SDIDTK
STIMULASI DETEKSI
INTERVENSI DINI
TUMBUH KEMBANG ANAK
Masa depan suatu bangsa tergantung pada keberhasilan anak
dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Tahun-tahun pertama kehidupan, terutama periode sejak janin
dalam kandungan sampai anak berumur 2 tahun merupakan
periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan
perkembangan anak. Periode ini merupakan kesempatan emas
sekaligus masa-masa yang rentan terhadap pengaruh negatif.
Pengasuhan yang baik dan benar yang terdiri dari pengasuhan
responsif, pemberian gizi yang baik dan cukup, stimulasi tepat,
status kesehatan yang baik, dan lingkungan yang aman pada
periode ini akan membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu
mencapai kemampuan optimalnya sehingga dapat berkontribusi
Latar Belakang
Stimulasi yang tepat dan adekuat akan merangsang otak
anak sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara
dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian, serta perilaku
dan emosi pada anak berlangsung optimal sesuai dengan
umurnya.
Jika hal-hal di atas tidak terpenuhi dengan semestinya,
maka anak akan rentan mengalami gangguan
pertumbuhan maupun perkembangan. Pencegahan
malnutrisi di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan)
merupakan usaha untuk menjamin tumbuh kembang yang
optimal.
Deteksi dini penyimpangan tumbuh kembang perlu dilakukan
guna mengetahui adanya kemungkinan penyimpangan termasuk
menindaklanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah
tumbuh kembang anaknya.
Apabila ditemukan adanya kemungkinan penyimpangan, maka
dilakukan intervensi dini sebagai tindakan koreksi dengan
memanfaatkan plastisitas otak anak sehingga tumbuh
kembangnya diharapkan akan kembali normal atau
penyimpangannya tidak menjadi semakin berat.
Kegiatan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini penyimpangan
tumbuh kembang balita yang menyeluruh dan terkoordinasi
diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga
(orang tua, pengasuh anak, dan anggota keluarga lainnya),
masyarakat (kader, tokoh masyarakat, organisasi profesi,
Lembaga swadaya masyarakat, dan sebagainya) dengan
tenaga professional (kesehatan, pendidikan, dan sosial), akan
meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak umur dini dan
kesiapan memasuki jenjang Pendidikan formal.
lndikator keberhasilan pembinaan tumbuh kembang anak
tidak hanya meningkatnya status kesehatan dan gizi anak
tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak
berkembang secara optimal.
Kerangka Konsep Pemantauan
Tumbuh Kembang
Balita dan Anak Prasekolah
PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN ANAK
Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu bertumbuh
dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa
remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa.
Anak bukanlah dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri
pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan
umurnya.
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah
sel serta jaringan interseluler, sedangkan perkembangan
adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang
lebih kompleks
1.
CIRI TUMBUH KEMBANG ANAK
1. Perkembangan menimbulkan perubahan
Misalnya perkembangan intelegensia pada seorang anak akan menyertai
pertumbuhan otak dan serabut saraf.
2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan
selanjutnya
Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa
berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kaki dan bagian
tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat. Perkembangan
awal ini merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan
selanjutnya.
3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda
Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan yang
berbeda beda, baik dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi
organ dan perkembangan pada masing-masing anak.
2.
4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan
Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun
demikian, terjadi peningkatan mental, memori, daya nalar, asosiasi, dan lain-
lain. Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya, serta
bertambah kepandaiannya.
5. Perkembangan mempunyai pola tetap
a. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian menuju
ke arah
kaudal atau anggota tubuh (pola sefalokaudal)
b. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak kasar)
lalu
berkembang ke bagian distal seperti jari-jari yang mempunyai
kemampuan gerak
halus (pola proksimodistal)
6. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan
Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan
PRINSIP-PRINSIP TUMBUH
KEMBANG ANAK
1. Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar
Belajar merupakan perkembangan yang berasal dari latihan
dan
usaha. Melalui belajar, anak memperoleh kemampuan menggunakan
sumber yang diwariskan dan potensi yang dimiliki anak.
2. Pola perkembangan dapat diramalkan
Perkembangan berlangsung dari tahapan umum ke
tahapan
spesifik dan terjadi secara berkesinambungan.
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KUALITAS
TUMBUH KEMBANG ANAK
1. Faktor Internal
2. Faktor
Eksternal
3.
Faktor Internal :
a.Ras, etnik, atau bangsa
b.Keluarga
c. Umur
d.Jenis kelamin
e.Genetik
Faktor Eksternal
I. Faktor pra persalinan :
a. Gizi -> Pemenuhan giizi sebelum hamil
b. Mekanis -> Posisi fetus yang abnormal bias menyebabkan kelainan
c. Toksin atau zat kimia -> Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan kelainan kongenital
d. Endoktrin -> Diabetes dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali, dan hyperplasia
adrenal
e. Radiasi -> Paparan radiasi dapat menyebabkan kelainan pada janin
f. Infeksi -> Infeksi pada kehamilan pertama dapat meyebabkan kelainan pada janin berupa
katarak bisu, tuli, dan lain-lain
g. Kelainan imunologi -> Eritroblastosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah
antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin,
kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan
hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan kernikterus yang akan
menyebabkan kerusakan jaringan otak.
h. Anoksia embrio -> disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan
pertumbuhan terganggu
i. Psikologi ibu -> Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah, atau kekerasan mental
pada ibu hamil, dan lain-lain.
II. Faktor Selama Persalinan : Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala atau
asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.
III. Faktor Pasca Persalinan
a. Gizi -> Diperlukan asupan gizi berupa zat gizi makro dan mikro yang adekuat yang sesuai
untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal.
b. Penyakit kronis atau kelainan kongenital, tuberkulosis, anemia, atau kelainan jantung bawaan
mengakibatkan penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan.
c. Lingkungan fisik dan kimia -> Lingkungan sering disebut milleu adalah tempat anak tersebut
hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan
yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu
(timbal (Pb), merkuri (Hg), rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap
pertumbuhan anak.
d. Psikologis -> Hubungan anak dengan orang sekitarnya berpengaruh terhadap tumbuh
kembangnya. seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu
merasa tertekan akan mengalami hambatan di dalam tumbuh kembangnya.
e. Endokrin -> Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak
mengalami hambatan pertumbuhan.
f. Sosio-ekonomi -> Kemiskinan yang berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan
lingkungan yang tidak baik, serta ketidaktahuan orang tua akan menghambat pertumbuhan
anak.
g. Lingkungan pengasuhan -> Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat
mempengaruhi tumbuh kembang anak
h. Stimulasi -> Pemberian stimulasi diutamakan oleh orang tua dan anggota keluarga
lainnya di rumah yang merawat anak. Bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah
pemberian aktivitas bermain dan interaksi sosial dengan anak
i. Obat-obatan -> Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat
pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap
susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.
