PROSEDUR PENGEMBANGAN
SISTEM INSTRUKSIONAL
DALAM PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Febri Helmi Bin Masywardi 218620865
Rizwan Iskandar Putra 218620695
Metode Pendidikan Islam
Pengertian Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional
Definisi
Secara Istilah “sistem instruksional” dalam PPSI
menunjukkan pada pengertian sebagai suatu kesatuan
pengajaran yang terorganisasi yang terdiri atas
sejumlah komponen antara lain : materi, metode, alat,
evaluasi yang kesemuanya berinteraksi satu sama
lainnya untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah
ditetapkan. PPSI merupakan langkah – langkah
pengembangan dan pelaksanaan pengajaran sebagai
suatu sistem untuk mencapai tujuan secara efisien dan
efektif.
Basyiruddin. Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam,
(Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 83-84
BERIKUT BEBERAPA AHLI YANG MENDEFINISIKAN
PROSEDUR PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUKSIONAL
01 Hamzah B.Uno (2007),
04 Hamreus (1971)
02 Oemar Hamalik (2006)
05 Buhl (1975)
03 Clarence Schauer (1971)
06 Atwi Suparman (2001)
Dari beberapa definisi tentang pengembangan
sistem instruksional, maka dapat ditarik
kesimpulan. Prosedur Pengembangan sistem
instruksional adalah suatu pola atau rencana yang
sistematis atau struktural dalam menilai,
mendeskripsikan, mengidentifikasi,
mengembangkan serta menggunakan komponen-
komponen sistem pembelajaran (tujuan, Pendidik,
materi, media, metode, dan evaluasi) demi
tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.
KOMPONEN PROSEDUR PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUKSIONAL
Merujuk pada pengertian Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional sebagai suatu sistem, penerapannya
dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam mengandung sejumlah komponen, yakni
TUJUAN
PEMBELAJARAN
PENDIDIK
FASILITAS DAN MEDIA
PEMBELAJARAN
EVALUASI HASIL
BELAJAR
BAHAN PELAJARAN
METODE PENGAJARAN
Tujuan pembelajaran
01
Tujuan Pembelajaran (instructional objective)
adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan
terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik
setelah mengikuti kegiatan pembelajaran
tertentu.
ASPEK-ASPEK DALAM TUJUAN PEMBELAJARAN
Benyamin S. Bloom (dalam Sujono, 2005 : 49) berpendapat bahwa tujuan pendidikan harus
mengacu kepada tiga aspek, yakni :
1. Arah proses berpikir (al-nahiyyah al-fikriyah)
2. Ranah nilai atau sikap (al-nahiyyah al-mawqifiyyah), dan
3. Ranah psikomotor (al-nahiyyah al-harakiyah).
Nizar (2001: 101) juga merumuskan tujuan pendidikan harus berorientasi setidaknya pada empat
aspek, yaitu :
1. Berorirentasi pada tujuan dan tugas pokok manusia, yakni sebagai ‘abd dan khalifah fil ardh;
2. Berorientas pada sifat dasar (fitrah) manusia, yaitu mempunyai kecenderungan pada hanif
lewat tuntunan agama-Nya:
3. Berorientasi pada tuntunan masyarakat dan zaman; dan
4. Orientasi kehidupan ideal islami.
PENDIDIK
02
Guru adalah faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran
yang berkualitas. Sehingga berhasil tidaknya pendidikan
mencapai tujuan selalu dihubungkan dengan kiprah para guru.
Oleh karena itu, usaha-usaha yang dilakukan dalam
meningkatkan mutu pendidikan hendaknya dimulai dari
peningkatan kualitas guru. Guru yang berkualitas diantaranya
adalah mengetahui dan mengerti peran dan fungsinya dalam
proses pembelajaran.
BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN GURU SEBAGAI PENDIDIK
02
Guru harus mengenal siswanya
04
Guru harus memiliki pengetahuan
yang luas tentang tujuan pendidikan
01
Guru harus dapat menempatkan
dirinya sebagai teladan bagi
siswanya
03
Guru harus mengetahui metode-
metode penanaman nilai dan
bagaimana menggunakan metode-
metode tersebut
Guru harus memiliki pengetahuan
yang luas tentang materi yang akan
diajarkan
05
BAHAN BELAJAR
03
Bahan pelajaran ini bersumber dari pokok-pokok bahasan yang
tercantum di dalam kurikulum. Kurikulum ini dibedakan menjadi
dua macam, yakni kurikulum sebgai rencana (curriculum plan)
dan kurikulum yang fungsional (fungsioning curriculum) yaitu
kurikulum yang difungsikan didalam kelas. Bahan pelajaran
yang mengacu pada kurikulum hendaknya berantai dan
dikembangkan secara divergensi (sukmadinata, 2005 : 5).
