KAJIAN PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN
LAHAN BEKAS PENAMBANGAN PASIR KUARSA
DI PT. WALIE TAMPAS CITRATAMA PROVINSI
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
PEMBIMBING 1
IR. MUKIAT, MS
PEMBIMBING 2
DR. HJ. RR. HARMINUKE EKO HANDAYANI
OLEH:
M. LUTHFI FATHURRAHMAN
03021381621060
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
1. PENDAHULUAN
2. METODE PENELITIAN
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
4. KESIMPULAN DAN SARAN
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kegiatan pertambangan memiliki potensi
daya ubah lingkungan yang tinggi. Dalam
kegiatannya seringkali menimbulkan
berbagai dampak negatif, seperti, rusaknya
ekosistem, sehingga dapat mengakibatkan
kerusakan lingkungan dalam bentuk
pencemaran air, tanah, dan udara yang
disebabkan oleh, kegiatan pertambangan
sehingga mengakibatkan lingkungan
tersebut tidak berfungsi seperti semula.
Dampak-dampak akibat kegiatan
pertambangan dapat diminimalisir ataupun
dicegah dengan merencanakan kegiatan
reklamasi dan pascatambang. Rencana
reklamasi dan pascatambang dapat
mengurangi dampak negatif terhadap
lingkungan sekitar tambang sebelum
kegiatan pertambangan berakhir yang telah
diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan
Sumberdaya Mineral RI No. 26 Tahun 2018
tentang Pelaksanaan Reklamasi dan
Pascatambang.
1. PENDAHULUAN
1. Bagaimana rona awal
lingkungan pada lahan
penambangan pasir kuarsa ?
2. Bagaimana rencana reklamasi
di lahan bekas penambangan
pasir kuarsa ?
3. Bagaimana rencana biaya
reklamasi bekas penambangan
pasir kuarsa?
1.2. Rumusan Masalah 1.3. Tujuan Penelitian
1. Menganalisis rona awal
lingkungan pada lahan bekas
penambangan pasir kuarsa.
2. Merencanakan reklamasi di
lahan bekas penambangan
pasir kuarsa.
3. Merencanakan biaya reklamasi
lahan bekas penambangan
pasir kuarsa
1.Memberikan informasi pada
pihak perusahaan tentang
rencana reklamasi dan program
pasca tambang yang akan
dibuat oleh penulis.
2.Memberikan manfaat kepada
semua stakeholder baik
masyarakat, pemerintah dan
perusahaan bilamana rencana
reklamasi yang dibuat
terlaksanakan.
3.Sebagai pembelajaran ilmu
bagi penulis dan pembaca
untuk mengetahui perencanaan
reklamasi sesuai dengan
peraturan perundang undangan
yang telah di atur oleh
pemerintah
1.4. Manfaat Penelitian
2. METODE PENELITIAN
2.1. Waktu Penelitian
18 Agustus 2019 - 16 September
2019
2.2. Lokasi Penelitian
Penelitian tugas akhir dilaksanakan
di PT. Walie Tampas Citratama, Desa
Perlang, Kabupaten Bangka Tengah,
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
2. METODE PENELITIAN
2.3.Bagan Alir Penelitian
Kajian Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Bekas Penambangan
Pasir Kuarsa di PT. Walie Tampas Citratama Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung
Pengambilan Data
Pengolahan Data
Analisis Data
Data Primer berupa :
1. Data Luasan Area lahan
bekas tambang.
2. Data Jumlah alat gali
muat dan alat angkut
yang dimiliki oleh
perusahaan.
3. Data Potret aktual lahan
bekas area
penambangan.
4. Data harga bibit dan
sewa alat
Data Sekunder berupa:
1.Data studi kelayakan
tambang.
2.Data cadangan dan
kualitas pasir kuarsa.
3.Data WIUP dan IUP.
4.Data suhu dan curah
hujan
1. Menganalisis rona awal lingkungan sebagai referensi perencanaan pemanfaasan lahan bekas tambang
2. Merencanakan reklamasi pada lahan bekas penambangan pasir kuarsa dengan acuan data yang didapat dari analisis
lapangan maupun data dari perusahaan.
