PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR
RENCANA KERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH
( RENJA – SKPD )
DINAS PERTANIAN KABUPATEN BLITAR
TAHUN 2015
DINAS PERTANIAN KABUPATEN BLITAR
April 2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt atas segala rahmad dan
ridhoNya sehingga dapat tersusun Rencana Kerja Dinas Pertanian Kabupaten
Blitar tahun 2015.
Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) ini
merupakan penjabaran dari Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah
(Renstra SKPD) yang memuat tentang keadaan umum daerah, isu trategis,
permasalahan, tujuan dan sasaran, kebijakan pembangunan serta kegiatan
pembangunan yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan tahun 2015.
Penyusunan Renja SKPD ini disusun dengan mengakomodasikan
seluruh kepentingan, baik dari unsur pimpinan dan staf Dinas Pertanian Kabupaten
Blitar, kepentingan petani yang diambil dari rumusan hasil musrenbang di masing-
masing kecamatan maupun rumusan hasil musrenbangtan yang dilaksanakan oleh
Dinas Pertanian Kabupaten Blitar dan apabila masih ada hal – hal yang perlu
disempurnakan sangat diharapkan masukan dari berbagai pihak yang
berkompeten.
Selanjutnya semoga dapat memenuhi harapan semua pihak utamanya
mendapatkan perhatian dalam pengalokasian anggaran pembangunan pertanian
tahun 2015.
Demikian, semoga bermanfaat dan menjadi pedoman bagi semua pihak
yang membutuhkannya
Blitar, April 2015
Kepala Dinas Pertanian
Kabupaten Blitar
Ir. EKO PRIYO UTOMO
Pembina Utama Muda
NIP. 19641002 199003 1 005
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
Halaman
BAB – 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Keadaan Umum Daerah
1
2
BAB – 2 PERKEMBANGAN DAN PERMASALAHAN
2.1 Kondisi Umum Daerah Saat Ini
2.2 Kajian Renstra dan Prioritas Program
2.3 Evaluasi Pencapaian Program Tahun 2014 dan
Perkiraan Tahun 2015
2.4 Identifikasi Masalah Tahun 2015
6
6
7
7
BAB – 3 TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN
3.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah
3.2 Sasaran dan Indikator Kinerja Kelompok Sasaran
Tahun 2015
9
10
BAB – 4 PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2014
4.1 Kebutuhan Program dan Kegiatan
4.1.1 Hasil analisis dan kondisi masalah.
4.1.2 Usulan Program dan Kegiatan dari Masyarakat.
4.2 Evaluasi Capaian Kinerja Pelaksanaan Tahun 2013
4.3 Identifikasi Program dan Kegiatan Pusat dan Propinsi
Tahun 2014
4.4 Kajian terhadap Pagu/ Plafon Identifikasi Tahun 2014
4.5 Rumusan Usulan Prioritas Program dan Kegiatan,
Target Kinerja Capaian dan Kebutuhan
PendanaanTahun 2015
12
12
13
14
14
16
18
BAB – 5 P E N U T U P 19
LAMPIRAN LAMPIRAN
BAB – 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bila dilihat dari potensi sumberdaya alamnya, Kabupaten Blitar adalah
daerah yang bercorak agraris, sebagian besar penduduknya tinggal di
pedesaan yang mengandalkan kehidupannya pada sektor pertanian. Dengan
keunggulan komparatif sebagai daerah agraris penghasil komoditas tanaman
pangan dan hortikultura, maka pembangunan pertanian perlu diletakkan
sebagai prioritas dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi daerah
mengingat pula dominansi sektor pertanian dalam pembentukan angka
PDRB yaitu sekitar 42 %.
Dengan berlakunya otonomi daerah, memberikan peluang bagi
Pemerintah Kabupaten Blitar untuk lebih proaktif, kreatif dan inovatif dalam
melakukan pembangunan susuai dengan potensinya sebagai daerah
pertanian yang dilakukan dengan pendayagunaan keunggulan komparatif
menjadi keunggulan kompetitif melalui penerapan prinsip-prinsip agribisnis.
Pembangunan pertanian di Kabupaten Blitar harus dilaksanakan
secara terpadu dengan melibatkan seluruh stake-holder pertanian, baik oleh
masyarakat petani, pengusaha saprodi, pelaku pasar produk pertanian dan
kegiatan usaha penunjang lainnya. Untuk terlaksananya pembangunan
pertanian sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah yang
mengutamakan prinsip transparansi, akuntabel dan transparansi sebagai pilar
Good Governance, maka Dinas Pertanian sebagai Satuan Kerja Perangkat
Daerah ( SKPD ) perlu menyusun suatu perencanaan yang juga
mengutamakan prinsip-prinsip tersebut yang disusun dalam bentuk Rencana
Stategis SKPD ( Renstra – SKPD ).
1.2. Kondisi Umum Daerah
1.2.1. Kondisi Wilayah
A. Geografis
Kabupaten Blitar memiliki luas wilayah 1.588,79 km2
dan
ketinggian rata-rata 167 meter dpl, dengan batas-batas sebelah
Barat Kabupaten Tulungagung dan Kediri, sebelah Utara Kabupaten
Kediri dan Kabupaten Malang, sebelah Timur Kabupaten Malang dan
sebelah Selatan adalah Samudra Indonesia. Ditengah – tengahnya
terdapat sungai sungai Brantas yang mengalir dari Timur ke Barat
yang membatasi dua wilayah yang memiliki karakteristik lahan yang
berbeda antara Kabupaten Blitar bagian utara dengan bagian
selatan. Blitar Selatan seluas 689,85 Km-2 termasuk wilayah yang
kurang subur disebabkan karena daerah tersebut merupakan daerah
pegunungan berbatu kapur. Sedangkan bagian utara merupakan
wilayah yang relatif lebih subur. Tingkat kesuburan tersebut
dipengaruhi pula oleh adannya gunug Kelud yang masih aktif serta
banyaknya aliran sungai yang berfungsi sebagai sarana penyebaran
zat – zat hara yang terkandung dalam mineral hasil letusan gunung.
B. Iklim dan Agroekologi
Lokasi Kabupaten Blitar berada di sebelah Selatan Katulistiwa,
terletak antara 111o
40 ’ – 112o
10’ Bujur Timur dan 7o
58’ – 8o
9’.51”
Lintang Selatan. Hal ini secara langsung mempengaruhi perubahan
iklim. Kabupaten Blitar termasuk tipe C3, apabila dilihat dari rata –
rata curah hujan dan bulan – bulan tahun kalender perubahan
iklimnya seperti di daerah – daerah lain mengikuti perubahan putaran
2 iklim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.
Kemampuan lahan dalam menumbuhkan komoditas sangat
dipengaruhi oleh faktor – faktor iklim, tanah, fisiografi dan tipe
penggunaan lahan. Lampiran 2 menunjukkan agroekologi
Kabupaten Blitar yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Jenis Tanah
Jenis Tanah di wilayah Kabupaten Blitar ada
beberapa macam yaitu :
- Entisol ;
Tanah yang masih sangat baru, yang belum terbentuk
harizon kecuali dipermukaannya sepadan dengan Litosol,
Regosol dan Aluvial Pasir. Jenis tanah Entisol mendominasi
wiayah Kabupaten Blitar, hanya wilayah Kecamatan Doko yang
tidak terdapat jenis tanah ini.
- Alfisol;
Tanah yang mengalami proses pelapukan tingkat
sedang, terdapat akumulasi lempung pada lapisan bawahnya
dan mempunyai kejenuhan basa tinggi. Spadan dengan
Mediteran. Jenis tanah ini terdapat di sebagian wilayah
Kecamatan Kesamben, sebagian Kecamatan Doko dan
sebagian kecamatan Selorejo.
- Oxisol;
Tanah yang telah mengalami proses pelapukan sangat
lanjut dan hanya didominasi oleh mineral yang tahan pencucian,
seperti misalnya Kaolinite dan Oxide. Sepadan dengan
Latosol. Jenis tanah ini terdapat disebagian wilayah Kecamatan
Doko, sebagian Kecamatan Kesamben, sebagian Kecamatan
Wlingi dan Selorejo.