PERIODE TUMBUH
KEMBANG ANAK
Tumbuh kembang anak berlangsung secara teratur, saling
berkaitan dan berkesinambungan yang dimulai sejak
konsepsi sampai dewasa. Oleh karena itu, pemantauan
tumbuh kembang anak secara teratur sangat penting
sebagai deteksi dini terjadinya masalah tumbuh kembang
anak. Tumbuh kembang anak terbagi dalam beberapa
periode. Berdasarkan beberapa kepustakaan, maka
periode tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut:
4.
MASA PRENATAL ATAU MASA INTRA UTERIN
(MASA JANIN DALAM KANDUNGAN)
Masa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu:
1. Masa zigot atau mudigah, sejak saat konsepsi sampai umur kehamilan 2 minggu
2. Masa embrio, sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8-12 minggu
Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi diferensiasi yang
berlangsung dengan cepat, terbentuk sistem organ dalam tubuh.
3. Masa janin atau fetus, sejak umur kehamilan 9-12 minggu sampai akhir kehamilan
Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu:
a. Masa fetus dini yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu sampai trimester kedua kehidupan
intrauterin. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan dan pembentukan jasad manusia
sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi
b. Masa fetus lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Pada masa ini pertumbuhan
berlangsung pesat disertai perkembangan fungsi-fungsi. Terjadi transfer imunoglobulin G (lgG) dari
darah ibu melalui plasenta. Terjadi akumulasi asam lemak esensial seri Omega 3 (Docosa Hexanic
Acid) dan Omega 6 (Arachidonic Acid) pada otak dan retina
Periode yang paling penting dalam masa prenatal adalah trimester pertama kehamilan. Pada periode
ini pertumbuhan otak janin sangat peka terhadap pengaruh lingkungan janin. Gizi kurang pada ibu
hamil, infeksi, merokok dan asap rokok, minuman beralkohol, penggunaan obat-obatan, bahan-
bahan toksik, pola asuh, depresi berat, faktor psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil dapat
menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan janin dan kehamilan. Pada setiap ibu hamil,
dianjurkan untuk selalu memperhatikan gerakan janin setelah kehamilan 5 bulan.
Agar janin dalam kandungan tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat, maka selama masa
intrauterin, seorang ibu diharapkan:
• Menjaga kesehatannya dengan baik
• Selalu berada dalam lingkungan yang menyenangkan
• Memastikan pemenuhan gizi yang adekuat selama kehamilan
• Memeriksakan kesehatannya secara teratur ke sarana kesehatan
• Memberi stimulasi dini terhadap janin
• Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya
• Menghindari stres baik fisik maupun psikis
• Tidak bekerja berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya
MASA BAYI (INFANCY) UMUR 0-11 BULAN
Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta
mulainya berfungsi organ-organ. Masa neonatal dibagi menjadi 2 periode:
1. Masa neonatal dini, umur 0-7 hari
2. Masa neonatal lanjut, umur 8-28 hari
3. Masa post (pasca) neonatal, umur 29 hari-11 bulan
Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus
menerus terutama meningkatnya fungsi sistem saraf. Seorang bayi sangat bergantung pada orang
tua dan keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang mempunyai orang
tua yang hidup rukun, bahagia, dan memberikan yang terbaik untuk anak. Pada masa ini, kebutuhan
akan pemeliharaan kesehatan bayi, mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan
kepada makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi sesuai jadwal, mendapat pola
asuh yang sesuai harus dipenuhi. Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak
terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak sangat besar.
MASA ANAK DI BAWAH LIMA TAHUN
(ANAK BALITA, UMUR 12-59 BULAN)
Kecepatan pertumbuhan pada masa ini mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam
perkembangan motoric (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi ekskresi. Periode penting dalam
tumbuh kembang anak adalah pada masa balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa
balita akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Setelah lahir terutama
pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung
dan terjadi pertumbuhan serabut-serabut saraf dan cabang cabangnya, sehingga terbentuk jaringan
saraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel saraf ini akan
sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf,
hingga bersosialisasi.
Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial,
emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan
berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa ini,
sehingga setiap kelainan atau penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi atau tidak
ditangani dengan baik akan mengurangi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari.
MASA ANAK PRASEKOLAH
(ANAK UMUR 60-72 BULAN)
Pertumbuhan pada masa ini berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas
jasmani yang bertambah dan meningkatnya keterampilan dan proses berpikir. Memasuki masa
prasekolah, anak mulai menunjukkan keinginannya seiring dengan pertumbuhan dan
perkembangannya.
Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah maka lingkungan di luar rumah mulai
diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan banyak
keluarga yang menghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah dengan cara
membawa anak ke taman-taman bermain, taman-taman kota, atau ke tempat-tempat yang
menyediakan fasilitas permainan untuk anak.
Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain yang bersahabat untuk
anak (child-friendly environment). Semakin banyak taman kota atau taman bermain dibangun untuk
anak, semakin baik untuk menunjang kebutuhan anak. Anak pada masa ini dipersiapkan untuk
sekolah, untuk itu panca indera dan sistem reseptor penerima rangsangan serta proses memori
harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses
belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Orang tua dan keluarga diharapkan dapat
memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak
MASA ANAK PRASEKOLAH
(ANAK UMUR 60-72 BULAN)
Pertumbuhan pada masa ini berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas
jasmani yang bertambah dan meningkatnya keterampilan dan proses berpikir. Memasuki masa
prasekolah, anak mulai menunjukkan keinginannya seiring dengan pertumbuhan dan
perkembangannya.
Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah maka lingkungan di luar rumah mulai
diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan banyak
keluarga yang menghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah dengan cara
membawa anak ke taman-taman bermain, taman-taman kota, atau ke tempat-tempat yang
menyediakan fasilitas permainan untuk anak.
Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain yang bersahabat untuk
anak (child-friendly environment). Semakin banyak taman kota atau taman bermain dibangun untuk
anak, semakin baik untuk menunjang kebutuhan anak. Anak pada masa ini dipersiapkan untuk
sekolah, untuk itu panca indera dan sistem reseptor penerima rangsangan serta proses memori
harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses
belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Orang tua dan keluarga diharapkan dapat
memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak
5. ASPEK PERTUMBUHAN DAN
PERKEMBANGAN ANAK YANG
PERLU DIPANTAU
ASPEK-ASPEK PERTUMBUHAN ANAK
YANG PERLU DIPANTAU
1. Penilaian tren pertumbuhan (BB,TB, Lingkar Kepala sesuai Umur)
2. Indeks berat badan menurut umur (BB/U)
3. Indeks panjang badan atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau
TB/U)
4. Indeks berat badan menurut panjang atau tinggi badan (BB/PB atau
BB/TB)
5. Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)
ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN ANAK
YANG PERLU DIPANTAU
1. Gerak kasar atau motorik kasar -> seperti duduk, berdiri, dan sebagainya.
2. Gerak halus atau motorik halus -> mengamati sesuatu, memegang sendok,
menjimpit, menulis, dan sebagainya.
3. Kemampuan bicara dan Bahasa -> memberikan respons terhadap suara, berbicara,
berkomunikasi, mengikuti perintah, dan lain sebagainya.
4. Sosialisasi dan kemandirian -> Sosialisasi dan kemandirian merupakan aspek yang
berhubungan dengan pencapaian kemandirian anak dalam melakukan aktivitas
sehari-hari (mampu makan sendiri atau membereskan mainan setelah selesai
bermain) dan aktivitas sosial (mampu menguasai diri saat berpisah dari ibu atau
pengasuh atau mampu bersosialisasi dan bermain dengan anak-anak lain atau
anggota keluarga lainnya).
6. RED FLAGS (TANDA BAHAYA)
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
ANAK
RED FLAGS
PERTUMBUHAN ANAK
Tanda dan gejala kondisi medis yang menjadi penyebab at risk of
failure to thrive (berisiko gagal tumbuh) harus dievaluasi. Tanda
dan gejala red flags yang menunjukkan penyebab medis risiko
gagal tumbuh meliputi kelainan jantung, gangguan
perkembangan, gambaran dismorfik (bentuk wajah aneh),
kegagalan mencapai kenaikan berat badan walaupun dengan kalori
yang adekuat, organomegali (hepar dan limpa membesar) atau
limfadenopati, infeksi (saluran napas, saluran kemih, kulit) yang
berat atau berulang, muntah atau diare berulang.
RED FLAGS
PERKEMBANGAN ANAK
Red flags pada perkembangan anak merupakan kondisi yang
membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk membuktikan
apakah kondisi tersebut merupakan suatu gangguan
perkembangan dan membutuhkan intervensi atau tatalaksana
segera. Red flags tersebut meliputi adanya kemunduran
perkembangan (misal, kehilangan kemampuan bicara pada anak
yang sebelumnya sudah dapat berbicara) dan ketidakmampuan
mencapai tahapan perkembangan sesuai umur. Red flags
perkembangan anak secara rinci dapat dilihat pada bab 3 tentang
Pola Pengasuhan Anak.
1. Kelainan bawaan
a. Neural tube defect (NTD) atau defek tabung saraf
b. Orofacial cleft (bibir sumbing dan lelangit)
c. Congenital rubella syndrome (CRS) atau sindroma rubella
kongenital
d. Club foot (congenital talipes equinovarus/CTEV) atau talipes
equinovarus bawaan
e. Hipotiroid kongenital
2. Gangguan bicara dan bahasa
3. Cerebral palsy
4. Down syndrome (sindrom down)
5. Autism spectrum disorder (gangguan spektrum autisme)
7. GANGGUAN TUMBUH KEMBANG
ANAK YANG SERING
DITEMUKAN
6. Disabilitas intelektual
Merupakan gangguan defisit fungsi intelektual seperti
penalaran, pemecahan masalah, perencanaan, pemikiran
abstrak, penilaian, pembelajaran akademik, dan lain-lain.
Tanpa dukungan berkelanjutan, defisit fungsi adaptif
membatasi fungsi aktivitas kehidupan sehari-hari yang terjadi
pada berbagai lingkungan, seperti rumah, sekolah, tempat
kerja, dan komunitas.
7. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (Gangguan
Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau GPPH)
Merupakan gangguan dimana anak memiliki pola
persisten terkait inatensi berupa ketidakmampuan
menyelesaikan tugas, kurang persisten, kesulitan untuk fokus,
serta ketidakteraturan.
8. Global Developmental Delay (gangguan perkembangan umum)
Merupakan suatu kondisi dimana terjadi kegagalan
mencapai tahapan perkembangan di beberapa area fungsi
intelektual pada anak yang belum mampu menjalani
pemeriksaan sistematis terkait fungsi intelektual, termasuk anak
yang masih terlalu muda untuk berpartisipasi pada uji yang
9. Gangguan penglihatan
a. Katarak kongenital (keruh pada lensa mata)
b. Strabismus atau mata juling
c. Nystagmus
d. Kelainan refraksi
• Miopia
• Astigmatisma
• Hiperopia
• Anisometropia
10. Gangguan pendengaran
a. Sensorineural hearing loss (SNHL) atau tuli
sensorineural
b. Tuli konduksi
KONSEP POLA ASUH PADA BALITA DAN ANAK
PRASEKOLAH DENGAN PENDEKATAN
NURTURING CARE
Pola pengasuhan mencakup serangkaian aktivitas sehari-hari
yang dilakukan oleh orang tua atau pengasuh dalam melindungi
anak, merawat, mencukupi kebutuhan, dan mendukung
pertumbuhan serta perkembangan anak
Periode 0 sampai dengan 3 tahun merupakan periode emas
dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan sel
otak terjadi lebih cepat daripada periode lainnya. Untuk
mendukung hal tersebut, anak membutuhkan lingkungan yang
aman dan penuh kasih sayang, dengan didukung asupan gizi dan
stimulasi oleh orang tua atau pengasuh.