3. Merencanakan biaya rencana reklamasi yang terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung
Kesimpulan dan Saran
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
ANALISIS RONA AWAL
LINGKUNGAN
PERENCANAAN REKLAMASI
PERENCANAAN BIAYA
REKLAMASI
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Analisis Rona Awal Lingkungan
Rona awal lingkungan digunakan sebagai
referensi untuk menentukan pemanfaatan lahan
bekas tambang. Berdasarkan analisis dilapangan,
maka pemanfaatan lahan bekas tambang yang
akan direncanakan adalah penanaman pohon
sengon.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.2. Rencana Reklamasi
1. Persiapan Lahan
2. Penatagunaan Lahan
a. Peratan Lahan
b. Pengaturan Saluran
Pembuangan Air (SPA)
c. Penyebaran Tanah Pucuk
3. Revegetasi
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Persiapan Lahan
Untuk tahapan persiapan reklamasi akan direncanakan pembongkaran bekas kantor
yang memiliki luas 100 m2 Pembongkaran di rencanakan dalam waktu 1 hari, dengan
menggunakan metode manual. Karena camp hanya bersifat temporary atau sementara, dan
menggunakan material kayu untuk dinding dan kerangka bangunan. Dengan menggunakan
metode manual ini diharapkan akan menghemat biaya reklamasi karena tidak perlu
menyewa dan mengeluarkan biaya untuk bahan bakar alat berat.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Penatagunaan
Lahan
a. Perataan Lahan
Volume area yang telah tereksploitasi adalah 126.530 m3
dengan luas 5,03 Ha . Terdapat 7 buah gundukan yang memiliki
total luas 1,97 hektar, dan total volume 50.930 m3. Dengan
menggunakan alat bulldozer tipe Komatsu D-65 E-12 waktu yang
dibutuhkan untuk perataan lahan adalah 61 hari. Ketinggian lahan
rencana reklamasi naik sebesar 40 % dari titik terendah pada lahan
reklamasi.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Daerah Rencana
Reklamasi:
-Luas : 5,03 Ha
-Volume : 126.530 m3
No Gundukan Luas (Ha) Volume (m3)
1. Gundukan 1 0,69 20.670
2. Gundukan 2 0,59 17.580
3. Gundukan 3 0,10 3.090
4. Gundukan 4 0,07 720
5. Gundukan 5 0,17 3.330
6. Gundukan 6 0,20 4.010
7. Gundukan 7 0,15 1.530
Jumlah 1,97 50.930
Luas dan Volume Gundukan:
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Penatagunaan Lahan
b. Pengaturan Saluran Pembuangan Air
(SPA)
Bulan
Tahun
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019
Rata-
Rata
Januari 281 253,1 185,6 202,6 271,6 266,8 478,8 440,7 256,7 386,5 302,34
Februari 288,5 309,9 466,2 304,5 315,7 192,7 506 247,3 160 115,7 290,65
Maret 471,8 228,5 258,3 261 336,5 293,2 188,4 271,1 223,5 217,1 274,94
April 312,6 356,2 126,9 190,1 180,2 112,7 435,1 383,6 242,6 332,4 267,24
Mei 137,4 343,9 144,1 258 212,4 97,5 253 284,5 220,7 257,8 220,93
Juni 183,9 271,6 165 119,9 125,7 119,1 93 215,7 190,4 143,5 162,78
Juli 140,7 91,1 192,7 244 110,6 84,5 17 540,4 189,7 136,2 174,69
Agustus 430,7 43,6 4 84,5 57,5 0 265,1 105,9 138,5 85,6 121,54
September 203,8 76,6 13,5 235,1 77,6 0 283,4 111,2 140,6 98,2 124,00
Oktober 286,9 301,9 40,1 198,3 195,3 116,1 268,8 407,4 195,7 207 221,75
November 364,9 351,9 215,6 335,1 351,2 454,4 332 218,3 265,1 305,4 319,39
Desember 342,7 268,5 199,5 406,2 280,1 577,3 347,4 395,7 280,9 233,5 333,18
Total 3444,9 2896,8 2011,5 2839,3 2514,4 2314,3 3468 3621,8 2504,4 2518,9 2.813,43
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Penatagunaan Lahan
b. Pengaturan Saluran Pembuangan Air
(SPA)
Dari data tersebut dapat diketahui curah
hujan harian maksimum untuk tiap tahunnya dari
10 sampel data. Curah hujan rencana dapat
dihitung menggunakan metode Gumbel
sebesar122,2 mm/hari, sedangkan intensitas
curah hujan dengan persamaan Monomobe.
