MAKALAH : EVALUASI PAI 
BAB I 
PENDAHULUAN 
Dalam pendidikan terjadi proses belajar mengajar yang sistematis, yang terdiri dari 
banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat terpisah atau berjalan 
sendiri-sendiri, tetapi harus berjalan secara teratur, saling bergantung dan berkesinambungan. 
Proses belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi yang terjadi antara guru dan 
siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Guru sebagai pengarah dan pembimbing, sedang 
siswa sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan yang 
terjadi pada diri siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar, maka guru bertugas 
melakukan suatu kegiatan yaitu penilaian atau evaluasi atas ketercapaian siswa dalam belajar. 
Selain memiliki kemampuan untuk menyusun bahan pelajaran dan keterampilan 
menyajikan bahan untuk mengkondisikan keaktifan belajar siswa, guru diharuskan memiliki 
kemampuan mengevaluasi ketercapaian belajar siswa, karena evaluasi merupakan salah satu 
komponen penting dari kegiatan belajar mengajar.
BAB II 
EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM 
A. Pengertian Evalusi pendidikan islam 
Secara etimologi. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris : Evaluation akar katanya Value 
yang berarti menilai atau harga1[1]. Nilai dalam bahasa Arab disebut al-Qimah atau al- 
Taqdir2[2]. Dengan demikian secara harfiah , evaluasi pendidikan al-Tagdir al-tarbawiy 
dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal 
yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan3[3]. 
Secara terminologi evaluasi pendidikan dibagi atas beberapa pendapat yaitu sebagai 
berikut: 
1. Menurut Edwind Waudt, evaluasi mengandung pengertian suatu tindakan atau proses dalam 
menentukan sesuatu4[4]. 
2. Menurut M.Chabib Thaha, evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui 
keadaan objek dangan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak 
ukur untuk memperoleh kesimpulan5[5]. 
3. Menurut Suharsimi Arikunto, evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi 
tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan 
alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. 
1[1] S.Wojowasito dan Tito Wasito W, Kamus Lengkap Inggris Indonesia (Hasta , Jakatra, 1980) hlm., 
267 
2[2] Anas Sudion, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (PT. Grapindo Persada, Jakarta, 2005). hlm.,1 
3[3] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Islam, ( Kalam Mulia, Jakarta, 2002). hlm., 331 
4[4] Edwind Wandt dalam Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam (Kalam Mulia, Jakarta, 2008). hlm., 221 
5[5] Ibid. hlm., 222
4. Menurut Norman Gronlund, evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk 
menentukan keputusan sampai sejauh mana tujuan dicapai oleh siswa. 
5. Wrightstone dan kawan-kawan, evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap 
pertumbuhan dan kemajuan siswa kearah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah 
ditetapkan di dalam kurikulum.6[6] 
Selanjutnya, Roestiyah dalam bukunya Masalah-masalah ilmu keguruan yang kemudian 
dikutip oleh Slameto, mendeskripsikan pengertian evaluasi sebagai berikut: 
1) Evaluasi adalah proses memahami atau memberi arti, mendapatkan dan mengkomunikasikan 
suatu informasi bagi petunjuk pihak-pihak pengambil keputusan. 
2) Evaluasi ialah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya, yang 
bersangkutan dengan kapabilitas siswa. 
3) Evaluasi merupakan suatu kegiatan untuk menilai seberapa jauh program telah berjalan 
seperti yang telah direncanakan. 
4) Evaluasi adalah suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan apakah proses 
dalam pengembangan ilmu telah berada di jalan yang diharapkan.7[7] 
Jadi, dapat disimpulkan di dalam pendidikan islam evaluasi merupakan salah satu 
komponen dan sistem pendidikan islam yang harus dilakukan secara sistematis dan terencana 
sebagai alat untuk mengukur beberhasilan atau target yang akan yang akan dicapai dalam 
