Root Cause Analysis_RCA
(Analisis Akar Permasalahan)
Introduction
• Dengan menggunakan pendekatan
sistematis, RCA membantu mengungkap
sumber sebenarnya dari suatu masalah
daripada hanya menangani gejala atau efek
yang tampak. Dengan begitu, tindakan
perbaikan yang tepat dapat diambil.
• Dengan pemahaman yang baik tentang RCA,
akan dapat memperkuat kemampuan dalam
mengatasi tantangan yang kompleks dan
mendorong perbaikan berkelanjutan dalam
berbagai aspek kehidupan.
What is Root Cause Analysis?
https://www.workfellow.ai/learn/what-is-root-
cause-analysis
....
• Root Cause Analysis (Analisis Akar
Penyebab) adalah alat pemecahan
masalah yang efektif yang membantu
mengidentifikasi penyebab utama suatu
masalah.
• Dalam ilmu dan teknik data, ini digunakan
untuk mengidentifikasi penyebab utama
suatu masalah dan merancang solusi
yang efektif.
• Analisis akar penyebab adalah proses
menemukan penyebab utama suatu
masalah untuk mengidentifikasi solusi
yang tepat.
• Ini banyak digunakan dalam operasi TI
dan bisnis, manufaktur, dan penambangan
proses.
....
The Importance of
Root Cause Analysis in BPM
• Analisis akar penyebab adalah komponen
kunci dari Business Process Management
(BPM) karena membantu organisasi
mengidentifikasi dan mengatasi masalah
mendasar yang menyebabkan masalah
dalam proses mereka.
• Dengan mengidentifikasi akar permasalahan
ini, perusahaan dapat melakukan perbaikan
jangka panjang yang mengarah pada
peningkatan efisiensi, efektivitas, dan
profitabilitas.
Some Reasons Why RCA is
Important in BPM
Berikut beberapa alasan mengapa RCA
penting dalam BPM:
• Identifikasi dan perbaikan masalah inti.
• Mencegah kegagalan dan kemacetan.
• Perbaikan terus-menerus.
• Mengurangi biaya.
• Meningkatkan kepuasan pelanggan.
• Identifikasi sumber keunggulan kompetitif.
• Meningkatkan kepuasan karyawan.
• RCA membantu dalam mengidentifikasi
isu-isu inti yang mungkin mempengaruhi
proses bisnis, daripada berfokus pada
gejala atau masalah yang dangkal.
• Hal ini memungkinkan pemahaman yang
lebih menyeluruh tentang situasi dan
faktor-faktor yang berkontribusi terhadap
masalah tersebut.
.
Identify and fix core problems
(Identifikasi dan perbaikan masalah inti)
• Dengan mengidentifikasi akar penyebab
masalah, organisasi dapat menerapkan
tindakan perbaikan untuk mencegah
terulangnya masalah serupa di masa
depan.
• Pendekatan proaktif ini membantu
meningkatkan stabilitas dan efisiensi
proses bisnis secara keseluruhan.
.
Prevent failures and bottlenecks
(Mencegah kegagalan dan kemacetan)
• RCA merupakan aspek penting dari
perbaikan berkelanjutan, yang merupakan
prinsip utama BPM.
• Dengan terus-menerus menganalisis
proses untuk mencari akar penyebab
masalah, organisasi dapat membuat
perubahan bertahap yang mengarah pada
peningkatan kinerja dan produktivitas yang
signifikan dalam jangka panjang.
.
Continuous Improvement
(Perbaikan terus-menerus)
• Mengatasi akar penyebab masalah sering
kali menghasilkan penghematan biaya,
karena mengurangi kebutuhan akan
perbaikan sementara, pengerjaan ulang, atau
sumber daya tambahan untuk mengelola
masalah yang sedang berlangsung.
• Dengan mengoptimalkan proses dan
menghilangkan pemborosan, perusahaan
dapat mencapai lebih banyak hal dengan
biaya lebih sedikit.
.
Reduce costs (Mengurangi biaya)
• Memperbaiki proses bisnis dengan
mengatasi akar permasalahan dapat
menghasilkan pengalaman pelanggan yang
lebih baik.
• Proses yang efisien menghasilkan
pengiriman produk dan layanan yang tepat
waktu, lebih sedikit kesalahan, dan
peningkatan kualitas, yang semuanya
berkontribusi pada kepuasan pelanggan yang
lebih tinggi.
