Ida Djafar
Imunitas
Simun atau sistem pertahanan atau sistem kekebalan
Memiliki peran dalam mengenali dan menghancurkan
benda-benda asing atau sel abnormal yang merugikan
tubuh kita
Sel-sel dan banyak struktur biologis lainnya yang
bertanggung jawab atas imunitas, yaitu pertahanan
pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh
biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen
IMUNITAS
Agar dapat berfungsi dengan
baik, sistem ini akan
mengidentifikasi berbagai
macam pengaruh biologis luar
seperti dari infeksi, bakteri,
virus sampai parasit, serta
menghancurkan zat-zat asing
lain dan memusnahkan mereka
dari sel dan jaringan organisme
yang sehat agar tetap berfungsi
secara normal
Sistem perlindungan
Untuk menangkal
radikal bebas yang
menyerang
sehingga seorang
individu akan
terhindar dari
penyakit.
Sitem Perlindungan Tidak Bekerja
kekebalan tubuh
individu akan
mudah terserang
penyakit.
Terserang Penyakit
Tubuh menjadi
Lemah
Sistem imun
bawaan
Sistem imun
adaptif
Imun Bawaan
Bahasa Inggris: innate immune system, genetic immunity,
native immunity, natural immunity, inherent immunity
Mekanisme suatu organisme mempertahankan diri dari
infeksi organisme lain, yang dapat segera dipicu beberapa
saat setelah terpapar hampir semua jenis patogen
Sistem kekebalan ini merupakan sistem kekebalan pertama
dan melengkapi manusia sejak saat dilahirkan
Imun Adaptif
Bahasa Inggris: adaptive immune system, acquired immune
system) adalah mekanisme pertahanan tubuh berupa
perlawanan terhadap antigen tertentu.
Sistem imun adaptif ini terutama diperankan oleh limfosit B
dan limfosit T.
Ada tiga jenis molekul yang penting dalam hal ini yaitu
protein MHC, antibodi (imunoglobulin), dan reseptor sel T
(TCR, T cell receptor
Pertahanan
Pertahanan tubuh,
baik itu penyakit
yang dapat menular
atau yang
disebabkan oleh
virus dan bakteri.
Keseimbangan
Homeostatis
Homeostatis adalah
keseimbangan yang
ideal dalam tubuh yang
berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan
tubuh dengan cara
berinteraksi dengan
seluruh sistem yang
terdapat dalam tubuh.
Sehingga imunitas ini
berfungsi untuk
menjaga keseimbangan
homeostatis agar
bekerja dengan baik.
Perbaikan Jaringan
Memperbaiki jaringan
dengan cara
mengeliminasi jaringan
sel yang sudah mati
atau rusak dalam
tubuh. Selain itu juga
untuk mengeliminasi sel
yang tidak normal.
 Pertahanan Non Spesifik
Sistem pertahanan tubuh dengan tidak
membedakan antara mikorbia patogen satu
dengan yang lain.
Adapun ciri dari sistem ini adalah:
 Tidak begitu selektif
 Tidak dapat mengingat infeksi sebelumnya
 Eksposurnya menjadikan respon yang
maksimal
 Terdapat komponen khusus yang dapat
menangkal radikal bebas
 Pertahanan Spesifik
Sistem pertahanan spesifik adalah sistem
pertahanan tubuh yang peka terhadap
patogen tertentu yang sudah masuk
kedalam tubuh manusia setelah melewati
sistem pertahanan non spesifik.
Adapun ciri dari sistem ini adalah:
 Sangat selektif
 Dapat mengingat infeksi sebelumnya
 Reaksi antara semua benda asing berbeda
beda
 Melibatkan antibodi dan pembentukan sel
Pertahanan fisik, mekanis,
kimiawi dan biologi.
Limfosit, Antibodi
Seperti kulit dan membran mukosa yang bertugas sebagai
benteng utama mencegah masuknya patogen ke dalam tubuh.
Dimana seperti yang telah kita ketahui bahwa kulit terdiri atas
sel sel yang sangat rapat sehingga sangat menyulitkan bagi
patogen untuk masuk kedalamnya.
Di kulit juga terdapat keratin dan sedikit air untuk
menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakkan suatu
mikroba. Sedangkan membran mukosa sendiri dapat ditemukan
di saluran utama tubuh seperti sistem pernapasan pada
manusia, pencernaan dan kelamin. Membran ini bertugas
untuk menjadi benteng pertahanan kedua agar patogen tidak
masuk ke dalam tubuh.
