LAPORAN PRAKTIKUM PTPSP – B
“ UJI KADAR AIR DAN KADAR VOLATIL
SAMPAH“
NAMA KELOMPOK A / SUB 1 :
1. YULISTRA NAFTALI E.P P27833113040
2. VEBRINA ARVIANTI P27833113010
3. NURFARIDA SAFITRI P27833113018
4. SAFITRI PRANELIANI P27833113027
5. SELLA PUSPITA P27833113042
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN
KESEHATAN RI
PROGRAM STUDI KESEHATAN LINGKUNGAN
SURABAYA
TAHUN 2014 – 2015
KADAR AIR SAMPAH
I. Waktu dan Tempat Pelaksanaan :
Hari/Tanggal : Selasa,24 Maret 2015
Waktu : 08.30 – selesai
Tempat : Laboratorium Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya
II. Tujuan :
Untuk mengetahui kadar air sampel sampah dari suatu sumber tertentu
III. Prinsip Kerja :
Sampel sampah dikeringkan agar semua air yang terkandung didalamnya hilang
IV. Dasar Teori :
Kadar air sampah merupakam salah satu sifat fisis samapah .Kadar air
menunjukkan kandungan air yang ada dalam sampah .Dalam pengukuran kadar
air sampah metode yang digunakan adalah metode pengukuran berat basah dan
pengukura berat kering .Metode pengukuran berat basah menyatakan kandungan
air sampah sebagai presentase berat basah material ,sedangkan metode
pengukuran berat kering menyatakan kandungan air sampah sebagai presentase
berat kering material. Parameter ini dapat ditentukan dengan mengeringkan
sampel sampah yang telah diketahui berat basahnya dan kemudian diukur kebali
perubahan beratnya .Berat yang hilang akan dinyatakan sebagai presentase.
Dengan cara perhitungan sebagai berikut :
%kadar air = Berat cawan isi A - berat cawan isi B
Berat cawan isi A – berat cawan kosong
%kadar air = ( 100% - %kadar air )
Kadar air sampah domestik berbeda-beda karena beberapa faktor yang
mempengaruhi,antara lain komposisi sampah,musim tahunan,kelembapan,kondisi
cuaca terutama hujan.Pengukuran kadar air sampah berguna untuk penentuan
desain incenerator dan operasinya karena kadar air sampah berpengaruh terhadap
nilai kalori dan karakteristik ignition sampah. Kadar air pada sampah juga
trgantung pada komposisi sampah karena masing-masing komponen sampah
memiliki kemampuan untuk mengikat air yang berbeda-beda.
V. Alat dan Bahan :
• Sampel sampah
• Timbangan
• Cawan petri
• Penjepit
• Oven
• Pisau
• Deksikator
VI. Langkah Kerja :
• Menyiapkan alat dan bahan
• Memotong sampah menggunakan pisau dengan ukuran 1-3cm
• Menimbang sampah seberat 100gr dengan menggunakan timbangan
• Memanaskan cawan petri kosong kedalam oven selam 1 jam
• Memasukannya ke dalam deksikator selama 15 menit,setelah itu timbang dengan
menggunakan timbangan kemudian catat hasilnya.
• Memasukan sampah ke dalam cawan petri kemudian menimbangnya dan mencatat
hasilnya sebagai (A gram)
• Setelah itu memasukkan kembali ke dalam oven selama 24jam
• Setelah 24 jam , kemudian memasukannya kembali kedalam deksikator selama 15
menit
• Kemudian menimbangnya dengan menggunakan timbangan dan mencatat hasilnya
sebagai (B gram)
VII. Hasil Praktikum :
VIII. Kesimpulan :
KADAR VOLATIL SAMPAH
I. Waktu dan Tempat Pelaksanaan :
Hari/Tanggal : Selasa,24 Maret 2015
Waktu : 08.30 – selesai
Tempat : Laboratorium Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya.
II. Tujuan :
Untuk mengetahui kadar air volatil yang dikandung sampah dari suatu sumber tertentu.
III. Prinsip Kerja :
Sampah dipanaskan pada temperatur tertentu dimana bagian volatil sampah akan berpijar
dan menguap
VI. Dasar Teori :
Senyawa volatil adalah senyawa-senyawa kimia organik yang mmpunyai moleul
yang kecil dan dapat terdistilasi dengan mudah dalam tekanan atmosfer .Senyawa
volatil dalam sampah berasal dari dekomposisi zat oragik yang terjadi dalam
keadaan fakultatif maupun anaerobik oleh mikroorganisme.Senyawa volatil
adalah merupakan senyawa organik yang masih dapat dibakar dan menguap pada
temperatur tinggi (650 C). Sehingga kadar volatil sampah menunjukan jumlahᵒ
zat organik dalam sampah yang menguap melalui pemanasan dengan temperatur
tinggi .Hasil pemanasan dengan suhu tinggi ini akan meninggalakan abu dan
residu .Abu dan residu merupakan material yang lembut ,berbentuk bubuk.