.
Improve customer satisfaction
(Meningkatkan kepuasan pelanggan)
• Perusahaan yang secara konsisten
melakukan analisis akar masalah dan
mengatasi permasalahan mendasar akan
memiliki posisi yang lebih baik untuk tetap
berada di depan para pesaingnya.
• Dengan terus meningkatkan proses dan
menyelesaikan masalah, bisnis dapat
beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan
kondisi pasar dan mempertahankan
keunggulan kompetitif.
.
Identify sources of competitive advantage
(Sumber keunggulan kompetitif)
• Ketika karyawan memahami pentingnya
RCA dan berpartisipasi dalam proses
tersebut, mereka akan lebih merasa
terlibat dan berkomitmen terhadap
kesuksesan organisasi.
• Melibatkan karyawan dalam aktivitas
pemecahan masalah dapat menumbuhkan
budaya perbaikan berkelanjutan dan
akuntabilitas bersama.
.
Improve employee satisfaction
(Meningkatkan kepuasan karyawan)
Kapan Perusahaan Menerapkan
Root Cause Analysis?
• Perusahaan dapat menerapkan Root Cause
Analysis dalam berbagai situasi dan konteks.
Semakin cepat perusahaan mengidentifikasi
masalah, maka akan semakin cepat juga solusi
ditemukan.
• Misalnya, ketika perusahaan dihadapkan dengan
situasi seperti kegagalan produk, kerusakan
peralatan, insiden kecelakaan kerja, atau
pelanggaran kebijakan.
• Dalam hal ini, perusahaan menggunakan RCA
untuk mengidentifikasi dan menganalisis akar
penyebab kejadian tersebut agar dapat
mengambil tindakan yang tepat.
Kapan Perusahaan Menerapkan
Root Cause Analysis? ...
• Contoh lainnya adalah saat perusahaan
mengalami masalah yang berulang. Misalnya
dalam proses produksi, pengiriman, atau
layanan pelanggan, RCA dapat digunakan
untuk menggali lebih dalam dan
mengidentifikasi akar penyebab masalah
yang mendasarinya.
• Metode RCA ini juga bisa dilakukan ketika
perusahaan ingin melakukan perbaikan atau
perubahan pada proses operasionalnya.
• RCA dapat digunakan untuk memahami
penyebab masalah yang ada dan
menerapkan perubahan yang tepat.
• Dengan melakukan analisis akar
penyebab masalahnya, perusahaan dapat
mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki
atau ditingkatkan, sehingga dapat
meningkatkan efisiensi, kualitas, atau
kepuasan pelanggan.
Kapan Perusahaan Menerapkan
Root Cause Analysis? ...
Langkah-Langkah Melakukan
Root Cause Analysis
Secara umum, proses RCA melibatkan langkah-
langkah berikut:
1. Identifikasi Masalah
2. Kumpulkan Data dan Informasi
3. Analisis Fakta dan Bukti
4. Identifikasi Gejala
5. Gunakan Metrik Analisis
6. Identifikasi Akar Penyebab
7. Verifikasi Akar Penyebab
8. Rancang Tindakan Perbaikan
9. Implementasikan Tindakan Perbaikan
10. Evaluasi dan Tinjau Ulang
Siklus PDCA
PDCA:
• Plan
• Do
• Check, dan
• Action.
Proses PDCA ...
• Teknik manajemen yang menekankan
pada suatu perbaikan kualitas secara
berkesinambungan yang melibatkan
semua pihak dengan biaya yang rendah,
melalui Proses/Siklus PDCA.
• Siklus PDCA terdiri dari Plan, Do, Check,
dan Action merupakan sarana yang
menjamin terlaksananya kesinambungan
di Perusahaan.
• Siklus PDCA ini berguna dalam
mewujudkan suatu kebijakan untuk
memelihara dan memperbaiki serta
meningkatkan standar suatu pekerjaan.
