DOSEN PENGAMPUN
Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
DISUSUN OLEH :
NOVIYA SARI
( 43216110126 )
Istilah e-learning dapat terjemahkan sebagai bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan
dalam bentuk sekolah maya.
Definisi E-Learning
Istilah e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha-
usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Oleh karena itu, istilah e-learning lebih tepat ditujukan
sebagai usaha untuk sebuah transformasi sebuah proses pembelajaran yang ada di sekolah / universitas ke
dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet (Purbo & Hartanto, 2002).
E-learning ini sendiri memiliki beberapa fitur seperti yang telah dikemukakan oleh Suyanto (2005)
mengemukakan 4 ciri e-learning yang terdiri dari:
1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana pengajar dan peserta didik, peserta didik dan peserta
didik, atau pengajar dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi
oleh hal-hal yang protokoler.
2. Memanfaatkan komputer (media digital dan jaringan komputer).
3. Menggunakan bahan ajar yang merupakan mandiri yang dapat disimpan di komputer sehingga dapat
diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang membutuhkannya.
4. Memanfaatkan jadwal belajar, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berhubungan dengan
administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer.
Dengan demikian, e-learning itu dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam pembelajaran yang sesuai pada
penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan karakteristik-
fitur seperti memanfaatkan jasa, memanfatkan komputer, menggunakan bahan ajar yang penting mandiri, dan
belajar yang dapat dilihat pada komputer, serta memberikan fasilitas yang dapat diakses oleh pengajar dan
peserta didik / mahasiswa secara pribadi
Komponen e-learning
Komponen yang terdiri e-learning (Romisatriawahono, 2008) adalah:
Sebuah. Infrastruktur e-learning
Infrastruktur e-learning adalah peralatan yang digunakan dalam e-learning yang dapat menjadi Personal
Computer (komputer), komputer yang dimiliki secara pribadi (Febrian, 2004)), jaringan komputer (kumpulan,
perangkat dari komputer, hub, switch , router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan
menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005)), internet (merupakan singkatan dari Interconnection
Networking yang diartikan sebagai komputer-komputer yang terhubung di seluruh dunia (Febrian, 2004)) dan
perlengkapan multimedia (alat -alat media yang bergerak dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks,
grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi (Febrian, 2004)).Termasuk di dalamnya
peralatan teleconference (pertemuan jarak jauh antara beberapa orang yang fisiknya berada pada lokasi yang
berbeda secara indonesian (Febrian, 2004)) kita bisa mendapatkan layanan sinkron belajar proses pada saat
yang sama saat pengajar sedang sedang belajar dan sedang telekonferensi.
b. Sistem dan aplikasi e-learning
Sistem dan aplikasi e-learning yang sering disebut dengan Learning Management System (LMS), yang
merupakan sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional untuk
administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas dan peristiwa online, program e-
learning , dan konten pelatihan (Ellis, 2009)), misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan manajemen
proses belajar mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi,
sistem penilaian, rapper), dan sistem ujian online yang semuanya terakses dengan internet .
c. Konten e-learning
Konten e-learning adalah konten dan bahan ajar yang ada pada e-learning sistem (Learning Management
System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk misalnya Konten berbasis multimedia (multimedia
multimedia) yang sedang kita gunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya) atau Text-based Content
(isi dari teks pelajaran yang ada di wikipedia.org , ilmukomputer.com, dsb.). Biasa disimpan dalam Learning
Management System (LMS) sehingga dapat dilakukan oleh peserta didik kapan pun dan dimana pun.
Sedangkan 'aktor' yang ada dalam pelaksanakan e-learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar
mengajar konvensional, yaitu perlu adanya pengajar (dosen) yang membimbing siswa (mahasiswa) yang
menerima bahan ajar dan administrator yang mengerjakan tugas belajar dan mengajar.
Manakala tidak hanya fasilitas di daerah yang sudah terjerembab dan desa, maka kegiatan e-learning akan
memberi manfaat kepada peserta didik yang:
1. belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mata pelajaran tertentu yang tidak dapat
diberikan oleh sekolahnya,
2. program pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) untuk pembelajaran materi pembelajaran yang
tidak dapat diajarkan oleh para pelaku, seperti bahasa asing dan teknik di bidang komputer,
3. merasa fobia dengan sekolah, atau peserta didik yang penuh di rumah sakit maupun di rumah, yang
putus sekolah lebih tinggi lagi, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada di
berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri, dan
4. tidak tertampung di sekolah konvensional untuk pendidikan. b. Dari sudut instruktur
Daftar Pustaka Makalah E-learning
Hartanto, AA, & Purbo, OW (2002). Buku pintar internet Teknologi e-learning Berbasis PHP Dan MySQL . Jakarta:
Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia.
Ellis, Ryann K. (2009), [online] Tersedia FTP: http://www.astd.org/NR/rdonlyres/12ECDB99-3B91-403E-9B15-
7E597444645D / 23395 / LMS_fieldguide_20091.pdf
Smaratungga. (2009). [online] Tersedia FTP: http://smaratungga.ning.com. Tanggal akses: 21 Mei 2009.
Suyanto. (2005). [online] Tersedia FTP: http://www.ipi.or.id/elearn.pdf. Tanggal akses 15 Februari 2009.
Febrian, J. (2004). Kamus komputer dan teknologi informasi . Jakarta: Penerbit Informatika.

SIM Noviya Sari,Hapzi, Prof. Dr. MM

  • 1.
