Pengaruh Informasi Akuntansi Terhadap
Perubahan Harga Saham Perusahaan
Pertambangan Go Public di Bursa
Efek Indonesia
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN AKUNTANSI
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN
2015 Sabtu, 06
Juni 2015
Disajikan Oleh
Beny Boy Rianto Nababan
AC 7
13510083
Sabtu, 06
Juni 2015
Bab I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Permintaan investor terhadap suatu saham
dipengaruhi oleh berbagai informasi yang ia miliki salah
satu diantaranya informasi akuntansi yang disajikan dalam
bentuk laporan keuangan, bagi investor dengan adanya
pasar modal memungkinkan investor mempunyai
berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi
mereka. Sabtu, 06
Juni 2015
1.2. Rumusan Masalah
1. Apakah informasi akuntansi berpengaruh terhadap
perubahan harga saham perusahaan pertambangan go
public di Bursa Efek Indonesia?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka
penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui besarnya
kontribusi pengaruh komponen informasi akuntansi dalam
bentuk rasio keuangan yaitu, Earning Per Share (EPS), Debt to
Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV) terhadap
perubahan harga saham perusahaan pertambangan go
public di Bursa Efek Indonesia
Sabtu, 06
Juni 2015
1.4 Manfaat Penelitian
1. Membantu investor perorangan yang menghadapi
seperangkat alat tertentu, dalam memilih surat berharga
yang optimal dan penetapan surat berharga untuk
mendapatkan profitabilitas yang maksimal.
2. Untuk mem-berikan gambaran bagi mereka yang akan
melakukan penelitian lebih lanjut mengenai perusahaan
pertambangan.
Sabtu, 06
Juni 2015
Bab II Landasan Teori dan
Hipotesis
2.1. Landasan Teori
2.1.1 Informasi Akuntansi
Secara umum informasi akuntansi merupakan informasi yang
mencakup proses dan prosedur informasi keuangan organisasi
dengan tujuan untuk pelaporan kepada pihak intern maupun
ekstern perusahaan.
Informasi akuntansi adalah informasi yang dihasilkan dari
proses akuntansi disajikan dalam bentuk laporan keuangan.
Melalui laporan keuangan ini investor dapat mengetahui variabel
yang secara fundamental diperkirakan akan mempengaruhi
pengambilan keputusan yang lebih rasional untuk melakukan
investasi dalam hal ini saham.
Sabtu, 06
Juni 2015
2.1.2. Saham
Secara umum Saham adalah surat
berharga yang menunjukkan kepemilikan
perusahaan sehingga pemegang saham
memiliki hak klaim atas dividen atau distribusi
lain yang dilakukan perusahaan kepada
pemegang saham lainnya.
Sabtu, 06
Juni 2015
Investasi dengan membeli saham suatu perusahaan, berarti
investor telah menginvestasikan dana dengan harapan akan
mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kembali saham
tersebut. Wujud saham adalah selembar kertas yang
menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik
perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut dan porsi
kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang
ditanamkan dalam perusahaan tersebut (Darmadji, 2001:5). Sifat
dasar investasi saham adalah memberikan peran bagi investor
dalam memperoleh laba perusahaan. Setiap pemegang saham
merupakan sebagian pemilik perusahaan, sehingga mereka
berhak atas
sebagian dari laba perusahaan. Namun hak tersebut
terbatas karena pemegang saham berhak atas bagian
penghasilan perusahaan hanya setelah seluruh kewajiban
perusahaan dipenuhi.
Sabtu, 06
Juni 2015
2.1.3. Harga Saham
Saham merupakan tanda penyertaan atau kepemilikan
seseorang dalam suatu perusahaan. Selembar saham adalah
selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas
tersebut adalah pemilik saham (berapapun
porsinya/jumlahnya) dari suatu perusahaan yang menerbitkan
kertas (saham) tersebut. Selembar saham mempunyai nilai
atau harga. Menurut Widoatmodjo (2000:13), harga saham
dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Harga Nominal
Harga nominal merupakan harga yang tercantum dalam
sertifikat saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai
setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya harga
nominal memberikan arti penting karena deviden yang
dibayarkan atas saham biasanya ditetapkan berdasarkan nilai
nominal.