Maka didapatkan hasil Intensitas Curah Hujan
sebesar 42,36 mm/jam
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Penatagunaan Lahan
b. Pengaturan Saluran Pembuangan Air
(SPA)
Perhitungan Debit Total
Debit limpasan sebesar 0,021
m3/detik, perhitungan volume
air limpasan menggunakan
asumsi durasi hujan perhari
berlangsung selama 4 jam
sehingga volume air perhari
untuk periode ulang 2 tahun
adalah sebesar 306,16 m3
Dimensi Saluran Drainase
Dimensi saluran drainase yang
didapat yaitu kemiringan dinding
saluran 60o, panjang sisi saluran
0,40 meter, lebar dasar saluran
0,368 meter, lebar pemukaan
aliran 0,74 meter dan kedalaman
saluran 0,32 meter Saluran
drainase yang akan dibuat
sepanjang 504,15 meter. Jadi
volume total saluran drainase
sebesar 99,31 m3 dan kecepatan
aliran air sebesar 0,12 m/detik
Waktu Pembuatan Drainase
Dengan menggunakan alat
Excavator type Kobelco SK-
200-10. Waktu yang
diperlukan untuk pembuatan
saluran drainase adalah 1,53
jam dengan produktivitas alat
sebesar 55,05 bcm/jam
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Penatagunaan Lahan
c. Penyebaran Tanah Pucuk (Top Soil)
Untuk penyebaran tanah pucuk dilakukan
dengan sistem pot, dikarenakan keterbatasan
jumlah top soil yang ada pada daerah bekas
tambang. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 80
cm x 80 cm x 80 cm. Jarak tanam yang digunakan
adalah 4 m x 4 m.
Dengan luas daerah rencana reklamasi sebesar
5,03 Ha, maka banyak nya lubang yang dapat
dibuat adalah sebanyak 2.183 buah dengan volume
top soil yang dibutuhkan adalah 1.117,69 m3
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Revegetasi
Untuk revegetasi direncanakan penanaman pohon sengon, dikarenakan tumbuhan pada rona
awal lingkungan, pohon sengon merupakan tanaman yang ada di daerah rencana reklamasi.
Persiapan
Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman
Pemantauan
Tanaman
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Revegetasi
Persiapan
a. Melakukan pemeriksaan awal mengenai batas lokasi reklamasi yang akan
ditanam.
b. Melakukan koordinasi dengan aparat desa terkait pelibatan masyarakat
lokal dalam kegiatan reklamasi.
c. Membuat Surat Keterangan yang diketahui Kepala Desa perihal pelibatan
masyarakat lokal dalam kegiatan reklamasi.
d. Persiapan alat kerja, bibit, bahan media tanam dan tenaga kerja
e. Melakukan pemasangan plang informasi reklamasi. Asumsi waktu kegiatan
persiapan adalah 1 bulan.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Revegetasi
Penanaman dan Pemeliharan Tanaman
Penanaman
a. Tahap pemasangan ajir dan persiapan jalur tanam. Pemasangan ajir
dilakukan dengan jarak tanam 4 m x 4 m.
b. Tahap penggalian lubang tanam. Lubang tanam dibuat dengan
ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm diatas tanah top soil yang sudah
dibuat sebelumnya.
c. Tahap penanaman
d. Tahap penyediaan dan pengisian pupuk. Lubang tanam yang sudah
kosong, bibit diletakkan ditengah lubang, diisi pupuk kompos dan
NPK.
e. Tahap penyiraman, penyiraman harus dilakukan secara intensif pada
3 bulan pertama.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Revegetasi
Penanaman dan Pemeliharan Tanaman
Pemeliharaan Tanaman
a. Pemupukan dilakukan dengan mengaplikasikan pupuk NPK.
b. Penyiangan yaitu kegiatan pembebasan tanaman dari gulma disekitar tanaman.
c. Pendangiran yaitu kegiatan penggemburan tanah di sekeliling tanaman untuk memudahkan
pertumbuhan perakaran.
d. Penyiraman.
e. Pengendalian Hama Penyakit Tanaman (HPT)
f. Penyulaman apabila ada tanaman yang mati. Kegiatan yang dilakukan adalah pemupukan
sebanyak 6 kali dalam 1 tahun, pengendalian HPT sebanyak 2 kali
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3. Revegetasi
Pemantauan Tanaman
Kegiatan ini dilakukan oleh mitra usaha yang bertujuan
untuk menjamin persen hidup dan kesehatan tanaman.
