Your SlideShare is downloading. ×
Mikroprosesor dan Antarmuka (7) digital countertimer
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Saving this for later?

Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime - even offline.

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

Mikroprosesor dan Antarmuka (7) digital countertimer

751
views

Published on

unj fmipa-fisika

unj fmipa-fisika

Published in: Education, Technology, Business

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total Views
751
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Digital counter/timer Bambang Heru Iswanto, Dr.rer.nat Sesion #07 Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • 2. © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id | Mikrokontroler dan Interfacing Digital counter/timer 06/02/11
  • 3.
    • Input timer mikrokontroler ini dengan mudah bisa dipakai untuk mengukur lebar pulsa, membangkitkan pulsa dengan lebar yang pasti, dipakai dalam pengendalian tegangan secara PWM (Pulse Width Modulation) dan sangat diperlukan untuk aplikasi remote control dengan infra merah.
    • Pada dasarnya sarana input yang satu ini merupakan seperangkat pencacah biner (binary counter) yang terhubung langsung ke saluran-data mikrokontroler, sehingga mikrokontroler bisa membaca kedudukan pancacah, bila diperlukan mikrokontroler dapat pula merubah kedudukan pencacah tersebut.
    • Seperti layaknya pencacah biner, bilamana sinyal denyut (clock) yang diumpankan sudah melebihi kapasitas pencacah, maka pada bagian akhir untaian pencacah akan timbul sinyal limpahan, sinyal ini merupakan suatu hal yang penting sekali dalam pemakaian pencacah. Terjadinya limpahan pencacah ini dicatat dalam sebuah flip-flop tersendiri.
    06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 4.
    • Sinyal denyut yang diumpankan ke pencacah bisa dibedakan menjadi 2 macam, yang pertama yalah sinyal denyut dengan frekuensi tetap yang sudah diketahui besarnya dan yang kedua adalah sinyal denyut dengan frekuensi tidak tetap.
    • Jika sebuah pencacah bekerja dengan frekuensi tetap yang sudah diketahui besarnya, dikatakan pencacah tersebut bekerja sebagai timer, karena kedudukan pencacah tersebut setara dengan waktu yang bisa ditentukan dengan pasti.
    • Jika sebuah pencacah bekerja dengan frekuensi yang tidak tetap, dikatakan pencacah tersebut bekerja sebagai counter, kedudukan pencacah tersebut hanyalah menyatakan banyaknya pulsa yang sudah diterima pencacah.
    • Untaian pencacah biner yang dipakai, bisa merupakan pencacah biner menaik (count up binary counter) atau pencacah biner menurun (count down binary counter).
    06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 5. 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 6. 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 7. 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 8. Port serial dan pararel
    • Port paralel (DB-25) adalah salah satu jenis soket pada personal komputer untuk berkomunikasi dengan peralatan luar
    • Semua data, kontrol, dan status dari port paralel berhubungan dengan register-register yang ada didalam komputer. Dengan mengakses langsung register-register tersebut, masukan dan keluaran dari port paralel dapat diatur. Register-register pada port paralel adalah:
    • 1. Register data
    • 2. Register status
    • 3. Register kontrol
    06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 9. 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 10. 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 11. 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |
  • 12. 06/02/11 © 2010 Universitas Negeri Jakarta | www.unj.ac.id |