STUDI KASUS
PENGOLAHAN BUANGAN INDUSTRI CAIR
“STUDI LAPANGAN KEGIATAN
MENGANALISIS PENGOLAHAN LIMBAH
CAIR DI PT. TOYOTA MOTOR
MANUFACTURING INDONESIA SUNTER I”
KELOMPOK 6
AYESHA RAHMADINA PS 1410942010
NYAK NISA UL KHAIRANI KF 1410942013
MIKEL FAKLIN 1410942022
PROFIL INDUSTRI
PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Sunter I atau yang lebih
dikenal dengan PT. TMMIN adalah salah satu pabrik di Kecamatan
Tanjung Priok, Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara yang bergerak
dibidang produksi mesin kendaraan, perlengkapan mesin kendaraan,
serta komponen kendaraan untuk ekspor.
PT. TMMIN memiliki unit pengolahan limbah yaitu Waste Water
Treatment Plant yang mengolah hasil limbah produksi dan limbah
domestik yang pengolahannya dilakukan secara proses biologi, fisika
dan kimia.
SUMBER LIMBAH CAIR
Limbah cair dari PT ini berasal dari hasil produksi, kegiatan domestik dan
limbah hasil pengolahan air murni.
Limbah cair dikumpulkan di 3 Terminal Pit:
Terminal pit 1 merupakan bak penampung awal untuk menampung limbah
yang berasal dari proses produksi, yaitu Electrocoating (CEC) dan
Phosphating (PTC). Nilai pH pada terminal pit 1 mendakati netral yaitu 7,5.
Nilai SS, seng, tembaga fosfat, COD, minyak dan lemak dan BOD5 memiliki
nilai yang lebih tinggi dari pada terminal pit 2 dan 3. Hal ini dipengaruhi
oleh bahan baku yang digunakan dalam produksi.
Terminal pit 2 dan 3 merupakan bak penampung awal untuk limbah yang
berasal dari kegiatan domestik, yaitu dari kantin, air bekas kamar mandi dan
efluen tangki septik. Nilai SS yang terkandung oeh terminal pit ini tergolong
tinggi masih dalam rentang 100-350 mg/l. Nilai BOD dan COD yang
terkandung tergolong rendah.
KARAKTERISTIK
PENGOLAHAN
Instalasi pengolahan di WWTP terdiri dari filter screen, tangki
ekualisasi, tangki aerasi, bak sedimentasi I, tangki netralisasi, bak
sedimentasi II dan treated water tank.
Pengolahan Awal / Pendahuluan (Preliminary Treatment)
Tujuan dari pengolahan awal ini adalah penghilangan padatan kasar
dan bahan besar lainnya sering ditemukan dalam air limbah mentah.
Penghapusan materi-materi ini diperlukan untuk meningkatkan
operasi dan pemeliharaan unit pengolahan selanjutnya.
PENGOLAHAN
Pengolahan Primer (Primary Treatment)
Pada tahap pengolahan kali ini, dilakukan pemisahan lumpur dan air
dimana pihak PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Sunter I
menggunakan tangki aerasi dan bak Sedimentasi I untuk melakukan
proses pemihsahan yang membantu menjernihkan air terhadap
padatan-padatan tersuspensi yang terdapat atau tercampur didalam
air.
Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment)
Pada tahap ini air limbah diberi mikroorganisme dengan tujuan untuk
menghancurkan atau menghilangkan material organik yang masih
ada pada air limbah yang dilakukan pada pipa-pipa yang saling
terhubung dengan tangki dari Bak Sedimentasi II, tangki netralisasi,
tangki sedimentasi dan Treated Water Tank.
PENGOLAHAN
Pengolahan Akhir (Final Treatment)
Fokus dari pengolahan akhir (Final Treatment) limbah cair PT. Toyota
Motor Manufacturing Indonesia Sunter I adalah menghilangkan
organisme penyebab penyakit yang ada pada air. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara menambahkan khlorin ataupun dengan
menggunakan sinar ultraviolet.
