BANTUAN HIDUP DASAR
BANTUAN HIDUP DASAR
Pelajari teknik penyelamatan jiwa yang krusial untuk
situasi darurat medis.
Apa itu Bantuan Hidup Dasar?
Tujuan BHD
Mempertahankan Sirkulasi
Menjaga aliran darah beroksigen ke otak,
jantung, dan organ vital lainnya.
Mempertahankan Pernapasan
Memastikan jalan napas terbuka dan oksigenasi
paru-paru terjadi.
Mencegah Kerusakan Otak
Meminimalkan risiko kerusakan otak permanen
akibat kekurangan oksigen.
Meningkatkan Angka Harapan Hidup
Membantu korban bertahan hidup hingga
bantuan medis profesional tiba.
Memahami Henti Jantung
dan Resusitasi Jantung
Paru
Presentasi ini akan membahas konsep henti jantung, etiologi,
manifestasi klinis, penatalaksanaan, serta faktor-faktor yang
memengaruhi kualitas Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Penyebab Henti Jantung?
Etiologi Henti Jantung
Gangguan Kelistrikan Jantung
Aritmia maligna atau masalah irama
Jantung lainnya.
Kelainan Reversibel
Hipoksia, hipovolemia, hipotermia, tension
pneumothorax, tamponade jantung, asidosis.
Penyebab Pernapasan
Hipoksia akibat gangguan jalan napas (sumbatan,
aspirasi), depresi pernapasan, keracunan,
kelumpuhan otot pernapasan.
Penyebab Sirkulasi
Syok hipovolemik (pendarahan),
reaksi anafilaksis.
Manifestasi Klinis Henti
Jantung
Tidak Teraba Nadi
Di arteri besar (karotis, radialis, femoralis).
Pernapasan Tidak Normal
Bahkan jika jalan napas sudah paten.
Tidak Berespons
Terhadap rangsangan verbal maupun nyeri.
PEDOMAN CPR DAN ECC
AMERICAN HEART
ASSOCIATION 2020
Bantuan Hidup Dasar & Lanjutan Dewasa
Inisiasi CPR Dini
Pentingnya CPR dini oleh
penyelamat awam ditekankan
kembali.
Pemberian Epinefrin
Pemberian epinefrin dini
ditegaskan kembali untuk henti
jantung.
Umpan Balik CPR
Umpan balik audiovisual waktu
nyata direkomendasikan untuk
kualitas CPR.
Focus Update BHD 2020
Update AHA
2020 terjadi
penambahan
rantai ke-6
Pemulihan
(Recovery)
Bantuan Hidup Dasar & Lanjutan Pediatri
Penyebab henti jantung pada bayi dan anak-anak berbeda dengan individu dewasa.
Laju Ventilasi
Laju ventilasi berbantu
ditingkatkan menjadi 1 napas
setiap 2-3 detik.
Epinefrin Dini
Epinefrin harus diberikan sedini
mungkin, idealnya dalam 5
menit.
Deteksi Kejang
Evaluasi kejang setelah ROSC;
status epileptikus harus diobati.
Bantuan Hidup Neonatal
Antisipasi &
Persiapan
Penyedia harus
mengantisipasi dan
menyiapkan resusitasi bayi
baru lahir.
Pengaturan Suhu
Pencegahan hipotermia dan
kontak kulit ke kulit sangat
penting.
Akses Vaskular
Vena umbilikalis diutamakan; IO jika IV tidak tersedia.
High Quality
Cardio Pulmonary Resuscitation
CPR AHA 2020
Tujuan Pembelajaran
High-quality CPR untuk dewasa
High-quality CPR untuk anak
dan bayi
 Suplai oksigen terhenti
Sel-sel otak mengalami kematian
Kerusakan Sel IRREVERSIBEL
4-6 menit pertama
6-10 menit setelah
suplai O2 terhenti
Mati Klinis: Jantung
dan Pernapasan
Terhenti
GOLDEN TIME
MELAKUKAN RJP
Mati Biologis
Mati Klinis
Langkah-Langkah RJP Berkualitas
Analisa Situasi & Cek Respon
Pastikan keamanan, periksa respon korban (verbal/nyeri).
Minta Bantuan & Aktifkan EMS
Segera panggil bantuan dan aktifkan sistem gawat darurat.
Perbaiki Posisi Korban & Penolong
Korban terlentang di permukaan keras, penolong berlutut sejajar bahu.
