Oleh Kelompok 3:
• Ana Nurmuslimah : 20140102003
• Bagus Budiono : 20140102008
• Egi : 20130202013
• Gilang : 20140202014
• Joni : 20140102025
• Nur Aini : 20140102034
• Rusofi : 20140102043
• Tri Ayu : 20140202027
• Ajis hekmawa
MANAJEMEN SYARI’AH
RIBA
Riba Dalam Islam
• Al-Qur’an
• Al-Hadist
Riba di Kalangan Non Muslim
• Kitab old-testament (Perjanjian Lama)
Konsep riba di Kalangan Kristen
• Larangan Riba terdapat dalam Lukas
Dasar Hukum
 Riba Utang-Piutang
• Riba Qardh
• Riba Jahiliyah
Riba Jual-Beli
• Riba Fadhl
• Riba Nasiah
Macam Riba
Prinsip-Prinsip
Riba
(Dari Sabda
Rasulullah SAW)
Alasan Melakukan Riba
 Teori Abstinence
– Teori ini menggangap bunga adalah sejumlah uang yang diberikan
kepada seseoraang karena pemberi pinjaman telah menahan diri dari
keinginannya memanfaatkan uangnya sendiri semata-mata untuk
memenuhi keinginan peminjam
Kelemahan Kenyataannya pemberi pinjaman hanya akan
meminjamkan uang yang tidak ia manfaatkan, pemberi
pinjaman hanya akan meminjamkan uang berlebihan
dari yang ia perlukan.
Tidak ada standar yang dapat digunakan untuk
mengukur unsur penundaan konsumsi dari teori bunga
abstinence.
 Teori Bunga Sebagai Imbalan Sewa
– Teori menganggap uang sebagai barang yang menghasilkan
keuntungan bilamana digunakan untuk melakukan produksi.
Kelemaha
n
Uang tidak bisa disamakan dengan barang-
barang rumah tangga atau perusahaan.
Nilai uang akan sama dengan nilai barang
dan sifat uang sama dengan sifat barang.
Sulit memperhitungkan besarnya sewa uang
yang dikenakan kepada orang lain, dan bisa
saja ini akan mengingkari aspek
kemanusiaan
 Teori Produktif – Konsumtif
– Teori ini menganggap setiap uang yang dipinjamkan akan membawa
keuntungan bagi orang yang dipinjamkannya.
Kelemaha
n
Setiap penggunaan pinjaman, terdapat dua
kemungkinan memperoleh keuntungan atau
menderita kerugian.
Keuntungan dari peminjam tidak bisa
dijamin selalu sama dari bulan ke bulan atau
tahun ke tahun.
 Teori Opportunity Cost
– Teori ini beranggapan bahwa dengan meminjamkan uangnya berarti
pemberi pinjaman menunggu atau menahan diri untuk tidak
menggunakan modal sendiri guna memenuhi keinginan sendiri.
Kelemaha
n
Waktu tidak bisa dijadikan dasar bagi
peminjam untuk mendapatkan keuntungan
usahanya.
Pengaruh waktu dalam berbagai bidang
usaha berbeda-beda.
 Teori Kemutlakan Produktivitas Modal
– Teori ini beranggapan bahwa: Pertama, modal mempunyai
kesanggupan sebagai alat dalam memproduksi. Kedua, modal
mempunyai kekuatan-kekuatan untukk menghasilkan barang-barang
dalam jumlah yang lebih besar dari apa yang bisa dihasilkan tanpa
memakai modal. Ketiga, modal sanggup menghasilkan benda-benda
yang lebih berharga daripada yang dihasilkan tanpa modal. Keempat,
modal sanggup menghasilkan nilai yang lebih besar dari nilai modal itu
sendiriKelemaha
n
Modal akan berfungsi baik bila ada
dukungan faktor produksi yang lain, seperti
profesionalisme, pengembangan teknologi,
luasnya industri dan lain-lain
Kondisi sosial politik akan mempengaruhi
keefektifan modal dalam mempengaruhi
optimalisasi produksi.
 Teori Nilai Uang pada Masa Datang Lebih Rendah
– Teori ini menganggap bunga sebagai selisih nilai (agio) yang diperoleh
dari barang-barang pada waktu sekarang terhadap perubahan atau
penukaran barang diwaktu yang akan datang.
Kelemaha
n
Bila demikian mengapa banyak orang tidak
membelanjakan seluruh pendapatannya
disaat sekarang. Tetapi lebih banyak
menyimpan demi keperluan dimasa datang
Hasil yang nyata dari optimalisasi waktu
tergantung pada jenis usaha, sektor industri,
lama usaha, keadaan pasar, stabilitas sosial
dan politik, dan lain-lain.