Studi Kasus PBI Limbah Cair
Studi Kasus PBI Limbah Cair
Studi Kasus PBI Limbah Cair
Studi Kasus PBI Limbah Cair

Studi Kasus PBI Limbah Cair

  • 1.
    STUDI KASUS PENGOLAHAN BUANGANINDUSTRI CAIR “STUDI LAPANGAN KEGIATAN MENGANALISIS PENGOLAHAN LIMBAH CAIR DI PT. TOYOTA MOTOR MANUFACTURING INDONESIA SUNTER I”
  • 2.
    KELOMPOK 6 AYESHA RAHMADINAPS 1410942010 NYAK NISA UL KHAIRANI KF 1410942013 MIKEL FAKLIN 1410942022
  • 3.
    PROFIL INDUSTRI PT. ToyotaMotor Manufacturing Indonesia Sunter I atau yang lebih dikenal dengan PT. TMMIN adalah salah satu pabrik di Kecamatan Tanjung Priok, Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara yang bergerak dibidang produksi mesin kendaraan, perlengkapan mesin kendaraan, serta komponen kendaraan untuk ekspor. PT. TMMIN memiliki unit pengolahan limbah yaitu Waste Water Treatment Plant yang mengolah hasil limbah produksi dan limbah domestik yang pengolahannya dilakukan secara proses biologi, fisika dan kimia.
  • 4.
    SUMBER LIMBAH CAIR Limbahcair dari PT ini berasal dari hasil produksi, kegiatan domestik dan limbah hasil pengolahan air murni. Limbah cair dikumpulkan di 3 Terminal Pit: Terminal pit 1 merupakan bak penampung awal untuk menampung limbah yang berasal dari proses produksi, yaitu Electrocoating (CEC) dan Phosphating (PTC). Nilai pH pada terminal pit 1 mendakati netral yaitu 7,5. Nilai SS, seng, tembaga fosfat, COD, minyak dan lemak dan BOD5 memiliki nilai yang lebih tinggi dari pada terminal pit 2 dan 3. Hal ini dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan dalam produksi. Terminal pit 2 dan 3 merupakan bak penampung awal untuk limbah yang berasal dari kegiatan domestik, yaitu dari kantin, air bekas kamar mandi dan efluen tangki septik. Nilai SS yang terkandung oeh terminal pit ini tergolong tinggi masih dalam rentang 100-350 mg/l. Nilai BOD dan COD yang terkandung tergolong rendah.
  • 5.
  • 6.
    PENGOLAHAN Instalasi pengolahan diWWTP terdiri dari filter screen, tangki ekualisasi, tangki aerasi, bak sedimentasi I, tangki netralisasi, bak sedimentasi II dan treated water tank. Pengolahan Awal / Pendahuluan (Preliminary Treatment) Tujuan dari pengolahan awal ini adalah penghilangan padatan kasar dan bahan besar lainnya sering ditemukan dalam air limbah mentah. Penghapusan materi-materi ini diperlukan untuk meningkatkan operasi dan pemeliharaan unit pengolahan selanjutnya.
  • 7.
    PENGOLAHAN Pengolahan Primer (PrimaryTreatment) Pada tahap pengolahan kali ini, dilakukan pemisahan lumpur dan air dimana pihak PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Sunter I menggunakan tangki aerasi dan bak Sedimentasi I untuk melakukan proses pemihsahan yang membantu menjernihkan air terhadap padatan-padatan tersuspensi yang terdapat atau tercampur didalam air. Pengolahan Sekunder (Secondary Treatment) Pada tahap ini air limbah diberi mikroorganisme dengan tujuan untuk menghancurkan atau menghilangkan material organik yang masih ada pada air limbah yang dilakukan pada pipa-pipa yang saling terhubung dengan tangki dari Bak Sedimentasi II, tangki netralisasi, tangki sedimentasi dan Treated Water Tank.
  • 8.
    PENGOLAHAN Pengolahan Akhir (FinalTreatment) Fokus dari pengolahan akhir (Final Treatment) limbah cair PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia Sunter I adalah menghilangkan organisme penyebab penyakit yang ada pada air. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambahkan khlorin ataupun dengan menggunakan sinar ultraviolet.