Materi RemHidrolik
Rem hidrolik banyak digunakan pada sepeda motor pada umumnya. Mekanisme
penggerak sistem rem tipe hidrolik memanfaatkan tenaga hidrolik (fluida/cairan) untuk
meneruskan tenaga pengereman dari pedal/handel rem ke sepatu rem/pad rem. Rem
hidrolik saat ini banyak digunakan pada sepeda motor terutama dipasang pada roda depan
karena beban gaya rem terbesar sepeda motor saat proses pengereman berada di depan,
sedangkan roda belakang untuk sepeda motor cc kecil masih menggunakan rem mekanis
dan untuk sepeda motor cc besar sudah menggunakan rem hidrolik.
Mekanisme penggerak hidrolik berpedoman kepada hukum Pascal, bila suatu fluida/cairan
dalam ruang tertutup diberi tekanan maka tekanan tersebut akan diteruskan ke semua arah
dengan sama rata. Gaya penekanan pada pedal/handel rem akan diubah menjadi tekanan fluida
oleh piston master silinder, kemudian diteruskan ke silinder roda/kaliper rem melalui slang rem
untuk menghasilkan gaya pengereman.
Rem penggerak hidrolik mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan
penggerak mekanik,yaitu:
1. Fluida mempunyai sifat tidak dapat dimampatkan, dan pada sistem rem hidrolik tidak terjadi
kerugian gesekan/penurunan tekanan karena sambungan/engsel seperti halnya pada
mekanisme penggerak rem mekanik sehingga rem lebih responsif.
2. Disc Brake/cakram mengarah ke udara dan melepaskan panas secara efisien sehingga
fading (kanvas rem terbakar karena panas gesek) tidak mudah terjadi dan gaya
pengereman menjadistabil.
3. Ketika disc brake/cakram memuai oleh panas, jarak antara cakram dan kanvas tetap sama
dan pengoperasian tuas rem tetap tidak berubah.
4. Ketika disc brake/cakram basah, air dihilangkan oleh gaya sentrifugal dan efek pengereman
kembali dengancepat.
5. Ketika disc brake/cakram aus, posisi piston caliper berubah otomatis mengikuti besarnya
keausan sehingga tidak membutuhkan penyetelan lagi.
Komponen-Komponen Rem Hidrolik
1. Master cylinder, mengubah gerak pedal/tuas rem ke dalam tekanan hidrolis. Master
cylinder terdiri atas reservoir tank yang berisi minyak rem, piston dan silinder yang
membangkitkan tekananhidrolis.
2. Piringanrem(cakram/discbrake),padaumumnyadibuatdaribesituanyangdiberikan lubang
pada permukaan geseknya untuk ventilasi dan menampung kotoran/debu yang menempel
pada permukaan cakram maupun pada brake pad.
3. Brakepad/discpad,terbuatdaricampuranmetallicfiberdansedikitserbukbesi(biasa disebut
semi metallic disc pad). Pada beberapa pad, penggunaan metallic plate (anti-
sequel shim) dipasangkan pada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi pada saat
pengereman.
4. Caliper, sering disebut cylinder body, berfungsi untuk memegang pistonpiston dan
dilengkapi dengan saluran minyak rem. Jenis-jenis rem cakram yang digunakan pada
sepeda motor pada umumnya dibedakan berdasarkan jenis kalipernya, yaitu: a) tipe fixed
caliper, dan b) tipe floating caliper.
5. Pipa/slang rem, merupakan saluran yang berfungsi menyalurkan tekanan hydraulic fluida
dari master cylinder ke caliper.
6. Minyak rem, merupakan fluida yang berfungsi sebagai media penerus gaya pengereman
dalambentuktekananhidrolis(hydraulicpressure)kebrakepistonpadacaliper.
Cara Kerja Sistem Rem Hidrolik
Gambar cara kerja sistem rem hidrolik
Pada saat tuas rem ditekan, maka komponen pada master cylinder akan menekan cairan
fluida/minyak rem. Pada saat minyak rem ini tertekan, sehingga brake akan menekan rotor (disc
brake), untuk terjadi proses pengereman kondisi tersebut bergantung juga terhadap gaya tekan
yang diberikan pengendara terhadap tuas rem. Semakin keras maka gaya pengereman akan
tinggi.
