, serta rekaman korbanpengeboman di Madrid dan London, gunadijadikan bukti bahwa al-Qur’an memangmemerintahkan untuk melakukan teror. Pertama yang perlu digarisbawahi adalahpenerjemahan kata “turhibûn” dengan “teror”.Pada hakikatnya kata “turhibûn” terambil dari
  13. 13. QS. AL-ANFÂL [8]: 60 ~ 3kata (i i) rahiba yang berarti takut/gentar.Ini bukan berarti melakukan teror. Memangdalam perkembangan bahasa Arab dewasa initeror dan teroris ditunjuk juga dengan kata yangseakar dengan kata tersebut, yakni “irhâb/terorisme atau teroris”. Tetapi perlu dicatatbahwa pengertian semantiknya sertapenggunaan al-Qur’an bukan seperti yangdimaksud oleh kata itu dewasa ini. Perlu jugadigarisbawahi bahwa yang digentarkan bukanmasyarakat umum, bukan juga orang-orangyang tidak bersalah, bahkan bukan semua yangbersalah, tetapi yang digentarkan adalahmusuh agama Allah dan musuh masyarakat. Ayat di atas tidak dapat dipahami secarabenar jika dipisahkan dari uraian ayat-ayatsebelumnya yang dimulai dari ayat 55 hinggaayat 59. Di sana Allah berfirman:
  14. 14. 4 ~ AYAT-AYAT FITNA“Sesungguhnya seburuk-buruk binatang di sisiAllah ialah orang-orang yang kafir, karenamereka itu tidak beriman” [55], (yaitu) “Orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjiandari mereka, kemudian mereka mengkhianatiperjanjian mereka setiap kali, dan merekatidak bertakwa” [56].“Maka setiap kali engkau menemui merekadalam peperangan, maka cerai beraikanlahsiapa yang di belakang mereka, supaya merekamengambil pelajaran” [57].“Dan jika engkau benar-benar khawatirpengkhianatan dari suatu golongan, maka
  15. 15. QS. AL-ANFÂL [8]: 60 ~ 5kembalikanlah (sampaikan pembatalanperjanjian itu) kepada mereka denganseimbang. Sesungguhnya Allah tidakmenyukai orang-orang yang berkhianat” [58].“Dan janganlah orang-orang yang kafirmengira, dapat lolos. Sesungguhnya merekatidak dapat melemahkan (Allah)” [59]. Setelah ayat-ayat di atas, barulah datangayat 60 yang diputarbalikkan itu. Seperti terbaca di atas, ayat 55 berbicaratentang seburuk-buruk binatang, yaknimanusia-manusia kafir yang tidak berimanyang dijelaskan oleh ayat 56 bahwa yangdimaksud adalah mereka yang setiap kalimengikat perjanjian, setiap kali itu juga merekamengingkarinya. Mereka itulah yang oleh ayat57 dinyatakan bahwa bila mereka ditemuidalam peperangan—sekali lagi dalampeperangan—agar diceraiberaikan bersamasiapa yang di belakang mereka supaya merekamengambil pelajaran. Anda perhatikan mereka
  16. 16. 6 ~ AYAT-AYAT FITNAtidak dibunuh, tetapi diceraiberaikan dantujuannya adalah agar mereka mengambilpelajaran. Selanjutnya ayat 58 mengingatkan agartidak menyerang pihak yang berkhianatdalam perjannjiannya kecuali setelahmembatalkan perjanjian itu dan menyampaikanpembatalannya kepada mereka denganpenyampaian yang tegas. Menyerang tanpamenyampaikan pembatalan perjanjian adalahsalah satu bentuk pengkhianatan yangterlarang, walau terhadap musuh sekalipun.Ayat 59 masih berbicara tentang mereka danyang serupa dengan mereka. Di sana merekadiperingatkan agar tidak mengira bahwamereka dapat lolos dari kepungan dan siksaAllah swt. Nah, setelah uraian di atas, datanglahayat 60 yang diputarbalikkan maknanya ituoleh film Fitna itu. Dari segi hubungan ayat 60 dengan ayatsebelumnya dapat dikatakan bahwa ia
  17. 17. QS. AL-ANFÂL [8]: 60 ~ 7bertujuan menampik kesan yang dapat munculakibat pernyataan ayat 59 yang menegaskanbahwa musuh-musuh Allah itu tidak akandapat lolos dari siksa. Nah, karena ketika ituboleh jadi timbul kesan bahwa kaum Muslimboleh berpangku tangan menghadapi musuh,maka ayat 60 menghapus kesan tersebutmelalui penegasan-Nya yang menyatakanbahwa: Dan di samping memorak-morandakanyang telah berkhianat serta membatalkanperjanjian yang dijalin dengan siapa yangdikhawatirkan akan berkhianat, kamu juga—wahai kaum Muslim—harus memerhatikanhukum sebab dan akibat, karena itu siapkanlahuntuk menghadapi mereka yakni musuh-musuh kamu apa yang kamu mampumenyiapkannya dari kekuatan apa saja dandari kuda-kuda yang ditambat (pasukankavaleri) untuk persiapan menghadapipeperangan. Lebih jauh ayat 60 tersebut menjawab lagipertanyaan yang dapat muncul, seperti
  18. 18. 8 ~ AYAT-AYAT FITNA“Mengapa kami harus mempersiapkankekuatan padahal Engkau Ya Allah yangmenganugerahkan kemenangan?” Pertanyaanitu dijawab bahwa tujuan persiapan adalah agarkamu menggentarkan musuh Allah, musuhkamu dan menggentarkan pula denganpersiapan itu, atau dengan gentarnya musuh-musuh Allah dan musuh kamu itu orang-orangselain mereka yang kamu tidak mengetahuisiapa mereka baik karena mereka munafikmaupun suku dan bangsa yang bermaksudmenindas kamu. Allah mengetahui merekakapan dan di mana pun mereka berada. Selanjutnya, karena persiapan untukmembela kebenaran dan nilai Ilahi memerlu-kan biaya, maka ayat ini memerintahkan untukmenafkahkan harta sambil mengingatkanbahwa apa saja yang kamu nafkahkan padajalan Allah walau sekecil apa pun niscayaakan dibalas dengan cukup kepada kamu dankamu tidak akan dianiaya yakni dirugikan
  19. 19. QS. AL-ANFÂL [8]: 60 ~ 9walau sedikit pun, bahkan Allah akanmenambah sesuai kemurahan Allah dan niatserta upaya masing-masing. Itulah pesan ayat 60, tetapi oleh “Fitna”ayat tersebut diartikan sebagai perintahmelakukan teror. Firman-Nya: “untuk menggentarkanmusuh-musuh” menunjukkan bahwa kekuatanyang dipersiapkan itu bukan untuk menindasatau menjajah, tetapi untuk menghalangi pihaklain yang bermaksud melakukan agresi. Tujuandari persiapan kekuatan sama dengan apa yangdinamai oleh pakar-pakar militer dewasa inidengan deterrent effect. Ini karena yangbermaksud jahat, bila menyadari kekuatanyang akan dihadapinya, ia akan berpikir seribukali sebelum melangkah. Perlu ditambahkan bahwa secara umumdapat dikatakan bahwa al-Qur’an mengguna-kan kata “Qûwwah/kekuatan” dalam berbagaibentuknya adalah dalam arti kekuatan untuk
  20. 20. 10 ~ AYAT-AYAT FITNAmenghadapi pembangkang, tetapi bukan untukmenganiaya, tidak juga untuk memusnahkan,bahkan tidak menggunakannya tetapi sekadar“memamerkan” untuk menggentarkan musuh.Karena itu, penggunaan kekuatan sedapatmungkin dihindari, dan kalau pun digunakan,ia digunakan untuk menghadapi musuh Allah,musuh masyarakat. Musuh adalah yangberusaha untuk menimpakan mudharratkepada yang dia musuhi. Adapun yang tidakberusaha untuk itu, maka ia tidak perludigentarkan. Selanjutnya perlu dicatat bahwapenggunaan senjata untuk membela diri,wilayah, agama, dan negara sama sekali tidakdapat dipersamakan dengan teror. Demikian,wa Allâh a‘lam.[]
  21. 21. AYAT KEDUA QS. AN-NISÂ’ [4]: 56Ayat kedua yang merupakan fitnah film Fitnaadalah firman-Nya:Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka kedalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus,Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain,supaya mereka merasakan siksa. SesungguhnyaAllah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. QS. AN-NISÂ’ [4]: 56 ~ 11
  22. 22. 12 ~ AYAT-AYAT FITNA Ayat di atas diperdengarkan oleh film Fitnahingga firman-Nya: (i i) li yadzûqal-‘adzâb/supaya mereka merasakan siksasambil menayangkan juga terjemahannya yangyang menyatakan:“Those who have disbelieved our signs, we shallroost them in fire. Whenever their skins arecooked to a turn, we shall substitute new skinfor them. That they may feed the punishment.Verify Allah in a sublime and wise.” Itu semua disertai dengan penayanganseorang “Muslim” yang berpidato berapi-apisambil menghunus pedang, untuk mengajakberjihad disertai dengan teriakan Allâh Akbar.Selanjutnya ditayangkan suatu wawancaradengan seorang bocah perempuan “Muslimah”yang ditanyai tentang orang-orang Yahudi dandijawab olehnya bahwa mereka itu adalahmonyet-monyet dan babi-babi. Setelah ditanyaisiapa yang menyatakan demikan, sang bocahmenjawab: “Allah.”
