MANTIQ SILOGISME KAMARUDIN BIN JAFFAR JAMHARI BIN MUSA SUHAIMI BIN MOHD. SAMURI Mantiq-silogisme
A-SILOGISME KATEGORIK 1.PENGERTIAN 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK 3.ABSAH DAN BENAR 4.BENTUK-BENTUK SILOGISME 5.SILOGIS...
A-SILOGISME KATEGORIK 1. PENGERTIAN <ul><li>Bentuk penyimpulan tidak langsung. </li></ul><ul><li>Argumen yang kesimpulanny...
A-SILOGISME KATEGORIK 1. PENGERTIAN Mantiq-silogisme Untuk menghasilkan  kesimpulan  mesti ada  pengkalan umum   ( proposi...
A-SILOGISME KATEGORIK Apabila pengkalan khususnya proposisi singular,contohnya:  Semua mahasiswa adalah terdidik Mawi  ada...
A-SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme Proposisi sama ada pengkalan umum atau khusus dinamakan  premis (mukadimah). Propos...
A-SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme Contohnya: Semua  manusia  akan mati. Bush adalah  manusia . Bush akan mati. kesimp...
A-SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme Contoh: Semua  tumbuhan   memerlukan cahaya matahari Bunga Mawar  adalah  tumbuhan ...
A-SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme Proses menemukan kesimpulan. Langkah pertama, tandalah term pada kedua-dua premis. ...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme <ul><li>Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan juga haruslah ...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme <ul><li>Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan juga haruslah ...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 2. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus juga negatif Con...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 2. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus juga negatif Con...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 3. Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpul...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 3. Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpul...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 4. Dari dua premis yang sama-sama negatif , tidak menghasilkan kesimpul...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 4. Dari dua premis yang sama-sama negatif , tidak menghasilkan kesimpul...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 5. Paling tidak salah satu dari term penengah harus tertebar ( mencakup...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 5. Sekurang-kurangnya,  salah satu dari term penengah harus tertebar ( ...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 6. Term Predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat ...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 7. Term penengah mesti mempunyai makna yang sama sama ada dalam premis ...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 7. Term penengah mesti mempunyai makna yang sama sama ada dalam premis ...
2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 8. Silogisme mesti terdiri daripada tiga term iaitu Term subjek Term pr...
3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Absah ( valid)-prosedur penyimpulan sama ada pengambilan kesimpulan sesuai atau tidak ...
3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme <ul><li>Variasi-variasi. </li></ul><ul><li>Prosedur valid , premis salah dan kesimpula...
3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Variasi-variasi. 2.Prosedur invalid - premisnya benar kesimpulannya salah Socrates ada...
3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Semua ikan berdarah sejuk Reptilia bukan ikan  Maka : Reptilia tidak berdarah sejuk sa...
3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Variasi-variasi. 3. Prosedur invalid - premisnya salah kesimpulannya betul Sebahagian ...
3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Variasi-variasi. 4. Prosedur valid , premis salah dan kesimpulan salah Semua yang kera...
3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Kesimpulan silogisme hanya bernilai jika diturunkan dari  premis yang betul dan prosed...
Jamhari
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Bentuk-bentuk silogisme dibezakan dengan kedudukan medium ( term penengah ) da...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 1 Medium menjadi subjek pada premis major dan menjadi predikat premis pa...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 2 Medium menjadi predikat sama pada premis major  premis minor. Semua tu...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 3 Medium menjadi subjek sama ada  pada premis major ataupun  pada premis...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 4 Medium menjadi predikat pada premis major dan menjadi subjek pada prem...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme KEEMPAT-EMPAT FIGUR INI DINYATAKAN DALAM BENTUK LAMBANG ADALAH SEBAGAI BERIKUT...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Sub-pre prima , re-pre secunda Sub-sub tertia , pre sub quarta Setiap proposis...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Oleh kerana figur silogisme ada 4 maka seluruhnya ada 256 bentuk silogisme. Da...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme <ul><li>Termasuk figur I adalah bentuk : </li></ul><ul><li>AAA ; 1.a. AAI :  2...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme <ul><li>Termasuk figur III adalah bentuk : </li></ul><ul><li>AAI ; 2.IAI :  3....
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Untuk memudahkan ingatan : Barbara Celarent , Darii , Ferio ,  prioris Cecare ...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Untuk memudahkan ingatan : 5 Bentuk bawahan jika disyairkan : Barbari , Celare...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 1 Medium menjadi subjek pada premis major dan menjadi predikat pada prem...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme EAE (Celarent) Tidak satu pun kaum muslim anti Tuhan Semua pelajar SPI Sabak B...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme EIO ( Ferio ) Tidak satu pun penipu adalah jujur. Sebahagian pelajar adalah pe...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur II Medium menjadi predikat pada premis major dan premis minor Premis maj...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme AEE ( Camestres) Semua pelajar SPI adalah muslim. Tidak satu pun penganut Marx...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme AOO ( Baroco) Semua benda cecair berubah bentuknya. Sebahagian benda tidak ber...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek  pada premis major dan premis minor Premis min...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek  pada premis major dan premis minor AII (Datis...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek  pada premis major dan premis minor IAI (Disam...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek  pada premis major dan premis minor EAO (Felap...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek  pada premis major dan premis minor OAO ( Boca...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat  pada premis major dan menjadi subjek pada pr...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat  pada premis major dan menjadi subjek pada pr...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat  pada premis major dan menjadi subjek pada pr...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat  pada premis major dan menjadi subjek pada pr...