Apabila terdapat tanaman yang mati atau tanaman
terkena hama dan penyakit, maka mitra usaha wajib
untuk segera melakukan penyulaman. Asumsi waktu
kegiatan pemantauan adalah 5 bulan.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.3. Rencana Biaya Reklamasi
Komponen Harga (Rupiah)
Biaya Langsung
Biaya Penatagunaan Lahan
1. Penataan Permukaan Tanah
2. Pembuatan Drainase
228.879.440,00
560.000,00
Biaya Revegetasi
1. Pemupukan
2. Pengadaan Bibit
3. Penanaman
4. Pemeliharaan Tanaman
1.662.200,00
12.215.000,00
10.649.500,00
10.619.480,00
Total Biaya Langsung 264.585.620,00
Biaya Tidak Langsung
1. Mobilitas dan Demobilitas alat
2. Perencanaan Reklamasi
3. Biaya Administrasi dan Keuntungan Pihak Ketiga
4. Biaya Supervisi
6.614.640,50
24.341.887,04
37.041.986,80 17.462.650,92
Total Biaya Tidak Langsung 85.461.165,26
Total Biaya 350.046.785,26
4. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
1. Berdasarkan analisis rona awal lingkungan
di lapangan, lahan bekas penambangan
merupakan lahan pohon sengon. PT. Walie
Tampas Citratama melakukan eksploitasi
pasir kuarsa di lahan tersebut. Maka dari itu
pemanfaatan lahan rencana reklamasi akan
dilakukan penanaman kembali lahan
sengon yang telah tereksploitasi. Luas
lahan terekploitasi sebesar 5,03 Ha, dan
terdapat 7 buah gundukan yang dihasilkan
karena kegiatan ekspoitasi.
2. Perencanaan teknis reklamasi diawali dengan persiapan lahan,dimana dilakukan
pembongkaran bekas kantor selama 1 hari. Selanjutnya dilakukan proses perataan
lahan, dilakukan perataan gundukan dengan total volume sebesar 50.930 m3. Dengan
menggunakan Bulldozer type Komatsu D-65 E-10 waktu yang diperlukan adalah 61
hari. Selanjutnya direncanakan pembuatan saluran pembuangan air (SPA) sebesar
99,31 m3 dan kecepatan aliran air sebesar 0,12 m/detik. Waktu pembuatan SPA
menggunakan excavator type Kobelco SK-200-10 selama 1, 53 jam. Selanjutnya
dilakukan penyebaran tanah pucuk dengan sistem pot dikarenakan keterbatasan
jumlah top soil. Maka dilahan seluas 5,03 Ha dapat ditanam pohon sengon sebanyak
2.183 pohon dengan jarak tanam 4 m x 4 m. Rencana revegetasi pohon sengon
dengan dimensi lubang tanam 80 cm x 80 cm x 80 cm dan jumlah bibit sengon
sebanyak 2.183 pohon dan bibit LCC untuk membantu penggemburan tanah.
4.1. Kesimpulan
4. KESIMPULAN DAN SARAN
4. KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan
3. Perencanaan biaya langsung untuk reklamasi di lahan bekas
penambangan pasir kuarsa ini terbagi menjadi beberapa aspek
penting. Biaya langsung yang meliputi penatagunaan lahan
dimana membutuhkan biaya sebesar Rp 229.439.440,00.
Revegetasi dimana membutuhkan biaya sebesar Rp.
35.146.180,00. Jadi total biaya langsung adalah Rp 264.585.620,00
.Serta biaya tidak langsung yang dikeluarkan sebesar Rp
85.461.165,26.. Dari biaya langsung dan tidak langsung didapatkan
biaya total pada perencanaan reklamasi lahan bekas
penambangan di PT. Walie Tampas Citratama sebesar Rp
350.046.785,26.
4. KESIMPULAN DAN SARAN
4.2. Saran
Pelaksanaan rencana reklamasi hendaknya
dilakukan pengawasan agar pelaksanan
sesuai dengan rencana dan tidak melewati
batas waktu yang telah direncanakan.