  23. 23. QS. AN-NISÂ’ [4]: 56 ~ 13 Tidak jelas mengapa QS. an-Nisâ’ [4]: 56,yang mereka pilih untuk memfitnah. Boleh jadihal tersebut mereka maksudkan untukmembuktikan bahwa Allah yang disembahkaum Muslim memerintahkan untuk menyayatkulit orang-orang kafir dan membakar merekahidup-hidup, lalu membiarkannya hinggasembuh dan mengulangi lagi pembakarannya!Atau bisa juga tujuan mereka adalahmenggambarkan betapa “kejam” Tuhan yangdisembah oleh kaum Muslim dalampenyiksaan-Nya. Benarkah demikian? Jelas tidak! Bukan sajakarena ayat di atas tidak berbicara tentang siksaduniawi, tetapi berbicara tentang sesuatu yangdapat terjadi kelak di dalam neraka yaknidi akhirat. Bukan hanya karena itu, tetapi jugakarena dengan jelas ada larangan NabiMuhammad saw. untuk menyiksa siapa pundengan api, sesuai sabdanya:
  24. 24. 14 ~ AYAT-AYAT FITNA“Tidak ada yang boleh menyiksa dengan apikecuali Tuhannya api (yakni Allah)” (HR. AbuDaud melalui Hamah al-Aslami). Sekali lagi, ayat di atas berbicara tentangsiksaan yang diancamkan terhadap orang-orang kafir kelak di Hari Kemudian. Itu punoleh sementara ulama tidak dipahami dalamarti hakiki. Firman-Nya: “Kami ganti kulitmereka dengan kulit yang lain,” merekapahami dalam arti setiap orang kafir yangdisiksa itu menduga bahwa siksa atas merekatelah berakhir atau akan berakhir denganhancurnya kulit dan jasmani mereka, Allahmenganugerahkan lagi kepada mereka hidupbaru yang menjadikan siksa atas merekaberlanjut sampai waktu yang dikehendaki-Nya.Sebagian ulama lain memahami ayat di atasdalam arti hakiki sambil menyatakan bahwaayat di atas merupakan ancaman. Pemahamanmereka dikuatkan oleh temuan ilmuwan yangmembuktikan bahwa saraf yang tersebar pada
  25. 25. QS. AN-NISÂ’ [4]: 56 ~ 15lapisan kulit merupakan yang paling sensitifterhadap pengaruh panas dan dingin. Ataudengan kata lain, kulit adalah alat perasa yangpaling peka. Jika demikian, apakah ayat di atasmengantar siapa pun untuk berkata, apalagimembuktikan, bahwa Allah swt., Tuhan yangdisembah oleh kaum Muslim, adalah Tuhanyang kejam? Jelas juga tidak boleh demikian!Karena ayat ini dan yang semacam inimerupakan ancaman yang belum tentu terjadisebagaimana yang dilukiskan itu, karena Allah,Tuhan Yang dipercayai oleh kaum Muslimadalah Tuhan Yang Maha Pengasih, yangRahmat-Nya menyentuh segala sesuatusebagaimana berkali-kali dinyatakan oleh al-Qur’an dan Sunnah. Ancaman adalah salah satu bentukpendidikan yang digunakan guna mencegahmereka yang bermaksud buruk melangkahmenuju keburukan. Agama-agama mengguna-
  26. 26. 16 ~ AYAT-AYAT FITNAkan hal tersebut. Di sisi lain, perlu diketahuibahwa yang mengancam dengan siksaanberupa api, bukan hanya Islam. Nabi Isa as.pun yang dikenal luas merupakan sosok yangpenuh kasih sayang menggunakannya sebagaiancaman. Bacalah misalnya Injil Matta 13 49,yang menyatakan:“Demikian juga pada akhir zaman, Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orangjahat dari orang benar, lalu mencampakkanorang jahat ke dalam dapur api, di sanalahakan terdapat ratapan dan kertakan gigi.” Apa yang digambarkan oleh agama-agama—baik melalui kitab suci, lebih-lebihmelalui uraian pemuka-pemukanya—kesemuanya menggambarkan siksa dengangambaran yang sangat menakutkan. Bacalahuraian Will Durant, sejarahwan Amerika(w.1981 M) dalam bukunya The Story ofCivilizations, di mana dia banyak mengangkatkepercayaan orang-orang Yahudi dan Nasrani
  27. 27. QS. AN-NISÂ’ [4]: 56 ~ 17tentang siksa neraka, dan bagaimana ancamanneraka dapat menggugah orang untukmelaksanakan kebaikan. Baca juga The DivineComedy karya Dante, Penyair Italia (1265-1321M), niscaya bulu roma siapa pun akan berdirisaat membaca aneka siksa neraka yangdilukiskannya. Agama menggarisbawahi bahwakehidupan ini adalah tempat menanam benih,sedang akhirat adalah tempat menuainya.Jangan berkata bahwa yang dilakukan olehyang berdosa hanya sedikit atau sesaat,sehingga mengapa harus demikian besar danlama siksa yang dialaminya? Jangan berkatademikian, karena itu serupa denganpertanyaan: “Mengapa sekadar melempar sebijibenih di tanah, hasilnya adalah pohon yangrimbun dengan ribuan buah?” Demikian jugahalnya balasan amal buruk dan siksa di neraka. Tetapi, mengapa harus memfokuskanpandangan ke siksa, bukankah agama juga
  28. 28. 18 ~ AYAT-AYAT FITNAmenggambarkan surga dengan kenikmatannyayang luar biasa? Agama enggan menjadikan manusia larutdalam harapan, tetapi dalam saat yang sama,agama juga tidak menginginkan manusiaberputus asa, karena itu digabungnya keduahal tersebut antara lain melalui harapan surgawidan ancaman neraka. Sungguh Allah MahaBijaksana. Siapa yang membaca ayat-ayat siksa dalamal-Qur’an dan membaca juga ayat-ayatkenikmatan surgawi, dia akan menemukanbahwa rahmat Allah mengalahkan amarah-Nya,surga-Nya jauh lebih luas daripada neraka-Nya,dan bahwa aneka kebajikan yang melimpahdari-Nya, mampu untuk memenuhi alam rayasehingga pada akhirnya—tidak mustahil suatuketika—neraka tidak lagi memiliki tempat, ataubahwa ia adalah tempat penyiksaan tetapi ia(dikatakan) siksa jika dibandingkan dengansurga yang sedemikian indah dan menyenang-
  29. 29. QS. AN-NISÂ’ [4]: 56 ~ 19kan. Seorang yang membandingkan perjalananmelelahkan dengan bus tanpa AC denganperjalanan dengan pesawat udara di First Classpula akan berkata bahwa berpergian denganbus adalah siksaan. Namun, bila perjalanandengan bus itu dibandingkan dengan berjalankaki di tengah teriknya panas, maka perjalanandengan bus akan terasa sangat indah danmenyenagkan. Atau Anda dapat berkata bahwarahmat Allah yang demikian besarmembatalkan siksa yang beraneka ragam itusebagaimana polisi menjinakkan bom yangdipasang untuk meledak. Al-Qur’an melukiskan bahwa melakukansatu keburukan balasannya hanya satu, sedangmelakukan satu kebaikan menghasilkansepuluh ganjaran (baca QS. al-An‘âm [6]: 160).Seandainya masing-masing dari kebaikan dankeburukan itu memperoleh satu balasan/ganjaran, maka itu merupakan keadilan, tapicurahan rahmat-Nya sangat melimpah sehingga
  30. 30. 20 ~ AYAT-AYAT FITNAseseorang yang melakukan sepuluh keburukandan hanya satu kebaikan, maka ia tetapmemiliki harapan untuk selamat, bahkanmenghuni surga. “Sungguh celaka siapa yangmemiliki satu, tapi mengalahkan yangsepuluh”, demikian ungkap sementara sahabatNabi saw. Begitu gambaran atau katakanlah harapanyang dilahirkan oleh keyakinan bahwa AllahMaha Pengasih, rahmat kasih sayang-Nyamengalahkan amarah-Nya. Sebaliknya surgapun demikian, kenikmatan yang digambarkanal-Qur’an tidaklah sepenuhnya sama denganapa yang akan dialami di sana. Di sana terdapatbanyak hal yang belum pernah terlihat olehmata, atau terdengar oleh telinga, serta terlintasdalam benak. Tetapi untuk menggambarkan-nya, bahasa manusia bahkan benaknya, tidakmampu melukiskan dan mencernanya,sehingga yang digambarkan hanyalahkenikmatan tertinggi yang mampu dilukiskan
  31. 31. QS. AN-NISÂ’ [4]: 56 ~ 21oleh kata-kata dan yang tejangkau oleh benakmanusia. Satu lagi yang perlu dikomentari daribagian film ini, yaitu tayangan bocah yangditanya tentang orang Yahudi. Terlepas apakahyang ditanya benar-benar seorang anakMuslimah atau bukan, tetapi biarlah kitaberandai bahwa memang demikian itu halnya.Namun, perlu dketahui bahwa selama inipenduduk Palestina merasa sangat tertindasoleh Negara Yahudi, Israel. Wilayah merekadirebut, pemuda-pemuda mereka ditahan dandibunuh, mereka hidup di tenda-tendapengungsian sejak puluhan tahun yang lalu.Ini menjadikan para orangtua merekamengajarkan kebencian terhadap orang-orangYahudi, dan tidak mustahil merekamenggunakan ayat-ayat al-Qur’an yangmengecam sebagian orang Yahudi sebagaipembenaran atas kebencian itu. Dalam kontekspenamaan mereka sebagai kera dan babi, harus