proses pendidikan islam dan pembelajaran.
BAB III 
TUJUAN DAN FUNGSI EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM 
A. Tujuan Evaluasi Pendidikan Islam 
Tujuan evaluasi adalah mengetahui kadar/ukuran pemahaman anak didik terhadap materi 
pelajaran, melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang 
telah diberikan. Selain itu program evaluasi bertujuan untuk mengetahui siapa diantara anak 
didik yang cerdas dan yang lemah, sehingga yang lemah diberi perhatian khusus agar ia dapat 
mengejar kekurangannya. 
Sasaran evaluasi tidak bertujuan mengevaluasi anak didik saja, tetapi juga bertujuan 
untuk mengevaluasi pendidik yaitu sejauh mana ia bersungguh-sugguh dalam menjalankan 
tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. 
Sedangkan menurut Muchtar Buchari M. Eb, mengemukakan, ada dua tujuan 
evaluasi: 
1) Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama 
jangka waktu tertentu. 
2) Untuk mengetahui tingkat efisien metode pendidikan yang dipergunakan dalam jangka 
waktu tertentu. 
Namun secara umum tujuan evaluasi itu diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, 
yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan evaluasi secara umum adalah: 
 Untuk mendapatkan data-data pembuktian tetang kemajuan siswa setelah mengikuti 
pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. 
 Untuk mengetahui tingkat efektifitas metode yang digunakan guru dalam mengajar. 
 Untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. 
Sedangkan tujuan evaluasi secara khusus adalah: 
 Untuk memotivasi anak dalam belajar.
 Untuk mencari faktor-faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan siswa dalam mengikuti 
program Pendidikan. 
 Mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan. 
 mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam proses belajar, 
sehingga dapat dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedial 
teaching. 
 mengetahui efisiansi dan efektifitas strategi pembelajaran yang digunakan guru, baik yang 
menyangkut metode, media maupun sumber-sumber belajar. 
B. Fungsi Evaluasi Pendidikan Islam 
Fungsi evaluasi adalah membantu anak didik agar ia dapat mengubah atau 
mengembangkan tingkah lakunya secara sadar, serta memberi bantuan kepadanya cara 
meraih suatu kepuasan bila berbuat sebagaimana mestinya. Di samping itu fungsi evaluasi 
juga dapat membantu seorang pendidik dalam mempertimbangkan adeqvate (baik tidaknya) 
metode mengajar, serta membantu mempertimbangkan administrasinya. 
Kalau dilihat prinsip yang terdapat didalam al-Qur’an dan praktek yang dilakukan oleh 
Rasulullah SAW, maka evaluasi berfungsi sebagai berikut: 
a. Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problema 
kehidupan yang dihadapi. 
b. Untuk mengetahui sejauh mana atau sampai dimana hasil pendidikan wahyu yang telah 
disampaikan Rasulullah SAW, kepada ummatnya. 
evaluasi dalam pendidikan Islam berfungsi sebagai umpan balik (feed back) atau 
dikenal dengan istilah muraja’ah terhadap kegiatan pendidikan. Umpan balik berguna untuk: 
1) Ishlah, yaitu perbaikan terhadap semua komponen pendidikan termasuk perbaikan perilaku, 
wawasan dan kebiasaan-kebiasaan peserta didik.
2) Tazkiyah, yaitu penyucian terhadap semua komponen pendidikan, artinya melihat kembali 
program-program pendidikan yang dilakukan, apakah program tersebut penting atau tidak 
dalam kehidupan peserta didik. Apabila terdapat program yang harus dihilangkan dan 
dicarikan sublimasi yang cocok dengan program semula. 
3) Tajdid, yaitu memodrenisasi semua kegiatan pendidikan. Kegiatan yang tidak relevan baik 
untuk kepentingan internal maupun eksternal perlu diubah dan dicarikan penggantinya yang 
lebih baik. Dengan kegiatan ini, maka pendidikan dapat dimobilisasi dan didinamisasi untuk 
lebih maju. 
4) Ad-dakhil, yaitu masukan sebagai laporan bagi orang tua peserta didik berupa rapor, ijazah, 
sertifikat dan sebagainya8[8]. 
Adapun Fungsi evaluasi secara keseluruhan adalah sebagai berikut: 
 
