1
Oleh:
Seksi Kesehatan Keluarga
Bidang Kesehatan Masyarakat
Dinas Kesehatan Jawa Barat
Dalam acara
“ ORIENTASI BAGI GURU PAUD/TK”
TUJUAN
1.Tujuan Umum
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu
melatih pada pelatihan SDIDTK (Stimulasi,
Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang)
2. Tujuan khusus
Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:
2. Tujuan khusus
• Melakukan pengukuran TB dan BB
• Melakukan pemeriksaan perkembangan anak dengan KPSP
• Mengisi kuesioner TDD
• Melakukan TDL
• Mengisi kuesioner KMPE
• Mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dan
pemeriksaan perkembangan
Mengapa Tumbuh Kembang Anak Sangat
Penting Untuk Dipantau?
Kualitas generasi penerus tergantung kualitas tumbuh kembang
anak, terutama batita (0-3 th)
 perkembangan OTAK
Keluarga harus mengupayakan agar anaknya dapat tumbuh
kembang optimal
Penyimpangan tumbuh kembang harus dideteksi (ditemukan)
sejak dini, terutama sebelum berumur 3 tahun, supaya dapat
segera di intervensi (diperbaiki)
Bila deteksi terlambat, maka penanganan terlambat,
penyimpangan sukar diperbaiki
SDIDTK
Stimulasi, Deteksi & Intervensi Dini
Tumbuh Kembang
Agar semua balita 0-5 tahun & Apras 5-6 tahun
tumbuh dan berkembang optimal sesuai potensi
genetiknya shg berguna bagi nusa & bangsa serta
mampu bersaing di era global melalui kegiatan
stimulasi, deteksi & intervensi dini
Mengapa?
BONUS
DEMOGRAFI
TAHUN 2030
ANANUGERAH
ATAU
MUSIBAH
PELAKSANA
Tenaga kesehatan di tingkat pelayanan kesehatan dasar
(dokter, bidan, perawat, ahli gizi atau tenaga kesehatan lain) dan
atau
 petugas dari sektor lain pada layanan peduli anak (pendidik PAUD, BKB, TPA dll)
yang terlatih SDIDTK
TEMPAT PELAKSANAAN
Posyandu,
PAUD formal informal,
TK,
BKB,

CIRI KHAS ANAK
TUMBUH
KEMBANG
BERTUMBUH BERKEMBANG
Bertambah ukuran
fisik dan struktur
tubuh
KUANTITATIF
Bertambah struktur
dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks
KUALITATIF
Anak dapat tumbuh kembang melalui
tahapan yang sesuai
STIMULASI,DETEKSI,INTERVEN
SI DINI
Kerangka Konsep Upaya Kelangsungan Hidup dan Perkembangan
Kerangka Konsep Upaya Kelangsungan Hidup dan Perkembangan
Anak
Anak
Abortus 
L.Mati 
L.Hidup 
Pelayanan
kesehatan Bumil
dan bulin
Stimulasi janin
Perbaikan gizi
bumil
Penanganan
emergensi
Perawatan oleh
keluarga
Pelayanan kes.
Neonatus (ENC)
ASI eksklusif
Penanganan
emergensi
Stimulasi dan
perawatan oleh
keluarga (ECCD)
Kematian
Neonatus
Asfiksia
Lahir 
BBLR 
Trauma
Lahir 
Cacat 
bawaan
Bayi 
Sehat
Deteksi dan
stimulasi tumbuh
kembang (ECCD)
Kematian
Balita 
Cerebral
Palsy 
Retardasi
Mental 
Disfungsi
Minimal Otak

Kelainan
Perilaku
Belajar 
Penyakit kro-
nis degenera tif

Anak
Sehat 
Tidak naik
kelas 
Pelayanan kes. Balita
(IMCI)
ASI eksklusif dan
pemenuhan Gizi
Deteksi-intervensi dini
kelainan tumbuh
kembang
9
KEBUTUHAN DASAR ANAK
Bayi Baru Lahir
Bayi Baru Lahir Cukup Nutrisi, Kasih
Cukup Nutrisi, Kasih
Sayang dan Stimulasi
Sayang dan Stimulasi
Kurang Nutrisi, Kasih
Kurang Nutrisi, Kasih
Sayang dan Stimulasi
Sayang dan Stimulasi
Pengaruh Nutrisi, Kasih Sayang dan Stimulasi
Pengaruh Nutrisi, Kasih Sayang dan Stimulasi
pada Jumlah sel dan Percabangan Sel-sel Otak
pada Jumlah sel dan Percabangan Sel-sel Otak
Waktu untuk mulai stimulasi
Waktu untuk mulai stimulasi 
 synaptogenesis
synaptogenesis.
.
Huttenlocher, 1987; Jernigan, et al, 1991; Pfefferbaum et all, 1994
Huttenlocher, 1987; Jernigan, et al, 1991; Pfefferbaum et all, 1994
Umur (tahun) (Chugani, 1999)
Synaptogenesis  pembentukan sinaps
(hubungan) antar sel otak
36
36
36 6 year
6 year
Created by : Soedjatmiko, IKA FKUI-
RSCM, 2008
medicastore.com/seminar/
Apa Itu Pertumbuhan ???
Bertambahnya ukuran fisik dan struktur
tubuh
sehingga dapat diukur dengan satuan
berat badan, panjang badan, lingkar kepala
PERRTUMBUHAN :
Bertambahnya fungsi / kemampuan
Sensorik :dengar, lihat, raba, rasa, cium
Motorik : gerakan kasar (lari, lompat), gerakan halus (menulis, menggambar)
Kognitif : pengetahuan, kecerdasan
Komunikasi / berbahasa
Emosi - sosial
Kemandirian
PERKEMBANGAN
Ciri-ciri Tumbuh Kembang
• Perkembangan menimbulkan perubahan
• Tumbang tahap awal menentukan perkembangan
selanjutnya
• Kecepatan berbeda
• Perkembangan berkolerasi dgn pertumbuhan
• Perkembangan mempunyai pola yg tetap
• Perkembangan memiliki tahap yg berurutan
PRINSIP-PRINSIP PROSES TUMBUH KEMBANG
 Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan
belajar
Kematangan merupakan proses intrinsik yg terjadi dg
sendirinya
Belajar berasal dari latihan dan usaha
 Pola perkembangan dapat diramalkan
Terdapat persamaan pola perkembangan pd semua anak
1. Faktor Internal : Ras/etnik atau bangsa; suku, keluarga,
umur, jenis kelamin, genetik, kromosom
2. Faktor Eksternal
a. Prenatal (Masa Kehamilan)
b. Natal (Masa Persalinan)
c. Pasca natal (Masa Nifas)
B. Faktor-faktor yg mempengaruhi Tumbuh
B. Faktor-faktor yg mempengaruhi Tumbuh
Kembang
Kembang
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
GENETIC
GENETIC
NUTRITION
NUTRITION
LOVE
LOVE
HEALTH
HEALTH
HORMON
HORMON
GENETIC
GENETIC
GENETIC
GENETIC
NUTRITION
NUTRITION
NUTRITION
NUTRITION
LOVE
LOVE
HEALTH
HEALTH
HORMON
HORMON
HORMON
HORMON
GENETIK
HORMON
BERAT BADAN
Dipengaruhi oleh :
 genetik (keturunan)
 asupan nutrisi (makan, minum, camilan)
 penyerapan usus, pengeluaran
 aktivitas fisik
 metabolisme tubuh, hormon
 penyakit kronik : jantung, tbc,infeksi saluran kemih
 kadar air dan lemak tubuh
POTENSI TINGGI BADAN (GENETIK) PADA
UMUR 18 TAHUN
• Laki = (Tinggi Ayah + tinggi Ibu + 13 cm ) +/- 8.5cm
2
• Perempuan =( Tinggi Ayah + ibu –13 cm) +/- 8.5cm
2
TINGGI BADAN
LINGKAR KEPALA
Berhubungan dengan perkembangan volume otak
• Lingkar kepala lebih besar dari normal (makrosefali)
88% IQ normal,
5 % keterbelakangan mental ringan,
7 % keterbelakangan mental berat (Lober & Priestly,
1981)
• Lingkar kepala lebih kecil dari normal (mikrosefali)
keterbelakangan mental
C. Aspek perkembangan yg dipantau
• Motorik kasar
• Motorik halus
• Kemampuan bicara dan bahasa
• Sosialisasi dan kemandirian
1. Masa intra uterin (prenatal = janin)
Tiga periode:
- Masa zigot : konsepsi – 2 minggu
- Masa embrio: 2 minggu – 8/12 minggu
- Masa fetus: 9/12 minggu – akhir kelahiran
a. Masa fetus dini : 9 minggu – trimester II intra uterin
b. Masa fetus lanjut: trimister terakhir
D. Periode Tumbuh Kembang
2. Masa ekstra uterin (postnatal = setelah lahir):
• Masa neonatal: 0-28 hari
• Neonatal dini : 0-7 hari,
• Neonatal lanjut : 8-28 hari
• Masa bayi: 0 hari-11 bulan
• Masa balita: 12 – 59 bulan
• Masa pra-sekolah: 60- 72 bulan
• Mengangkat kepala 450
• Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah
• Melihat/ menatap wajah
• Mengoceh spontan/ bereaksi dgn mengoceh
• Tertawa keras
• Terkejut/ bereaksi terahdap suara keras
• Membalas tersenyum
• Mengenal ibu dgn penglihatan, penciuman, pendengaran, kontak
Tahapan perkembangan
Umur 0-3 bulan
• Berbalik dari telungkup ke telentang
• Mengangkat kepala setinggi 90
• Pertahankan kepala tetap tegak dan stabil
• Menggenggam pensil
• Meraih benda yang ada dalam jangkauan
• Memegang tangan sendiri
• Berusaha memperluas pandangan
• Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil
• Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi
• Tersenyum ketika melihat mainan/ gambar yang menarik saat bermain sendiri
…tahap perkembangan
Umur 3-6 bulan
• Duduk sendiri
• Belajar berdiri, kedua kaki menyangga sebagian berat badan
• Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang
• Memindahkan benda dari satu tangan ketangan lainnya
• Memungut 2 benda, dengan masing-masing tangan
• Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup
• Bersuara tanpa arti, mamama-bababa-dadada-tatata
• Mencari mainan yang dijatuhkan
• Bermain tepuk tangan/ ciluk- baa
• Bergembira dengan melempar bola
• Makan kue sendiri
…tahap perkembangan
Umur 6-9 bulan
• Mengangkat badannya keposisi berdiri
• Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi
• Berjalan dituntun
• Mengulurkan lengan untuk meraih benda yang diinginkan
• Menggenggam erat pensil
• Memasukkan benda kemulut
• Mengulang/ menirukan bunyi yg didengar
• Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
• Mengeksplorasi sekitar, ingin tau, ingin menyentuh apa saja
• Bereaksi terhadap suara perlahan atau bisikan
• Senang diajak bermain ciluk-baa
• Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yg belum dikenal
…tahap perkembangan
Umur 9-12 bulan
• Berdiri sendiri tanpa pegangan
• Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali
• Memanggil ayah dengan kata ‘papa’, ibu ‘mama’
• Menumpuk 2 kubus
• Memasukkan kubus ke kota
• Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menagis/ merengek, anak bisa
mengelurkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
• Memperlihatkan rasa cemburu/ baersaing
…tahap perkembangan
Umur 12-18 bulan
• Berdiri sendiri tanpa berpegangan 30 detik
• Berjalan tanpa terhuyung
• Bertepuk tangan, melambai
• Menumpuk 4 buah kubus
• Memungut benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk
• Menggelindingkan bola kearah sasaran
• Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
• Menirukan pekerjaan rumah tangga
• Memegang cangkir sendiri, belajar makan, minum sendiri
…tahap perkembangan
Umur 18-24 bulan
• Naik tangga sendiri
• Dapat bermain dan menendang bola kecil
• Mencoret-coret pensil pada kertas
• Bicara dengan baik dengan 2 kata
• Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta
• Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih
• Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta
• Makan sendiri tanpa banyak tumpah
• Melepas pakaiannya sendiri
…tahap perkembangan
Umur 24-36 bulan
• Berdiri 1 kaki 2 detik
• Melompat kedua kaki diangkat
• Mengayuh sepeda roda tiga
• Menggambar garis lurus
• Menumpuk 8 buah kubus
• Mengenal 2-4 warna
• Menyebut nama, umur, tempat
• Mengerti arti kata diatas, dibawah, didepan
• Mendengarkan cerita
• Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
• Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan
• Mengenakan sepatu sendiri
• Mengenakan ceklana panjang, kemeja, baju
…tahap perkembangan
Umur 36-48 bulan
• Berdiri 1 kaki 6 detik
• Melompat-lompat 1 kaki
• Menari
• Menggambar tanda silang
• Menggambar lingkaran
• Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
• Mengancing baju atau pakaian boneka
• Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
• Senang menyebut kata-kata baru
• Senang bertanya tentang sesuatu
• Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
• Bicaranya mudah dimengerti
• Bisa membandingkan/ membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
• Menyebur angka, menghitung jari
• Menyebur nama-nama hari
• Berpakaian sendiri tanpa dibantu
• Menggosok gigi tanpa dibantu
• Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu
…tahap perkembangan
Umur 48-60 bulan
• Berjalan lurus
• Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik
• Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap
• Menggambar segi empat
• Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
• Mengerti arti lawan kata
• Mengerti pembicaraan yg menggunakan 7 kata atau lebih
• Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya
• Mengenal angka, bisa menghitung angka 5-10
• Mengenal warna-warni
• Mengungkap simpati
• Mengikuti aturan permainan
• Berpakaian sendiri tanpa dibantu
…tahap perkembangan
Umur 60-72 bulan
• Gangguan bicara dan bahasa
• Cerebral palsy
• Sindroma Down
• Perawakan pendek
• Autisme
• Retardasi mental
• Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH)
E. Gangguan Tumbuh Kembang
PENGERTIAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG
ANAK
Adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan penyimpangan
Perkembangan secara dini agar lebih mudah diintervensi
Bila penyimpangan terlambat dideteksi, maka lebih sulit
diintervensi dan akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak
PENENTUAN UMUR ANAK
Pedoman dari CDC (Center of Diseases Control)
tahun 2000:
1. Umur lebih atau kurang 16 s/d 30 hari,
dibulatkan menjadi 1 bulan.
