KONSEP MODEL KESEHATAN CALISTA ROY
“ADAPTASI”
LATAR BELAKANG CALISTA ROY
 Sister Calista Roy di lahirkan di Los Angels, 14 Oktober 1939. Roy merupakan anak
ke-2 dari keluaraga Fabien Roy.
 Roy menerima Bachelor of Art Nursing pada tahun 1963 dari Mount Saint Marys
College dan Magister Saint in Pediatric Nursing pada tahun 1966 di University of
California Los Angele
 SIster Calista Roy adalah seorang suster dari Saint Joseph of Carondelet.
Roy memulai pekerjaa dengan teori adaptasi keperawatan pada tahun 1964 ketika dia
lulus dari University of California Los Angeles.
 Ketika Roy bekerja sebagai perawat anak, dia melihat perubahan besar pada anak
dan mampu beradaptasi dalam respon yang besar terhadap perubahan fisik dan
psikologis.
Dalam Sebuah seminar dengan Dorrothy E. Johnson, Roy tertantang untuk
mengembangkan sebuah model konsep keperawatan.
Konsep adaptasi mempengaruhi Roy dalam kerangka konsepnya yang sesuai dengan
keperawatan.
Roy menambahkan kerja adaptasi dari Helsen (1964) seorang ahli fisiologis – psikologis.
Roy mengkombinasikan teori adaptasi Helson dengan definisi dan pandangan terhadap
manusia sebagai sistem yang adaptif.
Selain konsep-konsep tersebut, Roy juga mengadaptasi nilai “ Humanisme” dalam model
konseptualnya berasal dari konsep A.H. Maslow untuk menggali keyakinan dan nilai dari
manusia.
Menurut Roy humanisme dalam keperawatan adalah keyakinan, terhadap kemampuan
koping manusia dapat meningkatkan derajat kesehatan.
Sebagai model yang berkembang, Roy menggambarkan kerja dari ahli-ahli lain dari
ahli-ahli lain di area adaptasi seperti Dohrenwend (1961), Lazarus (1966), Mechanic (
1970) dan Selye (1978).
Setelah beberapa tahun, model ini berkembang menjadi sebagai suatu kerangka kerja
pendidikan keperawatan, praktek keperawatan dan penelitian
Tahun 1970, model adaptasi keperawatan diimplementasikan sebagai dasar kurikulum
sarjana muda keperawatan di Mount Saint Mary’s College.
Perkembangan model adaptasi keperawatan dipengaruhi oleh latar belakang Roy dan
profesionalismenya.
 Roy memiliki delapan falsafah yang kemudian dibagi menjadi dua yaitu
empat berdasarkan falsafah humanisme dan empat yang lainnya
berdasarkan falsafah veritivity.
Falsafah humanisme / kemanusiaan
Berarti bahwa manusia itu memiliki rasa ingin tahu dan menghargai, jadi
seorang individu akan memiliki rasa saling berbagi dengan sesama dalam
kemampuannya memecahkan suatu persoalan atau untuk mencari solusi,
bertingkah laku untuk mencapai tujuan tertentu, memiliki holism intrinsik
dan selalu berjuang untuk mempertahankan integritas agar senantiasa
bisa berhubungan dengan orang lain.
PENGERTIAN MODAL DAN KONSEP KEPERAWATAN
• Model sering disamaartikan dengan contoh, menyerupai, yaitu merupakan pernyataan
simbolik tentang fenomena
• Model keperawatan adalah jenis model konseptual yang menerapkan kerangka kerja
konseptual terhadap pemahaman keperawatan dan bimbingan praktik keperawatan.
• Konsep merupakan suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat
diorganisir menjadi simbol-simbol yang nyata
• Konsep keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual
atau model keperawatan
• Model konsep keperawatan sendiri merupakan cara pandang secara menyeluruh
perawat dalam menganalisa atau meramalkan fenomena yang berkaitan dengan
masalah pelayanan keperawatan.