- Andisol;
Tanah yang berasal dari pelapukan abu vulkanis dan
didominasi oleh mineral non kristal yang amorf. Spadan dengan
Andosol. Terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko dan
Kecamatan Wlingi.
b. Rejim Kebasahan
Rejim kebasahan yang sangat berpengaruh terhadap
pertumbuhan komoditas adalah keadaan lengas tanah
sepanjang tahun di dalam “Soil Moisture Control Section
(SMCS) pada tegangan kurang dari 1500 kPa (titik layu
permanen). Rejim kebasahan wilayah Kabupaten Blitar sebagai
berikut :
- Ustic;
Rejim yang mempunyai lebih 4 bulan kering secara berturut –
turut per tahun (Tipe C3, D3 dan E). Rejim Ustic terdapat
disebagian besar wilayah Kabupaten Blitar.
- Udic;
Mempunyai 2-4 bulan kering secara berturut – turut per tahun
(Tipe B2, C2 dan D2) terdapat disebagian wilayah Kecamatan
Doko, Sebagian Kecamatan Wlingi dan Sebagian Kecamatan
Ponggok.
c. Rejim Suhu Tanah
Rejim suhu yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
komoditas adalah suhu tanah pada kedalaman 50 cm. Rejim
suhu yang ada di Kabupaten Blitar adalah :
- Isohyperthermic;
Rata – rata tahunan suhu tanah lebih 22 o
C pada ketinggian 0 –
700 m dpl. Mendominasi wilayah Kabupaten Blitar.
- Isotermic;
Rata-rata tahunan suhu tanah 15 – 22 o
C, berada pada kisaran
ketuinggian 700 – 1500 m dpl. Terdapat disebagian wilayah
Kecamatan Doko dan Sebagian Kecamatan Wlingi.
d. Fisiografi
Fisiografi dan bentuk wilayah mempengaruhi pertumbuhan
tanaman secara tidak langsung melalui tanah dan iklim. Bentuk
wilayah dibagi atas derajat lerengnya. Peranan langsungnya
pada potensi pertanian suatu lahan adalah pengaruhnya
terhadap eradibilitas tanah. Dari bentuk wilayah dapat
diketahui kemungkinan mekanisme lahan, keadaaan air,
draenase dan sebagainya. Keadaan fisiografi Kabupaten Blitar
terbagi menjadi beebrapa tipe yaitu :
- Tipe berombak s/d bergelombang; wilayah dengan
kelerengan 3 – 15 %, perbedaan tinggi 5 – 50 m.
- Tipe Datar s/d landai; wilayah dengan kelerengan kurang 3
%’, perbedaan tinggi kurang 5 m.
- Tipe Berbukit s/d bergunung; wilayah dengan kelerengan lebih
dari 15 %; perbedaan tinggi lebih 50 m ( sebagian wilayah
Kecamatan Doko dan Wlingi.)
BAB – 2
PERKEMBANGAN DAN PERMASALAHAN
2.1 Kondisi Umum Daerah Saat ini
Komposisi penggunaan lahan Kabupaten Blitar tahun 2014 untuk
lahan sawah adalah 31.705 Ha dan lahan bukan sawah 67.281 Ha. Dari luas
lahan sawah menurut sistem pengairannya dibagi menjadi lahan sawah
tehnis 22.762 Ha, setengah tehnis 3.850 Ha, sederhana 3.423 Ha, Desa 485
Ha, Tadah hujan 1.205 Ha dan lahan bukan pertanian 59.873 Ha. Dari lahan
bukan sawah tersebut digunakan untuk tegal/kebun, pekarangan/bangunan,
tambak, kolam, hutan rakyat, hutan negara, perkebunan dan lain-lain.
Hasil-hasil pertanian di Kabupaten Blitar cukup beragam. Pada
kelompok tanaman pangan, padi merupakan urutan pertama luasan
tanamanannya, disusul jagung, ubikayu, kedelai, kacangtanah, ubijalar. Pada
kelompok hortikultura sayuran sebagai produk utama adalah cabe, tomat,
kacang panjang dan aneka sayuran lainnya, sedangkan potensi buah cukup
besar dan menjadi ikon daerah yaitu nanas, rambutan, manggis dan
belimbing serta aneka buah-buahan lain yang tumbuh dan menghasilkan.
Disamping itu juga menghasilkan berbagai jenis biofarmaka utamanya
kencur, jahe, laos serta jenis tanaman hias anggrek dan mawar telah
berkembang pembudidayaannya.
2.2. Kajian Renstra dan Prioritas Program
Beberapa komoditas pertanian tanaman pangan pada tahun 2014 ada
yang mengalami kenaikan dan ada yang mengalami penurunan dibanding
tahun 2013 baik yang disebabkan pertambahan luas panen maupun
produktivitasnya. Angka produktivitas padi sawah mengalami peningkatan
dari tahun 2013,yaitu 61,30 ku/ha menjadi 62,49 ku/ha. Untuk padi ladang
mengalami kenaikan dari tahun 2013 yaitu 41,5 ku/ha menjadi 43,43 ku/ha.
Jagung mengalami penurunan dari tahun 2013, yaitu dari 102,43 ku/ha
menjadi 98,41 ku/ha. Kedelai mengalami kenaikan dari tahun 2013, yaitu dari
10,01 ku/ha menjadi 9,69 ku/ha. Kacang tanah juga mengalami penurunan
dibandingkan tahun 2013, yaitu dari 11,76 ku/ha menjadi 9,81 ku/ha.
Sedangkan untuk ubi kayu mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013,
yaitu dari 130,72 ku/ha menjadi 112,57 ku/ha pada tahun 2014. Penurunan
produksi dapat disebabkan oleh penurunan produktivitas lahan yang
diperkirakan disebabkan penurunan tingkat kesuburan tanah akibat
kekurangan bahan organik, terjadi ketidak-seimbangan biokimia tanah.
2.3. Evaluasi Pencapaian Program Tahun 2014 dan Perkiraan Tahun 2015
Sarana produksi sebagai kebutuhan dasar usaha tani ( benih, pupuk,
obat-obatan ) yang tersedia di pasaran belum dapat dimanfaatkan secara
optimal oleh petani dalam arti kemampuan penyediaan belum seimbang
dengan kebutuhan, disamping itu kerjasama antar stake-holder saprodi
dengan kelompok tani belum terbangun dengan baik. Prasarana irigasi
banyak yang rusak dan belum mampu dikelola dengan baik, pemanfaatan
teknologi alsintan masih terbatas.
2.4. Identifikasi Masalah Tahun 2015
Isu strategis Kabupaten Blitar yaitu rendahnya pertumbuhan ekonomi
perdesaan, dimana perdesaan merupakan sentral kegiatan pertanian maka
”revitalisasi pertanian dan perdesaan” perlu dilakukan untuk memacu kinerja
pertanian dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut.
Permasalahan - permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan
kegiatan- kegiatan Pembangunan Pertanian di Kabupaten Blitar adalah :
a. Kepemilikan lahan budidaya petani sempit.
b. Kebanyakan pelaku usaha di bidang pertanian adalah buruh tani,
penyewa, penyakap.
c. Generasi Muda tidak berminat mengelola usaha di bidang pertanian.
d. Sarana dan Prasarana yang ada ditingkat petani, baik jumlah maupun
jenisnya sangat kurang.
e. Perilaku pelaku usaha di bidang pertanian masih tidak mengikuti anjuran
yang telah diberikan, walaupun hal tersebut diketahui dan dimengerti
bahwa hal tersebut dapat menekan biaya produksi.
f. Tidak tersedianya dana pada waktu diperlukan sebagaimana yang telah
dijadwalkan sehingga pelaksanaan kegiatan tidak dapat tepat waktu
sesuai dengan yang telah direncanakan.
g. Kurang mantapnya pelaksanaan proses Analisis Kebutuhan
Pembangunan Dinas Pertanian, sehingga masih banyak jenis-jenis
pembangunan pertanian yang diprogramkan belum mengacu pada hasil
Analisis lapangan. Hal ini akan terkait erat dengan kebutuhan riil
pembangunan pertanian Kabupaten Blitar.
h. Belum optimalnya Sistem Informasi Manajemen (SIM) Dinas Pertanian
sehingga aspek-aspek koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi
antara pelaksanaan dan intrumen Dinas Pertanian Kabupaten Blitar,
Propinsi Jawa Timur dan Pusat belum dapat direalisasikan secara baik.
i. Belum sinkronnya pemahaman visi dan misi serta kebijaksanaan yang
diterapkan Dinas Pertanian kabupaten Blitar dari sebagian Dinas, Bagian,
Kantor maupun lembaga-lembaga yang terkait pada lingkup Pemerintah
Kabupaten Blitar sehingga mengakibatkan kurangnya dukungan
pembangunan pertanian Kabupaten Blitar.
j. Masih adanya pemisahan kepentingan sektoral yang belum mengacu
kepada pembangunan, yang integral dan berkelanjutan dari dan untuk
wilayah dan masyarakat Kabupaten Blitar.
k. Iklim yang tidak menentu.
