Program Latihan Sepakbola
SMPN 3 PANGALENGAN
Bulan April 2012
Minggu Pertama
Senin :
- Teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan
telapak kaki)
- Teknik dasar (menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan
telapak kaki )
- Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar
mengumpan dengan kaki bagian dalam
Rabu :
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung berhadapan dengan teman
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman dari depan di tempat
dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur Melakukan teknik dasar mengumpan secara
langsung
Jum’at :
Fitness
Minggu Kedua
Senin :
 Menyundul
- Lentingkan punggung ke belakang dan keraskan otot leher serta berat badan bertunpu pada
kaki belakang
- Pandangan konsentrasi pada bola
- Gerakan punggung ke depan sehingga dahi menyongsong arah datangnya bola.
Rabu :
 Menghentikan bola dengan punggung kaki.
- Bola lambung yang jatuh dari udara menyamperi arah datangnya bola
- Lalu bola di tahan dengan kaki mengenai bola segera ditarik sedikit kearah datangnya bola
sehingga bola tidak pantul terlalu jauh.
- Bola yang jatuh ke tanah segera di control lalu di kuasai
Jum’at :
Fitness
Minggu Ketiga
Senin :
- Variasi dan kombinasi teknik dasar permainan sepakbola (mengumpan, mengontrol,
menggiring dan menembak) berpasangan dan berkelompok dengan menggunakan kaki bagian
dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
- Variasi dan kombinasi teknik dasar permainan sepakbola berpasangan dan berkelompok dalam
bentuk penerapan pola penyerangan dan pertahanan permainan dengan koordinasi yang baik.
Rabu :
- Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan jarak jauh
berpasangan atau kelompok
- Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan dengan menahan
menggunakan telapak kaki bagi teman yang di depannya (berpasangan atau kelompok)
- Melakukan teknik dasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan zig-zag
- Melakukan teknik dasar menggiring mengikuti gerakan teman yang di depannya
Jum’at :
Fitness
Minggu Keempat
Senin :
- Kombinasi teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan
bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki)
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan
bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan di tempat
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan
bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri,
depan dan belakang
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan
bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berkelompok bergerak bebas
Rabu :
- Kombinasi teknik dasar (mengumpan, menghentikan, menggiring bola dengan kaki bagian
dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak)
- Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi berbanjr dan berkelompok
bergerak bebas
- Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi lingkaran dan berkelompok
bergerak bebas
Jum’at :
Fitness
Bulan Mei 2012
Minggu Pertama
Senin :
- Variasi dan kombinasi teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian dalam dan dalam serta
menghentikan bola dengan telapak kaki)
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung berhadapan dengan teman
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman dari depan di tempat
dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur
- Melakukan teknik dasar mengumpan secara langsung
Rabu :
- Variasi dan kombinasi teknik dasar (menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta
menahan bola dengan telapak kaki )
- Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan jarak jauh
berpasangan atau kelompok
- Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan dengan menahan
menggunakan telapak kaki bagi teman yang di depannya (berpasangan atau kelompok)
- Melakukan teknik dasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan zig-zag
- Melakukan teknik dasar menggiring mengikuti gerakan teman yang di depannya
Jum’at :
Fitness
Minggu Kedua
Senin :
- Variasi dan kombinasi teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta
menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki ) dengan rincian kegiatan
sebagai berikut :
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan
bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan di tempat
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan
bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri,
depan dan belakang
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan
bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berkelompok bergerak bebas
Rabu :
- Kombinasi teknik dasar (mengumpan, menghentikan, menggiring bola dengan kaki bagian
dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak).
- Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi berbanjr dan berkelompok
bergerak bebas
- Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi lingkaran dan berkelompok
bergerak bebas
Jum’at :
Fitness
Minggu Ketiga
Senin :
- latihan cara menembak bola ke gawang
salah satu pemain menggiring bola ke depan gawang pada saat
mendekati gawang dengan jarak 3 meter pemain tersebut harus menendang bola tersebut .
apa bila tidak gol, siswa tersebut mengambil bola yang di tendangnya tadi. Jika gol kipernya
yang akan mendapatkan sangsi atau hukuman.
- Kegiatan ini di lakukan sebanyak 10 bola dalam setiap pemain
Rabu :
- latihan ketiga bagaimana cara melakukan lemparan ke dalam
- Pertama, lemparan kedalam harus dilakukan dengan kedua tangan sementara kedua kaki harus
tetap menginjak tanah. Sehingga, untuk melempar dengan keras Anda bisa berlari terlebih
dahulu dan menyeret kaki belakang Anda
- Kedua, kalau Anda ingin melempar kepada teman yang tidak jauh dari Anda, usahakan agar
bola mudah untuk diterima atau dikontrol. Sehingga, melemparnya ke arah kaki adalah sangat
baik.
- Ketiga, sebagaimana mengumpan (passing) ,. Anda tidak harus selalu melempar bola tepat ke
arah teman. Anda bisa juga melempar bola ke ruang kosong (space) yang mudah bagi teman
Anda untuk mendapatkannya
- Keempat, jika Anda ingin melempar bola kepada teman yang agak jauh dan tidak ada lawan
antara Anda dan dia maka sangat baik jika Anda melempar bola kepadanya dengan
memantulkannya ke atas tanah, karena bola akan lebih mudah diterima atau dikontrol serta
tenaga yang diperlukan untuk melempar tidak terlampau besar
Jum’at :
Fitness
Minggu Keempat
Senin :
 latihan heading
- bola dilambungkan keatas dan siap melakukan heading sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit
memakai jidat.
- Bola dilambungkan keatas dan siap melakukan heading dengan cara membalik badan kekanan
atau kekiri diwaktu akan mengheading bola sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai
jidat.
- Posisi barisan pertama berhadapan dengan barisan kedua, lalu barisan kedua melempar pada
barisan pertama dan di heading kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin dalam
waktu 2 menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama berhadapan dengan barisan kedua, lalu barisan kedua melempar pada
barisan pertama dan diheading dengan cara melompat kearah barisan kedua memakai jidat,
sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama tiarap menghadap barisan kedua, lalu barisan kedua melempar pada
barisan pertama dan diheading dengan cara bangun dari posisi tiarap dan melompat secepat
mungkin dan di heading kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin dalam waktu 2
menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama membelakangi barisan kedua dengan posisi siap, lalu barisan kedua
berteriak untuk tanda waktu akan melempar bola dan diheading dengan cara melompat,
memakai jidat ke arah barisan kedua, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama berada dibelakan barisan kedua, lalu barisan ketiga melambungkan
bola melewati barisan kedua lalu barisan pertama berusaha mengheading bola ke barisan
ketiga. Sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama berada dibelakang barisan kedua, lalu barisan ketiga melambungkan
bola di depan barisan kedua, lalu barisan pertama berusaha mengejar bola dan mengheading
bola tersebut kebarisan ketiga. Sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat.
Rabu :
Bermain bola pada lapangan kecil menggunakan dua gawang kecil (bendera kecil), dengan
cara :
- Jumlah pemain 5 orang untuk setiap regunya.
- Untuk tahap pertama bermain dengan 4x sentuhan bola
- Untuk tahap kedua 3x sentuhan bola.
- Untuk tahap ketiga 2x sentuhan bola.
- Untuk tahap keempat 1x sentuhan bola.
Jum’at :
Fitness
Bulan Juni 2012
Minggu Pertama
Senin :
Tempatkan 3 orang pemain pada setiap bidang masing-masing
o Tim A, 3 pemain pada bidang 1
o Tim B, 3 pemain pada bidang 2
o Tim C, 3 pemain pada bidang 3
o Tim D, 3 pemain pada bidan 3
- Setiap tim berusaha menendang/mengumpan bola pada teman satu tim dan lawan tim berusaha
untuk menghadangnya
- Setiap tim diberi bola(membawa bola) 1 buah
- Setiap tim tidak boleh keluar dari bidangnya masing-masing
- Tim mendapat 1 point bila umpan bolanya lolos kerekanya di bidang lain
- Tim dianggap menang bila memperoleh poin terbanyak
- Permainan dilakukan 10-15 menit
Rabu :
Sparing dengan Unmul
Jum’at :
Berenang
Minggu Kedua
Senin :
Sparing dengan Stimik
Rabu :
Game kecil
Jum’at :
Main Takraw
Minggu Ketiga
Senin :
Spring dengan Untag
Rabu :
Jogging,
Jum’at :
Istirahat/rekreasi
Minggu Keempat
Siap berkompetisi dalam liga Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Di Kalimantan Timur.
Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi
Program Latihan 3 Bulan Sepak Bola
Bulan April 2012
Minggu Pertama
Senin :
- Teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian dalam dan luar
serta menahan bola dengan telapak kaki)
- Teknik dasar (menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar
serta menahan bola dengan telapak kaki )
- Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan
menggunakan teknik dasar mengumpan dengan kaki bagian dalam
Rabu :
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung
berhadapan dengan teman
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan
teman dari depan di tempat
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman
dari depan di tempat dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur
Melakukan teknik dasar mengumpan secara langsung
Jum’at :
Fitness
Minggu Kedua
Senin :
 Menyundul
- Lentingkan punggung ke belakang dan keraskan otot leher serta
berat badan bertunpu pada kaki belakang
- Pandangan konsentrasi pada bola
- Gerakan punggung ke depan sehingga dahi menyongsong arah
datangnya bola.
Rabu :
 Menghentikan bola dengan punggung kaki.
- Bola lambung yang jatuh dari udara menyamperi arah datangnya
bola
- Lalu bola di tahan dengan kaki mengenai bola segera ditarik sedikit
kearah datangnya bola sehingga bola tidak pantul terlalu jauh.
- Bola yang jatuh ke tanah segera di control lalu di kuasai
Jum’at :
Fitness
Minggu Ketiga
Senin :
- Variasi dan kombinasi teknik dasar permainan sepakbola
(mengumpan, mengontrol, menggiring dan menembak) berpasangan
dan berkelompok dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki
bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik.
- Variasi dan kombinasi teknik dasar permainan sepakbola
berpasangan dan berkelompok dalam bentuk penerapan pola
penyerangan dan pertahanan permainan dengan koordinasi yang
baik.
Rabu :
- Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat
dilanjutkan jarak jauh berpasangan atau kelompok
- Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat
dilanjutkan dengan menahan menggunakan telapak kaki bagi teman
yang di depannya (berpasangan atau kelompok)
- Melakukan teknik dasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan
zig-zag
- Melakukan teknik dasar menggiring mengikuti gerakan teman yang di
depannya
Jum’at :
Fitness
Minggu Keempat
Senin :
- Kombinasi teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki bagian dalam
dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan
telapak kaki)
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam
dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan
telapak kaki berpasangan di tempat
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam
dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan
telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri, depan dan
belakang
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam
dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan
telapak kaki berkelompok bergerak bebas
Rabu :
- Kombinasi teknik dasar (mengumpan, menghentikan, menggiring
bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan
kaki bagian dalam, luar dan telapak)
- Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi
berbanjr dan berkelompok bergerak bebas
- Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi
lingkaran dan berkelompok bergerak bebas
Jum’at :
Fitness
Bulan Mei 2012
Minggu Pertama
Senin :
- Variasi dan kombinasi teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian
dalam dan dalam serta menghentikan bola dengan telapak kaki)
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung
berhadapan dengan teman
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan
teman dari depan di tempat
- Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman
dari depan di tempat dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur
- Melakukan teknik dasar mengumpan secara langsung
Rabu :
- Variasi dan kombinasi teknik dasar (menggiring bola dengan kaki
bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki )
- Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat
dilanjutkan jarak jauh berpasangan atau kelompok
- Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat
dilanjutkan dengan menahan menggunakan telapak kaki bagi teman
yang di depannya (berpasangan atau kelompok)
- Melakukan teknik dasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan
zig-zag
- Melakukan teknik dasar menggiring mengikuti gerakan teman yang di
depannya
Jum’at :
Fitness
Minggu Kedua
Senin :
- Variasi dan kombinasi teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki
bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian
dalam, luar dan telapak kaki ) dengan rincian kegiatan sebagai
berikut :
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam
dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan
telapak kaki berpasangan di tempat
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam
dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan
telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri, depan dan
belakang
- Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam
dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan
telapak kaki berkelompok bergerak bebas
Rabu :
- Kombinasi teknik dasar (mengumpan, menghentikan, menggiring
bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan
kaki bagian dalam, luar dan telapak).
- Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi
berbanjr dan berkelompok bergerak bebas
- Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi
lingkaran dan berkelompok bergerak bebas
Jum’at :
Fitness
Minggu Ketiga
Senin :
- latihan cara menembak bola ke gawang
salah satu pemain menggiring bola ke depan gawang pada saat
mendekati gawang dengan jarak 3 meter pemain tersebut harus
menendang bola tersebut . apa bila tidak gol, siswa tersebut
mengambil bola yang di tendangnya tadi. Jika gol kipernya yang akan
mendapatkan sangsi atau hukuman.
- Kegiatan ini di lakukan sebanyak 10 bola dalam setiap pemain
Rabu :
- latihan ketiga bagaimana cara melakukan lemparan ke dalam
- Pertama, lemparan kedalam harus dilakukan dengan kedua tangan
sementara kedua kaki harus tetap menginjak tanah. Sehingga, untuk
melempar dengan keras Anda bisa berlari terlebih dahulu dan
menyeret kaki belakang Anda
- Kedua, kalau Anda ingin melempar kepada teman yang tidak jauh
dari Anda, usahakan agar bola mudah untuk diterima atau dikontrol.
Sehingga, melemparnya ke arah kaki adalah sangat baik.
- Ketiga, sebagaimana mengumpan (passing) ,. Anda tidak harus selalu
melempar bola tepat ke arah teman. Anda bisa juga melempar bola ke
ruang kosong (space) yang mudah bagi teman Anda untuk
mendapatkannya
- Keempat, jika Anda ingin melempar bola kepada teman yang agak
jauh dan tidak ada lawan antara Anda dan dia maka sangat baik jika
Anda melempar bola kepadanya dengan memantulkannya ke atas
tanah, karena bola akan lebih mudah diterima atau dikontrol serta
tenaga yang diperlukan untuk melempar tidak terlampau besar
Jum’at :
Fitness
Minggu Keempat
Senin :
 latihan heading
- bola dilambungkan keatas dan siap melakukan heading sebanyak
mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat.
- Bola dilambungkan keatas dan siap melakukan heading dengan cara
membalik badan kekanan atau kekiri diwaktu akan mengheading bola
sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama berhadapan dengan barisan kedua, lalu
barisan kedua melempar pada barisan pertama dan di heading kearah
barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit
memakai jidat.
- Posisi barisan pertama berhadapan dengan barisan kedua, lalu
barisan kedua melempar pada barisan pertama dan diheading dengan
cara melompat kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak
mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama tiarap menghadap barisan kedua, lalu
barisan kedua melempar pada barisan pertama dan diheading dengan
cara bangun dari posisi tiarap dan melompat secepat mungkin dan di
heading kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin
dalam waktu 2 menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama membelakangi barisan kedua dengan posisi
siap, lalu barisan kedua berteriak untuk tanda waktu akan melempar
bola dan diheading dengan cara melompat, memakai jidat ke arah
barisan kedua, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama berada dibelakan barisan kedua, lalu barisan
ketiga melambungkan bola melewati barisan kedua lalu barisan
pertama berusaha mengheading bola ke barisan ketiga. Sebanyak
mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat.
- Posisi barisan pertama berada dibelakang barisan kedua, lalu
barisan ketiga melambungkan bola di depan barisan kedua, lalu
barisan pertama berusaha mengejar bola dan mengheading bola
tersebut kebarisan ketiga. Sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit
memakai jidat.
Rabu :
Bermain bola pada lapangan kecil menggunakan dua gawang kecil
(bendera kecil), dengan cara :
- Jumlah pemain 5 orang untuk setiap regunya.
- Untuk tahap pertama bermain dengan 4x sentuhan bola
- Untuk tahap kedua 3x sentuhan bola.
- Untuk tahap ketiga 2x sentuhan bola.
- Untuk tahap keempat 1x sentuhan bola.
Jum’at :
Fitness
Bulan Juni 2012
Minggu Pertama
Senin :
Tempatkan 3 orang pemain pada setiap bidang masing-masing
o Tim A, 3 pemain pada bidang 1
o Tim B, 3 pemain pada bidang 2
o Tim C, 3 pemain pada bidang 3
o Tim D, 3 pemain pada bidan 3
- Setiap tim berusaha menendang/mengumpan bola pada teman satu
tim dan lawan tim berusaha untuk menghadangnya
- Setiap tim diberi bola(membawa bola) 1 buah
- Setiap tim tidak boleh keluar dari bidangnya masing-masing
- Tim mendapat 1 point bila umpan bolanya lolos kerekanya di
bidang lain
- Tim dianggap menang bila memperoleh poin terbanyak
- Permainan dilakukan 10-15 menit
Rabu :
Sparing dengan Unmul
Jum’at :
Berenang
Minggu Kedua
Senin :
Sparing dengan Stimik
Rabu :
Game kecil
Jum’at :
Main Takraw
Minggu Ketiga
Senin :
Spring dengan Untag
Rabu :
Jogging,
Jum’at :
Istirahat/rekreasi
Minggu Keempat
Siap berkompetisi dalam liga Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Di
Kalimantan Timur.
Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi
1.
May
6
METODE MENGAJAR DALAM
PENDIDIKAN JASMANI
METODE MENGAJAR DALAM PENDIDIKAN JASMANI
Posted: 19 November 2010 in Olahraga
3
Pengertian Metode Pengajaran Penjas
Metode berasal dari bahasa Latin ” Meta ” dan ” Hodos “. Meta
artinya jauh (melampaui), Hodos artinya jalan (cara). Metode adalah
cara-cara mencapai tujuan. Sedangkan pengertian mengajar menurut
Arifin (1978) mendefinisikan bahwa mengajar adalah suatu rangkaian
kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada murid agar dapat
menerima, menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan
pelajaran itu. Sedangklan Nasution (1986) berpendapat bahwa
mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur
lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak,
sehingga terjadi proses belajar. Namun menurut Biggs (1991),
seorang pakar psikologi membagi konsep mengajar menjadi tiga
macam pengertian yaitu :
a. Pengertian Kuantitatif dimana mengajar diartikan sebagai the
transmission of knowledge, yakni penularan pengetahuan. Dalam hal
ini guru hanya perlu menguasai pengetahuan bidang studinya dan
menyampaikan kepada siswa dengan sebai-baiknya. Masalah berhasil
atau tidaknya siswa bukan tanggung jawab pengajar.
b. Pengertian institusional yaitu mengajar berarti . the efficient
orchestration of teaching skills, yakni penataan segala kemampuan
mengajar secara efisien. Dalam hal ini guru dituntut untuk selalu siap
mengadaptasikan berbagai teknik mengajar terhadap siswa yang
memiliki berbagai macam tipe belajar serta berbeda bakat,
kemampuan dan kebutuhannya.
c. Pengertian kualitatif dimana mengajar diartikan sebagai the
facilitation of learning, yaitu upaya membantu memudahkan kegiatan
belajar siswa mencari makna dan pemahamannya sendiri.
Dari definisi-definisi mengajar dari para pakar di atas dapat ditarik
kesimpulan bahwa mengajar adalah suatu aktivitas yang tersistem
dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik
untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga
terjadi proses belajar dan tujuan pengajaran tercapai. Sedangkan
pengertian pendidikan jasmani menurut Depdiknas (2003)
merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani
yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk
mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik,
neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka
sistem pendidikan nasional.
Metode mengajar merupakan pedoman cara khusus untuk
penyampaian materi pembelajaran untuk struktur episode belajar
atau pembelajaran. Menurut Mosston (1986) mengajar adalah
serangkaian hubungan yang berkesinambungan antar guru dan siswa
yaitu :
1. Mencoba mencapai keserasian anatara apa yang diniatkan dengan
apa yang sebenarnya terjadi. Maksud = perbuatan.
2. Masalah yang tentang metode mengajar.
Suatu pendekatan terhadap siswa untuk mencapai sasaran yang
ingin dicapai guru harus berdasarkan pilihanya atas beberapa hal
yaitu :
a. kemampuan guru
b. kebutuhan siswa
c. besarnya kelas
d. alat dan fasilitas yang tersedia
e. media yang ada
f. tujuan yang ingin dicapai
g. materi yang dipelajari
h. lingkungannya
3. Kita juga dapat mengatasi kecenderungan pribadi seseorang guru.
4. Mengajar-Belajar-Tujuan
Interaksi antara guru dan siswa mencerminkan perilaku mengajar
dan belajar tertentu. Berbagai gaya didasarkan atas interaksi anatar
perilaku siswa dan perilaku guru, serta hubungannya untuk mencapai
tujuan.
5. Perilaku guru sebagai titik masuk
Dapat dinyatakan bahwa perilaku guru akan mengarahkan perilaku
siswa untuk mencapai tujuan pelajaran. Dari definisi-definisi metode
dan mengajar yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengambil
kesimpulan bahwa pengertian metode mengajar penjas adalah cara-
cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah
lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling
berinteraksi dalam proses pembelajaran jasmani melalui aktivivitas
jasmani dan pembelajaran jasmani sehingga proses belajar berjalan
dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai. Agar tujuan
pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh
pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode
mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.
Dari analisis metode mengajar menurut perilaku guru, perilaku siswa
dan tujuan dapat digolongkan sebagai berikut :
1. Metode Ceramah (Preaching Method)
Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan
menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada
sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif.
Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai
satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan
informasi, dan paling efektif dalam mengatasi kelangkaan literatur
atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham
siswa.
Beberapa kelemahan metode ceramah adalah :
a. Membuat siswa pasif
b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa
c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985)
d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi
dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebihbesar
menerimanya.
e.Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata)
g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :
a. Guru mudah menguasai kelas.
b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar
c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
2. Metode diskusi ( Discussion method )
Menurut Muhibbin Syah ( 2000 )mendefinisikan bahwa metode
diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya
dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim
juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi
bersama ( socialized recitation ).
Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
a. Mendorong siswa berpikir kritis.
b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk
memcahkan masalah bersama.
d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif
jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang
seksama.