  32. 32. 22 ~ AYAT-AYAT FITNAdiakui bahwa memang ada ayat al-Qur’an yangmenyatakan:“Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antara kamu padahari Sabtu, lalu Kami berfirman kepadamereka: ‘Jadilah kamu kera yang hina’” (QS.al-Baqarah [2]: 65).Katakanlah: “Apakah akan aku beritakankepada kamu tentang orang-orang yang lebihburuk pembalasannya dari (orang-orangfasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang
  33. 33. QS. AN-NISÂ’ [4]: 56 ~ 23dikutuk dan dimurkai Allah, di antara mereka(ada) yang dijadikan kera-kera dan babi-babidan (orang yang) menyembah thâghût?’Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebihtersesat dari jalan yang lurus” (QS. al-Mâ’idah[5]: 60). Beberapa hal perlu dicatat, dalammemahami ayat-ayat di atas: Pertama: Firman-Nya “dijadikan kera-kera dan babi-babi,” tidak harus dipahamidalam arti mengubah fisik mereka sehinggaberbentuk kera dan babi, tapi dapat jugadipahami dalam arti kiasan. Yakni sifat-sifatmereka adalah sifat kera dan babi. Kera adalahsatu-satunya binatang yang selalu terlihatauratnya, karena auratnya memiliki warna yangmenonjol berbeda dengan seluruh warnakulitnya. Di sisi lain, kera harus dicambukuntuk mengikuti perintah. Demikianlahsementara orang-orang Yahudi yang dikecamoleh al-Qur’an. Mereka tidak tunduk dan taat
  34. 34. 24 ~ AYAT-AYAT FITNAkecuali setelah dijatuhi sanksi ataudiperingatkan dengan ancaman. Selanjutnya,babi adalah binatang yang tidak memilikisedikit pun rasa cemburu, sehingga walaubetinanya ditunggangi oleh babi yang lain iatak acuh. Hal ini juga merupakan sifat sebagianorang Yahudi. Rasa cemburu hampir tidakmenyentuh mereka. Kedua: Sifat tersebut tidak menyentuhsemua orang Yahudi, tetapi hanya yangsebagian dari mereka, seperti bunyi ayat QS. 1 Hari Sabtu adalah hari yang ditetapkan Allah bagiorang-orang Yahudi – sesuai usul mereka – sebagai hariibadah yang bebas dari aktivitas duniawi. Mereka dilarangmengail ikan pada hari itu. Tetapi, sebagian merekamelanggar dengan cara yang licik. Mereka tidak mengail,tetapi membendung ikan dengan menggali kolam sehinggaair bersama ikan masuk ke kolam itu. Peristiwa ini –menurut sementara mufasir – terjadi di salah satu desakota Aylah yang kini dikenal dengan Teluk Aqabah.Kemudian setelah hari Sabtu berlalu, mereka mengailnya.Allah murka terhadap mereka, maka Allah berfirmankepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina terkutuk”.
  35. 35. QS. AN-NISÂ’ [4]: 56 ~ 25al-Mâ’idah, yakni yang durhaka menyangkutketentuan tentang hari Sabtu1, seperti bunyiayat QS. al-Baqarah di atas. Memang al-Qur’anmenyatakan mereka tidak sama, yakni adayang baik dan ada juga yang buruk (bacaantara lain: QS. Âli ‘Imrân [3]: 75 dan 103). Ketiga: Sebenarnya apa yang dijelaskanoleh al-Qur’an tentang pengubahan fisik atausifat itu, diketahui sepenuhnya oleh pemuka-pemuka agama orang-orang Yahudi,sebagaimana diisyaratkan oleh penggalan awalfirman-Nya: “Dan sesungguhnya telah kamuketahui orang-orang yang melanggar” (QS. al-Baqarah [2]: 65). Sekali lagi, jika bukan karena anekapenderitaan besar yang dialami oleh pendudukPalestina akibat perbuatan orang-orang Yahudidi Israel, maka dapat diduga keras bahwaucapan bocah perempuan itu tidak akanterdengar. Demikian, wa Allâh a‘lam.[]
  36. 36. AYAT KETIGA QS. MUHAMMAD [47]: 4Maka apabila kamu bertemu (di medan perang) denganorang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka,sampai batas apabila kamu telah melumpuhkan gerakmereka maka kuatkanlah ikatan (tawanlah) mereka, lalu(kamu boleh) membebaskan mereka sesudah(nya) atau(boleh juga melepaskannya) dengan menerima tebusansampai perang meletakkan beban-bebannya. Demikian-lah, seandainya Allah menghendaki niscaya Dia akanmembinasakan mereka tetapi Dia hendak mengujisebagian kamu dengan sebagian yang lain dan orang-orang yang gugur pada jalan Allah, maka Allah tidak akanmenyia-nyiakan amal mereka. QS. MUHAMMAD [47]: 4 ~ 27
  37. 37. 28 ~ AYAT-AYAT FITNA Ayat QS. Muhammad [47]: 4 oleh film Fitnaditampilkan dan dibacakan hanya sepenggalyaitu:Penggalan tersebut diterjemahkan sebagaiberikut: “Therefore, when ye meet theunbelievers, smite at their necks and when yehave caused a bloodbath among them, bind abond firmly on them.” Itu disertai antara lain dengan penayanganseorang tawanan yang berbaju merah sedangmengalami pemenggalan kepala. Catatan pertama yang amat penting adalahterjemahan kalimat atskhantumûhum dengana bloodbath. Terjemahan ini menggambarkanbanjir darah akibat pemenggalan sekian banyakkepala yang diperintahkan itu. Sebenarnya kalimat (i i) atskhantu-
  38. 38. QS. MUHAMMAD [47]: 4 ~ 29mûhum terambil dari kata (i i) atskhanayang biasa digunakan untuk menggambarkansesuatu yang berat dan padat sehingga sangatsulit bergerak atau digerakkan. Cairan yangbeku atau ikatan yang sangat kuat jugadilukiskan dengan kata tersebut. Banyak ulamamemahami penggalan ayat ini dalam arti“mengalahkan mereka dengan sangat jelas,”sehingga mereka tidak lagi dapat bergerak.Lalu, karena kekalahan demikian—dahulu—biasanya terjadi bila anggota pasukan lawansudah banyak yang terbunuh, maka sebagianpenafsir memahaminya dalam arti “telahmembunuh banyak di antara mereka.” Maknaterakhir ini tidak selalu harus demikian. Satupasukan dapat saja mengalami kekalahan total,walau anggota-anggotanya belum terbunuh,misalnya jika persenjataan mereka dihancurkanatau jalur logistik dan informasi mereka diputus. Selanjutnya, yang sangat mengherankanadalah bahwa yang dibaca dan diterjemahkan
  39. 39. 30 ~ AYAT-AYAT FITNAhanya sepenggal ayat saja, bukan seluruh ayat.Lanjutan ayat tidak dibaca atau diterjemahkanpadahal ia berkaitan sangat erat denganpenggalan yang lalu. Mengapa ayat itu harusdipenggal dan tidak dibaca/diterjemahkansecara sempurna? Di mana gerangan amanahilmiah produsen Fitna? Untuk lebih menjelaskan maksud firmanAllah yang dipelintir ini, marilah kita membukalembaran al-Qur’an untuk melihat apa yangdibicarakannya, dalam konteks apa, serta siapayang dimaksudnya? Sebelum ayat 4 QS. Muhammad, yangdijadikan dalih oleh film Fitna memfitnah Islam,ayat pertama hingga ayat ketiga menyatakan:
  40. 40. QS. MUHAMMAD [47]: 4 ~ 31“Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi dari jalan Allah, Allah membatalkanamal-amal mereka, sedang orang-orang yangberiman dan mengerjakan (amal-amal) yangsaleh serta beriman kepada apa yangditurunkan kepada Muhammad—dan itulahyang haq dari Tuhan mereka—Allahmenghapus dosa-dosa mereka serta memper-baiki pikiran mereka. Itu adalah karenasesungguhnya orang-orang kafir mengikutiyang batil dan sesungguhnya orang-orangyang beriman mengikuti yang haq dari Tuhanmereka. Demikianlah Allah membuat untukmanusia perumpamaan-perumpamaan bagimereka.” Anda lihat bahwa ayat-ayat di atasberbicara tentang orang-orang kafir, yakniorang-orang musyrik Mekkah yang meng-
  41. 41. 32 ~ AYAT-AYAT FITNAhalangi orang lain menganut agama dankepercayaan yang dipilihnya. Itu pun menurutsementara ulama hanya terbatas pada dua belasorang tokoh yang menyiapkan konsumsi ketikaterjadi perang Badar, yang merupakan perangpertama antara Nabi Muhammd saw dengankaum musyrik itu. Sekali lagi, yang dimaksudbukan semua orang kafir, tetapi orang-orangtertentu yang mencabut salah satu hak asasimanusia, yakni kebebasan beragama. Ayat 4 kemudian menyatakan:“Maka apabila kamu bertemu (di medanperang) dengan orang-orang kafir, makapancunglah batang leher mereka, sampai