Minyak Rem
Minyak rem adalah cairan yang tidak mengandung minyak bumi, sebagian besar terdiri dari
alkoholdansusunankimiadanester.Persyaratankualitasyangdiperlukanpadaminyak rem:
1. Titik didih yang tinggi, agar tidak mudah mendidih oleh temperatur yang tinggi akibat proses
kerja pengereman. Minyak rem yang mendidih akan menyebabkan berkurangnya gaya
pengereman karena timbul gelembung-gelembung udara di dalam saluran minyak rem
(Vapourlock).
2. Kemampuan mencegah karat pada logam dan karet. Kerapatan akan berkurang bila
minyak rem merusak seal, dan ini akan menyebabkan kebocoran yang berdampak
hilangnya tenaga hidrolis. Minyak rem dibuat dari bahan sintetis dengan maksud agar
tidak merusak karet, dan menghindari karat pada logam.
3. Viskositas. Minyak rem harus memiliki kekentalan (viscosity) tertentu untuk meneruskan
tekanan dengan perubahan temperatur yang bervariasi. Minyak rem mempunyai 4
klasifikasi FMVSS (Federal Motor Vehicle Safety Standard). Klasifikasi ini berdasarkan titik
didih minyak rem tersebut, dinyatakan oleh DOT (Department of Transportation). Semakin
tinggi nilai DOT, titik didih minyak rem tersebut semakin tinggi (atau dengan kata lain
kualitasnya juga semakin tinggi).
Tabel Titik Didih Minyak Rem
Hal-hal yang wajib diperhatikan dalam melakukan penanganan minyak rem:
1. Jangan mencampur minyak rem yang memiliki kemampuan berbeda,
2. Jangansampaiminyakremtercemardenganairatauminyaklainyangtidaksejenis,
3. Menyimpan minyak rem yang tidak digunakan di dalam tempat kemasan yang tertutup
rapat.
Kesalahan penanganan minyak rem akan menyebabkan komposisinya berubah, menurunkan titik
didihmaupunmengotori/mencemariminyakremsehinggakualitasnyamenurun.
Perawatan RemHidrolik
a. Pemeriksaan mekanisme penggerak rem hidrolik: Pemeriksaan kebocoran fluida pada
sistem rem penggerak hidrolik, pastikan semua komponen berfungsi dan tidak ada
kerusakan secaravisual.
b. Pemeriksaan jumlah minyak rem pada reservoir master cylinder. Pastikan level minyak rem
berada di atas tanda lower karena akan mempengaruhi kinerja rem.
Gambar Pemeriksaan Batas Minyak Rem
c. Pemeriksaancaliperremdengansecaravisualsaja,apabilaadakotoransegeradibersihkan
dengan majun danapabilakotoransudah menempel maka bersihkan dengan airsabun.
d. Pemeriksaancakram
(disc)
Gambar Komponen Kaliper Rem
I. Memeriksa cakram secara visual terhadap keretakan/kerusakan
II. Mengukur ketebalan cakram pada beberapa tempat, apabila hasil pengukuran
terkecillebihkecildaribatasserviceyangdiizinkan,ganticakramdenganyang baru.
Gambar Mengukur Ketebalan dan Keolengan Cakram
e. Pemeriksaan keausan brake pad
I. Keausan brake pad ditunjukkan oleh indikator batas keausan (wear indicator line) pada
brakepad.
Gambar Memeriksa Keausan Brake Pad
II. Permukaan gesek brake pad yang kotor karena debu/terlihat mengkilap
dapat dipergunakan kembali setelah dibersihkan dengan cara diamplas.
Jangan menggunakan tekanan udara ataupun sikat kering untuk
membersihkan rem, karena debu rem mengandung partikel-partikel yang
berbahaya bagi kesehatan.
III. Brake pad wajib diganti apabila:
a) Ketebalan kurang dari batas service yang diizinkan.
b) Permukaan gesek brake pad terkena gemuk/oli pelumas.
