• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Sri harningce bab 8,9,10 pengantar pendidikan
 

Sri harningce bab 8,9,10 pengantar pendidikan

on

  • 926 views

 

Statistics

Views

Total Views
926
Views on SlideShare
882
Embed Views
44

Actions

Likes
0
Downloads
7
Comments
0

1 Embed 44

http://harningce.blogspot.com 44

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Sri harningce bab 8,9,10 pengantar pendidikan Sri harningce bab 8,9,10 pengantar pendidikan Presentation Transcript

    • PENGANTAR PENDIDIKAN BY: SRI HARNINGCE ENGLISH 3A Dosen: Dra. ELDARNI M.Pd Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan STKIP YDB Lubuk Alung
    • SRI HARNINGCE BIODATA PHOTO Nmp : 11.10.010.745.033 TTL : Solok, 03 Mei 1992 Alamat : Jalan Dr. M.Djamil No110 Lubuk Alung Riwayat Pendidikan: SD : SDN 20 MuaraPanas,Solok SMP : Mtsm Muara Panas, solok SMA : SMAN 1 Bukit Sundi,Solok Agama : Islam Jurusan :Pendidikan Bahasa Inggris
    • BAB 8, 9 DAN 10
    • BAB 8: LANDASAN DAN ASAS-ASAS PENDIDIKAN SERTA PENERAPANNYA
    • Landasan pendidikan dan asas-asas pendidikan serta penerapannya Landasan pendidikan indonesia fisiologis psikologis kultural sosiologis ipteks legalistik Penerapan asas-asas pendidikan Pendekatan komunikasi oleh guru Peran pendidikan Masalah tujuan belajar Asas-asas pokok pendidikan Tut wurihandayani Kemandirian dalam belajar Belajar sepanjang hayat
    • A. Landasan Pendidikan Indonesia Landasan pendidikan secara singkat dapat dikatakan sebagai tempat bertumpu atau dasar dalam melakukan analisis terhadap kaidah-kaidah dan kenyataan tentang kebijakan dan praktek pendidikan. Kajian analisis kritis terhadap kaidah dan fakta tersebut dpat dijadikan titik tumpu atau dasar dalam upaya penemuan kebijakan dan praktek pendidikan yang tepat guna dan bernilai guna.
    • 1. Landasan Filosofis Landasan filososfis merupakan yang berkaitan dengan makna atau hakeket pendidikan, yang berusaha menelaah masalah-masalah pokok dalam pendidikan, seperti apa pendidikan itu, mengapa pendidikan di perlukan, dan apa yang seharusnya menjadi tujuan pendidikan. Landasan filososfis merupakan landasan yang berdasarkan atau bersifat filsafat. Sesuai dengan sifatnya, filsafat menelaah sesuatu secara radikal, menyeluruh dan konseptual yang menghasikan konsepsi-konsepsi mngenai kehidupan dan dunia.
    • Konsepsi-konsepsi tentang kehidupan dan dunia tersebut bersumber dari religi dan etika serta ilmu pengetahuan. Religi dan etika bertumpu pada keyakinan, sedangkan ilmu pngetahuan bertumpu pada penalaran. Oleh karena filsafat menelaah sesuatu secara radikal, menyeluruh, dan konseptual berdasarkan religi dan mengandalkan penalaran. Maka tinjauan filosofis tentang sesuatu termasuk pendidikan berarti berfikir bebas sejauh- jauhnya tentang sesuatu, dari berfikir ini diharapkan akan muncul sesuatu yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam mengambil kebijakan serta pertimbangan dalam praktek pendidikan.
    • Antara filsafat dengan pendidikan terdapat kaitan yang sangat erat. Filsafat merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat, sedangkan pendidikan berusaha mewujudkan citra tersebut. Pasal 2 undang-undang RI No. 2 tahun 1989 menetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945. rincian tentang dasar pendidikan tersebut tercantum dalam penjelasan undang-undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang menegaskan bahwa pembangunan nasional termasuk pendidikan adalah pengamalan pancasila.
    • Panacasila sebagai sumber dari segala gagasan mengenai wujud manusia dan masyarakat yang di anggap baik, sumber dari segala nilai yang menjadi pangkal serta muara dari setiap keptusan dan tindakan dalam pendidikan.
