Surat dari ketua RT memberitahu Sarah bahwa ayahnya meninggal setelah dilehernya dipenggal oleh orang misterius yang mengobrak-abrik rumahnya. Ibundanya juga diculik oleh orang misterius tersebut. Sarah menangis tersedu-sedu menerima kabar buruk ini. Sahabat Sarah, Retno menghiburnya dan menyakinkan bahwa Sarah tidak sendirian karena masih memiliki teman-teman yang akan selalu mendukungnya.