Kelebihan metode diskusi sebagai berikut :
a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan
berbagai jalan
b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling
mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat
diperoleh keputusan yang lebih baik.
c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain
sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap
toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Kelemahan metode diskusi sebagai berikut :
a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar.
b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal
(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
3. Metode demontrasi ( Demonstration method )
Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara
memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan
suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan
media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi
yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000). Metode demonstrasi
adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu
proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan
pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah ( 2000).
Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah :
a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan .
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang
dipelajari.
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat
dalam diri siswa (Daradjat, 1985)
Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu
proses atu kerja suatu benda.
b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan .
c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat
diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan
menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000).
Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut :
a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan
dipertunjukkan.
b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan
c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang
menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah,
2000).
4. Metode ceramah plus
Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan
lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan
metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam
metode ceramah plus yaitu :
a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT).
Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah
dengan tanya jawab dan pemberian tugas.
Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu :
1). Penyampaian materi oleh guru.
2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa.
3). Pemberian tugas kepada siswa.
b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT)
Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan
pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi
pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi
tugas.
c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL)
Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan
materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill)
5. Metode resitasi ( Recitation method )
Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa
diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.
Kelebihan metode resitasi sebagai berikut :
a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri
akan dapat diingat lebih lama.
b. Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan
keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri
sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
Kelemahan metode resitasi sebagai berikut :
a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik
hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah
mengerjakan sendiri.
b. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan.
c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual
(Syaiful Bahri Djamarah, 2000)
6. Metode latihan keterampilan ( Drill method )
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana
siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat
bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara
menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan
sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari
mute/pernik-pernik.
Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis,
melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam
perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-
tanda/simbol, dan sebagainya.
c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan
kecepatan pelaksanaan.
Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut :
a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih
banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari
pengertian.
b. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang
merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
d. Dapat menimbulkan verbalisme.
7. Metode mengajar beregu ( Team teaching method )
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana
pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai
tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator.
Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian
digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus
langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut.
8. Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method )
Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar
yang dibantu oleh temannya sendiri
9. Metode pemecahan masalah ( Problem solving method )
Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya
diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.
10. Metode perancangan ( project method )
yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang
suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian.
Kelebihan metode perancangan sebagai berikut :
a. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi
lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan
masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
b. Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan
menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu,
yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Kekurangan metode perancangan sebagai berikut :
a. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal
maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
b. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan
metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru,
sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini.
c. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak
didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang
diperlukan.
d. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan
pokok unit yang dibahas.
11. Metode Bagian ( Teileren method )
yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-
sebagian, misalnya bagian per bagian kemudian disambung lagi
dengan bagian/materi lainnya yang tentu saja berkaitan dengan
masalahnya.
12. Metode Global (Ganze method )
yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca
keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat
mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.
Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi
2.
May
6
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN
NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG
STANDAR PROSES UNTUK SATUAN
PENDIDIKAN DASAR DAN
MENENGAH
PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 41 TAHUN 2007
TENTANG
STANDAR PROSES
UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
Badan Standar Nasional Pendidikan
Tahun 2007
KATA PENGANTAR
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan
rahmat, taufiq, dan hidayahNya, sehingga Badan Standar Nasional Pendidikan
(BSNP) telah menyelesaikan Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah. Standar ini dikembangkan oleh tim adhoc selama delapan bulan
pada tahun 2006. Tim adhoc ini dibentuk oleh BSNP, dan anggota tim ini terdiri
dari para ahli dan praktisi bidang pendidikan. Alhamdulillah standar proses
ini telah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
No. 41 tahun 2007, tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah.
Pengembangan standar proses ini melalui perjalanan yang cukup
panjang yaitu: temu awal, pengakajian bahan dasar, pengumpulan data lapangan,
pengolahan data lapangan, penyusunan naskah akademik, per,.yusunan draf
standar, reviu draf standar dan naskah akademik, validasi draf standar dan
naskah akademik, lokakarya pembahasan draf standar dan naskah akademik,
pembahasan draf standar dengan Unit Utama Depdiknas, finalisasi draf standar dan
naskah akademik untuk uji publik, uji publik yang melibatkan pihak-pihak terkait
dalam skala yang lebih luas, finalisasi draf standar dan naskah akademik, dan
terakhir rekomendasi draf final standar proses dan naskah akademik. BSNP
juga membahas dalam setiap perkembangan draf standar dan naskah
akademik.
BSNP menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada
semua anggota tim ad hoc yang telah bekerja giat dengan semangat yang tinggi
serta kepada semua pihak yang telah memberi masukan pada draf standar
proses dan naskah akademiknya. Semoga buku ini dapat digunakan sebagai
acuan dalam pelaksanaan pendidikan di setiap tingkat dan jenjang pendidikan
dasar dan menengah.
Jakarta, November 2007,
Ketua,
Prof. Djemari Mardapi, Ph.D
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................
DAFTAR ISI ..............................................
SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK
INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANGSTANDAR PROSES UNTUK
SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.................................................
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 41
TAHUN 2007 TANGGAL 23 NOVEMBER 2007 STANDAR PROSES UNTUK
SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.................................................
I. PENDAHULUAN…………………………………………………….............................
II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN
....................................................
A. Silabus .............................................................................................................
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...........................................................
C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP …................................................................
III. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN .............................................
A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran .........................................
B. Pelaksanaan Pembelajaran ..............................................................................
IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN ...............................................................
V. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN ..................................................
A. Pemantauan.............................................................................................
B. Supervisi ............................................................................................
C. Evaluasi ............................................................................................
D. Pelaporan...........................................................................................
E. Tindak lanjut.......................................................................................
iii
v
1
5
5
7
7
8
11
12
12
14
18
18
18
19
19
20
20
GLOSARIUM .......................................................... .............................. 21
SALINAN
PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 41 TAHUN 2007
TENTANG
STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR
DAN MENENGAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN ASIONAL,
Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 24
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Proses Untuk
Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4496) ;
3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas,
Fungsi, Susunan Organisasi, clan Tatakerja Kementerian Negara
Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005;
4. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai
pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden
Nomor 31/P Tahun 2007;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG
STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR
DAN MENENGAH.
Pasal 1
(1) Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup
perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran,
penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.
(2) Standar Proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada
Lampiran Peraturan Menteri ini.
Pasal 2
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 23 November 2007
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Bagian
Penyusunan Rancangan
Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I,
Muslikh, S.H.
NIP 131479478
SALINAN
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
NOMOR 41 TAHUN 2007
TANGGAL 23 NOVEMBER 2007
STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
I. PENDAHULUAN
Dalam rangka pembaharuan sistem pendidikan nasional telah
ditetapkan visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Visi
pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata
sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara
Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan
proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.
Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip
penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan
reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan
diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta
didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru
yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan
mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini
adalah pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran
ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik
dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses
pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar
terlaksana secara efektif dan efisien.
Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan
karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang
bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel,
bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan
pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan,
menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus
dikembangkan adalah standar proses. Standar proses adalah standar nasional
pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan
pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria
minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di
seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses ini
berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, balk
pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester.
Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan
proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses
pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN
Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi
(SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan
pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan
pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar.
A. Silabus
Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran
atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran,
indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI)
dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan
silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam
sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru
Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas
Pendidikan. Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas
kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP,
dan divas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SMA dan
SMK, serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama
untuk MI, MTs, MA, dan MAK.
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta
didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan
berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran
berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi
peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali
pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan
yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.
Komponen RPP adalah
1. Identitas mata pelajaran
Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan,kelas, semester,
program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah
pertemuan.
2. Standar kompetensi
Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta
didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan
keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau
semester pada suatu mata pelajaran.
3. Kompetensi dasar
Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta
didik•dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator
kompetensi dalam suatu pelajaran.
4. Indikator pencapaian kompetensi
Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi
untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan
penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan
dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur,
yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran menggambarkan proses dan hasil belajar yang
diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
6. Materi ajar
Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan
ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian
kompetensi.
7. Alokasi waktu
Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan
beban belajar.
8. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi
dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode
pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta
karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada
setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk
peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/M I.
9. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan
pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan
memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam
proses pembelajaran.
b. Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD.
Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang-
kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan
kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta
psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan
sistemik melalui proses.eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
c. Penutup
Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas
pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau
kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.
10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan
dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar
Penilaian.
11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan
kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator
pencapaian kompetensi.
C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP
1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik
RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin,
kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat,
potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus,
kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau
lingkungan peserta didik.
2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik
Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk
mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian,
dan semangat belajar.
3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran
dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman
beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif,
penguatan, pengayaan, dan remedi.
5. Keterkaitan dan keterpaduan
RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan
antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pernlielajaran, indikator
pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu
keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan
pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek
belajar, dan keragaman budaya.
6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi
RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi
dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan
situasi dan kondisi.
III. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN
A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran
1. Rombongan belajar
Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah:
a. SD/MI : 28 peserta didik
b. SMP/MT : 32 peserta didik
c. SMA/MA : 32 peserta did 1k
d. SMK/MAK : 32 peserta didik
2. Beban kerja minimal guru
a. beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,
membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas
tambahan;
b. beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah
se kurang-kurang nya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1
(satu) minggu.
3. Buku teks pelajaran
a. buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dipilih
melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari
bukubuku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri;
b. rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata
pelajaran;
c. selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru,
buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lainnya;
d. guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber
belajar lain yang ada di perpustakaan sekolah/madrasah.
4. Pengelolaan kelas
a. guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik peserta
didik dan mata pelajaran, sertaaktivitas pembelajaran yang akan
dilakukan;
b. volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus
dapat didengar dengan baik oleh peserta didik;
c. tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik;
d. guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan
kemampuan belajar peserta didik;
e. guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan,
dankeputusan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses
pembelajaran;
f. guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan
hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung;
h. guru menghargai pendapat peserta didik;
i. guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi;
j. pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran
yang diampunya; dan
k . guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan
waktu
yang dijadwalkan.
B. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP.
Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan
kegiatan penutup.
1. Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan
sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan
dicapai;
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan/uraian kegiatan sesuai
silabus.
2. Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk
mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses
eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
a. Eksplorasi
Eksplorasi adalah kegiatan untuk menggali dan mengeksplorasi semua
pengetahuan yang dimiliki oleh guru maupun siswa dalam mencapai
tujuan pembelajaran.
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan tentang
topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip
alam dikambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media
pembelajaran, dan sumber belajar lain;
3) memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara
peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan
pembelajaran; dan
5) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium,
studio, atau lapangan.
b. Elaborasi
Elaborasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperdalam
keterampilan atau skill terhadap materi yang telah dijelaskan dalam
eksplorasi.
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1) membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam
melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-
lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun
tertulis;
3) memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan
masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan
kolaboratif;
5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk
meningkatkan prestasi belajar;
6) rnenfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan
balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan karya; kerja individual
maupun kelompok;
8) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival,
serta produk yang dihasilkan;
9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang
menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
c. Konfirmasi
Konfirmasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki atau
meningkatkan posisi gerak yang masih salah menjadi gerakan yang benar. Bisa
dilakukan secara individual maupun secara klasikal.
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan,
tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi
peserta didik melalui berbagai sumber,
3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh
pengalaman belajar yang telah dilakukan,
4) memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang
bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab
pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan
menggunakan bahasa yang baku dan benar;
b) membantu menyelesaikan masalah;
c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan
pengecekan hasil eksplorasi;
d) memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh;
e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau
belum berpartisipasi aktif.