Periksa Airway, Breathing, Circulation
Pastikan jalan napas bebas, cek pernapasan (look, listen, feel), raba nadi karotis.
RJP Berkualitas
Kompresi kuat (5 - 6 cm), cepat (100-120x/menit), rekoil sempurna,
minimal interupsi, ganti kompresor tiap 2 menit. Jika normal, posisikan pemulihan.
Recovery Position
Pastikan
keamanan
Aman Penolong
Aman
Lingkunagn
Aman Pasien
ANALISA
SIRUASI/DANGER
MEMERIKSA KORBAN DENGAN CARA: Memanggil, Menepuk bahu,
rangsang nyeri (AVPU)
RESPONE
Tetap bersama
korban
segera panggil
bantuan
Aktifkan Code Blue
Gunakan hand
phone untuk
panggil bantuan
Meminta bantuan, sambil tetap bersama korban sambil
memberikan pertolongan
SHOUT FOR
HELP
Cek nadi dan napas
Raba nadi carotis dan lihat
pengembangan dada
pasien secara bersamaan
selama <10 detik
Anak >1 th s/d pubertas
Arteri femoralis/ carotis
Infant (<1 th)
Arteri brakhialis
CIRCULATION
Cek nadi dan napas
Raba nadi carotis
dan lihat
pengembangan dada
pasien secara
bersamaan selama
<10 detik
Nadi Ada, Napas Ada
Nadi Ada, Napas Tidak Ada
Nadi Tidak Ada, Napas Tidak Ada
• Recovery position (OHCA)
• Tatalaksana ROSC (IHCA)
Ventilasi setiap 6 detik atau
10x / menit
Segera mulai
RJP
KOMPRESI DADA DEWASA
Posisi pasien supine di atas permukaan
yang keras & datar
Posisi penolong berlutut disamping
pasien/berdiri disamping tempat tidur
pasien
Penolong meletakkan tumit telapak
tangan pada ½ bagian bawah sternum
dengan telapak tangan menumpuk
dengan jari ditautkan
Sistem Kardiovaskular
Di dalam Pericardium di rongga
mediastinum dalam rongga Thorak
Tepat di belakang
tulang dada (sternum)
2/3 bagian di sebelah kiri
Anatomi dan Fisiologi
Rekomendasi Pedoman AHA 2020
COR
KEKUATAN
LOE
KUALITAS
Didasarkan pada:
•Class of Recommendations
(COR) Menggambarkan
besarnya manfaat atas risiko
•Level of Evidence (LOE)
Menggambarkan kepercayaan
atau kepastian bukti yang
mendukung rekomendasi
Sumber:
Applying Class of Recommendations and Level of Evidence to Clinical
Strategies, Interventions, Treatments, or Diagnostic
Testing in Patient Care (Updated May 2019)
https://cpr.heart.org/en/resuscitation-science/cpr-and-ecc-guidelines/tables/applying-class-of-
recommendation-and-level-of-evidence
Class of Recommendation
(COE)
Sumber: Applying Class of Recommendations and Level of Evidence to
Clinical Strategies, Interventions, Treatments, or Diagnostic Testing in
Patient Care (Updated May 2019)*. https://cpr.heart.org/en/resuscitation-
science/cpr-and-ecc- guidelines/tables/applying-class-of-
recommendation-and-level-of-
Sumber:
Applying Class of Recommendations and Level of Evidence to
Clinical Strategies, Interventions, Treatments, or Diagnostic
Testing in Patient Care (Updated May 2019)*
https://cpr.heart.org/en/resuscitation-science/cpr-and-ecc-
guidelines/tables/applying-class-of- recommendation-and-level-of-
evidence
Level of Evidence (LOE)
½ bagian bawah
sternum
Resusitasi harus dilakukan
segera
Persiapkan pasien pada
permukaan yang kokoh dan
posisi supinasi
Kedalaman Kompresi
(2-2,4 inchi/5-6 cm)
Kecepatan Kompresi
(100 - 120 x/menit)
Memaksimalkan recoil
dada saat ventilasi
Penggunaan alat bantu
audio visual feedback
FOKUS BHD DEWASA
 Pentingnya inisiasi CPR dini
 Pemberian epinefrin dini.
 Umpan balik audiovisual untuk menjaga kualitas CPR
 Pengukuran end-tidal CO2 (ETCO2) untuk meningkatkan kualitas CPR.