TERIMA KASIH

Rencana Reklamasi

  • 1.
    KAJIAN PENGELOLAAN DANPEMANFAATAN LAHAN BEKAS PENAMBANGAN PASIR KUARSA DI PT. WALIE TAMPAS CITRATAMA PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PEMBIMBING 1 IR. MUKIAT, MS PEMBIMBING 2 DR. HJ. RR. HARMINUKE EKO HANDAYANI OLEH: M. LUTHFI FATHURRAHMAN 03021381621060 JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
  • 2.
    1. PENDAHULUAN 2. METODEPENELITIAN 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. KESIMPULAN DAN SARAN
  • 3.
    1. PENDAHULUAN 1.1. LatarBelakang Kegiatan pertambangan memiliki potensi daya ubah lingkungan yang tinggi. Dalam kegiatannya seringkali menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti, rusaknya ekosistem, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dalam bentuk pencemaran air, tanah, dan udara yang disebabkan oleh, kegiatan pertambangan sehingga mengakibatkan lingkungan tersebut tidak berfungsi seperti semula. Dampak-dampak akibat kegiatan pertambangan dapat diminimalisir ataupun dicegah dengan merencanakan kegiatan reklamasi dan pascatambang. Rencana reklamasi dan pascatambang dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sekitar tambang sebelum kegiatan pertambangan berakhir yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral RI No. 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Reklamasi dan Pascatambang.
  • 4.
    1. PENDAHULUAN 1. Bagaimanarona awal lingkungan pada lahan penambangan pasir kuarsa ? 2. Bagaimana rencana reklamasi di lahan bekas penambangan pasir kuarsa ? 3. Bagaimana rencana biaya reklamasi bekas penambangan pasir kuarsa? 1.2. Rumusan Masalah 1.3. Tujuan Penelitian 1. Menganalisis rona awal lingkungan pada lahan bekas penambangan pasir kuarsa. 2. Merencanakan reklamasi di lahan bekas penambangan pasir kuarsa. 3. Merencanakan biaya reklamasi lahan bekas penambangan pasir kuarsa 1.Memberikan informasi pada pihak perusahaan tentang rencana reklamasi dan program pasca tambang yang akan dibuat oleh penulis. 2.Memberikan manfaat kepada semua stakeholder baik masyarakat, pemerintah dan perusahaan bilamana rencana reklamasi yang dibuat terlaksanakan. 3.Sebagai pembelajaran ilmu bagi penulis dan pembaca untuk mengetahui perencanaan reklamasi sesuai dengan peraturan perundang undangan yang telah di atur oleh pemerintah 1.4. Manfaat Penelitian
  • 5.
    2. METODE PENELITIAN 2.1.Waktu Penelitian 18 Agustus 2019 - 16 September 2019 2.2. Lokasi Penelitian Penelitian tugas akhir dilaksanakan di PT. Walie Tampas Citratama, Desa Perlang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  • 6.
    2. METODE PENELITIAN 2.3.BaganAlir Penelitian Kajian Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Bekas Penambangan Pasir Kuarsa di PT. Walie Tampas Citratama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Pengambilan Data Pengolahan Data Analisis Data Data Primer berupa : 1. Data Luasan Area lahan bekas tambang. 2. Data Jumlah alat gali muat dan alat angkut yang dimiliki oleh perusahaan. 3. Data Potret aktual lahan bekas area penambangan. 4. Data harga bibit dan sewa alat Data Sekunder berupa: 1.Data studi kelayakan tambang. 2.Data cadangan dan kualitas pasir kuarsa. 3.Data WIUP dan IUP. 4.Data suhu dan curah hujan 1. Menganalisis rona awal lingkungan sebagai referensi perencanaan pemanfaasan lahan bekas tambang 2. Merencanakan reklamasi pada lahan bekas penambangan pasir kuarsa dengan acuan data yang didapat dari analisis lapangan maupun data dari perusahaan. 3. Merencanakan biaya rencana reklamasi yang terdiri dari biaya langsung dan biaya tidak langsung Kesimpulan dan Saran
  • 7.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN ANALISIS RONA AWAL LINGKUNGAN PERENCANAAN REKLAMASI PERENCANAAN BIAYA REKLAMASI
  • 8.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 3.1. Analisis Rona Awal Lingkungan Rona awal lingkungan digunakan sebagai referensi untuk menentukan pemanfaatan lahan bekas tambang. Berdasarkan analisis dilapangan, maka pemanfaatan lahan bekas tambang yang akan direncanakan adalah penanaman pohon sengon.
