ROH KUDUS DAN PERTOBATAN
PAPER
NAMA: YERMIAS WADU
NIM: 20178624
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAWAR SARON LAMPUNG
T.A. 2020
DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
a. Latar belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
b. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB II ROH KUDUS . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2
a. Pengertian Roh Kudus . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
b. Sifat keilahian Roh Kudus . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB III PERTOBATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9
a. Peran Roh Kudus dalam pertobatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
1. Roh Kudus sebegai Penolong . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
2. Menginsafkan dunia akan dosa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
b. Roh Kudus yang menyatakana dosa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
BAB IV KESIMPULAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13
DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 15
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Allah mengutus Roh Kudus untuk memberikan penghiburan kepada setiap
manusia, dan Roh Kudus akan selalu menginsafkan manusia dari perbuatan dosa.
Roh kudus adalah penghibur atau penolong dari Allah sendiri, Roh kudus adalah
janji Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Roh Kudus mendiami setiap orang
yang telah percaya kepada Yesus sehingga membuat kegidupan mereka
mengalami perubahan. Janji Tuhan untuk mendatangkan penolong bagi para
murid-murid-Nya, dimana murid-murid Tuhan menerima kuasa dari Roh Kudus
sehingga mereka dapat melakukan mujizat. Bagi gereja mula-mula yang didirikan
para rasul menganggap bahwa peran Roh Kudus itu sangat penting. Roh Kudus
mampu merubah setiap mereka yang mau menerima Roh kudus I Kor 1:26. jadi
dikaitkan dengan zaman sekarang peran Roh Kudus masih bekerja dalam
kehidupan setiap orang percaya, memberikan dorongan untuk memberitakan Injil
keselamat bagi orang yang belum percaya kepada Tuhan. Kehidupan yang baru
dari buah pertobatan adalah kunci untuk menerima janji akan pimpinan Roh
Kudus. Dunia saat ini sedang mengalami kemerosotan baik secara moral maupun
spiritual. Karena kerusakan tersebut membuat dunia semakin jahat, mereka tidak
lagi mengenal siapa mereka dan untuk apa mereka ada di dunia ini.
B. Tujuan
Setelah kita memhami latar belakang dari Roh Kudus maka disini penulsi
memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada setiap manusia khususnya
orang yang percaya kepada Yesus, agar mengerti apa yang menjadi peran Roh
Kudus dalam memabwa manusia dalam pertobatan kepada Yesus.
2
3
BAB II
ROH KUDUS
A. Pengertian Roh Kudus
Alkitab menyebut Roh Kudus juga Roh Allah, Roh Kebenaran, Roh Tuhan,
Roh Yesus, Roh Penghibur. Roh Kudus juga dilambangkan dengan nafas, angin,
merpati, jari Allah, api. Kepelbagaian itu membantu untuk menerangkan identitas
dan kerja Roh. Ada yg berpendapat bahwa ajaran PL dan ajaran PB mengenal
pokok ini tak dapat dipersatukan, tapi pendapat itu tidak benar. PL dan PB tidak
bertentangan tentang pemeliharaan Allah dan anugerah-Nya, atau tentang
tindakan Logos dalam penciptaan dan pekerjaan penyelamatan oleh Anak Allah,
atau mengenal Roh Kudus. Bapak dan Anak aktif dalam kedua Kitab Perjanjian
itu, dan Roh Kudus bekerja sepanjang zaman. Memang benar, hanya dalam PB
terdapat gambaran rinci mengenal aktivitas-Nya. Tapi ajaran Tuhan Yesus dan
para rasul sama sekali tidak bertentangan dengan apa yg kita pelajari dari penulis
PL.
Karena Allah itu Roh adanya ( Yoh 4:24), pemikiran tentang Trinitas
berasaskan ‘Roh’, mengaburkan perbedaan antara Roh, Bapak, dan Anak.
Berbicara mengenal Roh sebagai tali kasih antara Bapak dan Anak, atau
mendefinisikan Roh sebagai ‘tindakan hidup Allah di dunia’, memang
menekankan kebenaran berharga namun cenderung mengurangi kepribadian Roh,
sehingga Ia menjadi tidak lebih dari pengaruh atau kekuatan yg bersifat baik.
Berita PL tentang aktivitas Roh memang lebih mudah diterangkan sebagai
aktivitas dari sesuatu yg impersonal tidak berpribadi daripada berita PB. Tapi
Allah hadir secara pribadi dan berkuasa melalui Roh-Nya, demikian PL dan PB.
Dalam PL dan PB ada gerakan dalam pekerjaan Roh Kudus dari yg eksternal ke
yg internal, artinya dari yg lahiriah ke yg batiniah, dan dari penerapan atas
‘keadaan’ ke penerapan atas ‘watak’. Ihwal yg ragawi dan amoral menuju ke yg
rohani dan moral.
4
5
Ada 5 pekerjaan Roh dalam PL:
1. Pekerjaan Roh dalam penciptaan
Roh melayang-layang diatas permukaan air “Kej 1:2”, kemudian membentuk
manusia, Allah menghembuskan nafas kedalam hidungnya, dan pada saat itulah
manusia menjadi makhluk hidup. Roh itu adalah Ruakh “nafas”/”angin” Allah,
tenaga dana kekuatan Allah. Jadi manusia roh, jiwa dan tubuh terbuka bagi kuasa
Roh Allah artinya belajar mencerminkan Allah. Roh manusia adalah pelita Tuhan
bila berada dalam Roh Tuhan, bila roh manusia memiliki hubungan yang benar
dengan Roh Allah, maka ia memenuhi kehendak Tuhan atas dirinya. Karena dosa,
manusia membuat diirnya menjadi pusat hidupnya artinya dalam keadaan seperti
ini ia merusak kepribadiannya sendiri, tidak menghormati Allah dan menghinakan
Roh-Nya.
2. Pekerjaan Roh dalam melengkapi manusia bagi pelayanan
Roh datang kepada orang yang dipilih Allah untuk tugas tertentu dan
menganugerahkan kecakapan untuk mengemban tugas itu “Kel 31:3 dan telah
Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan
pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan”. Hak 3:10 Roh TUHAN
menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu
TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya,
sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim.
3. Pekerjaan Roh dalam mengilhami para nabi
Ada kalanya mereka yang fanatik mengatakan dini digerakan oleh Roh Kudus
melakukan hal-hal yang bagi orang lain adalah berlebih-lebihan. Akibatnya
orang-orang lain itu cenderung memisahkan dini dari kelompook fanatik itu dan
tiak begitu gamblang menyebut diir didiami oleh Roh Kudus. Sementara itu ada
pula nabi yang sunguguh-sungguh menyadari peranan dan pengaruh Roh Kudus.
Karya Roh Kudus dipandang tinggi bobotnya dalam wujud morah, sedangkan
kemungkinan bergerak secara spontan dalam hal-hal rohani dan kebebasan
melampaui kebiasaan diakui. Yer 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang
Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN:
6
Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati
mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi
umat-Ku.
4. Pekerjaan Roh dalam menghasilkan kehidupan bermoral
Bagi pemazmur kehadiran Roh Kudus berarti kehancurah roh manusia dan
penyesalan, hati yang bersih, setia dan bahagia “Mzm 139:7 Ke mana aku dapat
pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?”Roh Allah
disamakan dengan kehadiran-Nya dan keduanya tak dapat dihindari. Pendekatan
kuasa Allah membuat pemazmur menaikan permohonan supaya hati nuraninya
diselidiki dan ia dipimpin di jalan kekal “Mzm 139:23 Selidikilah aku, ya Allah,
dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; Mzm 139:24
lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”.
5. Pekerjaan Roh menubuatkan Mesias.
Pemazmur mencatat kehadiran Roh pada zamannya dan beberapa penafsir
menganggap itu puncak penyataan Roh dalam PL, akan tetapi nabi juga merujuk
pada pekerjaan Roh pada masa datang dan tentang itu ada dua acuan, pertama
nubuat bahwa Roh akan mendiami tokoh mesianis dan yang kedua nubuat tentang
kegiatan Roh dalam umat perjanjian Allah umumnya. “Yes 42:1-3 Lihat, itu
hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan.
Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada
bangsa-bangsa, Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau
memperdengarkan suaranya di jalan, Buluh yang patah terkulai tidak akan
diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya,
tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum”.
Pekerjaan Roh Kudus dalam PB
Dalam Injil sinoptik berkaitan dengan peristiwa akbar dalam hidup Yesus.
Ucapan Yesus yang berkaitan dengan Roh hanya lima kali sehingga ini menjadi
kontras dengan kurangnya ucapan Yesus sendiri mengenai pekerjaan Roh.
Bebrapa serjana mengatakan bahwa ucapan Yesus hanya satu yang asli bahkan
7
mencurigai dengan berbagai alasan. Seandainya ucapan Yesus tentang Roh
ditiadakan, maka tindakan itu sama sekali tidak dapat diterapkan atas rincian
kehidupan-Nya yang dicatat penulis Injil Sinoptik.
Alkitab mengatakan:
Luk 1:15, 35, 41 “Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak
akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh
Kudus mulai dari rahim ibunya; Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh
Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan
menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut
kudus, Anak Allah. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria,
melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan
Roh Kudus.”1
Roh Kudus dengan memberi diri-Nya menjadi kehidupan rohani orang
percaya, memungkinkan orang percaya itu mengalami kehidupan Kristus yang
bangkit dalam dirinya. Roh adalah Pencipta, Sumber dan Penata kekuatan
sepanjang hidup dalam proses pertumbuhan spiritual, dan hanya dengan Roh
maka orang percaya dapat memperoleh kemenangan melawan dosa. Roh
melepaskan orang kudus dari belenggu ketergantungan mutlak pada hukum secara
harfiah; Roh adalah Roh Kristus Pembebas, dan yang mengubah orang berdosa,
yg menyesuaikannya dengan citra Kristus “2Kor 3:17 Sebab Tuhan adalah Roh;
dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” Roh Kudus ialah Roh
Kerajaan Allah yang mengutamakan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita, dan
diatas segala-galanya Rohlah sumber kebenaran, sumber kasih yang kudus yang
mengungguli iman dan pengharapan dan utama dalam daftar buah Roh hasil
spontan dari pekerjaan-Nya (Galatia 5:22-23).
Roh Kudus menyatakan bahwa Roh Kudus tidak diciptakan, tapi adalah daya
kreatif dari Allah pengasih yang kudus, transendental namun sebagai yang
berpribadi hadir dalam roh manusia. Kadang-kadang Roh Kudus nampak sebagai
daya imanen, atau asas hidup, yang menopang alam semesta dan isinya.
Pengakuan akan kuasa Roh pada tingkat ini pun sudah sangat bermanfaat bagi
manusia, yang setiap waktu dan yang senantiasa makin tergantung pada energi
1 LAI, Alkitab Terjemahan Baru (Jakarta: LAI, 1974), 67
8
alam, tapi cenderung menyalahgunakan energi itu untuk menimbulkan kekacauan
dan bencana. PL bicara tentang Roh memampukan para tukang, mengilhami para
pemimpin umat, dan menobatkan orang-orang saleh sehingga haus akan
kekudusan.
Semua ‘kecakapan’ itu digenapi pada Dia yg melalui nafas Allah tidak
terhalang mengucapkan Firman Allah, dan pada diri-Nya sendiri adalah “Logos”
Firman Allah. Dosa yang menjadi kendala dalam diri manusia ditanggung oleh
Dia melalui Roh yang kekal mempersembahkan diri-Nya tanpa cacat kepada
Allah, oleh Roh kekudusan dibangkitkan dari antara orang mati (Ibr 9:14; Rom
1:4). Sejak pengalaman itu Allah yang menjadi manusia bersama kita, menjadi
pengalaman Allah berdiam dalam kita. Kehidupan, terang, kemerdekaan dan
kasih Kristus diambil oleh Roh dan diterapkan pada roh manusia, sehingga
manusia diinsyafkan akan kematian, kegelapan, perhambaan, dan kebencian akan
Allah dan segala kebaikan, ia diperbaharui oleh kekuatan yg menuju pada
kebenaran, yaitu Roh kemuliaan.
B. Sifat keilahian Roh Kudus
Roh Kudus, yang merupakan karunia Allah, adalah Roh Allah yang ditanam
dalam-dalam oleh Allah ke dalam tubuh manusia yang menjadi Bait Allah. "Tidak
tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah, dan bahwa Roh Allah diam di
dalam kamu?" (1Kor 3:16) Roh Kudus sama dengan keberadaan Allah. Ia
adalah Kasih, kuasa yang menciptakan, kuasa yang membimbing, kuasa yang
menerangi, kuasa yang menyembuhkan, kuasa yang menyucikan, kuasa yang
mengampuni, kuasa yaang mengampuni, kuasa yang menegur, dan kuasa yang
menghidupkan orang mati.
Didalam Yesus Kristus, kasih Allah turun kebumi dengan menjadi sama
seperti manusia; sehingga melalui keteladanan-Nya dan melalui pemenuhan Roh
Kudus seperti yang dijanjikan, menjadi sama seperti Dia sewaktu berada di dunia,
kita menjadi anak-anak Allah. "Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia,
harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yoh 4:24) Tidak ada
seorangpun yang melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap berada di
dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita: Ia tetap mengaruniakan kita
9
mendapat bagian dalam Roh-Nya. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa
Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia" (1Yoh 4:12-14).
Yesus Kristus, sebagai Juruselamat dunia, telah datang untuk mendirikan suatu
kerajaan rohani supaya manusia boleh hidup seperti dahulu Allah menciptakan
manusia, atau sebagai makhluk rohani yang hidup berkelimpahan dan yang hidup
untuk kemuliaan Allah Sang Pencipta-Nya. Kristus sebagai Juruselamat dunia
berkata: "Akulah terang dunia; barang siapa mengikut aku, ia tidak akan berjalan
dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
(Yoh 8:12). "Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang
datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan
oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenalnya. Ia datang kepada milik
kepuyaan-Nya, tetapi orang-orang kepuyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi
semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya Kuasa supaya menjadi anak-anak
Allah, yaitu mereka yang percaya dalam Nama-Nya; orang-orang yang
diperankkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh
keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah" (Yoh 1:9-3).
Pada waktu kita menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan percaya
dalam nama-Nya, kita akan diberi Kuasa Roh Kudus agar kita menjadi ciptaan
baru, dan diberi terang agar kita memantulkan terang kebenaran yang menerangi
setiap orang didunia ini. "Sebab ada tiga yang memberikan kesaksian di dalam
sorga: Bapa, Firman, dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga
yang memberi kesaksian dibumi: Roh dan air dan darah, dan ketiganya adalah
satu" (1Yoh 5:7,8).
George Eldon Ladd mengatakan bahwa:
Sebagai ganti kehadiran pribadi-Nya, murid-murid-Nya akan melanjutkan
misi-Nya, dan Roh Kudus akan diberikan kepada mereka sehingga perkataan
dan perbuatan mereka bukan lagi tindakan manusia semata-mata, melainkan
saluran anugerah ilahi. Sebagai akibatnya, mereka akan menjadi sumber
hidup bagi orang-orangyang mendengarkan perkataan mereka dan
mempercayainya.2
2 George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru (Bandung: Kalam Hidup, 2017), 388.
10
Sebutan Roh Kudus yang bermacam-macam dan indah-indah itu
menunjukkan keAllahan-Nya. Dalam Perjanjian Lama Roh Kudus juga disebut
Roh Allah dan disempurnakanakan dalam Perjanjian Baru sebagai Roh Kristus.