4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat  pada premis major dan menjadi subjek pada pr...
SUHAIMI
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Seolah-ol...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Hayata pa...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Semua pro...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Setiap or...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Analisis ...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Analisis ...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Bentuk st...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>2.Seolah-olah Terdiri Dari Tiga Term </li></ul><ul><li>Bentuk stan...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Argumen ini dapat pula dinyatakan: Semua manusia adalah tidak kekal. Betho...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme b . Apabila term tambahan hanya merupakan pembuktian atau penegasan daripa...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 3.Proposisinya Kurang Dari Tiga . Entimem- silogisme kategorik yang tidak ...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Proposisinya Kurang Dari Tiga. Entimem premis major tidak dinyatakan. Ini ...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Proposisinya Kurang Dari Tiga. Entimem premis minor tidak dinyatakan. Ia b...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Proposisinya Kurang Dari Tiga. Entimem kerana kesimpulan tidak dinyatakan....
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Untuk menguji argumen sama ada absah /tidak-sulit.. ‘ Ia adalah seorang ko...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Semua orang komunis berpendapat demikian. Ia berpendapat demikian, maka; I...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Sorite-argumen yang terdiri dari serangkaia...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Semua diplomat adalah manusia yang  pandai ...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Sorite lebih dari dua silogisme kategorik. ...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Pada sorite yang tidak dinyatakan beberapa ...
5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Contoh kekeliruan lain. A.Halim melihat bur...
B-SILOGISME HIPOTETIK 1.PENGERTIAN 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME HIPOTETIK Mantiq-silogisme
B-SILOGISME HIPOTETIK Mantiq-silogisme MAKSUD Argumen yang premis majornya adalah proposisi hipotetik, sedangkan premis mi...
B-SILOGISME HIPOTETIK Mantiq-silogisme
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

mantiq

23,718

Published on

Published in: Technology, Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
23,718
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
23
Actions
Shares
0
Downloads
101
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide
  • r
  • r
  • r
  • r
  • mantiq

    1. 1. MANTIQ SILOGISME KAMARUDIN BIN JAFFAR JAMHARI BIN MUSA SUHAIMI BIN MOHD. SAMURI Mantiq-silogisme
    2. 2. A-SILOGISME KATEGORIK 1.PENGERTIAN 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK 3.ABSAH DAN BENAR 4.BENTUK-BENTUK SILOGISME 5.SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme
    3. 3. A-SILOGISME KATEGORIK 1. PENGERTIAN <ul><li>Bentuk penyimpulan tidak langsung. </li></ul><ul><li>Argumen yang kesimpulannya diambil secara pasti dari premis-premis yang menyatakan permasaalahan yang berlainan. </li></ul><ul><li>Dua permasalahan yang dapat kita tarik daripadanya kesimpulan manakala mempunyai term yang menghubungkan keduanya. </li></ul>Mantiq-silogisme
    4. 4. A-SILOGISME KATEGORIK 1. PENGERTIAN Mantiq-silogisme Untuk menghasilkan kesimpulan mesti ada pengkalan umum ( proposisi universal) dan pengkalan khusus ( partikular/ singular/ universal) Semua manusia tidak lepas dari kesalahan Semua cendikiawan adalah manusia Kesimpulan/natijah Semua cendikiawan tidak lepas dari kesalahan pengkalan umum pengkalan khusus
    5. 5. A-SILOGISME KATEGORIK Apabila pengkalan khususnya proposisi singular,contohnya: Semua mahasiswa adalah terdidik Mawi adalah mahasiswa. Kesimpulannya Mawi adalah terdidik. Mantiq-silogisme proposisi umum Proposisi khusus proposisi singular
    6. 6. A-SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme Proposisi sama ada pengkalan umum atau khusus dinamakan premis (mukadimah). Proposisi yang dihasilkan dari sintesis kedua premisnya disebut kesimpulan /natijah. Term yang menghubungkan kedua premis tersebut dinamakan term penengah (middle term). Premis yang termnya menjadi subjek(maudhu’) pada kesimpulan disebut premis minor. Premis yang termnya menjadi predikat(mahmul) pada kesimpulan disebut premis major.
    7. 7. A-SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme Contohnya: Semua manusia akan mati. Bush adalah manusia . Bush akan mati. kesimpulan premis major premis minor Term penengah ?