Ditemukan di bagian hidung dan trakea kita, yaitu rambut dan
silia.
Rambut rambut halus yang terdapat pada hidung berfungsi
sebagai filter atau penyaring udara yang masuk dari luar menuju
dalam tubuh, sedangkan silia berfungsi sebagai sapu untuk
menangkap partikel yang berbahaya dalam lendir, sehingga
nantinya dapat dikeluarkan lagi
Pertahanan yang berasal dari membran mukosa dan kulit dengan
menghasilkan senyawa sekret. Sekret merupakan zat yang tersusun
atas senyawa kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba.
Dalam hal ini, kulit kita yang menghasilkan minyak dan keringat
akan memberikan pH 3-5 yang dapat menghambat pertumbuhan
dan perkembangan mikroorganisme di kulit kita.
Air lur, air mata dan sekresi mukosa yang mengandung enzim
lisozim ini memiliki fungsi untuk memberantas bakteri dengan cara
hidrolosis dinding selnya hingga bakteri tersebut mati
Pertahanan Biologis merupakan pertahanan yang
dilakukan oleh beberapa bakteri yang hidup di kulit
akan tetapi tidak berbahaya.
Adanya bakteri dalam kulit tersebut dapat memberikan
benteng pertahanan agar bakteri patogen tidak masuk
dan tidak mendapatkan nutrisi
 Salah satu bagian dari sistem pertahanan spesifik adalah limfosit. Limfosit pada sistem ini
terbagi atas 2 macam, yaitu limfosit B atau sering disebut sebagai sel B dan limfosit T atau sel
T.
 Berbeda dengan sel B yang proses pembentukan dan pematangannya semuanya terjadi di
sumsum tulang, sel T ini pembentukannya berada di sumsum tulang, akan tetapi
pematangannya di kelenjar timus. 
Sel B yang memiliki fungsi sebagai pembentuk antibodi ini ternyata terbagi atas 3
macam, yaitu:
 Sel B pengingat – Merupakan sel B yang bertugas untuk mengingat semua antigen yang sudah
pernah masuk kedalam tubuh dan menstimulasi pembentukan sel B plasma apabila terjadi
infeksi selanjutnya.
 Sel B pembelah – Merupakan sel B yang bertugas untuk membentuk sel B pengingat dan sel B
plasma.
 Sel B plasma – Merupakan sel B yang memiliki tugas utama untuk membentuk antibodi.
 Jika sel B memiliki tugas sebagai pembentuk antibodi, maka sel T
bertugas sebagai pembentuk kekebalan seluler, selain itu terdapat
tugas lain seperti ikut membantu dalam proses produksi antibodi
bersamaan dengan sel B plasma.
Sel T sendiri terbagi atas 3 macam, yaitu:
 Sel T supersor – Merupakan sel T yang bertugas untuk menghentikan dan
menurunkan respon imun dengan cara mengurangari aktivitas dari sel T
pembunuh serta menurunkan produksi antibodi pada seseorang. Biasanya sel ini
bekerja apabila infeksi sudah tertangani.
 Sel T pembunuh – Merupakan sel T yang bertugas untuk menyerang patogen yang
sudah masuk dalam tubuh, sel kanker serta sel tubuh yang sudah terinfeksi
bakteri. ( baca : Cara Hidup Bakteri )
 Sel T pembantu – Merupakan sel T yang bertugas untuk menstimulasi
pembentukan sel B dan sel T.
Antibodi atau immuniglobulin adalah sistem pertahanan yang
akan dibentuk ketika ada antigen yang masuk atau dapat
disebut sebagai serumnya antigen.
Apa itu antigen ? Antigen merupakan sejenis patogen, mereka
sama sama berbahaya apabila tidak dicegah. Antigen adalah
senyawa kimia berupa protein yang dapat ditemukan di sel
kanker atau sel asing yang masuk.
Cara kerja dari antibodi adalah dengan mengikat langsung
antigen tersebut, lalu akan diproses lebih lanjut oleh makrofag
untuk dihancurkan. Karena antibodi tertentu akan bekerja
pada penyakit spesifik, maka perlu banyak antibodi untuk
menangani berbagai jenis penyakit yang masuk pula.