• Model keperawatan tersebut memberikan petunjuk bagi organisasi perawat untuk
mendapatkan informasi sehingga perawat cepat tanggap terhadap apa yang sedang
terjadi dan tindakan apa yang paling sesuai
TEORI CALISTA ROY
• Model konsep adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969).
• Asumsi dasar model adaptasi Roy adalah :
1. Manusia adalah keseluruhan dari biopsikologi dan sosial yang terus-menerus berinteraksi
dengan lingkungan.
2. Manusia menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahanperubahan
biopsikososial.
3. Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi.
Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif maupun
negatif.
4. Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, jika seseorang
dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk
menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif.
5. Sehat dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan
manusia.
• Ada empat elemen penting dalam model adaptasi keperawatan, yakni keperawatan,
tenaga kesehatan, lingkungan, dan sehat
1. ELEMEN KEPERAWATAN
Keperawatan adalah suatu disiplin ilmu dan ilmu tersebut menjadi landasan dalam
melaksanakan praktik keperawatan (Roy, 1983).
Roy berpendapat bahwa keperawatan sebagai ilmu dan praktik berperan dalam
meningkatkan adaptasi individu dan kelompok terhadap kesehatan sehingga sikap yang
muncul semakin positif.
Keperawatan memberi perbaikan pada manusia sebagai sutu kesatuan yang utuh untuk
beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada lingkungan dan berespons terhadap
stimulus internal yang mempengaruhi adaptasi.
Tujuan keperawatan adalah meningkatkan interaksi individu dengan lingkungan, sehingga
adaptasi dalam setiap aspek semakin meningkat.Komponen-komponen adaptas
2. ELEMEN MANUSIA
• Manusia merupakan bagian dari sistem adaptasi, yaitu suatu kumpulan unit yang
saling berhubungan mempunyai masukan, proses kontrol, keluaran dan umpan balik
(Roy, 1986
• Manusia dilihat dari sistem kehidupan yang terbuka, adaptif, melakukan pertukaran
energi dengan zat/benda dan lingkungan.
• Manusia sebagai masukan dalam sistem adaptif, terdiri dari lingkungan eksternal dan
internal. Proses kontrol manusia adalah mekanisme koping yakni sistem regulator dan
kognator. Keluaran dari sistem ini dapat berupa respons adaptif atau respons tidak
efektif
3. ELEMEN LINGKUNGAN
• Lingkungan didefenisikan sebagai semua kondisi, keadaan, dan faktor lain
yang mempengaruhi perkembangan dan perilaku individu atau kelompok
• Roy mendefinisikan lingkungan sebagai semua kondisi yang berasal dari
internal dan eksternal,yang mempengaruhi dan berakibat terhadap
perkembangan dari perilaku seseorang dan kelompok
• Dengan pemahaman yang baik tentang lingkungan akan membantu perawat
dalam meningkatkan adaptasi dalam merubah dan mengurangi resiko akibat
dari lingkungan sekitar.
4. ELEMEN SEHAT
• Kesehatan didefinisikan sebagai keadaan yang muncul atau proses yang terjadi pada
makhluk hidup dan terintegrasi dalam individu seutuhnya (Roy, 1984).
• Roy menekankan bahwa sehat merupakan suatu keadaan dan proses dalam upaya
dan menjadikan dirinya terintegrasi secara keseluruhan, fisik, mental dan social.
• Integritas adaptasi individu dimanifestasikan oleh kemampuan individu untuk
memenuhi tujuan mempertahankan pertumbuhan dan reproduksi.
SISTEM ADAPTASI CALISTA ROY
• System adalah Suatu kesatuan yang di hubungkan karena
fungsinya sebagai kesatuan untuk beberapa tujuan dan
adanya saling ketergantungan dari setiap bagian-
bagiannya.
• Menurut Roy manusia adalah sebuah sistem adaptif,
sebagai sistem yang adaptif manusia digambarkan secara
holistic sebagai satu kesatuan yang memiliki input, control,
output dan proses umpan balik.
