ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts
Anarkisme
Epistemologi
Pendahuluan
Anarkisme epistemologis dan pluralisme metodologis
menawarkan cara berpikir yang inklusif.
Definisi
• Bahas Yunani = ‘Theory of Knowledge’
Episteme=
pengetahuan
+ Logos= ilmu
TEORI
PENGETAHUA
N
• Epistemologi merupakan bagian atau cabang filsafat yang
memperlajari dan membahas tentang terjadinya:
– Terjadinya pengetahuan
– Sumber pengetahuan
– Asal mula pengetahuan
– Batasan pengetahuan
– Sifat pengetahuan
– Metode pengetahuan
– Kebenaran pengetahuan
• Menekankan pentingnya
keberagaman perspektif
dalam proses belajar
mengajar.
Tujuan
• Objek formal studi
filsafat adalah hakikat
atau asal –usul yang
melampau
(metafisika,
kenyataan tampak (f
Manfaat
PERTANYAAN ILMU PENGETAHUAN
Ilmu merupakan kegiatan akal budi untuk menjelaskan kenyataan empiris
secara spesifik menurut tiga kriteria utama:
• mau dikatakan bahwa apa yang diklaim oleh suatu ilmu sebagai kebenaran
dapat diterima karena masuk akal, yakni logis, kritis, dan terbuka untuk
perbaikan. Jadi, apa yang rasional tidak kebal kritik.
Rasional
• Berhubungan dengan istilah “metodis”, dikatakan bahwa cara kerja suatu ilmu
harus mengikuti suatu prosedur yang diikuti dengan baik mengantar si ilmuwan
sampai pada suatu kesimpulan atau klaim, yang secara argumentatif bisa
dibuktikan.
Metodis
• Mengikuti sebuah prosedur secara konsisten dapat membantu penelitian untuk
melihat semua aspek secara komprehensif dan menganalisis satu demi satu
untuk memperoleh simpulan yang bersifat menyeluruh dari objek penelitian.
Sistematis
PERTANYAAN FILSAFAT VS PERTANYAAN
ILMU PENGETAHUAN
Apa itu?
Darimana?
Ke mana?
Apa sebabnya?
Bagaimana?
KEKHASAN METODE FILSAFAT
1.
• Filsafat sebagian besar dihubungkan dengan pertanyaan-pertanyaan
yang belum pernah bisa dijawab secara memuaskan dengan satu
cara yang sistematis.
2.
• Pertanyaan-pertanyaan filsafat cenderung mengenai apa yang
dinamakan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan
fenomena-fenomena dalam garis besar (framework questions)
daripada pertanyaan-pertanyaan yang spesifik mengenai kenyataan.
3.
• Pertanyaan-pertanyaan filsafat secara khusus berhubunagn dengan
masalah konseptual, yakni pemahaman kita dan hubungan antara
pemahaman tentang realitas dan realitas itu sendiri.
RUNTUHNYA PANDANGAN METAFISIS
DALAM ILMU PENGETAHUAN
• Perubahan paradigma metafisika kepada ilmu
pengetahuan empiris mencapai puncaknya
dalam abad XVII dan ditandai oleh
transformasi sosial yang dahsyat (great
transformation) dalam bidang sosial ekonomi
karena proses industrialisasi yang didasarkan
pada logika dan matematika.
Pertentangan antara metafisika dan ilmu pengetahuan empiris
mewarnai percaturan ilmiah dalam abad XX-XXI khususnya
ketika orang berbicara mengenai nilai dan fakta:
Apakah ada hubungan
antara keduannya atau
nilai sama sekali bersifat
subjektif dan tidak
berhubungan dengan
fakta sebagai kenyataan
objektif?
1.
Bagaimana menjelaskan
pentingnya fakta sebagai
kebenaran objektif tanpa
melihat atau bagaimana
memahami sebuah nilai
tanpa mengaitkan
dengan sebuah
pengalaman empiris?
2.
PERLUNYA ILMU PENGETAHUAN
• Iptek mendefinisikan kebenaran secara teknis
dalam sebuah prosedur metodologis, yang
dalam positivisme logis disebut “verifikasi”,
yakni pembenaran klaim ilmiah menurut apa
yang benar-benar dialami secara empiris
sehingga dapat diterangkan dengan logika
formal dan hasilnya dapat dihitung secara
matematis sebagai sebuah nilai kebenaran.
PERLUNYA FILSAFAT
ILMU PENGETAHUAN
• Kehadiran filsafat ilmu pengetahuan merupakan
rintisan terobosan manusia sebagai makhluk rasional
untuk menjembatani kedigdayaan iptek sebagai
tulang punggung modernisasi yang mengancam
identitas budaya.
• Melalui filsafat ilmu pengetahuan, perbedaan dan
kaitan jenis-jenis ilmu pengetahuan dan teknologi
serta ideologi, filsafat, dan agama dapat dijelaskan
sedemikian rupa.
• Konsep kebenaran ilmiah dalam klaim positivisme
logis diterobos dan diangkat kepada nilai kebenaran
yang melampaui bahasa logika formal dan kalkulasi
matematis.
