Proposal ptk new

2,557 views

Published on

0 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
2,557
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
56
Actions
Shares
0
Downloads
100
Comments
0
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Proposal ptk new

  1. 1. UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPS DALAMMENDESKRIPSIKAN KENAMPAKAN ALAM MELALUIPEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS IV SDN PETUNGREJO NGUNTORONADI MAGETAN TAHUN PELAJARAN 2012/213 Oleh RISKE SUSANTI NPM 09141185PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN IKIP PGRI MADIUN 2013 1
  2. 2. KATA PENGANTAR Tiada kata yang lebih mulia selain mengucap puji syukur kehadirat AllahSWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia – Nya, sehingga penulis dapatmenyelesaikan penyusuna skripsi yang berjudul Upaya Peningkatan PrestasiBelajar IPS Dalam Mendeskripsikan Kenampakan Alam Melalui PembelajaranKooperatif Tipe Make a-Match Pada Siswa Kelas IV SDN PetungrejoNguntoronadi Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013. Sholawat serta salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada NabiMuhammad SAW beserta keluarganya, keturunanya, sahabat serta siapa saja yangselalu mengikuti sunah tauladannya. Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini tidakterlepas dari dorongan, bantuan, dan bimbingan dari berbagai pihak, untuk itupenulis menyampaikan banyak-banyak terima kasih kepada:1. Bapak Dr.H. Parji, M.Pd, selaku rektor di IKIP PGRI Madiun.2. Bapak Drs. Vitalis Djarot Sumarwoto,M.Pd, selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan.3. Bapak Drs.H.Ibadullah Malawi, M.Pd, selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.4. Bapak Drs. Edy selaku dosen yang selalu membimbing dengan penuh kesabaran, walaupun beliau sibuk namun tetap bertanggung jawab dan professional dalam membimbing dan mengarahkan penulis sampai penullisan skripsi ini terselesaikan. 2
  3. 3. 5. Bapak Hariyanto Utomo, S.Pd, selaku kepala sekolah serta bapak dan ibu guru SDN Petungrejo Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan.6. Teman-teman PGSD 7E yang selalu membantu, bekerjasama dan sumbang saran dalam penyelesaian proposal ini. Penulis menyadari proposal ini masih jauh dari sempurna, untuk itupenulis tetap mengharapkan kritik dan saran untuk kebaikan penulisan ini.Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Amin. Madiun, Januari 2013 Penulis 3
  4. 4. DAFTAR ISI HalamanHALAMAN JUDUL......................................................................................... iKATA PENGANTAR........................................................................................ iiDAFTAR ISI...................................................................................................... ivBAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah............................................................... 1 B. Identifikasi Masalah...................................................................... 5 C. Rumusan Masalah ........................................................................ 5 D. Tujuan Penelitian ......................................................................... 5 E. Manfaat Penelitian....................................................................... 6BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN ............................ 8 A. Kajian Teori................................................................................... 8 B. Kerangka Berfikir......................................................................... 20 C. Hipotesis Tindakan ....................................................................... 21BAB III METODOLOGI PENELITIAN.......................................................... 22 A. Obyek Tindakan ...................................................................... 22 B. Setting, Lokasi dan Subyek Penelitian.......................................... 27 C. Pengumpulan Data ....................................................................... 28 D. Analisis Data ................................................................................ 29DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 31 4