BAB - 3
TUJUAN DAN SASARAN
3.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah
Program pembangunan pertanian yang ditetapkan untuk
dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun kedepan adalah :
a. Program peningkatan kesejahteraan petani
Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan pendapatan petani
melalui pemberdayaan, peningkatan akses terhadap sumberdaya usaha
pertanian, pengembangan kelembagaan dan perlindungan terhadap petani.
Sasaran yang ingin dicapai yaitu :
a. meningkatnya kapasitas dan posisi tawar petani.
b. semakin kokohnya kelembagaan petani
c. meningkatnya akses petani terhadap sumberdaya produktif.
d. meningkatnya pendapatan petani.
b. Program peningkatan ketahanan pangan
Program ini bertujuan memfasilitasi terjaminnya masyarakat untuk
memperoleh pangan setiap saat yang cukup menurut jumlah maupun
kualitasnya, dengan sasaran :
a. tercapainya ketersediaan pangan daerah dan rumah tangga yang cukup
dan aman;
b. meningkatnya keragaman produksi dan konsumsi pangan masyarakat;
c. meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalah
kerawanan pangan.
c. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan
Program ini untuk memfasilitasi berkembangnya usaha pertanian agar
produktif dan efisien dengan sasaran :
a. menghasilkan berbagai produk pertanian yang memiliki nilai tambah dan
daya saing yang tinggi di pasaran;
b. meningkatnya kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian daerah.
d. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan
Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan pendapatan petani
melalui penggunaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian.
Sasaran yang ingin dicapai yaitu :
a. semakin kokohnya kelembagaan petani
b. meningkatnya akses petani terhadap sumberdaya produktif.
c. meningkatnya pendapatan petani.
e. Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan
Program ini untuk memfasilitasi berkembangnya usaha pertanian agar
produktif dan efisien dengan sasaran :
a. Semakin berkembangnya pemikiran petani dalam berbudidaya
b. Meningkatnya kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian daerah
3.2. Sasaran dan Indikator Kinerja Kelompok Sasaran Tahun 2015
3.2.1. Peningkatan Produktivitas Lahan
Kesenjangan antara potensi produksi dan capaian produksi akan
diatasi dengan peningkatan produktivitas lahan melalui pembenahan
sifat biofisik dan kimia lahan pertanian. Pemupukan rasional dengan
penambahan bahan organik serta penerapan paket-paket teknologi
yang lebih lengkap akan ditempuh dengan pemberdayaan kelompok
untuk peningkatan pendapatan sekaligus untuk mencapai produksi
pangan maksimal dengan kapasitas lahan yang ada guna mendukung
ketahanan pangan dengan target warna peta produktivitas Kabupaten
Blitar berwarana hijau untuk semua komoditi pangan di tingkat Jawa
Timur.
3.2.2. Peningkatan Prasarana Produksi dan Pemberdayaan
Lembaga Tani
Memadainya prasarana produksi pertanian serta meningkatnya
keberdayaan lembaga tani sebagai pelaku pembangunan ekonomi
pedesaan berbasis pertanian hingga tercapainya sasaran program
pembangunan pertanian dengan berkembangnya sistim agribisnis dan
agroindustri yaitu suatu kondisi dimana lembaga petani mampu
menggerakkan berbagai sub sistim agribisnis disamping mendukung
ketahanan pangan. Pengembangan agribisnis / agroindustri utamanya
diharapkan melalui pengembangan tanaman bernilai ekonomi tinggi
yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian pedesaan.
3.2.3. Pencapaian Ketahanan Pangan Masyarakat
Tercapainya ketahanan pangan masyarakat dengan tersedianya
bahan pangan secara merata dengan jumlah dan mutu sesuai
kebutuhan, dengan harga terjangkau, serta berkembangnya
penganekaragaman produk pangan olahan (agroindustri ) yang
mengolah aneka ragam bahan pangan pokok.
BAB – 4
PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2015
4.1. Kebutuhan Program dan Kegiatan
4.1.1. Hasil Analisis dan Kondisi Masalah
a. Memberikan bimbingan dan fasilitas peningkatan, pengembangan
dan penumbuhan usaha tani.
b. Memberikan pelayanan informasi perijinan usaha dan
rekomendasi usaha di bidang pertanian yang meliputi usaha
pengolahan, penyimpanan pasca panen.
c. Melaksanakan bimbingan pengolahan pasca panen dan
pemasaran hasil pertanian.
d. Melaksanakan pembinaan kemitraan usaha dan mendorong
investasi usaha di bidang pertanian.
e. Melaksanakan pembinaan pengembangan teknologi tepat guna.
f. Memfasilitasi dan melaksanakan bimbingan teknis pengelolaan
irigasi dan pengaturan pola tanam ditingkat usaha tani.
g. Melaksanakan pembinaan operasional perlindungan tanaman
terhadap gangguan organisme pengganggu tanaman.
h. Melaksanakan bimbingan tentang pengadaan, perbanyakan,
penyimpanan dan pendistribusian benih dan bibit tanaman
pangan.
i. Melaksanakan penyuluhan-penyuluhan, sarasehan dan temu
wicara antara kelompok tani.
j. Melakukan uji coba dan demplot usaha peningkatan hasil
produksi pertanian.
k. Memfasilitasi bimbingan, pengembangan dan pemeliharaan
sumberdaya lahan dan faktor pendukungnya.
l. Melaksanakan pembinaan, pengembangan dan peningkatan
produksi serta mutu hasil hortikultura.
m. Melaksanakan bimbingan tentang pengadaan, perbanyakan dan
pendistribusian benih dan bibit tanaman hortikultura.
n. Memfasilitasi persediaan, pengadaan dan distribusi pangan i
daerah rawan pangan maupun non rawan pangan.
o. Meningkatkan kemampuan perencanaan partisipatif dalam
ketahanan pangan bagi petugas lapang dan petani.
p. Membina keamanan pangan dalam usaha kelompok.
q. Mendukung gerakan peningkatan konsumsi pangan tertentu
antara lain telur, susu, buah-buahan Indonesia dan makanan
lokal.
4.1.2. Usulan Program dan Kegiatan dari Masyarakat
Sesuai hasil musyawarah rencana pembangunan pertanian
Kabupaten Blitar yang telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014,
secara keseluruhan masyarakat pertanian Kabupaten Blitar
mengusulkan adanya ketersediaan sarana dan prasarana pertanian
baik pokok maupun penunjang dalam pembangunan pertanian yang
meliputi :
1) Pengadaan/penyediaan handtracktor;
2) Pengadaan/penyediaan pompa air;
3) Pembangunan sumur pantek/bor
4) Pengadaan/penyediaan mesin perontok;
5) Pengadaan/penyediaan Handsprayer;
6) Pembangunan saluran irigasi tersier;
7) Bantuan benih padi;
8) Bantuan benih jagung;
9) Bantuan benih kedelai;
10) Bantuan bibit buah-buahan (Belimbing, manggis, dan durian);
11) Pengadaan/penyediaan Alat Pembuat Pupuk Organik;
12) SL-PTT.
4.2. Evaluasi Capaian Kinerja Pelaksanaan Tahun 2014
Dalam rangka mengetahui kinerja instansi Dinas Pertanian
Kabupaten Blitar melakukan penilaian kinerja Tahun 2014. Penilaian kinerja
ini dimulai dengan menentukan indikator kinerja dan variabelnya. Indikator
kinerja hádala usuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat
pencapaian statu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dengan
memperhitungkan indikator input (masukan), output (keluaran) dan outcome
(hasil).