 Akses Intravena (IV) diutamakan selama resusitasi
 BHD pada kehamilan berfokus pada resusitasi ibu, dengan persiapan untuk
persalinan sesar perimortem dini
 Post ROSC (Oksigen, TTM, neuroprognostikasi multimodal dan dukungan
kognitif, dan psikososial
BHD BAYI & ANAK-ANAK
Kecepatan 100 -120 x/menit,
Rasio RJP 1 penolong 30 : 2
2 penolong15 : 2
Kedalaman 1/3 diameter AP dada,
sekitar 2 inchi (5 cm)
Penempatan tangan 2 atau 1
tangan di ½ bagian bawah
sternum
Kompresi Dada pada Bayi (Infant)
• Kecepatan 100-120 kali/menit.
• Rasio RJP 1 Penolong: 30 kompresi : 2
napas. 2 Penolong: 15 kompresi : 2 napas.
• Kedalaman 1/3 diameter anterior-posterior
dada, 2 inci (4 cm).
• Satu Penolong Gunakan 2 jari di bawah garis puting.
• Dua Penolong Gunakan 2 jempol di bawah
garis puting.
Perbandingan Penempatan Tangan
Anak
Bayi
Fokus RJP Pediatrik: Poin Kunci
Bantuan Ventilasi
1 napas setiap 2-3 detik (20-30 kali/menit).
Endotracheal Tube (ETT)
ETT berbalon dirancang khusus untuk mengurangi kebocoran dan memastikan ventilasi yang efektif.
Epinefrin
Berikan sedini mungkin (dalam 5 menit sejak henti jantung dengan ritme asistol atau PEA).
Manajemen Cairan
Pendekatan titrasi cairan (gunakan epinefrin/norepinefrin).
ROSC (Return of Spontaneous Circulation)
Evaluasi kejang: status epileptikus, konvulsif, kognitif, psikososial.
RJP Penyakit Jantung
Unit perawatan jantung intensif atau RJP ekstrakorporeal.
BHD pada Henti Jantung disertai KEHAMILAN
• Tempatkan penderita
hamil lateral kiri,
besarnya kehamilan bisa
menekan vena cava
inferior→ hipotensi →
henti nafas dan henti
jantung
• Lakukan pemindahan
uteri ke kiri dgn
menggunakan tehnik 2
tangan dan tehnik 1
tangan tergantung posisi
tim resusitasi
BHD pada Henti Jantung disertai KEHAMILAN
• Jika tehnik memindahkan
uteri tidak berhasil
tempatkan posisi pasien
lateral kiri dgn kemiringan
27° -30° gunakan alas
yang keras
ALGORITME
HENTI JANTUNG
KEHAMILAN DI RS
Fraktur iga & sternum
Pneumothorax, Regurgitasi lambung
Hemothorax, Perdarahan intra abdomen
Kontusio paru
Laserasi hati dan limpa
Emboli lemak
Dewasa Pediatrik
AIRWAY
Basic Manual
• Head Tilt – Chin Lift
• Jaw – thrust
Basic dengan Alat
• NPA
• OPA
Advance Airway
• ETT
• Tracheostomy
Adjuncts Airway
• LMA
• Combitube
EVAKUASI SUMBATAN JALAN NAPAS
50
51
• BVM dengan reservoir bag
• Koneksikan bag valve sungkup dg benar
• Pasang sungkup menutupi seluruh mulut dan hidung
• Fiksasi BVM dg tehnik “ VE-GRIP”
• Berikan udara inspirasi dengan TV 6 -8 cc/kgBB
• Dada mengembang (Visible Chest Rise), lepaskan
untuk periode ekspirasi,
• Lakukan sampai dada terangkat 10 kali/mnt (2 menit)
2015
Resque Breathing AHA 2015
2015
Update Resque Breathing AHA 2020
Bantuan Nafas Pediatrik
direkomendasikan telah ditingkatkan menjadi 1 napas
setiap 2 hingga 3 detik (20-30 napas per
menit) untuk semua skenario resusitasi pediatrik.