    DOSEN PENGAMPUN Prof. Dr.Ir. Hapzi Ali, MM, CMA DISUSUN OLEH : NOVIYA SARI ( 43216110126 )
  • 2.
    Istilah e-learning dapatterjemahkan sebagai bentuk teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. Definisi E-Learning Istilah e-learning digunakan sebagai istilah untuk segala teknologi yang digunakan untuk mendukung usaha- usaha pengajaran lewat teknologi elektronik internet. Oleh karena itu, istilah e-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk sebuah transformasi sebuah proses pembelajaran yang ada di sekolah / universitas ke dalam bentuk digital yang dijembatani oleh teknologi internet (Purbo & Hartanto, 2002). E-learning ini sendiri memiliki beberapa fitur seperti yang telah dikemukakan oleh Suyanto (2005) mengemukakan 4 ciri e-learning yang terdiri dari: 1. Memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana pengajar dan peserta didik, peserta didik dan peserta didik, atau pengajar dan sesama pengajar dapat berkomunikasi dengan relatif mudah tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler. 2. Memanfaatkan komputer (media digital dan jaringan komputer). 3. Menggunakan bahan ajar yang merupakan mandiri yang dapat disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan dimana saja bila yang membutuhkannya. 4. Memanfaatkan jadwal belajar, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berhubungan dengan administrasi pendidikan yang dapat dilihat setiap saat di komputer. Dengan demikian, e-learning itu dapat diartikan sebagai suatu sistem dalam pembelajaran yang sesuai pada penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dengan karakteristik- fitur seperti memanfaatkan jasa, memanfatkan komputer, menggunakan bahan ajar yang penting mandiri, dan belajar yang dapat dilihat pada komputer, serta memberikan fasilitas yang dapat diakses oleh pengajar dan peserta didik / mahasiswa secara pribadi Komponen e-learning Komponen yang terdiri e-learning (Romisatriawahono, 2008) adalah: Sebuah. Infrastruktur e-learning Infrastruktur e-learning adalah peralatan yang digunakan dalam e-learning yang dapat menjadi Personal Computer (komputer), komputer yang dimiliki secara pribadi (Febrian, 2004)), jaringan komputer (kumpulan, perangkat dari komputer, hub, switch , router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu (Wagito, 2005)), internet (merupakan singkatan dari Interconnection Networking yang diartikan sebagai komputer-komputer yang terhubung di seluruh dunia (Febrian, 2004)) dan perlengkapan multimedia (alat -alat media yang bergerak dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, video dan animasi secara terintegrasi (Febrian, 2004)).Termasuk di dalamnya peralatan teleconference (pertemuan jarak jauh antara beberapa orang yang fisiknya berada pada lokasi yang
  • 3.
    berbeda secara indonesian(Febrian, 2004)) kita bisa mendapatkan layanan sinkron belajar proses pada saat yang sama saat pengajar sedang sedang belajar dan sedang telekonferensi. b. Sistem dan aplikasi e-learning Sistem dan aplikasi e-learning yang sering disebut dengan Learning Management System (LMS), yang merupakan sistem perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas dan peristiwa online, program e- learning , dan konten pelatihan (Ellis, 2009)), misalnya, segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar mengajar seperti bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem penilaian, rapper), dan sistem ujian online yang semuanya terakses dengan internet . c. Konten e-learning Konten e-learning adalah konten dan bahan ajar yang ada pada e-learning sistem (Learning Management System). Konten dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk misalnya Konten berbasis multimedia (multimedia multimedia) yang sedang kita gunakan mouse, keyboard untuk mengoperasikannya) atau Text-based Content (isi dari teks pelajaran yang ada di wikipedia.org , ilmukomputer.com, dsb.). Biasa disimpan dalam Learning Management System (LMS) sehingga dapat dilakukan oleh peserta didik kapan pun dan dimana pun. Sedangkan 'aktor' yang ada dalam pelaksanakan e-learning boleh dikatakan sama dengan proses belajar mengajar konvensional, yaitu perlu adanya pengajar (dosen) yang membimbing siswa (mahasiswa) yang menerima bahan ajar dan administrator yang mengerjakan tugas belajar dan mengajar. Manakala tidak hanya fasilitas di daerah yang sudah terjerembab dan desa, maka kegiatan e-learning akan memberi manfaat kepada peserta didik yang: 1. belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah-daerah miskin untuk mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya, 2. program pendidikan keluarga di rumah (home schoolers) untuk pembelajaran materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para pelaku, seperti bahasa asing dan teknik di bidang komputer, 3. merasa fobia dengan sekolah, atau peserta didik yang penuh di rumah sakit maupun di rumah, yang putus sekolah lebih tinggi lagi, yang dikeluarkan oleh sekolah, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri, dan 4. tidak tertampung di sekolah konvensional untuk pendidikan. b. Dari sudut instruktur Daftar Pustaka Makalah E-learning Hartanto, AA, & Purbo, OW (2002). Buku pintar internet Teknologi e-learning Berbasis PHP Dan MySQL . Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Ellis, Ryann K. (2009), [online] Tersedia FTP: http://www.astd.org/NR/rdonlyres/12ECDB99-3B91-403E-9B15- 7E597444645D / 23395 / LMS_fieldguide_20091.pdf Smaratungga. (2009). [online] Tersedia FTP: http://smaratungga.ning.com. Tanggal akses: 21 Mei 2009. Suyanto. (2005). [online] Tersedia FTP: http://www.ipi.or.id/elearn.pdf. Tanggal akses 15 Februari 2009. Febrian, J. (2004). Kamus komputer dan teknologi informasi . Jakarta: Penerbit Informatika.