Berdasarkan indikator kinerja tersebut (input, output dan outcome)
maka dilakukan pengukuran kinerja dengan jalan menghitung Nilai Capaian
Indikator Kinerja. Selanjutnya dilakukan penilaian kinerja dengan
menggunakan piranti formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan
formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) sebagaimana diatur
dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor :
239/IX/6/8/2004 tanggal 25 Maret 2004 tentang Perbaikan Pedoman
Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
4.3. Identifikasi Program dan Kegiatan Daerah, Pusat dan Propinsi Tahun
2015
4.3.1. Anty Poverty Program (APP) Pertanian.
4.3.2. Penyusunan data base potensi produksi pangan.
4.3.3. Monitoring, evaluasi dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian.
4.3.4. Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian.
4.3.5. Pengembangan perbenihan/pembibitan.
4.3.6. Pengembangan sisitem informasi pasar.
4.3.7.
4.3.8. Pengembangan pertanian dan ketahanan pangan (DAK).
4.3.9. Pendamping pengembangan pertanian dan ketahanan pangan
(Pendamping DAK).
4.3.10. Pengelolaan lahan dan air.
4.3.11. Kajian sistem informasi geografis pertanian.
4.3.12. Expo produk unggulan daerah.
4.3.13. Pengelolaan Lahan dan air
4.3.14. SLPHT padi spesifik lokasi (Pengembangan budidaya padi
organik).
4.3.15. Pengadaan handtracktor.
4.3.16. Pengadaan pompa air.
4.3.17. Pengadaan mesin panen (Power threser).
4.3.18. Pengadaan mesin penggulud.
4.3.19. Pengadaan alat pembuat pupuk organik.
4.3.20. Pengadaan handsprayer mesin.
4.3.21. Pengembangan jaringan irigasi tersier.
4.3.22. Pembangunan jalan usaha tani.
4.3.23. Pengembangan irigasi tersier (JITUT&JIDES).
4.3.24. Sertifikasi bibit unggul pertanian / perkebunan.
4.3.25. Pembinaan penangkar benih hortikultura.
4.3.26. Observasi dan pelepasan varietas bibit unggul hortikultura.
4.3.27. Peningkatan produktivitas padi dan jagung.
4.3.28. Pengembangan kawasan pertanian organik.
4.3.29. Pengembangan agribisnis tanaman buah-buahan di wilayah
agropolitan.
4.3.30. Pengembangan agribisnis hortikultura.
4.3.31. Pengembangan agribisnis kentang.
4.3.32. Pengembangan agribisnis tanaman buah.
4.3.33. Penerapan GAP/SOP hortikultura tanaman buah.
4.3.34. Pengembangan tanaman buah-buahan.
4.3.35. Penerapan GAP/SOP hortikultura tanaman sayur dan tanaman
hias.
4.3.36. Pengembangan budidaya tanaman hias.
4.3.37. Expo agribisnis hortikultura.
4.3.38. Gelar potensi unggulan daerah/hortikultura.
4.3.39. Pengembangan budidaya jamur.
4.4. Kajian terhadap Pagu/ Plafon Identifikasi Tahun 2015
Dalam rangka menjabarkan kebijaksanaan pelaksanaan program
kegiatan Dinas Pertanian, maka telah ditetapkan program-program sebagai
berikut :
1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
3. Program Peningkatan Pengembangan sistem pelaporan capaian
kinerja dan keuangan
4. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
5. Program Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian/perkebunan)
6. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan
7. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan
8. Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan
Serta dalam rangka menjabarkan program dalam kegiatan Dinas
Pertanian, untuk tahun 2014 telah direncanakan beberapa kegiatan sebagai
berikut :
I Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
1 Penyediaan jasa surat menyurat
2 Penyediaan jasa komunikasi, sb.daya air dan listrik
3 Penyediaan jasa administrasi keuangan
4 Penyediaan jasa kebersihan kantor
5 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja
6 Penyediaan alat tulis kantor
7 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan
8 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan
9 bangunan kantor
10 Penyediaan makanan dan minuman
11 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah
II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana
Aparatur
1 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/
Operasional
III Program Peningkatan Pengembangan sistem
pelaporan capaian kinerja dan keuangan
1 Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar
realisasi kinerja SKPD
2 Penyusunan laporan keuangan semesteran
3 Penyusunan laporan keuangan akhir tahun
4 Penyusunan Renja SKPD
5 Pengelolaan Dokumen Anggaran Penyusunan
RKA,DPA,RKA-P,DPA-P SKPD
IV Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
1 Pendamping Anti Proverty Program (APP) Pertanian
2 Monitoring distribusi pupuk bersubsidi
3 Peningkatan kemitraan antara petani dengan pengusaha
4 Penetapan peraturan tentang HET dan tatacara distribusi
pupuk bersubsidi
V Program Peningkatan Ketahanan Pangan
(pertanian/perkebunan)
1 Penyusunan data base potensi produksi pangan
2 Monitoring, evaluasi dan pelaporan kebijakan
subsidi pertanian
3 Updating Geografis Informasi Sistem (LP2B)
4 Monitoring evaluasi dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian
5 Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian (P2HP)
6 Pengembangan perbenihan/pembibitan
7 Pengembangan system informasi pasar
8 Lomba cipta pangan olahan
9 Pengembangan pertanian dan Ketahanan
Pangan (DAK)
10 Pendamping pengembangan pertanian dan
Ketahanan Pangan (pendamping DAK)
11 Pembangunan sarana dan prasarana pertanian
(Bantuan Keuangan Proinsi)
12 Pembinaan HIPA
VI Program peningkatan pemasaran hasil
produksi pertanian/perkebunan
1 Promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan
unggulan daerah
VII Program peningkatan penerapan teknologi
pertanian/perkebunan
1 Pengadaan sarana&prasarana teknologi
pertanian/perkebunan unggulan daerah (pengadaan
2
hand traktor,pompa air, handsprayer, APPO)
Pengelolaan Laboratorium Pertanian
VIII Program Peningkatan Produksi Pertanian/
Perkebunan
1 Pengembangan jaringan irigasi tersier
2 Pengembangan jalan usaha tani
3 Pengembangan irigasi tersier (JITUT/JIDES)
4 Sertifikasi bibit unggul petanian/perkebunan
5 Pembinaan penangkar benih hortikultura
6
Peningkatan hasil produksi/agribisnis (tanaman pangan dan
hortikultura)
7 Pengembangan kawasan pertanian organik
8 Pengembangan agribisnis hortikultura
9 Pengembangan agribisnis tanaman sayuran dan tanaman hias
10 Pembinaan penangkar benih tanaman pangan
11 Penerapan GAP/SOP hortikultura tanaman buah
12 Pengembangan tanaman buah-buahan
13 Penerapan GAP/SOP hortikultura tanaman sayuran dan hias
14 Pengembangan budidaya tanaman hias
15 Expo agribisnis tanaman hortikultura
16 Gelar potensi unggulan daerah/hortikultura
17 Pengembangan budidaya jamur
18 SLPTT (kedelai dan kacang tanah)
19 Penyediaan dan pengembangan bibit unggul tanaman pangan dan
Hortikultura
IX Program Pengembangan Agribisnis
1 Pembentukan Asosiasi Petani
2 Penyususunan Roadmap pengembangan kawasan agribisnis
3 Pengembangan komoditas unggulan daerah
4 Pengembangan jaringan pasar (temu usaha) sektor pertanian
4.5. Rumusan Usulan Prioritas Program dan Kegiatan, Target Kinerja
Capaian dan Kebutuhan Pendanaan Tahun 2015
(Lampiran Tabel Renja SKPD tahun 2015)
BAB – 5
P E N U T U P
Dengan tersusunnya Rencana Kerja SKPD ini diharapkan dapat menjadi
pertimbangan bagi penentu kebijakan khususnya dalam pengalokasian anggaran
yang ada untuk terlaksananya Program dan Kegiatan Pembangunan Pertanian
dengan memperhatikan aspek kontribusi kegiatan sub bidang pertanian bagi
perekonomian Kabupaten Blitar.