1. PEMENUHAN KESEHATAN ANAK
Beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua atau pengasuh
untuk tercapainya kesehatan anak antara lain:
a. Memantau kondisi fisik dan psikologis anak termasuk
memantau pertumbuhan dan perkembangan anak
b. Menjaga kebersihan diri maupun lingkungan untuk
meminimalkan infeksi
c. Memberikan imunisasi sesuai jadwal
d. Mengenali tanda-tanda anak sakit dan segera mendatangi
layanan kesehatan yang tepat ketika anak sakit.
2. PEMENUHAN GIZI YANG ADEKUAT
Beberapa prinsip pemberian makan pada anak yang harus diterapkan oleh
orang tua atau pengasuh
antara lain sebagai berikut:
1. Memberikan ASI
2. Berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) saat umur 6 bulan sambil
melanjutkan ASI hingga 24 bulan atau lebih.
Pemberian MP-ASI yang baik harus sesuai syarat:
a. Tepat waktu
b. Adekuat -> • Karbohidrat
• Protein hewani
• Lemak
• Vitamin dan mineral
c. Aman
d. Diberikan dengan cara yang benar (responsive feeding)
3. Memberikan gizi yang sesuai untuk anak berumur di atas 24 bulan hingga
umur prasekolah
3. PENGASUHAN YANG RESPONSIF
Dalam pengasuhan responsif, orang tua (ayah dan ibu) atau
pengasuh perlu memahami setiap hal atau tanda yang ingin
disampaikan anak dan meresponsnya secara benar. Sebagai
contoh pada awal kehidupan orang tua atau pengasuh harus bisa
membedakan suara tangisan bayi apakah karena mengompol,
rasa haus, rasa tidak aman, sakit, atau ingin diperhatikan.
Sebelum anak dapat berbicara, interaksi antara anak dengan
pengasuh diekspresikan melalui pelukan, kontak mata,
senyuman, gerak tubuh, dan ucapan-ucapan yang mungkin
belum dapat dikenali atau dipahami sepenuhnya. Interaksi yang
saling menyenangkan ini menciptakan ikatan emosional yang
akan membantu anak-anak memahami dunia di sekitar mereka
dan untuk belajar memahami orang lain, pola hubungan, dan
bahasa yang digunakan. Interaksi sosial ini juga akan
merangsang koneksi antar serabut saraf di otak.
4. TERJAMINNYA KEAMANAN DAN KESELAMATAN
ANAK
Anak-anak kecil tidak dapat melindungi diri sendiri dan rentan
terhadap bahaya yang tidak terduga, rasa sakit fisik, dan
tekanan emosional. Orang tua atau pengasuh harus
menciptakan lingkungan yang aman dari bahaya. Selain itu,
pengasuhan yang baik dan penuh dengan kasih sayang akan
membuat anak merasa nyaman, aman, dan terlindungi.
5. MEMBERI KESEMPATAN BELAJAR SEJAK DINI
(STIMULASI DINI)
Seorang bayi dilahirkan dengan milyaran sel otak yang mewakili
potensi seumur hidupnya. Namun, untuk berkembang, sel-sel otak ini
perlu terhubung antara satu dengan yang lain atau dikenal dengan
proses sinaptogenesis. Semakin banyak stimulasi dari lingkungan yang
diberikan pada usia dini, maka semakin banyak sinaps antar sel otak
yang terhubung. Oleh karena itu, setiap anak perlu mendapatkan
stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap
kesempatan dan dilanjutkan di umur berikutnya untuk terus
mengoptimalkan perkembangan anak di setiap tahapan
perkembangannya.
Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah
adalah kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak halus dan adaptif,
kemampuan bicara dan bahasa, serta kemampuan sosialisasi dan
kemandirian.
LINGKUP PELAKSANAAN KEGIATAN
STIMULASI, DETEKSI, DAN INTERVENSI DINI
TUMBUH KEMBANG ANAK
Pelaksanaan program SDIDTK di suatu wilayah disebut berhasil bila
semua balita dan anak prasekolah mendapatkan pelayanan SDIDTK.
Pelayanan pemantauan tumbuh kembang dilakukan di tingkat keluarga
dan masyarakat dengan menggunakan buku KIA dan di tingkat
Puskesmas dengan menggunakan buku pedoman dan buku bagan
SDIDTK baik di dalam maupun di luar gedung. Kegiatan SDIDTK di luar
gedung dapat dilakukan di Posyandu dan PAUD oleh petugas kesehatan
dan dibantu oleh kader atau guru terlatih.
DALAM GEDUNG
Di Tingkat Puskesmas
Pelaksanaan kegiatan DDTK di Puskesmas sebagai berikut:
1. Pelayanan DDTK diberikan saat balita atau anak prasekolah kontak dengan petugas
di Puskesmas, adapun pelayanan yang diberikan sebagai berikut:
a. Pemeriksaaan kesehatan, pemantauan berat badan, panjang badan atau tinggi
badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, dan deteksi dini tumbuh kembang
b. Identifikasi penyakit penyerta (red flags), menentukan klasifikasi penyakit, status
pertumbuhan dan status gizi, serta penyimpangan tumbuh kembang
c. Melakukan intervensi atau tindakan spesifik untuk penyimpangan tumbuh
kembang sesuai standar
d. Konseling kepada ibu, pengasuh, atau keluarga
2. Pembinaan ke kader Posyandu, pendidik PAUD, dan satuan PAUD sejenis
LUAR GEDUNG
Di Tingkat PAUD
Peran pendidik PAUD terlatih
a. Mengisi identitas anak di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
b. Melakukan pengukuran berat badan
c. Mengisi Kuesioner Tes Daya Dengar (TDD)
d. Melakukan Tes Daya Lihat (TDL)
e. Menuliskan hasil pengukuran dan pemeriksaan perkembangan di formulir Deteksi
Dini Tumbuh Kembang Anak
Di Tingkat Posyandu
Peran kader Posyandu
a. Mengisi identitas anak di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
b. Melakukan pengukuran berat badan, panjang badan atau tinggi badan, lingkar
lengan atas, dan lingkar kepala, serta menuliskannya di formulir deteksi dini
tumbuh kembang anak
c. Memplotkan hasil pengukuran
d. Melakukan interpretasi hasil pengukuran antropometri
e. Melakukan pengamatan kemampuan perkembangan anak dengan menggunakan
ceklis perkembangan anak di buku KIA apakah sudah atau belum sesuai, bila sesuai
berikan tanda rumput ( ), bila belum sesuai beri tanda (-)
√
f. Memberikan penyuluhan kepada ibu/keluarga mengenai pentingnya stimulasi pada
anak agar tumbuh kembang optimal
g. Merujuk anak ke meja 5 pelayanan kesehatan bila:
• Anak sakit
• Anak mengalami permasalahan gizi
• Anak dengan kemampuan perkembangan tidak sesuai umur
• Ada indikasi/keluhan dari orang tua anak
THANK YOU

SDIDTK bunda SDIDTK bunda SDIDTK bunda v

  • 1.