    • 2. Landasan sosiologis Pendidikan merupakan peristiwa sosial yang berlangsung dalam latar interaksi sosial. Karna pendidikan tidak dapat di lepaskan dari upaya dan proses saling mempengaruhi antara individu yang terlibat di dalamnya. Pendidik dan peserta didik adalah dua istilah yang dilihat dari kedudukannya dalam interaksi sosial. Artinya siapa yang bertangguang jawab atas perilaku dan siapa yang memiliki peran penting dalam proses mengubahnya. Proses pendidikan sering kali sukar untuk menunjukkan siapa yang menjadi pendidik dan siapa yang menjadi peserta didik secara permanen, karna keduanya dapat saling berubah fungsi dan kedudukan.
    • Suatu hal yang dapat di pastikan adalah bahwa pendidikan tidak akan pernah terjadi daam kehampaan sosial, artinya pendidikan tidak akan pernah terjadi tanpa adanya interaksi antara individu, antara satu generasi dengan generasi selanjutnya. Pendidikan membawa misi normatif maka keluasan interaksi tersebut di batasi oleh tata nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Jika lembaga pendidikan bergerak secara dinamis, maka masyarakat pun akan berkembang dengan cara yang sama, dan sebaliknya juga dengan lembaga pendidikan.
    • Berkenaan dengan latar sosiologis bangsa indonesia, maka dia mempunyai perjalanan sejarah yang sangat panjang. Ciri yang menonjol dari masyarakat indonesia adalah sebagai masyarakat majemuk. Dengan kamajemukannya akhirnya mencapai satu kesatuan politik untuk mendirikan satu negara serta mewujudkan masyarakat indonesia sebagai masyarakat yang berbhineka tunggal ika. Selain itu indonesia juga memiliki 2 ciri yang unik secara horizontal di tandai dengan adanya kesatuan sosial dan komunitas berdasarkan perbedaan suku, agama, adat istiadat dan kedaerahan. Secara vertikal di tandai dengan adanya perbedaan pola kehiduan antara lapisa atas, menengah dan bawah.
    • Landasan sosial merupakan tempat bertumpu dalam menentukan, mengarahkan, dan mengembangkan kebijakan serta praktek pendidikan. Ardhan ( 1986 ) secara sosiolagis mengkaji 4 bidang; 1. Hubungan sistem pendidikan dengan berbagai aspek kemasyarakatan, yang mencakup: a. Fungsi pendidikan dalam kebudayaan b. Hubungan sistem pendidikan dan proses kontrol sosial dengan sistem kekuasaan yang menentukan kebijakan pendidikan. c. Fungsi sistem dalam memelihara dan mendorong proses sosial dan perubahan kebudayaan. d. Hubungan pendidikan dengan kelas sosial atau sistem status. e. Fungsionalisasi sistem pendidikan dalam hubungan ras, kebudayaan, atau kelompok-kelopmok dalam masyarakat.
    • 2. Hubungan kemanusiaan di sekolah. Sifat kebudayaan dalam sekolah berbeda dengan kebudayaan di lur sekolah, hal ini di karnakan peserta didik yang datang kesekolah berasal dari berbagai ltr sosial budaya yang masing-masing berbeda, sementara itu, sekolah mempunyai pola interksi dan struktur sosial sendiri.
    • 3. Pengaruh sekolah terhadap perilaku anggotanya. Meliputi: a. Peranan sosial guru b. Sifat kepribadian guru c. Pengaruh kepribadian guru terhadap prilaku peserta didik d. Fungsi sekolah dalam sosialisasi peserta didik.
    • 4. Interaksi antara kelompok sosial sekolah dengan kelompok lain dalam komunitasnya. Meliputi: a. Lukisan tentang komunitas seperti yang tampak pengaruhnya terhadap organisasi sekolah. b. Analisis tentang proses pendidikan dalam hubunganya dengan sistem sosial setempat c. Faktor demografis dan ekologi dalam hubungannya dengan organisasi sekolah.