Gangguan pada sistem imun dapat berupa :
 Imunodefisiensi
Dapat terjadi ketika sistem imun kurang aktif sehingga dapat menimbulkan
infeksi berulang dan dapat mengancam jiwa. Pada manusia, imunodefisiensi dapat
disebabkan karena faktor genetik seperti pada penyakit defisiensi imunitas
kombinasi serta kondisi dapatan seperti sindrom defisiensi imun dapatan (AIDS)
yang disebabkan oleh retrovirus HIV.
Penyakit autoimun
Menyebabkan sistem imun menjadi hiperaktif menyerang jaringan normal seakan-
akan jaringan tersebut merupakan benda asing.
Penyakit inflamasi, dan
kanker.
Immunodefisiensi: komponen sistem imun tidak dapat
berfungsi secara normal.
Akibatnya, penderita imundefisiensi menjadi lebih
rentan terhadap infeksi virus, jamur, bakteri,
keganasan, dan infeksi berulang (reaktivasi infeksi
laten)
Imunodefisiensi dapat disebabkan oleh penyakit
genetik, infeksi atau diperoleh seperti pada AIDS
karena HIV
Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi
akibat sistem kekebalan tubuh atau sistem imun
menyerang sel-sel sehat dalam tubuh sendiri.
Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan
tubuh salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam
tubuh dan malah menganggapnya sebagai zat asing.
Akibatnya, tubuh mulai memproduksi antibodi yang
akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh
tersebut
Autoimunitas adalah respon imun terhadap
antigen jaringan sendiri yang disebabkan oleh
mekanisme normalnya gagal untuk
mempertahankan self tolerance sel B, sel T atau
keduanya.
Kegagalan pada toleransi imunitas sendiri
Penyakit autoimun adalah kerusakan jaringan
atau gangguan fungsi fisiologis yang ditimbulkan
Penyakit autoimun umumnya lebih banyak
menyerang wanita usia produktif, dimana faktor
penyebabnya dapat berbeda antara satu penderita
dengan yang lainnya.
Bahayanya
Penyakit autoimun ini bisa mengakibatkan
kerusakan sel jaringan dalam tubuh dan
menimbulkan peradangan serta mengakibatkan
kondisi yang serius pada penderitanya, seperti
gangguan pada tulang persendian, saraf, kelenjar,
dan organ-organ penting lainnya.
Kontaminasi udara
Udara di sekitar Anda tidak hanya mempengaruhi
kesehatan paru-paru, tetapi juga imunitas. Penelitian
menunjukkan, udara yang terkontaminasi menekan
kinerja sel T yang merupakan komponen sistem imun
paling penting.
Duduk sepanjang hari
Kegiatan ini akan memperlambat laju metabolisme
yang menyebabkan tubuh menyerap nutrisi lebih
lambat pula. Padahal, kata Joel Fuhrman, penulis
buku Super Immunity, nutrisi sangat dibutuhkan
oleh sistem imun untuk bekerja lebih optimal. Karena
itu, pastikan setiap jam Anda bangkit untuk berdiri
dari duduk, paling tidak selama lima menit.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan laju
metabolisme Anda.
Kurang tidur
Saat kurang tidur, maka sistem imun akan bekerja
dengan kurang efektif. Pasalnya, tubuh akan
memproduksi lebih sedikit melatonin yang memperbaiki
kerja sistem imun. Oleh karenanya, pastikan untuk tidur
paling tidak tujuh hingga delapan jam sehari.
Terlalu banyak makan protein
Protein berlebihan, terutama yang berasal dari hewan,
menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon
IGF1 yang diketahui mempercepat penuaan dan
mengganggu kerja sistem imun. Menurut Fuhrman,
sebaiknya asupan protein hewani dalam diet tidak lebih
dari 10 persen dari total kalori setiap harinya
Salah pilih produk kecantikan
Produk-produk kecantikan ada pula yang
mengandung bahan artifisial bersifat toksik.
Pemakaian berbagai produk ini akan menurunkan
fungsi sistem imun
Terlalu banyak makan junk food
Tepung pada junk food biasanya akan mengganggu
kerja sel T dan sel B yang merupakan komponen
sistem imun pelawan penyakit. Maka sebaiknya,
pilihlah tepung yang terbuat dari gandum utuh yang
lebih bersahabat dengan sistem imun.
Menyendiri
Orang yang kesepian cenderung lebih mudah stres
sehingga dampaknya pun terasa pada sistem imun.