  42. 42. QS. MUHAMMAD [47]: 4 ~ 33batas apabila kamu telah melumpuhkan gerakmereka maka kuatkanlah ikatan (tawanlah)mereka, lalu (kamu boleh) membebaskanmereka sesudah(nya) atau (boleh jugamelepaskannya) dengan menerima tebusansampai perang meletakkan beban-bebannya.Demikianlah, seandainya Allah menghendakiniscaya Dia akan membinasakan mereka,tetapi Dia hendak menguji sebagian kamudengan sebagian yang lain dan orang-orangyang gugur pada jalan Allah, maka Allah tidakakan menyia-nyiakan amal mereka.” Ayat ini berbicara tentang orang-orangyang dimaksud oleh ayat-ayat yang lalu,bahkan kalaupun Anda bermaksudmemahaminya dalam arti semua kaum musyrik,maka hendaknya jangan dilupakan kalimat“kamu bertemu di medan perang,” bukansetiap pertemuan. Buktinya adalah lanjutanayat tersebut yang berbicara tentangpeperangan. Perhatikan kalimat “sampai
  43. 43. 34 ~ AYAT-AYAT FITNAperang meletakkan beban-bebannya,” yaknisampai senjata-senjata diletakkan danpeperangan usai. Makna ini dikuatkan lagidengan praktik Nabi Muhammad saw. Sekianlama beliau berada di Mekkah dan Madinah,jangankan membunuh dan melukai non-Muslim, mengganggu mereka pun tidak pernahterjadi. Harus diakui bahwa dalam peperangan,kedua belah pihak yang berperang selalubermaksud melumpuhkan, mengalahkan, danmenguasai lawannya, antara lain denganmembunuh atau menawan mereka. Ini terjadikapan dan di mana pun dan oleh siapa punhingga abad ini, dan diduga keras hingga akhirzaman. Karena itu ayat ini pun memerintahkanuntuk membunuh dengan cara “memancungbatang leher mereka.” Agaknya istilah tersebutdigunakan ayat ini, bukan saja karena iamerupakan kata kiasan yang memang tepatdigunakan, tetapi juga karena cara tersebut
  44. 44. QS. MUHAMMAD [47]: 4 ~ 35adalah cara yang lumrah dikenal ketika itu.Dan yang lebih penting lagi adalah karena itumerupakan cara membunuh yang paling cepatdan yang karena kecepatannya, musuh/korbantidak terlalu menderita. Secara ilmiah telahterbukti bahwa leher merupakan jaringanpenghubung antara kepala dan seluruh organtubuh. Maka, apabila jaringan urat sarafmanusia terputus, semua fungsi utama organtubuh akan melemah. Dan apabila jaringan uratnadi telah putus, maka darah akan berhentidan tidak dapat memberi makan ke otak.Begitu pula, apabila saluran pernapasan telahputus, maka manusia tidak lagi dapat bernapas.Dalam kondisi seperti ini manusia akan cepatmati. Tetapi, perlu diingat bahwa karena tujuanpeperangan adalah untuk melumpuhkanlawan, bukan membunuhnya, maka pembu-nuhan bahkan peperangan harus dihentikanbegitu musuh tak berdaya, sebagaimana bunyi
  45. 45. 36 ~ AYAT-AYAT FITNAayat 4 di atas: “Sampai batas apabila kamutelah melumpuhkan gerak mereka,” bukanseperti terjemahan di atas “when ye havecaused a bloodbath among them/menga-kibatkan mandi/permandian darah di antaramereka.” Ayat di atas memerintahkan agar musuhyang masih hidup ditawan, dan karena caramenawan yang lumrah pada masa lampau,bahkan hingga kini, sebelum dimasukkan ketahanan, adalah mengikat mereka, maka ayatini pun memerintahkan agar mengikat merekadengan kuat, yang tujuannya adalah agarmereka tidak kembali ke kesatuan mereka, ataukembali menyerang. Karena tujuannya sepertiitu, maka dulu pada masa turunnya ayat diatas ada tawanan yang diikat di tiang masjid,ada juga yang diserahkan kepada salah seorangkaum Muslim untuk diawasi, dan dalam saatyang sama diberi pangan yang mencukupi. Al-Qur’an memuji sahabat-sahabat Nabi saw. (Ali
  46. 46. QS. MUHAMMAD [47]: 4 ~ 37Ibn Abi Thalib kw. sekeluarga) yang memberimakan tawanan kendati mereka menyukaimakanan itu sebagaimana firman-Nya:“Dan mereka memberikan makanan yangdisukainya kepada orang miskin, anak yatim,dan orang yang ditawan” (QS. al-Insân [76]:8). Demikian, tawanan perang diperlakukandengan sangat manusiawi. Dalam perangBadar, walau ada sahabat Nabi saw. yangmengusulkan agar para tawanan dibunuh,beliau tidak menerima usul tersebut, tetapimembebaskan mereka dengan imbalan/tebusan berupa melakukan kegiatan yangbermanfaat buat umat Islam, seperti mengajarmembaca dan menulis. Sejarah jugamenjelaskan bahwa ketika orang-orang YahudiBani Quraidzah, ditawan di satu tempatterbuka—karena ketiadaan rumah tahanan dan
  47. 47. 38 ~ AYAT-AYAT FITNAdi bawah terik panas matahari yang menyengat,Rasul saw. berpesan:“Jangan himpun terhadap mereka panasnyaterik matahari hari siang ini dan “panasnyasenjata” (tertawan)! Biarkan merekaberistirahat hingga mereka merasakankesejukan.” Ini berarti bahwa tawanan tidak bolehdisiksa dengan cara apa pun. Sikapkemanusiaan yang diterapkan Nabi saw. inibaru diundangkan melalui kesepakatanLahai—Belanda pada 1907 dan KesepakatanJenewa 1929 dan 1949. Kembali pada film Fitna, sebagai ilmuwandapat dikatakan bawa jika film itu objektif makasemestinya paling tidak ayat tersebut dibacadan diterjemahkan hingga firman-Nya: “lalu
  48. 48. QS. MUHAMMAD [47]: 4 ~ 39(kamu boleh) membebaskan merekasesudah(nya) atau menerima tebusan.” Penggalan ayat di atas memberi duaalternatif kepada penguasa perang menyangkuttawanan, yaitu membebaskan tanpa tebusanatau dengan tebusan. Ini enggan merekaterjemahkan/tayangkan karena justrukandungannya sejalan dengan ketentuanhukum yang diakui secara universal dewasaini. Mereka enggan menayangkan terjemah-annya karena penggalan ayat tersebutmenggambarkan bagaimana al-Qur’anmengajarkan perlakuan terhadap para tawanan.Petunjuk Allah swt. dan praktik Rasulmenyangkut tebusan itu merupakan petunjukyang tidak dikenal oleh umat manusiasebelumnya. Dahulu tawanan dibiarkan begitusaja menunggu nasibnya atau belas kasih yangtak kunjung datang dari pemenang perang.Tetapi sejak ayat tersebut, salah satu bentukpraktik Nabi adalah pertukaran tawanan perang
  49. 49. 40 ~ AYAT-AYAT FITNAdalam konteks tebusan itu, dan ini dilakukanatas nama “Negara”, bukan pribadi. Banding-kanlah perlakuan itu dengan apa yang terjadijauh sesudah kedatangan Islam, bahkan apayang kita baca atau ditayangkan tentangperlakuan yang diterima tawanan-tawananyang berada dalam kekuasaan negara-negarayang dinamai negara maju atau negara yang“menjunjung Hak-hak Asasi Manusia”.Demikian, wa Allâh a‘lam.[]
  50. 50. AYAT KEEMPAT QS. AN-NISÂ’ [4]: 89Mereka ingin seandainya kamu menjadi kafirsebagaimana mereka telah menjadi kafir, sehinggakamu menjadi sama (dengan mereka). Makajanganlah kamu jadikan siapa pun di antaramereka sebagai orang-orang dekat, hingga merekaberhijrah pada jalan Allah. Maka jika merekaberpaling, tawan dan bunuhlah mereka di manasaja kamu dapati mereka, dan janganlah kamuambil seorang pun di antara mereka teman-temandekat dan jangan (pula) penolong. QS. AN-NISÂ’ [4]: 89 ~ 41
  51. 51. 42 ~ AYAT-AYAT FITNA Ayat ini dibacakan dan ditayangkanteksnya dengan terjemahan sebagai berikut:“They but wish that ye should reject faith. Asthey do, and thus be on the same footing asthey. So take no friends from their ranks untilthey flee in the way of Allah. But if they turnrenegades, seize them and kill them wheneverye find them. And take no friends or helpersfrom their ranks.” Ini disertai dengan aneka komentar yangdirekam dari sejumlah tokoh/mubalig Muslimyang menegaskan tentang keunggulan agamaIslam, yang selanjutnya dijadikan dalih olehfilm Fitna untuk menggambarkan bahwa al-Qur’an memerintahkan membunuh semuanon-Muslim, kapan dan di mana pun. Sekali lagi pemahaman tersebut sangatjauh dari hakikat ajaran al-Qur’an. Untukmemahaminya secara benar, ayat itu harusdikaitkan dengan konteks ayat-ayat sebe-lumnya.