BAGAN KONSEP MODEL ADAPTASI CALISTA ROY
INPUT
1. Stimulus fokal yaitu stimulus yang langsung berhadapan dengan seseorang,
efeknya segera, misalnya: infeksi .
2. Stimulus kontekstual yaitu semua stimulus lain yang dialami seseorang baik
internal maupun eksternal yang mempengaruhi situasi dan dapat diobservasi, diukur
dan secara subyektif dilaporkan. Rangsangan ini muncul secara bersamaan dimana
dapat menimbulkan respon negatif pada stimulus fokal. Seperti: anemia, isolasi
social.
3. Stimulus residual yaitu ciri-ciri tambahan yang ada dan relevan dengan situasi
yang ada tetapi sukar untuk diobservasi meliputi kepercayan, sikap, sifat individu
berkembang sesuai pengalaman yang lalu, hal ini memberi proses belajar untuk
toleransi. Misalnya : pengalaman nyeri pada pinggang ada yang toleransi tetapi ada
yang tidak.
CONTROL
1. Subsistem regulator mempunyai komponen-komponen : input-proses dan output.
Input stimulus berupa internal atau eksternal. Transmiter regulator sistem adalah
kimia, neural atau endokrin. Refleks otonom adalah respon neural dan brain sistem
dan spinal cord yang diteruskan sebagai perilaku output dari regulator sistem.
2. Subsistem kognator Kognator kontrol proses berhubungan dengan fungsi otak
dalam memproses informasi, penilaian dan emosi
Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan adalah proses internal yang
berhubungan dengan penilaian atau analisa.
Emosi adalah proses pertahanan untuk mencari keringanan, mempergunakan
penilaian dan kasih sayang
EFEKTOR
 System adaptasi memiliki empat mode adaptasi diantaranya :
1. Fungsi fisiologis, komponen system adaptasi ini yang adaptasi fisiologis
diantaranya oksigenasi, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, integritas kulit,
indera, cairan dan elektrolit, fungsi neurologis dan fungsi endokrin.
2. Konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang mengenal pola-pola
interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain.
3. Fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang berhubungan dengan
bagaimana peran seseorang dalam mengenal pola-pola interaksi social dalam
berhubungan dengan orang lain
4. Interdependent merupakan kemampuan seseorang mengenal pola-pola tentang
kasih sayang, cinta yang dilakukan melalui hubungan secara interpersonal pada
tingkat individu maupun kelompok.
OUTPUT
• Output dari suatu sistem adalah perilaku yang dapt di amati, diukur atau secara
subyektif dapat dilaporkan baik berasal dari dalam maupun dari luar . Perilaku ini
merupakan umpan balik untuk sistem.
• Roy mengkategorikan output sistem sebagai respon yang adaptif atau respon yang
tidak mal-adaptif.
• Respon yang adaptif dapat meningkatkan integritas seseorang yang secara
keseluruhan dapat terlihat bila seseorang tersebut mampu melaksanakan tujuan yang
berkenaan dengan kelangsungan hidup, perkembangan, reproduksi dan keunggulan.
• Sedangkan respon yang mal adaptif perilaku yang tidak mendukung tujuan ini.
• Model adaptasi Roy memberikan petunjuk untuk perawat dalam mengembangkan
proses keperawatan.
1. Pengkajian tahap pertama (perilaku) : fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan
ketergantungan
2. Pengkajian tahap kedua ( stimulus ): genetic,jenis kelamin, tahap perkembangan, obat-
obatan, alcohol, merokok, konsep diri, fungsi peran, ketergantungan, pola interaksi social;
mekanisme koping dan gaya, strea fisik dan emosi; budaya;dan lingkungan fisik
3. Penentuan Diagnosa Keperawatan
4. Penentuan Tujuan
5. Intervensi
6. Evaluasi
KELEBIHAN MODEL ADAPTASI
• Kelebihan dari teori dan model konseptualnya adalah terletak pada teori praktek dan
model adaptasi yang dikemukakan oleh Roy perawat bisa mengkaji respon perilaku
pasien terhadap stimulus yaitu mode fungsi fisiologis, konsep diri, mode fungsi peran
dan mode interdependensi.