contoh: 20 bulan + 17 hari = 21 bulan
19 bulan – 16 hari = 18 bulan
PENENTUAN UMUR ANAK
Pedoman dari CDC (Center of Diseases Control)
tahun 2000:
2. Umur lebih atau kurang 1 s/d 15 hari,
dibulatkan menjadi 0 bulan
Contoh: 20 bulan + 15 hari = 20 bulan
19 bulan – 14 hari = 19 bulan
LATIHAN SOAL
• Neng Imas anak dari Ny Molly (22 th) dan Tn Irwan (30
th) lahir tanggal 22 Peb 2016 datang ke posyandu
Jatinangor pada tanggal 17 November 2017 :
1. Berapa bulan usia Neng Imas?
Jawaban
Hari buka Posyandu 17 – 11 - 2017 2017 – 11 - 17
Tanggal Lahir 22 – 02 - 2016 2016 – 02 - 22
Usia Anak 25 hr – 8 bln –1 thn 1 th 9 bln – 1 bln
Usia Bulan Penuh 20 Bulan 25 hari 21 Bulan – 1 bln =
20 bln 25 hari
Kesimpulan :
Untuk pemantauan pertumbuhan : 20 bulan
Untuk pemantauan perkembangan : 21 bulan gunakan kelompok
usia 21 bulan atau 24 bulan
LATIHAN SOAL
Hasil penimbangan di Posyandu an Neng Imas BB 9,4 kg dan TB
77 Cm, hasil pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA) 47 cm :
Bagaimana hasil grafik :
a . BB menurut Umur ?
b. TB menurut Umur?
c. BB menurut TB ?
d. LKA ?
Jawaban
Hasil penimbangan BB 9,4 kg dan TB 77 Cm, hasil pengukuran
Lingkar Kepala Anak (LKA) 47 cm :
Bagaimana hasil grafik :
a . BB menurut Umur ? Hijau muda = potensi
normal
b. TB menurut Umur? < 2 SD = potensi kurus
c. BB menurut TB ? – 2 SD sd 2 SD = Normal
d. LKA ? Warna hijau = Normal
HITUNG IMT
• BB = 15,6 KG
• TB = 104 CM = 1,04 M
• JK = LAKI – LAKI
• IMT = 15,6/(1,04X1,04)
= 15,6/1.0816
= 14.42
KAPAN HARUS DETEKSI DINI?
Jenis skrining/Deteksi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang
Umur anak Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan Deteksi Dini penyimpangan Mental Emosional
BB/TB LK KPSP TDL TDD KMPE MCHAT GPPH
0 bulan v v v
3 bulan v v v v
6 bulan v v v v
9 bulan v v v v
12 bulan v v v v
15 bulan v v v
18 bulan v v v v v
21 bulan v v v v
24 bulan v v v v v
30 bulan v v v v
36 bulan v v v v v v v v
42 bulan v v v v v v v
48 bulan v v v v v v v
54 bulan v v v v v v v
60 bulan v v v v v v v
66 bulan v v v v v v v
72 bulan v v v v v v v
DETEKSI DINI
PENYIMPANGAN PERTUMBUHAN
C. Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan
• KPSP (Kuesioner Pra Skrining
Perkembangan)
• TDD (Tes Daya Dengar)  TDD Modifikasi
• TDL (Tes Daya Lihat)
Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP)
DETEKSI DINI
PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN
Interpretasi:
Jika jawaban/dapat melakukan :
9-10 : perkembangan anak SESUAI (S)
7-8 : perkembangan anak MERAGUKAN (M)
< 7 : perkembangan anak ada PENYIMPANGAN (P)
…Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan
1.Tanya perkembangan anak dengan KPSP (Kuesioner
Pra Skrining Perkembangan) mulai umur 3 bulan :
• minimal tiap 3 bln sampai umur 2 thn
• minimal tiap 6 bulan umur 2 - 6 thn.
1. KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) BAYI UMUR 3 BULAN
Alat dan bahan yang dibutuhkan:
- Wool merah
YA TIDAK
Bayi Terlentangkan:
1 Pada waktu bayi terlentang, apakah masing-masing lengan dan tungkai bergerak
dengan mudah? Jawaban TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai atau lengan bayi
bergerak tak terarah/tak terkendali
Gerak Kasar
2 Pada waktu bayi terlentang apakah ia melihat dan menatap wajah anda? Sosialisasi
dan
Kemandirian
3 Apakah bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh) selain menangis? Bicara dan
Bahasa
4 Pada waktu anda mengajak bayi berbicara dan tersenyum, apakah ia tersenyum kembali
kepada anda
Sosialisasi
dan
Kemandirian
5 Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak digelitik atau diraba-raba? Bicara dan
Bahasa
6 Ambil wool merah, letakkan di atas wajah di depan mata,
gerakkan wool dari samping kiri ke kanan kepala
Apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan
menggerakkan kepalanya dari kanan/kiri ke tengah?
Gerak Halus
7 Ambil wool merah, letakkan di atas wajah di depan
mata, gerakkan wool dari samping kiri ke kanan
kepala
Apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan
menggerakkan kepalanya dari satu sisi hampir
sampai pada sisi yang lain?
Gerak Halus
Bayi Telungkupkan:
8 Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar,
apakah ia dapat mengangkat kepalanya seperti
pada gambar ini?
Gerak Kasar
9 Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia
dapat mengangkat kepalanya sehingga membentuk sudut
45˚ seperti pada gambar?
Gerak Kasar
10 Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah
ia dapat mengangkat kepalanya dengan tegak seperti
pada gambar?
Gerak Kasar
KPSP PADA ANAK UMUR 21 BULAN
Alat dan bahan yang dibutuhkan:
- Kismis
- Bola tenis
- Kubus
YA TIDAK
Anak dipangku ibunya / duduk sendiri ditepi meja periksa
1 Letakkan kismis diatas meja dekat anak, apakah anak dapat mengambil dengan
ibu jari dan telunjuk?
Gerak Halus
2 Gelindingkan bola tenis kearah anak, apakah dapat mengelindingkan/melempar
bola kembali kepada anak?
Gerak Halus
3 Beri kubus didepannya. Minta anak meletakkan 1 kubus diatas kubus lainnya (1
tingkat saja)
Gerak Halus
Tanya ibu :
4 Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkan tanpa menangis atau
merengek?
Sosialisasi
dan
Kemandirian
5 Apakah anak dapat minum dari cangkir/gelas sendiri tanpa tumpah? Sosialisasi
dan
Kemandirian
6 Apakah anak suka meniru bila ibu sedang melakukan pekerjaan rumah tangga
(menyapu, mencuci, dll)
Sosialisasi
dan
Kemandirian
7 Apakah anak dapat mengucapkan minimal 3 kata yang mempunyai arti (selain kata
mama dan papa)?
Bicara dan
Bahasa
8 Apakah anak pernah berjalan mundur minimal 5 langkah? Gerak Kasar
Berdirikan anak:
9 Letakkan kubus di lantai, minta anak memungut, apakah anak dapat memungut
dan berdiri kembali tanpa berpegangan?
Gerak Kasar
10 MInta anak berjalan sepanjang ruangan, dapatkan ia berjalan tanpa
terhunyung/jatuh?
Gerak Kasar
TOTAL
KPSP PADA ANAK UMUR 36 BULAN
Alat dan bahan yang dibutuhkan:
- Kubus - Bola Tenis - Kertas
- Pensil - Form Gambar
YA TIDAK
Anak dipangku ibunya / duduk sendiri ditepi meja periksa :
1 Beri kubus di depannya.
Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang
lain tanpa menjatuhkan kubus itu?
Gerak Halus
2 Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar- gambar ini tanpa bantuan?
(Menyebut dengan suara binatang tidak ikut dinilai)
Bicara dan
Bahasa
3 Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa
bantuan/petuniuk?
Gerak Halus
4 Buat garis lurus ke bawah sepanjang sekurang- kurangnya 2.5 cm.
Suruh anak menggambar garis lain di samping garis ini.
Jawab YA bila ia menggambar garis seperti ini:
Jawab TIDAK bila ia menggambar garis seperti ini:
Gerak Halus
Tanya ibu :
5 Dapatkah anak menggunakan 2 kata berangkai pada saat berbicara seperti
"minta minum", "mau tidur''?
"Terimakasih" dan "Dadag" tidak ikut dinilai
Bicara dan
Bahasa
6 Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri? Sosialisasi
dan
Kemandirian
7 Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter? Gerak Kasar
Minta anak untuk berdiri :
8 lkuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk
atau mata pada saat memberi- kan perintah berikut ini:
"Letakkan kertas ini di lantai".
"Letakkan kertas ini di kursi".
"Berikan kertas ini kepada ibu".
Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi?
Bicara dan
Bahasa
9 Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat
melompati bagian lebar kertas dengan mengangkat kedua kakinya secara
bersamaan tanpa didahului lari?
Gerak Kasar
D. DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PENDENGARA
(TEST DAYA
DENGAR (TDD)
• Kalau ada salah satu ada jawab tidak, maka adalah
masalah/penyimpangan pada pendengaran. --> rujuk
…Test Daya Dengar (TDD)
Umur lebih dari 3 bulan sampai 6 bulan Ya Tidak
1. Kemampuan Ekspresif
Apakah bayi anda dapat tertawa keras?
Apakah bayi dapat bermain menggelembungkan mulut seperti meniup balon?
1. kemampuan Reseptif:
Apakah bayi memberi respons tertentu, seperti menjdi lebih riang bila anda datang?
Pemeriksa duduk menghadap bayi yang diapangku orang tuanya, bunyikan bel disamping tanpa
terlihat bayi, apakah bayi itu menoleh ke samping?
1. Kemampuan Visual
Pemeriksa menatap maya bagi sekitar 45 cm, lalu gunakan mainan untuk menarik pandangan bayi
ke kiri, kanan, atas dan bawah, Apakah bayi dapat mengikutinya?
Apakah bayi berkedip bila pemeriksa melakukan gerakan menusuk mata, lalu berhenti sekitar 3 cm
tanpa menyentuh mata?
Total jawaban Tidak
…Tes daya dengar (TDD)
Umur lebih dari 6 bulan sampai 12 bulan: Ya Tidak
1. Kemampuan Ekspresif
Apkah bayi dapat membuat suara berulang seperti mamamama, babababa
Apakah bayi dapat memanggil mama atau papa, walaupun tidak untuk memanggil orang
tuanya?
1. Kemampuan Reseptif:
Pemeriksa duduk menghadap bayi yang dipangku orang tuanya, bunyikan bel di samping bawah
tanpa terlihat bayi, apakah bayi langsung menoleh ke samping bawah?
Apakah bayi mengikuti perintah tanpa dibantu gerakan badan, seperti stop, berikan mainanmu?
1. Kemampuan Visual;
Apakah bayi mengikutui perintah dengan dibantu gerakan badan, seperti stop, berikan
mainanmu?
Apakah bayi secara spontan memulai permainan dengan gerakan tubuh, seperti pok ame-ame
atau cilukba
Total jawaban Tidak
…Tes daya dengar (TDD)
Umur lebih dari 12 bulan sampai 18 bulan: Ya Tidak
1. Kemampuan Ekspresif;
Apakah anak dapat memanggil mama atau papa, hanya untuk memanggul orang tuanya?
Apakah anak meulai menggunakan kata-kata lain, selain kata mama,papa anggota keluarga lain dan
hewan peliharaan?
1. Kemampuan Reseptif:
Pemeriksa duduk mengahdap bayi yang dipangku orang tuanya, bunyikan bel di samping bawah
tanpa terlihatbayi, apakah bayi langsung menoleh ke samping bawah?
Apakah anak mengikuti perintah tanpa dibantu gerakan badan, seperti stop, berikan mainanmu?
1. Kemampuan Visual:
Pakah anak secara spontan memaulai permainan dengan gerakan tubuh, seperti pok kame-ame
atau cilkuba?
Apakah anak anda menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan cara memegang
dengan semua jari?
Total jawaban Tidak
Umur lebih dari 18 bulan sampai 24 bulan: Ya Tidak
1. Kemampuan Ekspresif:
Apakah anak dapat mengucapkan dua atau lebih kata yang menunjukkan keinginan, seperti susu,
minum, lagi?
Apakah anak secara spontan mengatgakan 2 kombinasi kata, seperti mau bobo, lihat papa?
1. Kemampuan Reseptif;
Apakah anak dapat menunjukkan paling sedikit satu anggota badan, missal mana hidungmu?
Mana matamu? Tanpa diberi contoh?
Apakah anak dapat mengerjakan 2 macam perintah dalam satu kalimat, seperti ambil sepatumu
dan taruh disini, tanpa diberi contoh?
1. Kemampuan Visual;
Apakah anak secara spontan memulai permainan dengan gerakan tubuh, seperti pok ame-ame
atau cilukba?
Apakah anak anda menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan carra
memegang dengan semua jari?
