DASAR-DASAR EVALUASI KURIKULUM Latar Belakang Terjadinya perubahan kurikulum tak dapat dielakan lagi karena adanya perubahan pandangan dalam pendidikan dan karena desakan dari luar. Konsep evaluasi, pengukuran dan penelitian  Evaluasi  adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam rumusan itu terdapat tiga faktor utama, yakni : (1) pertimbangan (judgment), (2) deskripsi objek penilaian, (3) kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengukuran dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang adekuat dan akurat tentang sesuatu yang diukur. Penelitian tidak sama dengan pengukuran dan evaluasi, tetapi evaluasi dan pengukuran dapat memberikan informasi yang berguna bagi penelitian. Pentingnya evaluasi kurikulum  Bagi guru : untuk menilai para siswanya untuk melihat sejauhmana proses belajar-mengajar telah dilaksanakannya itu berhasil atau kurang berhasil. Kandep dan kanwil : untuk menilai sejauhmana kurikulum itu telah dilaksanakan oleh semua sekolah, apakah berhasil atau kurang berhasil Orang tua dan masyarakat :  untuk menilai dan mengukur sejauhmana kurikulum yang telah dilaksanakan  itu menunjukkan hasil nyata sesuai dengan harapan dan aspirasi para orangtua dan masyarakat.
KEBIJAKAN DAN PROSES KURIKULUM Kebijakan dalam evaluasi kurikulum    Evaluasi  adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan. Evaluasi dibagi menjadi tiga (1) evaluasi birokratis, 92) evaluasi autokartis dan (3) evaluasi demokratis Evaluasi sebagai bagian dari proses kurikulum Proses kurikulum berlangsung secara bertahap dan berjenjang, terdiri dari : (1) proses penjajakan kebutuhan dan kelayakan, (2) proses perencanaan dan pengembangan, (3) proses pelaksanaan kurikulum, (4) proses penilaian kurikulum, (5) proses perbaikan kurikulum, (6) proses penelitian evaluasi kurikulum  Kegiatan evaluasi kurikulum  Kegiatan evaluasi kurikulum yang perlu dilakukan antara lain adalah : Mengamati hasil belajar siswa yang bersifat khusus Menggunakan alat evaluasi untuk menemukan kelemahan, kebutuhan dan minat para siswa Mendesain pengajaran yang akan dilaksanakan  Mengadakan penilaian secara terus-menerus terhadap pelaksanaan pelajaran  Mengadakan kontrol terhadap tingkah laku  siswa Mengadakan perbaikan pengajaran  Aspek-aspek yang perlu dievaluasi  sehubungan dengan aspek yang akan dievaluasi maka ditentukan pula kegiatan evaluasi apa yang akan dilakukan  : Evaluasi terhadap tingkat ketercapaian tujuan yang telah dirumuskan, evaluasi terhadap tugas-tugas pengajaran yang telah dilaksanakan , evaluasi terhadap rumusan materi, evaluasi terhadap keterlibatan orang tua, mengadakan kegiatan pengamatan, dll
PENDEKATAN DAN STRATEGI EVALUASI KURIKULUM PENDAHULUAN Latar Belakang Keterlaksanaan dan keberhasilan evaluasi kurikulum bergantung pada pendekatan dan strategi yang digunakan oleh evaluator. Pendekatan menuju pada dasar, arah, tujuan dan teknik yang ditempuh dalam memulai dan melaksanakan kegiatan evaluasi kurikulum. Oleh karena itu, pendekatan evaluasi dan strategi evaluasi adalah dua hal yang saling terkait dan terpadu guna mewujudkan hasil evaluasi yang optimal  Prinsip-prinsip evaluasi kurikulum  Program evaluasi kurikulum didasarkan atas prinsip-prinsip sebagai berikut : (a) evaluasi kurikulum didasarkan atas tujuan tertentu, (b) evaluasi kurikulum harus bersifat objektif, (c) evaluasi kurikulum bersifat komprehensif, (d) evaluasi kurikulum dilaksanakan secara kooperatif, (e) evaluasi kurikulum harus dilaksanakan secara efisien, (f)  evaluasi kurikulum dilaksanakan secara berkesinambungan Beberapa variabel yang perlu dipertimbangkan Evaluasi kurikulum, sebagaimana halnya dengan perencanaan kurikulum akan dapat berhasil dengan baik jika si evaluator mempertimbangkan variabel-variabel pokok dalam sistem evaluasi itu, yakni antara lain  (1) tujuan pendidikan, (2) sistem sekolah, (3) pendidikan guru PENDEKATAN EVALUASI KURIKULUM Meliputi dua pendekatan evaluasi kurikulum yakni :  Pendekatan tradisional  Pendekatan sistem
EVALUASI KURIKULUM DAN KEPALA SEKOLAH Konsepsi kriteria deskripsi pendidikan    Meliputi :  (1) pengetahuan, (2) pengertian, (3) motivasi (sikap, nilai, pengaruh), (4) kesanggupan nonmental, (5) non educational variabels  Manifestation dimension of critical variabel  meliputi : (1) pengetahuan, (2) pengertian, (3) jenis instrumen, (4) kesanggupan nonmental EVALUASI KURIKULUM DAN GURU Evaluasi dan ujian  Dalam evaluasi kurikulum, pengukuran meliputi pengujian terhadap perilaku siswa dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhinya.  Evaluasi dan tujuan pendidikan  evaluasi dimulai dengan mengenal lebih dulu apa yang akan dievaluasi, tercapainya tujuan berarti terjadinya perubahan tingkah laku. STRATEGI EVALUASI KURIKULUM Meliputi : Teori evaluasi  Komponen-komponen desain evaluasi  Praktek evaluasi  Prosedur perubahan sistematis Aplikasi model SPEC
