Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri
atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua
objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek
tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah
diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil,
173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan
benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet
bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet luar, dan di
bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan Piringan
Terbesar. Enam dari delapan planet dan tiga dari lima
planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami yang biasa
disebut dengan bulan. Contoh: Bulan atau satelit alami
Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh
cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.
Matahari merupakan bintang terdekat dengan Bumi yang menjadi
pusat dari tata surya.
 Jarak antara Bumi dan Matahari adalah 150 juta kilometer atau 1 SA.
 Zat penyusun matahari berupa gas, dengan komposisi: hydrogen
(75%), helium (20%), dan unsur lain (2%).
 Suhu permukaan Matahari 6000 derajat Celsius dan bagian inti
mencapai 15 juta derajat Celsius.
 Matahari berotasi 25,04 hari dan mempunyai gravitasi 27,9 kali
gravitasi Bumi.
 Massa Matahari adalah 333.000 kali massa Bumi.
 Matahari dibagi menjadi 3 bagian:
· Inti Matahari. Di bagian ini terjadi reaksi nuklir(pengubahan
hydrogen menjadi helium dan energi). Suhunya mencapai 15 juta
Kelvin.
· Bola Matahari/fotosfer
· Atmosfer Matahari(terdidi dari kromosfer dan korona).
Lapisan kulit Matahari dibagi menjadi 3,yaitu:
 Fotosfer
Kedalamannya 500 Km
Suhu fotosfer 6.000 Kelvin dan berkurang menjadi 4.500
Kelvin pada fotosfer bagian luar.
 Kromosfer
Lapisan kromosfer menjulang 12.000 Km di atas fotosfer dan
memiliki tebal kira-kira 2.400 Km.
Suhu kromosfer bagian atasnya 10.000 Kelvin.
 Korona(atmosfer Matahari bagian luar)
Suhu korona bagian luar mencapai 2 juta Kelvin.
Planet adalah suatu benda gelap yang mengorbit
sebuah bintang(Matahari).
Pengelompokan planet:
Berdasarkan dijadikannya Bumi sebagai pembatas;
1. Planet Inferor,yaitu planet yang orbitnya di dalam
orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk
planet inferior adalah Merkurius dan Venus.
2. Planet Superior,yaitu planet yang orbitnya berada
di luar orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang
termasuk planet superior adalah Mars, Yupiter,
Saturnus , Uranus, Neptunus, dan Pluto.
Berdasarkan kedudukan garis edarnya, planet-planet dapat
dibagi menjadi dua kelompok, yaitu planet dalam dan planet luar.
Planet dalam adalah planet yang garis edarnya terletak di antara
garis edar bumi dan matahari. Adapun Planet Luar adalah planet-
planet yang jarak jarak garis edarnya dari matahari lebih jauh
daripada garis edar bumi.
a) Planet Dalam
1. Merkurius
Merkurius adalah planet terdekat dari matahari, jaraknya sekitar
59 juta kilometer dari matahari. Merkurius tidak mudah dilihat
dengan mata telanjang. Merkurius tetapi sering terlihat disaat fajar
dan senja hari, sehingga dianggap sebagai bintang pagi dan
bintang malam.
Merkurius merupakan planet terkecil kedua setelah planet
Pluto, diameternya sekitar 4.862 km. merkurius bergerak
mengelilingi matahari sekali putaran dalam waktu 88 hari dan
berotasi dengan periode 59 hari. Merkurius tidak memiliki satelit.
2. Venus
Venus merupakan planet terdekat kedua dari matahari
dalam tata surya kita.
Jaraknya dari matahari sekitar 108 juta km. permukaan
planet ini diselimuti awan tebal karbondioksida sehingga sulit
dilihat. Awan tersebut menahan energi matahari yang
mengenai permukaan Venus sehingga energi tetap
terperangkap. Hal ini menyebabkan suhu permukaan planet
Venus luar biasa tingginya, sekitar 480 C. suhu ini cukup
panas untuk melebur logam.
Ukuran Venus hamper sama dengan Bumi, diameternya
hanya berselisih sekitar 600 km lebih kecil dari bumi. Venus
mengelilingi matahari sekali putaran dalam 225 hari. Periode
rotasinya 243 hari dengan arah rotasi berlawanan dengan
planet-plaenet lain. Venus juga tidak memiliki satelit.