Secara psikologis, peserta didik perlu mengetahui prestasi belajarnya, sehingga ia merasakan 
kepuasan dan ketenangan. 
 
Secara sosiologis,untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun ke 
masyarakat. Mampu dalam arti dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan seluruh lapisan 
masyarakat dengan segala karakteristiknya. 
 
secara didaktis-metodis, evaluasi berfungsi untuk membantu guru dalam menempatkan peserta 
didik pada kelompok tertentu sesuai dengan kemampuan dan kecakapannya masing-masing. 
 
untuk mengetahui kedudukan peserta didik diantara 
teman-temannya, apakah ia termasuk anak yang pandai, sedang atau kurang. 
 
untuk mengetahui taraf kesiapan peserta didik dalam menempuh 
program pendidikannya. 
 
untuk membantu guru dalam memberikan bimbingan dan seleksi, baik dalam rangka 
menentukan jenis pendidikan, jurusan maupun kenaikan tingkat/kelas. 
8[8] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Islam, ( Kalam Mulia, Jakarta, 2002). hlm.,210
 
Secara administratif, evaluasi berfungsi untuk memberikan laporan tentang kemajuan peserta 
didik kepada pemerintah, pimpinan/kepala sekolah, guru/instruktur, termasuk peserta didik 
itu sendiri.
BAB IV 
PENUTUP 
A. Kesimpulan 
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan evaluasi pendidikan islam itu sebagai 
berikut: 
 
Evaluasi pendidikan merupakan salah satu komponen dan sistem pendidikan islam yang harus 
dilakukan secara sistematis dan terencana sebagai alat untuk mengukur beberhasilan atau 
target yang akan yang akan dicapai dalam proses pendidikan islam dan pembelajaran. 
 
Evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau 
penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan. 
 
Yang bertujuan mengetahui kadar/ukuran pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran, 
melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang telah 
diberikan. 
 
Sasaran evaluasi tidak bertujuan mengevaluasi anak didik saja, tetapi juga bertujuan untuk 
mengevaluasi pendidik yaitu sejauh mana ia bersungguh-sugguh dalam menjalankan 
tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. 
 
Dan juga berfungsi untuk membantu anak didik agar ia dapat mengubah atau mengembangkan 
tingkah lakunya secara sadar, serta memberi bantuan kepadanya cara meraih suatu kepuasan 
bila berbuat sebagaimana mestinya.
DAFTAR PUSTAKA 
Anas Sudion, Pengantar Evaluasi Pendidikan, PT. Grapindo Persada, Jakarta, 2005 
Drs. M. Ngalim Purwanto,M.P,Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, PT. Remaja 
Rosdakarya Bandung, 2004 
Drs. Slameto, Evaluasi Pendidikan, Bumi aksara,Jakarta , 2001 
Edwind Wandt dalam Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. Kalam Mulia, Jakarta, 2001 
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Islam, Kalam Mulia, Jakarta, 2002 
S.Wojowasito dan Tito Wasito W, Kamus Lengkap Inggris Indonesia, Hasta, Jakatra, 1980

