SISTEM EKSKRESI
MANUSIA
1.
2.

3.
4.

XI IPA 1

5.

KELOMPOK 3
HENDRIK Cahyono
(08)
RIZKA Fatmala
(12)
DEBBY Verama Sari
(14)
DINI Rohmah Tri M.
(15)
HESTY Nur Wijayanti
ORGAN EKSKRESI MANUSIA

GINJA
L

PARUPARU

HATI

KULI
T
GINJAL
PENGERTIAN GINJAL
Ginjal merupakan organ ekskresi yang
utama, berjumlah sepasang, dan terdapat dalam
rongga perut di dekat tulang-tulang pinggang.
Berbentuk seperti kacang ercis dengan
panjangnya lebih kurang 10 cm. Bentuk ginjal
seperti kacang merah, jumlahnya sepasang dan
terletak di dorsal kiri dan kanan tulang belakang
di daerah pinggang. Berat ginjal diperkirakan
0,5% dari berat badan, dan panjangnya 10 cm.
Setiap menit 20-25% darah dipompa oleh
jantung yang mengalir menuju ginjal.
STRUKTUR GINJAL
Kulit Ginjal (korteks). Pada
Korteks terdapat banyak
nefron atau penyaring. Setiap
nefron terdiri dari badan
malpigi dan tubulus
glomerulus. Glomerulus
merupakan anyaman
pembuluh darah kapiler.
Kapsula Bowman
Glomerulus

Korteks

Pembuluh kapiler

Arteri ginjal
Vena ginjal

Medula/
Sumsum
ginjal

Ureter

Tubulus
konturtus

Saluran
pembawa
Hasil
penyaringan
FUNGSI GINJAL
• Membuang sisa metabolisme dari tubuh.
• Mengatur konsentrasi ion hidrogen darah
dengan mengeluarkan kelebihan asam atau
basa.
• Mengatur tekanan darah arteri dengan
mengeluarkan hormon renin.
• Membuang bahan-bahan yang berbahaya
bagi tubuh.
• Memelihara tekanan osmotik darah dengan
mengatur ekskresi air dan garam anorganik.
PEMBENTUKAN URINE
a.

Filtrasi
Glomerulus yang terdapat pada kapsula Bowman menyaring darah
(filtrasi) sehingga dihasilkan filtrat glomerulus (urine primer). Di
dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun
zat yang tidak berguna bagi tubuh, seperti glukosa, garamgaram, dan asam amino.
b. Reabsorbsi
Di dalam tubulus kontortus proksimal zat-zat dalam urine primer
yang masih berguna akan diserap kembali (direabsorbsi). Peristiwa
ini masih terjadi sampai pada lengkung Henle. Dari peristiwa ini
dihasilkan filtrat tubulus atau urine sekunder.
c. Augmentasi
Pada tubulus kontortus distal ditambahkan zat-zat yang sudah tak
berguna dan hendak dibuang (augmentasi), misalnya kelebihan
obat, kelebihan vitamin, dan lain-lain. Di tempat ini sudah terbentuk
urine sesungguhnya yang selanjutnya disalurkan ke tubulus
kolektivus, terus ke pelvis renalis. Dari pelvis renalis, urine mengalir
melalui ureter dan ditampung sementara di kandung kemih. Bila
kandung kemih telah penuh timbullah rangsangan untuk buang air
kecil, dan urine dikeluarkan melalui uretra.
GANGGUAN PADA GINJAL
a. Sistitis
b. Glomerulonefrit
c. Pielonefrit
d. Batu ginjal
e. Gagal ginjal
f. Diabetes Melitus
(Glukosuria)