    • 3. Landasan Kultural ( kebudayaan ) Peristiwa pendidikan adalah bagian dari peristiwa budaya. Hala tersebut di karnakan pendidikan dan kebudayaan mempunyai hubungan timbal balik. Kebudayaan dapat dilestariakan dan di kembangkan dengan jalan mewariskannya dari satu generasi ke generasi berikitnya melalui pendidikan, baik pendidikan formal, non formal maupun formal. Perancangan, pengambilan kebijakan, dan pelaksanaan pengenmbangan pendidik harus memperhitungkan faktor sosial budaya dalam merancang, menganbil kebijakan, dan melaksanakan pengembangan pendidikan agar segala kegiatan tidak menimbulkan kegoncangan budaya.
    • Untuk menghindari ke goncangan budaya dalam penyelenggaraan pendidikan. Dewantara (1977) memberikan tiga asas yang disebut trikon untuk di pedomani. 1. Kontinuitet yang berarti bawha kehidupan sekarang harus merupakan kelanjutan dari hidup yang silam. 2. Konvergensi merupakan keharusan untuk menghindari hidup menyendiri atau mengisolasi diri. 3. Konsentristet yang berarti bahwa kebudayaan lain boleh saja digunakan dan diintegrasikan dengan kebudayaan sendiri.
    • Pengembangan pendidikan dalam budaya nsional difokuska pada: a. Melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai luhur budaya bangsa. b. Pengembangan nilai budaya dan pranata sosial dalam mnunjang proses pembangunan nasional. c. Merancang ke gairahan masyarakat untuk menumbuhkan kreatifitas kearah pembaharuan dalam usaha pendidikan tanpa mengabaikan kepribadian bangsa.
    • 4. Landasan Psikologis Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan manusia.dan karna itu landasan psikologis merupakan salah satu landasa yang penting dalam bidang pendidikan terutama tertuju pada pemahaman manusia hkususnya berkenaan dengan proses belajar manusia. Pemahaman terhadap peserta didik merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pendidikan.
    • Salah satu informasi penting dalam hal pengembangan kepribadian ialah bahwa kepribdian itu menakup aspek behavioral dan aspek motivasional. Kepribadian harus di pandang sebagai sistem psikofisik yakni kesatuan antara berbagai aspek fisik dengan kondisi rohani yang saling mempengaruhi yang pada gilirannya menghasilkan pribadi yang utuh.
    • 5. Ladasan ilmiah dan teknologi Pendidikan dengan IPTEKS mempunyai kaitan yang sangat erat. Ini dikarnakan ipteks menjadi bagian utama dalam pendidikan, terutama dalam bentuk pembelajaran. Saat ini pengembangan ipteks sangat pesat, maka setiap pengembangan ipteks harus segera di akomodasi oleh pendidikan.
    • 6. Landasan legalistik Pendidikan adalah peristiwa multi dimensi, bersangkut paut dengan berbagai aspek kehidupan manusia dan masyarakat. Kebijakan, penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan dalam masyarakat perlu di salurkan oleh titik tumpu legalistik yang jelas dan syah. Dengan landasan legalistik dapat dikaji posisi, fungsi dan permasalahan pendidikan dalam segala aspek kehidupan.
    • B. Asas-asas pokok pendidikan indonesia Menurut Soedomo, Ttrtarahardja, dan Sulo landasan pendidikan lebih menekankan kepada kajian kritis terhadap kaidah-kaidah dan kenyataan tentang kebijakan dan praktek pendidikan bagi upaya pengembangan praktek pendidikan berikutnya.
    • 3 asas utama dalam pendidikan  Asas tutwuri handayani  Asas belajar sepanjang hayat  Asas kemandirian dalam belajar
    • Asas tutwuri handayani Merupakan asas pendidikan indonesia hingga saat ini, asas tutwuri handayani bermakna bahwa setiap orang berhak mengatur diri sendiri dengan berpedoman kepada tata tertib kehidupan yang umum. contohnya: anak dibebaskan memilih sendiri apa yang di inginkannya