…Tes daya dengar (TDD)
…Tes daya dengar (TDD)
Umur lebih dari 24 bulan sampai 30 bulan Ya Tidak
1. Kemampuan Ekspresif:
Apakah anak muli menggunakan kata-kata lain, selain kata mama,papa, anggota keluargalain dan hewan
peliharaan?
Apakah anak mulai menguapkan kata yang berarti “milik” missal susu kamu, bonekaku?
1. Kemampuan Reseptif;
Apakah anak dapat mengerjakan 2 macam perintah dalam satu kalimat, sepperti ambil sepatu dan taruh
disini, tanpa diberi contoh?
Apakah anak dpat menunjuk minimal 2 nama benda di depannya (cangkir, bola, sendok)?
1. Kemampuan Visual;
Apakah anak secara spontan memulai permainan dengan gerakan tubuh, seperti pok ame-ame atau
cilukba?
Apakah anak anada menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan cara memegang
dengan semua jari?
Total jawaban Tidak
…Tes daya dengar (TDD)
Umur lebih dari 30 bulan sampai 36 bulan
1. Kemampuan Ekspresif
Apakah anak sudah dapat mengucapkan kata depan. Seperti di atas, di dalam, dibawah?
Apakah anak dapat mengucapkan 2 atau 3 kalimat dalam permbicaraan?
Ya Tidak
1. Kemampuan Reseptif:
Apakah anak dapat menunjuk minimal 2 nama benda di depannya (cangkir, bola, sendok)?
Apakah anak dpat menunjukkan minimal 2 nama benda di depannya sesuai fungsinya (misal untuk
minum: cangkir, untuk dilempar; bola, untuk makan; sendok, untuk menggambar; pensil
warna)?
Ya Tidak
1. Kemampuan Visual:
Apakah anak secara spontan memulai permainan dengan gerakan tubuh seperti pok ame-ame atau
cilukba?
Apakah anak anda menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan cara
memegang dengan semua jari?
…Tes daya dengar (TDD)
Umur lebih dari 36 bulan
1. Kemampuan Ekspresif
Apakah anak dapat menyebutkan nama benda dan kegunaannya? Cangkir untuk minum, bola
untuk dilempar, pernsil warna untuk menggambar, sendok untuk makan?
Apakah lebih dari tiga perempat orang mengeri apa yang dibicarakan anak anda?
Ya Tidak
1. Kemampuan Reseptif:
Apakah anak dapat menunjukkan minimal 2 nama benda di depannya, sesuai fungsinya (missal
untuk minum: cangkir, untuk dilempar; bola, untuk makan: sendok; untuk menggambar; pensil
warna)?
Apakah anak dapat mengerjakan perintah yang disertai kata depan? (misal: sekarang kubus itu di
bawah meja, toong taruh di atas meja)?
Ya Tidak
1. Kemampuan Visual:
Apakah anak secara spopntan memulai permainan dengan gerakan tubuh? Seperti pok ame-ame
atau cilukba?
Apakah anak anda menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan cara
memegang dengan semua jari?
Hasil
Pemeriksaan
Interpretasi Tindakan
Tidak ada jawaban
“Tidak”
Sesuai umur Puji keberhasilan
orangtua/pengasuh.
Lanjutkan stimulasi sesuai
umur. Jadwalkan kunjungan
berikutnya
Jawaban “Tidak” 1
atau lebih
Penyimpangan Rujuk ke RS Rujukan Tumbuh
Kembang level 1
E. DETEKSI DINI PENYIMPANGAN
PENGLIHATAN(TES DAYA LIHAT (TDL)
• Mulai umur 3 tahun, ulang tiap 6 bulan
• Dikerjakan oleh tenaga kesehatan atau guru
Alat dan Sarana :
1. Ruangan
2. Dua buah kursi
3. Poster huruf E dan penunjuk
4. Guntingan huruf E
TES DAYA LIHAT (TDL)
Cara:
Cara:
Gantungkan poster 3 m dari anak,
setinggi mata anak dalam posisi duduk
latih anak megarahkan kartu E dengan benar ke atas,
bawah, kanan, kiri, sesuai yang ditunjuk pada poster
TES DAYA LIHAT (TDL)
Cara:
Cara:
Tutup sebelah mata dengan kertas
Tunjuk huruf E pada poster satu persatu mulai baris 1 -4
Puji bila anak dapat mencocokkan arah huruf E
Ulangi pada mata sebelahnya.
TES DAYA LIHAT (TDL)
Interpretasi (penafsiran)
Bila tdk dapat mencocokkan posisi E s/d baris ketiga
gangguan daya lihat
Intervensi (tindakan) : rujuk
D. Deteksi Dini Penyimpangan Mental
Emosional
• KMPE (Mental Emosional)
• M-CHAT (Autis)
• CONNERS (gangguan pemusatan perhatian &
hiperaktif/GPPH)
DETEKSI DINI
PENYIMPANGAN PERILAKU
1. KUESIONER GPPH
2. Tidak kenal lelah, aktifitas berlebihan
3. Mudah gembira, impulsif
4. Mengganggu anak lain
5. Gagal selesaikan kegiatan, perhatian singkat
6. Gerakkan anggota badan / kepala terus menerus
7. Kurang perhatian, mudah teralihkan
8. Permintaan harus segera dipenuhi, mudah frustasi
9. Mudah menangis
10. Suasana hati mudah berubah, cepat dan drastis
11. Ledakkan kekesalan, tingkah laku eksplosif dan tak terduga
Kuesioner Kuesioner Masalah
Mental Emosi
1.Sering terlihat marah
2.Menghindar dari teman-teman
3.Perilaku merusak dan menentang lingkungan
4.Takut atau kecemasan berlebihan
5. Konsentrasi buruk / sulit
6. Kebingungan
7. Perubahan pola tidur
8. Perubahan pola makan
9. Sakit kepala, sakit perut, keluhan fisik
10. Putus asa
11. Kemunduran perilaku
12. Perbuatan yang diulang-ulang
Kusioner CHAT (Autis)
A.
A.Pertanyaan pada orangtua / pengasuh
Pertanyaan pada orangtua / pengasuh
1.Senang di ayun-ayun, diguncang-guncang
2.Tertarik memperhatikan anak lain
3.Suka memanjat tangga
4.Suka main ciluk-ba, petak umpet
5.Bermain pura-pura membuat minuman
6.Meminta dengan menunjuk
7.Menunjuk benda
8.Bermain dengan benda kecil
9.Memberikan benda utk menunjukkan sesuatu
B. Pengamatan perilaku anak
B. Pengamatan perilaku anak
• Anak memandang mata pemeriksa
• Anak melihat ke benda yang ditunjuk
• Bermain pura-pura membuat minum
• Menunjjuk benda yang disebut
• Menumpuk kubus
2. Kuesioner Masalah Perilaku Dan
Emosional (KMPE)
Interpretasi (penafsiran) KMPE
Jawaban Ya > 1 : kemungkinan anak mengalami
masalah mental emosional.
No PERTANYAAN YA TIDAK
1 Apakah anak anda sering bereaksi negatif, marah atau tegang tanpa sebab yang jelas?
(bereaksi negatif contohnya rewel, tidak sabaran, banyak menangis, mudah tersinggung atau bereaksi
berlebihan bila merasa situasi tidak seperti yang diharapkannya atau kemauannya tidak terpenuhi)
2 Apakah anak anda tampak lebih memilih untuk menyendiri atau bermain sendiri, atau
menghindar dari anak seumurnya atau orang dewasa?
(ingin sendirian, menyendiri dengan ekspresi murung, tidak bersemangat, sedih, atau kehilangan minat
terhadap hal-hal yang biasa sangat dinikmati)
3 Apakah anak anda cenderung bersikap menentang?
(membantah, melawan, tidak mau menurut atau melakukan hal yang sebaliknya dari apa yang diminta,
serta tampak tidak perduli ketika diberitahu atau ditegur)
4 Apakah anak anda mudah takut atau cemas berlebihan tanpa sebab yang jelas ?
(misalnya takut pada binatang atau benda yang tidak berbahaya, terlihat cemas ketika tidak melihat
ibu/pengasuhnya
5 Apakah anak anda sering sulit konsentrasi, perhatiannya mudah teralihkan atau banyak
bergerak / tidak bisa diam?
( misalnya anak tidak bisa bertahan lama untuk bermain dengan satu permainan, mudah mengalihkan
perhatian bila ada hal lain yang lebih menarik perhatian seperti bunyi atau gerakan, tidak bisa duduk
dengan tenang, banyak bergerak atau cenderung berjalan / berlari mondar mandir)
6 Apakah anak anda lebih banyak menempel / selalu minta ditemani, mudah cemas dan tidak
percaya diri ?
(seakan minta perlindungan atau minta ditemani pada berbagai situasi, terutama ketika berada dalam
situasi baru atau ada orang yang baru dikenalnya; mengekpresikan kecemasan serta terlihat tidak
percaya diri)
8 Apakah anak anda mengalami perubahan pola makan dari yang biasanya?
(kehilangan nafsu makan, tidak mau makan sama sekali, atau sebaliknya makan berlebihan, sangat memilih jenis
makanan atau membiarkan makanan lama dimulut tanpa dikunyah/ diemut)
9 Apakah anak anda seringkali mengeluh sakit kepala, sakit perut atau keluhan fisik lainnya dalam waktu-waktu
tertentu?
10 Apakah anak anda mudah putus asa atau frustrasi dan sering menunjukkan emosi yang negatif ?
(Seperti sedih atau kecewa yang berkepanjangan, mudah mengeluh, marah atau protes. Misal ketika anak merasa
kesulitan dalam menggambar, lalu berteriak minta tolong, marah, atau kertasnya disobek)
11 Apakah anak anda menunjukkan kemunduran pola perilaku dari kemampuan yang sudah dimilikinya ?
(seperti mengompol kembali, menghisap jempol, atau tidak mau berpisah dengan orangtua/pengasuhnya)
12 Apakah anak anda sering berkelahi, bertengkar, atau menyerang anak lain baik secara verbal maupun non-verbal
?
(seperti misalnya mengejek, meneriaki, merebut permainan, atau memukul temannya)
13 Apakah anak anda sering diperlakukan tidak menyenangkan oleh anak lain atau orang dewasa?
(seperti misalnya ditinggal bermain, dihindari, diejek, dikata-katai, direbut mainannya atau disakiti secara fisik)
14 Apakah anak anda cenderung berperilaku merusak atau cenderung selalu ingin menang atau menguasai.
(Misalnya merusak benda, menyakiti dirinya atau binatang)
TOTAL
2. Kuesioner Masalah Perilaku Dan
Emosional (KMPE)
Intervensi (tindakan):
Intervensi (tindakan):
1.
1. Bila ditemukan 1 atau lebih masalah mental emosional :
• Lakukan konseling pada orang tua menggunakan
Buku Pedoman Pola Asuh yang mendukung
perkembangan anak.
• Evaluasi setelah 3 bulan,
• bila tidak ada perubahan rujuk ke Rumah Sakit yang
ada fasilitas tumbuh kembang anak / kesehatan jiwa.
2. Kuesioner Masalah Perilaku Dan
Emosional (KMPE)
Intervensi (tindakan):
Intervensi (tindakan):
2. Bila ditemukan 2 atau lebih masalah mental emosional,
rujuk anak ke Rumah Sakit.
Dalam surat rujukan harus ditulisakan jumlah dan masalah
mental emosional yang ditemukan.
RINGKASAN KUESIONER DETEKSI GANGGUAN
PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIFITAS
GPPH)
 Tidak kenal lelah, aktifitas berlebihan
 Mudah gembira, impulsif
 Mengganggu anak lain
 Gagal selesaikan kegiatan, perhatian singkat
 Gerakkan anggota badan / kepala terus menerus
RINGKASAN KUESIONER DETEKSI GANGGUAN
PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIFITAS
GPPH)
 Kurang perhatian, mudah teralihkan
 Permintaan harus segera dipenuhi, mudah frustasi
 Mudah menangis
 Suasana hati mudah berubah, cepat dan drastis
 Ledakkan kekesalan, tingkah laku eksplosif dan tak terduga
INTERVENSI DAN RUJUKAN
DINI PEYIMPANGAN TUMBUH
KEMBANG ANAK
Tujuan intervensi dan Rujukan
Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak
• Untuk segera memperbaiki dan mengatasi
masalah penyimpangan perkembangan
sehingga anak dapat tumbuh kembang sesuai
potensinya
• Sedini mungkin, usia anak < 5 tahun  golden
periode
Pengertian
• Intervensi penyimpangan perkembangan adalah
: tindakan tertentu pada anak yang
perkembangan kemampuannya menyimpang
karena tidak sesuai dengan umurnya
• Tindakan intervensi dini stimulasi merupakan
perkembangan terarah yang dilakukan secara
intensif dirumah selama 2 minggu, yang dikuti
dengan evaluasi hasil intervensi stimulasi
perkembangan
Indikasi
Intervensi perkembangan : atas indikasi :
1. Perkembangan anak meragukan (M)
2. Anak yang ditemukan mempunyai
masalah/penyimpangan perkembangan,
sedangkan umur saat dilakukan skrining belum
pada waktunya dilakukan skrining
A. INTERVENSI PERKEMBANGAN
• Atas Indikasi :
Perkembangan anak meragukan/ tidak sesuai dengan yg
harus dimilikinya nilai dengan 7-8
• Intervensi dilakukan dengan memberi stimulasi pada
aspek yang tidak sesuai tsb & umur stimulasi yg lebih
muda dari umur anak
A. INTERVENSI PERKEMBANGAN
• Atas Indikasi :
Beri petunjuk kepada orangtua dan intervensi intensif
setiap hari 3-4 jam selama 2 minggu
• Kontrol setelah 2 minggu dan evaluasi (KPSP sesuai umur
skrining terdekat)
Umur 3 bulan bayi tidak membalas tersenyum
Intervensi
Ajak bayi tersenyum dan bicara sesering
mungkin
Tunjukan wajah yang cerah pada bayi
Peluk, belai, cium bayi sesering mungkin
Gerakan lembut, penuh kasih sayang
Umur 6 bulan belum bisa tengkurap
dengan kepala tegak
Intervensi :
 Tidurkan tengkurap, beri benda warna cerah / berbunyi,
sampai bayi bisa angkat kepala
 Tidur tengkurap, tekan-tekan otot punggung dari arah leher
ke bawah, sampai bayi bisa angkat kepala
Umur 6 bulan belum bisa tengkurap
dengan kepala tegak
Intervensi :
 Bila otot punggung & bahu lemah  tengkurapkan di atas
bantal, taruh mainan / ajak bicara
 Cara gendong harus benar  anak dapat
 menegakkan kepala, tangan & kaki bebas bergerak
(gendong di depan dada ibu)
Umur 9 bulan tidak mengoceh
dadada..mamama
Intervensi :
 Ajak bicara anak sesering mungkin
 Usahakan selalu menatap muka anak bila berbicara
agar anak dapat melihat bibir dan mata si pembicara
 Sebutkan nama benda, gambar
Umur 9 bulan tidak mengoceh
dadada..mamama
Intervensi :
 Dudukkan anak, berikan benda yang berbunyi dari arah
samping kiri / kanan bergantian, ulangi.