  5. 5. BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah Kualitas suatu bangsa sangat ditentukan oleh faktor pendidikan. Peranpendidikan sangat penting untuk menciptakan kehidupan yang cerdas, damai,terbuka dan demokratis. Oleh karena itu, pembaharuan pendidikan harusselalu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagiperkembangan dan perwujudan dari individu, terutama bagi pembangunanbangsa dan Negara. Tujuan pendidikan pada umumnya ialah menyediakanlingkungan yang memungkinkan anak didik untuk mengembangkan bakatdan kemampuannya secara optimal, sehingga ia dapat mewujudkan dirinyadan berfungsi sepenuhnya, sesuai dengan kebutuhan pribadinya dankebutuhan masyarakat. Kualitas pembelajaran harus ditingkatkan guna meningkatkan kualitashasil pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran dapatdilakukan dengan menggunakan strategi atau pendekatan pembelajaran yangefektif dikelas, serta lebih memberdayakan potensi siswa. Dalam pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa sekolah dasarmemberikan suatu tantangan yang lebih tinggi bagi para guru. Ini disebabkantujuan pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah dasar tidak bisa lepasdari tujuan pendidikan dasar yang memberikan bekal kemampuan dasarkepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupan sebagai pribadi,anggota masyarakat, warga negara dan umat manusia serta mempersiapkanpeserta didik untuk mengikuti pendidikan ke tingkat selanjutnya. PelajaranIlmu Pendidikan Sosial dirancang berdasarkan lingkungan kehidupan yangnyata, yang dialami oleh peserta didik sehari-hari. Dengan materi yang dirancang seperti di atas mata pelajaran IlmuPengetahuan Sosial di sekolah diharapkan dapat memberi kesempatan yangcukup kepada peserta didik untuk mengembangkan kemampuan bernalar 5
  6. 6. guna memperoleh konsep-konsep mengenai berbagai peristiwa dalammasyarakat yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. PendidikanIlmu Pengetahuan Sosial harus selalu berubah hal ini seiring denganperubahan yang terjadi di masyarakat. Dari uraian yang diatas maka sumber bahan untuk pembelajaran IlmuPengetahuan di sekolah dasar dapat diambil dari ilmu-ilmu sosial, fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar peserta didik, baik fenomena fisik maupunfenomena sosial. Ilmu Pengetahuan Sosial SD/MI/SDLB yang berasal dari ilmu-ilmusosial akan berupa seperangkat, peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yangberasal dari geografi, sejarah, sosiologi, ekonomi. Sedangkan dari lingkunganfisik maupun sosial di sekitar peserta didik adalah lingkungan keluarga,lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat. Adapun mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dimaksudkan untukmengembangkan (1) Keterampilan mental (terkait dengan sikap, simpati,empati kepada sesama, pengembangan nilai, moral dan sikap yang sesuai 6
  7. 7. dengan nilai-nilai yang ada di dalam masyarakat di Indonesia yangberdasarkan nilai), (2) Keterampilan personal (memiliki keteguhan dalambersikap dan berkepribadian), (3) Keterampilan sosial (kemampuanberkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain). Untuk mencapai tujuan dan standar kompetensi lulusan dapat tercapaisecara optimal, maka proses belajar mengajarnya mulai saat ini semuapengajar harus merancang dengan sebaik-baiknya. Misalnya dalam pemilihanstrategi model, metode, teknik, media dan penilaiannya. Pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial mengharuskan adanya kesiapanintelektual bagi yang mempelajarinya, serta menuntut adanya penalaran dankemampuan berpikir dan tidak hanya sekedar menghafal. Hal ini menjadikanIlmu Pengetahuan Sosial sering ditakuti atau bahkan dibenci anak-anak.Selain itu dalam pelaksanaan pembelajaran IPS, guru hanya menggunakanmodel pembelajaran konvensional yaitu ceramah untuk menyampaikan materiyang diajarkan. Pembelajaran hanya berpusat pada guru dan siswa cenderungpasif hanya duduk diam mendengarkan materi yang diajarkan guru. Meskipundemikian, guru lebih suka menerapkan model tersebut, sebab tidakmemerlukan alat dan bahan praktik, guru cukup menjelaskan konsep-konsepyang