Sampah yang komponennya merupakan bahan kertas,plastik,dan material yang
lain yang dapat terbakar biasa memiliki kadar volatil yang tinggi
Kadar volatil merupakan parameter kimiawi sampah.Data mngenai kadar volatil
sampah sangat penting dalam menejemen persampahan.Terutama pada proses
pengelolahannya .Akumulasi senyawa volatil dapat menurunkan pH sampai
melebihi kapasitas buffer pada pengelolaan anaerobik ,Sehingga dapat
menganggu proses pengelolaan sampah.Sedangkan jumlah abu dan residu penting
untuk diketahui dalam penentuan desain incenerator agar dapat memberikan
kapasitas penampungan sampah yang sesuai .
Pengukuran kadar volatil dilakukan dengan cara menghaluskan sampel sampah
hingga diperoleh berat 4gram. Dari hasil pengukuran kadar air sampah .
Kadar volatil samapah dapat di tentukan sebagai berikut :
%kadar volatil = Berat crus isi A – berat crus isi B X 100%
Berat crus isi A – berat crus kosong
Kadar Abu = (100%-%kadar volatil)
V. Alat dan Bahan :
• Sampel sampah dari hasil sebelumnya
• Mortil dan alu
• Cawan crus
• Penjepit
• Oven
• Timbangan analitik
• Deksikator
VI. Langkah Kerja :
• Menyiapkan alat dan bahan
• Menggerus sampel hasil penatapan kadar air dengan menggunakan mortil dan alu
hingga halus
• Memasukkan cawan crus kedalam oven selama 1 jam setelah itu memasukkannya
kedalam deksikator selama 15 menit
• Setelah itu menimbang cawan dengan menggunakan timbangan analitik
• Menimbang sampel yang sudah dihaluskan sebanyak 4gram ,kemudian
dimasukkan kedalam cawan crus .
• Kemudian mencatat sebagai hasilnya A gram
• Memasukkan cawan crus kedalam oven dengan suhu 600 C selama 2 jam danᵒ
melebihkan 15 menit utuk mencapai suhu 600 Cᵒ
• Setelah itu mematikan oven dan menunggunya hingga kering
• Kemudian memasukkannya kedalam deksikator selama 15 menit
• Dan mencatat hasilnya sebagai B gram
VII. Hasil Praktikum :
VIII. Kesimpulan :
Daftar Pusaka
1. http://driverutapadang.blogspot.com/2013/02/kadar-volatil-sampah.html?
m=1
2. http://budiwijayatl09.blogspot.com/2010/12/kadar-air-sampah-i.html
Lampiran

Ptpsp kadar air sampah

  • 1.
    LAPORAN PRAKTIKUM PTPSP– B “ UJI KADAR AIR DAN KADAR VOLATIL SAMPAH“ NAMA KELOMPOK A / SUB 1 : 1. YULISTRA NAFTALI E.P P27833113040 2. VEBRINA ARVIANTI P27833113010 3. NURFARIDA SAFITRI P27833113018 4. SAFITRI PRANELIANI P27833113027 5. SELLA PUSPITA P27833113042 POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI PROGRAM STUDI KESEHATAN LINGKUNGAN SURABAYA
  • 2.
    TAHUN 2014 –2015 KADAR AIR SAMPAH I. Waktu dan Tempat Pelaksanaan : Hari/Tanggal : Selasa,24 Maret 2015 Waktu : 08.30 – selesai Tempat : Laboratorium Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya II. Tujuan : Untuk mengetahui kadar air sampel sampah dari suatu sumber tertentu III. Prinsip Kerja : Sampel sampah dikeringkan agar semua air yang terkandung didalamnya hilang IV. Dasar Teori : Kadar air sampah merupakam salah satu sifat fisis samapah .Kadar air menunjukkan kandungan air yang ada dalam sampah .Dalam pengukuran kadar air sampah metode yang digunakan adalah metode pengukuran berat basah dan pengukura berat kering .Metode pengukuran berat basah menyatakan kandungan air sampah sebagai presentase berat basah material ,sedangkan metode pengukuran berat kering menyatakan kandungan air sampah sebagai presentase berat kering material. Parameter ini dapat ditentukan dengan mengeringkan
  • 3.
    sampel sampah yangtelah diketahui berat basahnya dan kemudian diukur kebali perubahan beratnya .Berat yang hilang akan dinyatakan sebagai presentase. Dengan cara perhitungan sebagai berikut : %kadar air = Berat cawan isi A - berat cawan isi B Berat cawan isi A – berat cawan kosong %kadar air = ( 100% - %kadar air ) Kadar air sampah domestik berbeda-beda karena beberapa faktor yang mempengaruhi,antara lain komposisi sampah,musim tahunan,kelembapan,kondisi cuaca terutama hujan.Pengukuran kadar air sampah berguna untuk penentuan desain incenerator dan operasinya karena kadar air sampah berpengaruh terhadap nilai kalori dan karakteristik ignition sampah. Kadar air pada sampah juga trgantung pada komposisi sampah karena masing-masing komponen sampah memiliki kemampuan untuk mengikat air yang berbeda-beda. V. Alat dan Bahan : • Sampel sampah • Timbangan • Cawan petri • Penjepit • Oven • Pisau • Deksikator VI. Langkah Kerja :
  • 4.