  52. 52. QS. AN-NISÂ’ [4]: 89 ~ 43 Ayat-ayat sebelum ini menjelaskan sifatorang-orang munafik, yang seharusnya telahdisadari oleh orang-orang beriman sehinggatidak wajar lagi, ada yang menjadi perantarauntuk membela mereka yang salah, ataumenghalangi upaya menindak siapa yangmelanggar. Karena itu, pada ayat 87 kaumMukmin yang berbeda pendapat tentangbagaimana menghadapi kaum munafik itudikecam oleh Allah dengan firman-Nya yangbagaikan menyatakan: Kalau demikian itukeadaannya, maka mengapa kamu wahaiorang-orang Mukmin terbagi menjadi duagolongan dalam (menghadapi) orang-orangmunafik, ada di antara kamu yang bersangkabaik dan membela mereka dan ada juga yangmengambil sikap keras, yakni bermaksudmemerangi mereka. Mengapa masih terjadiperbedaan pendapat ini padahal Allah telahmembiarkan mereka kembali kepadakekafiran, yakni menilai mereka telah masuk
  53. 53. 44 ~ AYAT-AYAT FITNAkembali ke dalam lingkungan kufur danmeninggalkan keimanan disebabkan usahamereka sendiri. Apakah kamu berkehendakmemberi petunjuk yakni menilai merekasebagai orang-orang yang memperolehpetunjuk Allah atau menciptakan petunjuk kedalam hati orang-orang yang telah dibiarkansesat oleh Allah—dibiarkan sesat atas keinginandan upaya mereka sendiri untuk sesat?Barangsiapa yang dibiarkan sesat oleh Allah,maka sekali-kali engkau wahai Muhammadtidak mendapatkan jalan untuknya gunamendapat petunjuk. Ayat ini turun berkenaan dengan sejumlahorang yang bertempat tinggal di Mekkah,mereka berpura-pura menampakkan minatatau menyatakan diri memeluk Islam, padahalselama ini mereka membantu kaum musyrikMekkah. Mereka meninggalkan Mekkahmenuju Madinah untuk satu keperluan. Merekamengharap dengan kedatangan ke Madinah
  54. 54. QS. AN-NISÂ’ [4]: 89 ~ 45dan berpura-pura menampakkan minatmemeluk Islam, mereka akan disambut baikoleh umat Islam. Nah, ketika itulah orang-orangMukmin berbeda pendapat seperti terbaca diatas. Setelah penjelasan di atas barulah ayat89 menegaskan:“Mereka ingin seandainya kamu menjadi kafirsebagaimana mereka telah menjadi kafir,sehingga kamu menjadi sama (denganmereka). Maka janganlah kamu jadikan siapapun di antara mereka sebagai orang-orangdekat, hingga mereka berhijrah pada jalanAllah. Maka jika mereka berpaling, tawan danbunuhlah mereka di mana saja kamu dapati
  55. 55. 46 ~ AYAT-AYAT FITNAmereka, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka teman-teman dekat danjangan (pula) penolong.” Sekali lagi mereka yang dimaksud olehayat ini adalah musuh-musuh Islam, yangmemerangi kaum Muslim, tetapi bermuka dua,bukan semua orang kafir. Mereka adalahmusuh dalam selimut. Karena itu ayat di atasmemberi petunjuk: Jangan jadikan salahseorang pun di antara mereka sebagai orang-orang dekat, yakni teman-teman akrab tempatmenyimpan rahasia, kecuali jika merekaberhijrah, yakni meninggalkan kekufuran dankota kekufuran, yakni Mekkah ketika itu.Petunjuk ayat ini bukannya menyatakan: “Yangtidak bersama kamu adalah musuh kamu”sebagaimana pandangan sementara Peme-rintahan selama ini, tetapi yang dinyatakannyaadalah: “Jangan menjadikan lawan kamusebagai sahabat kental tempat menyimpanrahasia.” Sungguh tuntunan ini sangat logis
  56. 56. QS. AN-NISÂ’ [4]: 89 ~ 47sehingga dapat diterima dengan sangat baikoleh siapa pun yang berakal dan memilikimoral. Selanjutnya, ayat di atas menegaskanbahwa kalau mereka besikeras dalam sikapmereka—kufur dan menjadi musuh dalamselimut—maka mereka wajar diperangi dandalam keadaan perang, musuh dapat ditawandan dibunuh—bila perlu—kapan dan di manasaja. Ini berarti jika bukan dalam keadaanperang dan orang-orang munafik masih tetapbebas berkeliaran, maka sekali lagi ayat di atasmemperingatkan janganlah kamu ambilseorang pun di antara mereka sebagai teman-teman dekat dan jangan pula menjadikansalah seorang di antara mereka penolong untukdiri kamu atau untuk menghadapi musuhkamu. Ini karena mereka adalah musuh dalamselimut.
  57. 57. 48 ~ AYAT-AYAT FITNA Penafsiran di atas didukung oleh sekianbanyak ayat bahkan kenyataan sejarah padamasa kekuasaan dan kejayaan kaum Muslim. Bacalah misalnya firman Allah dalam QS.al-Mumtahanah [60]: 8-9:“Allah tiada melarang kamu untuk berbuatbaik dan berlaku adil terhadap orang-orangyang tidak memerangi kamu karena agamadan tidak (pula) mengusir kamu darinegerimu. Sesungguhnya Allah menyukaiorang-orang yang berlaku adil.
  58. 58. QS. AN-NISÂ’ [4]: 89 ~ 49Sesungguhnya Allah hanya melarang kamumenjadikan sebagai kawanmu orang-orangyang memerangi kamu karena agama danmengusir kamu dari negerimu dan membantu(orang lain) untuk mengusirmu. Danbarangsiapa menjadikan mereka sebagaiteman akrab, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” Ayat-ayat di atas dengan tegas bagaikanmenyatakan bahwa: Allah tiada melarangkamu menjalin hubungan dan berbuat baikterhadap orang-orang yang tidak memerangikamu karena agama dan tidak (pula)mengusir kamu dari negeri kamu. Allah tidakmelarang kamu berbuat baik dalam bentuk apapun bagi mereka dan tidak juga melarang kamuberlaku adil kepada mereka. Kalau demikian,jika dalam interaksi sosial mereka berada dipihak yang benar, sedang salah seorang darikamu berada di pihak yang salah, maka kamuharus membela dan memenangkan yang benar
  59. 59. 50 ~ AYAT-AYAT FITNAitu walaupun non-Muslim. Sesungguhnya Allahmenyukai orang-orang yang berlaku adil.Sesungguhnya Allah tidak lain hanyamelarang kamu menjadikan sebagai teman-teman akrab tempat menyimpan rahasia danpenolong-penolong yang kamu andalkanorang-orang yang memerangi kamu karenaagama dan mengusir kamu dari negeri kamuserta membantu (orang lain) untuk mengusirkamu. Barang siapa yang mengikuti tuntunanini, maka mereka itu orang-orang yangmenegakkan keadilan dan beruntung danbarangsiapa menjadikan mereka sebagaiteman akrab, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Sementara ulama, seperti Abubakar IbnuArabi (w. 1148 M) memahami perintah aqsithûbukan dalam arti berlaku adil, tetapi dalamarti memberi sebagian dari harta kamu denganalasan kewajiban berlaku adil juga tertujukepada musuh yang memerangi. Dengan
  60. 60. QS. AN-NISÂ’ [4]: 89 ~ 51demikian, ayat ini tidak berbicara tentangkeadilan, tetapi yang melebihi keadilan yakniberbuat ihsan dalam bentuk memberisebagaian dari harta yang dimiliki. Memang,dalam pandangan Islam“Manusia yang engkau hadapi dua macam,saudara seagama dan sesama makhluk,”begitu pesan Sayyidina Ali kw. kepadaGubernur Mesir pada masa beliau. Sayyid Quthub, pemikir Muslim Mesiryang dikenal dengan pikiran-pikirannya yangtegas dan revolusioner yang berakibat beliauterbunuh, berkomentar ketika menafsirkan ayatdi atas bahwa: “Islam adalah agama damai, serta akidahcinta. Ia adalah satu sistem yang bertujuanmenaungi seluruh alam dengan naungannya
  61. 61. 52 ~ AYAT-AYAT FITNAyang berupa kedamaian dan cinta itu. Semuamanusia dihimpun-Nya di bawah panji Ilahidalam kedudukan sebagai saudara-saudarayang saling kenal mengenal dan cintamencintai. Tidak ada yang menghalangi arahtersebut kecuali tindakan agresi musuh-musuh-Nya dan musuh-musuh penganut agama ini.Adapun jika mereka itu bersikap damai, makaIslam sama sekali tidak berminat untukmelakukan permusuhan dan tidak jugaberusaha melakukannya. Bahkan walaupundalam keadaan bermusuhan, Islam tetapmemelihara dalam jiwa faktor-faktorkeharmonisan hubungan, yakni kejujurantingkah laku dan perlakuan yang adil, menantidatangnya waktu di mana lawan-lawannyadapat menerima kebajikan yang ditawarkannyasehingga mereka begabung di bawah panji-panjinya. Islam sama sekali tidak berputus asamenanti hari di mana hati manusia akanmenjadi jernih dan mengarah ke arah yanglurus itu.”
