BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Rekayasa Perangkat Lunak
Rekayasa Perangkat Lunak (software engineering) merupakan pembangunan
...
9

2.1.1. Pengertian Perangkat Lunak
Perangkat lunak adalah instruksi-instruksi (program komputer) yang ketika
dijalankan ...
10

3.

Barang produksi pabrikan biasanya komponen barunya akan terus
diproduksi, sedangkan perangkat lunak biasanya terus...
11

2.

User
Setiap orang yang secara langsung berinteraksi terhadap eksekusi
software, yang secara langsung memberi input...
12

Menurut Pressman, perangkat lunak memiliki beberapa kategori, yaitu :
1.

Perangkat lunak sistem, yaitu kumpulan progr...
13

2.2 Estimasi Biaya Dan Waktu Pembuatan Perangkat Lunak (Software)
Estimasi biaya adalah perhitungan kebutuhan biaya ya...
14

Dengan menggunakan data historis, metric function point dapat dipakai untuk
memperkirakan biaya atau usaha yang diperl...
15

3.

Banyaknya inquiry eksternal (External Inquiries[EQ]) yaitu sebuah
inquiry eksternal yang didefinisikan sebagai mas...
16

1.

Apakah sistem memerlukan backup dan recovery yang handal ?

2.

Apakah diperlukan komunikasi data khusus untuk mem...
17

Elemen penentuan kompleksitas dapat dinilai berdasarkan tabel rangking EI
(External Input), EO (External Output), EQ (...
18

Tabel 2.3 Tabel banyaknya berkas logical internal (Internal Logical File
[ILF]) dan banyaknya berkas antarmuka ekstern...
19

a.

0 = Tidak Penting

b.

1 = Incidental

c.

2 = Sedang

d.

3 = Rata-Rata

e.

4 = Signifikan

f.

5 = Penting

Nil...
20

Kekurangan Function point sebagai berikut :
1.

Hasil perhitungan FP tergantun pada manual penggunaan function point
y...
21

1.

Java dilengkapi garbage collector yang bertugas mendealokasi memori
yang tidak diperlukan.

2.

Java menerapkan ar...
22

b.

Java Servlet, komponen ini adalah semacam modul di web
server. JSP akan diterjemahkan menjadi

servlet agar

mempe...
23

1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke
kanan.
2. Aktivitas yang digambarkan harus didefi...
24

2.6 Diagram Konteks
Diagram konteks merupakan diagram yang menggambarkan kondisi sistem
yang ada, baik input maupun ou...
25

Simbol-simbol pada data flow diagram seperti dibawah ini :

Gambar 2.4 Simbol-Simbol pada Data Flow Diagram
a.

Kesatu...
26

c.

Proses (Process)
Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem, proses dapat
mengolah data atau aliran data mas...
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Bab ii

314

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
314
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
8
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Bab ii