    8. 8. A-SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme Contoh: Semua tumbuhan memerlukan cahaya matahari Bunga Mawar adalah tumbuhan Bunga Mawar memerlukan cahaya matahari premis major premis minor kesimpulan S M P P M S
    9. 9. A-SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme Proses menemukan kesimpulan. Langkah pertama, tandalah term pada kedua-dua premis. Gunakan M , P pada premis major dan S pada premis Minor. Kemudian tulislah dengan lengkap Term, S dan P nya. Premis major selalunya pada awal bangunan silogisme Term penengah tidak boleh kita sebut atau tulis dalam kesimpulan.
    10. 10. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme <ul><li>Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan juga haruslah partikular. </li></ul><ul><li>Contoh 1: </li></ul><ul><li>Semua yang halal diminum menyihatkan. </li></ul><ul><li>Sebahagian minuman tidak menyihatkan, maka </li></ul><ul><li>Sebahagian minuman tidak halal diminum. </li></ul><ul><li>( Kesimpulan tidak boleh : Semua minuman tidak halal diminum) </li></ul>
    11. 11. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme <ul><li>Apabila dalam satu premis partikular, kesimpulan juga haruslah partikular. </li></ul><ul><li>Contoh 2: </li></ul><ul><li>Semua cerita lucah tidak boleh untuk mendidik. </li></ul><ul><li>Sebahagian cerita Jaka Tarub adalah lucah, maka </li></ul><ul><li>Sebahagian cerita Jaka Tarub tidak boleh untuk mendidik. </li></ul>
    12. 12. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 2. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus juga negatif Contoh 1: Semua korupsi tidak disukai. Sebahagian jabatan adalah korupsi, maka Sebahagian jabatan tidak disukai. (kesimpulan tidak boleh : Sebahagian jabatan disukai)
    13. 13. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 2. Apabila salah satu premis negatif, kesimpulan harus juga negatif Contoh 2: Semua mahasiswa terdidik. Sebahagian manusia tidak terdidik, maka : Sebahagian manusia bukan mahasiswa.
    14. 14. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 3. Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan. Contoh 1: Beberapa ahli politik tidak jujur. Banyak cendikiawan adalah ahli politik, maka: Banyak cendikiawan tidak jujur.
    15. 15. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 3. Dari dua premis yang sama-sama partikular tidak sah diambil kesimpulan. Sembilan puluh peratus peniaga pasar Teluk Intan jujur. Faizul adalah peniaga pasar Teluk Intan, jadi: Sembilan puluh peratus Faizul adalah jujur.
    16. 16. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 4. Dari dua premis yang sama-sama negatif , tidak menghasilkan kesimpulan apapun, kerana tidak ada mata rantai yang menghubungkan kedua proposisi premisnya . Kesimpulan dapat diambil bila desikitnya salah satu premisnya positif. Kesimpulan yang ditak dari dua premis negatif adalah tidak sah. Kerbau bukan bunga raya. Kucing bukan bunga raya. .....( Tidak ada kesimpulan )
    17. 17. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 4. Dari dua premis yang sama-sama negatif , tidak menghasilkan kesimpulan . Tiada satu pun drama yang baik mudah dipertunjukkan. Tiada satu pun drama Shakespeare mudah dipertunjukkan. Maka: Semua drama Shakespeare adalah baik. ( Kesimpulan tidak sah)
    18. 18. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 5. Paling tidak salah satu dari term penengah harus tertebar ( mencakup) Dari dua premis yang term penengahnya tidak tertebar akan menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti : Semua ikan berdarah sejuk. Binatang ini berdarah sejuk. Jadi: Binatang ini adalah ikan. (Padahal boleh juga binatang melata )
    19. 19. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 5. Sekurang-kurangnya, salah satu dari term penengah harus tertebar ( mencakup) Dari dua premis yang term penengahnya tidak tertebar akan menghasilkan kesimpulan yang salah, seperti : Semua tumbuh-tumbuhan memerlukan air Manusia memerlukan air . Maka : Manusia adalah tumbuh-tumbuhan.
    20. 20. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 6. Term Predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan term predikat yang ada pada premisnya. Jika tidak, kesimpulan menjadi salah. Contohnya: Adam adalah manusia Nita bukan Adam, maka: Nita bukan manusia
    21. 21. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 7. Term penengah mesti mempunyai makna yang sama sama ada dalam premis major ataupun premis minor . Apabila term penengah bermakna ganda (ada makna lain),kesimpulan menjadi lain, seperti : Bulan itu bercahaya di langit. Syawal adalah bulan. Maka : Syawal bercahaya di langit. ( Bulan pada premis minor adalah nama dari ukuran waktu yang panjangnya 29 hari, manakala pada premis major , bulan bermaksud planet yang mengelilingi bumi).
    22. 22. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 7. Term penengah mesti mempunyai makna yang sama sama ada dalam premis major ataupun premis minor . Orang yang berpenyakit berjangkit mesti diasingkan Orang yang berpanau adalah berpenyakit berjangkit . Maka : Orang yang berpanau mesti diasingkan.