Sabtu, 06
Juni 2015
b. Harga Perdana
Harga perdana merupakan harga pada waktu saham tersebut
dicatat di bursa efek dalam rangka penawaran umum penjualan
saham perdana yang disebut dengan IPO (Initial Public Offering).
Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh
penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan demikian akan
diketahui berapa harga saham emiten itu akan dijual kepada
masyarakat.
c. Harga pasar
Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan
investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut
dicatatkan di bursa efek. Transaksi disini tidak lagi melibatkan
emiten dan penjamin emisi. Harga inilah yang disebut sebagai
harga di pasar sekunder dan merupakan harga yang benar-benar
mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena pada transaksi di
pasar sekunder, kecil sekali terjadi negosiasi harga antara investor
dengan perusahaan penerbit. Harga yang setiap hari diumumkan
di surat kabar atau media lain adalah harga pasar yang tercatat
pada waktu penutupan (closing price) aktivitas di Bursa Efek
Indonesia
Sabtu, 06
Juni 2015
2.2. Penelitian Terdahulu
Sabtu, 06
Juni 2015
2012 Volanda Volanda meneliti pengaruh informasi akuntansi terhadap
perubahan harga saham perusahaan pertambangan go public di
Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunkjukkan bahwa
informasi keuangan (variabel independen) yaitu Earning Per Share
(EPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan
harga saham, Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan
tidak signifikan terhadap perubahan harga saham, Price to Book
Value (PBV) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
perubahan harga saham perusahaan pertambangan go public di
Bursa Efek Indonesia. Sedangkan setelah dilakukan uji ANOVA atau
simultan variabel independen (Earning Per Share, Debt to Equity
Ratio, Price to Book Value) secara bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap perubahan harga saham perusahaan
pertambangan go public di Bursa Efek Indonesia.
2005 Miftah Miftah meneliti pengaruh Dividend Per Share dan Financial
Leverage terhadap Harga Saham studi kasus pada PT. Bank
NISP di BEJ periode 1999-2003. Hasil penelitan menunjukkan
bahwa variabel independen Dividend Per Share dan Financial
Leverage, tidak berpengaruh signifikan baik secara parsial
maupun simultan terhadap variabel dependen yaitu Harga
Saham pada PT. Bank NISP di BEJ periode 1999-2003.
2010 Sugeng Sugeng meneliti analisis pengaruh informasi akuntansi ter
perusahaan manufaktur di bursa efek Indonesia periode 2007-2008.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tidak auto -korelasi antar
variable independen yaitu harga saham perusahaan manufaktur di
BEI periode 2007-2008
2.3. Hubungan antar Variabel
2.3.1. Analisa Rasio Keuangan
Analisis Rasio keuangan merupakan sebuah indeks yang
mnghubungkan dua angka akuntansi dan didapat dengan
membagi satu angka dengan yang lainnya (James dan John,
1997). Analisis rasio keuangan, yang menghubungkan unsur-
unsur neraca dan perhitungan laba rugi satu dengan yang
lainnya, dapat memberikan gambaran tentang sejarah
perusahaan dan penilaian posisinya pada saat ini. Analisis rasio
juga memungkinkan manajer keuangan memperkirakan reaksi
para kreditor dan memberikan pandangan kedalam tentang
bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh.
2.3.2. Pasar modal
Pasar modal dalam menjalankan fungsi ekonomi yaitu
dengan mengalokasikan dana secara efesien dari pihak yang
memiliki dana kepada pihak yang membutuhkan dana,
sedangkan fungsi keuangan dapat ditunjukan oleh adanya
perolehan imbalan bagi pihak yang memberi dana sesuai
dengan karakteristik investasi yang mereka pilih. Pasar modal
menjadi salah satu pilihan bagi investor dalam menyalurkan
dana yang mereka miliki Sabtu, 06
Juni 2015
2.3.3. Earning Per Share (EPS)
Laba per lembar saham akan diikuti secara erat oleh
peserta saham, karena besarnya laba per lembar saham dari
suatu perusahaan merupakan cerminan dari nilai perusahaan.