3. Bumi
Bumi sebenarnya bukan planet yang terbesar, namun bagi
kita adalah terpenting dari seluruh planet, karena inilah tempat tinggal
kita. Bumi adalah planet kitiga dalam tata surya kita. Keadaan
permukaan planet bumi sangat berbeda dengan permukan planet
Merkurius dan Venus. Suhu dan tekanan di permukaan bumi
memungkinkan air berada dalam wujud padat, cair, maupun gas.
Bumi berdiameter sekitar 12.700 km. rata-rata periode revolusinya
365,25 hari dan periode rotasinya sekitar 24 jam. Bumi memiliki satu
satelit, yaitu Bulan.
1) Rotasi Bumi
Gerak rotasi dapat mengakibatkan pergantian siang dan
malam. Selain pergantian siang dan malam, akibat lain rotasi bumi
adalah sebagai berikut :
a) Gerak Semu Harian
b) Perbedaan Waktu Berdasarkan Garis Bujur
c) Batas Penanggalan Internasional
d) Kecepatan Bentuk Bumi
2) Revolusi Bumi
Revolusi bumi adalah gerak bumi mengelilingi matah
ari. Periode revolusi bumi adalah 365,25 hari (1tahun).
Dalam geraknya, sumbu bumi miring dengan arah yang
sama, yaitu membentuk sudut 66,5 terhadap ekliptika atau
23,5 terhadap garis yang tegal lurus terhadap ekliptika.
BULAN
Bulan merupakan satelit bumi. Sikatakan demikian
karena bulan selalu mengiringi bumi pada peredarannya.
Bulan juga berbentuk bola seperti dengan bumi. Massa bulan
kira-kira seperdelapan puluh satu massa bumi, diameternya
kira-kira seperempat diameter bumi, dan gravitasinya kira-
kira seperenam gravitasi bumi. Adapun jarak rata-rata bulan
ke bumi kira-kira seperempat ratus jarak rata-rata bumi ke
matahari.
 Perputaran Bulan
Pada saat mengitari bumi bulan melakukan tiga gerakan
sekaligus, yaitu berputar pada sumbunya (rotasi), mingitari
bumi (revolusi), dan bersama-sama bumi mengitari matahari.
Hal yang unik pada gerakan bulan adalah periode revolusi
bulan sama dengan periode rotasinya. Itulah sebabnya
permukaan bulan yang menghadap tetap.
4. Mars
Mars merupakan planet keempat dari matahari. Mars
berukuran lebih kecil dari bumi, diameternya sekitar 6.800
km. jaraknya dari matahari sekitar 228 juta kilometer, dengan
periode revolusinya 687 hari, dan berotasi dengan periode
sekitar 24,6 jam.
b) Planet Luar
5. Yupiter
Yupiter adalah planet kelima dalam tata surya kita dan
merupakan planet terbesar. Garis tengah Yupiter 142.860 km,
volumenya sekitar 1.300 kali volume bumi. Meskipun letaknya jauh,
yupiter lebih mudah dilihat karena dua hal, yaitu ukurannya sangat
besar dan memantulkan lebih dari 70% cahaya matahari yang
diterimanya. Yupiter memiliki 16 satelit empat diantaranya Io,
Eropa, Ganymeda, dan Calisto.
6. Saturnus
Saturnus merupakan benda langit yang sangat mempesona
karena cincinnya. Cincin saturnus kelihatan lebih lebar
dibandingkan cincin planet yang lain, karena terdiri atas ratusan
cincin-cincin kecil.
Cincin kecil tersusun dari gas beku dan butiran-butiran debu.
Keindahan saturnus ini tidak begitu menonjol karena letaknya
sangat jauh. Saturnus berjarak 1.428 juta km dari matahari, jarak ini
hamper 10 kali jarak bumi-matahari, dengan diameter 120.00 km.
saturnus memiliki 21 satelit yang terbesar adalah Titan
7. Uranus
Uranus berotasi pada sumbu yang sebidang edarnya
mengelilingi matahari.
Ini berbeda dengan planet-planet yang lain. Uranus berotasi
dalam waktu 11 jam dan berevolusi dalam waktu sekitar 84
tahun.