 Bila tidak ada reaksi  curiga gangguan pendengaran
 rujuk
Umur 9 bulan belum bisa bermain
dengan benda-benda
Intervensi
 Dudukan bayi dipangkuan
 Letakkan mainan ditangannya supaya digenggam, tarik pelan-
pelan
 Letakkan di depan bayi mainan yang bisa dipegang dan tidak
tajam
 Ajarkan untuk meraih dan memegang mainan tersebut
Umur 9 bulan belum bisa bermain
dengan benda-benda
Intervensi
 Ajarkan memindahkan mainan dari tangan kanan ke kiri
 Letakkan benda yang lebih kecil : potongan biskuit
 Ajarkan untuk mengambil biskuit
 Bila berhasil berikan pujian dengan gembira
 Latihlah berulang-ulang, dengan kasih sayang
B.EVALUASI HASIL INTERVENSI
Setelah intervensi selama 2 minggu  evaluasi
• Bila berhasil (anak dapat melakukan) berikan pujian pada ibu bila
intervensi berhasil
• Bila belum berhasil (anak belum dapat melakukan)
– tanyakan cara intervensi, apakah caranya benar
– lakukan pemeriksaan lebih teliti
– Intervensi lagi 2 minggu : bila belum berhasil rujuk
B.EVALUASI HASIL INTERVENSI
Cari masalah gizi :
• Beri makan bergizi (menu seimbang)
• Porsi kecil tapi sering
• Beri makanan lebih sering setelah sembuh sakit
• ASI teruskan sampai usia 2 tahun
Cari penyakit lain yang bisa sebabkan penyimpangan
2. RUJUKAN DINI PENYIMPANGAN DAN
PERKEMBANGAN ANAK
Alur Rujukan
Anak 0-6 tahun
Deteksi Dini Tumbuh Kembang
Sesuai Meragukan Penyimpangan
Stimulasi rutin di rumah Tindakan Intervensi 2 minggu
Evaluasi Hasil Intervensi Setelah 2 minggu
Sesuai Meragukan Penyimpangan
Tindakan Intervensi 2 minggu
Evaluasi Hasil Intervensi Setelah 2 minggu
Sesuai Meragukan Penyimpangan
Rujuk ke klinik tumbuh kembang RS untuk
Tk. Puskesmas dan
jaringannya :
Bidan, Perawat
Tk. Puskesmas dan
jaringannya :
Tim medis : Dokter,
Bidan, Perawat,
Nutrisionis, Nakes lain
Tk. RS rujukan : Klinik
Tumbuh Kembang :
Tim dokter spesialis,
Nutrisionis, Terapis,
Laboratorium,
Pemeriksaan Penunjang
Tempat Pelaksanaan SDIDTK
Intergrasikan
dengan Kelas ibu
Balita, BKB dan
Posyandu
Fasyankes : RS,
Puskesmas, Pustu,
Polindes
Luar
Fasyankes :Posyandu,
PAUD/TK
BKB, TPA dll
Agar ibu/Keluarga
konsentrasi:
- Tersedia ruang/
pojok bermain,
upayakan mainan
tidak berbunyi/
berisik
- Ajak suami/
anggota keluarga
Pelayanan Pelaksana Alat yang digunakan
Deteksi Dini Penyimpangan
Pertumbuhan
Orang tua,
kader,petugas PAUD, BKB, TPA dan
guru TK
KMS
Timbangan Dacin
Buku KIA
Deteksi dini penyimpangan
perkembangan
Orang tua,
kader, BKB, TPA tidak (tidak
terlatih)
KMS
Timbangan Dacin
Buku KIA
KKA
Petugas PAUD dan Guru TK terlatih kuisioner Praskrining Perkembangan
(KPSP), Kusioner Masalah Perilaku
Emosional (KMPE) Tes Daya Dengar
(TDD) , Tes Daya Lihat (TDL)
Pelayanan Pelaksana Alat yang digunakan
Deteksi penyimpangan
Pertumbuhan
Dokter, bidan, perawat, ahli Gizi
dll
Tabel BB/TB
Grafik LK
Timbangan, alat ukur TB
Pita Pengukur LK
Deteksi Penyimpangan
Perkembangan
KPSP, TDD, TDL
KMPE, Modified Checklist for
Autism in Toodler (M-CHAT),
Gangguan Pemusatan Perhatian dan
Hiperaktik (GPPH)
96
PENERAPAN SDIDTK DI PAUD
PERAN PENDIDIK PAUD PERAN PETUGAS KESEHATAN
 Mengisi identitas anak di formulir Deteksi Dini Tumbuh
Kembang Anak
 Melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan
 Menuliskan hasil pengukuran dan pemeriksaan
perkembangan di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang
Anak
 Melakukan pemeriksaan perkembangan anak dengan
KPSP
 Mengisi Kuesioner Tes Daya Dengar (TDD)
 Melakukan Tes Daya Lihat (TDL)
 Mengisi kuesioner KMPE
 Menentukan status gizi anak berdasarkan pengukuran tinggi
badan, berat badan yang telah dilakukan oleh tenaga
pendidik PAUD
 Melakukan pengukuran lingkar kepala anak
 Melakukan pemeriksaan Autis jika ada keluhan
 Melakukan pemeriksaan GPPH jika ada keluhan
 Menuliskan hasil pemeriksaan tersebut di formulir Deteksi
Dini Tumbuh Kembang Anak
 Melakukan intervensi kelainan gizi dan tumbuh kembang
 Merujuk bila diperlukan
97
PENERAPAN SDIDTK DI POSYANDU
PERAN KADER PERAN PETUGAS KESEHATAN
 Mengisi identitas anak di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak
 Melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan serta
menuliskannya di formulir deteksi dini tumbuh kembang anak
 Melakukan pengamatan kemampuan perkembangan anak dengan
mengunakan check list perkembangan anak di buku KIA apakah
sudah/belum sesuai dengan dengan mengunakan. bila sesuai berikan
tanda rumput (V), bila belum sesuai beri tanda (-).
 Memberikan penyuluhan kepada ibu / keluarga mengenai pentingnya
stimulasi pada anak agar tumbuh kembang optimal
 Merujuk anak ke meja 5. Pelayanan kesehatan bila :
• Anak sakit
• Anak mengalami permasalahan gizi
• Anak dengan kemampuan perkembangan tidak
sesuai usia
• Ada indikasi/keluhan dari orang tua anak
 Menentukan status gizi anak berdasarkan pengukuran
tinggi badan, berat badan yang telah dilakukan oleh kader
 Melakukan pengukuran lingkar kepala anak
 Melakukan pemeriksaan perkembangan anak dengan
KPSP pada anak yang kemampuan perkembangan nya
tidak sesuai usia
 Melakukan TDD, TDL
 Mengisi Kuesioner KMPE
 Melakukan pemeriksaan Autis dan GPPH jika ada keluhan
 Menuliskan hasil pemeriksaan tersebut di formulir Deteksi
Dini Tumbuh Kembang Anak
 Melakukan intervensi kelainan gizi dan tumbuh kembang
 Merujuk bila diperlukan
Stimulasi/Rangsangan dan Deteksi Dini Perkembangan
Anak Tingkat Keluarga/Masyarakat
• Gunakan Buku KIA
• Lakukan rangsangan/stimulasi setiap saat
dalam suasana yang menyenangkan
• Jika pada usia tertentu , anak belum bisa
melakukan minimal satu hal, bawa ke
dokter/Bidan/Perawat
PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI
& PERKEMBANGAN ANAK
Kebutuhan gizi, pemantauan perkembangan & stimulasi,
disampaikan dalam satu kelompok umur
Direktorat Bina Kesehatan Keluarga
YANG BARU
DI BUKU KIA 2015
Alat skrining pertumbuhan dan perkembangan anak
Stimulasi dan
perkembangan
anak Usia 0-3
bulan
Stimulasi dan
perkembanga
n anak Usia 3-
6 bulan
Stimulasi dan
perkembanga
n anak Usia 6
-12 bulan
Stimulasi dan
perkembanga
n anak Usia 1-
2 Tahun
Stimulasi dan
perkembanga
n anak Usia 2-
3Tahun
Stimulasi dan
perkembanga
n anak Usia 3-
5 Tahun
Stimulasi dan
perkembanga
n anak Usia5-
6 Tahun
Latihan Soal
• Neng Imas menurut neneknya sudah bisa menyebutkan kursi, buku, gelas,
piring, kacamata; kalau minum sendiri tanpa bantuan ; takut naik tangga tapi
sudah bisa berlari; dinding penuh coretannya; tahu dan menunjukkan kuping,
kaki, makan dan minum sendiri.
Catat hasil pemantauan perkembangan di buku KIA
Bagaimana pemenuhan gizi anak tsb?
• Menurut nenek pula tersiar kabar bahwa ada tetangga di RW tempat
tinggalnya ada anak umur 3 tahun “suka dianuin” selangkangannya oleh
orang terdekatnya
Catat no Hotline pengaduan jika ada yang mengalami pelecehan seksual pada
anak tersebut
Jawaban
• Neng Imas menurut neneknya sudah bisa menyebutkan kursi, buku, gelas, piring,
kacamata; kalau minum sendiri tanpa bantuan ; takut naik tangga tapi sudah bisa
berlari; dinding penuh coretannya; tahu dan menunjukkan kuping, kaki, makan
dan minum sendiri.
Catat hasil pemantauan perkembangan di buku KIA ?
Hal 61 beri tanda (√), Hal 80 – 81 jika ada penyakit dan masalah perkembangan
Pemenuhan Gizi lihat hal 60
• Menurut nenek pula tersiar kabar bahwa ada tetangga di RW tempat tinggalnya
ada anak umur 3 tahun “suka dianuin” selangkangannya oleh orang terdekatnya
Catat no Hotline pengaduan jika ada yang mengalami pelecehan seksual pada
anak? Hal 86
PENGINTEGRASIAN PADA KEGIATAN
POSYANDU-PAUD-BKB (1)
MASUK
KELUAR
TAMAN
BERMAIN
dan PMT
Contoh
RUJUK
RUJUK
PENGINTEGRASIAN
PADA KEGIATAN
POSYANDU-PAUD-BKB
(2)
Contoh
PELAKSANAAN PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI
MELALUI POSYANDU - BKB - POS PAUD
Status
Kesehatan/
imunisasi
lengkap
Status gizi
anak baik
Lingkungan
yang aman
dan sehat
Stimulasi dan
perawatan /
pengasuhan
yang benar
Pendidikan
anak usia
dini
Perlindungan
terhadap
tindak
kekerasan &
diskriminasi
PENGEMBANGAN MODEL PELAYANAN :
1. Mengintegrasikan layanan yang sudah ada dengan membawa anak anak Paud/BKB
pada hari H Posyandu
2. Pelayanan Posyandu di Pos PAUD secara terintegrasi, pelaksanaan pada satu
tempat (memudahkan anak dan orangtua mendapatkan layanan)  layanan
parenting/Kelas ibu Balita 112
BENTUK KERJASAMA PEMENUHAN PELAYANAN KESEHATAN BAGI ANAK USIA
DINI DI PROGRAM PAUD
113
Kecamatan: Bidan Puskesmas, Petugas
Gizi dan Penanggung Jawab Pos PAUD
tingkat Kecamatan
Ada MOU antara Penanggung Jawab
Program PAUD Kab/ Kota dengan
Kadinkes Kab/kota yang ditandatangani
Bupati/walikota
• Bersama melakukan pendataan anak usia dini dan
membuat baseline data. Setiap balita memiliki
Buku KIA/KMS dan pencatatan perkembangan
• Pengelola Pos PAUD membawa anak usia dini pada hari
buka POSYANDU
• Pengelola Pos PAUD membawa anak usia dini ke
Puskesmas pada untuk mendapat pelayanan SDIDTK
• Bidan desa memberikan penyuluhan dan pelayanan bila
dibutuhkan dan memungkinkan
• Pemda memastikan ketersediaan kebutuhan akan
pelayanan kesehatan termasuk DDTK
penyelenggaraan Pos PAUD
Tingkat
• Penanggung Jawab Pos PAUD merujuk anak usia
dini ke Puskesmas untuk DDTK
• Penanggung Jawab Pos PAUD berkoordinasi
dengan Puskesmas dalam penyelenggaraan DDTK
di Pos PAUD
Desa: Bidan Desa, Pengelola Pos PAUD/
PLKB dan Kader
FridayvsMonday.wmv
114

materi_PPT_SDIDTK_UMUM__PAUD LENGKAP.ppt

  • 1.