DELTA
(Delapan Langkah & Tujuh Alat)
Delapan Langkah Tujuh Alat
1. Check Sheet
2. Stratifikasi
3. Diagram Pareto
4. Diagram Ishikawa
(Fishbone)
5. Histogram
6. Control Chart
7. Scatter Diagram
DELTA ini sering digunakan dalam Putaran PDCA pada Gugus Kendali Mutu
Delapan Langkah PDCA
Tujuh Alat PDCA
Delapan Langkah Tujuh Alat
1. Check Sheet
2. Stratifikasi
3. Diagram Pareto
4. Diagram Ishikawa
(Fishbone)
5. Histogram
6. Control Chart
7. Scatter Diagram
Tujuh Alat PDCA ...
Tujuh Alat PDCA ...
Tujuh Alat PDCA ...
Tujuh Alat PDCA ...
Tujuh Alat PDCA ...
Tujuh Alat PDCA ...
Tujuh Alat PDCA ...
SUBSCRIBE, LIKE & Share
`
www.slideshare.net/kenkanaidi
(Narasumber)
www.ken-spektakuler.blogspot.com
Pemateri Training
e-mail: kanaidi63@gmail.com
Fax. 022-4267749 HP. 0812 2353 284
YouTube : Kanaidi Ken WA.0877 5871 1905
Facebook : Kanaidi Ken & Kanaidi Ken Part II
Istagram: kanaidi63 LinkedIn: Kanaidi ken

Root cause analysis (RCA) _"Training QC & QA"

  • 1.
  • 2.
    Introduction • Dengan menggunakanpendekatan sistematis, RCA membantu mengungkap sumber sebenarnya dari suatu masalah daripada hanya menangani gejala atau efek yang tampak. Dengan begitu, tindakan perbaikan yang tepat dapat diambil. • Dengan pemahaman yang baik tentang RCA, akan dapat memperkuat kemampuan dalam mengatasi tantangan yang kompleks dan mendorong perbaikan berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan.
  • 3.
    What is RootCause Analysis? https://www.workfellow.ai/learn/what-is-root- cause-analysis
  • 4.
    .... • Root CauseAnalysis (Analisis Akar Penyebab) adalah alat pemecahan masalah yang efektif yang membantu mengidentifikasi penyebab utama suatu masalah. • Dalam ilmu dan teknik data, ini digunakan untuk mengidentifikasi penyebab utama suatu masalah dan merancang solusi yang efektif.
  • 5.
    • Analisis akarpenyebab adalah proses menemukan penyebab utama suatu masalah untuk mengidentifikasi solusi yang tepat. • Ini banyak digunakan dalam operasi TI dan bisnis, manufaktur, dan penambangan proses. ....
  • 6.
    The Importance of RootCause Analysis in BPM • Analisis akar penyebab adalah komponen kunci dari Business Process Management (BPM) karena membantu organisasi mengidentifikasi dan mengatasi masalah mendasar yang menyebabkan masalah dalam proses mereka. • Dengan mengidentifikasi akar permasalahan ini, perusahaan dapat melakukan perbaikan jangka panjang yang mengarah pada peningkatan efisiensi, efektivitas, dan profitabilitas.
  • 7.
    Some Reasons WhyRCA is Important in BPM Berikut beberapa alasan mengapa RCA penting dalam BPM: • Identifikasi dan perbaikan masalah inti. • Mencegah kegagalan dan kemacetan. • Perbaikan terus-menerus. • Mengurangi biaya. • Meningkatkan kepuasan pelanggan. • Identifikasi sumber keunggulan kompetitif. • Meningkatkan kepuasan karyawan.
  • 8.
    • RCA membantudalam mengidentifikasi isu-isu inti yang mungkin mempengaruhi proses bisnis, daripada berfokus pada gejala atau masalah yang dangkal. • Hal ini memungkinkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang situasi dan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah tersebut. . Identify and fix core problems (Identifikasi dan perbaikan masalah inti)
  • 9.
    • Dengan mengidentifikasiakar penyebab masalah, organisasi dapat menerapkan tindakan perbaikan untuk mencegah terulangnya masalah serupa di masa depan. • Pendekatan proaktif ini membantu meningkatkan stabilitas dan efisiensi proses bisnis secara keseluruhan. . Prevent failures and bottlenecks (Mencegah kegagalan dan kemacetan)
  • 10.