g. Diabetes Insipidus
h. Albuminuria
i. Uremia
j. Hematuria
k. Hidronefrosis
PARU-PARU
PENGERTIAN PARU-PARU
Paru-paru adalah organ pada
sistem pernapasan (respirasi) dan
berhubungan dengan sistem
peredaran darah (sirkulasi)
vertebrata yang bernapas dengan
udara.
STRUKTUR PARU-PARU
Paru-paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian
besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli).
Gelembung alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel.
Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90m2 Banyaknya
gelembung paru-paru ini kurang lebih 700juta buah.
Paru-paru dibagi dua:
• Paru-paru kanan terdiri dari tiga lobus, lobus pulmodekstra
superior, lobus media, dan lobus inferior.
• Paru-paru kiri, terdiri dari dua lobus, pulmo sinistra lobus
superior dan lobus inferior.
Tiap-tiap lobus terdiri dari belahan yang lebih kecil bernama
segmen. Paru-paru kiri mempunyai sepuluh segmen, yaitu
lima buah segmen pada lobus superior, dan lima buah
segmen pada inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh
segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dua
buah segmen pada lobus medial, dan tiga buah segmen
pada lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi
menjadi belahan-belahan yang bernama lobulus. Diantara
CARA KERJA PARU-PARU
Manusia menghirup udara untuk
mendapatkan oksigen, namun tidak
semua udara yang dihirup dapat
digunakan oleh tubuh, karena udara
tercampur dengan berbagai jenis gas.
Pada waktu kita bernapas, paru-paru
menarik udara dari ruang
tenggorokan. Saat
dihembuskan, rangka tulang rusuk
tertarik ke arah dalam, dan diafragma
di bawah tulang rusuk bergerak ke
FUNGSI PARU-PARU
Fungsinya adalah menukar
oksigen dari udara dengan
karbon dioksida dari darah.
Prosesnya disebut
"pernapasan eksternal" atau
bernapas. Paru-paru juga
mempunyai fungsi
nonrespirasi.
Paru-paru juga berfungsi
GANGGUAN PADA PARU-PARU
•
•
•
•

Pneumonia
Bronkitis
Batuk
Asma
HATI
PENGERTIAN HATI
Hati merupakan salah satu alat ekskresi
karena hati mengeluarkan urea dan
amonia ke luar tubuh. Hati terletak di
rongga perut bagian kanan di bawah
diafragma. Hati berwarna merah tua
kecoklatan dengan berat sekitar 2 kg.
Hati terletak pada rongga perut bagian
kanan. Pada bagian kanan hati terdapat
selaput tipis yang disebut kapsula
hepatis. Di dalam jaringan hati terdapat
pembuluh darah dan pembuluh empedu
yang disatukan oleh kapsul hati (Kapsul
Glisson). Sel – sel hati bergabung
percabangan yang disebut sinusoid. Sinusoid
pada vena portal hepatikus akan membentuk
STRUKTUR HATI sel-sel hati
vena. Jaringan hati ini tersusun oleh
yang disebut hepatosit. Antarlapisan hepatosit
dipisahkan
oleh
lakuna,
sedang
antara
hepatosit satu dengan yang lain dipisahkan oleh
kanalikuli
yang
merupakan
tempat
dihasilkannya empedu. Kanalikuli-kanalikuli ini
kemudian bergabung membentuk pembuluh
empedu yang berfungsi mengangkut cairan
empedu menuju kantong empedu. Kantong
empedu sebagai tempat penyimpanan sementara
sebelum empedu dialirkan ke duodenum. Pada
sinusoid
terjadi
spesialisasi
sel
yang
membentuk sel kupffer. Sel kupffer ini
mempunyai sifat fagositosis. Apabila dalam
FUNGSI HATI
• Menyimpan glikogen(gula otot) yang merupakan
hasil pengubahan dari glukosa karena hormon insulin.
• Menetralkan racun.
• Membentuk protrombin(untuk pembekuan darah).
• Tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A.
• Tempat pembentukan urea dan amonia yang berasal
dari pemecahan protein yang rusak yang selanjutnya
dikeluarkan dari tubuh melalui urin.
• Tempat pembentukan sel darah merah pada janin.
• Sebagai organ ekskresi yang bertugas merombak
eritrosit(sel darah merah).
PROSES DIDALAM HATI
Sel darah merah yang sudah tua
(histiosita) dipecah didalam hati.
Fe