Video
• https://www.youtube.com/watch?v=FqzjmX7gyWw
• https://www.youtube.com/watch?v=qfrkv7Ayfwk
• https://www.youtube.com/watch?v=EWyw-XvaL4c
DAFTAR PUSTAKA
 American Heart Association (AHA). 2020. Highlights of the 2020
american heart association. Guidelines for CPR and ECC
 American Heart Association (AHA). 2020. Kejadian penting
American Heart Association Tahun 2020. Pedoman CPR dan ECC
 Zoominar PPNI. 2020. Muhamad Adam. Update AHA 2020
2. BHD RJP PMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMPGD-compressed.pdf

2. BHD RJP PMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMMPGD-compressed.pdf

  • 1.
  • 2.
    BANTUAN HIDUP DASAR Pelajariteknik penyelamatan jiwa yang krusial untuk situasi darurat medis.
  • 3.
    Apa itu BantuanHidup Dasar?
  • 8.
    Tujuan BHD Mempertahankan Sirkulasi Menjagaaliran darah beroksigen ke otak, jantung, dan organ vital lainnya. Mempertahankan Pernapasan Memastikan jalan napas terbuka dan oksigenasi paru-paru terjadi. Mencegah Kerusakan Otak Meminimalkan risiko kerusakan otak permanen akibat kekurangan oksigen. Meningkatkan Angka Harapan Hidup Membantu korban bertahan hidup hingga bantuan medis profesional tiba.
  • 9.
    Memahami Henti Jantung danResusitasi Jantung Paru Presentasi ini akan membahas konsep henti jantung, etiologi, manifestasi klinis, penatalaksanaan, serta faktor-faktor yang memengaruhi kualitas Resusitasi Jantung Paru (RJP).
  • 10.
  • 11.
    Etiologi Henti Jantung GangguanKelistrikan Jantung Aritmia maligna atau masalah irama Jantung lainnya. Kelainan Reversibel Hipoksia, hipovolemia, hipotermia, tension pneumothorax, tamponade jantung, asidosis. Penyebab Pernapasan Hipoksia akibat gangguan jalan napas (sumbatan, aspirasi), depresi pernapasan, keracunan, kelumpuhan otot pernapasan. Penyebab Sirkulasi Syok hipovolemik (pendarahan), reaksi anafilaksis.
  • 12.
    Manifestasi Klinis Henti Jantung TidakTeraba Nadi Di arteri besar (karotis, radialis, femoralis). Pernapasan Tidak Normal Bahkan jika jalan napas sudah paten. Tidak Berespons Terhadap rangsangan verbal maupun nyeri.
  • 13.
    PEDOMAN CPR DANECC AMERICAN HEART ASSOCIATION 2020
  • 14.
    Bantuan Hidup Dasar& Lanjutan Dewasa Inisiasi CPR Dini Pentingnya CPR dini oleh penyelamat awam ditekankan kembali. Pemberian Epinefrin Pemberian epinefrin dini ditegaskan kembali untuk henti jantung. Umpan Balik CPR Umpan balik audiovisual waktu nyata direkomendasikan untuk kualitas CPR.
  • 15.
    Focus Update BHD2020 Update AHA 2020 terjadi penambahan rantai ke-6 Pemulihan (Recovery)
  • 16.
    Bantuan Hidup Dasar& Lanjutan Pediatri Penyebab henti jantung pada bayi dan anak-anak berbeda dengan individu dewasa. Laju Ventilasi Laju ventilasi berbantu ditingkatkan menjadi 1 napas setiap 2-3 detik. Epinefrin Dini Epinefrin harus diberikan sedini mungkin, idealnya dalam 5 menit. Deteksi Kejang Evaluasi kejang setelah ROSC; status epileptikus harus diobati.
  • 17.
    Bantuan Hidup Neonatal Antisipasi& Persiapan Penyedia harus mengantisipasi dan menyiapkan resusitasi bayi baru lahir. Pengaturan Suhu Pencegahan hipotermia dan kontak kulit ke kulit sangat penting. Akses Vaskular Vena umbilikalis diutamakan; IO jika IV tidak tersedia.
  • 18.
    High Quality Cardio PulmonaryResuscitation CPR AHA 2020
  • 19.
    Tujuan Pembelajaran High-quality CPRuntuk dewasa High-quality CPR untuk anak dan bayi
  • 20.
     Suplai oksigenterhenti Sel-sel otak mengalami kematian Kerusakan Sel IRREVERSIBEL 4-6 menit pertama 6-10 menit setelah suplai O2 terhenti Mati Klinis: Jantung dan Pernapasan Terhenti GOLDEN TIME MELAKUKAN RJP Mati Biologis Mati Klinis
  • 22.
