Fotometri Bintang

1,030 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
1,030
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
51
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Fotometri Bintang

  1. 1. FOTOMETRI BINTANG OLEH : HANNY KRUISDIARTI
  2. 2. Definisi <ul><li>Fotometri adalah cabang dari Astronomi yang mempelajari tentang informasi cahaya yang dikirim dari angkasa luar, entah itu dari bintang atau dari objek lain. </li></ul><ul><li>Fotometri merupakan bagian dari astrofisika yang mempelajari kuantitas, kualitas dan arah pancaran radiasi elektromagnetik dari benda langit. </li></ul>
  3. 3. Fotometri didasarkan pada pemahaman atas hukum pancaran ( radiation law ). Kita menghipotesakan bahwa benda langit diangggap memiliki sifat sebuah benda hitam ( black body ).
  4. 4. Panjang gelombang yang dipancarkan dengan intensitas maksimum (λmaks) oleh sebuah benda hitam dengan temperatur T Kelvin adalah : λmaks = 0,2898/ T (λmaks dinyatakan dalam cm dan T dalam Kelvin )
  5. 5. Persamaan di atas disebut dengan Hukum Wien . <ul><li>Hukum ini menyatakan bahwa makin tinggi temperatur, maka makin pendek panjang gelombangnya </li></ul><ul><li>Hukum ini dapat digunakan untuk menerangkan gejalan bahwa bintang yang temperaturnya tinggi akan tampak berwarna biru sedangkan yang temperaturnya rendah akan tampak berwarna merah. </li></ul>
  6. 6. Fluks Pancaran <ul><li>yaitu jumlah cahaya atau energi yang diterima permukaan kolektor ( mata atau teleskop ) per satuan luas per satuan waktu . Biasanya dinyatakan dalam satuan watt per cm2 ( satuan internasional ) atau erg per detik per cm2 ( satuan cgs). </li></ul><ul><li>Besarnya fluks energi yang dipancarkan sebuah benda hitam ( F ) dengan temperatur T Kelvin adalah F = σ T^4 </li></ul>
  7. 7. SISTEM MAGNITUDO MAGNITUDO SEMU MAGNITUDO MUTLAK MAGNITUDO BOLOMETRIK
  8. 8. SISTEM MAGNITUDO <ul><li>Magnitudo Semu : </li></ul><ul><li>pengukuran dari kecerahan atau kecerlangan yang tampak; yaitu banyaknya cahaya yang diterima dari objek itu. </li></ul>
  9. 9. <ul><li>Magnitudo Mutlak : </li></ul><ul><li>magnitudo bintang yang diandaikan diamati dari jarak 10 pc. </li></ul><ul><li>Magnitudo Bolometrik : </li></ul><ul><li>magnitudo bintang yang diukur dalam seluruh panjang gelombang. </li></ul>
  10. 10. Diagram Hertzprung-Russel <ul><li>Ditemukan oleh astronom </li></ul><ul><li>Denmark Eijnar Hertzprung </li></ul><ul><li>dan Henry Norris Russel. </li></ul><ul><li>Menghubungkan antara </li></ul><ul><li> kecerlangan bintang dan </li></ul><ul><li>spektrumnya. </li></ul>
  11. 11. Gambar diagram Hertzprung-Russle

×