EVALUASI MUTU PENDIDIKAN PENDAHULUAN Latar Belakang Pemerintahan dan bangsa menyadari perlunya peningkatan kualitas pendidikan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, sikap mental guru yang inovatif, waktu yang panjang, iklim kultur sosial yang menunjang dan masih banyak lagi faktor yang lainnya  Pengertian mutu dalam pendidikan  Pengertian mutu pendidikan dapat dilihat dari dua segi, yakni segi normatif dan segi deskriptif. Dalam artian normatif, mutu ditentukan berdasarkan pertimbangan, dan dalam artian deskriptif  mutu ditentukan berdasarkan keadaan senyatanya.  KONSEP MUTU PENDIDIKAN Ada tiga konsep mutu pendidikan : Tinjauan secara sosiologis  Tinjauan normatif mutu pendidikan  Tinjauan kultural mutu pendidikan TINJAUAN SOSIOLOGIS TENTANG MUTU PENDIDIKAN Sosialisasi  Pengajaran dan pendidikan  Tujuan dari segi sumber daya antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin
PENDIDIKAN MUTU MELALUI PERBAIKAN KURIKULUM  Pendidikan mutu melalui perbaikan kurikulum mengacu kepada : Kriteria Penilaian  Pertimbangan  untuk perbaikan  PENDEKATAN EVALUASI MUTU PENDIDIKAN  Asumsi evaluasi mutu  Asumsi-asumsi evaluasi mutu sebagai berikut : Bahwa mutu dapat didefinisikan dan diukur ke dalam istilah yang bermakna dan tepat untuk tujuan-tujuan analisis dan pengukuran. Bahwa suatu sistem pendidikan formal adalah untuk melayani masyarakat dimana sistem tersebut dilaksanakan  Bahwa perbaikan atas mutu pendidikan dilakukan dalam rangka lebih melengkapi kesempatan bagi anak untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai. Kontrol mutu dan kurikulum Kriteria evaluasi mutu
EVALUASI KEBUTUHAN DAN KELAYAKAN KURIKULUM PENDAHULUAN Latar Belakang Program dan kegiatan evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum merupakan suatu keharusan yang esensial dalam rangka pengembangan program pendidikan umumnya dan kurikulum khususnya. Konsep evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum  Evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum pada dasarnya adalah keseluruhan kegiatan secara sistematik untuk menilai semua bentuk kebutuhan. Fungsi evaluasi kebutuhan dan kelayakan  ada dua fungsi pokok pelaksanaan evaluasi kebutuhan dan kelayakan, yakni (1) menghimpun atau mengumpulkan data dan informasi tentang kebutuhan yang mendesak di lapangan yang selanjutnya diolah dan dianalisis untuk digunakan sebagai bahan dalam rangka pengembangan dan perbaikan kurikulum. (2) kurikulum yang telah dikembangkan dapat dilihat derajat kelayakannya, khususnya dalam rangka kemungkinan pelaksanaannya di lembaga pendidikan. Pentingnya evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum  hasil evaluasi ini penting bagi berbagai pihak, antara lain bagi (1) penelitian kurikulum, (2) pembinaan tenaga kependidikan, (3) administrator atau pengelola sistem pendidikan, (4) ahli pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan, (5) masyarakat dan orangtua sebagai umpan balik  dan, (6) guru bidang studi atau guru kelas
PELAKSANA EVALUASI KEBUTUHAN DAN KELAYAKAN KURIKULUM  Pelaksana evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum diantaranya :  Masyarakat sebagai evaluator  Guru kelas atau guru bidang studi Kepala sekolah sebagai evaluator kebutuhan kurikulum pendidikan Pusat pengembangan kurikulum Balitbang Depdikbud adalah evaluator tingkat nasional  PEMANFAATAN HASIL EVALUASI KEBUTUHAN Pengembangan desain pendidikan  Hasil evaluasi kebutuhan dimanfaatkan dalam penyusunan desain pendidikan untuk lembaga pendidikan yang bersangkutan.  Pengembangan kurikulum  Hasil evaluasi kebutuhan dapat dimanfaatkan dalam rangka pengembangan kurikulum sekolah atau luar sekolah. Pelaksanaan evaluasi kebutuhan dan pemanfaatannya dalam rangka pengembangan kurikulum dan program pendidikan meminta persyaratan yang cukup fundamental seperti kebersamaan di dalam masyarakat, dll KELAYAKAN KURIKULUM Faktor manusiawi  faktor ini meliputi unsur-unsur pengelola pendidikan, supervisor, kepala sekolah, guru, dan tenaga tata usaha sekolah atau lembaga pendidikan luar sekolah  Faktor Material  faktor ini meliputi keadaan, jenis, kelengkapan, jumlah, dan mutu yang terdiri dari banguann sekolah, perlengkapan sekolah, media instruksional dan sarana lainnya yang bersifat mendukung pelaksanaan kurikulum