Hb

Globin
Hemin

Hati

Sumsum tulang
Metabolisme
protein
Bilirubin

Pembentukan Hb baru
Urobilin

Urine

USUS
Sterkobilin

Feses
GANGGUAN PADA HATI
•
•
•
•
•
•

Hepatitis
Sirosis hati
Kanker hati
Perlemakan hati
Hemokromatosis
Kolestasis dan Jaundice
KULIT
PENGERTIAN KULIT
Kulit merupakan
lapisan terluar
tubuh manusia dan
merupakan
pelindung bagian
dalam tubuh.
STRUKTUR KULIT
A. Lapisan Epidermis
Terdiri dari 4 stratrum : S. Kornium (lap tanduk), S.
Lusidum, S. Granulosum (pigmentasi), S.
Germinatifum (sel embrional).
B. Lapisan Dermis
Kelenjar Keringat (gland Sudorifera), kel. minyak (g.
Sebasea), Pembuluh Darah, saraf, akar
rambut, otot, lemak.
FUNGSI KULIT
Pelindung terhadap kerusakan fisik akibat
sentuhan mekanis, panas, penyinaran, kuman
– kuman, dan zat kimia
Mengatur suhu badan
Mencegah dehidrasi
Mengeluarkan zat sisa berupa keringat
Menerima rangsangan dari luar atau Indra
peraba (penerima rangsang)
Merubah pro vit. D  Vit. D dengan
bantuan Cahaya Matahari
Menyimpan kelebihan lemak
MEKANISME PENGELUARAN KERINGAT
Proses pengeluaran keringat
diatur
oleh
hipotalamus
(otak). Hipotalamus dapat
menghasilkan
enzim
bradikinin
yang
bekerja
mempengaruhi
kegiatan
kelenjar
keringat.
Jika
hipotalamus
mendapat
rangsangan, misalnya berupa
GANGGUAN PADA KULIT
Komedo
Jerawat biasa
Cystic acne
(jerawat
batu/jerawat
jagung)
Eksim
(Ekzema) atau
Dermatitis

Kusta
Cacar air
(Frambusla)
Panu/panau
Kurap
Kutu air
Biang
keringat
SEKIAN ... !!!