  1. 1. BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Rekayasa Perangkat Lunak Rekayasa Perangkat Lunak (software engineering) merupakan pembangunan dengan menggunakan prinsip atau konsep rekayasa dengan tujuan menghasilkan perangkat lunak yang bernilai ekonomi yang dipercaya dan bekerja secara efisien menggunakan mesin. Perangkat lunak banyak dibuat dan pada akhirnya sering tidak digunakan karena tidak memenuhi kebutuhan pelanggan atau bahkan karena masalah non-teknis seperti keenganan pemakai perangkat lunak (user) untuk mengubah cara kerja dari manual ke otomatis, atau ketidakmampuan user menggunakan komputer. Oleh karena itu rekayasa perangkat lunak dibutuhkan agar perangkat lunak yang dibuat tidak hanya menjadi perangkat lunak yang tidak terpakai. Rekayasa perangkat lunak lebih fokus pada praktik pengembangan perangkat lunak dan mengirimkan perangkat lunak yang bermanfaat kepada pelanggan (costumer). Adapun ilmu komputer lebih fokus pada teori dan konsep dasar perangkat lunak. 8
  2. 2. 9 2.1.1. Pengertian Perangkat Lunak Perangkat lunak adalah instruksi-instruksi (program komputer) yang ketika dijalankan menyediakan fitur-fitur, fungsi-fungsi, dan kinerja yang dikehendaki, struktur data yang memungkinkan program-program memanipulasi informasi, dan informasi deskriptif pada salinan tercetak dan bentuk-bentuk maya yang menggambarkan pengoperasian dan penggunaan program-program1. Perangkat lunak memiliki bermacam-macam spesifikasi tergantung kebutuhan dan tujuannya yang diinginkan oleh pembuat perangkat lunak tersebut. Sifat dari perangkat lunak berbeda dengan perangkat keras, yaitu apabila perangkat keras merupakan komponen yang nyata yang dapat dilihat dan disentuh oleh manusia, sedangkan perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik. Perangkat lunak memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda, namun dapat dioperasikan oleh manusia2. Karakterperangkat lunakadalah sebagai berikut3 : 1. Perangkat lunak dibangun dengan software engineering bukan diproduksi secara manufaktur atau pabrikan. 2 Perangkat lunak tidak pernah usang karena kecacatan karena perangkat lunak dapat diperbaiki. 1. 2. 3. Roger S.Pressman, Ph. D, Software Engineering Seventh Edition, 2010, Hal : 5 Rosa A et al, Rekayasa perangkat Lunak Terstruktur Dan Berorientasi Objek, 2013, Hal : 1 Rosa A et al, Rekayasa perangkat Lunak Terstruktur Dan Berorientasi Objek, 2013, Hal : 2
  3. 3. 10 3. Barang produksi pabrikan biasanya komponen barunya akan terus diproduksi, sedangkan perangkat lunak biasanya terus diperbaiki seiring bertambahnya kebutuhan. Menurut Eddy Perangkat lunak mempunyai karakterisitik sebagai berikut4: 1. Maintanability (dapat dirawat), perangkat lunak harus dapat memenuhi perubahan kebutuhan. 2. Dependability, perangkat lunak harus dapat dipercaya. 3. Efisiensi, perangkat lunak harus efisien dalam penggunaan resource. 4. Usability, perangkat lunak harus dapat digunakan sesuai dengan yang direncanakan. Perangkat lunak mempunyai mutu yang dipengaruhi oleh minimal tiga pihak yaitu5 : 1. Sponsor Seseorang atau organisasi yang membiayai atau membayar selama pengembangan atau perantaraan sistem software dan biasanya mempunyai respon terhadap pengembangan sistem software itu sendiri dengan melibatkan perhitungan biaya yang optimal. 4. 5. Ian Sommerville, Software Engineering Ninth Edition, 2011 Eddy Prasetyo Nugroho et al, Rekayasa Perangkat Lunak, 2009
  4. 4. 11 2. User Setiap orang yang secara langsung berinteraksi terhadap eksekusi software, yang secara langsung memberi input ke komputer dan menggunakan atau menikmati output dari komputer. 3. Developer Seseorang atau organisasi yang memberikan modifikasi dan memelihara terhadap error serta mengembangkan sistem software tersebut. Gambar 2.1 Gambar sisi pandang dari komponen kategori terhadap mutu perangkat lunak Masing-masing komponen kategori mempunyai sudut pandang tersendiri terhadap mutu suatu perangkat lunak, tetapi kriteria tersebut tidak saling independen.
