Cardiac resynchronisation therapy
Update AHA 2015 Guidelines
Update AHA 2015 Guidelines
INDONESIA HEALTHCARE FORUM
Bidakara Hotel, Jakarta
WEDNESDAY, 3 February 2016
CO
Kardiovaskuler dan syok
Kardiovaskuler dan syok
SVR
Syok
hipovolemik
TD
HR
SV
SVR
Syok Distributif
Syok
Obstruktif
Preload Kontraktilitas
Syok
Kardiogenik
Oksigen
Oksigen
terhantar (DO
terhantar (DO2
2)
)
Kondisi Kritis
Kondisi Kritis
Kebutuhan
Kebutuhan
Oksigen
Oksigen
Oksigen
Oksigen
Hipoksia Jaringan
Target Resusitasi
Target Resusitasi
Global Endpoints
Makrosirkulasi
Mikrosirkulasi
Regional Endpoints
Makrosirkulasi
Makrosirkulasi
RVEDV : jantung ka
LVSWI : jantung ki
Fungsi jantung
Fungsi jantung
DO2
SvO2
LVP : SVR
Base Deficit
Lactate
Lactate
Perfusi
Perfusi
Jaringan
Jaringan
Metabolik
Metabolik
Jaringan
Jaringan
Mikrosirkulasi
Mikrosirkulasi
Gastric Intramucosal pH (pHi)
Gap Intramucosal & Arterial PCO2
Skeletal Intramucosal pH &PCO2
Near Infra Red Spectroscopy
Tissue Electrodes
Akibat Syok
Akibat Syok
Makrosirkulasi
Makrosirkulasi
Mikrosirkulasi
Mikrosirkulasi
Konsep dasar Resusitasi
Konsep dasar Resusitasi
O2 delivery/DO
O2 delivery/DO2
2 =
= HR X SV
HR X SV X Hb X Sa0
X Hb X Sa02
2 X 1.34 + Hb X PaO
X 1.34 + Hb X PaO2
2
Cardiac
Cardiac
output
output
Arterial O
Arterial O2
2 content
content
DO2 = CO x CaO2
OXYGEN DELIVERY
OXYGEN DELIVERY
O2 delivery/DO
O2 delivery/DO2
2 =
= HR X SV
HR X SV X Hb X Sa0
X Hb X Sa02
2 X 1.34 + Hb X PaO
X 1.34 + Hb X PaO2
2
Fluids
Fluids
Transfuse
Transfuse
Airway
Airway
Management
Management
and oxygen th/
and oxygen th/
Defib
Defib
Cardio drugs
Cardio drugs
Algt ACS
Algt ACS
No pulse
No pulse
•
• VT/VF
VT/VF
•
• PEA/Asistole
PEA/Asistole
CPR
CPR
Defib
Defib
Pulse
Pulse
•
• VT
VT
•
• AF
AF
•
• Brady/Tachy
Brady/Tachy
Myocard
• ACS
Serangan Jantung di Dalam Rumah Sakit
(HCA)
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Serangan Jantung di Luar Rumah
Sakit (OHCA)
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Anjuran dan Larangan BLS untuk CPR
Berkualitas Tinggi Dewasa
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Algoritma Serangan
Jantung Pada Orang
Dewasa
• Kedalaman kompresi tidak boleh lebih dari 2,4
inci (6 cm).
• Singkatan: AED, defibrilator eksternal otomatis;
AP, anteroposterior; CPR, resusitasi
kardiopulmonari.
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Cardiac Arrest Algorithm
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Cardiac Arrest Algorithm
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Cardiac Arrest Algorithm
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Tachycardia With a Pulse Algorithm
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Tachycardia With a Pulse Algorithm
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Bradycardia With a Pulse Algorithm
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Acute Coronary Syndromes Algorithm
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Algoritma Gawat
Darurat (Dewasa) yang
Mengancam Jiwa
Terkait Opioid
Teknik CPR berdasarkan tingkat
pelatihan penolong
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Algoritma Serangan Jantung
Pada Pasien Pediatri untuk
Pada Pasien Pediatri untuk
Satu Penolong
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Algoritma Serangan Jantung Pada Pasien Pediatri
untuk 2 Penolong atau Lebih
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Resusitasi Neonatal
Waktu Emas (60 detik) untuk
menyelesaikan langkah awal :
-mengevaluasi ulang
3 pertanyaan utama :
1. Kehamilan normal?
2. Nada baik?
3. Bernapas atau menangis?
-mengevaluasi ulang
-memulai ventilasi
•Rekomensi : penundaan pemotongan tali
pusar > 30 detik ( bayi normal & prematur)
yang tidak memerlukan resusitasi saat lahir.
•Suhu
• Suhu tanpa asfiksia :36,5°
C -
37,5°
C
• Cegah hipotermi
• Hindari hipertemi ( >38°
C)
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Bayi asprasi cairan amniotik tercemar mekonimum, tonus otot lemah dan
sulit bernapas :
•Hrs dirawat dlm inkubator
•Diberikan PAP, jika perlu.
