Design
team collaboration
with Feedback
Why feedback?
Feedback adalah alat sederhana yang sangat
powerful untuk mengetahui seberapa jauh skill
seseorang telah berkembang.
Yaaaa… meskipun feedback yang berseliweran itu kurang jelas kaya….
“…mantap coy, semangat terus!”
“...bisa kitu si eta, ajarin dong!”
“...ko bisa sih? Gimana caranyahhhhh?”
sampai...
“hai sis cek ig kita yuk. Jual susuk sampe pelet buat
ngejerat jomblo biar dapet pacar lagi.”
Haha haha haha haha hehehehehehe mmmmmmmmmm….. boleh lah,
berapaan?
Feedback yang konstruktif
Feedback yang produktif
&
Berlatih ngomen orang,
tapiii….. harus
berkualitas!
1. Specific feedback
Feedback yang spesifik akan membantu
yang bersangkutan untuk:
•
Menyadari kenapa hal tersebut bisa terjadi, kemudian
memancing diskusi yang produktif.
•
Memutuskan aksi apa yang perlu dilakukan.
•
Memikirkan produknya secara zoom out
( yang kadang terlupa kalau sudah terlalu fokus (zoom in) kepada
detail.)
2. Contextual
relevan dengan tujuan akhir nya
Pemberi feedback kadang
melupakan proses yang
ditempuh dalam
menghasilkan produk
tersebut.
Siapa usernya?
kebutuhannya seperti
apa?
intinya kontekstual.
3. Hindari so-what-feedback
Feedback tanpa actionable
=
aku kudu piye?
Actionable pada
feedback activity bukan
berarti menyuruh.
Gali lebih dalam apa
sebenarnya yang ingin
disampaikan oleh orang
tersebut
Actionable pada feedback akan
membantu seseorang melihat hasil
pekerjaannya dengan mode zoom out - 
zoom in - zoom out - zoom in.
Ga pede ngomenin orang ketika
nambahin actionable di feedback?
Latihan coy!
1. Banyak research
2. Tanya kenapa
3. Cerita tentang research yang telah
dilakukan
4. Ulangi terus sampe nemu ritme yang pas
4. Words have meaning
Nobody wants ‘nice’, nobody wants
‘good’, people wants
‘extraordinary’, ‘unique’, ‘excellent’!
- anonymous
There is right tool for a right job.
5. Sooner the better
Mulailah dengan membiasakan
untuk mendengar dan
memperhatikan secara seksama
ketika orang lain sedang
berbicara dan menjelaskan.
Feedback itu ibarat makanan.
Dengan resep yang tepat, rasa
yang enak, dan presentasi yang
menarik, makanan akan semakin
enak ketika disajikan hangat-
hangat.
6. Jangan dihindari
“There is nothing more dangerous
than sincere ignorance and
conscientious stupidity”
 
— Martin Luther King Jr.
Sumber:
Saya dapat dari sumber yang sangat bagus (dengan
sedikit saya rubah dan sedikit penyesuaian agar
tepat dengan tema yang saya bawakan).
Terimakasih banyak untuk ilmunya
bit.ly/2bMMMSp

Sharesess #44 Design Team Collaboration with Feedback