Menurut IAI dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Nomor 56 menyebutkan “LPS denganhaan ringkas.
dikaitkan dengan saham beredar“. Hal ini perusahaan jika
dikaitkan dengan bagaimana proses dari pendanaan
perusahaan itu menghasilkan laba.
Earning per Share = Laba Bersih Setelah Pajak x 100%
Jumlah Saham yang Beredar
Sabtu, 06
Juni 2015
2.3.4 Debt to Equity Ratio (DER)
Untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan
hutang salah satunya dapat dilihat melalui debt to equity ratio.
Debt to Equity Ratio mencerminkanbesarnya proporsi antara
total debt (total hutang) dengan total shareholder equity (total
modal sendiri). Total debt merupakan total liabilities (baik utang
jangka pendek maupun jangka panjang): sedangkan total
shaareholder’ merupakan total modal sendiri (total modal
saham yang di setor dan laba yang ditahan) yang dimiliki
perusahaan. Menurut Robert Ang (1997) rasio ini menunjukkan
komposisi dari total hutang terhadap total ekuitas. Semakin
tinggi DER menunjukkan komposisi total hutang semakin besar
di banding dengan total modal sendiri, sehingga berdampak
semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar
(kreditur).
Debt to Equity Ratio (DER)= Total Hutang x 100%
Total Ekuitas
Sabtu, 06
Juni 2015
2.3.5. Price Book Value (PBV)
Price Book Value (PBV) merupakan perbandingan antara
harga saham dengan Book Value per Share (BVS). Rasio
digunakan untuk menilai apakah suatu saham undervalue atau
overvalue. Suatu saham disebut undervalue apabila harga
sahamnya dibawah nilai buku perusahaan yang bersangkutan,
sebaiknya dikatakan overvalue apabila harga saham melebihi
nilai buku (Siamat, 2001:226).
Price Book Value (PBV)= Harga Saham x 100%
Book Value per Share
Menurut Subekti dan Surono (2007) Price Book Value (PBV)
merupakan salah satu rasio yang digunakan investor dalam
menilai harga saham tertentu di pasar modal.
Sabtu, 06
Juni 2015
2.4. Kerangka Pemikiran
Sabtu, 06
Juni 2015
Earning per Share
(X1)
Price Book Value
(X3)
Earning per Share
(X2)
Harga Saham
(Y)
2.5. Hipotesis
H1 : Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan
signifikan terhadap perubahan harga saham.
H2 : Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan
signifikan terhadap perubahan harga saham.
H3 : Price Book Value (PBV) berpengaruh positif dan
signifikan terhadap perubahan harga saha
Sabtu, 06
Juni 2015
Bab III Metode Penelitian
Sabtu, 06
Juni 2015
3.1. Objek Penelitian
Perusahaan pertambangan yang menjadi objek penelitian
penelitian merupakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia yang menyajikan laporan keuangan secara lengkap
dan dipublikasikan dalam Indonesian Capital Market Directory
(ICMD) maupun dalam bentuk laporan tahunan (annual report).
3.2. Defenisi Operasional Variabel
3.2.1. Variabel Dependen
Keterangan :
Y = Perubahan harga saham
Ht = Harga saham rata-rata tahun t
Ht-1 = Harga saham rata-rata tahun sebelumnya
3.2.2. Variabel Independen
Variabel independen (bebas) merupakan variabel yang
mempengaruhi variabel lain. Variabel independen yang
digunakan dalam penelitian dinyatakan dengan notasi X,
berikut beberapa variabel yang digunakan sebagai variabel
independen yaitu sebagai berikut :
1) Earning per Share (EPS), sebagai variabel X1 :
Earning per Share = Laba Bersih Setelah Pajak x 100%
Jumlah Saham yang Beredar
2) Debt to Equity Ratio (DER) sebagai variabel X2 :
Debt to Equity Ratio (DER)= Total Hutang x 100%
Total Ekuitas
Sabtu, 06
Juni 2015
3). Price Book Value (PBV) sebagai variabel X3 :
Price Book Value (PBV)= Harga Saham x 100%
Book Value per Share
3.3. Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi merupakan kelompok orang, kejadian atau
peristiwa yang menjadi perhatian para peneliti. Populasi dalam
penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia dengan tahun penelitian dari 2013-1015.