    23. 23. 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME KATEGORIK Mantiq-silogisme 8. Silogisme mesti terdiri daripada tiga term iaitu Term subjek Term predikat Term middle. Apabila terdiri daripada satu term, tidak boleh diturunkan kesimpulan. Begitu juga bila terdiri dari dua term atau lebih dari tiga term, maka tidak boleh diturunkan kesimpulan.
    24. 24. 3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Absah ( valid)-prosedur penyimpulan sama ada pengambilan kesimpulan sesuai atau tidak dengan patokan (kaedah/cara). Valid – apabila sesuai dengan patokan(kaedah/cara). Benar-proposisi dalam silogisme sama ada didukung atau sesuai dengan fakta atau tidak.
    25. 25. 3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme <ul><li>Variasi-variasi. </li></ul><ul><li>Prosedur valid , premis salah dan kesimpulan betul. </li></ul><ul><li>Semua yang baik itu haram. ( salah ) </li></ul><ul><li>Semua yang memabukkan itu baik. ( salah ) </li></ul><ul><li>Maka: Semua yang memabukkan itu haram ( betul ) </li></ul><ul><li>Semua bunga berbau harum. ( salah ) </li></ul><ul><li>Semua minyak wangi adalah bunga. ( salah ) </li></ul><ul><li>Maka: Semua minyak wangi berbau harum. ( betul ) </li></ul>
    26. 26. 3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Variasi-variasi. 2.Prosedur invalid - premisnya benar kesimpulannya salah Socrates adalah ahli falsafah ( betul ) Plato bukan Socrates ( betul ) Maka: Plato bukan ahli falsafah. ( salah ) Semua bunga berbau harum. ( salah ) Semua minyak wangi adalah bunga. ( salah ) Maka: Semua minyak wangi berbau harum. ( betul )
    27. 27. 3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Semua ikan berdarah sejuk Reptilia bukan ikan Maka : Reptilia tidak berdarah sejuk salah betul betul
    28. 28. 3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Variasi-variasi. 3. Prosedur invalid - premisnya salah kesimpulannya betul Sebahagian ahli politik adalah tumbuhan ( salah ) Sebahagian manusia adalah tumbuhan ( salah ) Maka: Sebahagian manusia adalah ahli politik. ( betul ) Sebahagian besi bernyawa ( salah ) Sebahagian logam bernyawa ( salah ) Maka: Sebahagian logam adalah besi. ( betul )
    29. 29. 3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Variasi-variasi. 4. Prosedur valid , premis salah dan kesimpulan salah Semua yang keras tidak berguna ( salah ) Adunan roti adalah keras ( salah ) Maka: Adunan roti tidak berguna ( salah ) Semua yang ada tidak dapat dilihat . ( salah ) Jiwa dapat dilihat . ( salah ) Maka: Jiwa tidak ada. ( salah )
    30. 30. 3. ABSAH DAN BENAR Mantiq-silogisme Kesimpulan silogisme hanya bernilai jika diturunkan dari premis yang betul dan prosedur yang valid . Kesimpulan yang walaupun benar tetapi diturunkan melalui prosedur yang tidak valid dan premis yang salah tidak bernilai kerana dalam silogisme kita tidak menghadirkan kebenaran baru, tetapi kebenaran sudah terkandung pada premis-premisnya. Suatu silogisme akan menurunkan kesimpulan yang dijamin kebenarannya , manakala premis- premisnya benar dan prosedur penyimpulannya valid.
    31. 31. Jamhari
    32. 32. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Bentuk-bentuk silogisme dibezakan dengan kedudukan medium ( term penengah ) dalam premis Ada 4 jenis/bentuk silogisme: Figur II Figur II Figur III Figur IV
    33. 33. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 1 Medium menjadi subjek pada premis major dan menjadi predikat premis pada premis minor. Semua yang dilarang Tuhan mengandungi bahaya. Mencuri adalah dilarang Tuhan. Maka : Mencuri adalah mengandungi bahaya.
    34. 34. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 2 Medium menjadi predikat sama pada premis major premis minor. Semua tumbuhan memerlukan air. Tidak satu pun benda mati memerlukan air. Maka : Tidak ada satu pun benda mati adalah tumbuhan.
    35. 35. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 3 Medium menjadi subjek sama ada pada premis major ataupun pada premis minor. Semua ahli politik adalah pandai berpidato . Beberapa orang ahli politik adalah sarjana. Maka ; Sebahagian sarjana adalah pandai berpidato.
    36. 36. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 4 Medium menjadi predikat pada premis major dan menjadi subjek pada premis minor. Semua guru adalah manusia. Semua manusia akan mati. Maka : Sebahagian yang mati adalah guru.