• Dengan penerapan dari teory adaptasi Roy perawat sebagai pemberi asuhan
keperawatan dapat mengetahui dan lebih memahami individu, tentang hal-hal yang
menyebabkan stress pada individu, proses mekanisme koping dan effektor sebagai
upaya individu untuk mengatasi stress.
KELEMAHAN MODEL ADAPTASI
• kelemahan dari model adaptasi Roy ini adalah terletak pada
sasarannya. Model adaptasi Roy ini hanya berfokus pada
proses adaptasi pasien dan bagaimana pemecahan masalah
pasien dengan menggunakan proses keperawatan dan tidak
menjelaskan bagaimana sikap dan perilaku cara merawat (
caring ) pada pasien. Sehingga seorang perawat yang tidak
mempunyai perilaku caring ini akan menjadi sterssor bagi para
pasiennya.
KESIMPULAN
• Roy mengatakan bahwa masalah keperawatan melibatkan mekanisme
koping yang tidak efektif, yang menyebabkan respon yang tidak efektif,
merusak integritas individu tersebut.
• Teori ini menekankan promosi kesehatan dan pentingnya membantu klien
dalam menipulasi lingkungan mereka, kedua gagasan tersebut memiliki arti
yang penting dalam kesehatan.
REFERENSI
 Dwidiyanti M. Aplikasi model konseptual Keperawatan, Semarang: Akper Dep.Kes.
1987.
Roy S.C-Andrews H.A. The Roy Adaptation Model: The Definitive Statement,
California: Appleton & Large. 1991.
Ann Marriner Tomey & Martha Raile Alligood, nursing theorist and their work. 1998:
Mosby
THANKY
OU

Tugas alin sandra tfukain

  • 1.
    KONSEP MODEL KESEHATANCALISTA ROY “ADAPTASI”
  • 2.
    LATAR BELAKANG CALISTAROY  Sister Calista Roy di lahirkan di Los Angels, 14 Oktober 1939. Roy merupakan anak ke-2 dari keluaraga Fabien Roy.  Roy menerima Bachelor of Art Nursing pada tahun 1963 dari Mount Saint Marys College dan Magister Saint in Pediatric Nursing pada tahun 1966 di University of California Los Angele  SIster Calista Roy adalah seorang suster dari Saint Joseph of Carondelet. Roy memulai pekerjaa dengan teori adaptasi keperawatan pada tahun 1964 ketika dia lulus dari University of California Los Angeles.  Ketika Roy bekerja sebagai perawat anak, dia melihat perubahan besar pada anak dan mampu beradaptasi dalam respon yang besar terhadap perubahan fisik dan psikologis.
  • 3.
    Dalam Sebuah seminardengan Dorrothy E. Johnson, Roy tertantang untuk mengembangkan sebuah model konsep keperawatan. Konsep adaptasi mempengaruhi Roy dalam kerangka konsepnya yang sesuai dengan keperawatan. Roy menambahkan kerja adaptasi dari Helsen (1964) seorang ahli fisiologis – psikologis. Roy mengkombinasikan teori adaptasi Helson dengan definisi dan pandangan terhadap manusia sebagai sistem yang adaptif. Selain konsep-konsep tersebut, Roy juga mengadaptasi nilai “ Humanisme” dalam model konseptualnya berasal dari konsep A.H. Maslow untuk menggali keyakinan dan nilai dari manusia. Menurut Roy humanisme dalam keperawatan adalah keyakinan, terhadap kemampuan koping manusia dapat meningkatkan derajat kesehatan.
  • 4.
    Sebagai model yangberkembang, Roy menggambarkan kerja dari ahli-ahli lain dari ahli-ahli lain di area adaptasi seperti Dohrenwend (1961), Lazarus (1966), Mechanic ( 1970) dan Selye (1978). Setelah beberapa tahun, model ini berkembang menjadi sebagai suatu kerangka kerja pendidikan keperawatan, praktek keperawatan dan penelitian Tahun 1970, model adaptasi keperawatan diimplementasikan sebagai dasar kurikulum sarjana muda keperawatan di Mount Saint Mary’s College. Perkembangan model adaptasi keperawatan dipengaruhi oleh latar belakang Roy dan profesionalismenya.