    • RCA merupakanaspek penting dari perbaikan berkelanjutan, yang merupakan prinsip utama BPM. • Dengan terus-menerus menganalisis proses untuk mencari akar penyebab masalah, organisasi dapat membuat perubahan bertahap yang mengarah pada peningkatan kinerja dan produktivitas yang signifikan dalam jangka panjang. . Continuous Improvement (Perbaikan terus-menerus)
  • 11.
    • Mengatasi akarpenyebab masalah sering kali menghasilkan penghematan biaya, karena mengurangi kebutuhan akan perbaikan sementara, pengerjaan ulang, atau sumber daya tambahan untuk mengelola masalah yang sedang berlangsung. • Dengan mengoptimalkan proses dan menghilangkan pemborosan, perusahaan dapat mencapai lebih banyak hal dengan biaya lebih sedikit. . Reduce costs (Mengurangi biaya)
  • 12.
    • Memperbaiki prosesbisnis dengan mengatasi akar permasalahan dapat menghasilkan pengalaman pelanggan yang lebih baik. • Proses yang efisien menghasilkan pengiriman produk dan layanan yang tepat waktu, lebih sedikit kesalahan, dan peningkatan kualitas, yang semuanya berkontribusi pada kepuasan pelanggan yang lebih tinggi. . Improve customer satisfaction (Meningkatkan kepuasan pelanggan)
  • 13.
    • Perusahaan yangsecara konsisten melakukan analisis akar masalah dan mengatasi permasalahan mendasar akan memiliki posisi yang lebih baik untuk tetap berada di depan para pesaingnya. • Dengan terus meningkatkan proses dan menyelesaikan masalah, bisnis dapat beradaptasi lebih cepat terhadap perubahan kondisi pasar dan mempertahankan keunggulan kompetitif. . Identify sources of competitive advantage (Sumber keunggulan kompetitif)
  • 14.
    • Ketika karyawanmemahami pentingnya RCA dan berpartisipasi dalam proses tersebut, mereka akan lebih merasa terlibat dan berkomitmen terhadap kesuksesan organisasi. • Melibatkan karyawan dalam aktivitas pemecahan masalah dapat menumbuhkan budaya perbaikan berkelanjutan dan akuntabilitas bersama. . Improve employee satisfaction (Meningkatkan kepuasan karyawan)
  • 15.
    Kapan Perusahaan Menerapkan RootCause Analysis? • Perusahaan dapat menerapkan Root Cause Analysis dalam berbagai situasi dan konteks. Semakin cepat perusahaan mengidentifikasi masalah, maka akan semakin cepat juga solusi ditemukan. • Misalnya, ketika perusahaan dihadapkan dengan situasi seperti kegagalan produk, kerusakan peralatan, insiden kecelakaan kerja, atau pelanggaran kebijakan. • Dalam hal ini, perusahaan menggunakan RCA untuk mengidentifikasi dan menganalisis akar penyebab kejadian tersebut agar dapat mengambil tindakan yang tepat.
  • 16.
    Kapan Perusahaan Menerapkan RootCause Analysis? ... • Contoh lainnya adalah saat perusahaan mengalami masalah yang berulang. Misalnya dalam proses produksi, pengiriman, atau layanan pelanggan, RCA dapat digunakan untuk menggali lebih dalam dan mengidentifikasi akar penyebab masalah yang mendasarinya. • Metode RCA ini juga bisa dilakukan ketika perusahaan ingin melakukan perbaikan atau perubahan pada proses operasionalnya.
  • 17.
    • RCA dapatdigunakan untuk memahami penyebab masalah yang ada dan menerapkan perubahan yang tepat. • Dengan melakukan analisis akar penyebab masalahnya, perusahaan dapat mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, atau kepuasan pelanggan. Kapan Perusahaan Menerapkan Root Cause Analysis? ...
  • 18.
    Langkah-Langkah Melakukan Root CauseAnalysis Secara umum, proses RCA melibatkan langkah- langkah berikut: 1. Identifikasi Masalah 2. Kumpulkan Data dan Informasi 3. Analisis Fakta dan Bukti 4. Identifikasi Gejala 5. Gunakan Metrik Analisis 6. Identifikasi Akar Penyebab 7. Verifikasi Akar Penyebab 8. Rancang Tindakan Perbaikan 9. Implementasikan Tindakan Perbaikan 10. Evaluasi dan Tinjau Ulang
  • 19.