    37. 37. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme KEEMPAT-EMPAT FIGUR INI DINYATAKAN DALAM BENTUK LAMBANG ADALAH SEBAGAI BERIKUT: FIGUR
    38. 38. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Sub-pre prima , re-pre secunda Sub-sub tertia , pre sub quarta Setiap proposisi dalam susunan silogisme boleh dalam bentuk A, I, E, O. Justeru itu, premis major , premis minor ataupun kesimpulan berkemungkinan dalam bentuk A, I, E, O. Dari kombinasi bentuk-bwntuk proposisi itu maka dalam satu figur silogisme akan boleh dibentuk 4X4X4 jenis silogisme sehingga ada 64 jenis.
    39. 39. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Oleh kerana figur silogisme ada 4 maka seluruhnya ada 256 bentuk silogisme. Dari 256 jenis itu, bila kita terapkan hukum silogisme , hanya ada 24 bentuk yang sah, 19 bersifat utama dan 5 bawahan. Dari 19 bentuk utama itu, 4 bentuk adalah kelompok Figur 1, 4 bentuk merupakan kelompok figur 2, 6 bentuk figur 3 dan 5 bentuk merupakan kelompok figur 4.
    40. 40. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme <ul><li>Termasuk figur I adalah bentuk : </li></ul><ul><li>AAA ; 1.a. AAI : 2. EAE ; 2.a.EAO </li></ul><ul><li>3.AII ; 4.EIO </li></ul><ul><li>Termasuk figur II adalah bentuk : </li></ul><ul><li>1.EAE ; 1.a.EAO 2.AEE ; 2.a.AEO </li></ul><ul><li>EIO; 4. AOO </li></ul>
    41. 41. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme <ul><li>Termasuk figur III adalah bentuk : </li></ul><ul><li>AAI ; 2.IAI : 3. AII ; 4.EAO </li></ul><ul><li>5.OAO ; 6.EIO </li></ul><ul><li>Termasuk figur IV adalah bentuk : </li></ul><ul><li>AAI ; 2.AEE : 2.a. AEO; 3.IAI </li></ul><ul><li>EAO; 4. EIO </li></ul>
    42. 42. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Untuk memudahkan ingatan : Barbara Celarent , Darii , Ferio , prioris Cecare , Camestres , Festino , Baroco , secundae Tertia : Darapti , Disamis Datisi , Felapton, Bocardo, Ferison, habet, Quarta insuper addit : Bramantip, Camenes , Dimaris , Fesapo , Fresison
    43. 43. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Untuk memudahkan ingatan : 5 Bentuk bawahan jika disyairkan : Barbari , Celarent ( figur 1) , Cecaro , Camestros ( figur II ) dan Camenos ( figur IV). Hanya figur III yang tidak mempunyai bentuk bawahan.
    44. 44. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur 1 Medium menjadi subjek pada premis major dan menjadi predikat pada premis minor Premis major mestilah universal Premis minor mestilah afirmatif Bentuk yang sah ialah: AAA ( Barbara) Semua mahasiswa boleh membaca dan menulis. Semua lelaki itu adalah mahasiswa. Maka : Semua lelaki itu boleh membaca dan menulis.
    45. 45. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme EAE (Celarent) Tidak satu pun kaum muslim anti Tuhan Semua pelajar SPI Sabak Bernam adalah kaum muslim Maka : Semua pelajar SPI Sabak Bernam tidak anti Tuhan. AII ( Darii) Semua yang jujur disukai Sebahagian mahasiswa UTM jujur Maka sebahagian mahasiswa UTM disukai
    46. 46. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme EIO ( Ferio ) Tidak satu pun penipu adalah jujur. Sebahagian pelajar adalah penipu. Maka : Sebahagian pelajar tidak jujur.
    47. 47. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur II Medium menjadi predikat pada premis major dan premis minor Premis major mestilah universal Premis minor kualitinya mestilah berbeza dengan premis majornya. Bentuk yang sah ialah: EAE ( Cecare) Tidak satu pun ateis bertuhan. Semua kaum muslim bertuhan. Maka ; Tidak satu pun kaum muslim adalah ateis.
    48. 48. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme AEE ( Camestres) Semua pelajar SPI adalah muslim. Tidak satu pun penganut Marxisme adalah muslim. Maka : Tidak satu pun penganut Marxisme adalah pelajar SPI. EIO (festino) Tidak ada manusia waras anti Tuhan. Sebahagian manusia anti Tuhan. Maka : Sebahagian manusia adalah tidak waras
    49. 49. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme AOO ( Baroco) Semua benda cecair berubah bentuknya. Sebahagian benda tidak berubah bentuknya . Maka ; Sebahagian benda bukan benda cecair.
    50. 50. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek pada premis major dan premis minor Premis minor mestilah afirmatif Kesimpulan mestilah partikular. Bentuk yang sah ialah: AAI ( Darapti) Semua kelawar menyusukan. Semua kelawar mencari makanan pada waktu malam. Maka : Sebahagian haiwan yang mencari makanan pada waktu malam menyusukan.