  • 5.
     Roy memilikidelapan falsafah yang kemudian dibagi menjadi dua yaitu empat berdasarkan falsafah humanisme dan empat yang lainnya berdasarkan falsafah veritivity. Falsafah humanisme / kemanusiaan Berarti bahwa manusia itu memiliki rasa ingin tahu dan menghargai, jadi seorang individu akan memiliki rasa saling berbagi dengan sesama dalam kemampuannya memecahkan suatu persoalan atau untuk mencari solusi, bertingkah laku untuk mencapai tujuan tertentu, memiliki holism intrinsik dan selalu berjuang untuk mempertahankan integritas agar senantiasa bisa berhubungan dengan orang lain.
  • 6.
    PENGERTIAN MODAL DANKONSEP KEPERAWATAN • Model sering disamaartikan dengan contoh, menyerupai, yaitu merupakan pernyataan simbolik tentang fenomena • Model keperawatan adalah jenis model konseptual yang menerapkan kerangka kerja konseptual terhadap pemahaman keperawatan dan bimbingan praktik keperawatan. • Konsep merupakan suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat diorganisir menjadi simbol-simbol yang nyata • Konsep keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan
  • 7.
    • Model konsepkeperawatan sendiri merupakan cara pandang secara menyeluruh perawat dalam menganalisa atau meramalkan fenomena yang berkaitan dengan masalah pelayanan keperawatan. • Model keperawatan tersebut memberikan petunjuk bagi organisasi perawat untuk mendapatkan informasi sehingga perawat cepat tanggap terhadap apa yang sedang terjadi dan tindakan apa yang paling sesuai
  • 8.
    TEORI CALISTA ROY •Model konsep adaptasi pertama kali dikemukakan oleh Suster Callista Roy (1969). • Asumsi dasar model adaptasi Roy adalah : 1. Manusia adalah keseluruhan dari biopsikologi dan sosial yang terus-menerus berinteraksi dengan lingkungan. 2. Manusia menggunakan mekanisme pertahanan untuk mengatasi perubahanperubahan biopsikososial. 3. Setiap orang memahami bagaimana individu mempunyai batas kemampuan untuk beradaptasi. Pada dasarnya manusia memberikan respon terhadap semua rangsangan baik positif maupun negatif. 4. Kemampuan adaptasi manusia berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, jika seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan maka ia mempunyai kemampuan untuk menghadapi rangsangan baik positif maupun negatif. 5. Sehat dan sakit merupakan adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dari kehidupan manusia.
  • 9.
    • Ada empatelemen penting dalam model adaptasi keperawatan, yakni keperawatan, tenaga kesehatan, lingkungan, dan sehat 1. ELEMEN KEPERAWATAN Keperawatan adalah suatu disiplin ilmu dan ilmu tersebut menjadi landasan dalam melaksanakan praktik keperawatan (Roy, 1983). Roy berpendapat bahwa keperawatan sebagai ilmu dan praktik berperan dalam meningkatkan adaptasi individu dan kelompok terhadap kesehatan sehingga sikap yang muncul semakin positif. Keperawatan memberi perbaikan pada manusia sebagai sutu kesatuan yang utuh untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada lingkungan dan berespons terhadap stimulus internal yang mempengaruhi adaptasi. Tujuan keperawatan adalah meningkatkan interaksi individu dengan lingkungan, sehingga adaptasi dalam setiap aspek semakin meningkat.Komponen-komponen adaptas
  • 10.