Karena Roh Allahlah maka penciptaan itu terjadi. Para nabi dan pemazmur dalam
menulis Firman allah diilhami oleh Roh Kudus yang sama. Seperti yang tertulis
dalam “2 Petrus 1:21” sebagai berikut: "Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan
oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara
atas Nama Allah." Dalam “Lukas 1:35” Maria diberitahu bagaimana Anak yang
telah dijanjikan itu akan datang, "Roh Kudus akan turun ke atasmu dan Kuasa
yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan
itu akan disebut kudus, Anak Allah."
Ketika Tuhan akan meninggalkan dunia ini, Kristus berdoa kepada Bapa agar
pengikut pengikut-Nya diberi penghibur lain yang menggantikan Dia dan yang
akan menyertai mereka selama-lamanya. Disini bisa kita lihat lagi keAllahan Roh
kudus. Roh kudus yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama, seperti Yesus
Kristus lakukan kepada pengikut-pengikut-Nya ketika Dia secara fisik masih
bersama-sama dengan mereka didunia. Roh Kudus adalah pemimpin dalam
kehidupan setiap manusia untuk dibawa kedalam kehendak Allah, Ia akan
menuntun manusia kepada pekerjaan-pekerjaan Ilahi yang Allah kehendaki dalam
kehidupan manusia. Roh Kudus selalu memberikan alaram kepada setiap manusia
untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mendatangkan dosa bagi dirinya,
Roh Kudus bekerja setiap saat dalam mendidik manusia kepada jalan yang benar.
Roh Kudus melengkapi manusia dengan segala kuasa yang diberikan oleh
Allah dalam memberitakan Injil kepada semua orang, memperlengkapi dengan
hikmat dan pengetahuan untuk memahami yang apa yang menjadi kehendak Allah
yang perlu dikerjakan. Didalam Kis. 15 Roh Kudus menjadi kelada bagi jemaat
serta mengatur segala pelaksanaan-Nya. Persoalan terbesar yang terjadi dalam diri
manusia adalah ia tidak mau dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga mengalami
kesulitan dalam menjalani hidupnya, sulit untuk menemukan jalan keluar disaat
berhadapan dengan masalah yang besar, dan akhirnya manusia lebih memilih
untuk melakukan jalan yang jahat.
11
Allah yang adalah Roh Kudus selalu memberikan pengharapan kepada setiap
manusia untuk bisa berbalik, Ia selalu dalam anugerah-Nya memberikan
kesempatan kepada manusia untuk bisa datang dan bersekutu dengan-Nya dengan
sikap hati yang benar dan takut akan Tuhan serta memiliki keputusan untuk hidup
dalam Tuhan dan mau dipimpin oleh Roh Kudus.
BAB III
PERTOBATAN
Kata Ibrani “syuv” berarti berputar, berbalik kembali. Mengacu kepada
tindakan berbalik dari dosa kepada Allah “Yer 3:14”. Pertobatan adalah
pembaharuan hidup sehingga kembali kepada Tuhan atau perubahan total
sehingga yang lama ditinggalkan.“Mat. 4:17 Sejak waktu itulah Yesus
memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!". pada waktu
sesorang menerima atau menjawab panggilan Tuhan saat itulah ia pengalaman
pertobatan dan hal tersebut ditandai dengan perubahan cara hidup. Sesuai dengan
ajaran firman Tuhan pertobatan itu diikuti dengan baptisan seperti yang terjadi
pada kepala penjara Filipi dan keluarganya. Contoh lain kita dapat melihat
perubahan dalam diri Paulus dari seornag Yahudi menjadi seorang Kristen yang
siap memberitakan Injil. Jadi Pertobatan adalah suatu perubahan batin atau sikap
dan perubahan seperti ini dalam PL bahkan dapat berlaku pada Allah “I Sam.
15:11”.
Pertobatan adalah syarat mutlak untuk beroleh keselamatan. Yesus memulai
pelayanan-Nya di muka umum dengan seruan bertobatlah, dan salah satu
ucapan-Nya sebelum Ia naik ke sorga ialah, ‘pertobatan dan pengampunan dosa
harus diberitakan kepada segala bangsa. Luk 24:47 “dan lagi: dalam nama-Nya
12
berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada
segala bangsa, mulai dari Yerusalem”. Tuntutan supaya bertobat, dan kenyataan
bahwa pertobatan adalah mutlak perlu untuk pengampunan dosa dan beroleh
hidup yg kekal, menyatakan bahwa keselamatan mustahil tanpa pertobatan. ‘Iman’
tanpa pertobatan bukanlah iman yg membawa kepada keselamatan.
Pertobatan sangat penting bagi setiap manusia agar bisa hidup bersama
dengan Tuhan. Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya mengajak semua manusia
untuk mengikuti-Nya dan meninggalkan kehidupan yang lama untuk memperoleh
pembaharuan, untuk memperoleh hidup yang baru. Untuk memperoleh hidup
yang layak dihadapan Tuhan, maka hal utama yang harus dilakukan adalah
bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kesulitan terbesar
dalam kehidupan manusia ketika ia menolak Yesus sebagai Juruselamat dalam
hidupnya, artinya ia menjadikan dirinya tidak layak dihadapan Tuhan. Tuhan
Yesus datang kedunia menjadi Jalan kebenaran bagi setiap manusia yang mau
percaya kepada-Nya dan di dalam Yesus tidak ada kebinasaan.
J. Wesley. Brill mengatakan:
Pertobatan adalah keadaan ketika seorang berdosa menyesal karena
dosa-dosanya, yang dinyatakan kepadanya oleh terang firman Tuhan dan
gerekan Roh Kudus, sehingga dengan kehendaknya sendiri ia mengubah
pikiran dan hatinya, lalu berbalik dari dosanya serta berpaling kepada Allah.
Pertobatan menyangkut pikiran seseorang, pertobatan menyangkut perasaan
hati, pertobatan menyangkut kehendak seseorang.3
Pertobatan terjadi dalam kehidupan manusia ketika ia mendengarkan firman
Tuhan melalui para penginjil. Allah memakai para pekabaran Injil untuk
membawa pertobatan kepada setiap manusia yang belum mengenal Allah. Tanpa
Injil manusia tidak akan mengalami pertobatan dalam dirinya karena dengan Injil
akan membawa pertobatan dan Injil itu sendiri mengandung kuasa Kuasa Roh
Kudus. Pertobatan juga bukan saja hanya untuk orang-orang yang belum percaya
atau mengenal Tuhan tetapii bagi setiap orang yang percaya perlu setiap hari
harus bertobat dari segala dosa yang mungkin sengaja atau tidak sengaja
3 J. Wesley.Brill, Dasar Yang Teguh (Bandung; Kalam Hidup, 2017), 325
13
dilakukannya. Perlu adanya pengakuan dosa dalam pribadi setiap manusia yang
sudah percaya kepada Tuhan
a. Peran Roh Kudus dalam pertobatan
Ketika kita telah mengambil keputusan bahwa hidup rohani merupakan
satu-saunya kehidupan yang dapat memuaskan hasrat dan keinginan kita sesuai
dengan yang telah digambarkan Kristus, maka selama kita beriman kepada
Kristus sebagai Mesias akan timbullah kerinduan untuk menyerahkan hidup kita
sepenuhnya kepada Dia. Kita tahu bahwa ini hanyalah merupakan permulaan
pengikut Sang Juruselamat dan memulai kehidupan rohani kita. Langkah
berikutnya adalah Kristus memberikan contoh baptisan-Nya di air oleh Yohanes
Pembaptis dan dengan kepenuhan-Nya akan Roh Kudus. Kemudia pujjian dari
Bapa “inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. Cara
baptisan yang terbuka untuk umum menunjukan bahwa orang tersebut rindu
menjadi anak Allah dan rindu dipenuhi Roh Kudus.