Makalah evaluasi

  • 1.
    MAKALAH : EVALUASIPAI BAB I PENDAHULUAN Dalam pendidikan terjadi proses belajar mengajar yang sistematis, yang terdiri dari banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat terpisah atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berjalan secara teratur, saling bergantung dan berkesinambungan. Proses belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi yang terjadi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan. Guru sebagai pengarah dan pembimbing, sedang siswa sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar, maka guru bertugas melakukan suatu kegiatan yaitu penilaian atau evaluasi atas ketercapaian siswa dalam belajar. Selain memiliki kemampuan untuk menyusun bahan pelajaran dan keterampilan menyajikan bahan untuk mengkondisikan keaktifan belajar siswa, guru diharuskan memiliki kemampuan mengevaluasi ketercapaian belajar siswa, karena evaluasi merupakan salah satu komponen penting dari kegiatan belajar mengajar.
  • 2.
    BAB II EVALUASIPENDIDIKAN ISLAM A. Pengertian Evalusi pendidikan islam Secara etimologi. Evaluasi berasal dari bahasa Inggris : Evaluation akar katanya Value yang berarti menilai atau harga1[1]. Nilai dalam bahasa Arab disebut al-Qimah atau al- Taqdir2[2]. Dengan demikian secara harfiah , evaluasi pendidikan al-Tagdir al-tarbawiy dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan3[3]. Secara terminologi evaluasi pendidikan dibagi atas beberapa pendapat yaitu sebagai berikut: 1. Menurut Edwind Waudt, evaluasi mengandung pengertian suatu tindakan atau proses dalam menentukan sesuatu4[4]. 2. Menurut M.Chabib Thaha, evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan objek dangan menggunakan instrument dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan5[5]. 3. Menurut Suharsimi Arikunto, evaluasi adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. 1[1] S.Wojowasito dan Tito Wasito W, Kamus Lengkap Inggris Indonesia (Hasta , Jakatra, 1980) hlm., 267 2[2] Anas Sudion, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (PT. Grapindo Persada, Jakarta, 2005). hlm.,1 3[3] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Islam, ( Kalam Mulia, Jakarta, 2002). hlm., 331 4[4] Edwind Wandt dalam Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam (Kalam Mulia, Jakarta, 2008). hlm., 221 5[5] Ibid. hlm., 222
  • 3.
    4. Menurut NormanGronlund, evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan keputusan sampai sejauh mana tujuan dicapai oleh siswa. 5. Wrightstone dan kawan-kawan, evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa kearah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum.6[6] Selanjutnya, Roestiyah dalam bukunya Masalah-masalah ilmu keguruan yang kemudian dikutip oleh Slameto, mendeskripsikan pengertian evaluasi sebagai berikut: 1) Evaluasi adalah proses memahami atau memberi arti, mendapatkan dan mengkomunikasikan suatu informasi bagi petunjuk pihak-pihak pengambil keputusan. 2) Evaluasi ialah kegiatan mengumpulkan data seluas-luasnya, sedalam-dalamnya, yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa. 3) Evaluasi merupakan suatu kegiatan untuk menilai seberapa jauh program telah berjalan seperti yang telah direncanakan. 4) Evaluasi adalah suatu alat untuk menentukan apakah tujuan pendidikan dan apakah proses dalam pengembangan ilmu telah berada di jalan yang diharapkan.7[7] Jadi, dapat disimpulkan di dalam pendidikan islam evaluasi merupakan salah satu komponen dan sistem pendidikan islam yang harus dilakukan secara sistematis dan terencana sebagai alat untuk mengukur beberhasilan atau target yang akan yang akan dicapai dalam proses pendidikan islam dan pembelajaran.
  • 4.
    BAB III TUJUANDAN FUNGSI EVALUASI PENDIDIKAN ISLAM A. Tujuan Evaluasi Pendidikan Islam Tujuan evaluasi adalah mengetahui kadar/ukuran pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan. Selain itu program evaluasi bertujuan untuk mengetahui siapa diantara anak didik yang cerdas dan yang lemah, sehingga yang lemah diberi perhatian khusus agar ia dapat mengejar kekurangannya. Sasaran evaluasi tidak bertujuan mengevaluasi anak didik saja, tetapi juga bertujuan untuk mengevaluasi pendidik yaitu sejauh mana ia bersungguh-sugguh dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam. Sedangkan menurut Muchtar Buchari M. Eb, mengemukakan, ada dua tujuan evaluasi: 1) Untuk mengetahui kemajuan belajar peserta didik setelah menyadari pendidikan selama jangka waktu tertentu. 2) Untuk mengetahui tingkat efisien metode pendidikan yang dipergunakan dalam jangka waktu tertentu. Namun secara umum tujuan evaluasi itu diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan evaluasi secara umum adalah:  Untuk mendapatkan data-data pembuktian tetang kemajuan siswa setelah mengikuti pembelajaran dalam jangka waktu tertentu.  Untuk mengetahui tingkat efektifitas metode yang digunakan guru dalam mengajar.  Untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Sedangkan tujuan evaluasi secara khusus adalah:  Untuk memotivasi anak dalam belajar.
  • 5.