Menurut Sheldon Cohen, psikolog di Carnegie Mellon
University, penting hukumnya untuk menjadwalkan
waktu berkualitas dengan teman, rekan, bahkan
tetangga guna memperkuat sistem imun
Salah pilih produk kecantikan
Produk-produk kecantikan ada pula yang
mengandung bahan artifisial bersifat toksik.
Pemakaian berbagai produk ini akan menurunkan
fungsi sistem imun
TERIMA KASIH

Sistem Imunitas

  • 1.
  • 2.
    Imunitas Simun atau sistempertahanan atau sistem kekebalan Memiliki peran dalam mengenali dan menghancurkan benda-benda asing atau sel abnormal yang merugikan tubuh kita Sel-sel dan banyak struktur biologis lainnya yang bertanggung jawab atas imunitas, yaitu pertahanan pada organisme untuk melindungi tubuh dari pengaruh biologis luar dengan mengenali dan membunuh patogen
  • 3.
    IMUNITAS Agar dapat berfungsidengan baik, sistem ini akan mengidentifikasi berbagai macam pengaruh biologis luar seperti dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel dan jaringan organisme yang sehat agar tetap berfungsi secara normal
  • 4.
    Sistem perlindungan Untuk menangkal radikalbebas yang menyerang sehingga seorang individu akan terhindar dari penyakit. Sitem Perlindungan Tidak Bekerja kekebalan tubuh individu akan mudah terserang penyakit. Terserang Penyakit Tubuh menjadi Lemah
  • 5.
  • 6.
    Imun Bawaan Bahasa Inggris:innate immune system, genetic immunity, native immunity, natural immunity, inherent immunity Mekanisme suatu organisme mempertahankan diri dari infeksi organisme lain, yang dapat segera dipicu beberapa saat setelah terpapar hampir semua jenis patogen Sistem kekebalan ini merupakan sistem kekebalan pertama dan melengkapi manusia sejak saat dilahirkan Imun Adaptif Bahasa Inggris: adaptive immune system, acquired immune system) adalah mekanisme pertahanan tubuh berupa perlawanan terhadap antigen tertentu. Sistem imun adaptif ini terutama diperankan oleh limfosit B dan limfosit T. Ada tiga jenis molekul yang penting dalam hal ini yaitu protein MHC, antibodi (imunoglobulin), dan reseptor sel T (TCR, T cell receptor
  • 7.
    Pertahanan Pertahanan tubuh, baik itupenyakit yang dapat menular atau yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Keseimbangan Homeostatis Homeostatis adalah keseimbangan yang ideal dalam tubuh yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan tubuh dengan cara berinteraksi dengan seluruh sistem yang terdapat dalam tubuh. Sehingga imunitas ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan homeostatis agar bekerja dengan baik. Perbaikan Jaringan Memperbaiki jaringan dengan cara mengeliminasi jaringan sel yang sudah mati atau rusak dalam tubuh. Selain itu juga untuk mengeliminasi sel yang tidak normal.
  • 8.
     Pertahanan NonSpesifik Sistem pertahanan tubuh dengan tidak membedakan antara mikorbia patogen satu dengan yang lain. Adapun ciri dari sistem ini adalah:  Tidak begitu selektif  Tidak dapat mengingat infeksi sebelumnya  Eksposurnya menjadikan respon yang maksimal  Terdapat komponen khusus yang dapat menangkal radikal bebas  Pertahanan Spesifik Sistem pertahanan spesifik adalah sistem pertahanan tubuh yang peka terhadap patogen tertentu yang sudah masuk kedalam tubuh manusia setelah melewati sistem pertahanan non spesifik. Adapun ciri dari sistem ini adalah:  Sangat selektif  Dapat mengingat infeksi sebelumnya  Reaksi antara semua benda asing berbeda beda  Melibatkan antibodi dan pembentukan sel Pertahanan fisik, mekanis, kimiawi dan biologi. Limfosit, Antibodi
  • 9.
    Seperti kulit danmembran mukosa yang bertugas sebagai benteng utama mencegah masuknya patogen ke dalam tubuh. Dimana seperti yang telah kita ketahui bahwa kulit terdiri atas sel sel yang sangat rapat sehingga sangat menyulitkan bagi patogen untuk masuk kedalamnya. Di kulit juga terdapat keratin dan sedikit air untuk menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakkan suatu mikroba. Sedangkan membran mukosa sendiri dapat ditemukan di saluran utama tubuh seperti sistem pernapasan pada manusia, pencernaan dan kelamin. Membran ini bertugas untuk menjadi benteng pertahanan kedua agar patogen tidak masuk ke dalam tubuh.