•Intubasi tidak lagi disarankan
Resusitasi Neonatal
•Dukungan ventilasi dan kadar oksigen sesuai yang diindikasikan
•Penilaian detak jantung penting selama menit pertama resusitasi
• ECG 3 sadapan (kl ada) atau auskultasi dan palpasi
•Penilaian oksigenisasi menggunaka pulse oksimetri
•Resusitasi pada bayi baru lahir prematur (< 35 mg)
• oksigen rendah (21% - 30%) dan oksigen dititrasi.
• masker laring sebagai alternatif penggati intubasi trakea (>34 mg)
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Bayi prematur yang bernapas secara spontan dengan kesulitan pernapasan
•memberikan udara/oksigen tekanan positif secara berkelanjutan
•Intubasi rutin untuk pemberian PPV tdk dianjurkan
Rekomendasi tentang teknik kompresi dada
•Gerakan melingkar dengan dua ibu jari di atas dada
•Rasio kompresi berbanding ventilasi (3:1 dengan 90 kompresi dan 30 napas
buatan/mnt), dapat mempertimbangkan untuk menggunakan rasio yang lebih
tinggi (misalnya, 15:2)
•Pemberian oksigen 100% bila kompresi dada diberikan ttp disarankan,
Resusitasi Neonatal
•Pemberian oksigen 100% bila kompresi dada diberikan ttp disarankan,
oksigen dapat dihentikan segera setelah detak jantung normal.
•Rekomendasi tentang penggunaan epinefrin selama CPR dan tindakan
pemberian volume tidak ditinjau pada tahun 2015, sehingga rekomendasi
tahun 2010 tetap berlaku.
Hipotermia terapeutik :
•berdaya dukung tinggi
•bayi yang lahir > 36 minggu
•Bayi dgn ensefalopati hipoksik-iskemik (sedang s/d berat)
Nilai Apgar 0 pada 10 menit : pertanda kuat mortalitas dan morbiditas (bayi
prematur dan normal) AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Post-Cardiac Arrest Care Algorithm
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Post-Cardiac Arrest Care Algorithm
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
Ringkasan
Komponen CPR
Berkualitas
• Kedalaman kompresi tidak boleh lebih dari 2,4
inci (6 cm).
• Singkatan: AED, defibrilator eksternal otomatis;
AP, anteroposterior; CPR, resusitasi
kardiopulmonari.
AHA 2015 Guidelines
AHA 2015 Guidelines
C
C –
– A
A -
- B
B
Semoga Bermaafat
Semoga Bermaafat
dan
dan
dan
dan
Terima Kasih atas
Terima Kasih atas
Perhatiannya
Perhatiannya

workshop-rs-cardiac-resynchronisation-therapy-update-aha-2015-guidelines.pdf

  • 1.
    Cardiac resynchronisation therapy UpdateAHA 2015 Guidelines Update AHA 2015 Guidelines INDONESIA HEALTHCARE FORUM Bidakara Hotel, Jakarta WEDNESDAY, 3 February 2016
  • 2.
    CO Kardiovaskuler dan syok Kardiovaskulerdan syok SVR Syok hipovolemik TD HR SV SVR Syok Distributif Syok Obstruktif Preload Kontraktilitas Syok Kardiogenik
  • 3.
    Oksigen Oksigen terhantar (DO terhantar (DO2 2) ) KondisiKritis Kondisi Kritis Kebutuhan Kebutuhan Oksigen Oksigen Oksigen Oksigen Hipoksia Jaringan
  • 4.
    Target Resusitasi Target Resusitasi GlobalEndpoints Makrosirkulasi Mikrosirkulasi Regional Endpoints
  • 5.
    Makrosirkulasi Makrosirkulasi RVEDV : jantungka LVSWI : jantung ki Fungsi jantung Fungsi jantung DO2 SvO2 LVP : SVR Base Deficit Lactate Lactate Perfusi Perfusi Jaringan Jaringan Metabolik Metabolik Jaringan Jaringan
  • 6.
    Mikrosirkulasi Mikrosirkulasi Gastric Intramucosal pH(pHi) Gap Intramucosal & Arterial PCO2 Skeletal Intramucosal pH &PCO2 Near Infra Red Spectroscopy Tissue Electrodes
  • 7.
  • 8.
    Konsep dasar Resusitasi Konsepdasar Resusitasi O2 delivery/DO O2 delivery/DO2 2 = = HR X SV HR X SV X Hb X Sa0 X Hb X Sa02 2 X 1.34 + Hb X PaO X 1.34 + Hb X PaO2 2 Cardiac Cardiac output output Arterial O Arterial O2 2 content content DO2 = CO x CaO2 OXYGEN DELIVERY OXYGEN DELIVERY O2 delivery/DO O2 delivery/DO2 2 = = HR X SV HR X SV X Hb X Sa0 X Hb X Sa02 2 X 1.34 + Hb X PaO X 1.34 + Hb X PaO2 2 Fluids Fluids Transfuse Transfuse Airway Airway Management Management and oxygen th/ and oxygen th/ Defib Defib Cardio drugs Cardio drugs Algt ACS Algt ACS No pulse No pulse • • VT/VF VT/VF • • PEA/Asistole PEA/Asistole CPR CPR Defib Defib Pulse Pulse • • VT VT • • AF AF • • Brady/Tachy Brady/Tachy Myocard • ACS
  • 9.