Ketaatan merupakan keadaan diterima-Nya Roh Kudus agar Dia tinggal di
dalam hidup kita, supaya kitta bisa dipimpin Roh itu dan dibimbing-Nya. Kita
hanya dapat bertambah dewasa secara rohani apabila kita senantiasa mau dipenuhi
Roh Kudus, disinilah setiap pengikut Kristus harus mengambil keputusan “apakah
saya hidup untuk hidup saya sendiri dan untuk dunia atau saya terus berjalan maju
memenuhi panggilan Allah yang mulia melalui Yesus Kristus?. Jika kita
mendengar dua suara yang berbicara kepada kita, jika suara yang satu berkata
“saya harus melakukan itu untuk saya, itu harus dengan cara saya, suara itu
menyatakan diri lahiriah kita tetapi jika ada suara yang lain berkata “tidak! Ada
cara yang lebih baik, itu adalah suara Roh Kudus. Maka pengetahuan akan firman
Allah sangatlah diperlukan, karena Roh Allah selaras dengan firman-Nya.
Allah mengutus Roh Kudus kepada semua manusia, yaitu pribadi Allah
sendiri sebagai Roh yang sudah dinyatakan sejak semula penciptaan, dan dalam
Yoh 4:24 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah
dalam roh dan kebenaran”. Maka kehadiran Roh Kudus memiliki banyak fungsi
dalam kehidupan manusia dan itu tidak terlepas dari pribadi-Nya sebagai Allah
yang berkuasa memelihara dan memerintah didalam kehidupan kita.
14
1. Roh Kudus sebegai Penolong
Penolong berarti satu pribadi yang mampu memberikan pertolong bagi
manusia dan Ia akan hidup bersama-sama denagn kita, artinya Ia akan
memberikan pertolongan untuk menuntun, membimbing, memberikan
penghiburan, memberikan kekuatan serta dorongan dan nasehat kepada setiap kita.
“Yoh. 14:16 ‘Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan
kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia emnyertai kamu
selama-lamanya”.
2. Menginsafkan dunia akan dosa.
Yoh. 16:8 “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa,
kebenaran dan penghakiman”. Peranan Roh Kudus untuk menginsafkan adalah ia
akan menyatakan dosa dan ketidakpercayaan supaya membangkitkan kesadaran
akan kesalahan dan perlunya ada pengampunan dosa. Keinsafan ini juga
menerangkan akibat yang mengerikan jikalau ornag berdosa terus berbuat dosa.
Setelah diinsafkan ia harus memilih untuk melakukan pertobatan
sungguh-sungguh untuk berbalik kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Roh Kudus untuk menginsafkan bekerja dalam kebenaran artinya Yesus adalah
Anak Allah yang benar telah bangkit dari orang mati, dimuliakan oleh Allah dan
kini Tuhan atas segala sesuatu. Roh Kudus menyadarkan orang akan patokan
kebenaran Allah didalam Kristus, menunjukan apa dosa itu sebenarnya serta
memberikan kuasa untuk mengalahkan dunia. Karya Roh Kudus untuk
menginsafkan orang dakan dosa, kebenaran, dan penghakiman akan dinyatakan di
dalam semia orang yang dibaptiskan dalam Roh Kudus dan menjadi orang
percaya yang sungguh-sungguh dipenuhi Roh Kudus. Menurut Dr. H. L Senduk:
Ada tiga macam pekerjaan Roh Kudus yaitu mewahyukan, menerangi, dadn
mengilhami.4
b. Roh Kudus yang menyatakan dosa
4 Dr. H. L Senduk, Pedoman Pelayanan Pendeta (Jakarta: Yayasan Bethel, 2008), 3
15
Salah satu yang paling menghancurkan seluruh emosi kita adalah perasaan
bersalah, yang tampaknya tidak pernah bisa dihapuskan dari pikiran dan dari
kehidupan orang yang membawa beban berat ini. Pada waktu kita menerima Roh
Kudus atau berhubungan dengan Roh itu entah bagaimana caranya, hal yang
pertama adalah kita dinyatakan bersalah dan kita dinyatakan telah jatuh jauh dari
hidup kita yang seharusnya. Tapi ada satu cara untuk menghapuskan kesalahan
kita dan agar kita diampuni yaitu cara penyaliban. Pada waktu Pentakosta Petrus
memberi jawaban pada gerombolan orang banyak setiap kali ia berbicara tentang
penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus. Dalam Kisah para Rasul dia berkata,
"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat
Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.
BAB IV
Kesimpulan
Jelaslah bahwa jika seseorang berbalik kepada Allah, tindak perbuatan itu
mengungkapkan terjadinya perubahan hati yg begitu mutlak penting dan
menentukan (biasanya disertai hati yg remuk). Dalam tulisan penulis-penulis
Kristen dan dalam pengertian umum gereja di Indonesia, kata ‘pertobatan’
umumnya digunakan untuk mengartikan gagasan-gagasan yg dalam bh Yunani
diungkapkan baik dengan epistrefo maupun metanoia (berbalik dan berubah hati),
padahal oleh beberapa bahasa lain keduanya dianggap memaksudkan dua
16
kebenaran yg terpisah. Pertobatan ditilik dari nalar ilmu jiwa adalah tindakan
manusia sendiri. Tapi nalar Alkitab menjelaskan bahwa dalam arti asasi dan yg
sesungguhnya, Allah turut berperan dalam pertobatan. “Rat 5:21” menyatakan
bahwa orang berdosa bertobat kepada Allah jika Allah membawa orang itu kepada
pertobatan (Yer 31:18). PB menyatakan bahwa jika seseorang berkemauan dan
bekerja sesuai kehendak Allah berkaitan dengan keselamatannya, maka Allah
sendirilah yg bekerja dalam diri orang itu, yg memampukan dan memotivasi dia
melakukan itu ( Fili 2:12).
Pertobatan adalah karya ilahi. Allah menyembuhkan ketidakmampuan rohani
manusia, membangkitkannya dari kematian, melahirkan dia kembali, membuka
hatinya, membuka dan mencelikkan matanya yg buta, memberinya pengertian).
Dalam peristiwa-peristiwa itu manusia tidak mempunyai andil apa pun. Manusia
menanggapi Injil hanyalah karena Allah telah lebih dahulu bekerja dalam diri
manusia menuju pertobatan itu. Berita pertobatan Paulus dan beberapa ay yg
mengacu pada kuasa dan keyakinan yg diberikan Roh Kudus kepada Firman
Allah menunjukkan bahwa Allah menarik manusia kepada-Nya dengan daya ilahi
yg mustahil ditolak, yg kadang-kadang dirasakan sebagai tak dapat dilawan oleh
manusia.
J Wesley Brill mengatakan:
Roh Kudus menyatakan wahyu yaitu kebenaran baru yang tidak dapat
diterima oleh pikiran manusia tanpa pertolongan Roh Kudus. Segenap Alkitab
perlu diilhamkan untuk menyatakan kebenaran yang baru ataupun yang lama
kepada manusia (2 Tim. 3:16). Alkitab diilhamkan baik bagian sejarahnya
maupun bagian yang merupakan kebenaran baru yang tidak dapat diterima
mansuia tanpa pertolongan Roh Kudus. Roh Kudus menerangi pikiran kita
supaya dapat mengerti kebenaran yang diilhamkan oleh Allah.5
Roh Kudus memberikan pengertian kepada setiap manusia untuk bisa
memahami kebenaran dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. Oleh prtolongan
Roh Kudus, manusia dapat berjalan pada kebenaran yang sejati dengan tidak
memikirkan perkara-perkara duniawi. Ketika hidup manusia berkenan kepada
5 J. Wesley.Brill, Dasar Yang Teguh (Bandung: Kalam Hidup, 2017), 233
17
Allah maka Roh Kudus akan selalu memberikan penghiburan, pertolongan,
penguatan, untuk tetap hidup bertahan dalam persekutuan yang kudus dengan
Allah. Tuhan tidak akan meninggalkan manusia ketika hidupnya sejalan dengan
kehendak-Nya, Tuhan dalam pekerjaan-Nya melalui Roh Kudus yang akan selalu
menuntun kita sesuai dengan janji-Nya.