Jarak Uranus dari matahari sekitar 2.870 juta km, dan
diameter Uranus sekitar 50.100 km. Uranus memiliki 5
bsatelit yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon.
8. Neptunus
Neptunus merupakan planet kedelapan dalam tata surya kita.
Jaraknya dari
matahari sekitar 4.500 juta km. untuk sekali putaran
mengelilingi matahari, Neptunus membutuhkan waktu 165
tahun. Periode rotasinya 16 jam. Diameter Neptunus hampir
empat kali siameter bumi, yaitu sekitar 48.600 km. neptunus
memiliki delapan satelit, dua diantaranya adalah Triton dan
Nereid.
 Hukum Gerakan Planet:
1. Hukum I Kepler:”Orbit(lintasan dalam mengitari
Matahari) planet berbentuk elips dengan Matahari
berada pada salah satu titik apinya.
2. Hukum II Kepler:”Garis hubung planet-Matahari
akan menyapu daerah yang sama luasnya dalam
selang waktu yang sama.
3. Hukum III Kepler:”Jarak rata-rata planet ke
Matahari pangkat tiga dibagi periode sideris kuadrat
merupakan bilangan konstan” atau “Pangkat dua kala
revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga jarak
planet ke Matahari.
 Teori Terbentuknya Tata Surya
1. Teori Nebula / Kabut
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant dan
Laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini mula-mula ada
kabut gas dan debu (nebula) yang sebagian besar terdiri atas
hidrogen dan sedikit helium. Nebula mengisi seluruh ruang
alam semesta, karena proses pendinginan kabut gas
tersebut menyusut dan mulai berputar. Proses ini mula-mula
berjalan lambat, selanjutnya semakin cepat dan bentuknya
berubah dari bulat menjadi semacam cakram. Sebagian
besar materi mengumpul di pusat cakram, yang kemudian
menjadi matahari sedang sisanya tetap berputar dan
terbentuklah planet beserta satelitnya.
2. Teori Tidal / Pasang Surut
Teori ini dikemukakan oleh James H. Jeans dan Harold Jeffres
pada tahun 1919. Menurut teori ini ratusan juta tahun yang lalu
sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian
menghilang. Pada waktu itu sebagian massa matahari tertarik dan
lepas. Bagian-bagian yang lepas kemudian membentuk planet-
planet.
3. Teori Planetesimal
Teori ini dikemukakan oleh Moulton dan Chamberlain, yang
menyatakan bahwa matahari merupakan salah satu dari bintang-
bintang yang jumlahnya sangat banyak. Ada sebuah bintang
berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidak terlalu jauh,
sehingga terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan
matahari dan bintang tersebut. Sebagian massa dari matahari itu
tertarik ke arah bintang, sebagian jatuh kembali ke permukaan
matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa di sekitar
matahari.
Moulton dan Chamberlain berpendapat bahwa massa yang
terhambur di ruang angkasa inilah yang dinamakan
planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet yang
beredar pada orbitnya dengan matahari sebagai pusatnya.
4. Teori Bintang Kembar
Teori ini dikemukakan oleh Hoyle. Hoyle mengemukakan
bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar
yang berdekatan. Satu bintang meledak, sehingga
pecahannya berputar mengelilingi bintang yang tidak
meledak. Gravitasi bintang besar yang tidak meledak
menimbulkan perputaran. Bintang yang tidak meledak
menjadi matahari, sedangkan pecahan bintang yang
meledak menjadi planet-planet dan satelit.
5. Teori Awan Debu
Teori ini dikemukakan oleh Von Wizsecken, ia berpendapat
bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan
debu. Pada 5.000 juta tahun yang lalu, gumpalan awan
mengalami pemampatan, sehingga partikel-partikel debu
tertarik ke bagian pusat awan serta membentuk gumpalan
bola dan mulai berpilin.Semakin lama, gumpalan gas itu
memipih membentuk cakram (tebal di bagian tengah dan
lebih tipis di bagian tepi). Bagian tengah cakram gas itu
berpilin lebih lambat daripada bagian tepinya. Partikel-
partikel di bagian tengah cakram itu kemudian saling
menekan, sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar
yang disebut matahari.
Bagian yang lebih luar berputar sangat cepat, sehingga
terpecah-pecah menjadi gumpalan gas dan debu yang lebih
kecil. Gumpalan kecil ini juga berpilin kemudian membeku
dan menjadi planet-planet serta satelit-satelitnya.