Namun apa yang telah direncanakan dalam program dan kegiatan tahun
2015 merupakan sebagian dari kegiatan yang dibutuhkan dalam rangka
mewujudkan Visi dan Misi Dinas Pertanian khususnya dan Pembangunan
Pertanian Kabupaten Blitar pada umumnya masih jauh dari apa yang diinginkan
maka untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik dimasa yang akan datang tidak
menutup kemungkinan masukan sumbang saran dalam penyempurnaan kegiatan
– kegiatan yang akan datang.

Renja

  • 1.
    PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR RENCANAKERJA SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH ( RENJA – SKPD ) DINAS PERTANIAN KABUPATEN BLITAR TAHUN 2015 DINAS PERTANIAN KABUPATEN BLITAR April 2014
  • 2.
    KATA PENGANTAR Puji syukurkita panjatkan kehadirat Allah swt atas segala rahmad dan ridhoNya sehingga dapat tersusun Rencana Kerja Dinas Pertanian Kabupaten Blitar tahun 2015. Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) ini merupakan penjabaran dari Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra SKPD) yang memuat tentang keadaan umum daerah, isu trategis, permasalahan, tujuan dan sasaran, kebijakan pembangunan serta kegiatan pembangunan yang menjadi prioritas untuk dilaksanakan tahun 2015. Penyusunan Renja SKPD ini disusun dengan mengakomodasikan seluruh kepentingan, baik dari unsur pimpinan dan staf Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, kepentingan petani yang diambil dari rumusan hasil musrenbang di masing- masing kecamatan maupun rumusan hasil musrenbangtan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Blitar dan apabila masih ada hal – hal yang perlu disempurnakan sangat diharapkan masukan dari berbagai pihak yang berkompeten. Selanjutnya semoga dapat memenuhi harapan semua pihak utamanya mendapatkan perhatian dalam pengalokasian anggaran pembangunan pertanian tahun 2015. Demikian, semoga bermanfaat dan menjadi pedoman bagi semua pihak yang membutuhkannya Blitar, April 2015 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar Ir. EKO PRIYO UTOMO Pembina Utama Muda NIP. 19641002 199003 1 005
  • 3.
    DAFTAR ISI KATA PENGANTARi DAFTAR ISI ii Halaman BAB – 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Keadaan Umum Daerah 1 2 BAB – 2 PERKEMBANGAN DAN PERMASALAHAN 2.1 Kondisi Umum Daerah Saat Ini 2.2 Kajian Renstra dan Prioritas Program 2.3 Evaluasi Pencapaian Program Tahun 2014 dan Perkiraan Tahun 2015 2.4 Identifikasi Masalah Tahun 2015 6 6 7 7 BAB – 3 TUJUAN DAN SASARAN PEMBANGUNAN 3.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah 3.2 Sasaran dan Indikator Kinerja Kelompok Sasaran Tahun 2015 9 10 BAB – 4 PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN 2014 4.1 Kebutuhan Program dan Kegiatan 4.1.1 Hasil analisis dan kondisi masalah. 4.1.2 Usulan Program dan Kegiatan dari Masyarakat. 4.2 Evaluasi Capaian Kinerja Pelaksanaan Tahun 2013 4.3 Identifikasi Program dan Kegiatan Pusat dan Propinsi Tahun 2014 4.4 Kajian terhadap Pagu/ Plafon Identifikasi Tahun 2014 4.5 Rumusan Usulan Prioritas Program dan Kegiatan, Target Kinerja Capaian dan Kebutuhan PendanaanTahun 2015 12 12 13 14 14 16 18 BAB – 5 P E N U T U P 19 LAMPIRAN LAMPIRAN
  • 4.
    BAB – 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Bila dilihat dari potensi sumberdaya alamnya, Kabupaten Blitar adalah daerah yang bercorak agraris, sebagian besar penduduknya tinggal di pedesaan yang mengandalkan kehidupannya pada sektor pertanian. Dengan keunggulan komparatif sebagai daerah agraris penghasil komoditas tanaman pangan dan hortikultura, maka pembangunan pertanian perlu diletakkan sebagai prioritas dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi daerah mengingat pula dominansi sektor pertanian dalam pembentukan angka PDRB yaitu sekitar 42 %. Dengan berlakunya otonomi daerah, memberikan peluang bagi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk lebih proaktif, kreatif dan inovatif dalam melakukan pembangunan susuai dengan potensinya sebagai daerah pertanian yang dilakukan dengan pendayagunaan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui penerapan prinsip-prinsip agribisnis. Pembangunan pertanian di Kabupaten Blitar harus dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh stake-holder pertanian, baik oleh masyarakat petani, pengusaha saprodi, pelaku pasar produk pertanian dan kegiatan usaha penunjang lainnya. Untuk terlaksananya pembangunan pertanian sesuai dengan visi dan misi pembangunan daerah yang mengutamakan prinsip transparansi, akuntabel dan transparansi sebagai pilar Good Governance, maka Dinas Pertanian sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) perlu menyusun suatu perencanaan yang juga mengutamakan prinsip-prinsip tersebut yang disusun dalam bentuk Rencana Stategis SKPD ( Renstra – SKPD ). 1.2. Kondisi Umum Daerah 1.2.1. Kondisi Wilayah A. Geografis Kabupaten Blitar memiliki luas wilayah 1.588,79 km2 dan ketinggian rata-rata 167 meter dpl, dengan batas-batas sebelah Barat Kabupaten Tulungagung dan Kediri, sebelah Utara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Malang, sebelah Timur Kabupaten Malang dan sebelah Selatan adalah Samudra Indonesia. Ditengah – tengahnya
  • 5.
    terdapat sungai sungaiBrantas yang mengalir dari Timur ke Barat yang membatasi dua wilayah yang memiliki karakteristik lahan yang berbeda antara Kabupaten Blitar bagian utara dengan bagian selatan. Blitar Selatan seluas 689,85 Km-2 termasuk wilayah yang kurang subur disebabkan karena daerah tersebut merupakan daerah pegunungan berbatu kapur. Sedangkan bagian utara merupakan wilayah yang relatif lebih subur. Tingkat kesuburan tersebut dipengaruhi pula oleh adannya gunug Kelud yang masih aktif serta banyaknya aliran sungai yang berfungsi sebagai sarana penyebaran zat – zat hara yang terkandung dalam mineral hasil letusan gunung. B. Iklim dan Agroekologi Lokasi Kabupaten Blitar berada di sebelah Selatan Katulistiwa, terletak antara 111o 40 ’ – 112o 10’ Bujur Timur dan 7o 58’ – 8o 9’.51” Lintang Selatan. Hal ini secara langsung mempengaruhi perubahan iklim. Kabupaten Blitar termasuk tipe C3, apabila dilihat dari rata – rata curah hujan dan bulan – bulan tahun kalender perubahan iklimnya seperti di daerah – daerah lain mengikuti perubahan putaran 2 iklim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Kemampuan lahan dalam menumbuhkan komoditas sangat dipengaruhi oleh faktor – faktor iklim, tanah, fisiografi dan tipe penggunaan lahan. Lampiran 2 menunjukkan agroekologi Kabupaten Blitar yang dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Jenis Tanah Jenis Tanah di wilayah Kabupaten Blitar ada beberapa macam yaitu : - Entisol ; Tanah yang masih sangat baru, yang belum terbentuk harizon kecuali dipermukaannya sepadan dengan Litosol, Regosol dan Aluvial Pasir. Jenis tanah Entisol mendominasi wiayah Kabupaten Blitar, hanya wilayah Kecamatan Doko yang tidak terdapat jenis tanah ini. - Alfisol; Tanah yang mengalami proses pelapukan tingkat sedang, terdapat akumulasi lempung pada lapisan bawahnya dan mempunyai kejenuhan basa tinggi. Spadan dengan
  • 6.