  • 9.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN
  • 10.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 3.2. Rencana Reklamasi 1. Persiapan Lahan 2. Penatagunaan Lahan a. Peratan Lahan b. Pengaturan Saluran Pembuangan Air (SPA) c. Penyebaran Tanah Pucuk 3. Revegetasi
  • 11.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 1. Persiapan Lahan Untuk tahapan persiapan reklamasi akan direncanakan pembongkaran bekas kantor yang memiliki luas 100 m2 Pembongkaran di rencanakan dalam waktu 1 hari, dengan menggunakan metode manual. Karena camp hanya bersifat temporary atau sementara, dan menggunakan material kayu untuk dinding dan kerangka bangunan. Dengan menggunakan metode manual ini diharapkan akan menghemat biaya reklamasi karena tidak perlu menyewa dan mengeluarkan biaya untuk bahan bakar alat berat.
  • 12.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 2. Penatagunaan Lahan a. Perataan Lahan Volume area yang telah tereksploitasi adalah 126.530 m3 dengan luas 5,03 Ha . Terdapat 7 buah gundukan yang memiliki total luas 1,97 hektar, dan total volume 50.930 m3. Dengan menggunakan alat bulldozer tipe Komatsu D-65 E-12 waktu yang dibutuhkan untuk perataan lahan adalah 61 hari. Ketinggian lahan rencana reklamasi naik sebesar 40 % dari titik terendah pada lahan reklamasi.
  • 13.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN Daerah Rencana Reklamasi: -Luas : 5,03 Ha -Volume : 126.530 m3 No Gundukan Luas (Ha) Volume (m3) 1. Gundukan 1 0,69 20.670 2. Gundukan 2 0,59 17.580 3. Gundukan 3 0,10 3.090 4. Gundukan 4 0,07 720 5. Gundukan 5 0,17 3.330 6. Gundukan 6 0,20 4.010 7. Gundukan 7 0,15 1.530 Jumlah 1,97 50.930 Luas dan Volume Gundukan:
  • 14.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 2. Penatagunaan Lahan b. Pengaturan Saluran Pembuangan Air (SPA) Bulan Tahun 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Rata- Rata Januari 281 253,1 185,6 202,6 271,6 266,8 478,8 440,7 256,7 386,5 302,34 Februari 288,5 309,9 466,2 304,5 315,7 192,7 506 247,3 160 115,7 290,65 Maret 471,8 228,5 258,3 261 336,5 293,2 188,4 271,1 223,5 217,1 274,94 April 312,6 356,2 126,9 190,1 180,2 112,7 435,1 383,6 242,6 332,4 267,24 Mei 137,4 343,9 144,1 258 212,4 97,5 253 284,5 220,7 257,8 220,93 Juni 183,9 271,6 165 119,9 125,7 119,1 93 215,7 190,4 143,5 162,78 Juli 140,7 91,1 192,7 244 110,6 84,5 17 540,4 189,7 136,2 174,69 Agustus 430,7 43,6 4 84,5 57,5 0 265,1 105,9 138,5 85,6 121,54 September 203,8 76,6 13,5 235,1 77,6 0 283,4 111,2 140,6 98,2 124,00 Oktober 286,9 301,9 40,1 198,3 195,3 116,1 268,8 407,4 195,7 207 221,75 November 364,9 351,9 215,6 335,1 351,2 454,4 332 218,3 265,1 305,4 319,39 Desember 342,7 268,5 199,5 406,2 280,1 577,3 347,4 395,7 280,9 233,5 333,18 Total 3444,9 2896,8 2011,5 2839,3 2514,4 2314,3 3468 3621,8 2504,4 2518,9 2.813,43
  • 15.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 2. Penatagunaan Lahan b. Pengaturan Saluran Pembuangan Air (SPA) Dari data tersebut dapat diketahui curah hujan harian maksimum untuk tiap tahunnya dari 10 sampel data. Curah hujan rencana dapat dihitung menggunakan metode Gumbel sebesar122,2 mm/hari, sedangkan intensitas curah hujan dengan persamaan Monomobe. Maka didapatkan hasil Intensitas Curah Hujan sebesar 42,36 mm/jam