Metode dan tekhnik pembelajaran pendidikan agama islam, hal. 152
METODE PENGAJARAN
04
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surah al-maidah (5) : 35
َٰٓ
‫و‬ُ
‫غ‬َ
‫ت‬ْ
‫ب‬‫ٱ‬َ
‫و‬ َ
َّ
‫ٱَّلل‬ ۟
‫ا‬‫و‬ُ
‫ق‬َّ
‫ٱت‬ ۟
‫ا‬‫و‬ُ
‫ن‬َ
‫م‬‫ا‬َ
‫ء‬ َ
‫ن‬‫ِي‬
‫ذ‬َّ
‫ٱل‬ ‫ا‬َ
‫ه‬ُّ
‫ي‬َ
‫أ‬َٰٓ
َ
‫ي‬
َ
‫ة‬َ
‫ِيل‬
‫س‬َ
‫و‬ْ
‫ٱل‬ ِ
‫ه‬ْ
‫ي‬َ
‫ل‬ِ
‫إ‬ ۟
‫ا‬
ْ
‫م‬ُ
‫ك‬َّ
‫ل‬َ
‫ع‬َ
‫ل‬ ‫ۦ‬
ِ
‫ه‬ِ
‫ل‬‫ي‬ِ
‫ب‬َ
‫س‬ ‫ِى‬
‫ف‬ ۟
‫ا‬‫و‬ُ
‫د‬ِ
‫ه‬َ
‫ج‬َ
‫و‬
َ
‫ن‬‫و‬ُ
‫ح‬ِ
‫ل‬ْ
‫ف‬ُ
‫ت‬
“hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan
yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya
kamu mendapat keberuntungan.”
Implikasi ayat tersebut dalam pendidikan adalah bahwa dalam proses
pendidikan diperlukan metode yang tepat, guna mengantarkan tercapainya
tujuan pendidikan yang diinginkan.
FASILITAS DAN MEDIA PEMBELAJARAN
05
Media pembelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan guru untuk menyalurkan
pesan kepada para siswa sehingga dapat
merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan
minat siswa sedemikian rupa sehingga mereka
dapat memahami dengan baik dan benar apa
yang disampaikan guru.
FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN
Secara umum adalah sebagai berikut
Memperjelas penyajian
pesan agar tidak terlalu
bersifat verbalistis
Mengatasi keterbatasan
ruang, waktu dan daya
indra,
menggunakan media
pendidikan secara tepat
dan bervariasi dapat
meminimalisasi sikap Pasif
anak didik terhadap suatu
pelajaran.
media pendidikan dengan
kemampuannya dalam
memberikan perangsang yang
sama, mempersamakan
pengalaman, dan
menimbulkan persepsi yang
sama.
KAIDAH DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN
Meskipun sekolah benar dalam memilih media, tapi hal itu tidak menjamin media yang bisa digunakan dengan baik, sebab
memilih dan mampu menggunakan media adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan kaidah
kaidah penggunaan media sebagaimana dia harus memperhatikan kriteria memilihnya.
01
02
03
menjauhkan dari kesulitan dalam menggunakan media.
Menggunakan media yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa dan
pengalaman hidup mereka.
Membatasi tujuan pada saat sebelum memilih media
04
Seteleh guru mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam proses
pendidikan, maka guru akan dapat menentukan media apa yang paling
tepat digunakan dalam pembelajaran
EVALUASI HASIL BELAJAR
06
Evaluasi (penilaian) merupakan serangkaian
kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan
menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar
peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan
berkesinambungan, sehingga menjadi informasi
yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENILAIAN
Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian
kompetensi dasar peserta didik.
Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang
berkelanjutan.
Pemilihan bentuk penilaian dalam silabus harus memperhatikan
kemampuan-kemampuan yang dapat mendorong kemampuan
penalaran dan kreativitas siswa serta sesuai dengan ciri khas dari
mata pelajaran yang bersangkutan.
Penilaian (evaluasi) menggunakan acuan kriteria; yaitu
berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah
mengikuti proses pembelajaran, dan bukan menentukan posisi
seseorang terhadap kelompoknya.
Penulisan bentuk penilaian harus disertai dengan aspek-
aspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam
pembuatan soal-soalnya
Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut
Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar
yang ditempuh dalam proses pembelajaran
Penilaian mengacu kepada tujuan dan fungsi penilaian
Penilaian mengacu kepada prinsip diferensiasi
Penilaian tidak bersifat diskriminasif
1 6
2 7
3 8
4 9
5 10
CREDITS: This presentation template was created
by Slidesgo, including icons by Flaticon and
infographics & images by Freepik.
