SSAATTUUAANN AACCAARRAA PPEENNYYUULLUUHHAANN
Pokok Bahasan : Penyakit Colic Abdomen
Sasaran : Klien Ny. H
Waktu : 15 menit
Hari/Tanggal : Kamis, 24 Desember 2015
Tempat : RSUD Kab. Muna ( Ruang Flamboyan )
A. TUJUANINSTRUKSIONALUMUM
Pada akhir proses penyuluhan Keluarga dapat mengetahui penyakit Colic Abdomen dan hal-hal
apa saja yang dapat mengakibatkan timbulnya Colic Abdomen .
B. TUJUANINSTRUKSIONALKHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan :
1. Menyebutkan pengertian dari penyakit Colic Abdomen
2. Menyebutkan hal-hal apa saja yang dapat menimbulkan Colic Abdomen
3. Mengerti hal-hal yang harus dilakukan dalam mencegah timbulnya Colic Abdomen
C.SASARAN
Klien
D.MATERI
1. Pengertian Colic Abdomen
2. Menyebutkan hal-hal apa saja yang dapat menimbulkan Colic Abdomen
3. Mengerti hal-hal yang harus dilakukan dalan mencegah timbulnya serangan dan pada saat
timbulnya Colic Abdomen
E.METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
F. MEDIA
Leaflet Colic Abdomen
G. KEGIATAN PEYULUHAN
Tahap Kegiatan Kegiatan Perawat Kegiatan Klien Media
Pembukaan
(3 Menit)
- Salam pembukaan
- Memperkenalkan diri
- Menjelaskan maksud dan tujuan
- Menggali pengetahuan peserta
mengenai materi yang disampaikan
Tanya
Jawab
Penyajian
(10 menit)
Penyampaian materi
1. Menjelaskan dan menguraikan
tentang:
a. Pengertian Colic Abdomen
b. Penyebab Colic Abdomen
c. Tanda Dan Gejala Colic Abdomen
d. Pencegahan Colic Abdomen
e. Pentalaksanaan Colic Abdomen
2. Medemonstrasikan cara
melakukan penanganan Colic
Abdomen pada anak
3. Memberi kesempata peserta untuk
bertanya
4. Menjawab pertanyaan peserta
a. Memperhatikan
penjelasan dan
demonstrasi dengan
cermat
b. Menanyakan hal
yang belum jelas
c. Memperhatikan
jawaban penyuluh
Ceramah
& Tanya
jawab
Penutup
(2 menit)
- Evaluasi materi
1. Menyimpulkan hasil dari kegiatan
penyuluhan bersama peserta
2. Menutup kegiatan penyuluhan
dengan salam.
1. Mendengarkan dan
menjawab
pertanyaan
2. Peserta menjawab
salam
Tanya
jawab,
leaflat
H. KRITERIAEVALUASI
1. Evaluasi Struktur
· Keluarga/Ibu hadir ditempat penyuluhan
· Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang Pasien
· Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya
2. Evaluasi Proses
· Keluarga/Ibu antusias terhadap materi penyuluhan
· Keluarga/ Ibu tdk meninggalkan tempat penyuluhan
· Keluarga/ Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3. Evaluasi Hasil
· Clien mengetahui tentang hal apa saja yang dapat dilakukan dalam mencegah dan
menanggulangi penyakit Colic Abdomen
Lampiran
MATERI
PENYULUHAN COLIC ABDOMEN
Colic Abdomen adalah rasa nyeri pada perut yang sifatnya hilang timbul dan bersumber dari
organ yang terdapat dalam abdomen (perut).
1. Faktor Proteksi
Di dalam urin normal terdapat faktor proteksi seperti : magnesium, sitrat, pirofosfat dan berbagai
protein enzim seperti glikopeptida zinc, ribonuceleid acid dan khondroitin sulfat, neprocalcim
2. PH Urin
PH urin dalam sehari kadarnya bervariasi, tetapi pH rata-rata batas toleransi adalah antara 5,6 –
6,5. Perubahan pH urin ke arah lebih asam atau lebih basa akan mendorong terbentuknya kristal
garam.