Rangkuman
Mekanisme penggerak hidrolik berpedoman kepada hukum Pascal: bila suatu fluida/
cairandalamruangtertutup diberitekanan makatekanantersebutakanditeruskanke semua
arah dengan sama rata. Gaya penekanan pada pedal/handel rem akan diubah menjadi
tekanan fluida oleh piston master silinder, kemudian diteruskan ke silinder roda/kaliper
remmelaluislangremuntukmenghasilkangayapengereman.
Rem penggerak hidrolik mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan
penggerak mekanik,yaitu:
1. Fluidamempunyaisifattidakdapatdimampatkan,danpadasistemremhidroliktidak terjadi
kerugian gesekan/penurunan tekanan karena sambungan/engsel seperti halnyapada
mekanismepenggerakremmekaniksehinggaremlebihresponsif.
2. Disc brake/cakram mengarah ke udara dan melepaskan panas secara efisien
sehinggafading(kanvasremterbakarkarenapanasgesek)tidakmudahterjadi dan
gaya pengereman menjadi stabil.
3. Ketika disc brake/cakram memuai oleh panas, jarak antara cakram dan kanvas tetap sama
dan pengoperasian tuas rem tetap tidak berubah.
4. Ketika disc brake/cakram basah, air dihilangkan oleh gaya sentrifugal dan efek
pengereman kembali dengan cepat.
5. Ketika disc brake/cakram aus, posisi piston caliper berubah otomatis mengikuti
besarnya keausan sehingga tidak membutuhkan penyetelan lagi.
Komponen-komponen rem hidrolik:
1. Master cylinder
2. Piringan rem (Cakram/disc brake)
3. Brake pad/discpad
4. Caliper
5. Pipa/slang rem
6. Minyak rem
Cara kerja rem hidrolik:
Pada saat tuas rem ditekan, maka komponen pada master cylinder akan menekan
cairan fluida/minyak rem. Pada saat minyak rem ini tertekan, sehingga brake akan
menekanrotor (discbrake), untuk terjadiproses pengereman kondisitersebut bergantung juga
terhadap gaya tekan yang diberikan pengendara terhadap tuas rem. Semakin keras maka
gaya pengereman akan tinggi.

Rem hidrolik

  • 1.
    Materi RemHidrolik Rem hidrolikbanyak digunakan pada sepeda motor pada umumnya. Mekanisme penggerak sistem rem tipe hidrolik memanfaatkan tenaga hidrolik (fluida/cairan) untuk meneruskan tenaga pengereman dari pedal/handel rem ke sepatu rem/pad rem. Rem hidrolik saat ini banyak digunakan pada sepeda motor terutama dipasang pada roda depan karena beban gaya rem terbesar sepeda motor saat proses pengereman berada di depan, sedangkan roda belakang untuk sepeda motor cc kecil masih menggunakan rem mekanis dan untuk sepeda motor cc besar sudah menggunakan rem hidrolik. Mekanisme penggerak hidrolik berpedoman kepada hukum Pascal, bila suatu fluida/cairan dalam ruang tertutup diberi tekanan maka tekanan tersebut akan diteruskan ke semua arah dengan sama rata. Gaya penekanan pada pedal/handel rem akan diubah menjadi tekanan fluida oleh piston master silinder, kemudian diteruskan ke silinder roda/kaliper rem melalui slang rem untuk menghasilkan gaya pengereman. Rem penggerak hidrolik mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan penggerak mekanik,yaitu: 1. Fluida mempunyai sifat tidak dapat dimampatkan, dan pada sistem rem hidrolik tidak terjadi kerugian gesekan/penurunan tekanan karena sambungan/engsel seperti halnya pada mekanisme penggerak rem mekanik sehingga rem lebih responsif. 2. Disc Brake/cakram mengarah ke udara dan melepaskan panas secara efisien sehingga fading (kanvas rem terbakar karena panas gesek) tidak mudah terjadi dan gaya pengereman menjadistabil. 3. Ketika disc brake/cakram memuai oleh panas, jarak antara cakram dan kanvas tetap sama dan pengoperasian tuas rem tetap tidak berubah. 4. Ketika disc brake/cakram basah, air dihilangkan oleh gaya sentrifugal dan efek pengereman kembali dengancepat. 5. Ketika disc brake/cakram aus, posisi piston caliper berubah otomatis mengikuti besarnya keausan sehingga tidak membutuhkan penyetelan lagi. Komponen-Komponen Rem Hidrolik 1. Master cylinder, mengubah gerak pedal/tuas rem ke dalam tekanan hidrolis. Master cylinder terdiri atas reservoir tank yang berisi minyak rem, piston dan silinder yang membangkitkan tekananhidrolis. 2. Piringanrem(cakram/discbrake),padaumumnyadibuatdaribesituanyangdiberikan lubang pada permukaan geseknya untuk ventilasi dan menampung kotoran/debu yang menempel pada permukaan cakram maupun pada brake pad. 3. Brakepad/discpad,terbuatdaricampuranmetallicfiberdansedikitserbukbesi(biasa disebut semi metallic disc pad). Pada beberapa pad, penggunaan metallic plate (anti-
  • 2.