ada pada buku ajar atau referensi lain. Dimana pada hakikatnya IPSlebih menekankan pada nalar–nalar sosial dan kemampuan mencarialternatif–alternatif pemecahan masalah sosial. Dengan hal tersebut, IPSmenjadi mata pelajaran yang sulit di pahami, selain itu penggunaan modelpembelajaran yang monoton dan kurang efektif mengakibatkan kurangnyaketertarikkan siswa dalam mata pelajaran IPS. Sehingga tujuan dalampembelajaran tidak tercapai secara optimal dan prestasi belajar siswa menjadirendah. Akibatnya, siswa kurang mendapat pengalaman dalam prosespembelajaran dan tidak dapat memaksimalkan dalam mengeksplorasikanpotensi yang ada dalam diri siswa. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang tepat dan baikserta menarik agar dapat membangkitkan minat siswa belajar IlmuPengetahuan Sosial dan serta meningkatkan hasil belajar siswa. Ada banyak
  8. 8. model pembelajaran yang dapat dilakukan oleh seorang guru dalampelaksanaan kurikulum. Diantaranya adalah model pembelajaran kooperatiftipe make a- match dengan model pembelajaran ini siswa dapat melatihkreatif, aktif dalam proses pembelajaran. Menurut rusman (2011:223)mengatakan salah satu keunggulan model pembelajaran ini adalah siswamencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalamsuasana yang menyenangkan. Sehubungan dengan itu, penulis ingin mengangkat sebuah pembelajaranyang efektif, efisien dan menyenangkan yaitu pembelajaran Kooperatife tipeMake a-Match. Berdasarkan uraian latar belakang di atas yang telah dipaparkan maka penulis terdorong untuk melaksanakan penelitian tindakankelas yang berjudul “Upaya Peningkatan Prestasi Belajar IPS DalamMendeskripsikan Kenampakan Alam Melalui Pembelajaran KooperatifTipe Make a- Match Pada Siswa Kelas IV SDN Petungrejo NguntoronadiMagetan Tahun Pelajaran 2012/2013’’.B. Identifikasi Masalah Hasil pengamatan yang dilakukan dalam pembelajaran IlmuPengetahuan Sosial di kelas IV SDN Petungrejo menunjukkan bahwa :1. Pembelajaran masih berpusat pada guru sebagai satu – satunya sumber belajar.2. Komunikasi yang terjalin hanya satu arah sehingga siswa pasif.3. Metode pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi sehingga pembelajaran terkesan sangat monoton.4. Siswa kurang berani mengutarakan pendapat.5. Sebagian siswa kurang berani bertanya jika mengalami kesulitan dalam memahami kesulitan dalam memahami materi. Dari identifikasi masalah-masalah diatas maka dapat disimpulkanbahwa kualitas dan hasil belajar masih rendah. Hal ini disebabkan metodepembelajaran kurang menarik.
  9. 9. C. Rumusan Masalah Bagaimana peningkatan prestasi belajar IPS dalam mendeskripsikan kenampakan alam melalui pembelajaran Kooperatife Tipe Make a-Match pada siswa kelas IV SDN Petungrejo Nguntoronadi Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013?D. Tujuan Penelitian “Mendiskripsikan peningkatan Prestasi Belajar IPS Dalam Mendeskripsikan Kenampakan Alam melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a- Match pada siswa Kelas IV SDN Petungrejo Nguntoronadi Magetan Tahun Pelajaran 2012/2013”.E. Manfaat Penelitian Hasil penelitian yang akan dilakukan tentang kualitas pendidikan atau pembelajaran diharapkan akan memberikan kontribusi bagi guru di sekolah, siswa dan juga peneliti. Kontribusi komponen dijelaskan sebagai berikut : 1. Bagi Guru Penggunaan Pembelajaran Kooperatife Tipe Make a- Match adalah hal yang jarang dilakukan oleh seorang guru. Oleh sebab itu hasil penelitian dapat memberikan tambahan suatu pengalaman pada guru Ilmu Pengetahuan Sosial yang terlibat dalam penelitian. Dengan penggunaan Pembelajaran Kooperatife Tipe Make a- Match diharapkan dapat meningkatkan prestasi kreativitas dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah menjadi lebih baik.2. Bagi Siswa Penggunaan Pembelajaran Kooperatife Tipe Make a- Match dalam memahami konsep pembelajaran memberikan suatu tambahan pengalaman pada siswa dalam kegiatan belajar kalau dulu siswa belajar hanya menggunakan metode ceramah saja, maka dengan adanya metode