  • 16.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 2. Penatagunaan Lahan b. Pengaturan Saluran Pembuangan Air (SPA) Perhitungan Debit Total Debit limpasan sebesar 0,021 m3/detik, perhitungan volume air limpasan menggunakan asumsi durasi hujan perhari berlangsung selama 4 jam sehingga volume air perhari untuk periode ulang 2 tahun adalah sebesar 306,16 m3 Dimensi Saluran Drainase Dimensi saluran drainase yang didapat yaitu kemiringan dinding saluran 60o, panjang sisi saluran 0,40 meter, lebar dasar saluran 0,368 meter, lebar pemukaan aliran 0,74 meter dan kedalaman saluran 0,32 meter Saluran drainase yang akan dibuat sepanjang 504,15 meter. Jadi volume total saluran drainase sebesar 99,31 m3 dan kecepatan aliran air sebesar 0,12 m/detik Waktu Pembuatan Drainase Dengan menggunakan alat Excavator type Kobelco SK- 200-10. Waktu yang diperlukan untuk pembuatan saluran drainase adalah 1,53 jam dengan produktivitas alat sebesar 55,05 bcm/jam
  • 17.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 2. Penatagunaan Lahan c. Penyebaran Tanah Pucuk (Top Soil) Untuk penyebaran tanah pucuk dilakukan dengan sistem pot, dikarenakan keterbatasan jumlah top soil yang ada pada daerah bekas tambang. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 80 cm x 80 cm x 80 cm. Jarak tanam yang digunakan adalah 4 m x 4 m. Dengan luas daerah rencana reklamasi sebesar 5,03 Ha, maka banyak nya lubang yang dapat dibuat adalah sebanyak 2.183 buah dengan volume top soil yang dibutuhkan adalah 1.117,69 m3
  • 18.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 3. Revegetasi Untuk revegetasi direncanakan penanaman pohon sengon, dikarenakan tumbuhan pada rona awal lingkungan, pohon sengon merupakan tanaman yang ada di daerah rencana reklamasi. Persiapan Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman Pemantauan Tanaman
  • 19.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 3. Revegetasi Persiapan a. Melakukan pemeriksaan awal mengenai batas lokasi reklamasi yang akan ditanam. b. Melakukan koordinasi dengan aparat desa terkait pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan reklamasi. c. Membuat Surat Keterangan yang diketahui Kepala Desa perihal pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan reklamasi. d. Persiapan alat kerja, bibit, bahan media tanam dan tenaga kerja e. Melakukan pemasangan plang informasi reklamasi. Asumsi waktu kegiatan persiapan adalah 1 bulan.
  • 20.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 3. Revegetasi Penanaman dan Pemeliharan Tanaman Penanaman a. Tahap pemasangan ajir dan persiapan jalur tanam. Pemasangan ajir dilakukan dengan jarak tanam 4 m x 4 m. b. Tahap penggalian lubang tanam. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm diatas tanah top soil yang sudah dibuat sebelumnya. c. Tahap penanaman d. Tahap penyediaan dan pengisian pupuk. Lubang tanam yang sudah kosong, bibit diletakkan ditengah lubang, diisi pupuk kompos dan NPK. e. Tahap penyiraman, penyiraman harus dilakukan secara intensif pada 3 bulan pertama.
  • 21.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 3. Revegetasi Penanaman dan Pemeliharan Tanaman Pemeliharaan Tanaman a. Pemupukan dilakukan dengan mengaplikasikan pupuk NPK. b. Penyiangan yaitu kegiatan pembebasan tanaman dari gulma disekitar tanaman. c. Pendangiran yaitu kegiatan penggemburan tanah di sekeliling tanaman untuk memudahkan pertumbuhan perakaran. d. Penyiraman. e. Pengendalian Hama Penyakit Tanaman (HPT) f. Penyulaman apabila ada tanaman yang mati. Kegiatan yang dilakukan adalah pemupukan sebanyak 6 kali dalam 1 tahun, pengendalian HPT sebanyak 2 kali
  • 22.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 3. Revegetasi Pemantauan Tanaman Kegiatan ini dilakukan oleh mitra usaha yang bertujuan untuk menjamin persen hidup dan kesehatan tanaman. Apabila terdapat tanaman yang mati atau tanaman terkena hama dan penyakit, maka mitra usaha wajib untuk segera melakukan penyulaman. Asumsi waktu kegiatan pemantauan adalah 5 bulan.