3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat
rangkuman/simpulan pelajaran;
b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang
sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil
pembelajaran;
d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran
remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau
memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai
dengan hasil belajar peserta didik;
e. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya.
IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
Penilaian dilakukan oleh guru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur
tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai hahan
penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses
pembelajaran.
Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan
menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan
kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau
produk, portofoiio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan
Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran.
V. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN
A.Pemantauan
1. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
2. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan,
pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi.
3. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas
satuan pendidikan.
B. Supervisi
1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan,
pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran.
2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian
contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi.
3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan
pendidikan.
C. Evaluasi
1. Evaluasi proses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas
pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan
proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian
hasil pembelajaran.
2. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara:
a. membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru
dengan standar proses,
b. mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai
dengan kompetensi guru.
3. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja
guru dalam proses pembelajaran.
D. Pelaporan
Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses
pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan.
E. Tindak lanjut
1. Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi
standar.
2. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum
memenuhi standar.
3. Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran Iebih lanjut.
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO
Salinan sesuai dengan aslinya.
Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Bagian
Penyusunan Rancangan
Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I,
Muslikh, S.H
NIP. 131479478
GLOSARIUM
Afektif :Berkaitan dengan sikap, perasaan dan nilai.
Alam takam
bang jadi guru :
Menjadikan alam dalam lingkungan sekitar
sebagai sumber belajar, tempat berguru.beban kerja
guru
:
1. Sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam satu
minggu, mencakup kegiatan pokok merencana kan
pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta
melaksanakan tugas tambahan (UU No. 14Tahun 2005
Pasal 35 ayat 1 dan 2).
2. Beban maksimal dalam mengorganisasikan proses belajar
dan pembelajaran yang bermutu : SD/MI/SDLB 27 jam
@ 35 menit, SMP/MTs/SMPLB 18 jam @ 40 men it,
Belajar
: Perubahan yang relatif permanen dalam kapasitas
pribadiseseorang sebagai akibat pengolahan atas
pengalaman yang diperolehnya dan praktik yang
dilakukannya.
belajar aktif
: Keg iatan mengolah pengalaman dan atau praktik dengan
cara mendengar, membaca, menulis,mendiskusikan,
merefleksi rangsangan, dan memecahkan masalah.
belajar mandiri
: Kegiatan alas prakarsa sendiri dalam menginternalisasi
pengetahuan, sikap dan keterampilan, tanpa tergantung
atau mendapat bimbingan langsung dari orang lain.
Budaya
membaca
menulis
:
Semua kegiatan yang berkenaan dengan kemampuan
berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan
menulis). Proses penulisan dilakukan dengan keterlibatan
peserta didik dengan tahapan kegiatan: pra
penulisan,buram 1, revisi, buram 2, pengecekan tanda baca,
dan terakhir publikasi di mana peserta didik
menentukan karyanya dimuat di buku kelas, mading, majalah
sekolah, atau majalah yang ada di daerah setempat.
Daya saing
: Kemampuan untuk menunjukkan hasil lebih baik, lebih
cepat atau Iebih bermakna.
indikator
kompetensi : Bukti yang menunjukkan telah dikuasainya kompetensi dasar
klasikal : Cara mengelola kegiatan belajar dengan
sejumlah peserta didik dalam suatu kelas, yang
memungkinkan belajar bersama, berkelompok dan
individual.
kognitif : Berkaitan dengan atau meliputi proses rasional
untuk menguasai pengetahuan dan pemahaman
konseptual. Periksa taksonomi tujuan belajar
kognitif.
kolaboratif : Kerjasama dalam pemecahan maalah dan atau
penyelesaian suatu tugas dimana tiap anggota
melaksanakan fungsi yang saling mengisi dan
melengkapi.
kolokium : Suatu kegiatan akademik dimana seseorang
mempresentasikan apa yang telah dipelajari
kepada suatu kelompok atau kelas, dan men
jawab pertanyaan mengenai presentasinya dari
anggota kelompok atau kelas.
kompetensi
:1. Seperangkat tindakan cerdas, penuh
tanggung jawab yang dimiliki seseorang
sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh
masyarakat dalam melaksanakan tugas
tugas di bidang pekerjaan tertentu.
2. Keseluruhan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang
dinyatakan dengan ciri yang dapat diukur.
kompetensi
dasar (KD)
:
Kemampuan minimal yang diperlukan untuk
melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan
efektif,
kooperatif
:
Kegiatan yang dilakukan dalam kelompok demi
untuk kepentingan bersama (mutual benefit).metakognisi
:
Kognisiyanglebihkomprehensif,meliputipenge
tahuan strategik (mampu membuat ringkasan,
menyusun struktur pengetahuan), pengetahuan
tentang tugas kognitif (mengetahui tuntutan
kognitif untuk berbagai keperluan), dan penge
tahuan tentang diri (Briggs menggunakan istilah
"prinsip").
paradigma
: Cara pandang dan berpikir yang mendasar.
pembelajaran
:
(1) Proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar (UU Sisdiknas);
(2) Usaha sengaja, terarah dan bertujuan oleh seseorang atau
sekelompok orang (terma suk guru dan penulis buku
pelajaran) agar orang lain (termasuk peserta didik), dapat
memperoleh pengalaman yang bermakna. Usaha ini
merupakan kegiatan yang berpu sat pada kepentingan
pembelajaran
berbasis
masalah
:
Pengorganisasian proses belajar yang dikaitkan
dengan masalah konkret yang dapat ditinjau dari
herbagai disiplin keilmuan atau mata pelajaran.
Misalnya rnasalah "bencana alam" yang ditinjau
dari pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan
Agama.
pembelajaran
berbasis
proyek
: Pengorganisasian proses belajar yang dikaitkan dengan
suatu objek konkret yang dapat ditinjau dari berbagai
disiplin keilmuan atau mata pelajaran. Misalnya objek
"sepeda" yang ditinjau dari pelajaran Bahasa, IPA, IPS,
dan Penjasorkes.
penilaian
otentik
: Usaha untuk mengukur atau memberikan penghargaan
atas kemampuan seseorang yang benar-benar
menggambarkan apa yang dikuasairya. Penilaian ini
dilakukan dengan i berbagai cara seperti tes tertulis,
kolokium, portofolio, unjuk kerja, unjuk tindak (berdikusi,
portofolio
:
Suatu berkas karya yang disusun berdasarkan
sistematika tert`entu, sebagai bukti penguasaan
atas tujuan belajar.
prakarsa
:
Saya atau kemampuan seseorang atau lembaga
untuk memulai sesuatu yang berdampak positif
terhadap diri dan lingkungannya.
reflektif
: Berkaitan dengan usaha untuk mengolah atau
mentransformasikan rangsangan dari penginderaan
dengan pengalaman, pengetahuan, dan kepercayaan
yang telah dimiliki.
sistematik
: Usaha yang dilakukan secara berurutan agar tujuan
dapat dicapai dengan efektif dan efisien.
sistemik
Holistik: cara memandang segala sesuatu sebagai
bagian yang tidak terpisahkan dengan bagian lain yang
lebih luas.
standar isi (SI)
: Ruang lingkup mated dan tingkat kompetensi yang
dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan,
standar kom-
petensi (SK)
: Ketentuan pokok untuk dijabarkan lebih lanjut dalam
serangkaian kemampuan untuk melaksanakan tugas
atau pekerjaan secara efektif.
standar
kompetensi
lulusan (SKL)
: Ketentuan pokok untuk menunjukkan kemampuan
melaksanakan tugas atau pekerjaan setelah mengikuti
serangkaian program pembelajaran.
strategi
: Pendekatan menyeluruh yang berupa pedoman umum
dan kerangka kegiatan untuk mencapai suatu tujuan
dan biasanya dijabarkan dari pandangan falsafah atau
teori tertentu.
sumber belajar
: Segala sesuatu yang mengandung pesan, baik yang
sengaja dikembangkan atau yang dapat dimanfaatkan
untuk memberikan pengalaman dan atau praktik yang
memungkinkan terjadinya belajar. Sumber belajar dapat
berupa nara sumber, buku, media non-buku, teknik dan
taksonomi
tujuan belajar
kognitif :(1) Meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis,
sintesis dan evaluasi (Benjamin Bloom dkk, 1956).
(2) Terdiri atas dua dimensi, yaitu dimensi pengetahuan yang
terdiri atas faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognisi, dan dimensi proses kognitif yang meliputi
mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis,
mengevaluasi dan mencipta (Lorin W. Anderson dkk,
2001, sebagai revisi dari taksonomi Bloom dkk.).
tematik : Berkaitan dengan suatu tema yang berupa
subjek atau topik yang dijadikan pokok pembahasan.
Contoh: pembelajaran tematik di kelas I SD dengan
tema "Aku dan Keluargaku". Tema tersebut dijadikan
Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi
3.
May
6
Materi Semester 1 IKIP PGRI KALTIM
TAHUN 2011
Materi Semester 1 IKIP PGRI KALTIM TAHUN 2011
19-9-2011
PENGANTAR PENDIDIKAN
UPAYA UNTUK MENDAPATKAN KETERANGAN
Charles Darwin bahwa manusia berasal dari primate atau kera. Ternyata gagal
Proses perubahan dari primat ke manusia yang tidak sanggup diungkapkan disebut The Missing Link
( mata rantai yang putus ). Yang tidak ditemukan bukti yang menunjukan bahwa manusia muncul
sebagai bentuk ubah dari primata atau kera melalui proses evolusi yang bersifat gradual
Wujud sifat hakekat manusia yang tidak dimiliki oleh manusia, dikemukakan paham
eksistensialisme menjadi maksud dalam paham konsep pendidikan.
 Kemampuan menyadari diri sendiri
 Mampu bereksistensi
 Pemilihan kata hati
 Moral
 Bertanggung jawab
 Kebebasan ( kemardekaan )
 Kesedian melaksanakan hak dan kewajiban
 Kemampuan menghayati kebahagian.
26-9-2011
Kemampuan Menyadari Diri
Manusia dikaruniai keampuan untuk membuat jarak (distansi)diri dengan akunnya sendiri yang
menempatkan potensi manusia sebagai mahluk yang memiliki potensi untuk menyempurnakan diri.
Kemampuan Bereksistensi
Membuat jarak antara aku dengan dirinya sebagai objek sebaga sesuatu. Berarti manusia dapat
menembus dan mengatasi batas yang membelenggu dirinya. Tempat ini (disini) dan waktu ini
(sekarang). Dapat menembus ke”sana” dan ke”masa depan” ataupun “masa lampau”, kemampuan
menempatkan diri = kemampuan bereksistensi.
 Belajar dari pengelaman
 Mengantisipasi suatu keadaan dan peristiwa
 Melihat prospek mada depan
 Mengembangkan daya imajinatif, kreatif dari masa kanak-kanak
Kata Hati
Hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati yang ikut serta mengikuti perbuatan. Menyertai tentang
apa yang akan dating, mengerti juga akibatnya (baik/buruk) sebagai manusia. Dengan sebutan pelita
hati atau hati nurani menunjukan bahwa kata hati adalah kemapuan pada diri manusia yang
memberikan penerangan tentang baik buruknya perbuatan sebagai manusia.