    sequel shim) dipasangkanpada sisi piston dari pad untuk mencegah bunyi pada saat pengereman. 4. Caliper, sering disebut cylinder body, berfungsi untuk memegang pistonpiston dan dilengkapi dengan saluran minyak rem. Jenis-jenis rem cakram yang digunakan pada sepeda motor pada umumnya dibedakan berdasarkan jenis kalipernya, yaitu: a) tipe fixed caliper, dan b) tipe floating caliper. 5. Pipa/slang rem, merupakan saluran yang berfungsi menyalurkan tekanan hydraulic fluida dari master cylinder ke caliper. 6. Minyak rem, merupakan fluida yang berfungsi sebagai media penerus gaya pengereman dalambentuktekananhidrolis(hydraulicpressure)kebrakepistonpadacaliper. Cara Kerja Sistem Rem Hidrolik Gambar cara kerja sistem rem hidrolik Pada saat tuas rem ditekan, maka komponen pada master cylinder akan menekan cairan fluida/minyak rem. Pada saat minyak rem ini tertekan, sehingga brake akan menekan rotor (disc brake), untuk terjadi proses pengereman kondisi tersebut bergantung juga terhadap gaya tekan yang diberikan pengendara terhadap tuas rem. Semakin keras maka gaya pengereman akan tinggi. Minyak Rem Minyak rem adalah cairan yang tidak mengandung minyak bumi, sebagian besar terdiri dari alkoholdansusunankimiadanester.Persyaratankualitasyangdiperlukanpadaminyak rem: 1. Titik didih yang tinggi, agar tidak mudah mendidih oleh temperatur yang tinggi akibat proses kerja pengereman. Minyak rem yang mendidih akan menyebabkan berkurangnya gaya pengereman karena timbul gelembung-gelembung udara di dalam saluran minyak rem (Vapourlock). 2. Kemampuan mencegah karat pada logam dan karet. Kerapatan akan berkurang bila minyak rem merusak seal, dan ini akan menyebabkan kebocoran yang berdampak hilangnya tenaga hidrolis. Minyak rem dibuat dari bahan sintetis dengan maksud agar
  • 3.
    tidak merusak karet,dan menghindari karat pada logam. 3. Viskositas. Minyak rem harus memiliki kekentalan (viscosity) tertentu untuk meneruskan tekanan dengan perubahan temperatur yang bervariasi. Minyak rem mempunyai 4 klasifikasi FMVSS (Federal Motor Vehicle Safety Standard). Klasifikasi ini berdasarkan titik didih minyak rem tersebut, dinyatakan oleh DOT (Department of Transportation). Semakin tinggi nilai DOT, titik didih minyak rem tersebut semakin tinggi (atau dengan kata lain kualitasnya juga semakin tinggi). Tabel Titik Didih Minyak Rem Hal-hal yang wajib diperhatikan dalam melakukan penanganan minyak rem: 1. Jangan mencampur minyak rem yang memiliki kemampuan berbeda, 2. Jangansampaiminyakremtercemardenganairatauminyaklainyangtidaksejenis, 3. Menyimpan minyak rem yang tidak digunakan di dalam tempat kemasan yang tertutup rapat. Kesalahan penanganan minyak rem akan menyebabkan komposisinya berubah, menurunkan titik didihmaupunmengotori/mencemariminyakremsehinggakualitasnyamenurun. Perawatan RemHidrolik a. Pemeriksaan mekanisme penggerak rem hidrolik: Pemeriksaan kebocoran fluida pada sistem rem penggerak hidrolik, pastikan semua komponen berfungsi dan tidak ada kerusakan secaravisual. b. Pemeriksaan jumlah minyak rem pada reservoir master cylinder. Pastikan level minyak rem berada di atas tanda lower karena akan mempengaruhi kinerja rem. Gambar Pemeriksaan Batas Minyak Rem
  • 4.