    Langkah-Langkah RJP Berkualitas AnalisaSituasi & Cek Respon Pastikan keamanan, periksa respon korban (verbal/nyeri). Minta Bantuan & Aktifkan EMS Segera panggil bantuan dan aktifkan sistem gawat darurat. Perbaiki Posisi Korban & Penolong Korban terlentang di permukaan keras, penolong berlutut sejajar bahu. Periksa Airway, Breathing, Circulation Pastikan jalan napas bebas, cek pernapasan (look, listen, feel), raba nadi karotis. RJP Berkualitas Kompresi kuat (5 - 6 cm), cepat (100-120x/menit), rekoil sempurna, minimal interupsi, ganti kompresor tiap 2 menit. Jika normal, posisikan pemulihan. Recovery Position
  • 23.
  • 24.
    MEMERIKSA KORBAN DENGANCARA: Memanggil, Menepuk bahu, rangsang nyeri (AVPU) RESPONE
  • 25.
    Tetap bersama korban segera panggil bantuan AktifkanCode Blue Gunakan hand phone untuk panggil bantuan Meminta bantuan, sambil tetap bersama korban sambil memberikan pertolongan SHOUT FOR HELP
  • 26.
    Cek nadi dannapas Raba nadi carotis dan lihat pengembangan dada pasien secara bersamaan selama <10 detik Anak >1 th s/d pubertas Arteri femoralis/ carotis Infant (<1 th) Arteri brakhialis CIRCULATION
  • 27.
    Cek nadi dannapas Raba nadi carotis dan lihat pengembangan dada pasien secara bersamaan selama <10 detik Nadi Ada, Napas Ada Nadi Ada, Napas Tidak Ada Nadi Tidak Ada, Napas Tidak Ada • Recovery position (OHCA) • Tatalaksana ROSC (IHCA) Ventilasi setiap 6 detik atau 10x / menit Segera mulai RJP
  • 28.
    KOMPRESI DADA DEWASA Posisipasien supine di atas permukaan yang keras & datar Posisi penolong berlutut disamping pasien/berdiri disamping tempat tidur pasien Penolong meletakkan tumit telapak tangan pada ½ bagian bawah sternum dengan telapak tangan menumpuk dengan jari ditautkan
  • 29.
    Sistem Kardiovaskular Di dalamPericardium di rongga mediastinum dalam rongga Thorak Tepat di belakang tulang dada (sternum) 2/3 bagian di sebelah kiri Anatomi dan Fisiologi
  • 30.
    Rekomendasi Pedoman AHA2020 COR KEKUATAN LOE KUALITAS Didasarkan pada: •Class of Recommendations (COR) Menggambarkan besarnya manfaat atas risiko •Level of Evidence (LOE) Menggambarkan kepercayaan atau kepastian bukti yang mendukung rekomendasi Sumber: Applying Class of Recommendations and Level of Evidence to Clinical Strategies, Interventions, Treatments, or Diagnostic Testing in Patient Care (Updated May 2019) https://cpr.heart.org/en/resuscitation-science/cpr-and-ecc-guidelines/tables/applying-class-of- recommendation-and-level-of-evidence
  • 31.
    Class of Recommendation (COE) Sumber:Applying Class of Recommendations and Level of Evidence to Clinical Strategies, Interventions, Treatments, or Diagnostic Testing in Patient Care (Updated May 2019)*. https://cpr.heart.org/en/resuscitation- science/cpr-and-ecc- guidelines/tables/applying-class-of- recommendation-and-level-of-
  • 32.
    Sumber: Applying Class ofRecommendations and Level of Evidence to Clinical Strategies, Interventions, Treatments, or Diagnostic Testing in Patient Care (Updated May 2019)* https://cpr.heart.org/en/resuscitation-science/cpr-and-ecc- guidelines/tables/applying-class-of- recommendation-and-level-of- evidence Level of Evidence (LOE)
  • 33.
    ½ bagian bawah sternum Resusitasiharus dilakukan segera Persiapkan pasien pada permukaan yang kokoh dan posisi supinasi
  • 34.
    Kedalaman Kompresi (2-2,4 inchi/5-6cm) Kecepatan Kompresi (100 - 120 x/menit) Memaksimalkan recoil dada saat ventilasi
  • 35.
  • 36.