• Dalam klaim baru mengenai kebenaran komunikatif,
terobosan filsafat ilmu pengetahuan adalah
mengaitkan iptek dengan kepentingan manusia
berdimensi tiga, yakni kepentingan teknis dalam ilmu
alam, kepentingan praktis dalam ilmu-ilmu
humaniora, dan kepentingan emansipatoris dalam
ilmu-ilmu sosial kritis.
REVOLUSI ILMU
PENGETAHUAN ABAD XVII DAN DAMPAKNYA
TERHADAP FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
• Revolusi menurut KBBI berarti perubahan yang cukup
mendasar dalam suatu bidang.
• Dengan arti leksikal tersebut, kita belum mengetahui apa yang
sesungguhnya terjadi dengan ilmu pengetahuan.
• Apakah ilmu pengetahuan adalah bidang yang berdiri sendiri
atau terkait unsur kebudayaan?
• Apabila terjadi revolusi, apakah perubahan itu berdiri sendiri
atau berdampat pada unsur kebudayaan?
• Apabila ilmu pengetahuan dipahami sebagai salah
satu unsur struktural kebudayaan, maka revolusi
ilmu pengetahuan sudah menyiratkan dua ciri yang
selalu menyertai pembicaraan kebudayaan sebagi
perubahan dan perkembangan.
• Perubahan menunjukkan ciri diskontinuitas
kebudayaan (yang lama hilang) dan ciri kontinuitas
kebudayaan, yakni perkembangan atau
penyempurnaan apa yang telah ada.
Ciri-ciri Pokok Revolusi Ilmiah dan
Dampaknya:
• Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh tidak mencukupinya
alasan rasional bagi teori lama untuk menjelaskan realitas dunia
1. Anomali
• Adanya prediksi yang menandai peralihan metode deduktif
kepada metode induktif sekaligus mengkritik kelemahan
induktifisme.
2. Conjecture
• Adanyapemikiran historitas sebagai kritik terhadap metode
empiris yang menekankan hanya kebenaran yang diperoleh
secara induktif atas pengalaman sebagai anarkisme metodologis.
3. Historitas
THANK YOU……

tugas anarkisme final draft untuk k .pptx

  • 1.
    ALLPPT.com _ FreePowerPoint Templates, Diagrams and Charts Anarkisme Epistemologi
  • 2.
    Pendahuluan Anarkisme epistemologis danpluralisme metodologis menawarkan cara berpikir yang inklusif.
  • 3.
    Definisi • Bahas Yunani= ‘Theory of Knowledge’ Episteme= pengetahuan + Logos= ilmu TEORI PENGETAHUA N
  • 4.
    • Epistemologi merupakanbagian atau cabang filsafat yang memperlajari dan membahas tentang terjadinya: – Terjadinya pengetahuan – Sumber pengetahuan – Asal mula pengetahuan – Batasan pengetahuan – Sifat pengetahuan – Metode pengetahuan – Kebenaran pengetahuan
  • 5.
    • Menekankan pentingnya keberagamanperspektif dalam proses belajar mengajar. Tujuan • Objek formal studi filsafat adalah hakikat atau asal –usul yang melampau (metafisika, kenyataan tampak (f Manfaat
  • 6.
    PERTANYAAN ILMU PENGETAHUAN Ilmumerupakan kegiatan akal budi untuk menjelaskan kenyataan empiris secara spesifik menurut tiga kriteria utama: • mau dikatakan bahwa apa yang diklaim oleh suatu ilmu sebagai kebenaran dapat diterima karena masuk akal, yakni logis, kritis, dan terbuka untuk perbaikan. Jadi, apa yang rasional tidak kebal kritik. Rasional • Berhubungan dengan istilah “metodis”, dikatakan bahwa cara kerja suatu ilmu harus mengikuti suatu prosedur yang diikuti dengan baik mengantar si ilmuwan sampai pada suatu kesimpulan atau klaim, yang secara argumentatif bisa dibuktikan. Metodis • Mengikuti sebuah prosedur secara konsisten dapat membantu penelitian untuk melihat semua aspek secara komprehensif dan menganalisis satu demi satu untuk memperoleh simpulan yang bersifat menyeluruh dari objek penelitian. Sistematis
  • 7.
    PERTANYAAN FILSAFAT VSPERTANYAAN ILMU PENGETAHUAN Apa itu? Darimana? Ke mana? Apa sebabnya? Bagaimana?
  • 8.
    KEKHASAN METODE FILSAFAT 1. •Filsafat sebagian besar dihubungkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang belum pernah bisa dijawab secara memuaskan dengan satu cara yang sistematis. 2. • Pertanyaan-pertanyaan filsafat cenderung mengenai apa yang dinamakan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan fenomena-fenomena dalam garis besar (framework questions) daripada pertanyaan-pertanyaan yang spesifik mengenai kenyataan. 3. • Pertanyaan-pertanyaan filsafat secara khusus berhubunagn dengan masalah konseptual, yakni pemahaman kita dan hubungan antara pemahaman tentang realitas dan realitas itu sendiri.