18
DAFTAR PUSTAKA
Dr. H. L Senduk, Pedoman Pelayanan Pendeta (Jakarta: Yayasan Bethel, 2008), 3
George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru (Bandung: Kalam Hidup, 2017), 388.
LAI, Alkitab Terjemahan Baru (Jakarta: LAI, 1974), 67
J. Wesley. Brill, Dasar Yang Teguh (Bandung: Kalam Hidup, 2017), 233

Roh kudus dan pertobatan

  • 1.
    ROH KUDUS DANPERTOBATAN PAPER NAMA: YERMIAS WADU NIM: 20178624 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN SEKOLAH TINGGI TEOLOGI MAWAR SARON LAMPUNG T.A. 2020
  • 2.
    DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB I PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 a. Latar belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . b. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB II ROH KUDUS . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2 a. Pengertian Roh Kudus . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . b. Sifat keilahian Roh Kudus . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB III PERTOBATAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 9 a. Peran Roh Kudus dalam pertobatan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1. Roh Kudus sebegai Penolong . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 2. Menginsafkan dunia akan dosa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . b. Roh Kudus yang menyatakana dosa . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . BAB IV KESIMPULAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 13 DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 15
  • 3.
    1 BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang Allah mengutus Roh Kudus untuk memberikan penghiburan kepada setiap manusia, dan Roh Kudus akan selalu menginsafkan manusia dari perbuatan dosa. Roh kudus adalah penghibur atau penolong dari Allah sendiri, Roh kudus adalah janji Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya. Roh Kudus mendiami setiap orang yang telah percaya kepada Yesus sehingga membuat kegidupan mereka mengalami perubahan. Janji Tuhan untuk mendatangkan penolong bagi para murid-murid-Nya, dimana murid-murid Tuhan menerima kuasa dari Roh Kudus sehingga mereka dapat melakukan mujizat. Bagi gereja mula-mula yang didirikan para rasul menganggap bahwa peran Roh Kudus itu sangat penting. Roh Kudus mampu merubah setiap mereka yang mau menerima Roh kudus I Kor 1:26. jadi dikaitkan dengan zaman sekarang peran Roh Kudus masih bekerja dalam kehidupan setiap orang percaya, memberikan dorongan untuk memberitakan Injil keselamat bagi orang yang belum percaya kepada Tuhan. Kehidupan yang baru dari buah pertobatan adalah kunci untuk menerima janji akan pimpinan Roh Kudus. Dunia saat ini sedang mengalami kemerosotan baik secara moral maupun spiritual. Karena kerusakan tersebut membuat dunia semakin jahat, mereka tidak lagi mengenal siapa mereka dan untuk apa mereka ada di dunia ini. B. Tujuan Setelah kita memhami latar belakang dari Roh Kudus maka disini penulsi memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada setiap manusia khususnya orang yang percaya kepada Yesus, agar mengerti apa yang menjadi peran Roh Kudus dalam memabwa manusia dalam pertobatan kepada Yesus.
  • 4.
  • 5.
    3 BAB II ROH KUDUS A.Pengertian Roh Kudus Alkitab menyebut Roh Kudus juga Roh Allah, Roh Kebenaran, Roh Tuhan, Roh Yesus, Roh Penghibur. Roh Kudus juga dilambangkan dengan nafas, angin, merpati, jari Allah, api. Kepelbagaian itu membantu untuk menerangkan identitas dan kerja Roh. Ada yg berpendapat bahwa ajaran PL dan ajaran PB mengenal pokok ini tak dapat dipersatukan, tapi pendapat itu tidak benar. PL dan PB tidak bertentangan tentang pemeliharaan Allah dan anugerah-Nya, atau tentang tindakan Logos dalam penciptaan dan pekerjaan penyelamatan oleh Anak Allah, atau mengenal Roh Kudus. Bapak dan Anak aktif dalam kedua Kitab Perjanjian itu, dan Roh Kudus bekerja sepanjang zaman. Memang benar, hanya dalam PB terdapat gambaran rinci mengenal aktivitas-Nya. Tapi ajaran Tuhan Yesus dan para rasul sama sekali tidak bertentangan dengan apa yg kita pelajari dari penulis PL. Karena Allah itu Roh adanya ( Yoh 4:24), pemikiran tentang Trinitas berasaskan ‘Roh’, mengaburkan perbedaan antara Roh, Bapak, dan Anak. Berbicara mengenal Roh sebagai tali kasih antara Bapak dan Anak, atau mendefinisikan Roh sebagai ‘tindakan hidup Allah di dunia’, memang menekankan kebenaran berharga namun cenderung mengurangi kepribadian Roh, sehingga Ia menjadi tidak lebih dari pengaruh atau kekuatan yg bersifat baik. Berita PL tentang aktivitas Roh memang lebih mudah diterangkan sebagai aktivitas dari sesuatu yg impersonal tidak berpribadi daripada berita PB. Tapi Allah hadir secara pribadi dan berkuasa melalui Roh-Nya, demikian PL dan PB. Dalam PL dan PB ada gerakan dalam pekerjaan Roh Kudus dari yg eksternal ke yg internal, artinya dari yg lahiriah ke yg batiniah, dan dari penerapan atas ‘keadaan’ ke penerapan atas ‘watak’. Ihwal yg ragawi dan amoral menuju ke yg rohani dan moral.
  • 6.
  • 7.
    5 Ada 5 pekerjaanRoh dalam PL: 1. Pekerjaan Roh dalam penciptaan Roh melayang-layang diatas permukaan air “Kej 1:2”, kemudian membentuk manusia, Allah menghembuskan nafas kedalam hidungnya, dan pada saat itulah manusia menjadi makhluk hidup. Roh itu adalah Ruakh “nafas”/”angin” Allah, tenaga dana kekuatan Allah. Jadi manusia roh, jiwa dan tubuh terbuka bagi kuasa Roh Allah artinya belajar mencerminkan Allah. Roh manusia adalah pelita Tuhan bila berada dalam Roh Tuhan, bila roh manusia memiliki hubungan yang benar dengan Roh Allah, maka ia memenuhi kehendak Tuhan atas dirinya. Karena dosa, manusia membuat diirnya menjadi pusat hidupnya artinya dalam keadaan seperti ini ia merusak kepribadiannya sendiri, tidak menghormati Allah dan menghinakan Roh-Nya. 2. Pekerjaan Roh dalam melengkapi manusia bagi pelayanan Roh datang kepada orang yang dipilih Allah untuk tugas tertentu dan menganugerahkan kecakapan untuk mengemban tugas itu “Kel 31:3 dan telah Kupenuhi dia dengan Roh Allah, dengan keahlian dan pengertian dan pengetahuan, dalam segala macam pekerjaan”. Hak 3:10 Roh TUHAN menghinggapi dia dan ia menghakimi orang Israel. Ia maju berperang, lalu TUHAN menyerahkan Kusyan-Risyataim, raja Aram, ke dalam tangannya, sehingga ia mengalahkan Kusyan-Risyataim. 3. Pekerjaan Roh dalam mengilhami para nabi Ada kalanya mereka yang fanatik mengatakan dini digerakan oleh Roh Kudus melakukan hal-hal yang bagi orang lain adalah berlebih-lebihan. Akibatnya orang-orang lain itu cenderung memisahkan dini dari kelompook fanatik itu dan tiak begitu gamblang menyebut diir didiami oleh Roh Kudus. Sementara itu ada pula nabi yang sunguguh-sungguh menyadari peranan dan pengaruh Roh Kudus. Karya Roh Kudus dipandang tinggi bobotnya dalam wujud morah, sedangkan kemungkinan bergerak secara spontan dalam hal-hal rohani dan kebebasan melampaui kebiasaan diakui. Yer 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN:
  • 8.