  • 2.
    Masa depan suatubangsa tergantung pada keberhasilan anak dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Tahun-tahun pertama kehidupan, terutama periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berumur 2 tahun merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Periode ini merupakan kesempatan emas sekaligus masa-masa yang rentan terhadap pengaruh negatif. Pengasuhan yang baik dan benar yang terdiri dari pengasuhan responsif, pemberian gizi yang baik dan cukup, stimulasi tepat, status kesehatan yang baik, dan lingkungan yang aman pada periode ini akan membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan optimalnya sehingga dapat berkontribusi Latar Belakang
  • 3.
    Stimulasi yang tepatdan adekuat akan merangsang otak anak sehingga perkembangan kemampuan gerak, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian, serta perilaku dan emosi pada anak berlangsung optimal sesuai dengan umurnya. Jika hal-hal di atas tidak terpenuhi dengan semestinya, maka anak akan rentan mengalami gangguan pertumbuhan maupun perkembangan. Pencegahan malnutrisi di 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) merupakan usaha untuk menjamin tumbuh kembang yang optimal.
  • 4.
    Deteksi dini penyimpangantumbuh kembang perlu dilakukan guna mengetahui adanya kemungkinan penyimpangan termasuk menindaklanjuti setiap keluhan orang tua terhadap masalah tumbuh kembang anaknya. Apabila ditemukan adanya kemungkinan penyimpangan, maka dilakukan intervensi dini sebagai tindakan koreksi dengan memanfaatkan plastisitas otak anak sehingga tumbuh kembangnya diharapkan akan kembali normal atau penyimpangannya tidak menjadi semakin berat.
  • 5.
    Kegiatan stimulasi, deteksi,dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang balita yang menyeluruh dan terkoordinasi diselenggarakan dalam bentuk kemitraan antara keluarga (orang tua, pengasuh anak, dan anggota keluarga lainnya), masyarakat (kader, tokoh masyarakat, organisasi profesi, Lembaga swadaya masyarakat, dan sebagainya) dengan tenaga professional (kesehatan, pendidikan, dan sosial), akan meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak umur dini dan kesiapan memasuki jenjang Pendidikan formal. lndikator keberhasilan pembinaan tumbuh kembang anak tidak hanya meningkatnya status kesehatan dan gizi anak tetapi juga mental, emosional, sosial dan kemandirian anak berkembang secara optimal.
  • 6.
    Kerangka Konsep Pemantauan TumbuhKembang Balita dan Anak Prasekolah
  • 7.
    PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Anakmemiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu bertumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukanlah dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan umurnya. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, sedangkan perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks 1.
  • 8.
    CIRI TUMBUH KEMBANGANAK 1. Perkembangan menimbulkan perubahan Misalnya perkembangan intelegensia pada seorang anak akan menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf. 2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kaki dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat. Perkembangan awal ini merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan selanjutnya. 3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda beda, baik dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ dan perkembangan pada masing-masing anak. 2.
  • 9.
    4. Perkembangan berkorelasidengan pertumbuhan Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun demikian, terjadi peningkatan mental, memori, daya nalar, asosiasi, dan lain- lain. Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya, serta bertambah kepandaiannya. 5. Perkembangan mempunyai pola tetap a. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian menuju ke arah kaudal atau anggota tubuh (pola sefalokaudal) b. Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak kasar) lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari yang mempunyai kemampuan gerak halus (pola proksimodistal) 6. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan
  • 10.
    PRINSIP-PRINSIP TUMBUH KEMBANG ANAK 1.Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar Belajar merupakan perkembangan yang berasal dari latihan dan usaha. Melalui belajar, anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan dan potensi yang dimiliki anak. 2. Pola perkembangan dapat diramalkan Perkembangan berlangsung dari tahapan umum ke tahapan spesifik dan terjadi secara berkesinambungan.
  • 11.
    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS TUMBUHKEMBANG ANAK 1. Faktor Internal 2. Faktor Eksternal 3.
  • 12.
    Faktor Internal : a.Ras,etnik, atau bangsa b.Keluarga c. Umur d.Jenis kelamin e.Genetik
  • 13.
    Faktor Eksternal I. Faktorpra persalinan : a. Gizi -> Pemenuhan giizi sebelum hamil b. Mekanis -> Posisi fetus yang abnormal bias menyebabkan kelainan c. Toksin atau zat kimia -> Beberapa obat-obatan bisa menyebabkan kelainan kongenital d. Endoktrin -> Diabetes dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali, dan hyperplasia adrenal e. Radiasi -> Paparan radiasi dapat menyebabkan kelainan pada janin f. Infeksi -> Infeksi pada kehamilan pertama dapat meyebabkan kelainan pada janin berupa katarak bisu, tuli, dan lain-lain g. Kelainan imunologi -> Eritroblastosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan kernikterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak. h. Anoksia embrio -> disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan pertumbuhan terganggu i. Psikologi ibu -> Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah, atau kekerasan mental pada ibu hamil, dan lain-lain.
  • 14.
    II. Faktor SelamaPersalinan : Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala atau asfiksia dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak. III. Faktor Pasca Persalinan a. Gizi -> Diperlukan asupan gizi berupa zat gizi makro dan mikro yang adekuat yang sesuai untuk mendukung tumbuh kembang secara optimal. b. Penyakit kronis atau kelainan kongenital, tuberkulosis, anemia, atau kelainan jantung bawaan mengakibatkan penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan. c. Lingkungan fisik dan kimia -> Lingkungan sering disebut milleu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (timbal (Pb), merkuri (Hg), rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak. d. Psikologis -> Hubungan anak dengan orang sekitarnya berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan akan mengalami hambatan di dalam tumbuh kembangnya. e. Endokrin -> Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan. f. Sosio-ekonomi -> Kemiskinan yang berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang tidak baik, serta ketidaktahuan orang tua akan menghambat pertumbuhan anak.