    Siklus PDCA PDCA: • Plan •Do • Check, dan • Action.
  • 20.
    Proses PDCA ... •Teknik manajemen yang menekankan pada suatu perbaikan kualitas secara berkesinambungan yang melibatkan semua pihak dengan biaya yang rendah, melalui Proses/Siklus PDCA. • Siklus PDCA terdiri dari Plan, Do, Check, dan Action merupakan sarana yang menjamin terlaksananya kesinambungan di Perusahaan. • Siklus PDCA ini berguna dalam mewujudkan suatu kebijakan untuk memelihara dan memperbaiki serta meningkatkan standar suatu pekerjaan.
  • 21.
    DELTA (Delapan Langkah &Tujuh Alat) Delapan Langkah Tujuh Alat 1. Check Sheet 2. Stratifikasi 3. Diagram Pareto 4. Diagram Ishikawa (Fishbone) 5. Histogram 6. Control Chart 7. Scatter Diagram DELTA ini sering digunakan dalam Putaran PDCA pada Gugus Kendali Mutu
  • 22.
  • 23.
    Tujuh Alat PDCA DelapanLangkah Tujuh Alat 1. Check Sheet 2. Stratifikasi 3. Diagram Pareto 4. Diagram Ishikawa (Fishbone) 5. Histogram 6. Control Chart 7. Scatter Diagram
  • 24.
  • 25.
  • 26.
  • 27.
  • 28.
  • 29.
  • 30.
  • 31.
  • 32.
    ` www.slideshare.net/kenkanaidi (Narasumber) www.ken-spektakuler.blogspot.com Pemateri Training e-mail: kanaidi63@gmail.com Fax.022-4267749 HP. 0812 2353 284 YouTube : Kanaidi Ken WA.0877 5871 1905 Facebook : Kanaidi Ken & Kanaidi Ken Part II Istagram: kanaidi63 LinkedIn: Kanaidi ken

Editor's Notes

  • #5 Root cause analysis is an effective problem solving tool that helps to identify the main cause of an issue. In data science and engineering it is used to identify the underlying cause of a problem and devise an effective solution. In this simply explained guide, we will look at the steps of root cause analysis, provide examples, and discuss common pitfalls.
  • #6 Root cause analysis is the process of discovering the underlying key causes of problems in order to identify appropriate solutions. It is widely used in IT and business operations, manufacturing, and process mining.
  • #7 Importance of root cause analysis in BPM Root cause analysis is a key component of business process management (BPM) because it helps organizations identify and address the underlying issues causing problems within their processes. By pinpointing these root causes, companies can make lasting improvements that lead to increased efficiency, effectiveness, and profitability.
  • #8 Here are some reasons why RCA is important in BPM: Identify and fix core problems. Prevent failures and bottlenecks.  Continuous Improvement.  Reduce costs. Improve customer satisfaction. Identify sources of competitive advantage. Improve employee satisfaction.
  • #9 RCA aids in identifying the core issues that may be affecting a business process, rather than focusing on the symptoms or superficial problems. This allows for a more thorough understanding of the situation and the factors contributing to the problem.
  • #10 By identifying the root causes of issues, organizations can implement corrective actions that prevent the recurrence of similar problems in the future. This proactive approach helps to improve the overall stability and efficiency of business processes.
  • #11 RCA is an essential aspect of continuous improvement, which is a key principle of BPM. By constantly analyzing processes for root causes of problems, organizations can make incremental changes that lead to significant long-term improvements in performance and productivity.
  • #12 Addressing the root causes of problems often leads to cost savings, as it reduces the need for temporary fixes, rework, or additional resources to manage ongoing issues. By optimizing processes and eliminating waste, companies can achieve more with less.
  • #13 Improving business processes by addressing root causes can lead to a better customer experience. Efficient processes result in timely delivery of products and services, fewer errors, and improved quality, all of which contribute to higher customer satisfaction.
  • #14 Companies that consistently perform root cause analysis and address underlying issues are better positioned to stay ahead of their competitors. By continually improving processes and resolving problems, businesses can adapt more quickly to changing market conditions and maintain a competitive edge.
  • #15 When employees understand the importance of RCA and participate in the process, they are more likely to feel engaged and committed to the organization's success. Involving employees in problem-solving activities can foster a culture of continuous improvement and shared accountability.