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN PENDAHULUAN Latar Belakang Proses dan keberhasilan pendidikan pada dasarnya terletak pada program yang dilaksanakan dengan menggunakan tolak ukur tertentu  sebagai kriteria keberhasilannya.  Konsep evaluasi program pendidikan  evaluasi program pendidikan adalah keseluruhan kegiatan evaluasi yang dilakukan terhadap perencanaan, pelaksanaan, dampak, efisiensi, dan keefektifan dengan menggunakan instrumen dan kriteria tertentu yang memberikan informasi balikan bagi kepentignan program pendidikan selanjutnya. Evaluasi program pada prinsipnya mengandung tiga aspek, yakni (1) deskripsi, (2) kriteria, (3) pertimbangan program pendidikan. Tujuan evaluasi program pendidikan  tujuan evaluasi program adalah untuk memperoleh informasi yang akurat tentang derajat keberhasilan program dan kelancaran pelaksanaan program, yang pada gilirannya dapat mengetahui beberapa kelemahan dan kelebihannya. JENIS-JENIS EVALUASI PROGRAM Jenis-jenis evaluasi program diantaranya : Evaluasi perencanaan dan pengembangan Evaluasi monitoring Evaluasi dampak  Evaluasi efisiensi-ekonomi Evaluasi program komprehensive
KERANGKA EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN  Pada umumnya evaluasi program memiliki tiga komponen utama yaitu : Deskripsi program  Kriteria evaluasi  kriteria evaluasi dibagi menjadi dua : a.  Kriteria internal  b.  Kriteria Eksternal  3.  Pertimbangan
EVALUASI PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDAHULUAN Latar Belakang Evaluasi terhadap pengembangan kurikulum perlu dilakukan pada setiap tahap pengembangan kurikulum untuk berbagai jenjang pendidikan. Beberapa dasar pemikiran yang mengacu ke arah kebutuhan evaluasi tersebut adalah : (a) perubahan kebijakan dalam sistem pendidikan nasional, (b) kebutuhan tenaga pembangunan dalam semua bidang, (c) kondisi sosial budaya yang khas, (d) pengembangan kurikulum muatan lokal , (e) peranan dan fungsi serta kedudukan guru atau tenaga kependidikan sebagai tenaga fungsional Konsep evaluasi pengembangan kurikulum  konsep pengembangan kurikulum sesungguhnya adalah suatu perencanaan kurikulum yang bertujuan untuk memperoleh suatu kurikulum yang lebih baik dalam rangka mencapai tujuan tertentu, yakni perubahan perilaku para siswa. Pentingnya rekomendasi pengembangan kurikulum  pemberian rekomendasi ini penting karena merupakan petunjuk atau pedoman bagi para pengembang kurikulum  PEMBAHARUAN KURIKULUM  Meliputi : Antusiasme terhadap pembaharuan  Tujuan tingkah laku  Pelaksanaan pembaharuan kurikulum  Langkah pengukuran  Pengembang dan penilai kurikulum
REKOMENDASI UNTUK MENILAI PENGEMBANGAN KURIKULUM  Kriteria rekomendasi  Ada  tujuh rekomendasi pokok yang telah dirumuskan untuk menilai suatu perencanaan kurikulum, yakni : (a) rasional, (b), spesifikasi, (c) kelayakan, (d) keefektifan, (e) kondisi, (f) kepraktisan, dan  (g) desiminasi  Landasan rekomendasi  penentuan rekomendasi didasarkan atas prinsip-prinsip sebagai berikut : a) rasionalitas b)  nilai-nilai c) keputusan d) akontabilitas e) signifikansi f) menyeluruh  g) kausasi  h) tingkah laku dan  i) Pengetahuan
EVALUASI BAHAN PENGAJARAN  PENDAHULUAN Pengertian evaluasi bahan pengajaran  Suatu bahan pengajaran yang telah tersusun sesungguhnya masih merupakan bahan mentah, belum siap digunakan, dan masih perlu  dinilai kelebihan dan kekurangannya. Setelah diadakan penilaian, perlu diadakan perbaikan dan penggandaan sebagai bahan pengajaran untuk mata ajaran tertentu serta bagi siswa atau peserta tertentu. Kegiatan evaluasi menempati posisi yang cukup penting sebab, dengan informasi yang diperoleh, kita dapat memperbaiki konsep buku sumber atau bahan dan selanjutnya menyempurnakannya sesuai dengan kebutuhan. Fungsi evaluasi bahan pengajaran  Evaluasi terhadap bahan pengajaran dalam garis besarnya berfungsi sebagai :  (a) Fungsi kurikuler, (b) fungsi instruksional, (c) fungsi diagnosis, (d) fungsi administratif  Tujuan evaluasi bahan pengajaran  Tujuan evaluasi dilihat dari segi secara fungsional, yaitu : Untuk memilih bahan pengajaran mana yang sebaiknya digunakan sebagai bahan belajar  Untuk mengamati apakah prosedur penggunaan sumber bahan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan  Untuk memeriksa hingga mana derajat ketercapaian tujuan penggunaan bahan pengajaran Untuk mengetahui tingkat kemampuan pengajar atau pelatih dalam menggunakan bahan atau buku sumber tersebut Untuk memperoleh bahan informasi bagi kepentingan administratif Untuk memperoleh informasi dalam rangka memperbaiki bahan pengajaran itu sendiri
BEBERAPA ASPEK BAHAN PENGAJARAN YANG PERLU DINILAI  Aspek filsafat dan tujuan diklat  Ruang lingkup bahan pengajaran  Kebenaran, autentisitas dan kenyataan  Derajat keberartian bahan  Edukatif dan metodologis Kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa Penggunaan bahasa yang baik dan benar, sederhana dan jelas Aspek-aspek lainnya PROSEDUR EVALUASI  BAHAN PENGAJARAN Metode dan teknik evaluasi bahan pengajaran  Instrumen evaluasi bahan pengajaran  Kriteria evaluasi bahan pengajaran  Prosedur kerja penilaian bahan pengajaran