    2. ELEMEN MANUSIA •Manusia merupakan bagian dari sistem adaptasi, yaitu suatu kumpulan unit yang saling berhubungan mempunyai masukan, proses kontrol, keluaran dan umpan balik (Roy, 1986 • Manusia dilihat dari sistem kehidupan yang terbuka, adaptif, melakukan pertukaran energi dengan zat/benda dan lingkungan. • Manusia sebagai masukan dalam sistem adaptif, terdiri dari lingkungan eksternal dan internal. Proses kontrol manusia adalah mekanisme koping yakni sistem regulator dan kognator. Keluaran dari sistem ini dapat berupa respons adaptif atau respons tidak efektif
  • 11.
    3. ELEMEN LINGKUNGAN •Lingkungan didefenisikan sebagai semua kondisi, keadaan, dan faktor lain yang mempengaruhi perkembangan dan perilaku individu atau kelompok • Roy mendefinisikan lingkungan sebagai semua kondisi yang berasal dari internal dan eksternal,yang mempengaruhi dan berakibat terhadap perkembangan dari perilaku seseorang dan kelompok • Dengan pemahaman yang baik tentang lingkungan akan membantu perawat dalam meningkatkan adaptasi dalam merubah dan mengurangi resiko akibat dari lingkungan sekitar.
  • 12.
    4. ELEMEN SEHAT •Kesehatan didefinisikan sebagai keadaan yang muncul atau proses yang terjadi pada makhluk hidup dan terintegrasi dalam individu seutuhnya (Roy, 1984). • Roy menekankan bahwa sehat merupakan suatu keadaan dan proses dalam upaya dan menjadikan dirinya terintegrasi secara keseluruhan, fisik, mental dan social. • Integritas adaptasi individu dimanifestasikan oleh kemampuan individu untuk memenuhi tujuan mempertahankan pertumbuhan dan reproduksi.
  • 13.
    SISTEM ADAPTASI CALISTAROY • System adalah Suatu kesatuan yang di hubungkan karena fungsinya sebagai kesatuan untuk beberapa tujuan dan adanya saling ketergantungan dari setiap bagian- bagiannya. • Menurut Roy manusia adalah sebuah sistem adaptif, sebagai sistem yang adaptif manusia digambarkan secara holistic sebagai satu kesatuan yang memiliki input, control, output dan proses umpan balik.
  • 14.
    BAGAN KONSEP MODELADAPTASI CALISTA ROY
  • 15.
    INPUT 1. Stimulus fokalyaitu stimulus yang langsung berhadapan dengan seseorang, efeknya segera, misalnya: infeksi . 2. Stimulus kontekstual yaitu semua stimulus lain yang dialami seseorang baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi situasi dan dapat diobservasi, diukur dan secara subyektif dilaporkan. Rangsangan ini muncul secara bersamaan dimana dapat menimbulkan respon negatif pada stimulus fokal. Seperti: anemia, isolasi social. 3. Stimulus residual yaitu ciri-ciri tambahan yang ada dan relevan dengan situasi yang ada tetapi sukar untuk diobservasi meliputi kepercayan, sikap, sifat individu berkembang sesuai pengalaman yang lalu, hal ini memberi proses belajar untuk toleransi. Misalnya : pengalaman nyeri pada pinggang ada yang toleransi tetapi ada yang tidak.
  • 16.
    CONTROL 1. Subsistem regulatormempunyai komponen-komponen : input-proses dan output. Input stimulus berupa internal atau eksternal. Transmiter regulator sistem adalah kimia, neural atau endokrin. Refleks otonom adalah respon neural dan brain sistem dan spinal cord yang diteruskan sebagai perilaku output dari regulator sistem. 2. Subsistem kognator Kognator kontrol proses berhubungan dengan fungsi otak dalam memproses informasi, penilaian dan emosi Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan adalah proses internal yang berhubungan dengan penilaian atau analisa. Emosi adalah proses pertahanan untuk mencari keringanan, mempergunakan penilaian dan kasih sayang
  • 17.