Urin dengan pH asam memudahkan terbentuknya batu asam urat, sedangkan urin dengan pH
basa akan memudahkan terbentuknya batu kalsium dan batu struvit.
3. Nucleasi
Adanya partikel debris, ireguler di dinding saluran kencing. Kristal yang terbentuk dapat
merupakan inti kristal untuk terbentuknya batu.
Debris sendiri terjadi karena adanya benda asing, stagnasi aliran urin, obstruksi, kelainan
congenital ginjal (ginjal kistik,
Pengelolaan setelah terdeteksi batu dengan melalui 2 cara :
1. Mengeluarkan batu
a. Tindakan : Bedah, Litotripsi, ESWL.
Indikasi batu harus dikeluarkan dengan tindakan, bila:
- Sumbatan total / subtotal lebih dari 6 minggu tanpa ada penurunan
1. Koreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
2. Terapi Na+, K+, komponen darah
3. Ringer laktat untuk mengoreksi kekurangan cairan interstisial
4. Dekstrosa dan air untuk memperbaiki kekurangan cairan intraseluler
5. Dekompresi selang nasoenteral yang panjang dari proksimal usus ke area penyumbatan
6. Implementasikan pengobatan unutk syok dan peritonitis.
7. Hiperalimentasi untuk mengoreksi defisiensi protein karena obstruksi kronik,
Periksa Pendarahan dan Suhu
Periksalah adakah darah yang keluar dari anus (saat BAB atau buang air besar berdarah) atau
pendarahan dari vagina. Kemudian ukur suhu tubuh Anda apakah terjadi demam (panas).
Perdarahan dan demam mungkin menunjukkan masalah serius, seperti keguguran, usus buntu,
kehamilan ektopik, penyumbatan usus atau infeksi. Maka, carilah bantuan medis segera jika
gejala ini timbul.
SATPEL
COLIC ABDOMEN
Oleh :
KAMARIA
13 13 1108
AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAH KABUPATEN MUNA
2015

Satpel colic abdomen

  • 1.
    SSAATTUUAANN AACCAARRAA PPEENNYYUULLUUHHAANN PokokBahasan : Penyakit Colic Abdomen Sasaran : Klien Ny. H Waktu : 15 menit Hari/Tanggal : Kamis, 24 Desember 2015 Tempat : RSUD Kab. Muna ( Ruang Flamboyan ) A. TUJUANINSTRUKSIONALUMUM Pada akhir proses penyuluhan Keluarga dapat mengetahui penyakit Colic Abdomen dan hal-hal apa saja yang dapat mengakibatkan timbulnya Colic Abdomen . B. TUJUANINSTRUKSIONALKHUSUS Setelah diberikan penyuluhan : 1. Menyebutkan pengertian dari penyakit Colic Abdomen 2. Menyebutkan hal-hal apa saja yang dapat menimbulkan Colic Abdomen 3. Mengerti hal-hal yang harus dilakukan dalam mencegah timbulnya Colic Abdomen C.SASARAN Klien D.MATERI 1. Pengertian Colic Abdomen 2. Menyebutkan hal-hal apa saja yang dapat menimbulkan Colic Abdomen 3. Mengerti hal-hal yang harus dilakukan dalan mencegah timbulnya serangan dan pada saat timbulnya Colic Abdomen E.METODE 1. Ceramah 2. Tanya Jawab F. MEDIA Leaflet Colic Abdomen
  • 2.
