Peradaban Masyarakat Awan Yang Misterius

377 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
377
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
2
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Peradaban Masyarakat Awan Yang Misterius

  1. 1. Peradaban Masyarakat Awan Yang MisteriusKota kuno Chachapoyas, negeri orang-orang awan yang hilang ratusan tahun lalu di Puncak Amazon, Peru,berhasil ditemukan. Sebutan “masyarakat awan” mungkin karena mengacu pada pegunungan Andes yangselalu berselimut awan.Kehidupan dan kebudayaan kota kuno yang eksis sejak abad ke-9 ini sampai sekarang masih misteri dan sulitdiungkap karena mereka tidak banyak meninggalkan catatan. Meski hilang tanpa jejak selama ratusan tahun,namun jejak peradaban kota Chachapoyas yang kini masuk wilayah utara Peru, masih bisa ditemukan. Deretanpatung-patung menghadap ke matahari terbit yang terkenal dengan sebutan “prajurit awan” tetap berdiritegak hingga kini.Patung-patung itu melambangkan keperkasaan masyarakat mereka di masa lalu. Situs Karija ini dibangunhampir 1 millennium. Sebenarnya itu merupakan kuburan, setiap patung melambangkan tokoh yangdimakamkan di sana. Mungkin bisa dibilang mirip dengan situs-situs makam di Tanah Toraja, Sulawesi.Patung-patung itu terbuat dari clay dan plant matt dimana di dalamnya berisi mumi para tokoh Chachapoyas.Yang uniknya posisi patung berisi mumi itu sangat sulit dijangkau. Entah bagaimana masyarakat pada jamanitu membawa dan menempatkannya di sana. Sebab, telah diteliti tidak ada jalan yang bisa diakses menujutempat itu.
  2. 2. Kisah bangaimana kehidupan di Chachapoyas nyaris menjadi misteri karena tempatnya sangat terisolir. Kotakuno Chachapoyas yang hilang ini ditemukan tahun 2008 di hutan lebat Amazon, yang sangat terisolir, olehtim ekspedisi arkeologi. Jaraknya sekitar 500 km sebelah timur laut Lima.Tim arkeologi menemukan benteng-benteng dari batu serta bangunan-bangunan yang berada di tepi jurang,sisa-sisa tembok yang memuat lukisan-lukisan yang dipahat di bebatuan. Mungkin ini dibangun mereka untukmelindungi dari musuh. Sayangnya, tidak banyak yang tahu tentang keberadaan kota kuno Chachapoyas ini.Hanya sedikit catatan tentang hal itu, termasuk tentang kebudayaan mereka yang berkembang di abad ke-9.Kenyataannya, kota kuno Chachapoyas itu berada di puncak ketinggian. Diduga, kota di ketinggian itu sengajadikembangkan untuk pertahanan terhadap musuh. Akan tetapi nasib mereka menjadi tak menentu ketikakekaisaran Inca semakin berkembang dan berhasil menaklukkan mereka 500 tahun lalu. Meskipun bangsaChachapoyas sempat memberi perlawanan keras, namun kekuatan Inca tak tertandingi. Keberuntungandatang ketika Spanyol datang pada tahun 1535.Sisa-sisa suku Chachapoyas berpihak pada Spanyol untuk berperang melawan suku Inca. Namun kemudiandatang penyakit orang Eropa, yakni cacar, yang melenyapkan populasi mereka. Penulis sejarah Cieza Pedro de
  3. 3. León menulis, sosok orang-orang Chachapoyas berkulit putih dan tampan, kaum wanitanya cantik-cantik,itulah sebabnya banyak orang Inca ingin menjadikan mereka istri.Makam tokoh orang-orang awan ini di Chullas, di sisi tebing yang dicat dengan atap runcing, khususnya yangditemukan di Revash. Namun yang paling mengesankan dari peninggalan konstruksi Chachapoyas adalahKuelap, benteng monumental yang berada 9.500 meter di atas permukaan laut. Bangunan itu bagian luarnyadilindungi oleh batu-batu besar.Di Kuelap ada sekitar empat ratus gedung yang mungkin ditempati oleh sekitar 3.500 jiwa. Bandingkan denganbangunan milik bangsa Inca, Manchu Picchu yang terkenal. Kompleks ini (Kuelap) menunjukkan bahwa bangsaChachapoyas pada 1000 tahun lalu telah mampu membuat suatu yang luar biasa. Siapa yang tahu, apalagiyang akan ditemukan di pedalaman Andes Amazon? Semua memang masih misteri, seperti misteriusnyaChachapoyas.Minimnya catatan tentang suku Chachapoyas ini memunculkan pesimis apakah bisa menguak kisah “orang-orang awan” ini.

×