Sampel merupakan bagian dari populasi. Pemilihan sampel
dilakukan melalui metode Purposive Sampling, yaitu pemilihan
sampel berdasarkan kriteria dan sistematika tertentu yang
bertujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif.
Sabtu, 06
Juni 2015
Kriteria-kriteria yang menjadi faktor penentu dalam sampel
pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI) paling tidak akhir 2013-2015.
b. Perusahaan pertambangan yang menerbitkan laporan
keuangan secara lengkap.
c. Perusahaan pertambangan telah terdaftar di Bursa Efek
Indonesia dan tidak mengalami delisting selama periode
penelitian.
d. Perusahaan pertambangan yang memiliki laba positif.
e. Harga saham perusahaan pertambangan tahun 2013-2015.
Sabtu, 06
Juni 2015
3.4. Sumber dan Metode Pengumpulan Data
a. Indonesian Capital Market Directory (ICMD), untuk
mendapatkan data laporan keuangan tahunan
pertambangan dari tahun 2013-2015.
b. Website Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id, untuk
mendapatkan data laporan keuangan tahunan (annual
report) perusahaan pertambangan dari tahun 2007-2010.
Data ini diperoleh dari homepage IDX, untuk mendapatkan
soft copy laporan keuangan dan annual report yang
didapat dari menu issuer, financial report.
c. Bahan literatur lainnya seperti buku dan data dari penelitian
lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
Sabtu, 06
Juni 2015
3.5. Metode Analisis Data
Analisis data dilakukan dengan analisis data kuantitatif
dan analisis data kualitatif. Analisis data kuantitatif merupakan
analisis data yang diukur dalam skala numeric atau angka,
analisis kuantitatif yang dilakukan adalah dengan melakukan
perhitungan Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Price Book
Value. Sedangkan kualitatif yaitu dengan menggunakan
analisis deskriptif, dimana dalam metode ini data yang
diperoleh berupa harga saham, daftar perusahaan yang
terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia.
Sabtu, 06
Juni 2015
Atas Perhatiannya Saya
Ucapkan
TERIMA KASIH Sabtu, 06
Juni 2015

Tugas mpa (slide)

  • 1.
    Pengaruh Informasi AkuntansiTerhadap Perubahan Harga Saham Perusahaan Pertambangan Go Public di Bursa Efek Indonesia FAKULTAS EKONOMI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN 2015 Sabtu, 06 Juni 2015
  • 2.
    Disajikan Oleh Beny BoyRianto Nababan AC 7 13510083 Sabtu, 06 Juni 2015
  • 3.
    Bab I Pendahuluan 1.1.Latar Belakang Permintaan investor terhadap suatu saham dipengaruhi oleh berbagai informasi yang ia miliki salah satu diantaranya informasi akuntansi yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan, bagi investor dengan adanya pasar modal memungkinkan investor mempunyai berbagai pilihan investasi yang sesuai dengan preferensi mereka. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 4.
    1.2. Rumusan Masalah 1.Apakah informasi akuntansi berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan pertambangan go public di Bursa Efek Indonesia? 1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan, maka penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi pengaruh komponen informasi akuntansi dalam bentuk rasio keuangan yaitu, Earning Per Share (EPS), Debt to Equity Ratio (DER), Price to Book Value (PBV) terhadap perubahan harga saham perusahaan pertambangan go public di Bursa Efek Indonesia Sabtu, 06 Juni 2015
  • 5.