Tata surya

  • 2.
    Tata Surya adalahkumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya. Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan Piringan Terbesar. Enam dari delapan planet dan tiga dari lima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami yang biasa disebut dengan bulan. Contoh: Bulan atau satelit alami Bumi. Masing-masing planet bagian luar dikelilingi oleh cincin planet yang terdiri dari debu dan partikel lain.
  • 3.
    Matahari merupakan bintangterdekat dengan Bumi yang menjadi pusat dari tata surya.  Jarak antara Bumi dan Matahari adalah 150 juta kilometer atau 1 SA.  Zat penyusun matahari berupa gas, dengan komposisi: hydrogen (75%), helium (20%), dan unsur lain (2%).  Suhu permukaan Matahari 6000 derajat Celsius dan bagian inti mencapai 15 juta derajat Celsius.  Matahari berotasi 25,04 hari dan mempunyai gravitasi 27,9 kali gravitasi Bumi.  Massa Matahari adalah 333.000 kali massa Bumi.  Matahari dibagi menjadi 3 bagian: · Inti Matahari. Di bagian ini terjadi reaksi nuklir(pengubahan hydrogen menjadi helium dan energi). Suhunya mencapai 15 juta Kelvin. · Bola Matahari/fotosfer · Atmosfer Matahari(terdidi dari kromosfer dan korona).
  • 4.
    Lapisan kulit Mataharidibagi menjadi 3,yaitu:  Fotosfer Kedalamannya 500 Km Suhu fotosfer 6.000 Kelvin dan berkurang menjadi 4.500 Kelvin pada fotosfer bagian luar.  Kromosfer Lapisan kromosfer menjulang 12.000 Km di atas fotosfer dan memiliki tebal kira-kira 2.400 Km. Suhu kromosfer bagian atasnya 10.000 Kelvin.  Korona(atmosfer Matahari bagian luar) Suhu korona bagian luar mencapai 2 juta Kelvin.
  • 5.
    Planet adalah suatubenda gelap yang mengorbit sebuah bintang(Matahari). Pengelompokan planet: Berdasarkan dijadikannya Bumi sebagai pembatas; 1. Planet Inferor,yaitu planet yang orbitnya di dalam orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet inferior adalah Merkurius dan Venus. 2. Planet Superior,yaitu planet yang orbitnya berada di luar orbit Bumi mengitari Matahari.Planet yang termasuk planet superior adalah Mars, Yupiter, Saturnus , Uranus, Neptunus, dan Pluto.
  • 6.
    Berdasarkan kedudukan garisedarnya, planet-planet dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang garis edarnya terletak di antara garis edar bumi dan matahari. Adapun Planet Luar adalah planet- planet yang jarak jarak garis edarnya dari matahari lebih jauh daripada garis edar bumi. a) Planet Dalam 1. Merkurius Merkurius adalah planet terdekat dari matahari, jaraknya sekitar 59 juta kilometer dari matahari. Merkurius tidak mudah dilihat dengan mata telanjang. Merkurius tetapi sering terlihat disaat fajar dan senja hari, sehingga dianggap sebagai bintang pagi dan bintang malam. Merkurius merupakan planet terkecil kedua setelah planet Pluto, diameternya sekitar 4.862 km. merkurius bergerak mengelilingi matahari sekali putaran dalam waktu 88 hari dan berotasi dengan periode 59 hari. Merkurius tidak memiliki satelit.
  • 7.
    2. Venus Venus merupakanplanet terdekat kedua dari matahari dalam tata surya kita. Jaraknya dari matahari sekitar 108 juta km. permukaan planet ini diselimuti awan tebal karbondioksida sehingga sulit dilihat. Awan tersebut menahan energi matahari yang mengenai permukaan Venus sehingga energi tetap terperangkap. Hal ini menyebabkan suhu permukaan planet Venus luar biasa tingginya, sekitar 480 C. suhu ini cukup panas untuk melebur logam. Ukuran Venus hamper sama dengan Bumi, diameternya hanya berselisih sekitar 600 km lebih kecil dari bumi. Venus mengelilingi matahari sekali putaran dalam 225 hari. Periode rotasinya 243 hari dengan arah rotasi berlawanan dengan planet-plaenet lain. Venus juga tidak memiliki satelit.