  5. 5. 12 Menurut Pressman, perangkat lunak memiliki beberapa kategori, yaitu : 1. Perangkat lunak sistem, yaitu kumpulan program untuk melayani program-program lain. Contoh : Operating system, compiler, text editor, device driver. 2. Perangkat lunak waktu nyata, yaitu perangkat lunak yang memonitor/ menganalisa/ mengendalikan kejadian dunia nyata. Contoh : komponen perangkat lunak yang mengumpulkan informasi dan lingkungan eksternal. 3. Rekayasa Perangkat Lunak dan sains, yaitu perangkat lunak untuk menyelesaikan persoalan rekayasa dan sains. Contoh : Perangkat Lunak untuk biologi, CAD, simulasi sistem, dan sebagainya. 4. Perangkat lunak tempelan, yaitu perangkat lunak yang berada di ROM untuk mengendalikan produk consuer dan sistem industri. Perangkat lunak ini mempunyai kemampuan kendali. Contoh : indikator dan dashboard mobil, kendali digital bahan bakar, dan sebagainya. 5. Perangkat lunak berbasis web, yaitu perangkat lunak yang berisi instruksi-instruksi yang dapat dieksekusi (misalnya HTML, Java) dan data (Hypertext, berbagai format visual studio dan audio) yang menghasilkan halaman WEB, dan ditampilkan pada web browser. 6. Perangkat lunak kecerdasan buatan, perangkat lunak (artificial intelegence) menggunakan algoritma non-numerik untuk menyelesaikan persoalan kompleks yang sulit dilakukan secara analisa sederhana. Contoh : Sistem pakar, pengenalan pola (citra maupun audio) dan game.
  6. 6. 13 2.2 Estimasi Biaya Dan Waktu Pembuatan Perangkat Lunak (Software) Estimasi biaya adalah perhitungan kebutuhan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan persyatatan dan kontrak.Proses estimasi biaya perangkat lunak (software) adalah seperangkat teknik dan prosedur yang dipakai oleh suatu organisasi untuk mencapai perkiraan biaya perangkat lunak (software)6. Estimasi waktu adalah perhitungan kebutuhan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau pekerjaan sesuai dengan persyaratan kontrak7. 2.3 Metrik Function Point (FP) Metrik berdasarkan isitilah rekayasa perangkat lunak dapat didefinisikan sebagai sebuah ukuran kuantitatif yang dimiliki oleh suatu sistem, komponen,atau proses tertentu dengan atribut-atribut yang telah diberikan. Metric function point diusulkan pertama kali oleh Albrecth yang digunakan secara efektif untuk mengukur fungsionalitas yang disampaikan oleh sistem8. Metrik function point (FP) digunakan secara efektif sebagai sarana untuk mengukur fungsionalitas suatu sistem. 6. 7. 8. http://yayuk05.wordpress.com/2007/11/27/estimasi-biaya-perangkat-lunak/ http://imamshofi.wordpress.com/2008/01/14/estimasi-perangkat-lunak-software-estimation/ Neelam Bawane nee’ Singhal and C.V. Srikrishma, A Case Study To Assess The Valid Of function Points, 2008
  7. 7. 14 Dengan menggunakan data historis, metric function point dapat dipakai untuk memperkirakan biaya atau usaha yang diperlukan untuk melakukan perancangan, penulisan kode program, dan meramalkan banyaknya baris kode program (line of code) yang diterapkan dalam sistem yang akan diimplementasikan. Pengukuran ditinjau dari segi pengguna, fungsional, atau sudut pandang9. Function Point diturunkan menggunakan hubungan empiris yang didasarkan pada ukuran terhitung (langsung) dari domain informasi perangkat lunak dan pengukuran kualitatif dari kompleksitas perangkat lunak. Nilai-nilai dari domain informasi didefinisikan sebagai berikut10: 1. Banyaknya masukan eksternal (External Input [EI]) yaitu setiap masukan eksternal berasal dari pengguna atau dikirim dari aplikasi lain dan menyediakan data berorientasi aplikasi yang berbeda atau informasi pengendalian. Masukan sering digunakan untuk memperbarui Internal Logic File (ILF). Masukan harus dibedakan dari pernyataan yang akan dihitung secara terpisah. 2. Banyaknya keluaran eksternal (External Output[EO]) yaitu setiap keluaran eksternal diturunkan dari data aplikasi yang memberikan informasi kepada pengguna. Keluaran eksternal mengacu pada laporan, layar, pesan kesalahan, dan sebagainya. Masing-masing pokok data dalam sebuah laporan tidak dihitung secara terpisah. 9. Roger S.Pressman, Ph. D, Software Engineering Seventh Edition, 2010, Hal : 728 10. Roger S.Pressman, Ph. D, Software Engineering Seventh Edition, 2010, Hal : 728
