Hadits ini menekankan pentingnya mengonsumsi makanan yang halal dan baik, yang merupakan syarat diterimanya doa dan amal ibadah menurut ajaran Islam. Allah hanya menerima yang thoyyib, yaitu suci dan sempurna, dan ketidakridhoan-Nya berakibat pada tidak diterimanya amalan. Selain itu, terdapat beberapa sebab yang dapat memperbesar kemungkinan terkabulnya doa, termasuk konsumsi makanan halal.