ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI




PENGERTIAN CYBERCRIME

 Cybercrime merupakan sisi gelap dari
  kemajuan teknologi komunikasi dan
  informasi yang membawa implikasi
    sangat luas dalam seluruh bidang
 kehidupan karena terkait erat dengan
 economic crime dan organized crimes


             Peraturan dan Regulasi
ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI




  Modus kejahatan dalam TI
  Jenis-jenis kejahatan di internet terbagi dalam berbagai
  versi. Salah satu versi kejahatan ini terbagi dalam dua
  jenis, yaitu
• kejahatan dengan motif intelektual. Biasanya jenis yang
  pertama ini tidak menimbulkan kerugian dan dilakukan untuk
  kepuasan pribadi.
• Jenis kedua adalah kejahatan dengan motif politik, ekonomi
  atau kriminal yang berpotensi menimbulkan kerugian bahkan
  perang informasi. Versi lain membagi cybercrime menjadi tiga
  bagian yaitu pelanggaran akses, pencurian data, dan
  penyebaran informasi untuk tujuan kejahatan.


                      Peraturan dan Regulasi
ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI


 Kasus-kasus cybercrime yang banyak terjadi di Indonesia
setidaknya ada tiga jenis berdasarkan modusnya, yaitu:
- Pencurian Nomor Kartu Kredit.
Penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain memang tidak
rumit dan bisa dilakukan secara fisik atau on-line. Nama dan
kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat
(restaurant, hotel atau segala tempat yang melakukan
transaksi pembayaran dengan kartu kredit) dimasukkan di
aplikasi pembelian barang di internet.




                      Peraturan dan Regulasi
ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI


- Memasuki,memodifikasi, atau merusak
homepage(hacking).
Perilaku hacker Indonesia baru sebatas masuk
ke suatu situs komputer orang lain yang
ternyata rentan penyusupan dan
memberitahukan kepada pemiliknya untuk
berhati-hati.
- Penyerangan situs atau e-mail melalui virus
atau spamming.
Modus yang paling sering terjadi adalah
mengirim virus melalui e-mail.

                 Peraturan dan Regulasi
ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI




Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap
negara dalam penanggulangan cybercrime adalah :
1. melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta
hukum acaranya.
2. meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer
nasional sesuai standar internasional.
3. meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak
hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan
perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime.
4. meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah
cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi.
5. meningkatkan kerjasama antarnegara, baik bilateral, regional
maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime.

                      Peraturan dan Regulasi
ETIKA DAN PROFESIONALISME TSI

Berdasarkan Sasaran Kejahatan cybercrime dapat dikelompokan dalam beberapa kategori
salah satu contohnya adalah Cybercrime yang menyerang individu (Against Person)
Beberapa contoh kejahatan ini antara lain :
• Pornografi
Kegiatan yang dilakukan dengan membuat, memasang, mendistribusikan, dan
menyebarkan material yang berbau pornografi, cabul, serta mengekspos hal-hal yang tidak
pantas.
• Cyberstalking
Kegiatan yang dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan
memanfaatkan komputer, misalnya dengan menggunakan e-mail yang dilakukan secara
berulang-ulang seperti halnya teror di dunia cyber. Gangguan tersebut bisa saja berbau
seksual, religius, dan lain sebagainya.
• Cyber-Tresspass
Kegiatan yang dilakukan melanggar area privasi orang lain seperti misalnya Web
Hacking. Breaking ke PC, Probing, Port Scanning dan lain sebagainya.




                                Peraturan dan Regulasi

Template ss 2

  • 1.
    ETIKA DAN PROFESIONALISMETSI PENGERTIAN CYBERCRIME Cybercrime merupakan sisi gelap dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang membawa implikasi sangat luas dalam seluruh bidang kehidupan karena terkait erat dengan economic crime dan organized crimes Peraturan dan Regulasi
  • 2.
    ETIKA DAN PROFESIONALISMETSI Modus kejahatan dalam TI Jenis-jenis kejahatan di internet terbagi dalam berbagai versi. Salah satu versi kejahatan ini terbagi dalam dua jenis, yaitu • kejahatan dengan motif intelektual. Biasanya jenis yang pertama ini tidak menimbulkan kerugian dan dilakukan untuk kepuasan pribadi. • Jenis kedua adalah kejahatan dengan motif politik, ekonomi atau kriminal yang berpotensi menimbulkan kerugian bahkan perang informasi. Versi lain membagi cybercrime menjadi tiga bagian yaitu pelanggaran akses, pencurian data, dan penyebaran informasi untuk tujuan kejahatan. Peraturan dan Regulasi
  • 3.
    ETIKA DAN PROFESIONALISMETSI Kasus-kasus cybercrime yang banyak terjadi di Indonesia setidaknya ada tiga jenis berdasarkan modusnya, yaitu: - Pencurian Nomor Kartu Kredit. Penyalahgunaan kartu kredit milik orang lain memang tidak rumit dan bisa dilakukan secara fisik atau on-line. Nama dan kartu kredit orang lain yang diperoleh di berbagai tempat (restaurant, hotel atau segala tempat yang melakukan transaksi pembayaran dengan kartu kredit) dimasukkan di aplikasi pembelian barang di internet. Peraturan dan Regulasi
  • 4.
    ETIKA DAN PROFESIONALISMETSI - Memasuki,memodifikasi, atau merusak homepage(hacking). Perilaku hacker Indonesia baru sebatas masuk ke suatu situs komputer orang lain yang ternyata rentan penyusupan dan memberitahukan kepada pemiliknya untuk berhati-hati. - Penyerangan situs atau e-mail melalui virus atau spamming. Modus yang paling sering terjadi adalah mengirim virus melalui e-mail. Peraturan dan Regulasi
  • 5.
    ETIKA DAN PROFESIONALISMETSI Beberapa langkah penting yang harus dilakukan setiap negara dalam penanggulangan cybercrime adalah : 1. melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya. 2. meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar internasional. 3. meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai upaya pencegahan, investigasi dan penuntutan perkara-perkara yang berhubungan dengan cybercrime. 4. meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cybercrime serta pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi. 5. meningkatkan kerjasama antarnegara, baik bilateral, regional maupun multilateral, dalam upaya penanganan cybercrime. Peraturan dan Regulasi
  • 6.
    ETIKA DAN PROFESIONALISMETSI Berdasarkan Sasaran Kejahatan cybercrime dapat dikelompokan dalam beberapa kategori salah satu contohnya adalah Cybercrime yang menyerang individu (Against Person) Beberapa contoh kejahatan ini antara lain : • Pornografi Kegiatan yang dilakukan dengan membuat, memasang, mendistribusikan, dan menyebarkan material yang berbau pornografi, cabul, serta mengekspos hal-hal yang tidak pantas. • Cyberstalking Kegiatan yang dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya dengan menggunakan e-mail yang dilakukan secara berulang-ulang seperti halnya teror di dunia cyber. Gangguan tersebut bisa saja berbau seksual, religius, dan lain sebagainya. • Cyber-Tresspass Kegiatan yang dilakukan melanggar area privasi orang lain seperti misalnya Web Hacking. Breaking ke PC, Probing, Port Scanning dan lain sebagainya. Peraturan dan Regulasi