    Serangan Jantung diDalam Rumah Sakit (HCA) AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 10.
    Serangan Jantung diLuar Rumah Sakit (OHCA) AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 11.
    Anjuran dan LaranganBLS untuk CPR Berkualitas Tinggi Dewasa AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 12.
    Algoritma Serangan Jantung PadaOrang Dewasa • Kedalaman kompresi tidak boleh lebih dari 2,4 inci (6 cm). • Singkatan: AED, defibrilator eksternal otomatis; AP, anteroposterior; CPR, resusitasi kardiopulmonari. AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 13.
    Cardiac Arrest Algorithm AHA2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 14.
    Cardiac Arrest Algorithm AHA2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 15.
    Cardiac Arrest Algorithm AHA2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 16.
    Tachycardia With aPulse Algorithm AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 17.
    Tachycardia With aPulse Algorithm AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 18.
    Bradycardia With aPulse Algorithm AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 19.
    Acute Coronary SyndromesAlgorithm AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 20.
    Algoritma Gawat Darurat (Dewasa)yang Mengancam Jiwa Terkait Opioid Teknik CPR berdasarkan tingkat pelatihan penolong AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 21.
    Algoritma Serangan Jantung PadaPasien Pediatri untuk Pada Pasien Pediatri untuk Satu Penolong AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 22.
    Algoritma Serangan JantungPada Pasien Pediatri untuk 2 Penolong atau Lebih AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 23.
    Resusitasi Neonatal Waktu Emas(60 detik) untuk menyelesaikan langkah awal : -mengevaluasi ulang 3 pertanyaan utama : 1. Kehamilan normal? 2. Nada baik? 3. Bernapas atau menangis? -mengevaluasi ulang -memulai ventilasi •Rekomensi : penundaan pemotongan tali pusar > 30 detik ( bayi normal & prematur) yang tidak memerlukan resusitasi saat lahir. •Suhu • Suhu tanpa asfiksia :36,5° C - 37,5° C • Cegah hipotermi • Hindari hipertemi ( >38° C) AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 24.
    Bayi asprasi cairanamniotik tercemar mekonimum, tonus otot lemah dan sulit bernapas : •Hrs dirawat dlm inkubator •Diberikan PAP, jika perlu. •Intubasi tidak lagi disarankan Resusitasi Neonatal •Dukungan ventilasi dan kadar oksigen sesuai yang diindikasikan •Penilaian detak jantung penting selama menit pertama resusitasi • ECG 3 sadapan (kl ada) atau auskultasi dan palpasi •Penilaian oksigenisasi menggunaka pulse oksimetri •Resusitasi pada bayi baru lahir prematur (< 35 mg) • oksigen rendah (21% - 30%) dan oksigen dititrasi. • masker laring sebagai alternatif penggati intubasi trakea (>34 mg) AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 25.
    Bayi prematur yangbernapas secara spontan dengan kesulitan pernapasan •memberikan udara/oksigen tekanan positif secara berkelanjutan •Intubasi rutin untuk pemberian PPV tdk dianjurkan Rekomendasi tentang teknik kompresi dada •Gerakan melingkar dengan dua ibu jari di atas dada •Rasio kompresi berbanding ventilasi (3:1 dengan 90 kompresi dan 30 napas buatan/mnt), dapat mempertimbangkan untuk menggunakan rasio yang lebih tinggi (misalnya, 15:2) •Pemberian oksigen 100% bila kompresi dada diberikan ttp disarankan, Resusitasi Neonatal •Pemberian oksigen 100% bila kompresi dada diberikan ttp disarankan, oksigen dapat dihentikan segera setelah detak jantung normal. •Rekomendasi tentang penggunaan epinefrin selama CPR dan tindakan pemberian volume tidak ditinjau pada tahun 2015, sehingga rekomendasi tahun 2010 tetap berlaku. Hipotermia terapeutik : •berdaya dukung tinggi •bayi yang lahir > 36 minggu •Bayi dgn ensefalopati hipoksik-iskemik (sedang s/d berat) Nilai Apgar 0 pada 10 menit : pertanda kuat mortalitas dan morbiditas (bayi prematur dan normal) AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 26.
    Post-Cardiac Arrest CareAlgorithm AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 27.
    Post-Cardiac Arrest CareAlgorithm AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 28.
    Ringkasan Komponen CPR Berkualitas • Kedalamankompresi tidak boleh lebih dari 2,4 inci (6 cm). • Singkatan: AED, defibrilator eksternal otomatis; AP, anteroposterior; CPR, resusitasi kardiopulmonari. AHA 2015 Guidelines AHA 2015 Guidelines
  • 29.
  • 30.
    Semoga Bermaafat Semoga Bermaafat dan dan dan dan TerimaKasih atas Terima Kasih atas Perhatiannya Perhatiannya