    Mediteran. Jenis tanahini terdapat di sebagian wilayah Kecamatan Kesamben, sebagian Kecamatan Doko dan sebagian kecamatan Selorejo. - Oxisol; Tanah yang telah mengalami proses pelapukan sangat lanjut dan hanya didominasi oleh mineral yang tahan pencucian, seperti misalnya Kaolinite dan Oxide. Sepadan dengan Latosol. Jenis tanah ini terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko, sebagian Kecamatan Kesamben, sebagian Kecamatan Wlingi dan Selorejo. - Andisol; Tanah yang berasal dari pelapukan abu vulkanis dan didominasi oleh mineral non kristal yang amorf. Spadan dengan Andosol. Terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko dan Kecamatan Wlingi. b. Rejim Kebasahan Rejim kebasahan yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan komoditas adalah keadaan lengas tanah sepanjang tahun di dalam “Soil Moisture Control Section (SMCS) pada tegangan kurang dari 1500 kPa (titik layu permanen). Rejim kebasahan wilayah Kabupaten Blitar sebagai berikut : - Ustic; Rejim yang mempunyai lebih 4 bulan kering secara berturut – turut per tahun (Tipe C3, D3 dan E). Rejim Ustic terdapat disebagian besar wilayah Kabupaten Blitar. - Udic; Mempunyai 2-4 bulan kering secara berturut – turut per tahun (Tipe B2, C2 dan D2) terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko, Sebagian Kecamatan Wlingi dan Sebagian Kecamatan Ponggok. c. Rejim Suhu Tanah Rejim suhu yang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan komoditas adalah suhu tanah pada kedalaman 50 cm. Rejim suhu yang ada di Kabupaten Blitar adalah :
  • 7.
    - Isohyperthermic; Rata –rata tahunan suhu tanah lebih 22 o C pada ketinggian 0 – 700 m dpl. Mendominasi wilayah Kabupaten Blitar. - Isotermic; Rata-rata tahunan suhu tanah 15 – 22 o C, berada pada kisaran ketuinggian 700 – 1500 m dpl. Terdapat disebagian wilayah Kecamatan Doko dan Sebagian Kecamatan Wlingi. d. Fisiografi Fisiografi dan bentuk wilayah mempengaruhi pertumbuhan tanaman secara tidak langsung melalui tanah dan iklim. Bentuk wilayah dibagi atas derajat lerengnya. Peranan langsungnya pada potensi pertanian suatu lahan adalah pengaruhnya terhadap eradibilitas tanah. Dari bentuk wilayah dapat diketahui kemungkinan mekanisme lahan, keadaaan air, draenase dan sebagainya. Keadaan fisiografi Kabupaten Blitar terbagi menjadi beebrapa tipe yaitu : - Tipe berombak s/d bergelombang; wilayah dengan kelerengan 3 – 15 %, perbedaan tinggi 5 – 50 m. - Tipe Datar s/d landai; wilayah dengan kelerengan kurang 3 %’, perbedaan tinggi kurang 5 m. - Tipe Berbukit s/d bergunung; wilayah dengan kelerengan lebih dari 15 %; perbedaan tinggi lebih 50 m ( sebagian wilayah Kecamatan Doko dan Wlingi.)
  • 8.
    BAB – 2 PERKEMBANGANDAN PERMASALAHAN 2.1 Kondisi Umum Daerah Saat ini Komposisi penggunaan lahan Kabupaten Blitar tahun 2014 untuk lahan sawah adalah 31.705 Ha dan lahan bukan sawah 67.281 Ha. Dari luas lahan sawah menurut sistem pengairannya dibagi menjadi lahan sawah tehnis 22.762 Ha, setengah tehnis 3.850 Ha, sederhana 3.423 Ha, Desa 485 Ha, Tadah hujan 1.205 Ha dan lahan bukan pertanian 59.873 Ha. Dari lahan bukan sawah tersebut digunakan untuk tegal/kebun, pekarangan/bangunan, tambak, kolam, hutan rakyat, hutan negara, perkebunan dan lain-lain. Hasil-hasil pertanian di Kabupaten Blitar cukup beragam. Pada kelompok tanaman pangan, padi merupakan urutan pertama luasan tanamanannya, disusul jagung, ubikayu, kedelai, kacangtanah, ubijalar. Pada kelompok hortikultura sayuran sebagai produk utama adalah cabe, tomat, kacang panjang dan aneka sayuran lainnya, sedangkan potensi buah cukup besar dan menjadi ikon daerah yaitu nanas, rambutan, manggis dan belimbing serta aneka buah-buahan lain yang tumbuh dan menghasilkan. Disamping itu juga menghasilkan berbagai jenis biofarmaka utamanya kencur, jahe, laos serta jenis tanaman hias anggrek dan mawar telah berkembang pembudidayaannya. 2.2. Kajian Renstra dan Prioritas Program Beberapa komoditas pertanian tanaman pangan pada tahun 2014 ada yang mengalami kenaikan dan ada yang mengalami penurunan dibanding tahun 2013 baik yang disebabkan pertambahan luas panen maupun produktivitasnya. Angka produktivitas padi sawah mengalami peningkatan dari tahun 2013,yaitu 61,30 ku/ha menjadi 62,49 ku/ha. Untuk padi ladang mengalami kenaikan dari tahun 2013 yaitu 41,5 ku/ha menjadi 43,43 ku/ha.
  • 9.
    Jagung mengalami penurunandari tahun 2013, yaitu dari 102,43 ku/ha menjadi 98,41 ku/ha. Kedelai mengalami kenaikan dari tahun 2013, yaitu dari 10,01 ku/ha menjadi 9,69 ku/ha. Kacang tanah juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013, yaitu dari 11,76 ku/ha menjadi 9,81 ku/ha. Sedangkan untuk ubi kayu mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013, yaitu dari 130,72 ku/ha menjadi 112,57 ku/ha pada tahun 2014. Penurunan produksi dapat disebabkan oleh penurunan produktivitas lahan yang diperkirakan disebabkan penurunan tingkat kesuburan tanah akibat kekurangan bahan organik, terjadi ketidak-seimbangan biokimia tanah. 2.3. Evaluasi Pencapaian Program Tahun 2014 dan Perkiraan Tahun 2015 Sarana produksi sebagai kebutuhan dasar usaha tani ( benih, pupuk, obat-obatan ) yang tersedia di pasaran belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dalam arti kemampuan penyediaan belum seimbang dengan kebutuhan, disamping itu kerjasama antar stake-holder saprodi dengan kelompok tani belum terbangun dengan baik. Prasarana irigasi banyak yang rusak dan belum mampu dikelola dengan baik, pemanfaatan teknologi alsintan masih terbatas. 2.4. Identifikasi Masalah Tahun 2015 Isu strategis Kabupaten Blitar yaitu rendahnya pertumbuhan ekonomi perdesaan, dimana perdesaan merupakan sentral kegiatan pertanian maka ”revitalisasi pertanian dan perdesaan” perlu dilakukan untuk memacu kinerja pertanian dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi tersebut. Permasalahan - permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan- kegiatan Pembangunan Pertanian di Kabupaten Blitar adalah : a. Kepemilikan lahan budidaya petani sempit. b. Kebanyakan pelaku usaha di bidang pertanian adalah buruh tani, penyewa, penyakap.
  • 10.
    c. Generasi Mudatidak berminat mengelola usaha di bidang pertanian. d. Sarana dan Prasarana yang ada ditingkat petani, baik jumlah maupun jenisnya sangat kurang. e. Perilaku pelaku usaha di bidang pertanian masih tidak mengikuti anjuran yang telah diberikan, walaupun hal tersebut diketahui dan dimengerti bahwa hal tersebut dapat menekan biaya produksi. f. Tidak tersedianya dana pada waktu diperlukan sebagaimana yang telah dijadwalkan sehingga pelaksanaan kegiatan tidak dapat tepat waktu sesuai dengan yang telah direncanakan. g. Kurang mantapnya pelaksanaan proses Analisis Kebutuhan Pembangunan Dinas Pertanian, sehingga masih banyak jenis-jenis pembangunan pertanian yang diprogramkan belum mengacu pada hasil Analisis lapangan. Hal ini akan terkait erat dengan kebutuhan riil pembangunan pertanian Kabupaten Blitar. h. Belum optimalnya Sistem Informasi Manajemen (SIM) Dinas Pertanian sehingga aspek-aspek koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi antara pelaksanaan dan intrumen Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Propinsi Jawa Timur dan Pusat belum dapat direalisasikan secara baik. i. Belum sinkronnya pemahaman visi dan misi serta kebijaksanaan yang diterapkan Dinas Pertanian kabupaten Blitar dari sebagian Dinas, Bagian, Kantor maupun lembaga-lembaga yang terkait pada lingkup Pemerintah Kabupaten Blitar sehingga mengakibatkan kurangnya dukungan pembangunan pertanian Kabupaten Blitar. j. Masih adanya pemisahan kepentingan sektoral yang belum mengacu kepada pembangunan, yang integral dan berkelanjutan dari dan untuk wilayah dan masyarakat Kabupaten Blitar. k. Iklim yang tidak menentu.