    1 Oleh: Seksi Kesehatan Keluarga BidangKesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jawa Barat Dalam acara “ ORIENTASI BAGI GURU PAUD/TK”
  • 2.
    TUJUAN 1.Tujuan Umum Setelah mengikutipelatihan, peserta mampu melatih pada pelatihan SDIDTK (Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang) 2. Tujuan khusus Setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu:
  • 3.
    2. Tujuan khusus •Melakukan pengukuran TB dan BB • Melakukan pemeriksaan perkembangan anak dengan KPSP • Mengisi kuesioner TDD • Melakukan TDL • Mengisi kuesioner KMPE • Mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dan pemeriksaan perkembangan
  • 4.
    Mengapa Tumbuh KembangAnak Sangat Penting Untuk Dipantau? Kualitas generasi penerus tergantung kualitas tumbuh kembang anak, terutama batita (0-3 th)  perkembangan OTAK Keluarga harus mengupayakan agar anaknya dapat tumbuh kembang optimal Penyimpangan tumbuh kembang harus dideteksi (ditemukan) sejak dini, terutama sebelum berumur 3 tahun, supaya dapat segera di intervensi (diperbaiki) Bila deteksi terlambat, maka penanganan terlambat, penyimpangan sukar diperbaiki
  • 5.
    SDIDTK Stimulasi, Deteksi &Intervensi Dini Tumbuh Kembang Agar semua balita 0-5 tahun & Apras 5-6 tahun tumbuh dan berkembang optimal sesuai potensi genetiknya shg berguna bagi nusa & bangsa serta mampu bersaing di era global melalui kegiatan stimulasi, deteksi & intervensi dini Mengapa? BONUS DEMOGRAFI TAHUN 2030 ANANUGERAH ATAU MUSIBAH
  • 6.
    PELAKSANA Tenaga kesehatan ditingkat pelayanan kesehatan dasar (dokter, bidan, perawat, ahli gizi atau tenaga kesehatan lain) dan atau  petugas dari sektor lain pada layanan peduli anak (pendidik PAUD, BKB, TPA dll) yang terlatih SDIDTK TEMPAT PELAKSANAAN Posyandu, PAUD formal informal, TK, BKB, 
  • 7.
    CIRI KHAS ANAK TUMBUH KEMBANG BERTUMBUHBERKEMBANG Bertambah ukuran fisik dan struktur tubuh KUANTITATIF Bertambah struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks KUALITATIF Anak dapat tumbuh kembang melalui tahapan yang sesuai STIMULASI,DETEKSI,INTERVEN SI DINI
  • 8.
    Kerangka Konsep UpayaKelangsungan Hidup dan Perkembangan Kerangka Konsep Upaya Kelangsungan Hidup dan Perkembangan Anak Anak Abortus  L.Mati  L.Hidup  Pelayanan kesehatan Bumil dan bulin Stimulasi janin Perbaikan gizi bumil Penanganan emergensi Perawatan oleh keluarga Pelayanan kes. Neonatus (ENC) ASI eksklusif Penanganan emergensi Stimulasi dan perawatan oleh keluarga (ECCD) Kematian Neonatus Asfiksia Lahir  BBLR  Trauma Lahir  Cacat  bawaan Bayi  Sehat Deteksi dan stimulasi tumbuh kembang (ECCD) Kematian Balita  Cerebral Palsy  Retardasi Mental  Disfungsi Minimal Otak  Kelainan Perilaku Belajar  Penyakit kro- nis degenera tif  Anak Sehat  Tidak naik kelas  Pelayanan kes. Balita (IMCI) ASI eksklusif dan pemenuhan Gizi Deteksi-intervensi dini kelainan tumbuh kembang
  • 9.
  • 10.
    Bayi Baru Lahir BayiBaru Lahir Cukup Nutrisi, Kasih Cukup Nutrisi, Kasih Sayang dan Stimulasi Sayang dan Stimulasi Kurang Nutrisi, Kasih Kurang Nutrisi, Kasih Sayang dan Stimulasi Sayang dan Stimulasi Pengaruh Nutrisi, Kasih Sayang dan Stimulasi Pengaruh Nutrisi, Kasih Sayang dan Stimulasi pada Jumlah sel dan Percabangan Sel-sel Otak pada Jumlah sel dan Percabangan Sel-sel Otak
  • 11.
    Waktu untuk mulaistimulasi Waktu untuk mulai stimulasi   synaptogenesis synaptogenesis. . Huttenlocher, 1987; Jernigan, et al, 1991; Pfefferbaum et all, 1994 Huttenlocher, 1987; Jernigan, et al, 1991; Pfefferbaum et all, 1994 Umur (tahun) (Chugani, 1999) Synaptogenesis  pembentukan sinaps (hubungan) antar sel otak
  • 12.
    36 36 36 6 year 6year Created by : Soedjatmiko, IKA FKUI- RSCM, 2008
  • 13.
  • 14.
    Apa Itu Pertumbuhan??? Bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sehingga dapat diukur dengan satuan berat badan, panjang badan, lingkar kepala PERRTUMBUHAN : Bertambahnya fungsi / kemampuan Sensorik :dengar, lihat, raba, rasa, cium Motorik : gerakan kasar (lari, lompat), gerakan halus (menulis, menggambar) Kognitif : pengetahuan, kecerdasan Komunikasi / berbahasa Emosi - sosial Kemandirian PERKEMBANGAN
  • 15.
    Ciri-ciri Tumbuh Kembang •Perkembangan menimbulkan perubahan • Tumbang tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya • Kecepatan berbeda • Perkembangan berkolerasi dgn pertumbuhan • Perkembangan mempunyai pola yg tetap • Perkembangan memiliki tahap yg berurutan
  • 16.
    PRINSIP-PRINSIP PROSES TUMBUHKEMBANG  Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar Kematangan merupakan proses intrinsik yg terjadi dg sendirinya Belajar berasal dari latihan dan usaha  Pola perkembangan dapat diramalkan Terdapat persamaan pola perkembangan pd semua anak
  • 17.
    1. Faktor Internal: Ras/etnik atau bangsa; suku, keluarga, umur, jenis kelamin, genetik, kromosom 2. Faktor Eksternal a. Prenatal (Masa Kehamilan) b. Natal (Masa Persalinan) c. Pasca natal (Masa Nifas) B. Faktor-faktor yg mempengaruhi Tumbuh B. Faktor-faktor yg mempengaruhi Tumbuh Kembang Kembang
  • 18.
  • 19.
    BERAT BADAN Dipengaruhi oleh:  genetik (keturunan)  asupan nutrisi (makan, minum, camilan)  penyerapan usus, pengeluaran  aktivitas fisik  metabolisme tubuh, hormon  penyakit kronik : jantung, tbc,infeksi saluran kemih  kadar air dan lemak tubuh
  • 20.
    POTENSI TINGGI BADAN(GENETIK) PADA UMUR 18 TAHUN • Laki = (Tinggi Ayah + tinggi Ibu + 13 cm ) +/- 8.5cm 2 • Perempuan =( Tinggi Ayah + ibu –13 cm) +/- 8.5cm 2 TINGGI BADAN
  • 21.
    LINGKAR KEPALA Berhubungan denganperkembangan volume otak • Lingkar kepala lebih besar dari normal (makrosefali) 88% IQ normal, 5 % keterbelakangan mental ringan, 7 % keterbelakangan mental berat (Lober & Priestly, 1981) • Lingkar kepala lebih kecil dari normal (mikrosefali) keterbelakangan mental
  • 22.
    C. Aspek perkembanganyg dipantau • Motorik kasar • Motorik halus • Kemampuan bicara dan bahasa • Sosialisasi dan kemandirian
  • 23.
    1. Masa intrauterin (prenatal = janin) Tiga periode: - Masa zigot : konsepsi – 2 minggu - Masa embrio: 2 minggu – 8/12 minggu - Masa fetus: 9/12 minggu – akhir kelahiran a. Masa fetus dini : 9 minggu – trimester II intra uterin b. Masa fetus lanjut: trimister terakhir D. Periode Tumbuh Kembang
  • 24.
    2. Masa ekstrauterin (postnatal = setelah lahir): • Masa neonatal: 0-28 hari • Neonatal dini : 0-7 hari, • Neonatal lanjut : 8-28 hari • Masa bayi: 0 hari-11 bulan • Masa balita: 12 – 59 bulan • Masa pra-sekolah: 60- 72 bulan
  • 25.
    • Mengangkat kepala450 • Menggerakkan kepala dari kiri/kanan ke tengah • Melihat/ menatap wajah • Mengoceh spontan/ bereaksi dgn mengoceh • Tertawa keras • Terkejut/ bereaksi terahdap suara keras • Membalas tersenyum • Mengenal ibu dgn penglihatan, penciuman, pendengaran, kontak Tahapan perkembangan Umur 0-3 bulan
  • 26.
    • Berbalik daritelungkup ke telentang • Mengangkat kepala setinggi 90 • Pertahankan kepala tetap tegak dan stabil • Menggenggam pensil • Meraih benda yang ada dalam jangkauan • Memegang tangan sendiri • Berusaha memperluas pandangan • Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil • Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi • Tersenyum ketika melihat mainan/ gambar yang menarik saat bermain sendiri …tahap perkembangan Umur 3-6 bulan
  • 27.
    • Duduk sendiri •Belajar berdiri, kedua kaki menyangga sebagian berat badan • Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang • Memindahkan benda dari satu tangan ketangan lainnya • Memungut 2 benda, dengan masing-masing tangan • Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup • Bersuara tanpa arti, mamama-bababa-dadada-tatata • Mencari mainan yang dijatuhkan • Bermain tepuk tangan/ ciluk- baa • Bergembira dengan melempar bola • Makan kue sendiri …tahap perkembangan Umur 6-9 bulan
  • 28.
    • Mengangkat badannyakeposisi berdiri • Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi • Berjalan dituntun • Mengulurkan lengan untuk meraih benda yang diinginkan • Menggenggam erat pensil • Memasukkan benda kemulut • Mengulang/ menirukan bunyi yg didengar • Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti • Mengeksplorasi sekitar, ingin tau, ingin menyentuh apa saja • Bereaksi terhadap suara perlahan atau bisikan • Senang diajak bermain ciluk-baa • Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yg belum dikenal …tahap perkembangan Umur 9-12 bulan
  • 29.
    • Berdiri sendiritanpa pegangan • Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali • Memanggil ayah dengan kata ‘papa’, ibu ‘mama’ • Menumpuk 2 kubus • Memasukkan kubus ke kota • Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menagis/ merengek, anak bisa mengelurkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu • Memperlihatkan rasa cemburu/ baersaing …tahap perkembangan Umur 12-18 bulan
  • 30.
    • Berdiri sendiritanpa berpegangan 30 detik • Berjalan tanpa terhuyung • Bertepuk tangan, melambai • Menumpuk 4 buah kubus • Memungut benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk • Menggelindingkan bola kearah sasaran • Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti • Menirukan pekerjaan rumah tangga • Memegang cangkir sendiri, belajar makan, minum sendiri …tahap perkembangan Umur 18-24 bulan
  • 31.
    • Naik tanggasendiri • Dapat bermain dan menendang bola kecil • Mencoret-coret pensil pada kertas • Bicara dengan baik dengan 2 kata • Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta • Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih • Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta • Makan sendiri tanpa banyak tumpah • Melepas pakaiannya sendiri …tahap perkembangan Umur 24-36 bulan
  • 32.
    • Berdiri 1kaki 2 detik • Melompat kedua kaki diangkat • Mengayuh sepeda roda tiga • Menggambar garis lurus • Menumpuk 8 buah kubus • Mengenal 2-4 warna • Menyebut nama, umur, tempat • Mengerti arti kata diatas, dibawah, didepan • Mendengarkan cerita • Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri • Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan • Mengenakan sepatu sendiri • Mengenakan ceklana panjang, kemeja, baju …tahap perkembangan Umur 36-48 bulan
  • 33.
    • Berdiri 1kaki 6 detik • Melompat-lompat 1 kaki • Menari • Menggambar tanda silang • Menggambar lingkaran • Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh • Mengancing baju atau pakaian boneka • Menyebut nama lengkap tanpa dibantu • Senang menyebut kata-kata baru • Senang bertanya tentang sesuatu • Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar • Bicaranya mudah dimengerti • Bisa membandingkan/ membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya • Menyebur angka, menghitung jari • Menyebur nama-nama hari • Berpakaian sendiri tanpa dibantu • Menggosok gigi tanpa dibantu • Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu …tahap perkembangan Umur 48-60 bulan
  • 34.
    • Berjalan lurus •Berdiri dengan 1 kaki selama 11 detik • Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap • Menggambar segi empat • Menangkap bola kecil dengan kedua tangan • Mengerti arti lawan kata • Mengerti pembicaraan yg menggunakan 7 kata atau lebih • Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya • Mengenal angka, bisa menghitung angka 5-10 • Mengenal warna-warni • Mengungkap simpati • Mengikuti aturan permainan • Berpakaian sendiri tanpa dibantu …tahap perkembangan Umur 60-72 bulan
  • 35.