  • 15.
    g. Lingkungan pengasuhan-> Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak h. Stimulasi -> Pemberian stimulasi diutamakan oleh orang tua dan anggota keluarga lainnya di rumah yang merawat anak. Bentuk stimulasi yang dapat diberikan adalah pemberian aktivitas bermain dan interaksi sosial dengan anak i. Obat-obatan -> Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan.
  • 16.
    PERIODE TUMBUH KEMBANG ANAK Tumbuhkembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. Oleh karena itu, pemantauan tumbuh kembang anak secara teratur sangat penting sebagai deteksi dini terjadinya masalah tumbuh kembang anak. Tumbuh kembang anak terbagi dalam beberapa periode. Berdasarkan beberapa kepustakaan, maka periode tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut: 4.
  • 17.
    MASA PRENATAL ATAUMASA INTRA UTERIN (MASA JANIN DALAM KANDUNGAN) Masa ini dibagi menjadi 3 periode, yaitu: 1. Masa zigot atau mudigah, sejak saat konsepsi sampai umur kehamilan 2 minggu 2. Masa embrio, sejak umur kehamilan 2 minggu sampai 8-12 minggu Ovum yang telah dibuahi dengan cepat akan menjadi suatu organisme, terjadi diferensiasi yang berlangsung dengan cepat, terbentuk sistem organ dalam tubuh. 3. Masa janin atau fetus, sejak umur kehamilan 9-12 minggu sampai akhir kehamilan Masa ini terdiri dari 2 periode yaitu: a. Masa fetus dini yaitu sejak umur kehamilan 9 minggu sampai trimester kedua kehidupan intrauterin. Pada masa ini terjadi percepatan pertumbuhan dan pembentukan jasad manusia sempurna. Alat tubuh telah terbentuk serta mulai berfungsi b. Masa fetus lanjut yaitu trimester akhir kehamilan. Pada masa ini pertumbuhan berlangsung pesat disertai perkembangan fungsi-fungsi. Terjadi transfer imunoglobulin G (lgG) dari darah ibu melalui plasenta. Terjadi akumulasi asam lemak esensial seri Omega 3 (Docosa Hexanic Acid) dan Omega 6 (Arachidonic Acid) pada otak dan retina
  • 18.
    Periode yang palingpenting dalam masa prenatal adalah trimester pertama kehamilan. Pada periode ini pertumbuhan otak janin sangat peka terhadap pengaruh lingkungan janin. Gizi kurang pada ibu hamil, infeksi, merokok dan asap rokok, minuman beralkohol, penggunaan obat-obatan, bahan- bahan toksik, pola asuh, depresi berat, faktor psikologis seperti kekerasan terhadap ibu hamil dapat menimbulkan pengaruh buruk bagi pertumbuhan janin dan kehamilan. Pada setiap ibu hamil, dianjurkan untuk selalu memperhatikan gerakan janin setelah kehamilan 5 bulan. Agar janin dalam kandungan tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat, maka selama masa intrauterin, seorang ibu diharapkan: • Menjaga kesehatannya dengan baik • Selalu berada dalam lingkungan yang menyenangkan • Memastikan pemenuhan gizi yang adekuat selama kehamilan • Memeriksakan kesehatannya secara teratur ke sarana kesehatan • Memberi stimulasi dini terhadap janin • Tidak mengalami kekurangan kasih sayang dari suami dan keluarganya • Menghindari stres baik fisik maupun psikis • Tidak bekerja berat yang dapat membahayakan kondisi kehamilannya
  • 19.
    MASA BAYI (INFANCY)UMUR 0-11 BULAN Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ-organ. Masa neonatal dibagi menjadi 2 periode: 1. Masa neonatal dini, umur 0-7 hari 2. Masa neonatal lanjut, umur 8-28 hari 3. Masa post (pasca) neonatal, umur 29 hari-11 bulan Pada masa ini terjadi pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus menerus terutama meningkatnya fungsi sistem saraf. Seorang bayi sangat bergantung pada orang tua dan keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang mempunyai orang tua yang hidup rukun, bahagia, dan memberikan yang terbaik untuk anak. Pada masa ini, kebutuhan akan pemeliharaan kesehatan bayi, mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi sesuai jadwal, mendapat pola asuh yang sesuai harus dipenuhi. Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak sangat besar.
  • 20.
    MASA ANAK DIBAWAH LIMA TAHUN (ANAK BALITA, UMUR 12-59 BULAN) Kecepatan pertumbuhan pada masa ini mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motoric (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi ekskresi. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Setelah lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung dan terjadi pertumbuhan serabut-serabut saraf dan cabang cabangnya, sehingga terbentuk jaringan saraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel saraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf, hingga bersosialisasi. Pada masa balita, perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa ini, sehingga setiap kelainan atau penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi atau tidak ditangani dengan baik akan mengurangi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari.
  • 21.
    MASA ANAK PRASEKOLAH (ANAKUMUR 60-72 BULAN) Pertumbuhan pada masa ini berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan meningkatnya keterampilan dan proses berpikir. Memasuki masa prasekolah, anak mulai menunjukkan keinginannya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah maka lingkungan di luar rumah mulai diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan banyak keluarga yang menghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah dengan cara membawa anak ke taman-taman bermain, taman-taman kota, atau ke tempat-tempat yang menyediakan fasilitas permainan untuk anak. Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain yang bersahabat untuk anak (child-friendly environment). Semakin banyak taman kota atau taman bermain dibangun untuk anak, semakin baik untuk menunjang kebutuhan anak. Anak pada masa ini dipersiapkan untuk sekolah, untuk itu panca indera dan sistem reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Orang tua dan keluarga diharapkan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak
  • 22.