    • Menyiapkan alatdan bahan • Memotong sampah menggunakan pisau dengan ukuran 1-3cm • Menimbang sampah seberat 100gr dengan menggunakan timbangan • Memanaskan cawan petri kosong kedalam oven selam 1 jam • Memasukannya ke dalam deksikator selama 15 menit,setelah itu timbang dengan menggunakan timbangan kemudian catat hasilnya. • Memasukan sampah ke dalam cawan petri kemudian menimbangnya dan mencatat hasilnya sebagai (A gram) • Setelah itu memasukkan kembali ke dalam oven selama 24jam • Setelah 24 jam , kemudian memasukannya kembali kedalam deksikator selama 15 menit • Kemudian menimbangnya dengan menggunakan timbangan dan mencatat hasilnya sebagai (B gram) VII. Hasil Praktikum : VIII. Kesimpulan : KADAR VOLATIL SAMPAH I. Waktu dan Tempat Pelaksanaan : Hari/Tanggal : Selasa,24 Maret 2015 Waktu : 08.30 – selesai Tempat : Laboratorium Jurusan Kesehatan Lingkungan Surabaya. II. Tujuan : Untuk mengetahui kadar air volatil yang dikandung sampah dari suatu sumber tertentu. III. Prinsip Kerja :
  • 5.
    Sampah dipanaskan padatemperatur tertentu dimana bagian volatil sampah akan berpijar dan menguap VI. Dasar Teori : Senyawa volatil adalah senyawa-senyawa kimia organik yang mmpunyai moleul yang kecil dan dapat terdistilasi dengan mudah dalam tekanan atmosfer .Senyawa volatil dalam sampah berasal dari dekomposisi zat oragik yang terjadi dalam keadaan fakultatif maupun anaerobik oleh mikroorganisme.Senyawa volatil adalah merupakan senyawa organik yang masih dapat dibakar dan menguap pada temperatur tinggi (650 C). Sehingga kadar volatil sampah menunjukan jumlahᵒ zat organik dalam sampah yang menguap melalui pemanasan dengan temperatur tinggi .Hasil pemanasan dengan suhu tinggi ini akan meninggalakan abu dan residu .Abu dan residu merupakan material yang lembut ,berbentuk bubuk. Sampah yang komponennya merupakan bahan kertas,plastik,dan material yang lain yang dapat terbakar biasa memiliki kadar volatil yang tinggi Kadar volatil merupakan parameter kimiawi sampah.Data mngenai kadar volatil sampah sangat penting dalam menejemen persampahan.Terutama pada proses pengelolahannya .Akumulasi senyawa volatil dapat menurunkan pH sampai melebihi kapasitas buffer pada pengelolaan anaerobik ,Sehingga dapat menganggu proses pengelolaan sampah.Sedangkan jumlah abu dan residu penting untuk diketahui dalam penentuan desain incenerator agar dapat memberikan kapasitas penampungan sampah yang sesuai . Pengukuran kadar volatil dilakukan dengan cara menghaluskan sampel sampah hingga diperoleh berat 4gram. Dari hasil pengukuran kadar air sampah . Kadar volatil samapah dapat di tentukan sebagai berikut : %kadar volatil = Berat crus isi A – berat crus isi B X 100% Berat crus isi A – berat crus kosong Kadar Abu = (100%-%kadar volatil)
  • 6.
    V. Alat danBahan : • Sampel sampah dari hasil sebelumnya • Mortil dan alu • Cawan crus • Penjepit • Oven • Timbangan analitik • Deksikator VI. Langkah Kerja : • Menyiapkan alat dan bahan • Menggerus sampel hasil penatapan kadar air dengan menggunakan mortil dan alu hingga halus • Memasukkan cawan crus kedalam oven selama 1 jam setelah itu memasukkannya kedalam deksikator selama 15 menit • Setelah itu menimbang cawan dengan menggunakan timbangan analitik • Menimbang sampel yang sudah dihaluskan sebanyak 4gram ,kemudian dimasukkan kedalam cawan crus . • Kemudian mencatat sebagai hasilnya A gram
  • 7.
    • Memasukkan cawancrus kedalam oven dengan suhu 600 C selama 2 jam danᵒ melebihkan 15 menit utuk mencapai suhu 600 Cᵒ • Setelah itu mematikan oven dan menunggunya hingga kering • Kemudian memasukkannya kedalam deksikator selama 15 menit • Dan mencatat hasilnya sebagai B gram VII. Hasil Praktikum : VIII. Kesimpulan : Daftar Pusaka 1. http://driverutapadang.blogspot.com/2013/02/kadar-volatil-sampah.html? m=1 2. http://budiwijayatl09.blogspot.com/2010/12/kadar-air-sampah-i.html Lampiran