    51. 51. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek pada premis major dan premis minor AII (Datisi), misalnya: Semua mahasiswa terdidik Sebahagian mahasiswa curang. Maka : Sebahagian yang curang terdidik.
    52. 52. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek pada premis major dan premis minor IAI (Disamis). Beberapa ahli politik berpoligami. Semua ahli politik boleh membaca dan menulis. Maka; Sebahagian yang boleh membaca dan menulis berpoligami.
    53. 53. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek pada premis major dan premis minor EAO (Felapton). Tidak seorang sarjana pun buta huruf. Semua sarjana adalah manusia. Maka: Sebahagian manusia tidak buta huruf.
    54. 54. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur III Medium menjadi subjek pada premis major dan premis minor OAO ( Bocardo) Beberapa mahasiswa tidak pandai. Semua mahasiswa terdidik. Maka : Sebahagian yang terdidik tidak pandai.
    55. 55. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat pada premis major dan menjadi subjek pada premis minor. Syaratnya : Apabila premis major afirmatif, maka minor mestilah universal. Apabila premis minor negatif, maka premis major mestilah universal. AAI ( Bramantip) Semua kadet menggunakan pakaian seragam. Semua yang menggunakan pakaian seragam gagah. Maka : Sebahagian yang gagah adalah kadet.
    56. 56. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat pada premis major dan menjadi subjek pada premis minor. Syaratnya : AEE ( Camentes) Semua mahasiswa terdidik. Tidak satu pun yang terdidik bercakap kosong. Maka : Tidak satu pun yang bercakap kosong adalah mahasiswa.
    57. 57. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat pada premis major dan menjadi subjek pada premis minor. Syaratnya : IAI ( Dimaris) Beberapa ahli politik menguasai beberapa bahasa. Semua yang menguasai beberpa bahasa rajin membaca. Maka : Sebahagian yang rajin membaca adalah ahli politik
    58. 58. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat pada premis major dan menjadi subjek pada premis minor. Syaratnya : EAO 9 Fesapo) Tidak ada pencuri disukai. Semua yang disenangi adalah suka menolong Maka : Sebahagian yang suka menolong adalah bukan pencuri.
    59. 59. 4. BENTUK-BENTUK SILOGISME Mantiq-silogisme Figur IV Medium menjadi predikat pada premis major dan menjadi subjek pada premis minor. Syaratnya : EIO ( Fresion) Tidak ada kambing berparuh. Sebahagian yang mempunyai paruh bulunya indah. Maka : Sebahagian yang indah bulunya bukan kambing.
    60. 60. SUHAIMI
    61. 61. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Seolah-oleh terdiri lebih daripada tiga term. </li></ul><ul><li>Hanya terdapat 2 premis tanpa kesimpulan atau hanya terdapat satu premis dan satu kesimpulan. </li></ul><ul><li>Proposisinya lebih daripada 3. </li></ul>
    62. 62. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Hayata pasti rajin kerana ia adalah juruteknik Jepun dan semua juruteknik Jepun adalah rajin. </li></ul><ul><li>Contoh ini , </li></ul><ul><li>Kesimpulan disebutkan awal. </li></ul><ul><li>Bentuk standardnya ialah : </li></ul><ul><li>Semua juruteknik Jepun adalah rajin. </li></ul><ul><li>Hayata adalah juruteknik Jepun. </li></ul><ul><li>Maka : Hayata adalah rajin. </li></ul>
    63. 63. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Semua profesor adalah cerdas, maka Pija tentu cerdas kerana beliau ialah seorang profesor. </li></ul><ul><li>Pada contoh ini, kesimpulan disebut di pertengahan. </li></ul><ul><li>Bentuk standardnya ialah : </li></ul><ul><li>Semua profesor adalah cerdas. </li></ul><ul><li>Pija adalah profesor. </li></ul><ul><li>Maka : Pija adalah cerdas. </li></ul>
    64. 64. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Setiap orang yang meniru dalam ujian adalah orang yang tidak percaya kepada diri sendiri, kerana ia meniru dalam ujian. Pada contoh ini, kesimpulan disebut di pertengahan. </li></ul><ul><li>Bentuk standardnya ialah : </li></ul><ul><li>Setiap orang yang meniru dalam ujian adalah oang yang tidak percaya kepada diri sendiri. </li></ul><ul><li>Blair adalah meniru dalam ujian. </li></ul><ul><li>Maka : Blair adalah tidak percaya kepada diri sendiri. </li></ul>