KELOMPOK 3

Sistem ekskresi

  • 1.
    SISTEM EKSKRESI MANUSIA 1. 2. 3. 4. XI IPA1 5. KELOMPOK 3 HENDRIK Cahyono (08) RIZKA Fatmala (12) DEBBY Verama Sari (14) DINI Rohmah Tri M. (15) HESTY Nur Wijayanti
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    PENGERTIAN GINJAL Ginjal merupakanorgan ekskresi yang utama, berjumlah sepasang, dan terdapat dalam rongga perut di dekat tulang-tulang pinggang. Berbentuk seperti kacang ercis dengan panjangnya lebih kurang 10 cm. Bentuk ginjal seperti kacang merah, jumlahnya sepasang dan terletak di dorsal kiri dan kanan tulang belakang di daerah pinggang. Berat ginjal diperkirakan 0,5% dari berat badan, dan panjangnya 10 cm. Setiap menit 20-25% darah dipompa oleh jantung yang mengalir menuju ginjal.
  • 6.
    STRUKTUR GINJAL Kulit Ginjal(korteks). Pada Korteks terdapat banyak nefron atau penyaring. Setiap nefron terdiri dari badan malpigi dan tubulus glomerulus. Glomerulus merupakan anyaman pembuluh darah kapiler.
  • 7.
    Kapsula Bowman Glomerulus Korteks Pembuluh kapiler Arteriginjal Vena ginjal Medula/ Sumsum ginjal Ureter Tubulus konturtus Saluran pembawa Hasil penyaringan
  • 8.
    FUNGSI GINJAL • Membuangsisa metabolisme dari tubuh. • Mengatur konsentrasi ion hidrogen darah dengan mengeluarkan kelebihan asam atau basa. • Mengatur tekanan darah arteri dengan mengeluarkan hormon renin. • Membuang bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh. • Memelihara tekanan osmotik darah dengan mengatur ekskresi air dan garam anorganik.
  • 9.
    PEMBENTUKAN URINE a. Filtrasi Glomerulus yangterdapat pada kapsula Bowman menyaring darah (filtrasi) sehingga dihasilkan filtrat glomerulus (urine primer). Di dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh, seperti glukosa, garamgaram, dan asam amino. b. Reabsorbsi Di dalam tubulus kontortus proksimal zat-zat dalam urine primer yang masih berguna akan diserap kembali (direabsorbsi). Peristiwa ini masih terjadi sampai pada lengkung Henle. Dari peristiwa ini dihasilkan filtrat tubulus atau urine sekunder. c. Augmentasi Pada tubulus kontortus distal ditambahkan zat-zat yang sudah tak berguna dan hendak dibuang (augmentasi), misalnya kelebihan obat, kelebihan vitamin, dan lain-lain. Di tempat ini sudah terbentuk urine sesungguhnya yang selanjutnya disalurkan ke tubulus kolektivus, terus ke pelvis renalis. Dari pelvis renalis, urine mengalir melalui ureter dan ditampung sementara di kandung kemih. Bila kandung kemih telah penuh timbullah rangsangan untuk buang air kecil, dan urine dikeluarkan melalui uretra.
  • 11.
    GANGGUAN PADA GINJAL a.Sistitis b. Glomerulonefrit c. Pielonefrit d. Batu ginjal e. Gagal ginjal f. Diabetes Melitus (Glukosuria) g. Diabetes Insipidus h. Albuminuria i. Uremia j. Hematuria k. Hidronefrosis
  • 12.
  • 13.
    PENGERTIAN PARU-PARU Paru-paru adalahorgan pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara.
  • 14.
    STRUKTUR PARU-PARU Paru-paru merupakansebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa, alveoli). Gelembung alveoli ini terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Jika dibentangkan luas permukaannya ± 90m2 Banyaknya gelembung paru-paru ini kurang lebih 700juta buah. Paru-paru dibagi dua: • Paru-paru kanan terdiri dari tiga lobus, lobus pulmodekstra superior, lobus media, dan lobus inferior. • Paru-paru kiri, terdiri dari dua lobus, pulmo sinistra lobus superior dan lobus inferior. Tiap-tiap lobus terdiri dari belahan yang lebih kecil bernama segmen. Paru-paru kiri mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dan lima buah segmen pada inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dua buah segmen pada lobus medial, dan tiga buah segmen pada lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang bernama lobulus. Diantara
  • 16.