EVALUASI PROSES BELAJAR MENGAJAR  PENDAHULUAN Evaluasi pada hakikatnya merupakan usaha pengendalian kualitas pendidikan dan mendorong proses belajar agar senantiasa menjamin ketercapaian tujuan pendidikan disekolah. Dengan demikian pula efisiensi internal yang mencapai kurikulum, metode mengajar terpenuhi, juga efisiensi eksternal dalam hal produktivitas, mutu, serta relevansinya dengan kebutuhan akan terjangkau.  TUJUAN BELAJAR-MENGAJAR Tujuan pendidikan dibagi menjadi tiga yang terdiri dari  kognitif, afektif , dan  psikomotor Tingkat  kognitif tersebut adalah sbb : (1) pengetahuan (knowledge), (2) pemahaman (comprehension),  (3) aplikasi (aplication), (4) analisis (analysis), (5) sintesis (synthesis), dan (6) evaluasi (evaluating) Tingkat afektif terdiri dari : (a) menerima, (b) merespons, (c) menilai, (d) mengorganisasi, dan  (e) karakterisasi oleh suatu nilai atau oleh suatu kompleks nilai. METODE MENGAJAR Dimensi-dimensi metode mengajar  Untuk mengklasifikasikan metode-metode mengajar, perlu diperhatikan enam dimensi sbb : (1) komposisi kelompok siswa, (3) karakteristik siswa, (4) sifat sumber material yang tersedia, (5) cara menggunakan sumber-sumber tersebut, dan (6) faktor waktu
Evaluasi metode mengajar  metode mengajar dapat dievaluasi dari segi hasil (yaitu perubahan tingkah laku  murid) atau dari segi input (misalnya biaya, atau dengan kombinasi keduanya dengan analisis  cost-benefit  (biaya keuntungan) PERANAN EVALUASI  Keputusan kurikulum pada hakikatnya didasarkan atas dua macam evaluasi, yakni evaluasi instrinsik dan evaluasi  performans. Evaluasi instrinsik berkenaan dengan analisis kurikulum, yakni untuk mengetahui pengaruhnya dan akibatnya. Sedangkan evaluasi performans ditujukan untuk menemukan sejauhmana pengaruh tersebut disadari dalam praktek.
EVALUASI PENGEMBANGAN PRODUK KURIKULUM PENDAHULUAN Laporan yang  berorientasi kepada produk pendidikan sangat penting kegunaannya bagi para administrator sekolah, personel kurikulum dan pengajaran serta guru-guru. Produk pendidikan mesti seimbang, bahkan diusahakan agar lebih tinggi dibandingkan dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan untuk itu.  Untuk mencapai maksud-maksud tersebut kita harus memperhatikan evaluasi produk  agar pemakaian laporan evaluasi itu benar-benar fungsional untuk meningkatkan produk pendidikan selanjutnya.  Didalam pengembangan produk pendidikan,  informasi yang dikehendaki oleh pembuat keputusan pada umumnya dikaitkan dengan berbagai strategi untuk mengubah atau memperbaiki isi, bentuk, dan organisasi produk.  MODEL KRITERIA EVALUASI PRODUK PENDIDIKAN Model kriteria tersebut merupakan suatu konfigurasi yang terdiri dari tiga dimensi, yakni : Langkah-langkah evaluasi  a) Langkah permulaan, b) Pemanasan, c) Uji coba terbatas, d) Tes lapangan, e) Difusi umum  Audiens evaluasi  a) sponsor, b) pengelola institusional, c) pengembang program, d) para pemakai program,  e) organisasi profesi Domain kriteria evaluasi  a) keinginan, b) kelayakan, c) keberhasilan, d) kegunaan, e) bersifat umum
DESKRIPSI MODEL MULTI TAHAP EVALUASI PRODUK  Model evaluasi produk pendidikan adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk menghasilkan informasi  yang berguna untuk membuat keputusan yang berkenaan dengan disposisi  produk.  Tiga tahap utama yang paling erat kaitannya dengan evaluasi produk adalah : Tahap evaluasi produk pada tahap desain dan rekayasa Tahap evaluasi produk pada tahap pengujian lapangan Tahap evaluasi produk pada tahap pengujian operasional  Tahap evaluasi produk selama dan sesudah pelaksanaan
DESAIN EVALUASI KURIKULUM PENDAHULUAN Maksud evaluasi disini adalah untuk meriview beberapa permasalahan yang berkenaan dengan evaluasi program-program pendidikan secara metodologi Evaluasi merupakan proses pengumpulan informasi yang berkenaan dengan dampak dari suatu program pendidikan. Rumusan ini berpangkal pada asumsi bahwa tujuan atau maksud fundamental dari suatu evaluasi adalah untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan dalam pembuatan keputusan pendidikan. Keputusan-keputusan ini mungkin dalam bentuk kontinuasi, terminasi, atau modifikasi, program yang telah ada, atau pengembangan suatu program baru. Jadi, kegunaan informasi yang diperoleh senantiasa didasarkan atas pemahaman tentang hakikat proses pembuatan keputusan itu sendiri.  MODEL DESAIN STUDI EVALUASI  Studi evaluasi berkenaan dengan pengumpulan dan analisis informasi yang berkenaan dengan pemasukan (input), kelulusan (output), dan pelaksanaan (operation) Metode deskripsi operasi pendidikan  Metode pengukuran output pendidikan  Metode pengukuran operasi dan output pendidikan  Metode pengukuran input dan output  Metode pengukuhan input, output dan operasi
METODE DAN TEKNIK  Jenis data Metode pengumpulan data  Langkah-langkah penyusunan instrumen  Prosedur pengumpulan data  Teknik analisis data  Pelaporan
TUGAS KURIKULUM PEMBELAJARAN Pengarang  :  DR. Oemar Hamalik  Judul  :  Evaluasi Kurikulum Jumlah Halaman  :  134 Bab  :  X Nama  :  NUNU SETIA NUGRAHA Kelas  :  II.B Pendidikan Ekonomi

Evaluasi Kurikulum

  • 1.