    65. 65. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Analisis bentuk silogisme serupa dari argumen berikut: </li></ul><ul><li>Oleh kerana setiap pelajar SPI mengerjakan solat ia tentu pelajar SPI kerana ia mengerjakan solat. </li></ul><ul><li>Tentukan kesimpulannya. Cari perkataan : maka, jadi, tentu, kerana itu, oleh kerana itu maka. Jika tiada indikator-indikator itu , ia terpulang kepada kecerdasan kita. </li></ul><ul><li>Tentukan premisnya dengan perkataan kerana, oleh kerana. </li></ul><ul><li>Premis major-termnya menjadi predikat kesimpulan. </li></ul><ul><li>Premis minor-termnya menjadi subjek pada kesimpulan. </li></ul>
    66. 66. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Analisis bentuk silogisme serupa dari argumen berikut: </li></ul><ul><li>Oleh kerana setiap pelajar SPI mengerjakan solat ia tentu pelajar SPI kerana ia mengerjakan solat. </li></ul><ul><li>Bentuk standardnya: </li></ul><ul><li>Setiap pelajar SPI mengerjakan solat. </li></ul><ul><li>Ia mengerjakan solat. </li></ul><ul><li>Maka : Ia adalah Pelajar SPI. </li></ul>
    67. 67. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>Tidak menentu kedudukan kesimpulannya. </li></ul><ul><li>Bentuk standardnya: </li></ul><ul><li>Setiap pelajar SPI mengerjakan solat. </li></ul><ul><li>Ia mengerjakan solat. </li></ul><ul><li>Maka : Ia adalah Pelajar SPI. </li></ul><ul><li>Argumen tersebut tidak benar kerana kedua mediumnya tidak tertebar maka melanggar patokan (Kaedah) . Dalam argumen tersebut salah kerana banyak orang mengerjakan solat walaupun bukan pelajr SPI. </li></ul>
    68. 68. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme <ul><li>2.Seolah-olah Terdiri Dari Tiga Term </li></ul><ul><li>Bentuk standard- tiga term. Apabila lebih-salah. </li></ul><ul><li>Apabila dua term di antaranya mempunyai pengertian yang sama: </li></ul><ul><li>Semua mahasiswa adalah tidak kekal. </li></ul><ul><li>Bethoven adalah manusia. </li></ul><ul><li>Maka bethoven adalah fana. </li></ul><ul><li>Fana = tidak kekal </li></ul><ul><li> Argumen ini sah. </li></ul>
    69. 69. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Argumen ini dapat pula dinyatakan: Semua manusia adalah tidak kekal. Bethoven adalah manusia. Maka: Bethoven pada suatu hari akan mati. Argumen berikut walaupun nampaknya terdiri lebih dari tiga term tetapi absah : Semua logam dapat mengalirkan kepanasan. Besi adalah logam. Maka: Besi mampu mengalirkan kepanasan. Semua jiwa adalah kekal. Jiwa manusia adalah jiwa. Maka: Jiwa manusia tidak akan rosak.
    70. 70. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme b . Apabila term tambahan hanya merupakan pembuktian atau penegasan daripada proposisinya. Semua pahlawan adalah agung kerana mereka mahu berkorban untuk kepentingan umum. Hang kasturi adalah pahlawan. Maka : Hang Kasturi adalah agung. Semua profesor adalah bijak kerana mereka mengetahui secara luas bidang pengetahuan yang menjadi pengkhususannya. Norhaliza adalah profesor kerana telah dilantik kelmarin. Maka: Norhaliza adalah bijak. Argumen seperti ini disebut ; Epicherema.
    71. 71. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 3.Proposisinya Kurang Dari Tiga . Entimem- silogisme kategorik yang tidak dinyatakan salah satu proposisinya. 3 jenis entimem. Entimem premis major tidak dinyatakan. Entimem premis minor tidak dinyatakan. Entimem kerana kesimpulan tidak dinyatakan.
    72. 72. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Proposisinya Kurang Dari Tiga. Entimem premis major tidak dinyatakan. Ini salah , maka harus diperbaiki. Dikembalikan dalam bentuk standard: Semua yang salah harus diperbaiki. Ini salah, maka : Ini harus diperbaiki.
    73. 73. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Proposisinya Kurang Dari Tiga. Entimem premis minor tidak dinyatakan. Ia berhak bersuara, kerana semua anggota MIC berhak bersuara. Dikembalikan dalam bentuk standard: Semua anggota KPPK berhak bersuara. Ia anggota KPPK, maka: Ia berhak bersuara.
    74. 74. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Proposisinya Kurang Dari Tiga. Entimem kerana kesimpulan tidak dinyatakan. Semua profesor luas pengetahuannya dan beliau seorang profesor. Dikembalikan dalam bentuk standard: Semua profesor luas pengetahuannya. Beliau ialah seorang profesor, maka: Beliau luas pengetahuannya.