  • 8.
    3. Bumi Bumi sebenarnyabukan planet yang terbesar, namun bagi kita adalah terpenting dari seluruh planet, karena inilah tempat tinggal kita. Bumi adalah planet kitiga dalam tata surya kita. Keadaan permukaan planet bumi sangat berbeda dengan permukan planet Merkurius dan Venus. Suhu dan tekanan di permukaan bumi memungkinkan air berada dalam wujud padat, cair, maupun gas. Bumi berdiameter sekitar 12.700 km. rata-rata periode revolusinya 365,25 hari dan periode rotasinya sekitar 24 jam. Bumi memiliki satu satelit, yaitu Bulan. 1) Rotasi Bumi Gerak rotasi dapat mengakibatkan pergantian siang dan malam. Selain pergantian siang dan malam, akibat lain rotasi bumi adalah sebagai berikut : a) Gerak Semu Harian b) Perbedaan Waktu Berdasarkan Garis Bujur c) Batas Penanggalan Internasional d) Kecepatan Bentuk Bumi
  • 9.
    2) Revolusi Bumi Revolusibumi adalah gerak bumi mengelilingi matah ari. Periode revolusi bumi adalah 365,25 hari (1tahun). Dalam geraknya, sumbu bumi miring dengan arah yang sama, yaitu membentuk sudut 66,5 terhadap ekliptika atau 23,5 terhadap garis yang tegal lurus terhadap ekliptika. BULAN Bulan merupakan satelit bumi. Sikatakan demikian karena bulan selalu mengiringi bumi pada peredarannya. Bulan juga berbentuk bola seperti dengan bumi. Massa bulan kira-kira seperdelapan puluh satu massa bumi, diameternya kira-kira seperempat diameter bumi, dan gravitasinya kira- kira seperenam gravitasi bumi. Adapun jarak rata-rata bulan ke bumi kira-kira seperempat ratus jarak rata-rata bumi ke matahari.
  • 10.
     Perputaran Bulan Padasaat mengitari bumi bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu berputar pada sumbunya (rotasi), mingitari bumi (revolusi), dan bersama-sama bumi mengitari matahari. Hal yang unik pada gerakan bulan adalah periode revolusi bulan sama dengan periode rotasinya. Itulah sebabnya permukaan bulan yang menghadap tetap. 4. Mars Mars merupakan planet keempat dari matahari. Mars berukuran lebih kecil dari bumi, diameternya sekitar 6.800 km. jaraknya dari matahari sekitar 228 juta kilometer, dengan periode revolusinya 687 hari, dan berotasi dengan periode sekitar 24,6 jam.
  • 11.
    b) Planet Luar 5.Yupiter Yupiter adalah planet kelima dalam tata surya kita dan merupakan planet terbesar. Garis tengah Yupiter 142.860 km, volumenya sekitar 1.300 kali volume bumi. Meskipun letaknya jauh, yupiter lebih mudah dilihat karena dua hal, yaitu ukurannya sangat besar dan memantulkan lebih dari 70% cahaya matahari yang diterimanya. Yupiter memiliki 16 satelit empat diantaranya Io, Eropa, Ganymeda, dan Calisto. 6. Saturnus Saturnus merupakan benda langit yang sangat mempesona karena cincinnya. Cincin saturnus kelihatan lebih lebar dibandingkan cincin planet yang lain, karena terdiri atas ratusan cincin-cincin kecil. Cincin kecil tersusun dari gas beku dan butiran-butiran debu. Keindahan saturnus ini tidak begitu menonjol karena letaknya sangat jauh. Saturnus berjarak 1.428 juta km dari matahari, jarak ini hamper 10 kali jarak bumi-matahari, dengan diameter 120.00 km. saturnus memiliki 21 satelit yang terbesar adalah Titan
  • 12.
