Kelompok 5 :
1. FIRMAN RAMADHAN (22215721)
2. JIHAN DELLAGEA (23215564)
3. MARIA CICI PPS (24215025)
Pengertian Sisa Hasil Usaha (SHU)
Ditinjau dri aspek ekonomi manajerial, Sisa Hasil Usaha
(SHU) koperasi adalah selisih dafri seluruh pemasukan
atau penerimaan total dengan biaya-biaya atau biaya
total dalam satu tahun buku.
(Alam, 2007)
Istilah dasar dalam SHU Koperasi
 SHU Total Koperasi, merupakan sisa hasil usaha (SHU)
yang terdapat pada neraca atau laporan Laba/Rugi koperasi
setelah pajak. Informasi ini diperoleh dari neraca atau
laporan Laba/Rugi koperasi.
 Transaksi Anggota, merupakan kegiatan jual-beli barang
atau jasa yang dilakukan antara anggota dengan
koperasinya. Informasi diperoleh dari pembukuan
(penjualan dan pembelian) koperasi atau buku transaksi
usaha anggota.
 Partisipasi Modal, merupakan kontribusi anggota dalam
memberi modal koperasinya berupa simpanan pokok,
simpanan wajib, simpanan usaha dan lain-lain. Informasi
ini diperoleh dari buku simpanan anggota.
(Kartasapoetra, Bambang , dan Setiady. 1984.)
Istilah dasar dalam SHU Koperasi
(Lanjutan)
 Volume atau Omzet Usaha, merupakan total nilai
penjualan atau penerimaan dari barang atau jasa pada
suatu periode waktu atau tahun buku yang bersangkutan.
 Bagian (presentase) SHU untuk Simpanan Anggota,
merupakan SHU yang diambil dari SHU bagian anggota,
yang ditunjukkan untuk jasa modal anggota.
 Bagian (presentase) SHU untuk Transaksi Usaha Anggota,
merupakan SHU yang diambil dari SHU bagian anggota,
yang ditunjukkan untuk jasa transaksi anggota
(Kartasapoetra, Bambang , dan Setiady. 1984.)
Pengertian SHU menurut pasal 45 UU No.
25 tahun 1992
 SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam
satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan
kewajiban lain termasuk pajak.
 SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada
anggota sebanding dengan jasa usaha, yang dilakukan oleh
masing masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk
pendidikan perkoperasian dan kepertluan koperasi.
 Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam
rapat anggota.
(Alam, 2007)
Sisa Hasil Usaha
 Surplus yang diperoleh dari usaha yang
diselenggarakan untuk anggota
 Surplus yang diperoleh dari usaha yang
diselenggarakan untuk pihak ketiga
(Kartasapoetra, Bambang , dan Setiady. 1984.)
Syarat Penghitungan SHU
 SHU total koperasi pada satu tahun buku
 Persentase bagian SHU
 Total simpanan seluruh anggota
 Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet)
yang bersumber dari anggota
 Omzet atau volume usaha per anggota
 Persentase bagian SHU untuk simpanan anggota
 Persentase bagian SHU untuk transaksi anggota
(Alam, 2007)
Dua sumber shu koperasi yang diterima anggota berasal
dari kegiatan ekonomi anggota
 SHU atas jasa modal
Pembagian SHU atas jasa modal mencerminkan anggota sebagai
pemilik ataupun investor, karena jasa atas modalnya tetap diterima
dari koperasinya sepanjang koperasi tersebut menghasilkan SHU
pada tahun buku yang bersangkutan.
 SHU atas jasa usaha
SHU ini mencerminkan bahwa anggota koperasi selain pemilik
juga sebagai (pelanggan).
Dua sumber shu koperasi yang diterima anggota berasal dari
kegiatan ekonomi anggota
(Alam, 2007)
Anggaran dasar SHU
 Cadangan Koperasi
 Jasa Anggota
 Dana Pengurus
 Dana Karyawan
 Dana Pendidikan
 Dana Sosial
 Dana untuk Pembangunan Lingkungan
(Alam, 2007)
Pembagian SHU Menurut UU
No.25/1992 Pasal 5 ayat 1
 Mengatakan bahwa“pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-
mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga
berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini
merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.
 Didalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai
berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%,
dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, danasosial 5%,
danapembangunanlingkungan 5%.
 Tidak semua komponen diatas harus diadopsi dalam membagi SHU-
nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam
rapat anggota.
(Kartasapoetra, Bambang , dan Setiady. 1984.)
Rumus pembagian SHU Per
Anggota
• Keterangan :
• SHU = SHU untuk anggota koperasi
• JU = SHU yang diperuntukan bagi Jasa Usaha
Anggota koperasi
• JM = SHU yang diperuntukan bagi jasa modal
anggota koperasi
(Alam, 2007)
Prinsip-Prinsip Pembagian SHU
 SHU yang diagi adalah yang bersumber dari anggota
 SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi
usaha yang dilakukan anggota sendiri
 Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan
 SHU anggota dibayar secara tunai
(Alam, 2007)
Daftar Pustaka
 Alam S., 2007. Buku Ekonomi untuk SMA dan MA kelas
XII. Jakarta: Erlangga
 Kartasapoetra, G. Bambang, S. dan Setiady. 1984. Buku
Koperasi Indonesia yang Berdasarkan Pancasila dan UUD
1945. Bandung : Bina Aksara

Shu perbaikan lagi

  • 1.