    EFEKTOR  System adaptasimemiliki empat mode adaptasi diantaranya : 1. Fungsi fisiologis, komponen system adaptasi ini yang adaptasi fisiologis diantaranya oksigenasi, nutrisi, eliminasi, aktivitas dan istirahat, integritas kulit, indera, cairan dan elektrolit, fungsi neurologis dan fungsi endokrin. 2. Konsep diri yang mempunyai pengertian bagaimana seseorang mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain. 3. Fungsi peran merupakan proses penyesuaian yang berhubungan dengan bagaimana peran seseorang dalam mengenal pola-pola interaksi social dalam berhubungan dengan orang lain 4. Interdependent merupakan kemampuan seseorang mengenal pola-pola tentang kasih sayang, cinta yang dilakukan melalui hubungan secara interpersonal pada tingkat individu maupun kelompok.
  • 18.
    OUTPUT • Output darisuatu sistem adalah perilaku yang dapt di amati, diukur atau secara subyektif dapat dilaporkan baik berasal dari dalam maupun dari luar . Perilaku ini merupakan umpan balik untuk sistem. • Roy mengkategorikan output sistem sebagai respon yang adaptif atau respon yang tidak mal-adaptif. • Respon yang adaptif dapat meningkatkan integritas seseorang yang secara keseluruhan dapat terlihat bila seseorang tersebut mampu melaksanakan tujuan yang berkenaan dengan kelangsungan hidup, perkembangan, reproduksi dan keunggulan. • Sedangkan respon yang mal adaptif perilaku yang tidak mendukung tujuan ini.
  • 19.
    • Model adaptasiRoy memberikan petunjuk untuk perawat dalam mengembangkan proses keperawatan. 1. Pengkajian tahap pertama (perilaku) : fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan ketergantungan 2. Pengkajian tahap kedua ( stimulus ): genetic,jenis kelamin, tahap perkembangan, obat- obatan, alcohol, merokok, konsep diri, fungsi peran, ketergantungan, pola interaksi social; mekanisme koping dan gaya, strea fisik dan emosi; budaya;dan lingkungan fisik 3. Penentuan Diagnosa Keperawatan 4. Penentuan Tujuan 5. Intervensi 6. Evaluasi
  • 20.
    KELEBIHAN MODEL ADAPTASI •Kelebihan dari teori dan model konseptualnya adalah terletak pada teori praktek dan model adaptasi yang dikemukakan oleh Roy perawat bisa mengkaji respon perilaku pasien terhadap stimulus yaitu mode fungsi fisiologis, konsep diri, mode fungsi peran dan mode interdependensi. • Dengan penerapan dari teory adaptasi Roy perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan dapat mengetahui dan lebih memahami individu, tentang hal-hal yang menyebabkan stress pada individu, proses mekanisme koping dan effektor sebagai upaya individu untuk mengatasi stress.
  • 21.
    KELEMAHAN MODEL ADAPTASI •kelemahan dari model adaptasi Roy ini adalah terletak pada sasarannya. Model adaptasi Roy ini hanya berfokus pada proses adaptasi pasien dan bagaimana pemecahan masalah pasien dengan menggunakan proses keperawatan dan tidak menjelaskan bagaimana sikap dan perilaku cara merawat ( caring ) pada pasien. Sehingga seorang perawat yang tidak mempunyai perilaku caring ini akan menjadi sterssor bagi para pasiennya.
  • 22.
    KESIMPULAN • Roy mengatakanbahwa masalah keperawatan melibatkan mekanisme koping yang tidak efektif, yang menyebabkan respon yang tidak efektif, merusak integritas individu tersebut. • Teori ini menekankan promosi kesehatan dan pentingnya membantu klien dalam menipulasi lingkungan mereka, kedua gagasan tersebut memiliki arti yang penting dalam kesehatan.
  • 23.
  • 24.
     Dwidiyanti M.Aplikasi model konseptual Keperawatan, Semarang: Akper Dep.Kes. 1987. Roy S.C-Andrews H.A. The Roy Adaptation Model: The Definitive Statement, California: Appleton & Large. 1991. Ann Marriner Tomey & Martha Raile Alligood, nursing theorist and their work. 1998: Mosby
  • 25.