    CARA KERJA PARU-PARU Manusiamenghirup udara untuk mendapatkan oksigen, namun tidak semua udara yang dihirup dapat digunakan oleh tubuh, karena udara tercampur dengan berbagai jenis gas. Pada waktu kita bernapas, paru-paru menarik udara dari ruang tenggorokan. Saat dihembuskan, rangka tulang rusuk tertarik ke arah dalam, dan diafragma di bawah tulang rusuk bergerak ke
  • 18.
    FUNGSI PARU-PARU Fungsinya adalahmenukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah. Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas. Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi. Paru-paru juga berfungsi
  • 19.
  • 20.
  • 21.
    PENGERTIAN HATI Hati merupakansalah satu alat ekskresi karena hati mengeluarkan urea dan amonia ke luar tubuh. Hati terletak di rongga perut bagian kanan di bawah diafragma. Hati berwarna merah tua kecoklatan dengan berat sekitar 2 kg. Hati terletak pada rongga perut bagian kanan. Pada bagian kanan hati terdapat selaput tipis yang disebut kapsula hepatis. Di dalam jaringan hati terdapat pembuluh darah dan pembuluh empedu yang disatukan oleh kapsul hati (Kapsul Glisson). Sel – sel hati bergabung
  • 22.
    percabangan yang disebutsinusoid. Sinusoid pada vena portal hepatikus akan membentuk STRUKTUR HATI sel-sel hati vena. Jaringan hati ini tersusun oleh yang disebut hepatosit. Antarlapisan hepatosit dipisahkan oleh lakuna, sedang antara hepatosit satu dengan yang lain dipisahkan oleh kanalikuli yang merupakan tempat dihasilkannya empedu. Kanalikuli-kanalikuli ini kemudian bergabung membentuk pembuluh empedu yang berfungsi mengangkut cairan empedu menuju kantong empedu. Kantong empedu sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum empedu dialirkan ke duodenum. Pada sinusoid terjadi spesialisasi sel yang membentuk sel kupffer. Sel kupffer ini mempunyai sifat fagositosis. Apabila dalam
  • 24.
    FUNGSI HATI • Menyimpanglikogen(gula otot) yang merupakan hasil pengubahan dari glukosa karena hormon insulin. • Menetralkan racun. • Membentuk protrombin(untuk pembekuan darah). • Tempat pengubahan provitamin A menjadi vitamin A. • Tempat pembentukan urea dan amonia yang berasal dari pemecahan protein yang rusak yang selanjutnya dikeluarkan dari tubuh melalui urin. • Tempat pembentukan sel darah merah pada janin. • Sebagai organ ekskresi yang bertugas merombak eritrosit(sel darah merah).
  • 25.
    PROSES DIDALAM HATI Seldarah merah yang sudah tua (histiosita) dipecah didalam hati. Fe Hb Globin Hemin Hati Sumsum tulang Metabolisme protein Bilirubin Pembentukan Hb baru Urobilin Urine USUS Sterkobilin Feses
  • 26.
    GANGGUAN PADA HATI • • • • • • Hepatitis Sirosishati Kanker hati Perlemakan hati Hemokromatosis Kolestasis dan Jaundice
  • 27.
  • 28.
    PENGERTIAN KULIT Kulit merupakan lapisanterluar tubuh manusia dan merupakan pelindung bagian dalam tubuh.
  • 29.
    STRUKTUR KULIT A. LapisanEpidermis Terdiri dari 4 stratrum : S. Kornium (lap tanduk), S. Lusidum, S. Granulosum (pigmentasi), S. Germinatifum (sel embrional). B. Lapisan Dermis Kelenjar Keringat (gland Sudorifera), kel. minyak (g. Sebasea), Pembuluh Darah, saraf, akar rambut, otot, lemak.
  • 31.
    FUNGSI KULIT Pelindung terhadapkerusakan fisik akibat sentuhan mekanis, panas, penyinaran, kuman – kuman, dan zat kimia Mengatur suhu badan Mencegah dehidrasi Mengeluarkan zat sisa berupa keringat Menerima rangsangan dari luar atau Indra peraba (penerima rangsang) Merubah pro vit. D  Vit. D dengan bantuan Cahaya Matahari Menyimpan kelebihan lemak
  • 32.
    MEKANISME PENGELUARAN KERINGAT Prosespengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus (otak). Hipotalamus dapat menghasilkan enzim bradikinin yang bekerja mempengaruhi kegiatan kelenjar keringat. Jika hipotalamus mendapat rangsangan, misalnya berupa
  • 34.
    GANGGUAN PADA KULIT Komedo Jerawatbiasa Cystic acne (jerawat batu/jerawat jagung) Eksim (Ekzema) atau Dermatitis Kusta Cacar air (Frambusla) Panu/panau Kurap Kutu air Biang keringat
  • 35.