  62. 62. QS. AN-NISÂ’ [4]: 89 ~ 53Demikian lebih kurang Sayyid Quthub. Sekali lagi, ayat di atas bukan berartimelarang kaum Mukmin menjalin hubungandengan non-Muslim, apalagi memerintahkanuntuk membunuh mereka kapan dan di manasaja. Ia hanya melarang menjalin hubunganakrab, itu pun bukan dengan semua non-Muslim, tetapi hanya dengan orang-orang yangtelah terang-terangan memusuhi Islam, kendatimereka mengaku sebagai orang-orang Muslim.Demikian, wa Allâh a‘lam.[]
  63. 63. AYAT KELIMA QS. AL-ANFÂL [8]: 39Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnahdan supaya kepatuhan semata-mata untuk Allah.Jika mereka berhenti (dari kekafiran), makaSesungguhnya Allah Maha melihat apa yangmereka kerjakan. QS. AL-ANFÂL [8]: 39 ~ 55
  64. 64. 56 ~ AYAT-AYAT FITNA Ayat QS. al-Anfâl [8]: 39 ini pun dipenggalsehingga yang ditayangkan, dibacakan, danditerjemahkan hanya firman-Nya:Terjemahannya sebagai berikut: “Fight themuntil there is dissension and the religion isentirely Allah’s.” Itu disusul dengan menayangkan pidatobeberapa tokoh dan mubalig, yang padaintinya menggambarkan keunggulan Islam dankewajiban berdakwah serta optimisme merekatentang penyebaran Islam ke seluruh dunia. Hal pertama yang perlu digarisbawahiadalah penerjemahan kata (i i) ad-dîndengan agama karena ini dapat menimbulkankesan bahwa agama yang dimaksud adalahagama yang diajarkan oleh Nabi Muhammadsaw. Memang benar, salah satu maknanya
  65. 65. QS. AL-ANFÂL [8]: 39 ~ 57adalah agama, tetapi tidak semua kata ad-dînberarti agama. Firman-Nya “Mâlik yaum ad-dîn” tidak diterjemjahkan dengan “Pemilik hariagama”, tetapi “Pemilik hari pembalasan”.Makna kata Dîn yang lain adalah ketaatan dankepatuhan yang disertai dengan respek daninilah yang dimaksud oleh ayat tersebut,sebagaimana akan diuraikan nanti. Karena itu,dalam beberapa terjemahan bahasa Inggris,kata tersebut diterjemahkan dengan “worship”yakni kepatuhan yang disertai dengan rasarespek dan kagum. Sejarah Nabi saw. membuktikan bahwatiga belas tahun lamanya beliau dan sahabat-sahabat beliau bersabar menahan diri untuktidak membalas kekejaman kaum musyrik. Lalutahap demi tahap beliau lalui sampai akhirnyatiba izin untuk membalas, itu pun dengansyarat-syarat yang sangat ketat. Memang, Islam adalah agama yangberpijak di bumi menghadapi kenyataan.
  66. 66. 58 ~ AYAT-AYAT FITNASelama dalam hidup ini ada orang-orang yangmemiliki hawa nafsu, ambisi yang meluap,maka selama itu pula konflik dapat muncul,dan ini menuntut adanya petunjuk berkaitandengan konflik itu, termasuk di antaranyaperintah berperang. Peperangan memang tidakmenyenangkan, bahkan bisa jadi buruk, tetapijika ia dilakukan dalam rangka membela diridan membela kebenaran, serta mengelakkanpenganiayaan, maka ketika itu peperanganadalah sesuatu yang menghasilkan kebaikandan terpaksa harus ditempuh. Islam tidakmengajarkan “siapa yang menampar pipikananmu, maka serahkanlah pipi kirimu untukditampar juga.” Sejarah turunnya ayat-ayat al-Qur’anmembuktikan bahwa silih berganti danberaneka ragam tuntunan al-Qur’anmenghadapi gangguan. Dimulai denganperintah bersabar seperti firman-Nya:
  67. 67. QS. AL-ANFÂL [8]: 39 ~ 59“Maka bersabarlah seperti halnya orang-orangyang memunyai keteguhan hati dari rasul-rasul dan janganlah engkau memintadisegerakan (siksa) bagi mereka” (QS. al-Ahqâf[46]: 35).Disusul dengan anjuran untuk menghada-pigangguan dengan berbuat baik, sesuai firman-Nya:“Tolaklah perbuatan buruk dengan sesuatuyang terbaik. Kami lebih mengetahui apa yangmereka sifatkan” (QS. al-Mu’minûn [23]: 96).Bersamaan dengan itu beliau diperintah:
  68. 68. 60 ~ AYAT-AYAT FITNA“Katakanlah kepada orang-orang yangberiman hendaklah mereka memaafkanorang-orang yang tidak takut akan hari-hariAllah” (QS. al-Jâtsiyah [45]: 14). Kali selanjutnya, beliau diperintahkanberjihad memperjuangkan ajaran agamadengan kalimat-kalimat al-Qur’an, bukandengan senjata.“Maka janganlah mengikuti orang-orangkafir, dan berjihadlah terhadap merekadengan al Qur’an dengan jihad yang besar”(QS. al-Furqân [25]: 52). Semua petunjuk itu diamalkan oleh Nabisaw. bersama pengikut-pengikut beliau, tetapipenganiayaan tidak berkurang, bahkan justrubertambah. Upaya menangkap dan membunuhNabi saw. mereka lakukan sebagaimanadilukiskan oleh QS. al-Anfâl [8]: 30. Nah,beberapa waktu setelah upaya itu, yakni
  69. 69. QS. AL-ANFÂL [8]: 39 ~ 61setelah Nabi saw. berhasil berhijrah keMadinah, barulah turun izin untuk membalasdengan firman-Nya:“Telah diizinkan (berperang) orang-orangyang diperangi, karena sesungguhnya merekatelah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah,benar-benar Mahakuasa menolong merekaitu” (QS. al-Hajj [22]: 39). Peperangan dibenarkan oleh al-Qur’anbila tidak ada lagi jalan lain untuk menghin-darkan penganiayaan dan memantapkankeamanan. Itu pun sebelum terjun secaralangsung, musuh masih diberi alternatifbergabung dengan kaum Muslim, atau menjalinperjanjian tidak saling menyerang (damai).Kalau kedua alternatif itu ditolak, makaterpaksa senjata yang berbicara, tetapi ketika
  70. 70. 62 ~ AYAT-AYAT FITNAitu semua yang tidak terlibat harus dipelihara.Anak-anak dan perempuan harus dilindungi,pepohonan jangan ditebang, lingkunganjangan dirusak. Kembali kepada film Fitna, ayat yangdibacakan dan diterjemahan secara keliru diatas lengkapnya adalah:“Dan perangilah mereka supaya jangan adafitnah dan supaya kepatuhan seluruhnyasemata-mata untuk Allah. Jika merekaberhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnyaAllah Maha Melihat apa yang merekakerjakan” (QS. al-Anfâl [8]: 39). Sejalan dengan pesan QS. al-Anfâl [8] yangdipelintir oleh film Fitna itu adalah QS. al-Baqarah [2] ayat 190 hingga 193 berikut:
  71. 71. QS. AL-ANFÂL [8]: 39 ~ 63“Perangilah di jalan Allah orang-orang yangmemerangi kamu, (tetapi) janganlah kamumelampaui batas, karena sesungguhnya Allahtidak menyukai orang-orang yang melampauibatas.” Lebih lanjut ayat 191-192 menyatakan:“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamujumpai mereka, dan usirlah mereka daritempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah);dan fitnah (penganiayaan) lebih keras/kejam
  72. 72. 64 ~ AYAT-AYAT FITNAdaripada pembunuhan, dan janganlah kamumemerangi mereka di Masjid al-Haram,kecuali jika mereka memerangi kamu ditempat itu. Jika mereka memerangi kamu (ditempat itu), maka bunuhlah mereka.Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.Maka jika mereka berhenti (menganiayakamu), maka sesungguhnya Allah MahaPengampun lagi Maha Penyayang.” Nah, setelah itu disusul oleh ayat 193 yangserupa dengan ayat al-Anfâl yang dipelintir itu.Lengkapnya adalah:“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidakada lagi fitnah dan (sehingga) kepatuhanhanya semata-mata (terhadap) Allah. Jikamereka berhenti (dari memusuhi kamu), makatidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadaporang-orang yang zalim.”