  8. 8. 15 3. Banyaknya inquiry eksternal (External Inquiries[EQ]) yaitu sebuah inquiry eksternal yang didefinisikan sebagai masukan online yang menghasilkan respons perangkat lunak seketika dalam bentuk keluaran online yang sering kali diperoleh dari sebuah internal logical file (ILF). 4. Banyaknya berkas-berkas logical internal (Internal Logical File [ILF]) yaitu setiap berkas logika internal merupakan pengelompokan data secara logis yang berada dalam batasan aplikasi dan dipelihara melalui masukan-masukan eksternal. 5. Banyaknya berkas antarmuka eksternal (External Interface File [EIF]) yaitu setiap berkas antarmuka eksternal merupakan pengelompokan data logis yang berada diluar aplikasi, tetapi menyediakan informasi yang dapat digunakan oleh aplikasi. Metode Function Point memiliki sebuah nilai kompleksitas yang diasosiasikan pada setiap perhitungan. Untuk menghitung function point, digunakan persamaan berikut11 : ....(2.1.) FP = UFP x CAF .....(2.2.) Hitungan Total (Total Count) adalah jumlah dari semua masukan function point (FP) dan UFP (Unadjusted Function Points) dam Fi (i = 1 sampai 14) adalah faktor penyesuaian nilai CAF (Complexity Adjustment Factor) berdasarkan dari pertanyaan-pertanyaan berikut ini12: 11. T.S Shiny Angel et al., Limitations Of Function Point Analysis in E-Learning System Estimation 12. Roger S.Pressman, Ph. D, Software Engineering Seventh Edition, 2010, Hal : 728
  9. 9. 16 1. Apakah sistem memerlukan backup dan recovery yang handal ? 2. Apakah diperlukan komunikasi data khusus untuk memindahkan informasi dari dan ke aplikasi tersebut ? 3. Adakah fungsi-fungsi proses terdistribusi ? 4. Apakah performanya kritis ? 5. Apakah sistem berjalan dalam lingkungan operasional lama yang sudah ada ? 6. Apakah sistem memerlukan masukan data online ? 7. Apakah masukan data online tersebut memerlukan transaksi masukan yang dibuat dengan menggunakan banyak layar atau operasi ? 8. Apakah ILF (internal logic file) atau banyaknya berkas-berkas logical internalnya diperbarui secara online ? 9. Apakah masukan, keluaran, berkas, atau inquiry-nya kompleks ? 10. Apakah proses internalnya kompleks ? 11. Apakah kode dirancang untuk dapat digunakan kembali ? 12. Apakah konversi dan instalasi tercakup di dalam perancangan ? 13. Apakah sistem dirancang untuk banyak instalasi di organisasi yang berbeda-beda ? 14. Apakah sistem dirancang untuk memfasilitasi perubahan dan kemudahan penggunaan oleh pengguna ?
  10. 10. 17 Elemen penentuan kompleksitas dapat dinilai berdasarkan tabel rangking EI (External Input), EO (External Output), EQ (External Inquiries), ILF (Internal Logical File), dan EIF (External Interface File) yang dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : Tabel 2.1 Tabel banyaknya masukan eksternal (External Input[EI]) File Type Referenced (FTR) Data Elements 1-4 5-15 >15 0-1 Low Low 2 Low Average High 3 or more Average High Average High Dengan FTR (File Type Reference) adalah sebuah file yang ditunjuk oleh transaksi, sedangkan data elements adalah field yang tidak berulang. Jika FTR atau data elements yang sama digunakan baik pada sisi input atau output maka hanya dihitung sekali. Tabel 2.2 Tabel banyaknya keluaran eksternal (External Output [EO]) dan tabel banyaknya inquiry eksternal (External Inquiries [EQ]) File Type Referenced (FTR) 0-1 2-3 >3 Data Elements 1-5 6-19 >19 Low Low Average Low Average High Average High High Dengan FTR (File Type Reference) adalah sebuah file yang ditunjuk oleh transaksi, sedangkan data elements adalah field yang tidak berulang. Jika FTR atau data elements yang sama digunakan baik pada sisi input atau output maka hanya dihitung sekali.
  11. 11. 18 Tabel 2.3 Tabel banyaknya berkas logical internal (Internal Logical File [ILF]) dan banyaknya berkas antarmuka eksternal (Eksternal Interface File[EIF]) Record Element Types (RET) 0-1 2-5 >5 Data Elements 1-19 20-50 >50 Low Low Average Low Average High Average High High Record element Types (RET) merupakan sub kelompok data didalam sebuah logical file. Contoh : Seorang pelanggan memiliki 2 RET yaitu alamat dan nomor telepon. Dengan hitungan total (total count) adalah jumlah masukan dari UFP yang diperoleh dari gambar dibawah ini13: Gambar 2.2. Menghitung UFP (Unadjusted Function Points) Setiap pertanyaan akan dijawab menggunakan skala yang dimulai dari : 13. Roger S.Pressman, Ph. D, Software Engineering Seventh Edition, 2010, Hal : 728