10-10-2011
Moral
Seseorang yang telah memiliki kata hati yang tajam belum pasti juga perbuatannya. Merupakan
realisasi dari kata hati itu. Untuk menjebatani jarak keduanya masih ada aspek yang diperlukan yaitu
kemauan orang banyak yang memiliki kecerdasan akal tetapi tidak cukup memiliki moral
(keberanian berbuat) itulah sebabnya maka pendidikan moral juga sering disebut pendidikan
kemauan yang oleh M.J. Langeveld dinamakan De Opvoedeling Omzichzelfs Wil. Tentu saja yang
dimaksud adalah kemauan yang sesuai dengan tuntutan kodrat manusia. Pendidikan bermaksud
menumbuh kembangkan etiket (kesopanan) dan etika (keberanian/kemauan bertindak) yang baik
dan harus pada peserta didik.
17-10-2011
Tanggung Jawab
Wujud tanggung jawab yaitu kepada diri sendiri, masyarakat, dan Tuhan. Diri sendiri adalah
menanggung tuntutan kata hati, yaitu bentuk penyelesaian yang mendalam.
Rasa Kebebasan
Merdeka, rasa bebas,sesuai dengan kodrat manusia. Dua hal saling bertentangan yaitu “rasa bebas
dan sesuai dengan tuntutan kodrat maniusia”. Kemardekaan berkaitan dengan kata hati dan moral,
yaitu kata hati yang sesuai dengan tuntutan kodrat manusia,karena perbuatan seperti itu tidak sulit /
siap sedia untuk di pertanggung jawaban dan tidak sedikitpun menimbulkan kekhawatiran (rasa
tidak merdeka). Implikasi pedagogisnya adalah sama dengan pendidikan moral yaitu mengusahakan
agar peserta didik di biasakan menginternalisasikan nilai-nilai aturan dalam dirinya, sehingga
dirasakan sebagai miliknya sendiri. Demikian aturan aturan itu tidak lagi dirasakan sebagai sesuatu
yang merintangi gerak hidupnya.
24-10-2011
Kewajiban dan Hak
Dua macam gejala yang timbul sebagai manifestasi dari manusia sebagai mahluk sosial yang satu
oleh karena adanya yang lain. Tak ada hak tanpa kewajiban. Jika seseorang mempunyai hak untuk
menuntut sesuatu maka tentu ada pihak lain yang yang berkewajiban untuk memenuhi hak tersebut
yang pada saat itu belum di penuhi.sebaliknya kewajiban ada oleh karena ada pihak lain yang harus
dipenuh haknya. Artinya meskipunhak tentang sesuatu itu ada, belum tentu seseorang
mengetahuinya (memperoleh perlndungan hukum). Melaksanakan kewajiban berarti terikat kepada
kewajiban, tetapi anehnya yang sesungguhnya bukan keanehan manusia memilihnya. Kemampuan
menghayati kewajiban sebagai keniscayaan tidaklah lahir dengan sendirinya, tetapi bertumbuh
melalui sesuatu proses. Usaha menumbuhkan rasa wajib sehingga di hayati sebagai sesuatu
keniscayaan dapat di tempuh melalui pendidikan disiplin. Jika ada orang tua yang bertanggung jawab
bahwa pendidikan disiplin dan tanggung jawab belom sepantasnya diberikan kepada anak-anak
sejak masih balita adalah keliru.
31-10-2011
Benih kedisiplinan dan rasa tanggung jawab seharusnya sudah mulai ditumbuh kembangkan sejak
dini, bahkan sejak masih dalam keranjang ayunan, melalui latihan kebiasan (habit forming)
khususnya mengenai hal-hal yang natinya bersifat rutin dan dibutuhkan didalam kehidupan.
Menurut Selo Soemardjan :
 Rasional , rasa salah
 Sosial, rasa malu
 Afektif , rasa gelisah
 Agama, rasa berdosa.
Kemampuan Menghayati Kebahagiaan
suatu istilah yang lahir dari kehidupan manusia. Penghayatan hidup yang disebut”kebahagiaan” ini
meskipun tidak mudah untuk dijabarkan tetapi sulit untuk dirasakan. Sebagian orang mungkin
menganggap bahwa seorang yang sedang mengalami rasa senang/gembira itulah sedang mengalami
kebahagian. Kebahagiaan tidak cukup digambarkan hanya sebagai himpunan dari pengalaman-
pengalaman yang menyenangkan tetapi lebih dari itu, yaitu merupakan integrasi dari segenap
kesenangan, kegembiraan, kepuasan, dan sejenis dengan pengalaman pahit dan penderitaan. Proses
integrasi dari kesemuan itu (menyenangkan maupun yang pahit) menghasilkan sesuatu bentuk
penghayatan hidup yang disebut”bahagia”. Manusia yang menghayati kebahagian adalah pribadi
yang menghayati segenap keadaan dan kemampuannya. Manusia menghayati kebahagian apabila
jiwanya bersih dan stabil,jujur,bertanggung jawab,mempunyai pandangan hidup dan keyakinan
hidup yang kukuh dan bertekad untuk merealisasikan dengan cara yang realitas demikian
pandangan dari Max Scheller.
DIMENSI HAKEKAT MANUSIA SERTA POTENSI, KEUNIKAN DAN DINAMIKANYA
 Keindividuan
 Kesosialan
 Kesusilaan
 Keberagaman
Keindividuan
Lysen orang-seorang sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang dapat dibagi-bagi (in devide).
Setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikarunia kan potensi untuk menjadi berbeda dari arah
lain, atau menjadi dirinya sendiri. M.J. Langeveld yang mengatakan setiap orang memiliki dorongan
untuk memiliki individualitas, bahwa anak memiliki dorongan untuk mandiri yang sangat kuat,
meski disisi lain pada anak terdapat rasa tidak berdaya. Secara potensial telah dimiliki sejak lahr
perlu ditumbuh kembangkan melalui pendidikan agar bisa menjadi kenyataan.
14-11-2011
Kesosialan
setiap bayi yang lahir dikaruniakan potensi sosialitas (M.J Langeveld) benih kemungkinan untuk
bergaul, saling berkomunikasi yang pada hakekatnya didalam nya terkandung unsur saling member
dan menerima. Adanya kesediaan untuk saling member dan menerima itu dipandang sebagai kunci
sukses pergaulan. Dorongan menerima dan member itu berubah menjadi kesadaran akan hak yang
harus diterima dan kewajiban yang harus dilaksanakan untuk kepentingan pihak lain sebagai
realisasi dar memberi.
Kesusilaan
su+sila kepantasan yang tinggi, berkembang sehingga memiliki perluasan arti menjadi kebaikan yang
lebih. Bahasa ilmiah mempunyai konotasi berbeda yaitu etiket (persoalan kepantasan dan
kesopanan) etika (persoalan kebaikan) di kaitkan dengan persoalan hak dan kewajiban. Pelanggaran
etika mengakibatkan ketidaksenangan orang lain.
Keberagaman
Otonom = individual (pendapat seseorang)
Hetergon = kolektif (kelompok)
Keagamaan = dari Tuhan
28-11-2011
PEMAHAMAN DAN PELAKSANAAN NILAI
Kesanggupan melaksanakan nilai, idealnya edua harus singkron. Artinya untuk dapat melakukan apa
yang semestinya harus dilakukan terlebih dahulu orang. Harus mengetahui, menyadari, dan
memahami nilai-nilai. Penilaian masyarakat terhadap kualitas kesusilaan seseorang tertuju kepada
apa yang dibuatnya dan tidak semata-mata pada apa yang diniatkan. Sehingga niat buruk. Disinggung
bahwa kesusilaan bertalian erat dengan kesadaran akan kewajiban dan hak. Adanya perimbangan
yang selaras antara melaksanakan kewajiban dan tuntutan seorang hak (to give and to take) didalam
kehidupan menggambarkan kesusilaan yang sehat. Didalam dunia pendidikan yang intinya dalam
pelayanan, berlaku hukum “saya akan member lebih daripada yang saya terima”. Implikasi
pedagogisnya ialah bahwa pendidikan kesusilaan berarti menanamkan kesadaran dan kesediaan
melakukan kewajiban disamping menerima hak pada peserta didik. Manusia dapat menghayati
agama melalui proses pendidikan agama. PH. Kohnstamn berpendapat bahwa pendidikan agama
seyogyanya menjadi tugas orang tua dalam lingkungan keluarga, karena pendidikan agam adalah
persoalan afektf dan kata hati. Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beragama dmulai sedini
mungkin, meskipun masih terbatas pada lathan kebiasaan (habib formation). Tetapi untuk
pengembangan pengkajian lebih lanjut tentunya tidak dapat dserahkan hanya kepada orang tua,
untuk itu pengkajian agama secara masal dapat di manfaatkan misalnya pendidikan agama
disekolah.
PENGEMBANGAN DIMENSI HAKEKAT MANUSIA
Manusia lahir telah dikaruniakan dimensi hakekat manusia tetapi masih dalam wujud potensi, belum
teraktualisasi menjadi wujud kenyataan. “aktualisasi”. Dari kondisi “potensi” menjadi wujud
aktualisasi terdapat rintangan proses yang mengandung pendidikan untuk berperan dalam
memberikan jasanya. Seseorang yang lahir dengan bakat seni misalnya, melaukan pendidikan untuk
proses menjadi seniman. Setiap manusia lahir dikaruniakan “naluri” yaitu dorongan yang dialami
(makan,seks,mempertahankan diri dan lain-lain).
05-12-2011
PENGEMBANGAN YANG UTUH
Tingkat keutuhan perkembangan dimensi , hakekatnya manusia itu sendiri secara potensial dan
kualitas pendidikan yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas perkembangannya. Namun
demikian kualitas dari akhir pendidikan sebenarnya harus dpulangkan kembau kepada peserta didik
itu sendiri sebagai subjek sasaran pendidikan. Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang
sanggup mengantar subjek didik menjadi selaku anggota masyarakat.
a. Wujud dimensi
keutuhan terjadi antara aspek jasmani dan rohani antara dimensi kendividual, kesosialan,
kesusilaan,dan keberagaman antara aspek kognitif , afektif, dan psikomotorik. Pengalaman aspek
jasmanah dan rohaniah dikatakan untuk jika kedua mendapat pelayanan secara seimbang. Meskipun
diakui bahwa manusia akhirnya ditentukan oleh kualitas berkembangnya aspek rohaniah seperti
pandai, berwawasan luas, berpendran teguh, tenggang rasa, dinamis, kreatif. Terlalu memandang
begaimana kondisi fisiknya, namun kebutuhan pengembangan, aspek fisik tdak diabaikan, karena
gangguan fisik dapat berdampak pada kesempurnaan perkembangan rohaniah. Pengutamaan
dominan kognitif dengan,afektf, dan psikomotorik dikatakan utuh jika ketigaa-tiganya mendapat
pelayanan yang seimbang. Pengembangan dominan kognitif dengan mengabaikan pengembangan
afektif, misalnya seperti yang terjadi pada kebanyakan system persekolahan dewasa ini hanya akan
menciptakan orang-orang yang pntar yang tidak berwatak.