    c. Pemeriksaancaliperremdengansecaravisualsaja,apabilaadakotoransegeradibersihkan dengan majundanapabilakotoransudah menempel maka bersihkan dengan airsabun. d. Pemeriksaancakram (disc) Gambar Komponen Kaliper Rem
  • 5.
    I. Memeriksa cakramsecara visual terhadap keretakan/kerusakan II. Mengukur ketebalan cakram pada beberapa tempat, apabila hasil pengukuran terkecillebihkecildaribatasserviceyangdiizinkan,ganticakramdenganyang baru. Gambar Mengukur Ketebalan dan Keolengan Cakram e. Pemeriksaan keausan brake pad I. Keausan brake pad ditunjukkan oleh indikator batas keausan (wear indicator line) pada brakepad. Gambar Memeriksa Keausan Brake Pad
  • 6.
    II. Permukaan gesekbrake pad yang kotor karena debu/terlihat mengkilap dapat dipergunakan kembali setelah dibersihkan dengan cara diamplas. Jangan menggunakan tekanan udara ataupun sikat kering untuk membersihkan rem, karena debu rem mengandung partikel-partikel yang berbahaya bagi kesehatan. III. Brake pad wajib diganti apabila: a) Ketebalan kurang dari batas service yang diizinkan. b) Permukaan gesek brake pad terkena gemuk/oli pelumas. Rangkuman Mekanisme penggerak hidrolik berpedoman kepada hukum Pascal: bila suatu fluida/ cairandalamruangtertutup diberitekanan makatekanantersebutakanditeruskanke semua arah dengan sama rata. Gaya penekanan pada pedal/handel rem akan diubah menjadi tekanan fluida oleh piston master silinder, kemudian diteruskan ke silinder roda/kaliper remmelaluislangremuntukmenghasilkangayapengereman. Rem penggerak hidrolik mempunyai beberapa keuntungan dibandingkan dengan penggerak mekanik,yaitu: 1. Fluidamempunyaisifattidakdapatdimampatkan,danpadasistemremhidroliktidak terjadi kerugian gesekan/penurunan tekanan karena sambungan/engsel seperti halnyapada mekanismepenggerakremmekaniksehinggaremlebihresponsif. 2. Disc brake/cakram mengarah ke udara dan melepaskan panas secara efisien sehinggafading(kanvasremterbakarkarenapanasgesek)tidakmudahterjadi dan gaya pengereman menjadi stabil. 3. Ketika disc brake/cakram memuai oleh panas, jarak antara cakram dan kanvas tetap sama dan pengoperasian tuas rem tetap tidak berubah. 4. Ketika disc brake/cakram basah, air dihilangkan oleh gaya sentrifugal dan efek pengereman kembali dengan cepat. 5. Ketika disc brake/cakram aus, posisi piston caliper berubah otomatis mengikuti besarnya keausan sehingga tidak membutuhkan penyetelan lagi. Komponen-komponen rem hidrolik: 1. Master cylinder 2. Piringan rem (Cakram/disc brake) 3. Brake pad/discpad 4. Caliper 5. Pipa/slang rem 6. Minyak rem Cara kerja rem hidrolik: Pada saat tuas rem ditekan, maka komponen pada master cylinder akan menekan cairan fluida/minyak rem. Pada saat minyak rem ini tertekan, sehingga brake akan menekanrotor (discbrake), untuk terjadiproses pengereman kondisitersebut bergantung juga terhadap gaya tekan yang diberikan pengendara terhadap tuas rem. Semakin keras maka gaya pengereman akan tinggi.