 Teori Inflasi
– Teori ini menganggap adanya kecenderungan penurunan nilai uang
dimasa datang.
Kelemaha
n
Argumentasi tersebut sangat tepat
seandainya dalam dunia ekonomi yang
terjadi hanyalah inflasi saja tanpa ada deflasi
atau stabilitas
Kita tidak boleh menutup kemunngkinan
dalam masalah transaksi syariah terdapat
keuntungan.
Perbedaan antara bunga dan Bagi-hasil
Bunga
Penentuan bunga dibuat pada waktu
akad dengan asumsi harus selalu
untung.
Besarnya persentase berdasarkan pada
jumlah uang (modal) yang dipinjamkan
Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak
dikecam) oleh semua agama termasukk
islam
Jumlah pembayaran bunga tidak
meningkat sekalipun jumlah keuntungan
berlipat atau keadaan ekonomi sedeang
booming
Bagi-hasil
Penentuan besarnya rasio/nisab bagi
hasil dibuat pada waktu akad dengan
berpedoman pada kemungkinan untung
rugi
Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan
pada jummlah keuntungan yang
diperoleh
Tidak ada yang meragukan keabsahan
bagi hasil
Jumlah pembagian laba meningkat
sesuai dengan peningkatan jumlah
pendapatan.
Dampak Riba
Riba dapat menimbulkan
permusuhan antara pribadi dan
mengurangi semangat kerja
sama/saling menolong dengan
sesama manusia.
Yang kaya semakin kaya danyang
miskin semakin miskin.
Menimbulkan tummbuhnya mental
pemboros dan pemalas.
Riba pada kenyataanya adalah
pencurian, karena uang tidak
melahirkan uang.
Riba merupakan salah satu bentuk
penjajahan.
Tingkat bunga tinggi menurunkan
minat untuk berinvestasi.
Bunga, Riba, dan Masyarakat Kita
Diterima atau tidaknya bunga sebagai riba berhubungan erat dengan
masalah emosi keagamaan masyarakat
Selain riba, ada masyir (perjudian) dan gharar (ketidakpastian)
Kritis yang berlebihan terhadap lembaga keuangan syariah
Masih banyak institusi pendidikan lebih mengenalkan bunga
sebagai bagian instrumen moneter dari sistem keuangan
didaam suatu negara
Masyarakat muslim lebih familiar dengan sistem konvensional
Riba manajemen syari'ah

Riba manajemen syari'ah

  • 1.
    Oleh Kelompok 3: •Ana Nurmuslimah : 20140102003 • Bagus Budiono : 20140102008 • Egi : 20130202013 • Gilang : 20140202014 • Joni : 20140102025 • Nur Aini : 20140102034 • Rusofi : 20140102043 • Tri Ayu : 20140202027 • Ajis hekmawa MANAJEMEN SYARI’AH
  • 2.
  • 3.
    Riba Dalam Islam •Al-Qur’an • Al-Hadist Riba di Kalangan Non Muslim • Kitab old-testament (Perjanjian Lama) Konsep riba di Kalangan Kristen • Larangan Riba terdapat dalam Lukas Dasar Hukum
  • 4.
     Riba Utang-Piutang •Riba Qardh • Riba Jahiliyah Riba Jual-Beli • Riba Fadhl • Riba Nasiah Macam Riba Prinsip-Prinsip Riba (Dari Sabda Rasulullah SAW)
  • 5.
    Alasan Melakukan Riba Teori Abstinence – Teori ini menggangap bunga adalah sejumlah uang yang diberikan kepada seseoraang karena pemberi pinjaman telah menahan diri dari keinginannya memanfaatkan uangnya sendiri semata-mata untuk memenuhi keinginan peminjam Kelemahan Kenyataannya pemberi pinjaman hanya akan meminjamkan uang yang tidak ia manfaatkan, pemberi pinjaman hanya akan meminjamkan uang berlebihan dari yang ia perlukan. Tidak ada standar yang dapat digunakan untuk mengukur unsur penundaan konsumsi dari teori bunga abstinence.
  • 6.
     Teori BungaSebagai Imbalan Sewa – Teori menganggap uang sebagai barang yang menghasilkan keuntungan bilamana digunakan untuk melakukan produksi. Kelemaha n Uang tidak bisa disamakan dengan barang- barang rumah tangga atau perusahaan. Nilai uang akan sama dengan nilai barang dan sifat uang sama dengan sifat barang. Sulit memperhitungkan besarnya sewa uang yang dikenakan kepada orang lain, dan bisa saja ini akan mengingkari aspek kemanusiaan
  • 7.