    DASAR-DASAR EVALUASI KURIKULUMLatar Belakang Terjadinya perubahan kurikulum tak dapat dielakan lagi karena adanya perubahan pandangan dalam pendidikan dan karena desakan dari luar. Konsep evaluasi, pengukuran dan penelitian Evaluasi adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam rumusan itu terdapat tiga faktor utama, yakni : (1) pertimbangan (judgment), (2) deskripsi objek penilaian, (3) kriteria yang dapat dipertanggungjawabkan. Pengukuran dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang adekuat dan akurat tentang sesuatu yang diukur. Penelitian tidak sama dengan pengukuran dan evaluasi, tetapi evaluasi dan pengukuran dapat memberikan informasi yang berguna bagi penelitian. Pentingnya evaluasi kurikulum Bagi guru : untuk menilai para siswanya untuk melihat sejauhmana proses belajar-mengajar telah dilaksanakannya itu berhasil atau kurang berhasil. Kandep dan kanwil : untuk menilai sejauhmana kurikulum itu telah dilaksanakan oleh semua sekolah, apakah berhasil atau kurang berhasil Orang tua dan masyarakat : untuk menilai dan mengukur sejauhmana kurikulum yang telah dilaksanakan itu menunjukkan hasil nyata sesuai dengan harapan dan aspirasi para orangtua dan masyarakat.
  • 2.
    KEBIJAKAN DAN PROSESKURIKULUM Kebijakan dalam evaluasi kurikulum Evaluasi adalah perbuatan pertimbangan berdasarkan seperangkat kriteria yang disepakati dan dapat dipertanggungjawabkan. Evaluasi dibagi menjadi tiga (1) evaluasi birokratis, 92) evaluasi autokartis dan (3) evaluasi demokratis Evaluasi sebagai bagian dari proses kurikulum Proses kurikulum berlangsung secara bertahap dan berjenjang, terdiri dari : (1) proses penjajakan kebutuhan dan kelayakan, (2) proses perencanaan dan pengembangan, (3) proses pelaksanaan kurikulum, (4) proses penilaian kurikulum, (5) proses perbaikan kurikulum, (6) proses penelitian evaluasi kurikulum Kegiatan evaluasi kurikulum Kegiatan evaluasi kurikulum yang perlu dilakukan antara lain adalah : Mengamati hasil belajar siswa yang bersifat khusus Menggunakan alat evaluasi untuk menemukan kelemahan, kebutuhan dan minat para siswa Mendesain pengajaran yang akan dilaksanakan Mengadakan penilaian secara terus-menerus terhadap pelaksanaan pelajaran Mengadakan kontrol terhadap tingkah laku siswa Mengadakan perbaikan pengajaran Aspek-aspek yang perlu dievaluasi sehubungan dengan aspek yang akan dievaluasi maka ditentukan pula kegiatan evaluasi apa yang akan dilakukan : Evaluasi terhadap tingkat ketercapaian tujuan yang telah dirumuskan, evaluasi terhadap tugas-tugas pengajaran yang telah dilaksanakan , evaluasi terhadap rumusan materi, evaluasi terhadap keterlibatan orang tua, mengadakan kegiatan pengamatan, dll
  • 3.
    PENDEKATAN DAN STRATEGIEVALUASI KURIKULUM PENDAHULUAN Latar Belakang Keterlaksanaan dan keberhasilan evaluasi kurikulum bergantung pada pendekatan dan strategi yang digunakan oleh evaluator. Pendekatan menuju pada dasar, arah, tujuan dan teknik yang ditempuh dalam memulai dan melaksanakan kegiatan evaluasi kurikulum. Oleh karena itu, pendekatan evaluasi dan strategi evaluasi adalah dua hal yang saling terkait dan terpadu guna mewujudkan hasil evaluasi yang optimal Prinsip-prinsip evaluasi kurikulum Program evaluasi kurikulum didasarkan atas prinsip-prinsip sebagai berikut : (a) evaluasi kurikulum didasarkan atas tujuan tertentu, (b) evaluasi kurikulum harus bersifat objektif, (c) evaluasi kurikulum bersifat komprehensif, (d) evaluasi kurikulum dilaksanakan secara kooperatif, (e) evaluasi kurikulum harus dilaksanakan secara efisien, (f) evaluasi kurikulum dilaksanakan secara berkesinambungan Beberapa variabel yang perlu dipertimbangkan Evaluasi kurikulum, sebagaimana halnya dengan perencanaan kurikulum akan dapat berhasil dengan baik jika si evaluator mempertimbangkan variabel-variabel pokok dalam sistem evaluasi itu, yakni antara lain (1) tujuan pendidikan, (2) sistem sekolah, (3) pendidikan guru PENDEKATAN EVALUASI KURIKULUM Meliputi dua pendekatan evaluasi kurikulum yakni : Pendekatan tradisional Pendekatan sistem
  • 4.
    EVALUASI KURIKULUM DANKEPALA SEKOLAH Konsepsi kriteria deskripsi pendidikan Meliputi : (1) pengetahuan, (2) pengertian, (3) motivasi (sikap, nilai, pengaruh), (4) kesanggupan nonmental, (5) non educational variabels Manifestation dimension of critical variabel meliputi : (1) pengetahuan, (2) pengertian, (3) jenis instrumen, (4) kesanggupan nonmental EVALUASI KURIKULUM DAN GURU Evaluasi dan ujian Dalam evaluasi kurikulum, pengukuran meliputi pengujian terhadap perilaku siswa dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhinya. Evaluasi dan tujuan pendidikan evaluasi dimulai dengan mengenal lebih dulu apa yang akan dievaluasi, tercapainya tujuan berarti terjadinya perubahan tingkah laku. STRATEGI EVALUASI KURIKULUM Meliputi : Teori evaluasi Komponen-komponen desain evaluasi Praktek evaluasi Prosedur perubahan sistematis Aplikasi model SPEC
  • 5.