ILMU ALAMIAH DASAR
( BASIC NATURAL SCIENCE)
21-9-2011
Mengkaji dalam gejala alam semesta, terbentuk konsep dan prinsip,
konsep : fakta-fakta
prinsip : ketentuan
Teoritis menggunakan metode khusus, IPA dimulai dari pengamatan, hasil percobaan
Ciri Khas :
 Penemuan
 Merumuskan kerangka masalah
 Pengajuan hipotesis (dugaan)
 Pengujian hipotesis
 Penerimaan hipotesis menjadi teori
5-10-2011
Pendidikan berbasis karakter
tujuan pendidikan uu no . 20/2003
Iman, taqwa, akhlak mulia, mandiri, demokratis.
hati : karakter, behavior, baik
Cakap, berilmu
otak : kecakapan, intelektual, pintar
Teoritis : implementasikan, pengetahuan yang fragmatis, teknologi
12-10-2011
RUANG LINGKUP IPA
1. Mengenal alam semesta
 Mikrokosmos
 Makrokosmos
2. Terbentuknya alam semesta
tata surya : bumi
Zaman purba : trial and eror know how
Yunani : inquiry attitude mind (terus menerus). Motor pendorong pengetahuan dan
pemikiran modern, abad 14 di eropa, perkembangan ilmu pengetahuan.
19-10-2011
Siklus perkembangan ilmu alamiah, cara berpikir :
 Induktif : mengambil suatu kesimpulan umum berdasarkan sekumpulan fakta-fakta.
 Deduktif : berdasarkan hal yang sudah di anggap benar.
T1-H1 : deduktif
H1-T2 : verifikasi
Dedukto = hipotetiko = verifikatif. Relativitas : berubah-ubah,ilmu alamiah dinamis : berkembang
terus.
PENGELOMPOKAN ILMU PENGETAHUAN
1. IPA
 Fisika klasik, aplikasi, mekanika
 Kimia, susunan
 Biologi, mahluk hidup dan gejala-gejala tumbuhan : botani. Binatang : zoology
2. IPBA (ilmu pengetahuan bumi dan antartka)
 Geologi, tanah
 Geografi
 Astronomi
3. IPS, manusia , mahluk sosial
26-10-2011
IPA DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
Hubungan antara IPA dan teknologi
 Langsung
 Tidak langsung
Abad 13-19 berdasarkan prinsip pengalaman revolusi industry menghasilkan perkembangan IPA
Sifat manusia :
 Tidak merasa puas
 Lebih baik dari sebelumnya
 Ingin maju
Material : yang memiliki masa depan dan menempati ruang. Wujud : padat,gas dan cair.
Klasifikasi :
o Homogen : sama
o Heterogen : bermacam-macam
o Campuran : berbeda
Sifat : mekanis (kekerasan) polimer. Listrik, megnetik
Sifat mekanik : polimer, keramik, alloys.
 Struktur
 Energy
 Transparan
Sifat listrik/magnet
 Computer
 Informasi
Energi : suatu kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Berasal dari pembakaran
Energi mekanik : potensial, air. Kinetik , terjadi karena proses (atom)
02-11-2011
PENERAPAN HASIL PENEMUAN IPA DALAM PENERAPAN KONSEP TEKNOLOGI
Renewable : dapat diperbaharui
unnewable : tidak dapat diperbaharui
Pengambilan keputusan :
 Model : kendala
 Criteria : oftimasi, solusi terbaik
Teknologi jadi harapan di ikuti suatu haluan yang terarah pada usaha peningkatan mutu kehidupan.
9-11-2011
TEKNOLOGI BERSFAT AMBIVALEN
Positif : keuntungan hasil teknologi tak terhingga dan mengingat dampaknya.
Perkembangan IPA dan teknologi dalam kehidupan manusia
 Papan, sandang, dan pangan
 Peningkatan kesehatan, obat abiotik, nutrisi makanan, moto hidup sehat.
 Penyediaan energy alternative lain.
 Perkembangan teknologi, asas evensiasi menghemat bahan bakar, menekan pemborosan.
 Intelektual, semakin pintar
 Industry
 Benturan tata lingkungan
 Sosial
16-11-2011
DAMPAK PERKEMBANGAN IPA DAN TEKNOLOGI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL
Dampak :
 Pencapaian kemakmuran dan perluasan kemudahan
 Pendayagunaan sumber daya alam
Upaya pemenuhan kebutuhan manusia, mendatangkan materi dan kemudahan hidup.
 Pemberdayaan sumber daya alam, keberhasilan manusia dan tingkat intelektual. Pertanian :
kuantitas, kualitas, mutu produksi.
 Transportasi dan informasi, pesawat,baling-baling,jet. Kemudahan dan perluasan.
Bidang kesehatan, fasilitas medis.
Sumber daya manusia (SDM). Membuka lapangan pekerjaan
Reevaluasi (peranan IPA dan teknologi).
a. Ekologi, lingkungan
b. Ekosistem, hubungan timbal balik.
30-11-2011
USAHA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENEKAN DAMPAK NEGATIF DARI IPA DAN
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
 Mempertahankan asa ekosistem (lingkungan)
Reevaluasi (manusia dengan lingkungan). Contohnya : minyak bumi, mempengaruhi udara dan air.
Transportasi, polusi udara,suara. Bahan makanan, bahan kimia berbahaya.
 Mengadakan monitoring (analisa, pengawasan, dan evaluasi)
 Merencanakan penggunaan dan pengembangannya. Contohnya : pembuatan tahu, ampas tahu tidak
mencemari lingkungan,
 Mengembangkan teknologi proteksi, model, criteria, dampak, dan oftimasi. Meningkatkan produksi,
bibit unggul, pupuk, pestisida.
 Mengembangkan teknologi daur ulang, karena terjadi pemborosan.
 Teknologi tepat guna(Negara berkembang)
1. Tidak memerlukan tehnik yang tinggi
2. Mudah dilaksanakan
3. Dapat mendukung teknolog dibidang lain
4. Meningkatkan sumber daya lain.
7-12-2011
IPA TEKNOLOGI DAN KELANGSUNGAN HIDUP
Upaya mencari sumber daya alam non konversional
 Energi matahari
Tidak langsung, energy listrik melalui fotosel pembangkit tenaga listrik.
 Panas bumi (biotermal)
berasal dari magma, cairan panas atau batuan cair terdapat pada kerak bumi. Terjadi tekanan pada
kulit bumi, mengeluarkan uap air.
 Angin
udara yang bergerak, terjadi karena perbedaan tekanan antara perbedaan suhu panas dan dingin.
Daya serap panas bumi, energy angn dapat menjadi menggerakkan pompa air.
 Pasang surut
daya tarik antara bumi dan bulan menyebabkan pasang surut air laut. Bumi dan bulan, pasang terjadi
apabila bumi jauh dari bulan, sedangkan sebaliknya akan terjadi pasang.
 Bio massa
teknologi tepat guna
 Zat Radioaktif
memancarkan sinar alfa (+), beta (-) dan gama (netral) berbahaya karena dapat menembus apa saja.
Contohnya sinar rontsen.
Penghambat :
 SDM
 Dana dan modal
 Pengadaan pangan
 Pengembangan SDA
 Pertumbuhan ekonomi.
14-12-2011
UPAYA MANUSIA UNTUK MELESTARKAN EKSISTENSINYA
1. Masalah lingkungan hidup
manusia dengan lingkungan (abiotik dan biotik)
Sesame manusia (masyarakat). Memperhatikan konsep ekosistem : hukum timbal balik : berperilaku
baik maka lingkungan membalasnya dengan baik, manusia sesamanya : jika hatinya baik maka
perbuatannya juga baik.
2. Usaha manusia mencari energy pengganti/energy lan.
3. Penggunaan teknolog maju/modern
teknologi nuklir : harga murah,untungnya besar, dan bahayanya jauh lebih besar. Untuk mencari agar
tetap eksis, mencari kehiduan di planet lain.
4. Masalah kependudukan
program KB (keluarga berencana). Dua anak lebih baik
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
07-12-2011
PROSES PENDIDIKAN
Interaksi pendidikan
 Memberikan, menanamkan, menumbuhkan (nilai)
 Berfungsi mengembangkan semua potensi
 Mempunyai kemampuan untuk tumbuh dan berkembang sendiri. Internalisasi : potensi.
kognitif : pengetahuan
afektif : sikap
psikomotorik : keterampilan.
 Memerlukan bantuan orang lain.
Tujuan pendidikan
 Mencapai suatu tujuan (peserta didik, masyarakat, dan lapangan pekerjaan).
 Peningkatan penguasaan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap dan nilai-
nilai.
 Di arahkan pada yang baik.
Lingkungan pendidikan
 Fisik (alam dan buatan)
 Sosial (pergaulan yang karakter fisik dan psikis)
 Intelektual, kondisi dan iklim yang mendorong
 Nilai, tata kehidupan, ekonomi, sosial, politik, estetika, etika, keagamaan.
Bentuk pendidikan
 Bimbingan (afektif) bersifat konsultatif
 Pengajaran (kognitif) pendidikan formal
 Latihan (psikomotorik) pendekatan drilling.
KONSEP DAN LINGKUNGAN LANDASAN PSIKOLOGI
a. Manusia sebagai subyek
b. Tertarik mempelajari
diluar dan didalam dirinya sendiri.
c. Psikologi ( karakter dan prilaku)
d. Fisiologi (fisik/jasmani)
e. Sosiologi (kelompok kecil)
f. Antropologi (kelompok besar)
g. Sejarah (urutan waktu dan peristiwa)
h. Manusia ( fisik dan psikis)
i. Individu selalu melakukan kegiatan
j. Perilaku
overt : bisa diamati
covert : tidak bisa
Disadari, menulis berbicara
tidak disadari.
TUJUAN DAN KEGUNAAN MEMPELAJARI RUANG LINGKUP PSIKOLOGI
a. Memahami lebih baik tentang individu (diri sendiri)
b. Dapat memberi perlaku yang lebih bijaksana.
Tujuan pendidikan
Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa
kepada tuhan yang maha esa, berahlak mulia, sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri dan menjadi warga
Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
14-10-2011
RUANG LINGKUP PSIKOLOGI (LANJUTAN)
a. Psikologi khusus, perkembangan (anak,remaja,dewasa,usia lanjut,pria dan
wanita,abnormal,kepribadian-deferensial,binatang).
b. Psikologi terapan, industri dan perusahaan, kejahatan/kriminalitas, kedokteran dan keperawatan,
sosial dan masa, perang dan politik.
LANDASAN PSIKOLOGI PROSES PENDIDIKAN
Penerapan dasar prinsip prinsip, metode, tehnik dan pendekatan psikologi untuk memahami dan
memecahkan masalah pendidikan
Konsep individu
a. Peserta didik yang melakukan kegiatan belajar/proses pendidikan.
b. Karakteristik individu
manusia yang unik, proses perkembangan/dinamis
c. Aspek perilaku individu (kognitif,afektif,psikomotor).
d. Keragaman karakteristik individu.
FAKTOR PENGARUH PERILAKU INDIVIDU
a. Internal dan eksternal
b. Keturunan
c. Lingkungan
d. Interaksi antara pembawaan, lingkungan, dengan kematangan.
Individu menerima lingkungan > interaksi individu dengan lingkungan > individu menolak
lingkungan > penolakan > aggression (perlawanan) withdrawl (pelarian) > penyesuaian diri.
28-10-2011
Motivasi : what, how, why : kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu.