    • Gangguan bicaradan bahasa • Cerebral palsy • Sindroma Down • Perawakan pendek • Autisme • Retardasi mental • Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) E. Gangguan Tumbuh Kembang
  • 36.
    PENGERTIAN DETEKSI DINITUMBUH KEMBANG ANAK Adalah kegiatan/pemeriksaan untuk menemukan penyimpangan Perkembangan secara dini agar lebih mudah diintervensi Bila penyimpangan terlambat dideteksi, maka lebih sulit diintervensi dan akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak
  • 37.
    PENENTUAN UMUR ANAK Pedomandari CDC (Center of Diseases Control) tahun 2000: 1. Umur lebih atau kurang 16 s/d 30 hari, dibulatkan menjadi 1 bulan. contoh: 20 bulan + 17 hari = 21 bulan 19 bulan – 16 hari = 18 bulan
  • 38.
    PENENTUAN UMUR ANAK Pedomandari CDC (Center of Diseases Control) tahun 2000: 2. Umur lebih atau kurang 1 s/d 15 hari, dibulatkan menjadi 0 bulan Contoh: 20 bulan + 15 hari = 20 bulan 19 bulan – 14 hari = 19 bulan
  • 39.
    LATIHAN SOAL • NengImas anak dari Ny Molly (22 th) dan Tn Irwan (30 th) lahir tanggal 22 Peb 2016 datang ke posyandu Jatinangor pada tanggal 17 November 2017 : 1. Berapa bulan usia Neng Imas?
  • 40.
    Jawaban Hari buka Posyandu17 – 11 - 2017 2017 – 11 - 17 Tanggal Lahir 22 – 02 - 2016 2016 – 02 - 22 Usia Anak 25 hr – 8 bln –1 thn 1 th 9 bln – 1 bln Usia Bulan Penuh 20 Bulan 25 hari 21 Bulan – 1 bln = 20 bln 25 hari Kesimpulan : Untuk pemantauan pertumbuhan : 20 bulan Untuk pemantauan perkembangan : 21 bulan gunakan kelompok usia 21 bulan atau 24 bulan
  • 41.
    LATIHAN SOAL Hasil penimbangandi Posyandu an Neng Imas BB 9,4 kg dan TB 77 Cm, hasil pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA) 47 cm : Bagaimana hasil grafik : a . BB menurut Umur ? b. TB menurut Umur? c. BB menurut TB ? d. LKA ?
  • 42.
    Jawaban Hasil penimbangan BB9,4 kg dan TB 77 Cm, hasil pengukuran Lingkar Kepala Anak (LKA) 47 cm : Bagaimana hasil grafik : a . BB menurut Umur ? Hijau muda = potensi normal b. TB menurut Umur? < 2 SD = potensi kurus c. BB menurut TB ? – 2 SD sd 2 SD = Normal d. LKA ? Warna hijau = Normal
  • 43.
    HITUNG IMT • BB= 15,6 KG • TB = 104 CM = 1,04 M • JK = LAKI – LAKI • IMT = 15,6/(1,04X1,04) = 15,6/1.0816 = 14.42
  • 44.
    KAPAN HARUS DETEKSIDINI? Jenis skrining/Deteksi Dini Penyimpangan Tumbuh Kembang Umur anak Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan Deteksi Dini penyimpangan Mental Emosional BB/TB LK KPSP TDL TDD KMPE MCHAT GPPH 0 bulan v v v 3 bulan v v v v 6 bulan v v v v 9 bulan v v v v 12 bulan v v v v 15 bulan v v v 18 bulan v v v v v 21 bulan v v v v 24 bulan v v v v v 30 bulan v v v v 36 bulan v v v v v v v v 42 bulan v v v v v v v 48 bulan v v v v v v v 54 bulan v v v v v v v 60 bulan v v v v v v v 66 bulan v v v v v v v 72 bulan v v v v v v v
  • 46.
  • 47.
    C. Deteksi DiniPenyimpangan Perkembangan • KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) • TDD (Tes Daya Dengar)  TDD Modifikasi • TDL (Tes Daya Lihat)
  • 48.
    Kuesioner Pra SkriningPerkembangan (KPSP) DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERKEMBANGAN Interpretasi: Jika jawaban/dapat melakukan : 9-10 : perkembangan anak SESUAI (S) 7-8 : perkembangan anak MERAGUKAN (M) < 7 : perkembangan anak ada PENYIMPANGAN (P)
  • 49.
    …Deteksi Dini PenyimpanganPerkembangan 1.Tanya perkembangan anak dengan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) mulai umur 3 bulan : • minimal tiap 3 bln sampai umur 2 thn • minimal tiap 6 bulan umur 2 - 6 thn.
  • 50.
    1. KUESIONER PRASKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) BAYI UMUR 3 BULAN Alat dan bahan yang dibutuhkan: - Wool merah YA TIDAK Bayi Terlentangkan: 1 Pada waktu bayi terlentang, apakah masing-masing lengan dan tungkai bergerak dengan mudah? Jawaban TIDAK bila salah satu atau kedua tungkai atau lengan bayi bergerak tak terarah/tak terkendali Gerak Kasar 2 Pada waktu bayi terlentang apakah ia melihat dan menatap wajah anda? Sosialisasi dan Kemandirian 3 Apakah bayi dapat mengeluarkan suara-suara lain (ngoceh) selain menangis? Bicara dan Bahasa 4 Pada waktu anda mengajak bayi berbicara dan tersenyum, apakah ia tersenyum kembali kepada anda Sosialisasi dan Kemandirian 5 Apakah bayi suka tertawa keras walau tidak digelitik atau diraba-raba? Bicara dan Bahasa 6 Ambil wool merah, letakkan di atas wajah di depan mata, gerakkan wool dari samping kiri ke kanan kepala Apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari kanan/kiri ke tengah? Gerak Halus 7 Ambil wool merah, letakkan di atas wajah di depan mata, gerakkan wool dari samping kiri ke kanan kepala Apakah ia dapat mengikuti gerakan anda dengan menggerakkan kepalanya dari satu sisi hampir sampai pada sisi yang lain? Gerak Halus Bayi Telungkupkan: 8 Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya seperti pada gambar ini? Gerak Kasar 9 Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya sehingga membentuk sudut 45˚ seperti pada gambar? Gerak Kasar 10 Pada waktu bayi telungkup di alas yang datar, apakah ia dapat mengangkat kepalanya dengan tegak seperti pada gambar? Gerak Kasar
  • 51.
    KPSP PADA ANAKUMUR 21 BULAN Alat dan bahan yang dibutuhkan: - Kismis - Bola tenis - Kubus YA TIDAK Anak dipangku ibunya / duduk sendiri ditepi meja periksa 1 Letakkan kismis diatas meja dekat anak, apakah anak dapat mengambil dengan ibu jari dan telunjuk? Gerak Halus 2 Gelindingkan bola tenis kearah anak, apakah dapat mengelindingkan/melempar bola kembali kepada anak? Gerak Halus 3 Beri kubus didepannya. Minta anak meletakkan 1 kubus diatas kubus lainnya (1 tingkat saja) Gerak Halus Tanya ibu : 4 Apakah anak dapat menunjukkan apa yang diinginkan tanpa menangis atau merengek? Sosialisasi dan Kemandirian 5 Apakah anak dapat minum dari cangkir/gelas sendiri tanpa tumpah? Sosialisasi dan Kemandirian 6 Apakah anak suka meniru bila ibu sedang melakukan pekerjaan rumah tangga (menyapu, mencuci, dll) Sosialisasi dan Kemandirian 7 Apakah anak dapat mengucapkan minimal 3 kata yang mempunyai arti (selain kata mama dan papa)? Bicara dan Bahasa 8 Apakah anak pernah berjalan mundur minimal 5 langkah? Gerak Kasar Berdirikan anak: 9 Letakkan kubus di lantai, minta anak memungut, apakah anak dapat memungut dan berdiri kembali tanpa berpegangan? Gerak Kasar 10 MInta anak berjalan sepanjang ruangan, dapatkan ia berjalan tanpa terhunyung/jatuh? Gerak Kasar TOTAL
  • 52.
    KPSP PADA ANAKUMUR 36 BULAN Alat dan bahan yang dibutuhkan: - Kubus - Bola Tenis - Kertas - Pensil - Form Gambar YA TIDAK Anak dipangku ibunya / duduk sendiri ditepi meja periksa : 1 Beri kubus di depannya. Dapatkah anak meletakkan 4 buah kubus satu persatu di atas kubus yang lain tanpa menjatuhkan kubus itu? Gerak Halus 2 Apakah anak dapat menyebut 2 diantara gambar- gambar ini tanpa bantuan? (Menyebut dengan suara binatang tidak ikut dinilai) Bicara dan Bahasa 3 Bila diberi pensil, apakah anak mencoret-coret kertas tanpa bantuan/petuniuk? Gerak Halus 4 Buat garis lurus ke bawah sepanjang sekurang- kurangnya 2.5 cm. Suruh anak menggambar garis lain di samping garis ini. Jawab YA bila ia menggambar garis seperti ini: Jawab TIDAK bila ia menggambar garis seperti ini: Gerak Halus Tanya ibu : 5 Dapatkah anak menggunakan 2 kata berangkai pada saat berbicara seperti "minta minum", "mau tidur''? "Terimakasih" dan "Dadag" tidak ikut dinilai Bicara dan Bahasa 6 Dapatkah anak mengenakan sepatunya sendiri? Sosialisasi dan Kemandirian 7 Dapatkah anak mengayuh sepeda roda tiga sejauh sedikitnya 3 meter? Gerak Kasar Minta anak untuk berdiri : 8 lkuti perintah ini dengan seksama. Jangan memberi isyarat dengan telunjuk atau mata pada saat memberi- kan perintah berikut ini: "Letakkan kertas ini di lantai". "Letakkan kertas ini di kursi". "Berikan kertas ini kepada ibu". Dapatkah anak melaksanakan ketiga perintah tadi? Bicara dan Bahasa 9 Letakkan selembar kertas seukuran buku ini di lantai. Apakah anak dapat melompati bagian lebar kertas dengan mengangkat kedua kakinya secara bersamaan tanpa didahului lari? Gerak Kasar
  • 53.
    D. DETEKSI DINIPENYIMPANGAN PENDENGARA (TEST DAYA DENGAR (TDD) • Kalau ada salah satu ada jawab tidak, maka adalah masalah/penyimpangan pada pendengaran. --> rujuk
  • 54.
    …Test Daya Dengar(TDD) Umur lebih dari 3 bulan sampai 6 bulan Ya Tidak 1. Kemampuan Ekspresif Apakah bayi anda dapat tertawa keras? Apakah bayi dapat bermain menggelembungkan mulut seperti meniup balon? 1. kemampuan Reseptif: Apakah bayi memberi respons tertentu, seperti menjdi lebih riang bila anda datang? Pemeriksa duduk menghadap bayi yang diapangku orang tuanya, bunyikan bel disamping tanpa terlihat bayi, apakah bayi itu menoleh ke samping? 1. Kemampuan Visual Pemeriksa menatap maya bagi sekitar 45 cm, lalu gunakan mainan untuk menarik pandangan bayi ke kiri, kanan, atas dan bawah, Apakah bayi dapat mengikutinya? Apakah bayi berkedip bila pemeriksa melakukan gerakan menusuk mata, lalu berhenti sekitar 3 cm tanpa menyentuh mata? Total jawaban Tidak
  • 55.
    …Tes daya dengar(TDD) Umur lebih dari 6 bulan sampai 12 bulan: Ya Tidak 1. Kemampuan Ekspresif Apkah bayi dapat membuat suara berulang seperti mamamama, babababa Apakah bayi dapat memanggil mama atau papa, walaupun tidak untuk memanggil orang tuanya? 1. Kemampuan Reseptif: Pemeriksa duduk menghadap bayi yang dipangku orang tuanya, bunyikan bel di samping bawah tanpa terlihat bayi, apakah bayi langsung menoleh ke samping bawah? Apakah bayi mengikuti perintah tanpa dibantu gerakan badan, seperti stop, berikan mainanmu? 1. Kemampuan Visual; Apakah bayi mengikutui perintah dengan dibantu gerakan badan, seperti stop, berikan mainanmu? Apakah bayi secara spontan memulai permainan dengan gerakan tubuh, seperti pok ame-ame atau cilukba Total jawaban Tidak
  • 56.
    …Tes daya dengar(TDD) Umur lebih dari 12 bulan sampai 18 bulan: Ya Tidak 1. Kemampuan Ekspresif; Apakah anak dapat memanggil mama atau papa, hanya untuk memanggul orang tuanya? Apakah anak meulai menggunakan kata-kata lain, selain kata mama,papa anggota keluarga lain dan hewan peliharaan? 1. Kemampuan Reseptif: Pemeriksa duduk mengahdap bayi yang dipangku orang tuanya, bunyikan bel di samping bawah tanpa terlihatbayi, apakah bayi langsung menoleh ke samping bawah? Apakah anak mengikuti perintah tanpa dibantu gerakan badan, seperti stop, berikan mainanmu? 1. Kemampuan Visual: Pakah anak secara spontan memaulai permainan dengan gerakan tubuh, seperti pok kame-ame atau cilkuba? Apakah anak anda menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan cara memegang dengan semua jari? Total jawaban Tidak
  • 57.