    6 Aku akan menaruhTaurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 4. Pekerjaan Roh dalam menghasilkan kehidupan bermoral Bagi pemazmur kehadiran Roh Kudus berarti kehancurah roh manusia dan penyesalan, hati yang bersih, setia dan bahagia “Mzm 139:7 Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?”Roh Allah disamakan dengan kehadiran-Nya dan keduanya tak dapat dihindari. Pendekatan kuasa Allah membuat pemazmur menaikan permohonan supaya hati nuraninya diselidiki dan ia dipimpin di jalan kekal “Mzm 139:23 Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; Mzm 139:24 lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”. 5. Pekerjaan Roh menubuatkan Mesias. Pemazmur mencatat kehadiran Roh pada zamannya dan beberapa penafsir menganggap itu puncak penyataan Roh dalam PL, akan tetapi nabi juga merujuk pada pekerjaan Roh pada masa datang dan tentang itu ada dua acuan, pertama nubuat bahwa Roh akan mendiami tokoh mesianis dan yang kedua nubuat tentang kegiatan Roh dalam umat perjanjian Allah umumnya. “Yes 42:1-3 Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa, Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan, Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum”. Pekerjaan Roh Kudus dalam PB Dalam Injil sinoptik berkaitan dengan peristiwa akbar dalam hidup Yesus. Ucapan Yesus yang berkaitan dengan Roh hanya lima kali sehingga ini menjadi kontras dengan kurangnya ucapan Yesus sendiri mengenai pekerjaan Roh. Bebrapa serjana mengatakan bahwa ucapan Yesus hanya satu yang asli bahkan
  • 9.
    7 mencurigai dengan berbagaialasan. Seandainya ucapan Yesus tentang Roh ditiadakan, maka tindakan itu sama sekali tidak dapat diterapkan atas rincian kehidupan-Nya yang dicatat penulis Injil Sinoptik. Alkitab mengatakan: Luk 1:15, 35, 41 “Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus.”1 Roh Kudus dengan memberi diri-Nya menjadi kehidupan rohani orang percaya, memungkinkan orang percaya itu mengalami kehidupan Kristus yang bangkit dalam dirinya. Roh adalah Pencipta, Sumber dan Penata kekuatan sepanjang hidup dalam proses pertumbuhan spiritual, dan hanya dengan Roh maka orang percaya dapat memperoleh kemenangan melawan dosa. Roh melepaskan orang kudus dari belenggu ketergantungan mutlak pada hukum secara harfiah; Roh adalah Roh Kristus Pembebas, dan yang mengubah orang berdosa, yg menyesuaikannya dengan citra Kristus “2Kor 3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.” Roh Kudus ialah Roh Kerajaan Allah yang mengutamakan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita, dan diatas segala-galanya Rohlah sumber kebenaran, sumber kasih yang kudus yang mengungguli iman dan pengharapan dan utama dalam daftar buah Roh hasil spontan dari pekerjaan-Nya (Galatia 5:22-23). Roh Kudus menyatakan bahwa Roh Kudus tidak diciptakan, tapi adalah daya kreatif dari Allah pengasih yang kudus, transendental namun sebagai yang berpribadi hadir dalam roh manusia. Kadang-kadang Roh Kudus nampak sebagai daya imanen, atau asas hidup, yang menopang alam semesta dan isinya. Pengakuan akan kuasa Roh pada tingkat ini pun sudah sangat bermanfaat bagi manusia, yang setiap waktu dan yang senantiasa makin tergantung pada energi 1 LAI, Alkitab Terjemahan Baru (Jakarta: LAI, 1974), 67
  • 10.
    8 alam, tapi cenderungmenyalahgunakan energi itu untuk menimbulkan kekacauan dan bencana. PL bicara tentang Roh memampukan para tukang, mengilhami para pemimpin umat, dan menobatkan orang-orang saleh sehingga haus akan kekudusan. Semua ‘kecakapan’ itu digenapi pada Dia yg melalui nafas Allah tidak terhalang mengucapkan Firman Allah, dan pada diri-Nya sendiri adalah “Logos” Firman Allah. Dosa yang menjadi kendala dalam diri manusia ditanggung oleh Dia melalui Roh yang kekal mempersembahkan diri-Nya tanpa cacat kepada Allah, oleh Roh kekudusan dibangkitkan dari antara orang mati (Ibr 9:14; Rom 1:4). Sejak pengalaman itu Allah yang menjadi manusia bersama kita, menjadi pengalaman Allah berdiam dalam kita. Kehidupan, terang, kemerdekaan dan kasih Kristus diambil oleh Roh dan diterapkan pada roh manusia, sehingga manusia diinsyafkan akan kematian, kegelapan, perhambaan, dan kebencian akan Allah dan segala kebaikan, ia diperbaharui oleh kekuatan yg menuju pada kebenaran, yaitu Roh kemuliaan. B. Sifat keilahian Roh Kudus Roh Kudus, yang merupakan karunia Allah, adalah Roh Allah yang ditanam dalam-dalam oleh Allah ke dalam tubuh manusia yang menjadi Bait Allah. "Tidak tahukah kamu bahwa kamu adalah bait Allah, dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?" (1Kor 3:16) Roh Kudus sama dengan keberadaan Allah. Ia adalah Kasih, kuasa yang menciptakan, kuasa yang membimbing, kuasa yang menerangi, kuasa yang menyembuhkan, kuasa yang menyucikan, kuasa yang mengampuni, kuasa yaang mengampuni, kuasa yang menegur, dan kuasa yang menghidupkan orang mati. Didalam Yesus Kristus, kasih Allah turun kebumi dengan menjadi sama seperti manusia; sehingga melalui keteladanan-Nya dan melalui pemenuhan Roh Kudus seperti yang dijanjikan, menjadi sama seperti Dia sewaktu berada di dunia, kita menjadi anak-anak Allah. "Allah itu Roh dan barang siapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." (Yoh 4:24) Tidak ada seorangpun yang melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap berada di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita: Ia tetap mengaruniakan kita
  • 11.
    9 mendapat bagian dalamRoh-Nya. Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia" (1Yoh 4:12-14). Yesus Kristus, sebagai Juruselamat dunia, telah datang untuk mendirikan suatu kerajaan rohani supaya manusia boleh hidup seperti dahulu Allah menciptakan manusia, atau sebagai makhluk rohani yang hidup berkelimpahan dan yang hidup untuk kemuliaan Allah Sang Pencipta-Nya. Kristus sebagai Juruselamat dunia berkata: "Akulah terang dunia; barang siapa mengikut aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh 8:12). "Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenalnya. Ia datang kepada milik kepuyaan-Nya, tetapi orang-orang kepuyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya Kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam Nama-Nya; orang-orang yang diperankkan bukan dari darah atau daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah" (Yoh 1:9-3). Pada waktu kita menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan percaya dalam nama-Nya, kita akan diberi Kuasa Roh Kudus agar kita menjadi ciptaan baru, dan diberi terang agar kita memantulkan terang kebenaran yang menerangi setiap orang didunia ini. "Sebab ada tiga yang memberikan kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman, dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian dibumi: Roh dan air dan darah, dan ketiganya adalah satu" (1Yoh 5:7,8). George Eldon Ladd mengatakan bahwa: Sebagai ganti kehadiran pribadi-Nya, murid-murid-Nya akan melanjutkan misi-Nya, dan Roh Kudus akan diberikan kepada mereka sehingga perkataan dan perbuatan mereka bukan lagi tindakan manusia semata-mata, melainkan saluran anugerah ilahi. Sebagai akibatnya, mereka akan menjadi sumber hidup bagi orang-orangyang mendengarkan perkataan mereka dan mempercayainya.2 2 George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru (Bandung: Kalam Hidup, 2017), 388.
  • 12.