  73. 73. QS. AL-ANFÂL [8]: 39 ~ 65 Kalau ayat 190 berbicara tentang kapanpeperangan diizinkan untuk dimulai oleh kaumMuslim, maka ayat 193 menjelaskan kapanpeperangan harus mereka hentikan sertakonsekuensi yang dipikul oleh yang engganmenghentikannya. Ia dapat dimulai saat adamusuh yang menyerang. Mereka itulah yangdiperangi sedang peperangan harus dihentikanbukan saat agama Islam tersebar ke seluruhdunia, sebagaimana yang hendak dikesankanoleh film Fitna, tetapi ia harus dihentikan saatpenganiayaan berakhir, karena tujuanpeperangan adalah menghentikan pengania-yaan. Sekali lagi, ia bukannya baru dihentikansetelah Islam menguasai seluruh dunia, karenabukan itu tujuan perang, apalagi Islammelarang penyebaran agama melalui perang,dan dengan demikian yang dimaksud dengan“ketaatan/kepatuhan hanya semata-mataterhadap Allah” adalah bahwa ketentuan-
  74. 74. 66 ~ AYAT-AYAT FITNAketentuan Allah harus ditaati, antara lainmemberi kebebasan kepada siapa pun untukmemilih dan mengamalkan agama dankepercayaannya karena masing-masing akanmempertanggungjawabkannya sesuai firman-Nya “lakum dînukum wa liya dîn” (QS. al-Kâfirûn [109]: 6). Selanjutnya, akhir ayat 193 itu menegaskan:yang maksudnya adalah: apabila mereka (yangmenganiaya dan memerangi itu) berhentimelakukan penganiayaannya, maka kaumMuslim harus segera menghentikanpeperangan, sebab siapa yang melanjutkanpeperangan setelah terhenti penganiayaan,maka dialah yang menganiaya dan dia wajardilanda agresi dan permusuhan melalui apaatau siapa pun yang dikehendaki-Nya. Sedemikian penting penghentianpeperangan, bahkan sedemikian besar
  75. 75. QS. AL-ANFÂL [8]: 39 ~ 67keinginan al-Qur’an untuk terciptanyaperdamaian sehingga Allah mengingatkanbahwa:“Dan jika mereka condong kepadaperdamaian, maka condonglah kepadanyadan bertawakkallah kepada Allah.Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengarlagi Maha Mengetahui” (QS. al-Anfâl [8]: 61). Demikian petunjuk-Nya, wa Allâh a‘lam.[]
  76. 76. PETUNJUK AL-QUR’AN MENGHADAPI PELECEHANAl-Qur’an sejak dini mengingatkan bahwacemoohan dan pelecehan dari musuh-musuhagama selalu akan terjadi dan tidak akanterhenti. Salah satu ayat yang menegaskan haltersebut adalah firman-Nya dalam QS. Âli‘Imrân [3]: 186 yang menyatakan bahwa: PETUNJUK AL-QUR’AN ~ 69
  77. 77. 70 ~ AYAT-AYAT FITNA“Sungguh kamu pasti akan diuji menyangkutharta kamu dan diri kamu. Dan kamusungguh pasti akan mendengar dari sebagianorang-orang yang diberi Kitab sebelum kamudan dari orang-orang yang mempersekutukanAllah, gangguan yang banyak. Jika kamubersabar dan bertakwa, maka sesungguhnyayang demikian itu termasuk urusan yang patutdiutamakan.” Gangguan dan sikap pelecehan itu, lahirakibat beberapa fakor. Al-Qur’an dan Sunnahmengisyaratkan paling tidak dua hal pokokyang menjadi penyebabnya. Pertama: Keangkuhan yang dilahirkanoleh keterpedayaan akan kemewahan duniawi.Allah berfirman menyapa mereka yang tersiksapada Hari Kemudian:
  78. 78. PETUNJUK AL-QUR’AN ~ 71“Yang demikian itu, karena sesungguhnyakamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagaiolok-olokkan dan kamu telah ditipu olehkehidupan dunia, maka pada hari ini merekatidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pulamereka diberi kesempatan untuk bertaubat”(QS. al-Jâtsiyah [45]: 35). Kedua: Ketidaktahuan, baik karenainformasi yang keliru, maupun karena tidakditerimanya informasi sama sekali. Berkali-kalial-Qur’an menegaskan bahwa sikap burukkaum musyrik adalah akibat mereka tidak tahu(baca antara lain QS. al-Mâ’idah [5]: 58 dan104; al-An‘âm [6]: 37; al-A‘râf [7]: 131; al-Anfâl[8]: 34; at-Taubah [9]: 9; dan masih banyak lagilainnya). Rasul saw. sering kali berdoa:“Ya Allah, Ampunilah kaumku karena merekatidak mengetahui.”
  79. 79. 72 ~ AYAT-AYAT FITNA Menghadapi mereka yang tidak tahu, tentutidak dapat dipersamakan dengan mereka yangangkuh dan tidak mau tahu. Di Eropa dan Amerika sebagian masyara-katnya tidak mengenal Islam dan NabiMuhammad saw., baik karena informasi yangmereka terima adalah informasi yangdisampaikan oleh lawan-lawan Islam,khususnya yang disebarkan sejak apa yangdinamai Perang Salib, maupun karena memangmereka sama sekali tidak mengetahui. Inidiperparah oleh citra buruk sementara kaumMuslim yang dewasa ini seringkali dikaitkandengan teror dan terorisme, juga kebodohan,kemiskinan, dan fanatisme buta. Betapapun demikian, agaknya tidak kelirujika dikatakan bahwa tuntunan umummenyangkut sikap menghadapi pelecehanadalah: (1) Meningkatkan informasi yangbenar, serta terus berdakwah menjelaskanajaran Islam—dalam bentuk lisan, tulisan, dan
  80. 80. PETUNJUK AL-QUR’AN ~ 73tingkah laku—sebagai ajaran yang penuhtoleransi tanpa mengorbankan akidah dannilai-nilai Islami, dan dalam saat yang samaberpaling/menampakkan tanda-tanda tidakmenyetujui sikap lawan-lawan Islam yangmelecehkan itu. Ini antara lain dapat dipahamidari firman Allah:“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan(kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik” (QS. al-Hijr [15]: 94). Juga firman-Nya:“Jadilah pemaaf/ambillah yang mudah,suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf,serta berpalinglah dari orang-orang yangjahil” (QS. al-A‘râf [7]: 199).