Sumber :
 Dalam
 Luar individu
Istilah :
 Drive (desakan)
 Motif kebutuhan (need)
 Keinginan (wish)
Proses :
 Tenaga pendorong menimbulkan ketegangan
 Tingkah laku diarahkan untuk mencapai tujuan
 Berkumpulnya/hilang ketegangan.
Fungsi
 Directional function (mengarahkan)
 Activating dan energizing (mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan).
Sasaran
 Diinginkan, mendekatkan (approach motivation)
 Tidak diinginkan,menjauhkan (avoidance motivation)
Sifat
 Motivasi takut (fear motivations)
 Motivasi insentif (insentive motivations)
 Sikap (attitude motivations)
Katagori
 Motif dasar : kebutuhan dasar (instink)
 Motif dasar : belajar dari pengalaman
Heymans
Motif sosial adalah salah satunya dalam bentuk nilai yang terdiri dari
(sosial,ekonomi,politik,religious,estetika, dan ilmu pengetahuan.
perkembangan pribadi individu(erikson/dubois).
 0-1 tahun, percaya tidak percaya (trust-mistrust)
 1-2 tahun, otonomi, rasa malu dan ragu
 3-5 tahun, inisiatif, perasaan bersalah
 6-11 tahun, rajin, rendah hati (industry-inferiority)
 12-18 tahun, identitas diri, pembagian peranan,ekstrim dan berlebihan, penyimpangan dan kenakalan.
 18-awal dewasa, keintiman, isolasi dari (intim dengan seseorang, kurang akrab dengan lainnya).
 Dewasa , berkembang pesat dan terlambat.
 Usia lanjut, integritas pribadi, keputusaan
11-11-2011
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN KEPRIBADIAN
Motif dalam kepribadian indvidu
a. Motif berfrestasi (need achievement)
b. Motif berkuasa (need for power)
c. Motif membentuk ikatan (need for affiliatin)
d. Motif takut kegagalan (fear of failure)
Agar motivasi tinggi :
a. Jelaskan manfaat dan tujuan pengajaran
b. Mater pelajaran yang betul-betul dibutuhkan siswa
c. Cara penyajian yang bervariasi
d. Memberikan sasaran dan kegiatan antara
e. Berikan kesempatan kapada siswa untuk sukses
f. Kemudahan bantuan dalam belajar
g. Berikan pujian, ganjaran, atau hadiah
h. Perhargaan
Konsep perkembangan
perkembangan = pertumbuhan = kematangan. Yaitu perubahan menuju ketahap yang lebih baik.
Perbedaan :
Pertumbuhan
 Aspek jasmaniah/fisik
 Perubahan/penambahan kuantitas
Perkembangan
 Aspek rohaniah/jiwa
 Penyempurnaan fungsi
Kematangan = waktu berfungsinya/berkembangnya aspek-aspek kepribadian tertentu.
16-12-2011
KONSEP PERKEMBANGAN
Prinsip perkembangan :
 Berlangsung seumur hidup dan meliputi seluruh aspek
 Kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda
 Relative beraturan
 Berlangsung secara berangsur-angsur
 Dari sifat umum kepada yang bersifat khusus
 Secara normal melalui seluruh fase.
 Batas tertentu dapat dipercepat dan di perlambat
 Berjalan sejajar/berkolerasi dengan aspek lainnya
 Pada aspek/bidang tertentu perkembangan pria dan wanita berbeda.
Aspek perkembangan
 Fisik dan motorik (semua awal kehidupan puncaknya pada masa remaja/awal dewasa)
 Intelektual (diawali perkembangan mengamati 6/7-16/17 tahun)
 Sosial (usia 3-5 tahun s/d 16-18 tahun)
 Bahasa (peniruan bunyi/masuk sd-akhir remaja)
 Emosi , 13-14 tahun dan 15-16 tahun, berakhir 18-21 tahun (oftimis, bimbang, bingung, ambivalensi)
 Moral dan keagamaan (sejak lahir)
a. Meniru
b. Prakarsa sendiri
> kontrol dari luar
> kontrol dari dalam diri
c. Tertinggi-panggilan hati nurani
Tahap perkembangan
Pembagian tahap perkembangan paling tua oleh Aristoteles :
a. Masa kanak-kanak (0-7 tahun)
b. Anak (7-14 tahun)
c. Remaja (14-21 tahun)
Jean Jecques Rousseau :
a. Bayi (0-2 tahun) sebagai binatang
b. Kanak-kanak (2-12 tahun) manusia biadab
c. Remaja awal (12-15 tahun) sebagai petualang, intelektual dan perkembangan
d. Remaja sesungguhnya (15-24 tahun) manusia beradab pertumbuhan kelamin, sosial dan kata hati.
Stanley Hall :
a. Kanak-kanak (0-4 tahun) binatang melata
b. Anak (4-8 tahun) manusia pemburu
c. Puber , remaja awal (8-12 tahun) biadab liar
d. Adolesen/remaja sesungguhnya (12/13-dewasa) gejolakan perasaan, konflek nilai, manusia
peradaban modern.
Sigmud Freud
a. 0-2 tahun, masa oral (oral stage)
b. 2-4 tahun, anal (anal stage)
c. 4-6 tahun, falik (phalik stage)
d. 6-12 tahun, latensi (latency stage) dorongan seksual tersembunyi.
06-01-2012
Donald B. Helm, Jeffrey S. Turner
a. Pranata, masa konsepsi sampai lahir
b. 0-2 tahun, bayi
c. 2-3/4 tahun, kanak-kanak
d. 3/4-5/6, anak kecil
e. 6-12 tahun, anak
f. 12-19 tahun, remaja
g. 19-30 tahun, dewasa muda
h. 30-65 tahun, masa dewasa
i. 65-keatas, usia lanjut
Tugas perkembangan
J. Havinghurst Robert
a. Mencakup seluruh kepribadian
b. Aspek yang satu dengan yang lain saling berinteraksi, berinterilasi
c. Sebagaian besar terjadi melalui proses belajar (sederhana/konplek/sukar)
Bersifat alami :
1. Kematangan
2. Berintegrasi dengan proses penyesuaian diri dengan tuntutan dan tantangan dari luar
3. Keduanya di pengaruhi oleh kesediaan, kemauan dan aspirasi
4. Ketiganya mempengaruhi penyelesaian tugas individu dalam perkembangan
d. Suatu tugas yang muncul dalam periode tertentu
e. Tugas tersebut harus dikuasai dan diselesaikan memberikan kelancaran perkembangan selanjutnya
f. Tidak diselesaikan mengalami kesukaran perkembangan selanjutnya. Kehidupan : serangkaian tugas
perkembangan yang harus diselesaikan individu.
Tugas masa bayi dan kanak-kanak
a. Bulan pertama-tahunpertama kelahiran
1. Mulut berperan penting (alat makan dan minum serta komunikasi)
2. Mata, telinga dan tangan mulai berhubungan dengan dunia sekitar.
b. Tahun kedua : mulai berdiri sendiri
c. Tahun ketiga : mengontrol cara buang air dan ekplorasi terhadap dunia luar
d. Tahun keempat dan kelima : mencapai kesempurnaan
e. Akhir kanak-kanak : menguasai intelektual, sosial, dan moral.
Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi
4.
May
6
Wawasan Nusantara
BAB II
WAWASAN NUSANTARA
A. Pengertian
Istilah wawasan berasal dari “ wawas” yang berarti pandangan, tinjauan, atau
penglihatan inderawi. Akar kata ini membentuk “mawas” yang berarti memandang,
meninjau atau melihat. Sedangkan wawasan berarti cara pandang, cara tinjau, atau cara
atau cara melihat. Sedangkan istilah nusantara berasal dari kata “nusa” yang berarti
pulau-pulau dan antara yang berarti di apit oleh dua hal. Istilah nusantara dipakai untuk
menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang
terletak diantara samudra pasifik dan samudra Indonesia serta diantara dua benua Asia
dan benua Australia.
Wawasan Nusantara mempunyai arti cara pandang bangsa Indonesia tentang diri
dan lingkungannya berdasarkan pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi
wilayah Nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita
nasionalnya. Dengan demikian Wawasan Nusantara berperan untukmembimbing bangsa
Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupannya serta sebagai rambu-rambu dalam
perjuangan mengisi kemerdekaannya. Wawasan Nusantara sebagai cara pandang juga
mengajarkan bagaimana pentingnya membina persatuan dan kesatuan dalam segenap
aspek kehidupan bangsa dan Negara dalam mencapai tujuan dan cita-citanya.
B. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Wawasan Nusantara
1. Wilayah ( Geografi )
a. Asas Kepulauan ( Archipelagic Principle )
Kata archipelago dan archipelagic berasal dari kata Italia archipelagos
Akar katanya adalah archi berarti terpenting, terutama, dan pelages berarti
laut atau wilayah lautan. Jadi archipelago dapat diartikan sebagai lautan
terpenting.
Lahirnya asas archipelago mengundang pengertian bahwa pulau-pulau
tersebut selalu dalam kesatuan utuh, sementara tempat unsur perairan atau
lautan antara pulau-pulau berfungsi sebagai unsure penghubung dan bukan
unsur pemisah.
Asas dan wawasan kepulauan ini dijumpai dalam pengertian The Indian
archipelago. Kata archipelago pertama kali dipakai oleh John Crawford
dalam bukunya The Histori of Indian Archipelago ( 1820 ). Kata Indian
Archipelagos diterjemahkan dalam bahasa Belanda Indiche Archipel, yang
semula ditafsirkan sebagai wilayah kepulauan Andaman sampai Marshanai.
b. Kepulauan Indonesia
Bagian wilayah Indische Archipel yang dikuasai Belanda dinamakan
Nederlandsch Oos Indische Archipelago. Itulah wilayah jajahan Belanda yang
kemudian menjadi wilayah Negara Republik Indonesia. Sebagai sebutan
untuk kepulauan ini sudah banyak nama dipakai,yaitu “Hindia Timur”,
“Insulinde” oleh Multatuli. “Nusantara”, Indonesia dan Hindia Belanda (
Nederlansch-Indie ) pada masa jajahan Belanda. Bangsa Indonesia sangat
mencintai nama “Indonesia” meskipun bukan dari bahasanya sendir, tetapi
ciptaan orang Barat. Nama Indonesia mengandung arti yang tepat yaitu
kepulauan India. Dalam bahasa Yunani, “Indo” berarti India dan “nesos”
berarti pulau. Indonesia memiliki makna spiritual, yang didalamnya terasa ada
jiwa perjuangan menuju cita-cita luhur, Negara Kesatuan, Kemerdekaan dan
Kebesaran.