    7. Uranus Uranus berotasipada sumbu yang sebidang edarnya mengelilingi matahari. Ini berbeda dengan planet-planet yang lain. Uranus berotasi dalam waktu 11 jam dan berevolusi dalam waktu sekitar 84 tahun. Jarak Uranus dari matahari sekitar 2.870 juta km, dan diameter Uranus sekitar 50.100 km. Uranus memiliki 5 bsatelit yaitu Miranda, Ariel, Umbriel, Titania, dan Oberon. 8. Neptunus Neptunus merupakan planet kedelapan dalam tata surya kita. Jaraknya dari matahari sekitar 4.500 juta km. untuk sekali putaran mengelilingi matahari, Neptunus membutuhkan waktu 165 tahun. Periode rotasinya 16 jam. Diameter Neptunus hampir empat kali siameter bumi, yaitu sekitar 48.600 km. neptunus memiliki delapan satelit, dua diantaranya adalah Triton dan Nereid.
  • 13.
     Hukum GerakanPlanet: 1. Hukum I Kepler:”Orbit(lintasan dalam mengitari Matahari) planet berbentuk elips dengan Matahari berada pada salah satu titik apinya. 2. Hukum II Kepler:”Garis hubung planet-Matahari akan menyapu daerah yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama. 3. Hukum III Kepler:”Jarak rata-rata planet ke Matahari pangkat tiga dibagi periode sideris kuadrat merupakan bilangan konstan” atau “Pangkat dua kala revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga jarak planet ke Matahari.
  • 14.
     Teori TerbentuknyaTata Surya 1. Teori Nebula / Kabut Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Immanuel Kant dan Laplace pada tahun 1796. Menurut teori ini mula-mula ada kabut gas dan debu (nebula) yang sebagian besar terdiri atas hidrogen dan sedikit helium. Nebula mengisi seluruh ruang alam semesta, karena proses pendinginan kabut gas tersebut menyusut dan mulai berputar. Proses ini mula-mula berjalan lambat, selanjutnya semakin cepat dan bentuknya berubah dari bulat menjadi semacam cakram. Sebagian besar materi mengumpul di pusat cakram, yang kemudian menjadi matahari sedang sisanya tetap berputar dan terbentuklah planet beserta satelitnya.
  • 15.
    2. Teori Tidal/ Pasang Surut Teori ini dikemukakan oleh James H. Jeans dan Harold Jeffres pada tahun 1919. Menurut teori ini ratusan juta tahun yang lalu sebuah bintang bergerak mendekati matahari dan kemudian menghilang. Pada waktu itu sebagian massa matahari tertarik dan lepas. Bagian-bagian yang lepas kemudian membentuk planet- planet. 3. Teori Planetesimal Teori ini dikemukakan oleh Moulton dan Chamberlain, yang menyatakan bahwa matahari merupakan salah satu dari bintang- bintang yang jumlahnya sangat banyak. Ada sebuah bintang berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidak terlalu jauh, sehingga terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari dan bintang tersebut. Sebagian massa dari matahari itu tertarik ke arah bintang, sebagian jatuh kembali ke permukaan matahari dan sebagian lagi terhambur ke ruang angkasa di sekitar matahari.
  • 16.
    Moulton dan Chamberlainberpendapat bahwa massa yang terhambur di ruang angkasa inilah yang dinamakan planetesimal yang kemudian menjadi planet-planet yang beredar pada orbitnya dengan matahari sebagai pusatnya. 4. Teori Bintang Kembar Teori ini dikemukakan oleh Hoyle. Hoyle mengemukakan bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang berdekatan. Satu bintang meledak, sehingga pecahannya berputar mengelilingi bintang yang tidak meledak. Gravitasi bintang besar yang tidak meledak menimbulkan perputaran. Bintang yang tidak meledak menjadi matahari, sedangkan pecahan bintang yang meledak menjadi planet-planet dan satelit.
  • 17.
    5. Teori AwanDebu Teori ini dikemukakan oleh Von Wizsecken, ia berpendapat bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Pada 5.000 juta tahun yang lalu, gumpalan awan mengalami pemampatan, sehingga partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan serta membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin.Semakin lama, gumpalan gas itu memipih membentuk cakram (tebal di bagian tengah dan lebih tipis di bagian tepi). Bagian tengah cakram gas itu berpilin lebih lambat daripada bagian tepinya. Partikel- partikel di bagian tengah cakram itu kemudian saling menekan, sehingga menimbulkan panas dan menjadi pijar yang disebut matahari. Bagian yang lebih luar berputar sangat cepat, sehingga terpecah-pecah menjadi gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Gumpalan kecil ini juga berpilin kemudian membeku dan menjadi planet-planet serta satelit-satelitnya.