    EVALUASI MUTU PENDIDIKANPENDAHULUAN Latar Belakang Pemerintahan dan bangsa menyadari perlunya peningkatan kualitas pendidikan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, sikap mental guru yang inovatif, waktu yang panjang, iklim kultur sosial yang menunjang dan masih banyak lagi faktor yang lainnya Pengertian mutu dalam pendidikan Pengertian mutu pendidikan dapat dilihat dari dua segi, yakni segi normatif dan segi deskriptif. Dalam artian normatif, mutu ditentukan berdasarkan pertimbangan, dan dalam artian deskriptif mutu ditentukan berdasarkan keadaan senyatanya. KONSEP MUTU PENDIDIKAN Ada tiga konsep mutu pendidikan : Tinjauan secara sosiologis Tinjauan normatif mutu pendidikan Tinjauan kultural mutu pendidikan TINJAUAN SOSIOLOGIS TENTANG MUTU PENDIDIKAN Sosialisasi Pengajaran dan pendidikan Tujuan dari segi sumber daya antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin
  • 6.
    PENDIDIKAN MUTU MELALUIPERBAIKAN KURIKULUM Pendidikan mutu melalui perbaikan kurikulum mengacu kepada : Kriteria Penilaian Pertimbangan untuk perbaikan PENDEKATAN EVALUASI MUTU PENDIDIKAN Asumsi evaluasi mutu Asumsi-asumsi evaluasi mutu sebagai berikut : Bahwa mutu dapat didefinisikan dan diukur ke dalam istilah yang bermakna dan tepat untuk tujuan-tujuan analisis dan pengukuran. Bahwa suatu sistem pendidikan formal adalah untuk melayani masyarakat dimana sistem tersebut dilaksanakan Bahwa perbaikan atas mutu pendidikan dilakukan dalam rangka lebih melengkapi kesempatan bagi anak untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai. Kontrol mutu dan kurikulum Kriteria evaluasi mutu
  • 7.
    EVALUASI KEBUTUHAN DANKELAYAKAN KURIKULUM PENDAHULUAN Latar Belakang Program dan kegiatan evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum merupakan suatu keharusan yang esensial dalam rangka pengembangan program pendidikan umumnya dan kurikulum khususnya. Konsep evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum Evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum pada dasarnya adalah keseluruhan kegiatan secara sistematik untuk menilai semua bentuk kebutuhan. Fungsi evaluasi kebutuhan dan kelayakan ada dua fungsi pokok pelaksanaan evaluasi kebutuhan dan kelayakan, yakni (1) menghimpun atau mengumpulkan data dan informasi tentang kebutuhan yang mendesak di lapangan yang selanjutnya diolah dan dianalisis untuk digunakan sebagai bahan dalam rangka pengembangan dan perbaikan kurikulum. (2) kurikulum yang telah dikembangkan dapat dilihat derajat kelayakannya, khususnya dalam rangka kemungkinan pelaksanaannya di lembaga pendidikan. Pentingnya evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum hasil evaluasi ini penting bagi berbagai pihak, antara lain bagi (1) penelitian kurikulum, (2) pembinaan tenaga kependidikan, (3) administrator atau pengelola sistem pendidikan, (4) ahli pengembangan kurikulum dan teknologi pendidikan, (5) masyarakat dan orangtua sebagai umpan balik dan, (6) guru bidang studi atau guru kelas
  • 8.
    PELAKSANA EVALUASI KEBUTUHANDAN KELAYAKAN KURIKULUM Pelaksana evaluasi kebutuhan dan kelayakan kurikulum diantaranya : Masyarakat sebagai evaluator Guru kelas atau guru bidang studi Kepala sekolah sebagai evaluator kebutuhan kurikulum pendidikan Pusat pengembangan kurikulum Balitbang Depdikbud adalah evaluator tingkat nasional PEMANFAATAN HASIL EVALUASI KEBUTUHAN Pengembangan desain pendidikan Hasil evaluasi kebutuhan dimanfaatkan dalam penyusunan desain pendidikan untuk lembaga pendidikan yang bersangkutan. Pengembangan kurikulum Hasil evaluasi kebutuhan dapat dimanfaatkan dalam rangka pengembangan kurikulum sekolah atau luar sekolah. Pelaksanaan evaluasi kebutuhan dan pemanfaatannya dalam rangka pengembangan kurikulum dan program pendidikan meminta persyaratan yang cukup fundamental seperti kebersamaan di dalam masyarakat, dll KELAYAKAN KURIKULUM Faktor manusiawi faktor ini meliputi unsur-unsur pengelola pendidikan, supervisor, kepala sekolah, guru, dan tenaga tata usaha sekolah atau lembaga pendidikan luar sekolah Faktor Material faktor ini meliputi keadaan, jenis, kelengkapan, jumlah, dan mutu yang terdiri dari banguann sekolah, perlengkapan sekolah, media instruksional dan sarana lainnya yang bersifat mendukung pelaksanaan kurikulum
  • 9.