    75. 75. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Untuk menguji argumen sama ada absah /tidak-sulit.. ‘ Ia adalah seorang komunis kerana berpendapat demikian’ Menjadi lain bila dalam bentuk standard. 1.Cari kesimpulan – ‘ia adalah komunis’. 2.’Ia’- subjek 3.’Komunis’-predikat. Premis yang mengandungi ‘ia’ adalah proposisi premis minor. Proposisi ’ia berpendapat demikian’ adalah premis minor. Premis major tidak dinyatakan. Term komunis adalah bahagian dari proposisi premis major. Bunyi premis major ’Semua orang komunis berpendapat demikian’ Dalam bentuk standard
    76. 76. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme Semua orang komunis berpendapat demikian. Ia berpendapat demikian, maka; Ia seorang komunis. TIDAK SAH ! – Middle term tidak satu pun tertebar-salah patokan (kaedah). Uji argumen berikut; Semua anjing adalah taat maka sebahagian makhluk yang garang adalah taat. Proposisi minor: ‘ Sebahagian anjing adalah makhluk yang garang’ Dalam standard: Semua anjing adalah taat. Sebahagian anjing adalah makhluk yang galak, maka; Sebahagian makhluk yang galak adalah taat. Argumen tersebut sah atau tidak sah ?
    77. 77. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Sorite-argumen yang terdiri dari serangkaian silogisme kategorik. Kesimpulan silogisme pertama menjadi premis pada silogisme selanjutnya. Contohnya; Semua perempuan berambut perang adalah wanita cantik. Sebahagian guru adalah perempuan berambut perang. Maka: Sebahgaian guru adalah wanita cantik. Semua guru adalah manusia terdidik. Maka sebahagian manusia terdidik adalah wanita cantik. Contoh di atas sering dinyatakan; Semua perempuan yang berambut perang adalah wanita cantik. Sebahagian guru adalah perempuan berambut perang. Semua guru adalah manusia terdidik. Maka sebahagian manusia terdidik adalah manusia cantik.
    78. 78. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Semua diplomat adalah manusia yang pandai bertaktik. Sebahagian pejabat pemerintah adalah diplomat. Maka sebahagian pejabat pemerintah adalah manusia yang pandai bertaktik. Semua pejabat pemerintah adalah menguruskan kepentingan umum. Maka sebahagian manusia yang menguruskan kepentingan umum adalah manusia yang pandai bertaktik. Contoh di atas sering dinyatakan Semua diplomat adalah manusia yang pandai bertaktik. Sebahagian pejabat pemerintah adalah diplomat. Semua pejabat pemerintah menguruskan kepentingan umum. Maka sebahagian manusia yang menguruskan kepentingan umum adalah manusia yang pandai bertaktik.
    79. 79. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Sorite lebih dari dua silogisme kategorik. Ini kayu. Setiap kayu adalah tumbuh-tumbuhan . Jadi ini adalah tumbuh-tumbuhan. Setiap tumbuh-tumbuhan bertumbuh. Maka ini bertumbuh. Setiap yang bertumbuh makanan. Jadi ini memerlukan makanan . Semua yang memerlukan makanan adalah tidak kekal . Maka ini tidak kekal . Dalam pertuturan harian: Ini kayu. Setiap kayu adalah tumbuh-tumbuhan. Setiap yang bertumbuh memerlukan makanan. Setiap yang memerlukan makanan tidak kekal. Maka ini tidak kekal.
    80. 80. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Pada sorite yang tidak dinyatakan beberapa proposisinya, prediket pada proposisi pertama selalu menjadi subjek pada subjek proposisi selanjutnya. Subjek proposisi pertama dihubungkan dengan predikat proposisi terakhir. Predikat proposisi yang lebih awal harus dituliskan keseluruhan termnya, tidak boleh dipotong. Apabila term predikat ada kata tidak disebut dalam proposisi selanjutnya akan mengakibatkan kekeliruan. Contoh : Faizul memukul Ash. Ash memukul Mawi. Maka : Faizul memukul Mawi. Predikat pada proposisi pertama adalah ‘memukul Ash’ tetapi dalam proposisi selanjutnya dituliskan ‘Ash’ sahaja.
    81. 81. 5- SILOGISME BUKAN BENTUK BAKU Mantiq-silogisme 4.Proposisinya lebih dari tiga Contoh kekeliruan lain. A.Halim melihat burung punai. Burung punai melihat burung bangau. Maka : A.Halim melihat burung bangau. Manusia makan daging ayam. Ayam makan kekotoran. Maka : Manusia makan kekotoran. Jefridin membeli buku. Buku dibuat daripada kertas. Maka : Jefridin dibuat daripada kertas.
    82. 82. B-SILOGISME HIPOTETIK 1.PENGERTIAN 2.HUKUM-HUKUM SILOGISME HIPOTETIK Mantiq-silogisme
    83. 83. B-SILOGISME HIPOTETIK Mantiq-silogisme MAKSUD Argumen yang premis majornya adalah proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi kategorik yang menetapkan atau mengingkari term antecedent atau term konsekuen premis majornya. Silogisme hipotetik tidak mempunyai premis major atau premis minor kerana premis major mempunyai term predikat pada kesimpulan sedangkan premis minor itu mengandungi term subjek pada kesimpulan.
    84. 84. B-SILOGISME HIPOTETIK Mantiq-silogisme
    1. A particular slide catching your eye?

      Clipping is a handy way to collect important slides you want to go back to later.

    ×