    1.4 Manfaat Penelitian 1.Membantu investor perorangan yang menghadapi seperangkat alat tertentu, dalam memilih surat berharga yang optimal dan penetapan surat berharga untuk mendapatkan profitabilitas yang maksimal. 2. Untuk mem-berikan gambaran bagi mereka yang akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai perusahaan pertambangan. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 6.
    Bab II LandasanTeori dan Hipotesis 2.1. Landasan Teori 2.1.1 Informasi Akuntansi Secara umum informasi akuntansi merupakan informasi yang mencakup proses dan prosedur informasi keuangan organisasi dengan tujuan untuk pelaporan kepada pihak intern maupun ekstern perusahaan. Informasi akuntansi adalah informasi yang dihasilkan dari proses akuntansi disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Melalui laporan keuangan ini investor dapat mengetahui variabel yang secara fundamental diperkirakan akan mempengaruhi pengambilan keputusan yang lebih rasional untuk melakukan investasi dalam hal ini saham. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 7.
    2.1.2. Saham Secara umumSaham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan perusahaan sehingga pemegang saham memiliki hak klaim atas dividen atau distribusi lain yang dilakukan perusahaan kepada pemegang saham lainnya. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 8.
    Investasi dengan membelisaham suatu perusahaan, berarti investor telah menginvestasikan dana dengan harapan akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan kembali saham tersebut. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut dan porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan dalam perusahaan tersebut (Darmadji, 2001:5). Sifat dasar investasi saham adalah memberikan peran bagi investor dalam memperoleh laba perusahaan. Setiap pemegang saham merupakan sebagian pemilik perusahaan, sehingga mereka berhak atas sebagian dari laba perusahaan. Namun hak tersebut terbatas karena pemegang saham berhak atas bagian penghasilan perusahaan hanya setelah seluruh kewajiban perusahaan dipenuhi. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 9.
    2.1.3. Harga Saham Sahammerupakan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang dalam suatu perusahaan. Selembar saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik saham (berapapun porsinya/jumlahnya) dari suatu perusahaan yang menerbitkan kertas (saham) tersebut. Selembar saham mempunyai nilai atau harga. Menurut Widoatmodjo (2000:13), harga saham dapat dibedakan sebagai berikut: a. Harga Nominal Harga nominal merupakan harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya harga nominal memberikan arti penting karena deviden yang dibayarkan atas saham biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 10.
    b. Harga Perdana Hargaperdana merupakan harga pada waktu saham tersebut dicatat di bursa efek dalam rangka penawaran umum penjualan saham perdana yang disebut dengan IPO (Initial Public Offering). Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan demikian akan diketahui berapa harga saham emiten itu akan dijual kepada masyarakat. c. Harga pasar Harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa efek. Transaksi disini tidak lagi melibatkan emiten dan penjamin emisi. Harga inilah yang disebut sebagai harga di pasar sekunder dan merupakan harga yang benar-benar mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena pada transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi negosiasi harga antara investor dengan perusahaan penerbit. Harga yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar yang tercatat pada waktu penutupan (closing price) aktivitas di Bursa Efek Indonesia Sabtu, 06 Juni 2015
  • 11.
    2.2. Penelitian Terdahulu Sabtu,06 Juni 2015 2012 Volanda Volanda meneliti pengaruh informasi akuntansi terhadap perubahan harga saham perusahaan pertambangan go public di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunkjukkan bahwa informasi keuangan (variabel independen) yaitu Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan harga saham, Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap perubahan harga saham, Price to Book Value (PBV) berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap perubahan harga saham perusahaan pertambangan go public di Bursa Efek Indonesia. Sedangkan setelah dilakukan uji ANOVA atau simultan variabel independen (Earning Per Share, Debt to Equity Ratio, Price to Book Value) secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham perusahaan pertambangan go public di Bursa Efek Indonesia. 2005 Miftah Miftah meneliti pengaruh Dividend Per Share dan Financial Leverage terhadap Harga Saham studi kasus pada PT. Bank NISP di BEJ periode 1999-2003. Hasil penelitan menunjukkan bahwa variabel independen Dividend Per Share dan Financial Leverage, tidak berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap variabel dependen yaitu Harga Saham pada PT. Bank NISP di BEJ periode 1999-2003. 2010 Sugeng Sugeng meneliti analisis pengaruh informasi akuntansi ter perusahaan manufaktur di bursa efek Indonesia periode 2007-2008. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tidak auto -korelasi antar variable independen yaitu harga saham perusahaan manufaktur di BEI periode 2007-2008
  • 12.