    MASA ANAK PRASEKOLAH (ANAKUMUR 60-72 BULAN) Pertumbuhan pada masa ini berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan meningkatnya keterampilan dan proses berpikir. Memasuki masa prasekolah, anak mulai menunjukkan keinginannya seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah maka lingkungan di luar rumah mulai diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan banyak keluarga yang menghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah dengan cara membawa anak ke taman-taman bermain, taman-taman kota, atau ke tempat-tempat yang menyediakan fasilitas permainan untuk anak. Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain yang bersahabat untuk anak (child-friendly environment). Semakin banyak taman kota atau taman bermain dibangun untuk anak, semakin baik untuk menunjang kebutuhan anak. Anak pada masa ini dipersiapkan untuk sekolah, untuk itu panca indera dan sistem reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Orang tua dan keluarga diharapkan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak
  • 23.
    5. ASPEK PERTUMBUHANDAN PERKEMBANGAN ANAK YANG PERLU DIPANTAU
  • 24.
    ASPEK-ASPEK PERTUMBUHAN ANAK YANGPERLU DIPANTAU 1. Penilaian tren pertumbuhan (BB,TB, Lingkar Kepala sesuai Umur) 2. Indeks berat badan menurut umur (BB/U) 3. Indeks panjang badan atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U) 4. Indeks berat badan menurut panjang atau tinggi badan (BB/PB atau BB/TB) 5. Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)
  • 25.
    ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN ANAK YANGPERLU DIPANTAU 1. Gerak kasar atau motorik kasar -> seperti duduk, berdiri, dan sebagainya. 2. Gerak halus atau motorik halus -> mengamati sesuatu, memegang sendok, menjimpit, menulis, dan sebagainya. 3. Kemampuan bicara dan Bahasa -> memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah, dan lain sebagainya. 4. Sosialisasi dan kemandirian -> Sosialisasi dan kemandirian merupakan aspek yang berhubungan dengan pencapaian kemandirian anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari (mampu makan sendiri atau membereskan mainan setelah selesai bermain) dan aktivitas sosial (mampu menguasai diri saat berpisah dari ibu atau pengasuh atau mampu bersosialisasi dan bermain dengan anak-anak lain atau anggota keluarga lainnya).
  • 26.
    6. RED FLAGS(TANDA BAHAYA) PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
  • 27.
    RED FLAGS PERTUMBUHAN ANAK Tandadan gejala kondisi medis yang menjadi penyebab at risk of failure to thrive (berisiko gagal tumbuh) harus dievaluasi. Tanda dan gejala red flags yang menunjukkan penyebab medis risiko gagal tumbuh meliputi kelainan jantung, gangguan perkembangan, gambaran dismorfik (bentuk wajah aneh), kegagalan mencapai kenaikan berat badan walaupun dengan kalori yang adekuat, organomegali (hepar dan limpa membesar) atau limfadenopati, infeksi (saluran napas, saluran kemih, kulit) yang berat atau berulang, muntah atau diare berulang.
  • 28.
    RED FLAGS PERKEMBANGAN ANAK Redflags pada perkembangan anak merupakan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk membuktikan apakah kondisi tersebut merupakan suatu gangguan perkembangan dan membutuhkan intervensi atau tatalaksana segera. Red flags tersebut meliputi adanya kemunduran perkembangan (misal, kehilangan kemampuan bicara pada anak yang sebelumnya sudah dapat berbicara) dan ketidakmampuan mencapai tahapan perkembangan sesuai umur. Red flags perkembangan anak secara rinci dapat dilihat pada bab 3 tentang Pola Pengasuhan Anak.
  • 29.
    1. Kelainan bawaan a.Neural tube defect (NTD) atau defek tabung saraf b. Orofacial cleft (bibir sumbing dan lelangit) c. Congenital rubella syndrome (CRS) atau sindroma rubella kongenital d. Club foot (congenital talipes equinovarus/CTEV) atau talipes equinovarus bawaan e. Hipotiroid kongenital 2. Gangguan bicara dan bahasa 3. Cerebral palsy 4. Down syndrome (sindrom down) 5. Autism spectrum disorder (gangguan spektrum autisme) 7. GANGGUAN TUMBUH KEMBANG ANAK YANG SERING DITEMUKAN
  • 30.
    6. Disabilitas intelektual Merupakangangguan defisit fungsi intelektual seperti penalaran, pemecahan masalah, perencanaan, pemikiran abstrak, penilaian, pembelajaran akademik, dan lain-lain. Tanpa dukungan berkelanjutan, defisit fungsi adaptif membatasi fungsi aktivitas kehidupan sehari-hari yang terjadi pada berbagai lingkungan, seperti rumah, sekolah, tempat kerja, dan komunitas. 7. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas atau GPPH) Merupakan gangguan dimana anak memiliki pola persisten terkait inatensi berupa ketidakmampuan menyelesaikan tugas, kurang persisten, kesulitan untuk fokus, serta ketidakteraturan. 8. Global Developmental Delay (gangguan perkembangan umum) Merupakan suatu kondisi dimana terjadi kegagalan mencapai tahapan perkembangan di beberapa area fungsi intelektual pada anak yang belum mampu menjalani pemeriksaan sistematis terkait fungsi intelektual, termasuk anak yang masih terlalu muda untuk berpartisipasi pada uji yang
  • 31.
    9. Gangguan penglihatan a.Katarak kongenital (keruh pada lensa mata) b. Strabismus atau mata juling c. Nystagmus d. Kelainan refraksi • Miopia • Astigmatisma • Hiperopia • Anisometropia 10. Gangguan pendengaran a. Sensorineural hearing loss (SNHL) atau tuli sensorineural b. Tuli konduksi
  • 32.
    KONSEP POLA ASUHPADA BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH DENGAN PENDEKATAN NURTURING CARE Pola pengasuhan mencakup serangkaian aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh orang tua atau pengasuh dalam melindungi anak, merawat, mencukupi kebutuhan, dan mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak Periode 0 sampai dengan 3 tahun merupakan periode emas dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pertumbuhan sel otak terjadi lebih cepat daripada periode lainnya. Untuk mendukung hal tersebut, anak membutuhkan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang, dengan didukung asupan gizi dan stimulasi oleh orang tua atau pengasuh.
  • 34.
    1. PEMENUHAN KESEHATANANAK Beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua atau pengasuh untuk tercapainya kesehatan anak antara lain: a. Memantau kondisi fisik dan psikologis anak termasuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak b. Menjaga kebersihan diri maupun lingkungan untuk meminimalkan infeksi c. Memberikan imunisasi sesuai jadwal d. Mengenali tanda-tanda anak sakit dan segera mendatangi layanan kesehatan yang tepat ketika anak sakit.