  12. 12. 19 a. 0 = Tidak Penting b. 1 = Incidental c. 2 = Sedang d. 3 = Rata-Rata e. 4 = Signifikan f. 5 = Penting Nilai konstanta pada persamaan (2.1) dan faktor pembobotan yang diterapkan pada perhitungan domain informasi diperoleh secara empiris. Setelah setiap karakterisitik diberi bobot masing-masing, kemudian bobotbobot dari setiap karakteristik dijumlahkan maka kita akan mendapatkan nilai Fi14. Setelah mendapatkan nilai Fi maka selanjutnya akan dihitung nilai FP dengan rumus persamaan (2.2). setelah mendapatkan nilai FP, maka dapat menggunakannya untuk meng-estimasi harga pembuatan perangkat lunak dengan terlebih dahulu mendapatkan data dari software house agar dapat dihitung besar estimasi harga. Terdapat beberapa kelebihan dari metode Function Point : 1. Mudah diukur 2. Mengukur efisiensi. Efisiensi berkaitan dengan waktu yang digunakan untuk mengestimasi suatu harga pembuatan perangkat lunak. 14. Roger S.Pressman, Ph. D, Software Engineering Seventh Edition, 2010, Hal : 728
  13. 13. 20 Kekurangan Function point sebagai berikut : 1. Hasil perhitungan FP tergantun pada manual penggunaan function point yang digunakan. 2. Banyaknya evaluasi yang dibutuhkan berdampak pada hasil yang terlalu subyektif 3. Perhitungan FP dilakukan hanya didasarkan pada sistem pemrosesan data. Padahal aspek-aspek lain dari estimasi harga sendiri juga ikut berpengaruh terhadap hasil akhir estimasi. 2.4 Java Bahasa Java merupakan karya Sun Microsystem Inc. Rilis resmi level beta dilakukan pada November 1995. Java adalah bahasa yang dapat dijalankan di berbagai plaftorm, di beragam lingkunan : internet, consumer electronic products, dan computer applications. Perkembangan gaya pemrograman mencapai gaya pemrograman orientasi objek setelah era pemrograman terstruktur. Pemrograman orientasi objek menggantikan pemrograman terstruktur karena mempunyai banyak keunggulan dalam menangani proyek yang luar biasa kompleks. Pemrograman menggunakan bahasa orientasi objek menawarkan fleksibilitas dan kemudahan perawatan dibanding bahasa C atau C++, java lebih memberi kemudahan antara lain15 : 15. Dr. Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2011
  14. 14. 21 1. Java dilengkapi garbage collector yang bertugas mendealokasi memori yang tidak diperlukan. 2. Java menerapkan array sebenarnya, menghilangkan keperluan aritmatika pointer yang berbahaya dan berpeluang besar mengakibatkan kesalahan. 3. Menghilangkan pewarisan jamak (multiple inheritence) diganti fasilitas interface. Interface member banyak manfaat antara lain untuk pewarisan jamak tanpa dibebani kompleksitas yang muncul dari pengelolaan hirarki pewarisan jamak. Fitur penting bahasa Java adalah bahasa ditunjukan untuk membuat beragam jenis aplikasi secara beragam, yaitu : 1. Program di lingkungan web browser a. Applet, program ini dieksekusi di web browser dari halaman webyang memuat Java Applet. Web Browser kemudian menugaskan Java Interpreter (JRE-Java Runtime Environtment) untuk mengeksekusi Java Applet yang diterima. 2. Program di lingkungan web sever a. Java Server Pages, sebagai web scripting serupa ASP dan PHP. Program ditempelkan dihalaman HTML. HTML ini tidak langsung dikirim ke web browser tetapi diolah terlebih dahulu oleh web server dan hasilnya berupa dokumen HTML dikirim dari web server ke web browser.
  15. 15. 22 b. Java Servlet, komponen ini adalah semacam modul di web server. JSP akan diterjemahkan menjadi servlet agar mempercepat proses eksekusi. 3. Java merupakan pilihan bagus untuk membuat applet, sekaligus sebagai bahasa bermaksud umum (general-purpose language) untuk mengembangkan semua jenis program yang dapat dijalankan di komputer, sistem operasi apapun asalkan terdapat Java Interpreter di platform tersebut. 4. Program mandiri sebagai pustaka komponen untuk pengembangan aplikasi. Java menyediakan bean untuk mendukung RAD (Rapid Application Development) yang berbasis visual, seperti visual vasic atau Borland Delphi. 5. Bahasa untuk pengembangan aplikasi objek-objek tersebar skala enterprise. Terdapat teknologi Java untuk mengembangkan komponen yaitu EJB (Enterprise Java Beans) yang berjalan di application server. 2.5 Flowchart(Diagram Alir) Flowchart adalah penyajian sistematis tentang proses dan logika dari kegiatan penanganan informasi dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu program16. Pedomandalam membuat flowchart sebagai berikut : 16. http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2009/06/anharku-flowchart.pdfdiakses pada tanggal 1 November 2013