     Teori Produktif– Konsumtif – Teori ini menganggap setiap uang yang dipinjamkan akan membawa keuntungan bagi orang yang dipinjamkannya. Kelemaha n Setiap penggunaan pinjaman, terdapat dua kemungkinan memperoleh keuntungan atau menderita kerugian. Keuntungan dari peminjam tidak bisa dijamin selalu sama dari bulan ke bulan atau tahun ke tahun.
  • 8.
     Teori OpportunityCost – Teori ini beranggapan bahwa dengan meminjamkan uangnya berarti pemberi pinjaman menunggu atau menahan diri untuk tidak menggunakan modal sendiri guna memenuhi keinginan sendiri. Kelemaha n Waktu tidak bisa dijadikan dasar bagi peminjam untuk mendapatkan keuntungan usahanya. Pengaruh waktu dalam berbagai bidang usaha berbeda-beda.
  • 9.
     Teori KemutlakanProduktivitas Modal – Teori ini beranggapan bahwa: Pertama, modal mempunyai kesanggupan sebagai alat dalam memproduksi. Kedua, modal mempunyai kekuatan-kekuatan untukk menghasilkan barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari apa yang bisa dihasilkan tanpa memakai modal. Ketiga, modal sanggup menghasilkan benda-benda yang lebih berharga daripada yang dihasilkan tanpa modal. Keempat, modal sanggup menghasilkan nilai yang lebih besar dari nilai modal itu sendiriKelemaha n Modal akan berfungsi baik bila ada dukungan faktor produksi yang lain, seperti profesionalisme, pengembangan teknologi, luasnya industri dan lain-lain Kondisi sosial politik akan mempengaruhi keefektifan modal dalam mempengaruhi optimalisasi produksi.
  • 10.
     Teori NilaiUang pada Masa Datang Lebih Rendah – Teori ini menganggap bunga sebagai selisih nilai (agio) yang diperoleh dari barang-barang pada waktu sekarang terhadap perubahan atau penukaran barang diwaktu yang akan datang. Kelemaha n Bila demikian mengapa banyak orang tidak membelanjakan seluruh pendapatannya disaat sekarang. Tetapi lebih banyak menyimpan demi keperluan dimasa datang Hasil yang nyata dari optimalisasi waktu tergantung pada jenis usaha, sektor industri, lama usaha, keadaan pasar, stabilitas sosial dan politik, dan lain-lain.
  • 11.
     Teori Inflasi –Teori ini menganggap adanya kecenderungan penurunan nilai uang dimasa datang. Kelemaha n Argumentasi tersebut sangat tepat seandainya dalam dunia ekonomi yang terjadi hanyalah inflasi saja tanpa ada deflasi atau stabilitas Kita tidak boleh menutup kemunngkinan dalam masalah transaksi syariah terdapat keuntungan.
  • 12.
    Perbedaan antara bungadan Bagi-hasil Bunga Penentuan bunga dibuat pada waktu akad dengan asumsi harus selalu untung. Besarnya persentase berdasarkan pada jumlah uang (modal) yang dipinjamkan Eksistensi bunga diragukan (kalau tidak dikecam) oleh semua agama termasukk islam Jumlah pembayaran bunga tidak meningkat sekalipun jumlah keuntungan berlipat atau keadaan ekonomi sedeang booming Bagi-hasil Penentuan besarnya rasio/nisab bagi hasil dibuat pada waktu akad dengan berpedoman pada kemungkinan untung rugi Besarnya rasio bagi hasil berdasarkan pada jummlah keuntungan yang diperoleh Tidak ada yang meragukan keabsahan bagi hasil Jumlah pembagian laba meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah pendapatan.
  • 13.
    Dampak Riba Riba dapatmenimbulkan permusuhan antara pribadi dan mengurangi semangat kerja sama/saling menolong dengan sesama manusia. Yang kaya semakin kaya danyang miskin semakin miskin. Menimbulkan tummbuhnya mental pemboros dan pemalas. Riba pada kenyataanya adalah pencurian, karena uang tidak melahirkan uang. Riba merupakan salah satu bentuk penjajahan. Tingkat bunga tinggi menurunkan minat untuk berinvestasi.
  • 14.
    Bunga, Riba, danMasyarakat Kita Diterima atau tidaknya bunga sebagai riba berhubungan erat dengan masalah emosi keagamaan masyarakat Selain riba, ada masyir (perjudian) dan gharar (ketidakpastian) Kritis yang berlebihan terhadap lembaga keuangan syariah Masih banyak institusi pendidikan lebih mengenalkan bunga sebagai bagian instrumen moneter dari sistem keuangan didaam suatu negara Masyarakat muslim lebih familiar dengan sistem konvensional