    Kelompok 5 : 1.FIRMAN RAMADHAN (22215721) 2. JIHAN DELLAGEA (23215564) 3. MARIA CICI PPS (24215025)
  • 2.
    Pengertian Sisa HasilUsaha (SHU) Ditinjau dri aspek ekonomi manajerial, Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi adalah selisih dafri seluruh pemasukan atau penerimaan total dengan biaya-biaya atau biaya total dalam satu tahun buku. (Alam, 2007)
  • 3.
    Istilah dasar dalamSHU Koperasi  SHU Total Koperasi, merupakan sisa hasil usaha (SHU) yang terdapat pada neraca atau laporan Laba/Rugi koperasi setelah pajak. Informasi ini diperoleh dari neraca atau laporan Laba/Rugi koperasi.  Transaksi Anggota, merupakan kegiatan jual-beli barang atau jasa yang dilakukan antara anggota dengan koperasinya. Informasi diperoleh dari pembukuan (penjualan dan pembelian) koperasi atau buku transaksi usaha anggota.  Partisipasi Modal, merupakan kontribusi anggota dalam memberi modal koperasinya berupa simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan usaha dan lain-lain. Informasi ini diperoleh dari buku simpanan anggota. (Kartasapoetra, Bambang , dan Setiady. 1984.)
  • 4.
    Istilah dasar dalamSHU Koperasi (Lanjutan)  Volume atau Omzet Usaha, merupakan total nilai penjualan atau penerimaan dari barang atau jasa pada suatu periode waktu atau tahun buku yang bersangkutan.  Bagian (presentase) SHU untuk Simpanan Anggota, merupakan SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditunjukkan untuk jasa modal anggota.  Bagian (presentase) SHU untuk Transaksi Usaha Anggota, merupakan SHU yang diambil dari SHU bagian anggota, yang ditunjukkan untuk jasa transaksi anggota (Kartasapoetra, Bambang , dan Setiady. 1984.)
  • 5.
    Pengertian SHU menurutpasal 45 UU No. 25 tahun 1992  SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurangi dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak.  SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha, yang dilakukan oleh masing masing anggota dengan koperasi, serta digunakan untuk pendidikan perkoperasian dan kepertluan koperasi.  Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam rapat anggota. (Alam, 2007)
  • 6.
    Sisa Hasil Usaha Surplus yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota  Surplus yang diperoleh dari usaha yang diselenggarakan untuk pihak ketiga (Kartasapoetra, Bambang , dan Setiady. 1984.)
  • 7.
    Syarat Penghitungan SHU SHU total koperasi pada satu tahun buku  Persentase bagian SHU  Total simpanan seluruh anggota  Total seluruh transaksi usaha (volume usaha atau omzet) yang bersumber dari anggota  Omzet atau volume usaha per anggota  Persentase bagian SHU untuk simpanan anggota  Persentase bagian SHU untuk transaksi anggota (Alam, 2007)
  • 8.
    Dua sumber shukoperasi yang diterima anggota berasal dari kegiatan ekonomi anggota  SHU atas jasa modal Pembagian SHU atas jasa modal mencerminkan anggota sebagai pemilik ataupun investor, karena jasa atas modalnya tetap diterima dari koperasinya sepanjang koperasi tersebut menghasilkan SHU pada tahun buku yang bersangkutan.  SHU atas jasa usaha SHU ini mencerminkan bahwa anggota koperasi selain pemilik juga sebagai (pelanggan). Dua sumber shu koperasi yang diterima anggota berasal dari kegiatan ekonomi anggota (Alam, 2007)
  • 9.
    Anggaran dasar SHU Cadangan Koperasi  Jasa Anggota  Dana Pengurus  Dana Karyawan  Dana Pendidikan  Dana Sosial  Dana untuk Pembangunan Lingkungan (Alam, 2007)
  • 10.
    Pembagian SHU MenurutUU No.25/1992 Pasal 5 ayat 1  Mengatakan bahwa“pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata- mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan”.  Didalam AD/ART koperasi telah ditentukan pembagian SHU sebagai berikut: Cadangan koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, danasosial 5%, danapembangunanlingkungan 5%.  Tidak semua komponen diatas harus diadopsi dalam membagi SHU- nya. Hal ini tergantung dari keputusan anggota yang ditetapkan dalam rapat anggota. (Kartasapoetra, Bambang , dan Setiady. 1984.)
  • 11.
    Rumus pembagian SHUPer Anggota • Keterangan : • SHU = SHU untuk anggota koperasi • JU = SHU yang diperuntukan bagi Jasa Usaha Anggota koperasi • JM = SHU yang diperuntukan bagi jasa modal anggota koperasi (Alam, 2007)
  • 12.
    Prinsip-Prinsip Pembagian SHU SHU yang diagi adalah yang bersumber dari anggota  SHU anggota adalah jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri  Pembagian SHU anggota dilakukan secara transparan  SHU anggota dibayar secara tunai (Alam, 2007)
  • 13.
    Daftar Pustaka  AlamS., 2007. Buku Ekonomi untuk SMA dan MA kelas XII. Jakarta: Erlangga  Kartasapoetra, G. Bambang, S. dan Setiady. 1984. Buku Koperasi Indonesia yang Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Bandung : Bina Aksara