  • 10.
    Ditemukan di bagianhidung dan trakea kita, yaitu rambut dan silia. Rambut rambut halus yang terdapat pada hidung berfungsi sebagai filter atau penyaring udara yang masuk dari luar menuju dalam tubuh, sedangkan silia berfungsi sebagai sapu untuk menangkap partikel yang berbahaya dalam lendir, sehingga nantinya dapat dikeluarkan lagi
  • 11.
    Pertahanan yang berasaldari membran mukosa dan kulit dengan menghasilkan senyawa sekret. Sekret merupakan zat yang tersusun atas senyawa kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Dalam hal ini, kulit kita yang menghasilkan minyak dan keringat akan memberikan pH 3-5 yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme di kulit kita. Air lur, air mata dan sekresi mukosa yang mengandung enzim lisozim ini memiliki fungsi untuk memberantas bakteri dengan cara hidrolosis dinding selnya hingga bakteri tersebut mati
  • 12.
    Pertahanan Biologis merupakanpertahanan yang dilakukan oleh beberapa bakteri yang hidup di kulit akan tetapi tidak berbahaya. Adanya bakteri dalam kulit tersebut dapat memberikan benteng pertahanan agar bakteri patogen tidak masuk dan tidak mendapatkan nutrisi
  • 13.
     Salah satubagian dari sistem pertahanan spesifik adalah limfosit. Limfosit pada sistem ini terbagi atas 2 macam, yaitu limfosit B atau sering disebut sebagai sel B dan limfosit T atau sel T.  Berbeda dengan sel B yang proses pembentukan dan pematangannya semuanya terjadi di sumsum tulang, sel T ini pembentukannya berada di sumsum tulang, akan tetapi pematangannya di kelenjar timus. Sel B yang memiliki fungsi sebagai pembentuk antibodi ini ternyata terbagi atas 3 macam, yaitu:  Sel B pengingat – Merupakan sel B yang bertugas untuk mengingat semua antigen yang sudah pernah masuk kedalam tubuh dan menstimulasi pembentukan sel B plasma apabila terjadi infeksi selanjutnya.  Sel B pembelah – Merupakan sel B yang bertugas untuk membentuk sel B pengingat dan sel B plasma.  Sel B plasma – Merupakan sel B yang memiliki tugas utama untuk membentuk antibodi.
  • 14.
     Jika selB memiliki tugas sebagai pembentuk antibodi, maka sel T bertugas sebagai pembentuk kekebalan seluler, selain itu terdapat tugas lain seperti ikut membantu dalam proses produksi antibodi bersamaan dengan sel B plasma. Sel T sendiri terbagi atas 3 macam, yaitu:  Sel T supersor – Merupakan sel T yang bertugas untuk menghentikan dan menurunkan respon imun dengan cara mengurangari aktivitas dari sel T pembunuh serta menurunkan produksi antibodi pada seseorang. Biasanya sel ini bekerja apabila infeksi sudah tertangani.  Sel T pembunuh – Merupakan sel T yang bertugas untuk menyerang patogen yang sudah masuk dalam tubuh, sel kanker serta sel tubuh yang sudah terinfeksi bakteri. ( baca : Cara Hidup Bakteri )  Sel T pembantu – Merupakan sel T yang bertugas untuk menstimulasi pembentukan sel B dan sel T.
  • 15.
    Antibodi atau immuniglobulinadalah sistem pertahanan yang akan dibentuk ketika ada antigen yang masuk atau dapat disebut sebagai serumnya antigen. Apa itu antigen ? Antigen merupakan sejenis patogen, mereka sama sama berbahaya apabila tidak dicegah. Antigen adalah senyawa kimia berupa protein yang dapat ditemukan di sel kanker atau sel asing yang masuk. Cara kerja dari antibodi adalah dengan mengikat langsung antigen tersebut, lalu akan diproses lebih lanjut oleh makrofag untuk dihancurkan. Karena antibodi tertentu akan bekerja pada penyakit spesifik, maka perlu banyak antibodi untuk menangani berbagai jenis penyakit yang masuk pula.
  • 16.