  10. 10. ini diharapkan prestasi belajr dan kreativitas siswa dapat berkembang sesuai yang diharapkan.3. Bagi Peneliti Dengan melakukan penelitian langsung peneliti memperoleh pengalaman dan wawasan tentang penggunaan Pembelajaran Kooperatife Tipe Make a- Match di sekolah. dari hasil pengalaman dan pengamatan langsung tersebut peneliti dapat melakukan kajian-kajian lebih lanjut untuk menyusun suatu rancangan pengajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
  11. 11. BAB II KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS PENELITIANA. Kajian Teori 1. Pembelajaran Kooperatif a. Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif Rusman (2011:202) mengemukakan pembelajaran kooperatife merupakan bentuk pembelajran dengan siswa belajar dan bekerja dalam kelompok- kelompok kecil secra kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan struktur kelompok yang heterogen. Pada dasarnya pembelajaran kooperatif sama dengan kerja kelompok dalam pembelajran ini akn tercipta sebuah ineraksi yang luas, yaitu interaksi dan komunikasi yang dilakukan antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dan guru. Sanyaja (dalam Rumus 2011:203) mengutarakan pembelajaran kooperatif merupakan kegiatan belajar siswa yang dilakukan secara berkelompok. Model pembelajran kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalm kelompok- kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Daryanto dan Mulyo Rahardjo(2012:241) mengemukakan bahwa bahwa model pembelajaran kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran, semua model pembelajaran ditandai dengan adanya stuktur tugas, stuktu tujuan dan stuktur penghargaan. Rusman (2011:206) mengatakan bahwa ada komponen pembelajaran kooperatif, yakni: (1) cooperative tesk atau tugas kerja sama dan (2) cooperative incentive structure atau stuktur insentif kerja sama. b. Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif
  12. 12. Sanjaya (dalam Rusman 2011:206) menyatakan bahwa pembelajran kooperatif dapat dijelaskan dalam beberapa perspektif, yaitu: 1) Perspektif motivasi artinya penghargaan yang diberikan kepada kelompok yang dalm kegiatannya saling membantu untuk memperjuangkan keberhasilan kelompok. 2) perspektif sosial artinya melalui kooperatif setiap siswa akan saling membantu dalam belajar. 3) Perspektif perkembangan kognitif artinya dengan adanya interaksi antar kelompok dapat mengembangkan prestasi siswa untuk berfikir mengolah berbagai informasi. Karakteristik atau ciri- ciri pembelajaran kooperatif sebagaiberikut: 1. Pembelajaran secara tim 2. Didasarkan pada manajemen kooperatif 3. Kemauan untuk bekerja sama 4. Keterampilan bekerja sama Daryanto dan Mulyo Rahardjo (2012:242) mengatakan bahwaciri- ciri pembelajaran sebagai berikut: 1) siswa dalm kelompok secarakooperatif menyelesaikan materi belajar sesuai kompetensi dasar yangakan dicapai. 2) kelompok dibentuk dari siswa yang memilikikemampuan yang berbeda- beda, baik tingkat kemampuan tinggi, sedangdan rendah. 3) penghargaan lebih menekankan pada kelompok dari padamasing- masing individu. Dalam pembelajaran kooperatif dkembangkan diskusi dankomunikasi denggan tujuan agar siswa saling berbagai kemampuan,saling belajar berpikir kritis, saling menyampaikan pendapat, salingmemberi kesempatan menyalurkan kemampuan, saling membantubelajar, saling menilai kemampuan dan peranan dirisendiri maupunteman lain.c. Prinsip- prinsip Pembelajaran Kooperatif Nur (dalam Daryanto dan Mulyo rahardjo 2012:242) mengatakan bahwa prinsip dasar dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
  13. 13. (1) Setiap anggota kelompok (siswa) bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya. (2) Setiap anggota kelompok (siswa) harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama. (3) Setiap anggota kelompok (siswa) harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya. (4) Setiap anggota kelompok (siswa) akan dikenai evaluasi. (5) Setiap anggota kelompok (siswa) berbagai kepimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya. (6) Setiap anggota kelompok (siswa) akan diminta mempertanggung jawabkan secra individual materi yang ditanggapi dalamkelompok kooperatif.d. Prosedur Pembelajaran Kooperatif Rusman (2011:212) mengatakan bahwa prosedur atau langkah-langkah pembelajaran kooperatif pada prinsipnya terdiri atas empattahap, yaitu:1. Penjelasan materi2. Belajar kelompok3. Penilaian4. Pengakuan tim Rusman (211:11) mengatakan Urutan langkah-langkah perilakuguru menurut model pembelajaran kooperatif adalah sebagaimana terlihatpada tabel berikut ini: Tahap Tingkah laku Tahap 1: Guru menyampaikan semua tujuan Menyampaikan pelajaran yang ingin dicapai pada tujuan dan pelajaran tersebut dan memotivasi memotivasi siswa. siswa belajar. Guru menyajikan informasi kepada Tahap 2: siswa dengan demonstrasi atau lewat