  • 23.
    3. HASIL DANPEMBAHASAN 3.3. Rencana Biaya Reklamasi Komponen Harga (Rupiah) Biaya Langsung Biaya Penatagunaan Lahan 1. Penataan Permukaan Tanah 2. Pembuatan Drainase 228.879.440,00 560.000,00 Biaya Revegetasi 1. Pemupukan 2. Pengadaan Bibit 3. Penanaman 4. Pemeliharaan Tanaman 1.662.200,00 12.215.000,00 10.649.500,00 10.619.480,00 Total Biaya Langsung 264.585.620,00 Biaya Tidak Langsung 1. Mobilitas dan Demobilitas alat 2. Perencanaan Reklamasi 3. Biaya Administrasi dan Keuntungan Pihak Ketiga 4. Biaya Supervisi 6.614.640,50 24.341.887,04 37.041.986,80 17.462.650,92 Total Biaya Tidak Langsung 85.461.165,26 Total Biaya 350.046.785,26
  • 24.
    4. KESIMPULAN DANSARAN 4.1. Kesimpulan 1. Berdasarkan analisis rona awal lingkungan di lapangan, lahan bekas penambangan merupakan lahan pohon sengon. PT. Walie Tampas Citratama melakukan eksploitasi pasir kuarsa di lahan tersebut. Maka dari itu pemanfaatan lahan rencana reklamasi akan dilakukan penanaman kembali lahan sengon yang telah tereksploitasi. Luas lahan terekploitasi sebesar 5,03 Ha, dan terdapat 7 buah gundukan yang dihasilkan karena kegiatan ekspoitasi.
  • 25.
    2. Perencanaan teknisreklamasi diawali dengan persiapan lahan,dimana dilakukan pembongkaran bekas kantor selama 1 hari. Selanjutnya dilakukan proses perataan lahan, dilakukan perataan gundukan dengan total volume sebesar 50.930 m3. Dengan menggunakan Bulldozer type Komatsu D-65 E-10 waktu yang diperlukan adalah 61 hari. Selanjutnya direncanakan pembuatan saluran pembuangan air (SPA) sebesar 99,31 m3 dan kecepatan aliran air sebesar 0,12 m/detik. Waktu pembuatan SPA menggunakan excavator type Kobelco SK-200-10 selama 1, 53 jam. Selanjutnya dilakukan penyebaran tanah pucuk dengan sistem pot dikarenakan keterbatasan jumlah top soil. Maka dilahan seluas 5,03 Ha dapat ditanam pohon sengon sebanyak 2.183 pohon dengan jarak tanam 4 m x 4 m. Rencana revegetasi pohon sengon dengan dimensi lubang tanam 80 cm x 80 cm x 80 cm dan jumlah bibit sengon sebanyak 2.183 pohon dan bibit LCC untuk membantu penggemburan tanah. 4.1. Kesimpulan 4. KESIMPULAN DAN SARAN
  • 26.
    4. KESIMPULAN DANSARAN 4.1. Kesimpulan 3. Perencanaan biaya langsung untuk reklamasi di lahan bekas penambangan pasir kuarsa ini terbagi menjadi beberapa aspek penting. Biaya langsung yang meliputi penatagunaan lahan dimana membutuhkan biaya sebesar Rp 229.439.440,00. Revegetasi dimana membutuhkan biaya sebesar Rp. 35.146.180,00. Jadi total biaya langsung adalah Rp 264.585.620,00 .Serta biaya tidak langsung yang dikeluarkan sebesar Rp 85.461.165,26.. Dari biaya langsung dan tidak langsung didapatkan biaya total pada perencanaan reklamasi lahan bekas penambangan di PT. Walie Tampas Citratama sebesar Rp 350.046.785,26.
  • 27.
    4. KESIMPULAN DANSARAN 4.2. Saran Pelaksanaan rencana reklamasi hendaknya dilakukan pengawasan agar pelaksanan sesuai dengan rencana dan tidak melewati batas waktu yang telah direncanakan.
  • 28.