    • Asas kemandidrian dalam belajar Dalam kegiatan belajar mengajar, sebaiknya di kembangkan kemandirian dalam belajar tanpa adanya campur tangan pendidik, namun pendidik selalu siap untuk membantu apabila diperlukan. Contohnya: peserta didik dapat belajar dari internet atau yang lain
    • Asas belajar sepanjang hayat Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, dia selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan kemajuan teknologi maka belajar tidak hanya learning to know and learning to do, tapi juga harus learning to be.
    • C. Penerapan asas-asas pendidikan dalam kegiatan pembelajaran Ada 3 masalah yang perlu mendapatkan perhatian 1. Pendekatan komunikasi oleh guru 2. Peran pendidik 3. Masalah tujuan belajar
    • 1. Pendekatan komunikasi oleh guru Saat ini pendidik masih terikat oleh hubungan komunikasi satu arah dalam kegiatan belajar dan menggunakan metode ceramah. Dalam kondisi ini pendidik lebih tinggi kedudukannya, ini mengakibatkan kurangnya umpan balik dari peserta didik.
    • 2. Peran pendidik Dengan hubungan komunikasi satu arah, sering kali pendidik menempatkan dirinya sebagai orang yang serba tahu, seolah-olah apa yang dilakukannya selalu benar dan yang dilakukan peserta didik salah. Untuk mencegah hal ini beri kebebasan kepada peserta didik untu mendapatkan pelajaran lain di luar.
    • 3. Masalah tujuan belajar Tujuan belajar yang learning to know and learning to do ternyata belum cukup. Oleh karna kemajuan teknologi, tujuan belajar harus di perluas dengan menambah learning to life together.
    • BAB 9: PENDIDIKAN DAN PEMBANGUNAN NASIONAL
    • Konsep pembangunan sebagai usahayangterencana Peran manusia dalam pembangunan Peran pendidikan dalam pembangunan nasional
    • PENDIDIKAN DAN PEMBANGUANAN NASIONAL Penyelenggaraannegara dilaksanakan melalui pembngunan nasional dalam segala aspek kehidupan manusia dalam kehidupn berbangsa.
    • A. Konsep pembangunan sebagai usaha perubahan yang terencana Pembangunan sering sekali di asosiasikan dengan pembangunan ekonomi dan industri, sehingga banyak bermunculan pabrik, jaln raya serta alat transportasi.
    • Pembangunan yang berakar dari peningkatan kualitas manusia dan masyarakat indonesia, maka jelas manusia sebagai objek dan subjek dalam pembangunan. Pembangunan harus terarah pada embangunan manusia itu sendiri seperti: kemampuan penalaran, sikap diri, sosial pada lingkungan dan kemampuan berusha.
    • B. Peran manusia dalam pembangunan Kunci kemajuan suatu bangsa tertuju pada peran manusianya, manusia di bangun sebagai makhluk yang mendambakan kemajuan materi. Pembangunan harus di arahkan kepada pembangunan manusianya sebagai satu- satunya makhluk di bumi yang di karuniai potensi untuk menyempurnakan diri, meski itu tidak akan tercapai.
    • C. Peran pendidikan dalam pembangunan nasional Ada 3 peran pendidikkan dalam pembangunan nasional 1. Peranan pendidikan dalam pembanguanan perubahan masyarakat pada umumnya. 2. Peran pendidikan dalam pengembangan sumberdaya manusia. 3. Peran pendidikan dalam pemeliharaan lingkungan hidup.
    • GBHN hakekat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia dan masyarakat indoesia, yang dilakukan secara berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perubahan global.
    • 1. Peran pendidikan dalam pembangunan perubahan masyarakat pada umumnya. Peran pendidikan terhadap pembangunan dapat di lihat dari berbagai segi seperti: sasaran, lingkungan dan jenjang pendidikan. a. Sasaran pendidikan tujuan pendidikan adalah terwujudnya citra manusia yang menjadi sumberdaya pembangunan.