  • 11.
    BAB - 3 TUJUANDAN SASARAN 3.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Program pembangunan pertanian yang ditetapkan untuk dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun kedepan adalah : a. Program peningkatan kesejahteraan petani Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan pendapatan petani melalui pemberdayaan, peningkatan akses terhadap sumberdaya usaha pertanian, pengembangan kelembagaan dan perlindungan terhadap petani. Sasaran yang ingin dicapai yaitu : a. meningkatnya kapasitas dan posisi tawar petani. b. semakin kokohnya kelembagaan petani c. meningkatnya akses petani terhadap sumberdaya produktif. d. meningkatnya pendapatan petani. b. Program peningkatan ketahanan pangan Program ini bertujuan memfasilitasi terjaminnya masyarakat untuk memperoleh pangan setiap saat yang cukup menurut jumlah maupun kualitasnya, dengan sasaran : a. tercapainya ketersediaan pangan daerah dan rumah tangga yang cukup dan aman; b. meningkatnya keragaman produksi dan konsumsi pangan masyarakat; c. meningkatnya kemampuan masyarakat dalam mengatasi masalah kerawanan pangan. c. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan Program ini untuk memfasilitasi berkembangnya usaha pertanian agar produktif dan efisien dengan sasaran :
  • 12.
    a. menghasilkan berbagaiproduk pertanian yang memiliki nilai tambah dan daya saing yang tinggi di pasaran; b. meningkatnya kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian daerah. d. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan pendapatan petani melalui penggunaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian. Sasaran yang ingin dicapai yaitu : a. semakin kokohnya kelembagaan petani b. meningkatnya akses petani terhadap sumberdaya produktif. c. meningkatnya pendapatan petani. e. Program peningkatan produksi pertanian/perkebunan Program ini untuk memfasilitasi berkembangnya usaha pertanian agar produktif dan efisien dengan sasaran : a. Semakin berkembangnya pemikiran petani dalam berbudidaya b. Meningkatnya kontribusi sektor pertanian dalam perekonomian daerah 3.2. Sasaran dan Indikator Kinerja Kelompok Sasaran Tahun 2015 3.2.1. Peningkatan Produktivitas Lahan Kesenjangan antara potensi produksi dan capaian produksi akan diatasi dengan peningkatan produktivitas lahan melalui pembenahan sifat biofisik dan kimia lahan pertanian. Pemupukan rasional dengan penambahan bahan organik serta penerapan paket-paket teknologi yang lebih lengkap akan ditempuh dengan pemberdayaan kelompok untuk peningkatan pendapatan sekaligus untuk mencapai produksi pangan maksimal dengan kapasitas lahan yang ada guna mendukung ketahanan pangan dengan target warna peta produktivitas Kabupaten Blitar berwarana hijau untuk semua komoditi pangan di tingkat Jawa Timur.
  • 13.
    3.2.2. Peningkatan PrasaranaProduksi dan Pemberdayaan Lembaga Tani Memadainya prasarana produksi pertanian serta meningkatnya keberdayaan lembaga tani sebagai pelaku pembangunan ekonomi pedesaan berbasis pertanian hingga tercapainya sasaran program pembangunan pertanian dengan berkembangnya sistim agribisnis dan agroindustri yaitu suatu kondisi dimana lembaga petani mampu menggerakkan berbagai sub sistim agribisnis disamping mendukung ketahanan pangan. Pengembangan agribisnis / agroindustri utamanya diharapkan melalui pengembangan tanaman bernilai ekonomi tinggi yang dapat mendorong pertumbuhan perekonomian pedesaan. 3.2.3. Pencapaian Ketahanan Pangan Masyarakat Tercapainya ketahanan pangan masyarakat dengan tersedianya bahan pangan secara merata dengan jumlah dan mutu sesuai kebutuhan, dengan harga terjangkau, serta berkembangnya penganekaragaman produk pangan olahan (agroindustri ) yang mengolah aneka ragam bahan pangan pokok.
  • 14.
    BAB – 4 PROGRAMDAN KEGIATAN TAHUN 2015 4.1. Kebutuhan Program dan Kegiatan 4.1.1. Hasil Analisis dan Kondisi Masalah a. Memberikan bimbingan dan fasilitas peningkatan, pengembangan dan penumbuhan usaha tani. b. Memberikan pelayanan informasi perijinan usaha dan rekomendasi usaha di bidang pertanian yang meliputi usaha pengolahan, penyimpanan pasca panen. c. Melaksanakan bimbingan pengolahan pasca panen dan pemasaran hasil pertanian. d. Melaksanakan pembinaan kemitraan usaha dan mendorong investasi usaha di bidang pertanian. e. Melaksanakan pembinaan pengembangan teknologi tepat guna. f. Memfasilitasi dan melaksanakan bimbingan teknis pengelolaan irigasi dan pengaturan pola tanam ditingkat usaha tani. g. Melaksanakan pembinaan operasional perlindungan tanaman terhadap gangguan organisme pengganggu tanaman. h. Melaksanakan bimbingan tentang pengadaan, perbanyakan, penyimpanan dan pendistribusian benih dan bibit tanaman pangan. i. Melaksanakan penyuluhan-penyuluhan, sarasehan dan temu wicara antara kelompok tani. j. Melakukan uji coba dan demplot usaha peningkatan hasil produksi pertanian. k. Memfasilitasi bimbingan, pengembangan dan pemeliharaan sumberdaya lahan dan faktor pendukungnya. l. Melaksanakan pembinaan, pengembangan dan peningkatan produksi serta mutu hasil hortikultura. m. Melaksanakan bimbingan tentang pengadaan, perbanyakan dan pendistribusian benih dan bibit tanaman hortikultura. n. Memfasilitasi persediaan, pengadaan dan distribusi pangan i daerah rawan pangan maupun non rawan pangan. o. Meningkatkan kemampuan perencanaan partisipatif dalam ketahanan pangan bagi petugas lapang dan petani.
  • 15.
    p. Membina keamananpangan dalam usaha kelompok. q. Mendukung gerakan peningkatan konsumsi pangan tertentu antara lain telur, susu, buah-buahan Indonesia dan makanan lokal. 4.1.2. Usulan Program dan Kegiatan dari Masyarakat Sesuai hasil musyawarah rencana pembangunan pertanian Kabupaten Blitar yang telah dilaksanakan pada bulan Maret 2014, secara keseluruhan masyarakat pertanian Kabupaten Blitar mengusulkan adanya ketersediaan sarana dan prasarana pertanian baik pokok maupun penunjang dalam pembangunan pertanian yang meliputi : 1) Pengadaan/penyediaan handtracktor; 2) Pengadaan/penyediaan pompa air; 3) Pembangunan sumur pantek/bor 4) Pengadaan/penyediaan mesin perontok; 5) Pengadaan/penyediaan Handsprayer; 6) Pembangunan saluran irigasi tersier; 7) Bantuan benih padi; 8) Bantuan benih jagung; 9) Bantuan benih kedelai; 10) Bantuan bibit buah-buahan (Belimbing, manggis, dan durian); 11) Pengadaan/penyediaan Alat Pembuat Pupuk Organik; 12) SL-PTT. 4.2. Evaluasi Capaian Kinerja Pelaksanaan Tahun 2014 Dalam rangka mengetahui kinerja instansi Dinas Pertanian Kabupaten Blitar melakukan penilaian kinerja Tahun 2014. Penilaian kinerja ini dimulai dengan menentukan indikator kinerja dan variabelnya. Indikator kinerja hádala usuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian statu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan dengan memperhitungkan indikator input (masukan), output (keluaran) dan outcome (hasil). Berdasarkan indikator kinerja tersebut (input, output dan outcome) maka dilakukan pengukuran kinerja dengan jalan menghitung Nilai Capaian
  • 16.