‫خيرا‬ ‫هللا‬ ‫جزاكم‬
Do you have any questions?
Please keep this slide for attribution.

Sistem Prosedur Instruksional.pptx

  • 1.
    PROSEDUR PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUKSIONAL DALAMPEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Febri Helmi Bin Masywardi 218620865 Rizwan Iskandar Putra 218620695 Metode Pendidikan Islam
  • 2.
    Pengertian Prosedur PengembanganSistem Instruksional Definisi Secara Istilah “sistem instruksional” dalam PPSI menunjukkan pada pengertian sebagai suatu kesatuan pengajaran yang terorganisasi yang terdiri atas sejumlah komponen antara lain : materi, metode, alat, evaluasi yang kesemuanya berinteraksi satu sama lainnya untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. PPSI merupakan langkah – langkah pengembangan dan pelaksanaan pengajaran sebagai suatu sistem untuk mencapai tujuan secara efisien dan efektif. Basyiruddin. Usman, Metodologi Pembelajaran Agama Islam, (Jakarta: Ciputat Press, 2002), hlm. 83-84
  • 3.
    BERIKUT BEBERAPA AHLIYANG MENDEFINISIKAN PROSEDUR PENGEMBANGAN SISTEM INSTRUKSIONAL 01 Hamzah B.Uno (2007), 04 Hamreus (1971) 02 Oemar Hamalik (2006) 05 Buhl (1975) 03 Clarence Schauer (1971) 06 Atwi Suparman (2001)
  • 4.
    Dari beberapa definisitentang pengembangan sistem instruksional, maka dapat ditarik kesimpulan. Prosedur Pengembangan sistem instruksional adalah suatu pola atau rencana yang sistematis atau struktural dalam menilai, mendeskripsikan, mengidentifikasi, mengembangkan serta menggunakan komponen- komponen sistem pembelajaran (tujuan, Pendidik, materi, media, metode, dan evaluasi) demi tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.
  • 5.
    KOMPONEN PROSEDUR PENGEMBANGANSISTEM INSTRUKSIONAL Merujuk pada pengertian Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional sebagai suatu sistem, penerapannya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam mengandung sejumlah komponen, yakni TUJUAN PEMBELAJARAN PENDIDIK FASILITAS DAN MEDIA PEMBELAJARAN EVALUASI HASIL BELAJAR BAHAN PELAJARAN METODE PENGAJARAN
  • 6.
    Tujuan pembelajaran 01 Tujuan Pembelajaran(instructional objective) adalah perilaku hasil belajar yang diharapkan terjadi, dimiliki, atau dikuasai oleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pembelajaran tertentu.
  • 7.
    ASPEK-ASPEK DALAM TUJUANPEMBELAJARAN Benyamin S. Bloom (dalam Sujono, 2005 : 49) berpendapat bahwa tujuan pendidikan harus mengacu kepada tiga aspek, yakni : 1. Arah proses berpikir (al-nahiyyah al-fikriyah) 2. Ranah nilai atau sikap (al-nahiyyah al-mawqifiyyah), dan 3. Ranah psikomotor (al-nahiyyah al-harakiyah). Nizar (2001: 101) juga merumuskan tujuan pendidikan harus berorientasi setidaknya pada empat aspek, yaitu : 1. Berorirentasi pada tujuan dan tugas pokok manusia, yakni sebagai ‘abd dan khalifah fil ardh; 2. Berorientas pada sifat dasar (fitrah) manusia, yaitu mempunyai kecenderungan pada hanif lewat tuntunan agama-Nya: 3. Berorientasi pada tuntunan masyarakat dan zaman; dan 4. Orientasi kehidupan ideal islami.
  • 8.
    PENDIDIK 02 Guru adalah faktorpenentu keberhasilan proses pembelajaran yang berkualitas. Sehingga berhasil tidaknya pendidikan mencapai tujuan selalu dihubungkan dengan kiprah para guru. Oleh karena itu, usaha-usaha yang dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan hendaknya dimulai dari peningkatan kualitas guru. Guru yang berkualitas diantaranya adalah mengetahui dan mengerti peran dan fungsinya dalam proses pembelajaran.
  • 9.
    BEBERAPA HAL YANGHARUS DIPERHATIKAN GURU SEBAGAI PENDIDIK 02 Guru harus mengenal siswanya 04 Guru harus memiliki pengetahuan yang luas tentang tujuan pendidikan 01 Guru harus dapat menempatkan dirinya sebagai teladan bagi siswanya 03 Guru harus mengetahui metode- metode penanaman nilai dan bagaimana menggunakan metode- metode tersebut Guru harus memiliki pengetahuan yang luas tentang materi yang akan diajarkan 05
  • 10.