    2.3. Hubungan antarVariabel 2.3.1. Analisa Rasio Keuangan Analisis Rasio keuangan merupakan sebuah indeks yang mnghubungkan dua angka akuntansi dan didapat dengan membagi satu angka dengan yang lainnya (James dan John, 1997). Analisis rasio keuangan, yang menghubungkan unsur- unsur neraca dan perhitungan laba rugi satu dengan yang lainnya, dapat memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan dan penilaian posisinya pada saat ini. Analisis rasio juga memungkinkan manajer keuangan memperkirakan reaksi para kreditor dan memberikan pandangan kedalam tentang bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh. 2.3.2. Pasar modal Pasar modal dalam menjalankan fungsi ekonomi yaitu dengan mengalokasikan dana secara efesien dari pihak yang memiliki dana kepada pihak yang membutuhkan dana, sedangkan fungsi keuangan dapat ditunjukan oleh adanya perolehan imbalan bagi pihak yang memberi dana sesuai dengan karakteristik investasi yang mereka pilih. Pasar modal menjadi salah satu pilihan bagi investor dalam menyalurkan dana yang mereka miliki Sabtu, 06 Juni 2015
  • 13.
    2.3.3. Earning PerShare (EPS) Laba per lembar saham akan diikuti secara erat oleh peserta saham, karena besarnya laba per lembar saham dari suatu perusahaan merupakan cerminan dari nilai perusahaan. Menurut IAI dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 56 menyebutkan “LPS denganhaan ringkas. dikaitkan dengan saham beredar“. Hal ini perusahaan jika dikaitkan dengan bagaimana proses dari pendanaan perusahaan itu menghasilkan laba. Earning per Share = Laba Bersih Setelah Pajak x 100% Jumlah Saham yang Beredar Sabtu, 06 Juni 2015
  • 14.
    2.3.4 Debt toEquity Ratio (DER) Untuk mengukur sejauh mana perusahaan dibiayai dengan hutang salah satunya dapat dilihat melalui debt to equity ratio. Debt to Equity Ratio mencerminkanbesarnya proporsi antara total debt (total hutang) dengan total shareholder equity (total modal sendiri). Total debt merupakan total liabilities (baik utang jangka pendek maupun jangka panjang): sedangkan total shaareholder’ merupakan total modal sendiri (total modal saham yang di setor dan laba yang ditahan) yang dimiliki perusahaan. Menurut Robert Ang (1997) rasio ini menunjukkan komposisi dari total hutang terhadap total ekuitas. Semakin tinggi DER menunjukkan komposisi total hutang semakin besar di banding dengan total modal sendiri, sehingga berdampak semakin besar beban perusahaan terhadap pihak luar (kreditur). Debt to Equity Ratio (DER)= Total Hutang x 100% Total Ekuitas Sabtu, 06 Juni 2015
  • 15.
    2.3.5. Price BookValue (PBV) Price Book Value (PBV) merupakan perbandingan antara harga saham dengan Book Value per Share (BVS). Rasio digunakan untuk menilai apakah suatu saham undervalue atau overvalue. Suatu saham disebut undervalue apabila harga sahamnya dibawah nilai buku perusahaan yang bersangkutan, sebaiknya dikatakan overvalue apabila harga saham melebihi nilai buku (Siamat, 2001:226). Price Book Value (PBV)= Harga Saham x 100% Book Value per Share Menurut Subekti dan Surono (2007) Price Book Value (PBV) merupakan salah satu rasio yang digunakan investor dalam menilai harga saham tertentu di pasar modal. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 16.