    Umur lebih dari18 bulan sampai 24 bulan: Ya Tidak 1. Kemampuan Ekspresif: Apakah anak dapat mengucapkan dua atau lebih kata yang menunjukkan keinginan, seperti susu, minum, lagi? Apakah anak secara spontan mengatgakan 2 kombinasi kata, seperti mau bobo, lihat papa? 1. Kemampuan Reseptif; Apakah anak dapat menunjukkan paling sedikit satu anggota badan, missal mana hidungmu? Mana matamu? Tanpa diberi contoh? Apakah anak dapat mengerjakan 2 macam perintah dalam satu kalimat, seperti ambil sepatumu dan taruh disini, tanpa diberi contoh? 1. Kemampuan Visual; Apakah anak secara spontan memulai permainan dengan gerakan tubuh, seperti pok ame-ame atau cilukba? Apakah anak anda menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan carra memegang dengan semua jari? …Tes daya dengar (TDD)
  • 58.
    …Tes daya dengar(TDD) Umur lebih dari 24 bulan sampai 30 bulan Ya Tidak 1. Kemampuan Ekspresif: Apakah anak muli menggunakan kata-kata lain, selain kata mama,papa, anggota keluargalain dan hewan peliharaan? Apakah anak mulai menguapkan kata yang berarti “milik” missal susu kamu, bonekaku? 1. Kemampuan Reseptif; Apakah anak dapat mengerjakan 2 macam perintah dalam satu kalimat, sepperti ambil sepatu dan taruh disini, tanpa diberi contoh? Apakah anak dpat menunjuk minimal 2 nama benda di depannya (cangkir, bola, sendok)? 1. Kemampuan Visual; Apakah anak secara spontan memulai permainan dengan gerakan tubuh, seperti pok ame-ame atau cilukba? Apakah anak anada menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan cara memegang dengan semua jari? Total jawaban Tidak
  • 59.
    …Tes daya dengar(TDD) Umur lebih dari 30 bulan sampai 36 bulan 1. Kemampuan Ekspresif Apakah anak sudah dapat mengucapkan kata depan. Seperti di atas, di dalam, dibawah? Apakah anak dapat mengucapkan 2 atau 3 kalimat dalam permbicaraan? Ya Tidak 1. Kemampuan Reseptif: Apakah anak dapat menunjuk minimal 2 nama benda di depannya (cangkir, bola, sendok)? Apakah anak dpat menunjukkan minimal 2 nama benda di depannya sesuai fungsinya (misal untuk minum: cangkir, untuk dilempar; bola, untuk makan; sendok, untuk menggambar; pensil warna)? Ya Tidak 1. Kemampuan Visual: Apakah anak secara spontan memulai permainan dengan gerakan tubuh seperti pok ame-ame atau cilukba? Apakah anak anda menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan cara memegang dengan semua jari?
  • 60.
    …Tes daya dengar(TDD) Umur lebih dari 36 bulan 1. Kemampuan Ekspresif Apakah anak dapat menyebutkan nama benda dan kegunaannya? Cangkir untuk minum, bola untuk dilempar, pernsil warna untuk menggambar, sendok untuk makan? Apakah lebih dari tiga perempat orang mengeri apa yang dibicarakan anak anda? Ya Tidak 1. Kemampuan Reseptif: Apakah anak dapat menunjukkan minimal 2 nama benda di depannya, sesuai fungsinya (missal untuk minum: cangkir, untuk dilempar; bola, untuk makan: sendok; untuk menggambar; pensil warna)? Apakah anak dapat mengerjakan perintah yang disertai kata depan? (misal: sekarang kubus itu di bawah meja, toong taruh di atas meja)? Ya Tidak 1. Kemampuan Visual: Apakah anak secara spopntan memulai permainan dengan gerakan tubuh? Seperti pok ame-ame atau cilukba? Apakah anak anda menunjuk dengan jari telunjuk bila ingin sesuatu, bukan dengan cara memegang dengan semua jari?
  • 61.
    Hasil Pemeriksaan Interpretasi Tindakan Tidak adajawaban “Tidak” Sesuai umur Puji keberhasilan orangtua/pengasuh. Lanjutkan stimulasi sesuai umur. Jadwalkan kunjungan berikutnya Jawaban “Tidak” 1 atau lebih Penyimpangan Rujuk ke RS Rujukan Tumbuh Kembang level 1
  • 62.
    E. DETEKSI DINIPENYIMPANGAN PENGLIHATAN(TES DAYA LIHAT (TDL) • Mulai umur 3 tahun, ulang tiap 6 bulan • Dikerjakan oleh tenaga kesehatan atau guru Alat dan Sarana : 1. Ruangan 2. Dua buah kursi 3. Poster huruf E dan penunjuk 4. Guntingan huruf E
  • 64.
    TES DAYA LIHAT(TDL) Cara: Cara: Gantungkan poster 3 m dari anak, setinggi mata anak dalam posisi duduk latih anak megarahkan kartu E dengan benar ke atas, bawah, kanan, kiri, sesuai yang ditunjuk pada poster
  • 65.
    TES DAYA LIHAT(TDL) Cara: Cara: Tutup sebelah mata dengan kertas Tunjuk huruf E pada poster satu persatu mulai baris 1 -4 Puji bila anak dapat mencocokkan arah huruf E Ulangi pada mata sebelahnya.
  • 66.
    TES DAYA LIHAT(TDL) Interpretasi (penafsiran) Bila tdk dapat mencocokkan posisi E s/d baris ketiga gangguan daya lihat Intervensi (tindakan) : rujuk
  • 67.
    D. Deteksi DiniPenyimpangan Mental Emosional • KMPE (Mental Emosional) • M-CHAT (Autis) • CONNERS (gangguan pemusatan perhatian & hiperaktif/GPPH)
  • 68.
    DETEKSI DINI PENYIMPANGAN PERILAKU 1.KUESIONER GPPH 2. Tidak kenal lelah, aktifitas berlebihan 3. Mudah gembira, impulsif 4. Mengganggu anak lain 5. Gagal selesaikan kegiatan, perhatian singkat 6. Gerakkan anggota badan / kepala terus menerus 7. Kurang perhatian, mudah teralihkan 8. Permintaan harus segera dipenuhi, mudah frustasi 9. Mudah menangis 10. Suasana hati mudah berubah, cepat dan drastis 11. Ledakkan kekesalan, tingkah laku eksplosif dan tak terduga Kuesioner Kuesioner Masalah Mental Emosi 1.Sering terlihat marah 2.Menghindar dari teman-teman 3.Perilaku merusak dan menentang lingkungan 4.Takut atau kecemasan berlebihan 5. Konsentrasi buruk / sulit 6. Kebingungan 7. Perubahan pola tidur 8. Perubahan pola makan 9. Sakit kepala, sakit perut, keluhan fisik 10. Putus asa 11. Kemunduran perilaku 12. Perbuatan yang diulang-ulang Kusioner CHAT (Autis) A. A.Pertanyaan pada orangtua / pengasuh Pertanyaan pada orangtua / pengasuh 1.Senang di ayun-ayun, diguncang-guncang 2.Tertarik memperhatikan anak lain 3.Suka memanjat tangga 4.Suka main ciluk-ba, petak umpet 5.Bermain pura-pura membuat minuman 6.Meminta dengan menunjuk 7.Menunjuk benda 8.Bermain dengan benda kecil 9.Memberikan benda utk menunjukkan sesuatu B. Pengamatan perilaku anak B. Pengamatan perilaku anak • Anak memandang mata pemeriksa • Anak melihat ke benda yang ditunjuk • Bermain pura-pura membuat minum • Menunjjuk benda yang disebut • Menumpuk kubus
  • 69.
    2. Kuesioner MasalahPerilaku Dan Emosional (KMPE) Interpretasi (penafsiran) KMPE Jawaban Ya > 1 : kemungkinan anak mengalami masalah mental emosional.
  • 70.
    No PERTANYAAN YATIDAK 1 Apakah anak anda sering bereaksi negatif, marah atau tegang tanpa sebab yang jelas? (bereaksi negatif contohnya rewel, tidak sabaran, banyak menangis, mudah tersinggung atau bereaksi berlebihan bila merasa situasi tidak seperti yang diharapkannya atau kemauannya tidak terpenuhi) 2 Apakah anak anda tampak lebih memilih untuk menyendiri atau bermain sendiri, atau menghindar dari anak seumurnya atau orang dewasa? (ingin sendirian, menyendiri dengan ekspresi murung, tidak bersemangat, sedih, atau kehilangan minat terhadap hal-hal yang biasa sangat dinikmati) 3 Apakah anak anda cenderung bersikap menentang? (membantah, melawan, tidak mau menurut atau melakukan hal yang sebaliknya dari apa yang diminta, serta tampak tidak perduli ketika diberitahu atau ditegur) 4 Apakah anak anda mudah takut atau cemas berlebihan tanpa sebab yang jelas ? (misalnya takut pada binatang atau benda yang tidak berbahaya, terlihat cemas ketika tidak melihat ibu/pengasuhnya 5 Apakah anak anda sering sulit konsentrasi, perhatiannya mudah teralihkan atau banyak bergerak / tidak bisa diam? ( misalnya anak tidak bisa bertahan lama untuk bermain dengan satu permainan, mudah mengalihkan perhatian bila ada hal lain yang lebih menarik perhatian seperti bunyi atau gerakan, tidak bisa duduk dengan tenang, banyak bergerak atau cenderung berjalan / berlari mondar mandir) 6 Apakah anak anda lebih banyak menempel / selalu minta ditemani, mudah cemas dan tidak percaya diri ? (seakan minta perlindungan atau minta ditemani pada berbagai situasi, terutama ketika berada dalam situasi baru atau ada orang yang baru dikenalnya; mengekpresikan kecemasan serta terlihat tidak percaya diri)
  • 71.
    8 Apakah anakanda mengalami perubahan pola makan dari yang biasanya? (kehilangan nafsu makan, tidak mau makan sama sekali, atau sebaliknya makan berlebihan, sangat memilih jenis makanan atau membiarkan makanan lama dimulut tanpa dikunyah/ diemut) 9 Apakah anak anda seringkali mengeluh sakit kepala, sakit perut atau keluhan fisik lainnya dalam waktu-waktu tertentu? 10 Apakah anak anda mudah putus asa atau frustrasi dan sering menunjukkan emosi yang negatif ? (Seperti sedih atau kecewa yang berkepanjangan, mudah mengeluh, marah atau protes. Misal ketika anak merasa kesulitan dalam menggambar, lalu berteriak minta tolong, marah, atau kertasnya disobek) 11 Apakah anak anda menunjukkan kemunduran pola perilaku dari kemampuan yang sudah dimilikinya ? (seperti mengompol kembali, menghisap jempol, atau tidak mau berpisah dengan orangtua/pengasuhnya) 12 Apakah anak anda sering berkelahi, bertengkar, atau menyerang anak lain baik secara verbal maupun non-verbal ? (seperti misalnya mengejek, meneriaki, merebut permainan, atau memukul temannya) 13 Apakah anak anda sering diperlakukan tidak menyenangkan oleh anak lain atau orang dewasa? (seperti misalnya ditinggal bermain, dihindari, diejek, dikata-katai, direbut mainannya atau disakiti secara fisik) 14 Apakah anak anda cenderung berperilaku merusak atau cenderung selalu ingin menang atau menguasai. (Misalnya merusak benda, menyakiti dirinya atau binatang) TOTAL
  • 72.
    2. Kuesioner MasalahPerilaku Dan Emosional (KMPE) Intervensi (tindakan): Intervensi (tindakan): 1. 1. Bila ditemukan 1 atau lebih masalah mental emosional : • Lakukan konseling pada orang tua menggunakan Buku Pedoman Pola Asuh yang mendukung perkembangan anak. • Evaluasi setelah 3 bulan, • bila tidak ada perubahan rujuk ke Rumah Sakit yang ada fasilitas tumbuh kembang anak / kesehatan jiwa.
  • 73.
    2. Kuesioner MasalahPerilaku Dan Emosional (KMPE) Intervensi (tindakan): Intervensi (tindakan): 2. Bila ditemukan 2 atau lebih masalah mental emosional, rujuk anak ke Rumah Sakit. Dalam surat rujukan harus ditulisakan jumlah dan masalah mental emosional yang ditemukan.
  • 74.
    RINGKASAN KUESIONER DETEKSIGANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIFITAS GPPH)  Tidak kenal lelah, aktifitas berlebihan  Mudah gembira, impulsif  Mengganggu anak lain  Gagal selesaikan kegiatan, perhatian singkat  Gerakkan anggota badan / kepala terus menerus
  • 75.
    RINGKASAN KUESIONER DETEKSIGANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN DAN HIPERAKTIFITAS GPPH)  Kurang perhatian, mudah teralihkan  Permintaan harus segera dipenuhi, mudah frustasi  Mudah menangis  Suasana hati mudah berubah, cepat dan drastis  Ledakkan kekesalan, tingkah laku eksplosif dan tak terduga
  • 76.
    INTERVENSI DAN RUJUKAN DINIPEYIMPANGAN TUMBUH KEMBANG ANAK
  • 77.
    Tujuan intervensi danRujukan Penyimpangan Tumbuh Kembang Anak • Untuk segera memperbaiki dan mengatasi masalah penyimpangan perkembangan sehingga anak dapat tumbuh kembang sesuai potensinya • Sedini mungkin, usia anak < 5 tahun  golden periode
  • 78.
    Pengertian • Intervensi penyimpanganperkembangan adalah : tindakan tertentu pada anak yang perkembangan kemampuannya menyimpang karena tidak sesuai dengan umurnya • Tindakan intervensi dini stimulasi merupakan perkembangan terarah yang dilakukan secara intensif dirumah selama 2 minggu, yang dikuti dengan evaluasi hasil intervensi stimulasi perkembangan
  • 79.