    EVALUASI PROGRAM PENDIDIKANPENDAHULUAN Latar Belakang Proses dan keberhasilan pendidikan pada dasarnya terletak pada program yang dilaksanakan dengan menggunakan tolak ukur tertentu sebagai kriteria keberhasilannya. Konsep evaluasi program pendidikan evaluasi program pendidikan adalah keseluruhan kegiatan evaluasi yang dilakukan terhadap perencanaan, pelaksanaan, dampak, efisiensi, dan keefektifan dengan menggunakan instrumen dan kriteria tertentu yang memberikan informasi balikan bagi kepentignan program pendidikan selanjutnya. Evaluasi program pada prinsipnya mengandung tiga aspek, yakni (1) deskripsi, (2) kriteria, (3) pertimbangan program pendidikan. Tujuan evaluasi program pendidikan tujuan evaluasi program adalah untuk memperoleh informasi yang akurat tentang derajat keberhasilan program dan kelancaran pelaksanaan program, yang pada gilirannya dapat mengetahui beberapa kelemahan dan kelebihannya. JENIS-JENIS EVALUASI PROGRAM Jenis-jenis evaluasi program diantaranya : Evaluasi perencanaan dan pengembangan Evaluasi monitoring Evaluasi dampak Evaluasi efisiensi-ekonomi Evaluasi program komprehensive
  • 10.
    KERANGKA EVALUASI PROGRAMPENDIDIKAN Pada umumnya evaluasi program memiliki tiga komponen utama yaitu : Deskripsi program Kriteria evaluasi kriteria evaluasi dibagi menjadi dua : a. Kriteria internal b. Kriteria Eksternal 3. Pertimbangan
  • 11.
    EVALUASI PENGEMBANGAN KURIKULUMPENDAHULUAN Latar Belakang Evaluasi terhadap pengembangan kurikulum perlu dilakukan pada setiap tahap pengembangan kurikulum untuk berbagai jenjang pendidikan. Beberapa dasar pemikiran yang mengacu ke arah kebutuhan evaluasi tersebut adalah : (a) perubahan kebijakan dalam sistem pendidikan nasional, (b) kebutuhan tenaga pembangunan dalam semua bidang, (c) kondisi sosial budaya yang khas, (d) pengembangan kurikulum muatan lokal , (e) peranan dan fungsi serta kedudukan guru atau tenaga kependidikan sebagai tenaga fungsional Konsep evaluasi pengembangan kurikulum konsep pengembangan kurikulum sesungguhnya adalah suatu perencanaan kurikulum yang bertujuan untuk memperoleh suatu kurikulum yang lebih baik dalam rangka mencapai tujuan tertentu, yakni perubahan perilaku para siswa. Pentingnya rekomendasi pengembangan kurikulum pemberian rekomendasi ini penting karena merupakan petunjuk atau pedoman bagi para pengembang kurikulum PEMBAHARUAN KURIKULUM Meliputi : Antusiasme terhadap pembaharuan Tujuan tingkah laku Pelaksanaan pembaharuan kurikulum Langkah pengukuran Pengembang dan penilai kurikulum
  • 12.
    REKOMENDASI UNTUK MENILAIPENGEMBANGAN KURIKULUM Kriteria rekomendasi Ada tujuh rekomendasi pokok yang telah dirumuskan untuk menilai suatu perencanaan kurikulum, yakni : (a) rasional, (b), spesifikasi, (c) kelayakan, (d) keefektifan, (e) kondisi, (f) kepraktisan, dan (g) desiminasi Landasan rekomendasi penentuan rekomendasi didasarkan atas prinsip-prinsip sebagai berikut : a) rasionalitas b) nilai-nilai c) keputusan d) akontabilitas e) signifikansi f) menyeluruh g) kausasi h) tingkah laku dan i) Pengetahuan
  • 13.
    EVALUASI BAHAN PENGAJARAN PENDAHULUAN Pengertian evaluasi bahan pengajaran Suatu bahan pengajaran yang telah tersusun sesungguhnya masih merupakan bahan mentah, belum siap digunakan, dan masih perlu dinilai kelebihan dan kekurangannya. Setelah diadakan penilaian, perlu diadakan perbaikan dan penggandaan sebagai bahan pengajaran untuk mata ajaran tertentu serta bagi siswa atau peserta tertentu. Kegiatan evaluasi menempati posisi yang cukup penting sebab, dengan informasi yang diperoleh, kita dapat memperbaiki konsep buku sumber atau bahan dan selanjutnya menyempurnakannya sesuai dengan kebutuhan. Fungsi evaluasi bahan pengajaran Evaluasi terhadap bahan pengajaran dalam garis besarnya berfungsi sebagai : (a) Fungsi kurikuler, (b) fungsi instruksional, (c) fungsi diagnosis, (d) fungsi administratif Tujuan evaluasi bahan pengajaran Tujuan evaluasi dilihat dari segi secara fungsional, yaitu : Untuk memilih bahan pengajaran mana yang sebaiknya digunakan sebagai bahan belajar Untuk mengamati apakah prosedur penggunaan sumber bahan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan Untuk memeriksa hingga mana derajat ketercapaian tujuan penggunaan bahan pengajaran Untuk mengetahui tingkat kemampuan pengajar atau pelatih dalam menggunakan bahan atau buku sumber tersebut Untuk memperoleh bahan informasi bagi kepentingan administratif Untuk memperoleh informasi dalam rangka memperbaiki bahan pengajaran itu sendiri
  • 14.
    BEBERAPA ASPEK BAHANPENGAJARAN YANG PERLU DINILAI Aspek filsafat dan tujuan diklat Ruang lingkup bahan pengajaran Kebenaran, autentisitas dan kenyataan Derajat keberartian bahan Edukatif dan metodologis Kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa Penggunaan bahasa yang baik dan benar, sederhana dan jelas Aspek-aspek lainnya PROSEDUR EVALUASI BAHAN PENGAJARAN Metode dan teknik evaluasi bahan pengajaran Instrumen evaluasi bahan pengajaran Kriteria evaluasi bahan pengajaran Prosedur kerja penilaian bahan pengajaran
  • 15.