    Gangguan pada sistemimun dapat berupa :  Imunodefisiensi Dapat terjadi ketika sistem imun kurang aktif sehingga dapat menimbulkan infeksi berulang dan dapat mengancam jiwa. Pada manusia, imunodefisiensi dapat disebabkan karena faktor genetik seperti pada penyakit defisiensi imunitas kombinasi serta kondisi dapatan seperti sindrom defisiensi imun dapatan (AIDS) yang disebabkan oleh retrovirus HIV. Penyakit autoimun Menyebabkan sistem imun menjadi hiperaktif menyerang jaringan normal seakan- akan jaringan tersebut merupakan benda asing. Penyakit inflamasi, dan kanker.
  • 17.
    Immunodefisiensi: komponen sistemimun tidak dapat berfungsi secara normal. Akibatnya, penderita imundefisiensi menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus, jamur, bakteri, keganasan, dan infeksi berulang (reaktivasi infeksi laten) Imunodefisiensi dapat disebabkan oleh penyakit genetik, infeksi atau diperoleh seperti pada AIDS karena HIV
  • 21.
    Penyakit autoimun adalahpenyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang sel-sel sehat dalam tubuh sendiri. Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam tubuh dan malah menganggapnya sebagai zat asing. Akibatnya, tubuh mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh tersebut
  • 22.
    Autoimunitas adalah responimun terhadap antigen jaringan sendiri yang disebabkan oleh mekanisme normalnya gagal untuk mempertahankan self tolerance sel B, sel T atau keduanya. Kegagalan pada toleransi imunitas sendiri Penyakit autoimun adalah kerusakan jaringan atau gangguan fungsi fisiologis yang ditimbulkan
  • 23.
    Penyakit autoimun umumnyalebih banyak menyerang wanita usia produktif, dimana faktor penyebabnya dapat berbeda antara satu penderita dengan yang lainnya. Bahayanya Penyakit autoimun ini bisa mengakibatkan kerusakan sel jaringan dalam tubuh dan menimbulkan peradangan serta mengakibatkan kondisi yang serius pada penderitanya, seperti gangguan pada tulang persendian, saraf, kelenjar, dan organ-organ penting lainnya.
  • 24.
    Kontaminasi udara Udara disekitar Anda tidak hanya mempengaruhi kesehatan paru-paru, tetapi juga imunitas. Penelitian menunjukkan, udara yang terkontaminasi menekan kinerja sel T yang merupakan komponen sistem imun paling penting.
  • 25.
    Duduk sepanjang hari Kegiatanini akan memperlambat laju metabolisme yang menyebabkan tubuh menyerap nutrisi lebih lambat pula. Padahal, kata Joel Fuhrman, penulis buku Super Immunity, nutrisi sangat dibutuhkan oleh sistem imun untuk bekerja lebih optimal. Karena itu, pastikan setiap jam Anda bangkit untuk berdiri dari duduk, paling tidak selama lima menit. Tujuannya adalah untuk meningkatkan laju metabolisme Anda.
  • 26.
    Kurang tidur Saat kurangtidur, maka sistem imun akan bekerja dengan kurang efektif. Pasalnya, tubuh akan memproduksi lebih sedikit melatonin yang memperbaiki kerja sistem imun. Oleh karenanya, pastikan untuk tidur paling tidak tujuh hingga delapan jam sehari. Terlalu banyak makan protein Protein berlebihan, terutama yang berasal dari hewan, menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak hormon IGF1 yang diketahui mempercepat penuaan dan mengganggu kerja sistem imun. Menurut Fuhrman, sebaiknya asupan protein hewani dalam diet tidak lebih dari 10 persen dari total kalori setiap harinya
  • 27.
    Salah pilih produkkecantikan Produk-produk kecantikan ada pula yang mengandung bahan artifisial bersifat toksik. Pemakaian berbagai produk ini akan menurunkan fungsi sistem imun Terlalu banyak makan junk food Tepung pada junk food biasanya akan mengganggu kerja sel T dan sel B yang merupakan komponen sistem imun pelawan penyakit. Maka sebaiknya, pilihlah tepung yang terbuat dari gandum utuh yang lebih bersahabat dengan sistem imun.
  • 28.
    Menyendiri Orang yang kesepiancenderung lebih mudah stres sehingga dampaknya pun terasa pada sistem imun. Menurut Sheldon Cohen, psikolog di Carnegie Mellon University, penting hukumnya untuk menjadwalkan waktu berkualitas dengan teman, rekan, bahkan tetangga guna memperkuat sistem imun Salah pilih produk kecantikan Produk-produk kecantikan ada pula yang mengandung bahan artifisial bersifat toksik. Pemakaian berbagai produk ini akan menurunkan fungsi sistem imun
  • 29.