    10 Sebutan Roh Kudusyang bermacam-macam dan indah-indah itu menunjukkan keAllahan-Nya. Dalam Perjanjian Lama Roh Kudus juga disebut Roh Allah dan disempurnakanakan dalam Perjanjian Baru sebagai Roh Kristus. Karena Roh Allahlah maka penciptaan itu terjadi. Para nabi dan pemazmur dalam menulis Firman allah diilhami oleh Roh Kudus yang sama. Seperti yang tertulis dalam “2 Petrus 1:21” sebagai berikut: "Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas Nama Allah." Dalam “Lukas 1:35” Maria diberitahu bagaimana Anak yang telah dijanjikan itu akan datang, "Roh Kudus akan turun ke atasmu dan Kuasa yang Maha Tinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." Ketika Tuhan akan meninggalkan dunia ini, Kristus berdoa kepada Bapa agar pengikut pengikut-Nya diberi penghibur lain yang menggantikan Dia dan yang akan menyertai mereka selama-lamanya. Disini bisa kita lihat lagi keAllahan Roh kudus. Roh kudus yang melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sama, seperti Yesus Kristus lakukan kepada pengikut-pengikut-Nya ketika Dia secara fisik masih bersama-sama dengan mereka didunia. Roh Kudus adalah pemimpin dalam kehidupan setiap manusia untuk dibawa kedalam kehendak Allah, Ia akan menuntun manusia kepada pekerjaan-pekerjaan Ilahi yang Allah kehendaki dalam kehidupan manusia. Roh Kudus selalu memberikan alaram kepada setiap manusia untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mendatangkan dosa bagi dirinya, Roh Kudus bekerja setiap saat dalam mendidik manusia kepada jalan yang benar. Roh Kudus melengkapi manusia dengan segala kuasa yang diberikan oleh Allah dalam memberitakan Injil kepada semua orang, memperlengkapi dengan hikmat dan pengetahuan untuk memahami yang apa yang menjadi kehendak Allah yang perlu dikerjakan. Didalam Kis. 15 Roh Kudus menjadi kelada bagi jemaat serta mengatur segala pelaksanaan-Nya. Persoalan terbesar yang terjadi dalam diri manusia adalah ia tidak mau dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga mengalami kesulitan dalam menjalani hidupnya, sulit untuk menemukan jalan keluar disaat berhadapan dengan masalah yang besar, dan akhirnya manusia lebih memilih untuk melakukan jalan yang jahat.
  • 13.
    11 Allah yang adalahRoh Kudus selalu memberikan pengharapan kepada setiap manusia untuk bisa berbalik, Ia selalu dalam anugerah-Nya memberikan kesempatan kepada manusia untuk bisa datang dan bersekutu dengan-Nya dengan sikap hati yang benar dan takut akan Tuhan serta memiliki keputusan untuk hidup dalam Tuhan dan mau dipimpin oleh Roh Kudus. BAB III PERTOBATAN Kata Ibrani “syuv” berarti berputar, berbalik kembali. Mengacu kepada tindakan berbalik dari dosa kepada Allah “Yer 3:14”. Pertobatan adalah pembaharuan hidup sehingga kembali kepada Tuhan atau perubahan total sehingga yang lama ditinggalkan.“Mat. 4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!". pada waktu sesorang menerima atau menjawab panggilan Tuhan saat itulah ia pengalaman pertobatan dan hal tersebut ditandai dengan perubahan cara hidup. Sesuai dengan ajaran firman Tuhan pertobatan itu diikuti dengan baptisan seperti yang terjadi pada kepala penjara Filipi dan keluarganya. Contoh lain kita dapat melihat perubahan dalam diri Paulus dari seornag Yahudi menjadi seorang Kristen yang siap memberitakan Injil. Jadi Pertobatan adalah suatu perubahan batin atau sikap dan perubahan seperti ini dalam PL bahkan dapat berlaku pada Allah “I Sam. 15:11”. Pertobatan adalah syarat mutlak untuk beroleh keselamatan. Yesus memulai pelayanan-Nya di muka umum dengan seruan bertobatlah, dan salah satu ucapan-Nya sebelum Ia naik ke sorga ialah, ‘pertobatan dan pengampunan dosa harus diberitakan kepada segala bangsa. Luk 24:47 “dan lagi: dalam nama-Nya
  • 14.
    12 berita tentang pertobatandan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem”. Tuntutan supaya bertobat, dan kenyataan bahwa pertobatan adalah mutlak perlu untuk pengampunan dosa dan beroleh hidup yg kekal, menyatakan bahwa keselamatan mustahil tanpa pertobatan. ‘Iman’ tanpa pertobatan bukanlah iman yg membawa kepada keselamatan. Pertobatan sangat penting bagi setiap manusia agar bisa hidup bersama dengan Tuhan. Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya mengajak semua manusia untuk mengikuti-Nya dan meninggalkan kehidupan yang lama untuk memperoleh pembaharuan, untuk memperoleh hidup yang baru. Untuk memperoleh hidup yang layak dihadapan Tuhan, maka hal utama yang harus dilakukan adalah bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kesulitan terbesar dalam kehidupan manusia ketika ia menolak Yesus sebagai Juruselamat dalam hidupnya, artinya ia menjadikan dirinya tidak layak dihadapan Tuhan. Tuhan Yesus datang kedunia menjadi Jalan kebenaran bagi setiap manusia yang mau percaya kepada-Nya dan di dalam Yesus tidak ada kebinasaan. J. Wesley. Brill mengatakan: Pertobatan adalah keadaan ketika seorang berdosa menyesal karena dosa-dosanya, yang dinyatakan kepadanya oleh terang firman Tuhan dan gerekan Roh Kudus, sehingga dengan kehendaknya sendiri ia mengubah pikiran dan hatinya, lalu berbalik dari dosanya serta berpaling kepada Allah. Pertobatan menyangkut pikiran seseorang, pertobatan menyangkut perasaan hati, pertobatan menyangkut kehendak seseorang.3 Pertobatan terjadi dalam kehidupan manusia ketika ia mendengarkan firman Tuhan melalui para penginjil. Allah memakai para pekabaran Injil untuk membawa pertobatan kepada setiap manusia yang belum mengenal Allah. Tanpa Injil manusia tidak akan mengalami pertobatan dalam dirinya karena dengan Injil akan membawa pertobatan dan Injil itu sendiri mengandung kuasa Kuasa Roh Kudus. Pertobatan juga bukan saja hanya untuk orang-orang yang belum percaya atau mengenal Tuhan tetapii bagi setiap orang yang percaya perlu setiap hari harus bertobat dari segala dosa yang mungkin sengaja atau tidak sengaja 3 J. Wesley.Brill, Dasar Yang Teguh (Bandung; Kalam Hidup, 2017), 325
  • 15.
    13 dilakukannya. Perlu adanyapengakuan dosa dalam pribadi setiap manusia yang sudah percaya kepada Tuhan a. Peran Roh Kudus dalam pertobatan Ketika kita telah mengambil keputusan bahwa hidup rohani merupakan satu-saunya kehidupan yang dapat memuaskan hasrat dan keinginan kita sesuai dengan yang telah digambarkan Kristus, maka selama kita beriman kepada Kristus sebagai Mesias akan timbullah kerinduan untuk menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Dia. Kita tahu bahwa ini hanyalah merupakan permulaan pengikut Sang Juruselamat dan memulai kehidupan rohani kita. Langkah berikutnya adalah Kristus memberikan contoh baptisan-Nya di air oleh Yohanes Pembaptis dan dengan kepenuhan-Nya akan Roh Kudus. Kemudia pujjian dari Bapa “inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. Cara baptisan yang terbuka untuk umum menunjukan bahwa orang tersebut rindu menjadi anak Allah dan rindu dipenuhi Roh Kudus. Ketaatan merupakan keadaan diterima-Nya Roh Kudus agar Dia tinggal di dalam hidup kita, supaya kitta bisa dipimpin Roh itu dan dibimbing-Nya. Kita hanya dapat bertambah dewasa secara rohani apabila kita senantiasa mau dipenuhi Roh Kudus, disinilah setiap pengikut Kristus harus mengambil keputusan “apakah saya hidup untuk hidup saya sendiri dan untuk dunia atau saya terus berjalan maju memenuhi panggilan Allah yang mulia melalui Yesus Kristus?. Jika kita mendengar dua suara yang berbicara kepada kita, jika suara yang satu berkata “saya harus melakukan itu untuk saya, itu harus dengan cara saya, suara itu menyatakan diri lahiriah kita tetapi jika ada suara yang lain berkata “tidak! Ada cara yang lebih baik, itu adalah suara Roh Kudus. Maka pengetahuan akan firman Allah sangatlah diperlukan, karena Roh Allah selaras dengan firman-Nya. Allah mengutus Roh Kudus kepada semua manusia, yaitu pribadi Allah sendiri sebagai Roh yang sudah dinyatakan sejak semula penciptaan, dan dalam Yoh 4:24 “Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah dalam roh dan kebenaran”. Maka kehadiran Roh Kudus memiliki banyak fungsi dalam kehidupan manusia dan itu tidak terlepas dari pribadi-Nya sebagai Allah yang berkuasa memelihara dan memerintah didalam kehidupan kita.