  16. 16. 23 1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan. 2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dimengerti oleh pembacanya. 3. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar. 4. Menggunakan simbol-simbol flowchart yang standart. Simbol-Simbol flowchart yang sandart : Gambar 2.3 Simbol-Simbol Dasar Flowchart
  17. 17. 24 2.6 Diagram Konteks Diagram konteks merupakan diagram yang menggambarkan kondisi sistem yang ada, baik input maupun output serta menyertakan terminator yang terlibat dalam penggunaan sistem. Diagram ini akan memberi gambaran tentang keseluruhan sistem. Sistem dapat dibatasi oleh boundary (dapat digambarkan dengan garis putus). Dalam diagram konteks hanya ada satu proses, tidak boleh ada store dalam diagram konteks. Diagram konteks berisi gambaran umum (secara garis besar) mengenai sistem yang akan dibuat17. 2.7 Diagram Berjenjang Diagram berjenjang adalah alat dokumentasi program yang berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul didalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya. Pada diagram berjenjang, seluruh proses yang terdapat pada aplikasi tertentu ditampilkan dengan jelas dan terstruktur18. 2.8 Data Flow Diagram (DFD) Data Flow Diagram (DFD) dapat digunakan untuk merepresentasikan sebuah sistem atau perangkat lunak pada beberapa level abstraksi. DFD dapat dibagi menjadi beberapa level yang lebih detail untuk merepresentasikan aliran info19. 17. http://kapanpunbisa.blogspot.com/2013/05/pengertian-diagram-konteks.html 18. http://duniadatabase.blogspot.com/2012/05/bab-iii-analisa-dan-desain-3.html?m=1 19. Rosa A et al, Rekayasa perangkat Lunak Terstruktur Dan Berorientasi Objek, 2013, Hal : 70
  18. 18. 25 Simbol-simbol pada data flow diagram seperti dibawah ini : Gambar 2.4 Simbol-Simbol pada Data Flow Diagram a. Kesatuan luar (external entity) Sesuatu yang berada diluat sistem, tetapi memberikan data kedalam sistem atau memberikan data dari sistem, disimbolkan dengan suatu kotak notasi. b. Arus Data (data flow) Arus data merupakan tempat mendapatkan informasi dan digambarkan dengan garis yang menghubungkan komponen dari sistem. Arus data ditunjukkan dengan arus panah dan garis diberi nama atas arus data yang mengalir. Arus data ini mengalir di antara proses, data store dan menunjukkan arus data dari data yang berupa masukan atau hasil proses sistem.
  19. 19. 26 c. Proses (Process) Proses merupakan apa yang dikerjakan oleh sistem, proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi mentransformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. 2.9 Conceptual Data Modelling (CDM) Conceptual data modelling (CDM) merupakan konsep yang berkaitan dengan pandangan pemakai terhadap data yang disimpan dalam basis data. CDM dibuat sudah dalam bentuk tabel-tabel tanpa tipe data yang menggambarkan relasi antar tabel untuk keperluan implementasi ke basis data20. 2.10 Physical Data Modelling (PDM) Physical data modeling (PDM) adalah model yang menggunakan sejumlah tabel untuk menggambarkan data serta hubungan antar data. Setiap tabel mempunyai sejumlah kolom dimana setiap kolom memiliki nama yang unik beserta tipe datanya. PDM merupakan konsep yang menerangkan detail dari bagaimana data disimpan didalam basis data. PDM sudah merupakan bentuk fisik perancangan basis data yang sudah siap di implementasikan kedalam DBMS21. 20. Rosa A et al, Rekayasa perangkat Lunak Terstruktur Dan Berorientasi Objek, 2013, Hal : 59 21. Rosa A et al, Rekayasa perangkat Lunak Terstruktur Dan Berorientasi Objek, 2013, Hal : 63

×