    Indikator Kinerja. Selanjutnyadilakukan penilaian kinerja dengan menggunakan piranti formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) dan formulir Pengukuran Pencapaian Sasaran (PPS) sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 239/IX/6/8/2004 tanggal 25 Maret 2004 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. 4.3. Identifikasi Program dan Kegiatan Daerah, Pusat dan Propinsi Tahun 2015 4.3.1. Anty Poverty Program (APP) Pertanian. 4.3.2. Penyusunan data base potensi produksi pangan. 4.3.3. Monitoring, evaluasi dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian. 4.3.4. Penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian. 4.3.5. Pengembangan perbenihan/pembibitan. 4.3.6. Pengembangan sisitem informasi pasar. 4.3.7. 4.3.8. Pengembangan pertanian dan ketahanan pangan (DAK). 4.3.9. Pendamping pengembangan pertanian dan ketahanan pangan (Pendamping DAK). 4.3.10. Pengelolaan lahan dan air. 4.3.11. Kajian sistem informasi geografis pertanian. 4.3.12. Expo produk unggulan daerah. 4.3.13. Pengelolaan Lahan dan air 4.3.14. SLPHT padi spesifik lokasi (Pengembangan budidaya padi organik). 4.3.15. Pengadaan handtracktor. 4.3.16. Pengadaan pompa air. 4.3.17. Pengadaan mesin panen (Power threser). 4.3.18. Pengadaan mesin penggulud. 4.3.19. Pengadaan alat pembuat pupuk organik. 4.3.20. Pengadaan handsprayer mesin. 4.3.21. Pengembangan jaringan irigasi tersier. 4.3.22. Pembangunan jalan usaha tani. 4.3.23. Pengembangan irigasi tersier (JITUT&JIDES). 4.3.24. Sertifikasi bibit unggul pertanian / perkebunan. 4.3.25. Pembinaan penangkar benih hortikultura. 4.3.26. Observasi dan pelepasan varietas bibit unggul hortikultura.
  • 17.
    4.3.27. Peningkatan produktivitaspadi dan jagung. 4.3.28. Pengembangan kawasan pertanian organik. 4.3.29. Pengembangan agribisnis tanaman buah-buahan di wilayah agropolitan. 4.3.30. Pengembangan agribisnis hortikultura. 4.3.31. Pengembangan agribisnis kentang. 4.3.32. Pengembangan agribisnis tanaman buah. 4.3.33. Penerapan GAP/SOP hortikultura tanaman buah. 4.3.34. Pengembangan tanaman buah-buahan. 4.3.35. Penerapan GAP/SOP hortikultura tanaman sayur dan tanaman hias. 4.3.36. Pengembangan budidaya tanaman hias. 4.3.37. Expo agribisnis hortikultura. 4.3.38. Gelar potensi unggulan daerah/hortikultura. 4.3.39. Pengembangan budidaya jamur. 4.4. Kajian terhadap Pagu/ Plafon Identifikasi Tahun 2015 Dalam rangka menjabarkan kebijaksanaan pelaksanaan program kegiatan Dinas Pertanian, maka telah ditetapkan program-program sebagai berikut : 1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan 4. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 5. Program Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian/perkebunan) 6. Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan 7. Program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan 8. Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan Serta dalam rangka menjabarkan program dalam kegiatan Dinas Pertanian, untuk tahun 2014 telah direncanakan beberapa kegiatan sebagai berikut :
  • 18.
    I Program PelayananAdministrasi Perkantoran 1 Penyediaan jasa surat menyurat 2 Penyediaan jasa komunikasi, sb.daya air dan listrik 3 Penyediaan jasa administrasi keuangan 4 Penyediaan jasa kebersihan kantor 5 Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja 6 Penyediaan alat tulis kantor 7 Penyediaan barang cetakan dan penggandaan 8 Penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan 9 bangunan kantor 10 Penyediaan makanan dan minuman 11 Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah II Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 1 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/ Operasional III Program Peningkatan Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan 1 Penyusunan laporan capaian kinerja dan ikhtisar realisasi kinerja SKPD 2 Penyusunan laporan keuangan semesteran 3 Penyusunan laporan keuangan akhir tahun 4 Penyusunan Renja SKPD 5 Pengelolaan Dokumen Anggaran Penyusunan RKA,DPA,RKA-P,DPA-P SKPD IV Program Peningkatan Kesejahteraan Petani 1 Pendamping Anti Proverty Program (APP) Pertanian 2 Monitoring distribusi pupuk bersubsidi 3 Peningkatan kemitraan antara petani dengan pengusaha 4 Penetapan peraturan tentang HET dan tatacara distribusi pupuk bersubsidi V Program Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian/perkebunan) 1 Penyusunan data base potensi produksi pangan 2 Monitoring, evaluasi dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian 3 Updating Geografis Informasi Sistem (LP2B) 4 Monitoring evaluasi dan pelaporan kebijakan subsidi pertanian 5 Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Pertanian (P2HP) 6 Pengembangan perbenihan/pembibitan 7 Pengembangan system informasi pasar 8 Lomba cipta pangan olahan 9 Pengembangan pertanian dan Ketahanan Pangan (DAK) 10 Pendamping pengembangan pertanian dan Ketahanan Pangan (pendamping DAK) 11 Pembangunan sarana dan prasarana pertanian (Bantuan Keuangan Proinsi) 12 Pembinaan HIPA VI Program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan 1 Promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan unggulan daerah
  • 19.
    VII Program peningkatanpenerapan teknologi pertanian/perkebunan 1 Pengadaan sarana&prasarana teknologi pertanian/perkebunan unggulan daerah (pengadaan 2 hand traktor,pompa air, handsprayer, APPO) Pengelolaan Laboratorium Pertanian VIII Program Peningkatan Produksi Pertanian/ Perkebunan 1 Pengembangan jaringan irigasi tersier 2 Pengembangan jalan usaha tani 3 Pengembangan irigasi tersier (JITUT/JIDES) 4 Sertifikasi bibit unggul petanian/perkebunan 5 Pembinaan penangkar benih hortikultura 6 Peningkatan hasil produksi/agribisnis (tanaman pangan dan hortikultura) 7 Pengembangan kawasan pertanian organik 8 Pengembangan agribisnis hortikultura 9 Pengembangan agribisnis tanaman sayuran dan tanaman hias 10 Pembinaan penangkar benih tanaman pangan 11 Penerapan GAP/SOP hortikultura tanaman buah 12 Pengembangan tanaman buah-buahan 13 Penerapan GAP/SOP hortikultura tanaman sayuran dan hias 14 Pengembangan budidaya tanaman hias 15 Expo agribisnis tanaman hortikultura 16 Gelar potensi unggulan daerah/hortikultura 17 Pengembangan budidaya jamur 18 SLPTT (kedelai dan kacang tanah) 19 Penyediaan dan pengembangan bibit unggul tanaman pangan dan Hortikultura IX Program Pengembangan Agribisnis 1 Pembentukan Asosiasi Petani 2 Penyususunan Roadmap pengembangan kawasan agribisnis 3 Pengembangan komoditas unggulan daerah 4 Pengembangan jaringan pasar (temu usaha) sektor pertanian 4.5. Rumusan Usulan Prioritas Program dan Kegiatan, Target Kinerja Capaian dan Kebutuhan Pendanaan Tahun 2015 (Lampiran Tabel Renja SKPD tahun 2015)
  • 20.
    BAB – 5 PE N U T U P Dengan tersusunnya Rencana Kerja SKPD ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi penentu kebijakan khususnya dalam pengalokasian anggaran yang ada untuk terlaksananya Program dan Kegiatan Pembangunan Pertanian dengan memperhatikan aspek kontribusi kegiatan sub bidang pertanian bagi perekonomian Kabupaten Blitar. Namun apa yang telah direncanakan dalam program dan kegiatan tahun 2015 merupakan sebagian dari kegiatan yang dibutuhkan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Dinas Pertanian khususnya dan Pembangunan Pertanian Kabupaten Blitar pada umumnya masih jauh dari apa yang diinginkan maka untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik dimasa yang akan datang tidak menutup kemungkinan masukan sumbang saran dalam penyempurnaan kegiatan – kegiatan yang akan datang.