    Indikasi Intervensi perkembangan :atas indikasi : 1. Perkembangan anak meragukan (M) 2. Anak yang ditemukan mempunyai masalah/penyimpangan perkembangan, sedangkan umur saat dilakukan skrining belum pada waktunya dilakukan skrining
  • 80.
    A. INTERVENSI PERKEMBANGAN •Atas Indikasi : Perkembangan anak meragukan/ tidak sesuai dengan yg harus dimilikinya nilai dengan 7-8 • Intervensi dilakukan dengan memberi stimulasi pada aspek yang tidak sesuai tsb & umur stimulasi yg lebih muda dari umur anak
  • 81.
    A. INTERVENSI PERKEMBANGAN •Atas Indikasi : Beri petunjuk kepada orangtua dan intervensi intensif setiap hari 3-4 jam selama 2 minggu • Kontrol setelah 2 minggu dan evaluasi (KPSP sesuai umur skrining terdekat)
  • 82.
    Umur 3 bulanbayi tidak membalas tersenyum Intervensi Ajak bayi tersenyum dan bicara sesering mungkin Tunjukan wajah yang cerah pada bayi Peluk, belai, cium bayi sesering mungkin Gerakan lembut, penuh kasih sayang
  • 83.
    Umur 6 bulanbelum bisa tengkurap dengan kepala tegak Intervensi :  Tidurkan tengkurap, beri benda warna cerah / berbunyi, sampai bayi bisa angkat kepala  Tidur tengkurap, tekan-tekan otot punggung dari arah leher ke bawah, sampai bayi bisa angkat kepala
  • 84.
    Umur 6 bulanbelum bisa tengkurap dengan kepala tegak Intervensi :  Bila otot punggung & bahu lemah  tengkurapkan di atas bantal, taruh mainan / ajak bicara  Cara gendong harus benar  anak dapat  menegakkan kepala, tangan & kaki bebas bergerak (gendong di depan dada ibu)
  • 85.
    Umur 9 bulantidak mengoceh dadada..mamama Intervensi :  Ajak bicara anak sesering mungkin  Usahakan selalu menatap muka anak bila berbicara agar anak dapat melihat bibir dan mata si pembicara  Sebutkan nama benda, gambar
  • 86.
    Umur 9 bulantidak mengoceh dadada..mamama Intervensi :  Dudukkan anak, berikan benda yang berbunyi dari arah samping kiri / kanan bergantian, ulangi.  Bila tidak ada reaksi  curiga gangguan pendengaran  rujuk
  • 87.
    Umur 9 bulanbelum bisa bermain dengan benda-benda Intervensi  Dudukan bayi dipangkuan  Letakkan mainan ditangannya supaya digenggam, tarik pelan- pelan  Letakkan di depan bayi mainan yang bisa dipegang dan tidak tajam  Ajarkan untuk meraih dan memegang mainan tersebut
  • 88.
    Umur 9 bulanbelum bisa bermain dengan benda-benda Intervensi  Ajarkan memindahkan mainan dari tangan kanan ke kiri  Letakkan benda yang lebih kecil : potongan biskuit  Ajarkan untuk mengambil biskuit  Bila berhasil berikan pujian dengan gembira  Latihlah berulang-ulang, dengan kasih sayang
  • 89.
    B.EVALUASI HASIL INTERVENSI Setelahintervensi selama 2 minggu  evaluasi • Bila berhasil (anak dapat melakukan) berikan pujian pada ibu bila intervensi berhasil • Bila belum berhasil (anak belum dapat melakukan) – tanyakan cara intervensi, apakah caranya benar – lakukan pemeriksaan lebih teliti – Intervensi lagi 2 minggu : bila belum berhasil rujuk
  • 90.
    B.EVALUASI HASIL INTERVENSI Carimasalah gizi : • Beri makan bergizi (menu seimbang) • Porsi kecil tapi sering • Beri makanan lebih sering setelah sembuh sakit • ASI teruskan sampai usia 2 tahun Cari penyakit lain yang bisa sebabkan penyimpangan
  • 91.
    2. RUJUKAN DINIPENYIMPANGAN DAN PERKEMBANGAN ANAK
  • 92.
    Alur Rujukan Anak 0-6tahun Deteksi Dini Tumbuh Kembang Sesuai Meragukan Penyimpangan Stimulasi rutin di rumah Tindakan Intervensi 2 minggu Evaluasi Hasil Intervensi Setelah 2 minggu Sesuai Meragukan Penyimpangan Tindakan Intervensi 2 minggu Evaluasi Hasil Intervensi Setelah 2 minggu Sesuai Meragukan Penyimpangan Rujuk ke klinik tumbuh kembang RS untuk Tk. Puskesmas dan jaringannya : Bidan, Perawat Tk. Puskesmas dan jaringannya : Tim medis : Dokter, Bidan, Perawat, Nutrisionis, Nakes lain Tk. RS rujukan : Klinik Tumbuh Kembang : Tim dokter spesialis, Nutrisionis, Terapis, Laboratorium, Pemeriksaan Penunjang
  • 93.
    Tempat Pelaksanaan SDIDTK Intergrasikan denganKelas ibu Balita, BKB dan Posyandu Fasyankes : RS, Puskesmas, Pustu, Polindes Luar Fasyankes :Posyandu, PAUD/TK BKB, TPA dll Agar ibu/Keluarga konsentrasi: - Tersedia ruang/ pojok bermain, upayakan mainan tidak berbunyi/ berisik - Ajak suami/ anggota keluarga
  • 94.
    Pelayanan Pelaksana Alatyang digunakan Deteksi Dini Penyimpangan Pertumbuhan Orang tua, kader,petugas PAUD, BKB, TPA dan guru TK KMS Timbangan Dacin Buku KIA Deteksi dini penyimpangan perkembangan Orang tua, kader, BKB, TPA tidak (tidak terlatih) KMS Timbangan Dacin Buku KIA KKA Petugas PAUD dan Guru TK terlatih kuisioner Praskrining Perkembangan (KPSP), Kusioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE) Tes Daya Dengar (TDD) , Tes Daya Lihat (TDL)
  • 95.
    Pelayanan Pelaksana Alatyang digunakan Deteksi penyimpangan Pertumbuhan Dokter, bidan, perawat, ahli Gizi dll Tabel BB/TB Grafik LK Timbangan, alat ukur TB Pita Pengukur LK Deteksi Penyimpangan Perkembangan KPSP, TDD, TDL KMPE, Modified Checklist for Autism in Toodler (M-CHAT), Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktik (GPPH)
  • 96.
    96 PENERAPAN SDIDTK DIPAUD PERAN PENDIDIK PAUD PERAN PETUGAS KESEHATAN  Mengisi identitas anak di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak  Melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan  Menuliskan hasil pengukuran dan pemeriksaan perkembangan di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak  Melakukan pemeriksaan perkembangan anak dengan KPSP  Mengisi Kuesioner Tes Daya Dengar (TDD)  Melakukan Tes Daya Lihat (TDL)  Mengisi kuesioner KMPE  Menentukan status gizi anak berdasarkan pengukuran tinggi badan, berat badan yang telah dilakukan oleh tenaga pendidik PAUD  Melakukan pengukuran lingkar kepala anak  Melakukan pemeriksaan Autis jika ada keluhan  Melakukan pemeriksaan GPPH jika ada keluhan  Menuliskan hasil pemeriksaan tersebut di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak  Melakukan intervensi kelainan gizi dan tumbuh kembang  Merujuk bila diperlukan
  • 97.
    97 PENERAPAN SDIDTK DIPOSYANDU PERAN KADER PERAN PETUGAS KESEHATAN  Mengisi identitas anak di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak  Melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan serta menuliskannya di formulir deteksi dini tumbuh kembang anak  Melakukan pengamatan kemampuan perkembangan anak dengan mengunakan check list perkembangan anak di buku KIA apakah sudah/belum sesuai dengan dengan mengunakan. bila sesuai berikan tanda rumput (V), bila belum sesuai beri tanda (-).  Memberikan penyuluhan kepada ibu / keluarga mengenai pentingnya stimulasi pada anak agar tumbuh kembang optimal  Merujuk anak ke meja 5. Pelayanan kesehatan bila : • Anak sakit • Anak mengalami permasalahan gizi • Anak dengan kemampuan perkembangan tidak sesuai usia • Ada indikasi/keluhan dari orang tua anak  Menentukan status gizi anak berdasarkan pengukuran tinggi badan, berat badan yang telah dilakukan oleh kader  Melakukan pengukuran lingkar kepala anak  Melakukan pemeriksaan perkembangan anak dengan KPSP pada anak yang kemampuan perkembangan nya tidak sesuai usia  Melakukan TDD, TDL  Mengisi Kuesioner KMPE  Melakukan pemeriksaan Autis dan GPPH jika ada keluhan  Menuliskan hasil pemeriksaan tersebut di formulir Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak  Melakukan intervensi kelainan gizi dan tumbuh kembang  Merujuk bila diperlukan
  • 98.
    Stimulasi/Rangsangan dan DeteksiDini Perkembangan Anak Tingkat Keluarga/Masyarakat • Gunakan Buku KIA • Lakukan rangsangan/stimulasi setiap saat dalam suasana yang menyenangkan • Jika pada usia tertentu , anak belum bisa melakukan minimal satu hal, bawa ke dokter/Bidan/Perawat
  • 99.
    PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI &PERKEMBANGAN ANAK Kebutuhan gizi, pemantauan perkembangan & stimulasi, disampaikan dalam satu kelompok umur Direktorat Bina Kesehatan Keluarga YANG BARU DI BUKU KIA 2015 Alat skrining pertumbuhan dan perkembangan anak
  • 100.
  • 101.
  • 102.
  • 103.
  • 104.
  • 105.
  • 106.
  • 108.
    Latihan Soal • NengImas menurut neneknya sudah bisa menyebutkan kursi, buku, gelas, piring, kacamata; kalau minum sendiri tanpa bantuan ; takut naik tangga tapi sudah bisa berlari; dinding penuh coretannya; tahu dan menunjukkan kuping, kaki, makan dan minum sendiri. Catat hasil pemantauan perkembangan di buku KIA Bagaimana pemenuhan gizi anak tsb? • Menurut nenek pula tersiar kabar bahwa ada tetangga di RW tempat tinggalnya ada anak umur 3 tahun “suka dianuin” selangkangannya oleh orang terdekatnya Catat no Hotline pengaduan jika ada yang mengalami pelecehan seksual pada anak tersebut
  • 109.
    Jawaban • Neng Imasmenurut neneknya sudah bisa menyebutkan kursi, buku, gelas, piring, kacamata; kalau minum sendiri tanpa bantuan ; takut naik tangga tapi sudah bisa berlari; dinding penuh coretannya; tahu dan menunjukkan kuping, kaki, makan dan minum sendiri. Catat hasil pemantauan perkembangan di buku KIA ? Hal 61 beri tanda (√), Hal 80 – 81 jika ada penyakit dan masalah perkembangan Pemenuhan Gizi lihat hal 60 • Menurut nenek pula tersiar kabar bahwa ada tetangga di RW tempat tinggalnya ada anak umur 3 tahun “suka dianuin” selangkangannya oleh orang terdekatnya Catat no Hotline pengaduan jika ada yang mengalami pelecehan seksual pada anak? Hal 86
  • 110.
    PENGINTEGRASIAN PADA KEGIATAN POSYANDU-PAUD-BKB(1) MASUK KELUAR TAMAN BERMAIN dan PMT Contoh
  • 111.
  • 112.
    PELAKSANAAN PENGEMBANGAN ANAKUSIA DINI MELALUI POSYANDU - BKB - POS PAUD Status Kesehatan/ imunisasi lengkap Status gizi anak baik Lingkungan yang aman dan sehat Stimulasi dan perawatan / pengasuhan yang benar Pendidikan anak usia dini Perlindungan terhadap tindak kekerasan & diskriminasi PENGEMBANGAN MODEL PELAYANAN : 1. Mengintegrasikan layanan yang sudah ada dengan membawa anak anak Paud/BKB pada hari H Posyandu 2. Pelayanan Posyandu di Pos PAUD secara terintegrasi, pelaksanaan pada satu tempat (memudahkan anak dan orangtua mendapatkan layanan)  layanan parenting/Kelas ibu Balita 112
  • 113.
    BENTUK KERJASAMA PEMENUHANPELAYANAN KESEHATAN BAGI ANAK USIA DINI DI PROGRAM PAUD 113 Kecamatan: Bidan Puskesmas, Petugas Gizi dan Penanggung Jawab Pos PAUD tingkat Kecamatan Ada MOU antara Penanggung Jawab Program PAUD Kab/ Kota dengan Kadinkes Kab/kota yang ditandatangani Bupati/walikota • Bersama melakukan pendataan anak usia dini dan membuat baseline data. Setiap balita memiliki Buku KIA/KMS dan pencatatan perkembangan • Pengelola Pos PAUD membawa anak usia dini pada hari buka POSYANDU • Pengelola Pos PAUD membawa anak usia dini ke Puskesmas pada untuk mendapat pelayanan SDIDTK • Bidan desa memberikan penyuluhan dan pelayanan bila dibutuhkan dan memungkinkan • Pemda memastikan ketersediaan kebutuhan akan pelayanan kesehatan termasuk DDTK penyelenggaraan Pos PAUD Tingkat • Penanggung Jawab Pos PAUD merujuk anak usia dini ke Puskesmas untuk DDTK • Penanggung Jawab Pos PAUD berkoordinasi dengan Puskesmas dalam penyelenggaraan DDTK di Pos PAUD Desa: Bidan Desa, Pengelola Pos PAUD/ PLKB dan Kader
  • 114.

Editor's Notes