  • 9.
    RUNTUHNYA PANDANGAN METAFISIS DALAMILMU PENGETAHUAN • Perubahan paradigma metafisika kepada ilmu pengetahuan empiris mencapai puncaknya dalam abad XVII dan ditandai oleh transformasi sosial yang dahsyat (great transformation) dalam bidang sosial ekonomi karena proses industrialisasi yang didasarkan pada logika dan matematika.
  • 10.
    Pertentangan antara metafisikadan ilmu pengetahuan empiris mewarnai percaturan ilmiah dalam abad XX-XXI khususnya ketika orang berbicara mengenai nilai dan fakta: Apakah ada hubungan antara keduannya atau nilai sama sekali bersifat subjektif dan tidak berhubungan dengan fakta sebagai kenyataan objektif? 1. Bagaimana menjelaskan pentingnya fakta sebagai kebenaran objektif tanpa melihat atau bagaimana memahami sebuah nilai tanpa mengaitkan dengan sebuah pengalaman empiris? 2.
  • 11.
    PERLUNYA ILMU PENGETAHUAN •Iptek mendefinisikan kebenaran secara teknis dalam sebuah prosedur metodologis, yang dalam positivisme logis disebut “verifikasi”, yakni pembenaran klaim ilmiah menurut apa yang benar-benar dialami secara empiris sehingga dapat diterangkan dengan logika formal dan hasilnya dapat dihitung secara matematis sebagai sebuah nilai kebenaran.
  • 12.
    PERLUNYA FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN •Kehadiran filsafat ilmu pengetahuan merupakan rintisan terobosan manusia sebagai makhluk rasional untuk menjembatani kedigdayaan iptek sebagai tulang punggung modernisasi yang mengancam identitas budaya. • Melalui filsafat ilmu pengetahuan, perbedaan dan kaitan jenis-jenis ilmu pengetahuan dan teknologi serta ideologi, filsafat, dan agama dapat dijelaskan sedemikian rupa.
  • 13.
    • Konsep kebenaranilmiah dalam klaim positivisme logis diterobos dan diangkat kepada nilai kebenaran yang melampaui bahasa logika formal dan kalkulasi matematis. • Dalam klaim baru mengenai kebenaran komunikatif, terobosan filsafat ilmu pengetahuan adalah mengaitkan iptek dengan kepentingan manusia berdimensi tiga, yakni kepentingan teknis dalam ilmu alam, kepentingan praktis dalam ilmu-ilmu humaniora, dan kepentingan emansipatoris dalam ilmu-ilmu sosial kritis.
  • 14.
    REVOLUSI ILMU PENGETAHUAN ABADXVII DAN DAMPAKNYA TERHADAP FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN • Revolusi menurut KBBI berarti perubahan yang cukup mendasar dalam suatu bidang. • Dengan arti leksikal tersebut, kita belum mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi dengan ilmu pengetahuan. • Apakah ilmu pengetahuan adalah bidang yang berdiri sendiri atau terkait unsur kebudayaan? • Apabila terjadi revolusi, apakah perubahan itu berdiri sendiri atau berdampat pada unsur kebudayaan?
  • 15.
    • Apabila ilmupengetahuan dipahami sebagai salah satu unsur struktural kebudayaan, maka revolusi ilmu pengetahuan sudah menyiratkan dua ciri yang selalu menyertai pembicaraan kebudayaan sebagi perubahan dan perkembangan. • Perubahan menunjukkan ciri diskontinuitas kebudayaan (yang lama hilang) dan ciri kontinuitas kebudayaan, yakni perkembangan atau penyempurnaan apa yang telah ada.
  • 16.
    Ciri-ciri Pokok RevolusiIlmiah dan Dampaknya: • Ketidakpastian yang ditimbulkan oleh tidak mencukupinya alasan rasional bagi teori lama untuk menjelaskan realitas dunia 1. Anomali • Adanya prediksi yang menandai peralihan metode deduktif kepada metode induktif sekaligus mengkritik kelemahan induktifisme. 2. Conjecture • Adanyapemikiran historitas sebagai kritik terhadap metode empiris yang menekankan hanya kebenaran yang diperoleh secara induktif atas pengalaman sebagai anarkisme metodologis. 3. Historitas
  • 17.

Editor's Notes

  • #2 Dalam dunia pengetahuan, banyak teori dan pendekatan yang bersaing. Anarkisme epistemologis dan pluralisme metodologis menawarkan cara berpikir yang inklusif.Presentasi ini akan mengeksplorasi kedua konsep ini dan bagaimana mereka dapat diterapkan dalam penelitian dan pendidikan.
  • #3 epistemologi merupakan cabang filsafat ilmu yang mengkaji dan membahas mengenai hakikat ilmu atau ilmu tentang pengetahuan (pengetahuan ilmiah). kata epistemologi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring didefinisikan sebagai cabang ilmu filsafat tentang dasar dan batas pengetahuan.