  • 35.
    2. PEMENUHAN GIZIYANG ADEKUAT Beberapa prinsip pemberian makan pada anak yang harus diterapkan oleh orang tua atau pengasuh antara lain sebagai berikut: 1. Memberikan ASI 2. Berikan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) saat umur 6 bulan sambil melanjutkan ASI hingga 24 bulan atau lebih. Pemberian MP-ASI yang baik harus sesuai syarat: a. Tepat waktu b. Adekuat -> • Karbohidrat • Protein hewani • Lemak • Vitamin dan mineral c. Aman d. Diberikan dengan cara yang benar (responsive feeding) 3. Memberikan gizi yang sesuai untuk anak berumur di atas 24 bulan hingga umur prasekolah
  • 36.
    3. PENGASUHAN YANGRESPONSIF Dalam pengasuhan responsif, orang tua (ayah dan ibu) atau pengasuh perlu memahami setiap hal atau tanda yang ingin disampaikan anak dan meresponsnya secara benar. Sebagai contoh pada awal kehidupan orang tua atau pengasuh harus bisa membedakan suara tangisan bayi apakah karena mengompol, rasa haus, rasa tidak aman, sakit, atau ingin diperhatikan. Sebelum anak dapat berbicara, interaksi antara anak dengan pengasuh diekspresikan melalui pelukan, kontak mata, senyuman, gerak tubuh, dan ucapan-ucapan yang mungkin belum dapat dikenali atau dipahami sepenuhnya. Interaksi yang saling menyenangkan ini menciptakan ikatan emosional yang akan membantu anak-anak memahami dunia di sekitar mereka dan untuk belajar memahami orang lain, pola hubungan, dan bahasa yang digunakan. Interaksi sosial ini juga akan merangsang koneksi antar serabut saraf di otak.
  • 37.
    4. TERJAMINNYA KEAMANANDAN KESELAMATAN ANAK Anak-anak kecil tidak dapat melindungi diri sendiri dan rentan terhadap bahaya yang tidak terduga, rasa sakit fisik, dan tekanan emosional. Orang tua atau pengasuh harus menciptakan lingkungan yang aman dari bahaya. Selain itu, pengasuhan yang baik dan penuh dengan kasih sayang akan membuat anak merasa nyaman, aman, dan terlindungi.
  • 38.
    5. MEMBERI KESEMPATANBELAJAR SEJAK DINI (STIMULASI DINI) Seorang bayi dilahirkan dengan milyaran sel otak yang mewakili potensi seumur hidupnya. Namun, untuk berkembang, sel-sel otak ini perlu terhubung antara satu dengan yang lain atau dikenal dengan proses sinaptogenesis. Semakin banyak stimulasi dari lingkungan yang diberikan pada usia dini, maka semakin banyak sinaps antar sel otak yang terhubung. Oleh karena itu, setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus pada setiap kesempatan dan dilanjutkan di umur berikutnya untuk terus mengoptimalkan perkembangan anak di setiap tahapan perkembangannya. Kemampuan dasar anak yang dirangsang dengan stimulasi terarah adalah kemampuan gerak kasar, kemampuan gerak halus dan adaptif, kemampuan bicara dan bahasa, serta kemampuan sosialisasi dan kemandirian.
  • 39.
    LINGKUP PELAKSANAAN KEGIATAN STIMULASI,DETEKSI, DAN INTERVENSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK Pelaksanaan program SDIDTK di suatu wilayah disebut berhasil bila semua balita dan anak prasekolah mendapatkan pelayanan SDIDTK. Pelayanan pemantauan tumbuh kembang dilakukan di tingkat keluarga dan masyarakat dengan menggunakan buku KIA dan di tingkat Puskesmas dengan menggunakan buku pedoman dan buku bagan SDIDTK baik di dalam maupun di luar gedung. Kegiatan SDIDTK di luar gedung dapat dilakukan di Posyandu dan PAUD oleh petugas kesehatan dan dibantu oleh kader atau guru terlatih.
  • 40.
    DALAM GEDUNG Di TingkatPuskesmas Pelaksanaan kegiatan DDTK di Puskesmas sebagai berikut: 1. Pelayanan DDTK diberikan saat balita atau anak prasekolah kontak dengan petugas di Puskesmas, adapun pelayanan yang diberikan sebagai berikut: a. Pemeriksaaan kesehatan, pemantauan berat badan, panjang badan atau tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar kepala, dan deteksi dini tumbuh kembang b. Identifikasi penyakit penyerta (red flags), menentukan klasifikasi penyakit, status pertumbuhan dan status gizi, serta penyimpangan tumbuh kembang c. Melakukan intervensi atau tindakan spesifik untuk penyimpangan tumbuh kembang sesuai standar d. Konseling kepada ibu, pengasuh, atau keluarga 2. Pembinaan ke kader Posyandu, pendidik PAUD, dan satuan PAUD sejenis
  • 41.
    LUAR GEDUNG Di TingkatPAUD Peran pendidik PAUD terlatih a. Mengisi identitas anak di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak b. Melakukan pengukuran berat badan c. Mengisi Kuesioner Tes Daya Dengar (TDD) d. Melakukan Tes Daya Lihat (TDL) e. Menuliskan hasil pengukuran dan pemeriksaan perkembangan di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
  • 42.
    Di Tingkat Posyandu Perankader Posyandu a. Mengisi identitas anak di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak b. Melakukan pengukuran berat badan, panjang badan atau tinggi badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala, serta menuliskannya di formulir deteksi dini tumbuh kembang anak c. Memplotkan hasil pengukuran d. Melakukan interpretasi hasil pengukuran antropometri e. Melakukan pengamatan kemampuan perkembangan anak dengan menggunakan ceklis perkembangan anak di buku KIA apakah sudah atau belum sesuai, bila sesuai berikan tanda rumput ( ), bila belum sesuai beri tanda (-) √ f. Memberikan penyuluhan kepada ibu/keluarga mengenai pentingnya stimulasi pada anak agar tumbuh kembang optimal g. Merujuk anak ke meja 5 pelayanan kesehatan bila: • Anak sakit • Anak mengalami permasalahan gizi • Anak dengan kemampuan perkembangan tidak sesuai umur • Ada indikasi/keluhan dari orang tua anak
  • 43.