    BAHAN BELAJAR 03 Bahan pelajaranini bersumber dari pokok-pokok bahasan yang tercantum di dalam kurikulum. Kurikulum ini dibedakan menjadi dua macam, yakni kurikulum sebgai rencana (curriculum plan) dan kurikulum yang fungsional (fungsioning curriculum) yaitu kurikulum yang difungsikan didalam kelas. Bahan pelajaran yang mengacu pada kurikulum hendaknya berantai dan dikembangkan secara divergensi (sukmadinata, 2005 : 5). Metode dan tekhnik pembelajaran pendidikan agama islam, hal. 152
  • 11.
    METODE PENGAJARAN 04 Allah subhanahuwa ta’ala berfirman dalam surah al-maidah (5) : 35 َٰٓ ‫و‬ُ ‫غ‬َ ‫ت‬ْ ‫ب‬‫ٱ‬َ ‫و‬ َ َّ ‫ٱَّلل‬ ۟ ‫ا‬‫و‬ُ ‫ق‬َّ ‫ٱت‬ ۟ ‫ا‬‫و‬ُ ‫ن‬َ ‫م‬‫ا‬َ ‫ء‬ َ ‫ن‬‫ِي‬ ‫ذ‬َّ ‫ٱل‬ ‫ا‬َ ‫ه‬ُّ ‫ي‬َ ‫أ‬َٰٓ َ ‫ي‬ َ ‫ة‬َ ‫ِيل‬ ‫س‬َ ‫و‬ْ ‫ٱل‬ ِ ‫ه‬ْ ‫ي‬َ ‫ل‬ِ ‫إ‬ ۟ ‫ا‬ ْ ‫م‬ُ ‫ك‬َّ ‫ل‬َ ‫ع‬َ ‫ل‬ ‫ۦ‬ ِ ‫ه‬ِ ‫ل‬‫ي‬ِ ‫ب‬َ ‫س‬ ‫ِى‬ ‫ف‬ ۟ ‫ا‬‫و‬ُ ‫د‬ِ ‫ه‬َ ‫ج‬َ ‫و‬ َ ‫ن‬‫و‬ُ ‫ح‬ِ ‫ل‬ْ ‫ف‬ُ ‫ت‬ “hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” Implikasi ayat tersebut dalam pendidikan adalah bahwa dalam proses pendidikan diperlukan metode yang tepat, guna mengantarkan tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan.
  • 12.
    FASILITAS DAN MEDIAPEMBELAJARAN 05 Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan guru untuk menyalurkan pesan kepada para siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga mereka dapat memahami dengan baik dan benar apa yang disampaikan guru.
  • 13.
    FUNGSI MEDIA PEMBELAJARAN Secaraumum adalah sebagai berikut Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra, menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat meminimalisasi sikap Pasif anak didik terhadap suatu pelajaran. media pendidikan dengan kemampuannya dalam memberikan perangsang yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.
  • 14.
    KAIDAH DALAM MENGGUNAKANMEDIA PEMBELAJARAN Meskipun sekolah benar dalam memilih media, tapi hal itu tidak menjamin media yang bisa digunakan dengan baik, sebab memilih dan mampu menggunakan media adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu, guru harus memperhatikan kaidah kaidah penggunaan media sebagaimana dia harus memperhatikan kriteria memilihnya. 01 02 03 menjauhkan dari kesulitan dalam menggunakan media. Menggunakan media yang sesuai dengan tingkat berfikir siswa dan pengalaman hidup mereka. Membatasi tujuan pada saat sebelum memilih media 04 Seteleh guru mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam proses pendidikan, maka guru akan dapat menentukan media apa yang paling tepat digunakan dalam pembelajaran
  • 15.
    EVALUASI HASIL BELAJAR 06 Evaluasi(penilaian) merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.
  • 16.
    BEBERAPA HAL YANGHARUS DIPERHATIKAN DALAM PENILAIAN Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi dasar peserta didik. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Pemilihan bentuk penilaian dalam silabus harus memperhatikan kemampuan-kemampuan yang dapat mendorong kemampuan penalaran dan kreativitas siswa serta sesuai dengan ciri khas dari mata pelajaran yang bersangkutan. Penilaian (evaluasi) menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. Penulisan bentuk penilaian harus disertai dengan aspek- aspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam pembuatan soal-soalnya Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran Penilaian mengacu kepada tujuan dan fungsi penilaian Penilaian mengacu kepada prinsip diferensiasi Penilaian tidak bersifat diskriminasif 1 6 2 7 3 8 4 9 5 10
  • 17.
    CREDITS: This presentationtemplate was created by Slidesgo, including icons by Flaticon and infographics & images by Freepik. ‫خيرا‬ ‫هللا‬ ‫جزاكم‬ Do you have any questions? Please keep this slide for attribution.