    • b. Lingkungan keluarga lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam pembentukan etika dan moral seorang manusia serta pemberian nilai-nilai agama. c. Lingkungan sekolah dalam pendidikan sekolah peserta didik di bekali keterampilan dan pengetahuan sebagai bekal masa depan. d. Lingkungan masyarakat dalam lingkungan masyarakat peserta didik memperoleh bekal praktis dalam berbagai jenis pekerjaan. e. Jenjang pendidikan jenjang pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi memberikan bekal bagi peserta didik secara terus menerus
    • 2. Peran pendidikan dalam pengembangan sumber daya menusia. Diantaranya: a. Mencerdaska kehidupan bangsa. b. Membangun manusia sebagai sarana transformasi. c. Membina manusia menjadi tenaga produktif. d. Membentuk kepribadian yang berorientasi kepada prestasi. e. Memperhitungkan dimensi sumber daya manusia dalam pengembangan lapngan kerja. f. Merobah pola pikir masyarakat yang masih pada taraf rendah.
    • 3. Peran pendidikan dalam pemeliharaan lingkungan hidup Diantaranya: a. Memberi arahan pada manusia bahwa memelihara, mengelola, dan melestarikan lingkungan hidup adalah suatu keharusan b. Memberikan bimbingan bahwa pengendalian alam harus secara rasional dan tidak merusak tata lingkungan hidup. c. Pembangunan yang dilaksanakan dapat menjaga keseimbangan ekosistem. d. Membudayakan pola hidup yang serasi dengan ekosistem.
    • BAB 10: MASYARAKAT MASA DEPAN
    • Masyarakat masa depan Perkiraan masyarakat masa depan Upaya pendidikan mengisi pembangunan masa depan
    • A. Perkiraan masyarakat masa depan Ciri-ciri masyarakat masa depan: a. Adanya kecendrungan gloalisasi. b. Perkembangan IPTEK yang semakin cepat. c. Perkembangan arus informasi yang semakin cepat. d. Pelayanan yang lebih porfesional dalam segala bidang.
    • • Perkembangan arus komunikasi dan informasi yang sangat cepat. Masa sekarang disebut dengan era reformasi. Ciri-ciri perkembangan era reformasi: a. Meningkatkan kemampuan dalam mengumpulkan informasi, menyimpan, dan menyajikan. b. Meningkatkan kecepatan penyajian informasi. c. Melimpahnya miniaturisasi perangkat kelas. d. Keragaman pilihan informasi. e. Meningkatnya kegunaan informasi.
    • • Kecendrungan globalisasi Globalisasi mempengaruhi berbagai segi kehidupan manusia yang paling menonjol diantaranya: a. Bidang IPTEK b. Bidang ekonomi c. Bidang lingkungan hidup d. Bidang pendidikan
    • • Perkembangan IPTEK pekembangan IPTEK memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah dapat memudahkan dalam memenuhi kebutuhanpembangunan. Dampak negatifnya adalah kondisi sosial budaya belum siap menerima pengaruh perkembangan IPTEK tersebut.
    • kegiatan pengembangan dan pemanfaatan IPTEK a. Penelitian dasar ( basic research ) b. Penelitian terapan ( applied research ) c. Pengembangan teknologi ( technological development ) d. Penerapan teknologi
    • Arus Komunikasi yang Semakin Padat dan Cepat Salah satu perkembangan IPTEK yang luar biasa adalah perkembangan informasi dan komunikasi, utamanya satelit komunikasi, komputer dan lainnya. Begitu pula yang terjadi di Indonesia kemajuan itu telah mendorong perubahan masyarakat dari petani menjadi masyarakat industri dan informasi. Seiring dengan itu komunikasi antar manusia yang berbeda dalam latar kebangsaan dan kebudayaan makin meluas karena kemajuan transportasi dan telekomunikasi.
    • faktor yang harus diperhatikan dalam perkembangan iptek a. Pengembangan teknologi satelit yang mutakhir. b. Penggunaan teknologi digital yang mampu menyalurkan signal yang beragam. c. Di bidang media cetak antara lain penggunaan VDT ( video display terminal ), surat kabar elektronik, dan sistem cetak jarak jauh. d. Di media elektronik antara lain penggunaan DBS ( direct broadcast satelitte ). Kesemua hal itu akan mempercepat terwujudnya suatu masyarakat informasi sebagai masyarakat masa depan.