  81. 81. 74 ~ AYAT-AYAT FITNA Di samping tununan di atas, tuntunanumum lainnya adalah (2) menahan emosiagar tidak bertindak dengan tindakan yangdapat merugikan citra umat Islam atau jalannyadakwah. Inilah yang diperintahkan antara lainoleh QS. Âli ‘Imrân [3]: 186 yang telah penuliskutip pada awal uraian ini. Dalam Tafsir al-Mishbâh, penulis antaralain mengemukakan maksud ayat tersebutsebagai berikut: (Demi Allah), sungguh kamu (semua, wahai orang Islam kapan dan di mana pun) pasti akan (diperlakukan sebagai orang yang) diuji menyangkut harta kamu (baik berupa kekurangan harta, kehilangan, atau dalam bentuk kewajiban berzakat dan bersedekah) dan (kamu juga akan diuji dengan) diri kamu, (yakni dengan luka dan pedih akibat peperangan atau penganiayaan musuh, atau penyakit. Bukan hanya harta dan diri, ada yang dapat lebih dahsyat dari keduanya yaitu) kamu (juga) sungguh pasti akan (diuji dengan) mendengar (selain apa yang kamu telah dengar) dari sebagian orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu (yakni
  82. 82. PETUNJUK AL-QUR’AN ~ 75 pemeluk agama Yahudi dan Nasrani) dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah (yakni kaum musyrik), gangguan yang banyak (dengan ucapan-ucapan mereka yang melecehkan agama). Jika kamu bersabar (yakni menahan diri menghadapi ujian-ujian itu) dan bertakwa, (yakni beramal sesuai petunjuk Allah dan rasul-Nya dalam menangani dan menghadapi aneka cobaan itu) maka sesungguhnya yang demikian itu (yakni kesabaran dan takwa itu), termasuk urusan yang patut ditekadkan (untuk dilaksanakan, tidak ditunda dan tidak pula disangsikan). Terdapat beberapa hal yang perludigarisbawahi dari ayat di atas: Pertama: Allah menjadikan ujian dalamhal yang berkaitan dengan agama, sebagaiujian yang paling berat. Harta dan jiwa, padatempatnya dikorbankan, jika agama telahtersentuh kehormatannya. Kedua: Kendati ayat di atas menyebutAhlul Kitab, namun itu bukan berarti mencakupsemua penganut agama Yahudi dan Nasrani.
  83. 83. 76 ~ AYAT-AYAT FITNADalam QS. Âli ‘Imrân [3]: 113, Allah menegas-kan bahwa:“Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitabitu ada golongan yang berlaku lurus, merekamembaca ayat-ayat Allah pada beberapawaktu di malam hari, sedang mereka bersujud. Hal ini perlu digarisbawahi agar kita tidakmengeneralisir dan mempersamakan semuapenganut agama Yahudi dan Nasrani. Ketiga: Dalam konteks bersabar dan agaremosi yang meluap tidak merugikan umat danmelecehkan agama, al-Qur’an mengingatkanbahwa:
  84. 84. PETUNJUK AL-QUR’AN ~ 77Maksudnya: Dan janganlah kamu (wahaikaum Muslim) memaki sembahan-sembahan(seperti berhala-berhala atau manusiabetapapun agungnya) yang mereka sembahselain Allah, (karena jika kamu memakinya)maka akibatnya mereka akan memaki (pula)Allah dengan melampaui batas (dan secaratergesa-gesa tanpa berpikir serta) tanpapengetahuan. Apa yang dapat mereka lakukandari cacian itu sama dengan apa yang telahdilakukan oleh kaum musyrik yang lainsepanjang masa, karena) demikianlah Kamimemperindah bagi setiap umat, amal (buruk)mereka (akibat kebejatan budi mereka danakibat godaan setan terhadap mereka. Tetapijangan duga mereka akan lepas dari tanggungjawab, karena) kemudian, (yakni nanti setelahdatang waktu yang ditentukan, yang boleh jadikamu anggap lama—nanti—hanya) kepadaTuhan merekalah (yang sampai saat ini masihterus memelihara mereka), kembali mereka,(yakni pada akhirnya mereka pasti kembali
  85. 85. 78 ~ AYAT-AYAT FITNAkepada Allah swt. lalu) Dia (yang Mahakuasadan Maha Mengetahui itu) memberitakankepada mereka apa yang dahulu merekakerjakan (sambil menuntut pertanggung-jawaban mereka) (QS. al-An‘âm [6]: 108). Di tempat lain Allah mengingatkan bahwa:Maksudnya: Hai orang-orang yang beriman,hendaklah kamu menjadi Qawwâmîn (yakniorang-orang yang selalu dan bersungguh-sungguh menjadi pelaksana yang sempurnaterhadap tugas-tugas kamu dengan mene-gakkan kebenaran) demi karena Allah, sertamenjadi saksi-saksi dengan adil. Danjanganlah sekali-kali kebencian kamu
  86. 86. PETUNJUK AL-QUR’AN ~ 79terhadap sesuatu kaum, mendorong kamuuntuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah,(terhadap siapa pun walau atas diri kamusendiri karena) ia (yakni adil itu) lebih dekatkepada takwa (yang sempurna, daripada selainadil. Karena itu sekali lagi berlaku adillah) danbertakwalah kepada Allah, sesungguhnyaAllah Maha Mengetahui apa yang kamukerjakan (QS. al-Mâ’idah [5]: 8). Keempat: Perintah bersabar, bukanberarti menerima penghinaan dan berlagakmemaafkan. Sabar adalah menahan gejolakemosi/nafsu demi mencapai yang baik atauyang lebih baik. Ia tidak dapat dilakukankecuali oleh orang-orang yang kuat mentalnya.Sabar bukan kelemahan, sebab jika Anda tidakmengambil tindakan yang tepat karenakhawatir dari siapa yang lebih kuat daripadaAnda, maka itu bukanlah kesabaran. Allah punyang seharusnya diteladani sifat-sifat-Nya—sesuai kemampuan manusia—Allah pun
  87. 87. 80 ~ AYAT-AYAT FITNAmenyadang sifat sabar (Shabûr) yang olehImam Ghazali diartikan sebagai sebagai Diayang tidak didorong oleh ketergesaan sehinggabergegas melakukan sesuatu sebelumwaktunya, tetapi meletakkan sesuatu dengankadar tertentu, dan memberlakukannyadengan aturan-aturan tertentu pula. Dia tidakmenundanya dari waktu yang ditentukan,sebagaimana penundaan seorang yang malas,tidak pula mempercepat waktunya, percepatanseorang yang tergesa-gesa. Segala sesuatudiletakkan-Nya pada tempat dan waktu yangseharusnya, dan semua itu tanpa suatudorongan yang bertentangan dengankemauan-Nya. Sifat sabar yang diajarkan ini tidak berten-tangan dengan sikap tegas yang menjadi ciriNabi dan umat Islam sebagaimana yang dilukis-kan antara lain oleh QS. al-Fath [48]: 29. Sabar menanti waktu di mana pelecehakan berhenti melecehkan karena telah sadar
  88. 88. PETUNJUK AL-QUR’AN ~ 81dan juga sabar menanti waktu yang tepat untukmencegah mereka melakukannya. Jika demikian, perintah bersabar bagimanusia adalah tidak emosional, agar tidakmengakibatkan kerugian bagi agama dan umat. Nah, menghadapi kasus film Fitna, umatIslam wajar memprotes, serta wajar memutus-kan hubungan harmonis dan kerja samadengan semua pihak yang mendukung sikappelecehan itu. Agaknya, inilah langkah yangpaling tepat sebagaimana tuntunan QS. al-An‘âm [6]: 68 dan QS. an-Nisâ’ [4]: 140, sambilberusaha mengangkat persoalan ini ke tingkatyang lebih luas daripada lingkungan umatIslam saja, yakni tidak memandang kasustersebut sebagai persolan umat Islam versusBarat atau Kristen/Yahudi, tetapi ia adalahpersoalan antara masyarakat yang berbudayamenghadapi masyarakat yang tidak berbudaya. Setiap orang, apa pun agama dan budaya-nya, harus dihormati sehingga seandainya
  89. 89. 82 ~ AYAT-AYAT FITNApelecehan tersebut tertuju—misalnya—kepadaAgama Budha atau Konghuchu, atau kepadaNabi Isa atau Musa as., maka semua yangberbudaya, apa pun agamanya harus tampilmengecam sikap tersebut. Ini sejalan denganQS. al-An‘âm [6]: 108 yang melarang menghinadan melecehkan sembahan-sembahan kaummusyrik sekalipun. Simbol negara pun sewajarnya tidakdilecehkan, karena itu dapat mengundangmasyarakat negara yang dilecehkan simbolnyaitu melakukan hal serupa terhadap simbol-simbol negara kita. Yang tidak kurangpentingnya adalah bahwa siapa pun yang tidakterlibat dalam pelecehan itu, harus tetapdihormati dan tidak boleh diganggu ataudilecehkan tanpa sebab karena al-Qur’anberpesan untuk tetap berlaku adil terhadapsiapa pun walau terhadap kelompok yangdibenci: “Dan janganlah sekali-kali kebenciankamu terhadap sesuatu kaum, mendorong
  90. 90. PETUNJUK AL-QUR’AN ~ 83kamu untuk berlaku tidak adil” (QS. al-Mâ’idah[5]: 8). Kelima: Perintah bertakwa oleh QS. Âli‘Imrân [3]: 186, itu bukan sekadar berartimenjalankan ibadah atau tampil membelatanpa pertimbangan! Takwa dalam pengertiankebahasaan adalah menghindar dari bahaya/bencana. Jika demikian, dapat dikatakanbahwa perintah bertakwa oleh ayat di atasmenuntut umat Islam untuk tidak melakukankegiatan apa pun yang dapat mengakibatkankerugian dan bencana dalam bertakwa. Setiaplangkah harus diperhitungkan dengan telitiuntung ruginya terhadap masyarakat, negara,lebih-lebih terhadap image agama danajarannya. Demikian, wa Allâh a‘lam.[]

×