    FOKUS BHD DEWASA Pentingnya inisiasi CPR dini  Pemberian epinefrin dini.  Umpan balik audiovisual untuk menjaga kualitas CPR  Pengukuran end-tidal CO2 (ETCO2) untuk meningkatkan kualitas CPR.  Akses Intravena (IV) diutamakan selama resusitasi  BHD pada kehamilan berfokus pada resusitasi ibu, dengan persiapan untuk persalinan sesar perimortem dini  Post ROSC (Oksigen, TTM, neuroprognostikasi multimodal dan dukungan kognitif, dan psikososial
  • 37.
    BHD BAYI &ANAK-ANAK
  • 39.
    Kecepatan 100 -120x/menit, Rasio RJP 1 penolong 30 : 2 2 penolong15 : 2 Kedalaman 1/3 diameter AP dada, sekitar 2 inchi (5 cm) Penempatan tangan 2 atau 1 tangan di ½ bagian bawah sternum
  • 40.
    Kompresi Dada padaBayi (Infant) • Kecepatan 100-120 kali/menit. • Rasio RJP 1 Penolong: 30 kompresi : 2 napas. 2 Penolong: 15 kompresi : 2 napas. • Kedalaman 1/3 diameter anterior-posterior dada, 2 inci (4 cm). • Satu Penolong Gunakan 2 jari di bawah garis puting. • Dua Penolong Gunakan 2 jempol di bawah garis puting.
  • 41.
  • 42.
    Fokus RJP Pediatrik:Poin Kunci Bantuan Ventilasi 1 napas setiap 2-3 detik (20-30 kali/menit). Endotracheal Tube (ETT) ETT berbalon dirancang khusus untuk mengurangi kebocoran dan memastikan ventilasi yang efektif. Epinefrin Berikan sedini mungkin (dalam 5 menit sejak henti jantung dengan ritme asistol atau PEA). Manajemen Cairan Pendekatan titrasi cairan (gunakan epinefrin/norepinefrin). ROSC (Return of Spontaneous Circulation) Evaluasi kejang: status epileptikus, konvulsif, kognitif, psikososial. RJP Penyakit Jantung Unit perawatan jantung intensif atau RJP ekstrakorporeal.
  • 43.
    BHD pada HentiJantung disertai KEHAMILAN • Tempatkan penderita hamil lateral kiri, besarnya kehamilan bisa menekan vena cava inferior→ hipotensi → henti nafas dan henti jantung • Lakukan pemindahan uteri ke kiri dgn menggunakan tehnik 2 tangan dan tehnik 1 tangan tergantung posisi tim resusitasi
  • 44.
    BHD pada HentiJantung disertai KEHAMILAN • Jika tehnik memindahkan uteri tidak berhasil tempatkan posisi pasien lateral kiri dgn kemiringan 27° -30° gunakan alas yang keras
  • 45.
  • 46.
    Fraktur iga &sternum Pneumothorax, Regurgitasi lambung Hemothorax, Perdarahan intra abdomen Kontusio paru Laserasi hati dan limpa Emboli lemak
  • 48.
  • 49.
    AIRWAY Basic Manual • HeadTilt – Chin Lift • Jaw – thrust Basic dengan Alat • NPA • OPA Advance Airway • ETT • Tracheostomy Adjuncts Airway • LMA • Combitube EVAKUASI SUMBATAN JALAN NAPAS
  • 50.
  • 51.
    51 • BVM denganreservoir bag • Koneksikan bag valve sungkup dg benar • Pasang sungkup menutupi seluruh mulut dan hidung • Fiksasi BVM dg tehnik “ VE-GRIP” • Berikan udara inspirasi dengan TV 6 -8 cc/kgBB • Dada mengembang (Visible Chest Rise), lepaskan untuk periode ekspirasi, • Lakukan sampai dada terangkat 10 kali/mnt (2 menit)
  • 52.
  • 53.
  • 54.
    Bantuan Nafas Pediatrik direkomendasikantelah ditingkatkan menjadi 1 napas setiap 2 hingga 3 detik (20-30 napas per menit) untuk semua skenario resusitasi pediatrik.
  • 58.
  • 59.
    DAFTAR PUSTAKA  AmericanHeart Association (AHA). 2020. Highlights of the 2020 american heart association. Guidelines for CPR and ECC  American Heart Association (AHA). 2020. Kejadian penting American Heart Association Tahun 2020. Pedoman CPR dan ECC  Zoominar PPNI. 2020. Muhamad Adam. Update AHA 2020