  • 16.
    14 1. Roh Kudussebegai Penolong Penolong berarti satu pribadi yang mampu memberikan pertolong bagi manusia dan Ia akan hidup bersama-sama denagn kita, artinya Ia akan memberikan pertolongan untuk menuntun, membimbing, memberikan penghiburan, memberikan kekuatan serta dorongan dan nasehat kepada setiap kita. “Yoh. 14:16 ‘Aku akan meminta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia emnyertai kamu selama-lamanya”. 2. Menginsafkan dunia akan dosa. Yoh. 16:8 “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman”. Peranan Roh Kudus untuk menginsafkan adalah ia akan menyatakan dosa dan ketidakpercayaan supaya membangkitkan kesadaran akan kesalahan dan perlunya ada pengampunan dosa. Keinsafan ini juga menerangkan akibat yang mengerikan jikalau ornag berdosa terus berbuat dosa. Setelah diinsafkan ia harus memilih untuk melakukan pertobatan sungguh-sungguh untuk berbalik kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Roh Kudus untuk menginsafkan bekerja dalam kebenaran artinya Yesus adalah Anak Allah yang benar telah bangkit dari orang mati, dimuliakan oleh Allah dan kini Tuhan atas segala sesuatu. Roh Kudus menyadarkan orang akan patokan kebenaran Allah didalam Kristus, menunjukan apa dosa itu sebenarnya serta memberikan kuasa untuk mengalahkan dunia. Karya Roh Kudus untuk menginsafkan orang dakan dosa, kebenaran, dan penghakiman akan dinyatakan di dalam semia orang yang dibaptiskan dalam Roh Kudus dan menjadi orang percaya yang sungguh-sungguh dipenuhi Roh Kudus. Menurut Dr. H. L Senduk: Ada tiga macam pekerjaan Roh Kudus yaitu mewahyukan, menerangi, dadn mengilhami.4 b. Roh Kudus yang menyatakan dosa 4 Dr. H. L Senduk, Pedoman Pelayanan Pendeta (Jakarta: Yayasan Bethel, 2008), 3
  • 17.
    15 Salah satu yangpaling menghancurkan seluruh emosi kita adalah perasaan bersalah, yang tampaknya tidak pernah bisa dihapuskan dari pikiran dan dari kehidupan orang yang membawa beban berat ini. Pada waktu kita menerima Roh Kudus atau berhubungan dengan Roh itu entah bagaimana caranya, hal yang pertama adalah kita dinyatakan bersalah dan kita dinyatakan telah jatuh jauh dari hidup kita yang seharusnya. Tapi ada satu cara untuk menghapuskan kesalahan kita dan agar kita diampuni yaitu cara penyaliban. Pada waktu Pentakosta Petrus memberi jawaban pada gerombolan orang banyak setiap kali ia berbicara tentang penyaliban dan kebangkitan Yesus Kristus. Dalam Kisah para Rasul dia berkata, "Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus. BAB IV Kesimpulan Jelaslah bahwa jika seseorang berbalik kepada Allah, tindak perbuatan itu mengungkapkan terjadinya perubahan hati yg begitu mutlak penting dan menentukan (biasanya disertai hati yg remuk). Dalam tulisan penulis-penulis Kristen dan dalam pengertian umum gereja di Indonesia, kata ‘pertobatan’ umumnya digunakan untuk mengartikan gagasan-gagasan yg dalam bh Yunani diungkapkan baik dengan epistrefo maupun metanoia (berbalik dan berubah hati), padahal oleh beberapa bahasa lain keduanya dianggap memaksudkan dua
  • 18.
    16 kebenaran yg terpisah.Pertobatan ditilik dari nalar ilmu jiwa adalah tindakan manusia sendiri. Tapi nalar Alkitab menjelaskan bahwa dalam arti asasi dan yg sesungguhnya, Allah turut berperan dalam pertobatan. “Rat 5:21” menyatakan bahwa orang berdosa bertobat kepada Allah jika Allah membawa orang itu kepada pertobatan (Yer 31:18). PB menyatakan bahwa jika seseorang berkemauan dan bekerja sesuai kehendak Allah berkaitan dengan keselamatannya, maka Allah sendirilah yg bekerja dalam diri orang itu, yg memampukan dan memotivasi dia melakukan itu ( Fili 2:12). Pertobatan adalah karya ilahi. Allah menyembuhkan ketidakmampuan rohani manusia, membangkitkannya dari kematian, melahirkan dia kembali, membuka hatinya, membuka dan mencelikkan matanya yg buta, memberinya pengertian). Dalam peristiwa-peristiwa itu manusia tidak mempunyai andil apa pun. Manusia menanggapi Injil hanyalah karena Allah telah lebih dahulu bekerja dalam diri manusia menuju pertobatan itu. Berita pertobatan Paulus dan beberapa ay yg mengacu pada kuasa dan keyakinan yg diberikan Roh Kudus kepada Firman Allah menunjukkan bahwa Allah menarik manusia kepada-Nya dengan daya ilahi yg mustahil ditolak, yg kadang-kadang dirasakan sebagai tak dapat dilawan oleh manusia. J Wesley Brill mengatakan: Roh Kudus menyatakan wahyu yaitu kebenaran baru yang tidak dapat diterima oleh pikiran manusia tanpa pertolongan Roh Kudus. Segenap Alkitab perlu diilhamkan untuk menyatakan kebenaran yang baru ataupun yang lama kepada manusia (2 Tim. 3:16). Alkitab diilhamkan baik bagian sejarahnya maupun bagian yang merupakan kebenaran baru yang tidak dapat diterima mansuia tanpa pertolongan Roh Kudus. Roh Kudus menerangi pikiran kita supaya dapat mengerti kebenaran yang diilhamkan oleh Allah.5 Roh Kudus memberikan pengertian kepada setiap manusia untuk bisa memahami kebenaran dan melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah. Oleh prtolongan Roh Kudus, manusia dapat berjalan pada kebenaran yang sejati dengan tidak memikirkan perkara-perkara duniawi. Ketika hidup manusia berkenan kepada 5 J. Wesley.Brill, Dasar Yang Teguh (Bandung: Kalam Hidup, 2017), 233
  • 19.
    17 Allah maka RohKudus akan selalu memberikan penghiburan, pertolongan, penguatan, untuk tetap hidup bertahan dalam persekutuan yang kudus dengan Allah. Tuhan tidak akan meninggalkan manusia ketika hidupnya sejalan dengan kehendak-Nya, Tuhan dalam pekerjaan-Nya melalui Roh Kudus yang akan selalu menuntun kita sesuai dengan janji-Nya.
  • 20.
    18 DAFTAR PUSTAKA Dr. H.L Senduk, Pedoman Pelayanan Pendeta (Jakarta: Yayasan Bethel, 2008), 3 George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru (Bandung: Kalam Hidup, 2017), 388. LAI, Alkitab Terjemahan Baru (Jakarta: LAI, 1974), 67 J. Wesley. Brill, Dasar Yang Teguh (Bandung: Kalam Hidup, 2017), 233