  14. 14. Menyajikan bahan bacaan. informasi. Tahap 3: Guru menjelaskan kepada siswa Mengorganisasikan bagaimana caranya membentuk siswa ke dalam kelompok belajar dan membantu kelompok- setiap kelompok agar melakukan kelompok belajar. transisi secara efisien. Tahap 4: Guru membimbing kelompok- Membimbing kelompok belajar pada saat mereka kelompok bekerja mengerjakan tugas. dan belajar. Tahap 5: Guru mengevaluasi hasil belajar Evaluasi tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Tahap 6: Guru mencari cara untuk menghargai Memberikan baik upaya maupun hasil belajar penghargaan individu kelompok.2. Model Make a Match Model Make a Match (membuat pasangan) merupakan salah satu jenis dari metode dalam pembelajaran kooperatif. Metode ini dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). Menurut rusman (2011:223) mengatakan salah satu keunggulan model pembelajaran ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Penerapan model pembelajaran ini dimulai dengan teknik, yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau soal sebelum batas waktunya, siswa yang dapt mencocokan kartunya diberi poin. a. Prosedur model pembelajaran Make a Match Rusman (2011:223) mengatakan langkah- langkah pembelajaran
  15. 15. Make a Match sebagai berikut: 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep/ topik yang cocok untuk sesi review (satu sisi kartu berupa kartu soal dan sisi sebaliknya berupa kartu jawaban). 2. Setiap siswa mendapatkan kartu dan memikirkan jawaban atau soal dari kartu yang dipegang. 3. Siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (kartu soal/ kartu jawaban). 4. Siswa yang dapt mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. 5. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya. 6. Kesimpulan. Langkah- langkah model pembelajaran Make a Match sebagaiberikut:1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topic yang cocok untuk review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban.2. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok, kelompok 1 mendapat kartu soal dan kelompok 2 mendapat kartu jawaban sedangkan kelompok 3 berfungsi sebagai penilai.3. Tiap peserta didik mendapatkan satu kartu yang berisi pertanyaan atau jawaban.4. Setiap peserta didik mencari pasangan yang cocok dengan kartunya (Pasangan pertanyaan-jawaban)5. Setiap peserta didik yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas
  16. 16. waktu diberi poin oleh penilai.6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya7. Setelah semua siswa mendapatkan pasangannya kemudian siswa yang berperan sebagai penilai berganti peran menjadi pemegang kartu pertanyaan dan sebagian memegang kartu jawaban. Sedangkan siswa pada kelompok 1 dan 2 sebelumnya berganti peran sebagai penilai.8. Kemudian lakukan kegiatan seperti langkah pada nomor 4 dan 5.9. Kesimpulan dan penutup.(Istarani.2011 dalam http://007indien.blogspot.com/2012/10/model-pembelajaran-make-match-mencari.html, diakses 25 Desember 2012)b. Kelebihan Model Pembelajaran Make-A Match 1) Siswa terlibat langsung dalam menjawab soal yang disampaikan kepadanya melalui kartu. 2) Meningkatkan kreativitas belajar siswa. 3) Menghindari kejenuhan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. 4) Pembelajaran lebih menyenangkan karena melibatkan media pembelajaran yang dibuat oleh guru.c. Kekurangan Model Pembelajaran Make-A Match 1) Sulit bagi guru mempersiapkan kartu-kartu yang baik dan bagus sesuai dengan materi palajaran. 2) Sulit mengatur ritme atau jalannya proses pembelajaran 3) Siswa kurang menyerapi makna pembelajaran yang ingin disampaikan karena siswa hanya merasa sekedar bermain saja. 4) Sulit untuk membuat siswa berkonsentrasi.