    • • Tuntutan layanan profesional Layanan profesional ini diberikan oleh pemegang profesi tertentu. Profesi adalah suatu lapangan pekerjaan dengan persyaratan tertntu yaitu pekerjaan khusus yang ditandai dengan keahlian dan tanggung jawab
    • B. Upaya pendidikan dalam mengantisipasi masa depan Untuk menghadapi tantangan globalisasi dan kemajuan IPTEK pendidikan harus mengalami pembaharuan di bidang sistemik dan sistematik, dalam hal hal ini ada dua hal yang perlu dikaji, 1. Tuntutan bagi manusia masa depan: • Tanggap terhadap berbagai permasalahan sosial, politik, cultural dal lingkungan • Kreatif dalam menemukan alternatf pemecahan masalah • Memilki etos kerja yang tinggi dan efisien
    • 2. Upaya mengantisipasi masa depan • Pembentukan atau perubahan nilai dan sikap • Pengembangan budaya • Pengembangan sarana pendidikan
    • a.Perubahan Nilai dan Sikap Nilai dan sikap memang memegang peranan penting dalam membentuk wawasan dan perilaku manusia. Nilai merupakan norma atau kaidah yang menjadi rujukan atas perilaku. Nilai-nilai tersebut bersumber dari nilai agama, hukum, adat istiadat, kesopanan, moral dan lainnya baik yang tertulis ataupun tidak tertulis. Salah satu pengaruh nilai – nilai tersebut akan tampak dalam sikap seseorang. Kalau nilai masih bersifat umum maka sikap selalu terkait dengan objek tertentu dan disertai dengan kecenderungan untuk bertindak sesuai dengan sikap terhadap objek tersebut.
    • b. Pengembangan Budaya dan Sarana Kehidupan Kebudayaan adalah hasil karya manusia melalui cipta dan karsa yang berkaitan dengan religi, kesenian, bahasa, pengetahuan sampai sisem teknologi dan peralatan. Berkaitan dengan hal itu UNESCO telah menetapkan konsep Dasawarsa Kebudayaan Sedunia yang menekankan bahwa pengembangan kebudayaan dunia masa kini harus meliputi empat dimensi yakni : 1. Afirmasi atau penegasan dimensi budaya dalam proses pembangunan, karena pembangunan akan hampa jika tidak diilhami oleh kebudayaan masyarakat / bangsa yang bersangkutan. 2. Mereafirmasi dan mengembangkan identitas budaya, dan setiap kelompok manusia berhak diakui identitas budayanya. 3. Partisipasi, yakni dalam pengembangan suatu bangsa dan negara maka partisipasi yang optimal dari masyarakat adalah mutlak diperlukan. 4. Memajukan kerja sama budaya antarbangsa yang merupakan tuntutan mutlak era globalisasi.
    • c. Pengembangan Sarana Pendidikan Dalam menyongsong era globalisasi yang makin tidak terbendung, terdapat beberapa hal yang secara khusus memerlukan perhatian dalam bidang pendidikan.
    • lima strategi dasar dalam era globalisasi 1. Pendidikan untuk mengembangkan iptek, dipilih terutama dalam bidang-bidang yang vital, seperti manufakturing pertanian, sebagai modal utama menghadapi globalisasi. 2. Pendidikan untuk mengembangkan keterampilan manajemen, termasuk bahasa- bahasa asing yang relevan untuk hubungan perdagangan dan politik, sebagai instrumen operasional untuk berkiprah dalam globalisasi.
    • 3. Pendidikan untuk pengelolaan kependudukan, lingkungan, keluarga berencana, dan kesehatan sebagai penangkal terhadap menurunnya kualitas hidup dan hancurnya sistem pendukung kehidupan manusia. 4. Pendidikan untuk pengembangan sistem nilai, termasuk filsafat, agama, ideologi demi ketahanan sosial-budaya termasuk persatuan dan kesatuan bangsa. 5. Pendidikan untuk mempertinggi mutu tenaga kependidikan dan pelatihan, terhadap pengelola sistem pendidikan formal dan non-formal, demi penggalakan peningkatan pemerataan mutu, relevansi, dan efesiensi sumber daya manusia serta keseluruhan.
    • Thank you