    EVALUASI PROSES BELAJARMENGAJAR PENDAHULUAN Evaluasi pada hakikatnya merupakan usaha pengendalian kualitas pendidikan dan mendorong proses belajar agar senantiasa menjamin ketercapaian tujuan pendidikan disekolah. Dengan demikian pula efisiensi internal yang mencapai kurikulum, metode mengajar terpenuhi, juga efisiensi eksternal dalam hal produktivitas, mutu, serta relevansinya dengan kebutuhan akan terjangkau. TUJUAN BELAJAR-MENGAJAR Tujuan pendidikan dibagi menjadi tiga yang terdiri dari kognitif, afektif , dan psikomotor Tingkat kognitif tersebut adalah sbb : (1) pengetahuan (knowledge), (2) pemahaman (comprehension), (3) aplikasi (aplication), (4) analisis (analysis), (5) sintesis (synthesis), dan (6) evaluasi (evaluating) Tingkat afektif terdiri dari : (a) menerima, (b) merespons, (c) menilai, (d) mengorganisasi, dan (e) karakterisasi oleh suatu nilai atau oleh suatu kompleks nilai. METODE MENGAJAR Dimensi-dimensi metode mengajar Untuk mengklasifikasikan metode-metode mengajar, perlu diperhatikan enam dimensi sbb : (1) komposisi kelompok siswa, (3) karakteristik siswa, (4) sifat sumber material yang tersedia, (5) cara menggunakan sumber-sumber tersebut, dan (6) faktor waktu
  • 16.
    Evaluasi metode mengajar metode mengajar dapat dievaluasi dari segi hasil (yaitu perubahan tingkah laku murid) atau dari segi input (misalnya biaya, atau dengan kombinasi keduanya dengan analisis cost-benefit (biaya keuntungan) PERANAN EVALUASI Keputusan kurikulum pada hakikatnya didasarkan atas dua macam evaluasi, yakni evaluasi instrinsik dan evaluasi performans. Evaluasi instrinsik berkenaan dengan analisis kurikulum, yakni untuk mengetahui pengaruhnya dan akibatnya. Sedangkan evaluasi performans ditujukan untuk menemukan sejauhmana pengaruh tersebut disadari dalam praktek.
  • 17.
    EVALUASI PENGEMBANGAN PRODUKKURIKULUM PENDAHULUAN Laporan yang berorientasi kepada produk pendidikan sangat penting kegunaannya bagi para administrator sekolah, personel kurikulum dan pengajaran serta guru-guru. Produk pendidikan mesti seimbang, bahkan diusahakan agar lebih tinggi dibandingkan dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan untuk itu. Untuk mencapai maksud-maksud tersebut kita harus memperhatikan evaluasi produk agar pemakaian laporan evaluasi itu benar-benar fungsional untuk meningkatkan produk pendidikan selanjutnya. Didalam pengembangan produk pendidikan, informasi yang dikehendaki oleh pembuat keputusan pada umumnya dikaitkan dengan berbagai strategi untuk mengubah atau memperbaiki isi, bentuk, dan organisasi produk. MODEL KRITERIA EVALUASI PRODUK PENDIDIKAN Model kriteria tersebut merupakan suatu konfigurasi yang terdiri dari tiga dimensi, yakni : Langkah-langkah evaluasi a) Langkah permulaan, b) Pemanasan, c) Uji coba terbatas, d) Tes lapangan, e) Difusi umum Audiens evaluasi a) sponsor, b) pengelola institusional, c) pengembang program, d) para pemakai program, e) organisasi profesi Domain kriteria evaluasi a) keinginan, b) kelayakan, c) keberhasilan, d) kegunaan, e) bersifat umum
  • 18.
    DESKRIPSI MODEL MULTITAHAP EVALUASI PRODUK Model evaluasi produk pendidikan adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk membuat keputusan yang berkenaan dengan disposisi produk. Tiga tahap utama yang paling erat kaitannya dengan evaluasi produk adalah : Tahap evaluasi produk pada tahap desain dan rekayasa Tahap evaluasi produk pada tahap pengujian lapangan Tahap evaluasi produk pada tahap pengujian operasional Tahap evaluasi produk selama dan sesudah pelaksanaan
  • 19.
    DESAIN EVALUASI KURIKULUMPENDAHULUAN Maksud evaluasi disini adalah untuk meriview beberapa permasalahan yang berkenaan dengan evaluasi program-program pendidikan secara metodologi Evaluasi merupakan proses pengumpulan informasi yang berkenaan dengan dampak dari suatu program pendidikan. Rumusan ini berpangkal pada asumsi bahwa tujuan atau maksud fundamental dari suatu evaluasi adalah untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan dalam pembuatan keputusan pendidikan. Keputusan-keputusan ini mungkin dalam bentuk kontinuasi, terminasi, atau modifikasi, program yang telah ada, atau pengembangan suatu program baru. Jadi, kegunaan informasi yang diperoleh senantiasa didasarkan atas pemahaman tentang hakikat proses pembuatan keputusan itu sendiri. MODEL DESAIN STUDI EVALUASI Studi evaluasi berkenaan dengan pengumpulan dan analisis informasi yang berkenaan dengan pemasukan (input), kelulusan (output), dan pelaksanaan (operation) Metode deskripsi operasi pendidikan Metode pengukuran output pendidikan Metode pengukuran operasi dan output pendidikan Metode pengukuran input dan output Metode pengukuhan input, output dan operasi
  • 20.
    METODE DAN TEKNIK Jenis data Metode pengumpulan data Langkah-langkah penyusunan instrumen Prosedur pengumpulan data Teknik analisis data Pelaporan
  • 21.
    TUGAS KURIKULUM PEMBELAJARANPengarang : DR. Oemar Hamalik Judul : Evaluasi Kurikulum Jumlah Halaman : 134 Bab : X Nama : NUNU SETIA NUGRAHA Kelas : II.B Pendidikan Ekonomi