  17. 17. 3. Prestasi Belajar a. Pengertian Prestasi belajar Bambang Budi Wiyono (2008:73) mengemukakan bahwa prestasi belajar adalah Hasil belajar yang dicapai siswa, baik berupa pengetahuan,ketrampilan atau sikap. Reni Akbar (2004:168) menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil penilain pendidikan terhadap proses belajar dan hasil belajar siswa sesuai dengan tujuan instruksional yang menyangkut isi pelajaran dan perilaku yang diharapkan oleh siswa. Acep Yoni (2010 : 158) mengemukakan bahwa prestasi adalah hasil yang dicapai setelah siswa melakukan kegiatan belajar sehingga ada perubahan – perubahan dalam pengetahuan, pemahaman,ketrampilan dan sikap siswa. b. Faktor – faktor yang mempengaruhi Prestasi belajar Hamid Darmadi (2010:187) menyatakan bahwa faktor – faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar dapat digolongkan menjadi empat antara lain: a. Bahan atau materi yang dipelajari b. Lingkungan c. Faktor instrumental d. Kondisi peserta didik Mirinda dan Winkel (dalam Reni Akbar, 2004:168) menyatakan bahwa prestasi belajar siswa ditentukan oleh faktor berikut: 1. Faktor – faktor yang ada pada siswa a) Taraf intelegensi, b) Bakat intelengensi, c) Taraf pengetahuan yang dimiliki, d) Taraf pengetahuan, e) Motovisi, f) Kepribadian, g) Perasaan, h) Sikap, i) Minat, j) Konsep diri k) kondisi fisik dan psikis (termasuk cacat fisik dan kelainan psikologis. 2. Faktor – faktor yang ada pada lingkungan sekolah 1) hubungan antar orang tua
  18. 18. 2) hubungan orang tua anak 3) jenis pola asuh 4) keadaan sosial ekonomi keluarga 3. Faktor – faktor yang ada dilingkungan sekolah a) Guru, b) Kurikulum, c) Organisasi sekolah, d) Sistem social di sekolah, e)Fasilitas pendidikan, f) Hubungan sekolah dengan orang tua kurikulum, g) Lokasi sekolah kurikulum, h) Lokasi sekolah. 4. Faktor – faktor pada lingkungan sosial yang lebih luas 1) Keadaan social politik dan ekonomi 2) Keadaan fisik cuaca dan iklim Dari urain diatas menunjukan bahwa prestasi belajar bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri,tetapi merupakan hasil berbagai faktor yang melatar belakangi. Dengan demikian untuk memahami tentang prestasi belajar perlu didalami faktor – faktor yang mempengaruhinya. a. Pengaruh faktor eksternal Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar peserta didik dapat digolongkan kedalam faktor sosial dan non- sosial. b.Pengaruh faktor internal 1) Intelegensi 2) Minat (interst) 3) Sikap 4) Waktu (time) dan kesempatan (engagement)4. Pembelajaran IPS a. Pengertian Pembelajaran Bambang Warsita (2004:85) mengemukakan bahwa pengertian Pembelajaran (instruction) adalah suatu usaha untuk membuat pesrta didik belajar atau suatu kegiatan untuk membelajarkan peserta didik,
  19. 19. dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar. Dimyati (2009:39) menggemukakan bahwa pengertian Pembelajaran adalah upaya mengubah masukan berupa siswa yang belum terdidik, menjadi siswa yang terdidik, siswa yang belum memiliki pengetauhan tentang sesuatu, menjadi siswa yang memiliki pengetahuan. Degeng (dalam Tanwey Gerson Ratumanan, 2002:3) menggemukakan bahwa Pembelajaran merupakan upaya untuk membelajarkan siswa. b. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial. Sapriya (2009 :7) IPS merupakan dua istilah yang seiring diucapkan atau dituliskan dalam berbagai karya akademik secara tumpang tindih (overlaping ) . Dalam dokumen kurikulum tersebut IPS merupakan salah satu nama mata pelajaran yang diberikan pada jenjang pendidikan SD. Mata pelajaran IPS merupakan sebuh nama mata pelajaran Sejarah,Geogrifi, dan ekonomi serta mata pelajaran ilmu sosial lainnya.Ciri khas IPS sebagai mata pelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah sifat terpadu ( integrated) dari sejumlah mata pelajaran ini lebih bermakna bagi peserta didik sehinnga pengorganisasioan materi/ bahan pelajaran disesuaikan dengan lingkungan, karakteristik dan kebutuhan peserta didik.c. Ruang lingkup Ilmu Pengetahuan Sosial di SD Ruang lingkup pengajaran IPS di tingkat Sekolah Dasar dibatasi sampai gejala dan masalah sosial yang dapat dijangkau pada geografi dan sejarah, terutama gejala dan masalah sosial kehidupan sehari – hari yang ada pada lingkungan hidup murid – murid SD tersebut. Ruang lingkup tersebut dari tahun ke tahun harus kita kembangkan, mulai dari ruang lingkup gejala dan masalah kehidupan yang ada di sekitar tempat
  20. 20. tinggal dan sekolah, kemudian ke tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara, dan akhirnya ke negara tetangga, terutama yang berkenaan dengan hubungan kerjasama ekonomi, sosial, dan budaya di wilayah – wilayah yang bersangkutan. d. Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial Etin Solihatin (2007:15) menggemukakan bahwa tujuan IPS antara lain sebagai berikut: 1) Untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa menggunakan penalaran dalam mengambil keputusan setiap persoalan yang dihadapi. 2) Untuk mendidik dan memberi bekal kemampuan dasar kepada siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan bakat , minat, kemampuan dan lingkungannya serta berbagai bakal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Tujuan pembelajaran menurut Departemen Pendidikan Nasional (dalam Nurhadi 2004: 203) adalah 1) Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan. 2) Mengembangkan aktifitas kreatif. 3) Mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. 4) Mengembangkan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan.f. Standar Kompetensi dan Kompetensi Standar Kelas IV semester I
  21. 21. Standar Kompetensi Dasar Kompetensi mendeskripsikan kenampakan alam Memahami lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi sejarah, serta hubungannya dengan keragaman sosial kenampakan dan budaya. alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten/ kota dan provinsi.B. Kerangka berfikir Masalah – masalah yang ada setelah melakukan penelitian di SDN Petungrejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan adalah pembelajaran masih berpusat pada guru dan siswa kurang aktif .Selama pembelajaran, guru tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau mengutarakan pendapatnya, sehingga siswa tidak memperhatikan yang disampaikan olh guru. Untuk meningkatkan prestasi belajar perlu digunakan suatu inovasi baru, inovasi tersebut adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Tujuan perbelajaran model ini ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan. Dengan tujuan seperti diatas siwa akan menjadi aktif dan senang karena model pembelajaran ini memadukan antara permainan dan belajar. Selain itu karakteristik siswa kelas SD suka bermain dengan adanya

×