    2.4. Kerangka Pemikiran Sabtu,06 Juni 2015 Earning per Share (X1) Price Book Value (X3) Earning per Share (X2) Harga Saham (Y)
  • 17.
    2.5. Hipotesis H1 :Earning Per Share (EPS) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan harga saham. H2 : Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perubahan harga saham. H3 : Price Book Value (PBV) berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan harga saha Sabtu, 06 Juni 2015
  • 18.
    Bab III MetodePenelitian Sabtu, 06 Juni 2015 3.1. Objek Penelitian Perusahaan pertambangan yang menjadi objek penelitian penelitian merupakan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang menyajikan laporan keuangan secara lengkap dan dipublikasikan dalam Indonesian Capital Market Directory (ICMD) maupun dalam bentuk laporan tahunan (annual report). 3.2. Defenisi Operasional Variabel 3.2.1. Variabel Dependen Keterangan : Y = Perubahan harga saham Ht = Harga saham rata-rata tahun t Ht-1 = Harga saham rata-rata tahun sebelumnya
  • 19.
    3.2.2. Variabel Independen Variabelindependen (bebas) merupakan variabel yang mempengaruhi variabel lain. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian dinyatakan dengan notasi X, berikut beberapa variabel yang digunakan sebagai variabel independen yaitu sebagai berikut : 1) Earning per Share (EPS), sebagai variabel X1 : Earning per Share = Laba Bersih Setelah Pajak x 100% Jumlah Saham yang Beredar 2) Debt to Equity Ratio (DER) sebagai variabel X2 : Debt to Equity Ratio (DER)= Total Hutang x 100% Total Ekuitas Sabtu, 06 Juni 2015
  • 20.
    3). Price BookValue (PBV) sebagai variabel X3 : Price Book Value (PBV)= Harga Saham x 100% Book Value per Share 3.3. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi merupakan kelompok orang, kejadian atau peristiwa yang menjadi perhatian para peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan tahun penelitian dari 2013-1015. Sampel merupakan bagian dari populasi. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria dan sistematika tertentu yang bertujuan untuk mendapatkan sampel yang representatif. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 21.
    Kriteria-kriteria yang menjadifaktor penentu dalam sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) paling tidak akhir 2013-2015. b. Perusahaan pertambangan yang menerbitkan laporan keuangan secara lengkap. c. Perusahaan pertambangan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan tidak mengalami delisting selama periode penelitian. d. Perusahaan pertambangan yang memiliki laba positif. e. Harga saham perusahaan pertambangan tahun 2013-2015. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 22.
    3.4. Sumber danMetode Pengumpulan Data a. Indonesian Capital Market Directory (ICMD), untuk mendapatkan data laporan keuangan tahunan pertambangan dari tahun 2013-2015. b. Website Bursa Efek Indonesia yaitu www.idx.co.id, untuk mendapatkan data laporan keuangan tahunan (annual report) perusahaan pertambangan dari tahun 2007-2010. Data ini diperoleh dari homepage IDX, untuk mendapatkan soft copy laporan keuangan dan annual report yang didapat dari menu issuer, financial report. c. Bahan literatur lainnya seperti buku dan data dari penelitian lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 23.
    3.5. Metode AnalisisData Analisis data dilakukan dengan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Analisis data kuantitatif merupakan analisis data yang diukur dalam skala numeric atau angka, analisis kuantitatif yang dilakukan adalah dengan melakukan perhitungan Earning per Share, Debt to Equity Ratio, Price Book Value. Sedangkan kualitatif yaitu dengan menggunakan analisis deskriptif, dimana dalam metode ini data yang diperoleh berupa harga saham, daftar perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia. Sabtu, 06 Juni 2015
  • 24.
    Atas Perhatiannya Saya Ucapkan TERIMAKASIH Sabtu, 06 Juni 2015