    G. KEGIATAN PEYULUHAN TahapKegiatan Kegiatan Perawat Kegiatan Klien Media Pembukaan (3 Menit) - Salam pembukaan - Memperkenalkan diri - Menjelaskan maksud dan tujuan - Menggali pengetahuan peserta mengenai materi yang disampaikan Tanya Jawab Penyajian (10 menit) Penyampaian materi 1. Menjelaskan dan menguraikan tentang: a. Pengertian Colic Abdomen b. Penyebab Colic Abdomen c. Tanda Dan Gejala Colic Abdomen d. Pencegahan Colic Abdomen e. Pentalaksanaan Colic Abdomen 2. Medemonstrasikan cara melakukan penanganan Colic Abdomen pada anak 3. Memberi kesempata peserta untuk bertanya 4. Menjawab pertanyaan peserta a. Memperhatikan penjelasan dan demonstrasi dengan cermat b. Menanyakan hal yang belum jelas c. Memperhatikan jawaban penyuluh Ceramah & Tanya jawab Penutup (2 menit) - Evaluasi materi 1. Menyimpulkan hasil dari kegiatan penyuluhan bersama peserta 2. Menutup kegiatan penyuluhan dengan salam. 1. Mendengarkan dan menjawab pertanyaan 2. Peserta menjawab salam Tanya jawab, leaflat H. KRITERIAEVALUASI 1. Evaluasi Struktur · Keluarga/Ibu hadir ditempat penyuluhan · Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di ruang Pasien · Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya 2. Evaluasi Proses · Keluarga/Ibu antusias terhadap materi penyuluhan · Keluarga/ Ibu tdk meninggalkan tempat penyuluhan · Keluarga/ Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar 3. Evaluasi Hasil
  • 3.
    · Clien mengetahuitentang hal apa saja yang dapat dilakukan dalam mencegah dan menanggulangi penyakit Colic Abdomen Lampiran MATERI PENYULUHAN COLIC ABDOMEN Colic Abdomen adalah rasa nyeri pada perut yang sifatnya hilang timbul dan bersumber dari organ yang terdapat dalam abdomen (perut). 1. Faktor Proteksi Di dalam urin normal terdapat faktor proteksi seperti : magnesium, sitrat, pirofosfat dan berbagai protein enzim seperti glikopeptida zinc, ribonuceleid acid dan khondroitin sulfat, neprocalcim 2. PH Urin PH urin dalam sehari kadarnya bervariasi, tetapi pH rata-rata batas toleransi adalah antara 5,6 – 6,5. Perubahan pH urin ke arah lebih asam atau lebih basa akan mendorong terbentuknya kristal garam. Urin dengan pH asam memudahkan terbentuknya batu asam urat, sedangkan urin dengan pH basa akan memudahkan terbentuknya batu kalsium dan batu struvit. 3. Nucleasi Adanya partikel debris, ireguler di dinding saluran kencing. Kristal yang terbentuk dapat merupakan inti kristal untuk terbentuknya batu. Debris sendiri terjadi karena adanya benda asing, stagnasi aliran urin, obstruksi, kelainan congenital ginjal (ginjal kistik, Pengelolaan setelah terdeteksi batu dengan melalui 2 cara : 1. Mengeluarkan batu a. Tindakan : Bedah, Litotripsi, ESWL. Indikasi batu harus dikeluarkan dengan tindakan, bila: - Sumbatan total / subtotal lebih dari 6 minggu tanpa ada penurunan
  • 4.
    1. Koreksi ketidakseimbangancairan dan elektrolit 2. Terapi Na+, K+, komponen darah 3. Ringer laktat untuk mengoreksi kekurangan cairan interstisial 4. Dekstrosa dan air untuk memperbaiki kekurangan cairan intraseluler 5. Dekompresi selang nasoenteral yang panjang dari proksimal usus ke area penyumbatan 6. Implementasikan pengobatan unutk syok dan peritonitis. 7. Hiperalimentasi untuk mengoreksi defisiensi protein karena obstruksi kronik, Periksa Pendarahan dan Suhu Periksalah adakah darah yang keluar dari anus (saat BAB atau buang air besar berdarah) atau pendarahan dari vagina. Kemudian ukur suhu tubuh Anda apakah terjadi demam (panas). Perdarahan dan demam mungkin menunjukkan masalah serius, seperti keguguran, usus buntu, kehamilan ektopik, penyumbatan usus atau infeksi. Maka, carilah bantuan medis segera jika gejala ini timbul.
  • 5.
  • 6.