     Untuk mencarifaktor-faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan siswa dalam mengikuti program Pendidikan.  Mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditetapkan.  mengetahui kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam proses belajar, sehingga dapat dilakukan diagnosis dan kemungkinan memberikan remedial teaching.  mengetahui efisiansi dan efektifitas strategi pembelajaran yang digunakan guru, baik yang menyangkut metode, media maupun sumber-sumber belajar. B. Fungsi Evaluasi Pendidikan Islam Fungsi evaluasi adalah membantu anak didik agar ia dapat mengubah atau mengembangkan tingkah lakunya secara sadar, serta memberi bantuan kepadanya cara meraih suatu kepuasan bila berbuat sebagaimana mestinya. Di samping itu fungsi evaluasi juga dapat membantu seorang pendidik dalam mempertimbangkan adeqvate (baik tidaknya) metode mengajar, serta membantu mempertimbangkan administrasinya. Kalau dilihat prinsip yang terdapat didalam al-Qur’an dan praktek yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, maka evaluasi berfungsi sebagai berikut: a. Untuk menguji daya kemampuan manusia beriman terhadap berbagai macam problema kehidupan yang dihadapi. b. Untuk mengetahui sejauh mana atau sampai dimana hasil pendidikan wahyu yang telah disampaikan Rasulullah SAW, kepada ummatnya. evaluasi dalam pendidikan Islam berfungsi sebagai umpan balik (feed back) atau dikenal dengan istilah muraja’ah terhadap kegiatan pendidikan. Umpan balik berguna untuk: 1) Ishlah, yaitu perbaikan terhadap semua komponen pendidikan termasuk perbaikan perilaku, wawasan dan kebiasaan-kebiasaan peserta didik.
  • 6.
    2) Tazkiyah, yaitupenyucian terhadap semua komponen pendidikan, artinya melihat kembali program-program pendidikan yang dilakukan, apakah program tersebut penting atau tidak dalam kehidupan peserta didik. Apabila terdapat program yang harus dihilangkan dan dicarikan sublimasi yang cocok dengan program semula. 3) Tajdid, yaitu memodrenisasi semua kegiatan pendidikan. Kegiatan yang tidak relevan baik untuk kepentingan internal maupun eksternal perlu diubah dan dicarikan penggantinya yang lebih baik. Dengan kegiatan ini, maka pendidikan dapat dimobilisasi dan didinamisasi untuk lebih maju. 4) Ad-dakhil, yaitu masukan sebagai laporan bagi orang tua peserta didik berupa rapor, ijazah, sertifikat dan sebagainya8[8]. Adapun Fungsi evaluasi secara keseluruhan adalah sebagai berikut:  Secara psikologis, peserta didik perlu mengetahui prestasi belajarnya, sehingga ia merasakan kepuasan dan ketenangan.  Secara sosiologis,untuk mengetahui apakah peserta didik sudah cukup mampu untuk terjun ke masyarakat. Mampu dalam arti dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan seluruh lapisan masyarakat dengan segala karakteristiknya.  secara didaktis-metodis, evaluasi berfungsi untuk membantu guru dalam menempatkan peserta didik pada kelompok tertentu sesuai dengan kemampuan dan kecakapannya masing-masing.  untuk mengetahui kedudukan peserta didik diantara teman-temannya, apakah ia termasuk anak yang pandai, sedang atau kurang.  untuk mengetahui taraf kesiapan peserta didik dalam menempuh program pendidikannya.  untuk membantu guru dalam memberikan bimbingan dan seleksi, baik dalam rangka menentukan jenis pendidikan, jurusan maupun kenaikan tingkat/kelas. 8[8] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Islam, ( Kalam Mulia, Jakarta, 2002). hlm.,210
  • 7.
     Secara administratif,evaluasi berfungsi untuk memberikan laporan tentang kemajuan peserta didik kepada pemerintah, pimpinan/kepala sekolah, guru/instruktur, termasuk peserta didik itu sendiri.
  • 8.
    BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan evaluasi pendidikan islam itu sebagai berikut:  Evaluasi pendidikan merupakan salah satu komponen dan sistem pendidikan islam yang harus dilakukan secara sistematis dan terencana sebagai alat untuk mengukur beberhasilan atau target yang akan yang akan dicapai dalam proses pendidikan islam dan pembelajaran.  Evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai penilaian dalam (bidang) pendidikan atau penilaian mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan pendidikan.  Yang bertujuan mengetahui kadar/ukuran pemahaman anak didik terhadap materi pelajaran, melatih keberanian dan mengajak anak didik untuk mengingat kembali materi yang telah diberikan.  Sasaran evaluasi tidak bertujuan mengevaluasi anak didik saja, tetapi juga bertujuan untuk mengevaluasi pendidik yaitu sejauh mana ia bersungguh-sugguh dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan pendidikan Islam.  Dan juga berfungsi untuk membantu anak didik agar ia dapat mengubah atau mengembangkan tingkah lakunya secara sadar, serta memberi bantuan kepadanya cara meraih suatu kepuasan bila berbuat sebagaimana mestinya.
  • 9.
    DAFTAR PUSTAKA AnasSudion, Pengantar Evaluasi Pendidikan, PT. Grapindo Persada, Jakarta, 2005 Drs. M. Ngalim Purwanto,M.P,Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, PT. Remaja Rosdakarya Bandung, 2004 Drs. Slameto, Evaluasi Pendidikan, Bumi aksara,Jakarta , 2001 Edwind Wandt dalam Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam. Kalam Mulia, Jakarta, 2001 Ramayulis, Metodologi Pendidikan Islam, Kalam Mulia, Jakarta, 2002 S.Wojowasito dan Tito Wasito W, Kamus Lengkap Inggris Indonesia, Hasta, Jakatra, 1980