Setelah cukup lama istilah itu dipakai hanya sebagai nama keilmuan, pada
awal abad ke-20 perhimpunan para mahasiswa Indonesiadi Belanda menyebut
diri dengan “Perhimpunan Mahasiswa Indonesia” dan membiasakan
pemakaian bahasa Indonesia.Berikut pada peristiwa Sumpah Pemuda tahun
1928 kata Indonesia dipakai sebagai sebutan bagi Bangsa, Tanah Air dan
Bahasa sekaligus menggantikan sebutan Nederlansch Oos Indie. Kemudian
sejak Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17-8-1945, Indonesia menjadi nama
resmi Negara dan bangsa Indonesia sampai sekarang.
c. Konsepsi Tentang Wilayah Lautan
Saat ini konvensi PBB tentang Hukum Laut ( United Nation Convention
on the Law of the Sea UNCLOS ), mengakui adanya keinginan untuk
membentuk tertib hukum laut dan samudra yang dapat memudahkan
komunikasi internasional dan memajukan penggunaan laut dan samudra
secara damai. Disamping itu ada keinginan pula untuk mendayagunakan
sumber kekayaan alamnya secara dil dan efisien, konsevasi dan pengkajian
sumber kekayaan hayatinya, serta perlindungan dan pelestarian lingkungan
laut. Sesuai dengan Hukum Laut Internasional, secara garis besar Indonesia
sebagai Negara Kepulauan memiliki laut Teritorial, perairan pedalaman, Zona
Ekonomi Eksklusif, dan landas Kontinen.
d. Karakteristik Wilayah Nusantara
Nusantara berarti Kepulauan Indonesiayang terletak diantara benua Asia
dan benua Australia dan diantara samudra pasifik dan samudra Indonesia,
yang terdiri 17508 pulau besar maupun kecil. Jumlah pulau yang sudah
memiliki nama adalah 6.044 buah. Kepulauan Indonesia terletak pada batas-
batas astronomi sebagai berikut :
Utara : + 60
08’ LU
Selatan : + 110
15’ LS
Barat : + 940
45’ BT
Timur : + 1410
05’ BT
Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5. 193. 250 km2
yang terdiri
dari daratan seluas 2. 027. 087 km2
dan perairan seluas 3. 166. 163 km. luas
wilayah daratan Indonesia jika dibandingkan dengan Negara-negara Asia
Tenggara merupakan yang terluas.
2. Isi Wawasan Nusantara
Isi Wawasan Nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan manusia
Indonesia dalam eksistensinya yang meliputi cita-cita bangsa dan asas manunggal
yang terpadu.
a. Cita-cita bangsa Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yang
menyebutkan :
1) Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
2) Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas.
3) Pemerintah Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
b. Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal, utuh
menyeluruh yang meliputi :
1) Satu kesatuan wilayah Nusantara yang mencakup daratan, perairan dan
dirgantara secara terpadu.
2) Satu kesatuan politik, dalam arti satu UUD dan politik pelaksanaannya
serta satu idiologi dan identitas nasional.
3) Satu kesatuan sosial-budaya, dalam arti satu perwujudan masyarakat
Indonesia atas dasar “Bhinneka Tunggal Ika”, satu tertib sosial dan satu
tertib hukum.
4) Satu kesatuan ekonomi dengan berdasarkan atas asas usaha bersama dan
asas kekeluargaan dalam satu system ekonomi kerakyatan.
5) Satu kesatuan pertanahan dan keamanan dalam satu system terpadu, yaitu
system pertahanan keamanan rakyat semesta ( Sishankamrata ).
6) Satu kesatuan kebijakan nasional dalam arti pemerataan pembangunan
dan hasil-hasilnya yang mencakup aspek kehidupan nasional.
3. Penerapan Wawasan Nusantara
a. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan Wawasan Nusantara,
khususnya dibidang wilayah, adalah diterimanya konsepsi nusantara diforum
internasional, sehingga terjaminlah integritas wilayah teritorial Indonesia.
Laut nusantara yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian integral
dari wilayah Indonesia. Disamping itu pengakuan terhadap landas kontinen
Indonesia dan ZEE Indonesia menghasilkan pertambahan luas wilayahyang
cukup besar.
b. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup tersebut menghasilkan sumber
daya alam yang cukup besar untuk kesejahteraan untuk bangsa Indonesia.
Sumber daya alam itu meliputi minyak, gas bumi dan mineral lainnya yang
banyak berada didasar laut, baik dilepas pantai ( off shore ) maupun dilaut
dalam.
c. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional
termasuk Negara-negara tetangga : Malaysia, Singapura, Thailan, Filipina,
India, Australia Dan Papua Nugini yang dinyatakan dengan persetujuan yang
dicapai karena Negara Indonesia memberikan akomodasi kepada kepentingan
Negara tetangga antara lain dibidang perikanan yang mengakui hak nelayan
tradisional ( Traditional Fishing Right ) dan hak lintas dari Malaysia barat ke
Malaysia timur atau sebaliknya.
d. Penerapan Wawasan Nusantara dalam pembangunan Negara diberbagai
bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana
komunikasi dan transportasi. Contohnya adalah pembangunan satelit palapa
dan microwave system, pembangunan lapangan terbang perintis diberbagai
daerah. Dengan adanya proyek tersebut maka laut dan hutan tidak lagi
menjadi hambatan bagi integrasi nasional. Dengan demikian lalu lintas
perdangan dan integrasi budaya dapat berjalan lebih lancar.
e. Penerapan dibidang sosial budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan
bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah
air, senasip sepenanggungan dengan asas pancasila. Salah satu langkah
penting yang harus dikembangkan terus adalah pemerataan pendidikan dari
tingkat pendidikan dasar sampai keperguruan tinggi kesemua daerah atau
propinsi.
f. Penerapan Wawasan Nusantara dibidang pertahanan keamanan terlihat pada
kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melaui Sistem Pertahanan
Keamanan Rakyat Semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan
negara
Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi
5.
May
6
Perbedaan Pendidikan dan Pengajaran
Serta Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Perbedaan Pendidikan dan Pengajaran Serta Pendidikan Jasmani dan
Olahraga
PERBEDAAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
1. Pengertian
a. Pendidikan
Merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai
kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di dalam
kompetisi kehidupannya. Pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa
kepada orang lain, untuk menuju kearah kedewasaan, kemandirian serta
kematangan mentalnya. Dan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam
mengeksplorasi segenap potensi dirinya, sehingga terjadi proses perkembangan
kemanusiaannya agar mampu berkompetisi di dalam lingkup kehidupannya (Insan
Cerdas dan Kompetitif). Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga
sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian
pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan
adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.
b. Pengajaran
Aktivitas nyata mengajarkan (transfer knowledge) pengetahuan, teknologi
dan ketrampilan serta meningkat kecerdasan dan pengendalian emosinya sehingga
seseorang mampu survive di dalam kehidupannya. Dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta
2. Perbedaan antara Pendidikan dan Pengajaran :
Pengajaran:
1. Hanya mentransfer ilmu pengetahuan
2. Menekankan IPTEK dan SKILL
3. memiliki batasan waktu
4. Hanya menitik beratkan pada isi dari metode pangajaran
5. Lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang
atau program tertentu, seperti agama dan kesehatan; memakan waktu yang relatif
pendek; metode lebih bersifat rasional, teknik praktis; hanya mengusahakan isi.
6. lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetauan tentang
bidang/program tertentu,misalnya kesehatan,keterampilan .pengajaran lebih
bersifat kognitif dan afektif.
7. hanya bagian dari kegiatan pendidikan. Padahal tujuan pendidikan yang sangat
dasar dan elementer adalah mengembangkan semua bakat dan kemampuan
seseorang, baik yang masih anak, maupun yang sudah dewasa, sehingga
perkembangannya mencapai tingkat optimum dalam batas hakikat orang
tadi,menempatkan bangsa Indonesia pada tempat terhormat dalam pergaulan antar
bangsa sedunia.
Pendidikan:
1. mengajarkan tentang segala nilai kehidupan
2. tidak memiliki batasan waktu dalam belajar
3. mengajarkan kematangan mental seseorang
4. Lebih menekankan pada pembentukan manusia (penanaman sikap dan
nilai-nilai); memakan waktu relatif panjang; metode lebih bersifat psikologis
dan pendekatan manusiawi; membutuhkan wadah menetap, meskipun isi
bervariasi dan berubah
5. lebih menekankan pada pembentukan manusianya (penanaman sikap dan
nilai-nilai) lebih bersifat psikologis dan bersifat kognektif,afektif,dan
psikomotor.
6. mencakup masalah bagaimana mengembangkan anak didik sebagai
manusia individu sekaligus warga masyarakat.
PERBEDAAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
1. Pengertian
a. Pendidikan Jasmani
Adalah Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang
sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan
sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan
jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan,
kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam
rangka pembentukan manusia Indonesia berkualitas berdasarkan Pancasila. Dapat
diartikan juga sebagai suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang
didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan
motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan
kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif,
dan afektif setiap siswa.
b. Olahraga
Adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat
mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan
rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk
permainan, perlombaan/ pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk
memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka
pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan
Pancasila.
Serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak
(mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan
kualitas hidup). Dan suatu bentuk kegiatan jasmani yang terdapat di dalam
permainan, perlombaan dan kegiatan intensif dalam rangka memperoleh relevansi
kemenangan dan prestasi optimal
2. Tujuan Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani merupakan bagian dari pendidikan secara umum. Ia
merupakan salah satu dari subsistem-subsistem pendidikan. Pendidikan jasmani
dapat didefinisikan sebagai suatu proses pendidikan yang ditujukan untuk
mencapai tujuan pendidikan melalui gerakan fisik. Telah menjadi kenyataan umum
bahwa pendidikan jasmani sebagai satu kenyataan umum bahwa pendidikan
jasmani sebagai satu substansi pendidikan mempunyai peran yang berarti
mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
Sebagaimana diterapkan dalam Undang-Undang RI. Nomor II Tahun 1989
tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan termasuk pendidikan
jasmani di Indonesia adalah pengembangan manusia Indonesia seutuhnya
ialah manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan
berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan
rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab
kemasyarakatan dan kebangsaan.Tujuan yang hendak dicapai terjabar seperti butir-
butir berikut:
Perkembangan Pribadi
a. Pertumbuhan fisik optimal
b. Sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual
c. Kesegaran jasmani optimal
d. Cerdas
e. Kreatif dan inovatif
f. Terampil dalam gerak dan memecahkan masalah
g. Jujur, disiplin, percaya diri, dan tanggung jawab
Hubungan Antar Pribadi dan Lingkungan
a. Hormat pada sesame
b. Gotong royong
c. Luwes (mudah menyesuaikan diri)
d. Komunikatif dalam ide (konsep) dan pemikiran
e. Etika (sopan santun)
f. Menghargai kondisi lingkungan
g. Melestarikan lingkungan yang sehat dan harmonis
Selain itu pendidikan jasmani juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk :
1. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan
aktivitas jasmani, perkembangan estetika, dan perkembangan sosial.
2. Mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan untuk menguasai
keterampilan gerak dasar yang akan mendorong partisipasinya dalam aneka
aktivitas jasmani.
3. Memperoleh dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani yang optimal
untuk melaksanakan tugas sehari-hari secara efisien dan terkendali.
4. Mengembangkan nilai-nilai pribadi melalui partisipasi dalam aktivitas
jasmani baik secara kelompok maupun perorangan.
5. Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani yang dapat mengembangkan
keterampilan sosial yang memungkinkan siswa berfungsi secara efektif
dalam hubungan antar orang.
6. Menikmati kesenangan dan keriangan melalui aktivitas jasmani, termasuk
permainan olahraga.
3. Tujuan Olahraga untuk Kesehatan
1. Peningkatan
Meskipun orang itu bebas penyakit belum tentu orang iti sehat,dengan
mengukur beban latihan yang di berikan pada seseorang,maka kebugaran dapat
di klasifikasi menjadi sangat kurang,latihan fisik yang teratur dan terukur di
sertai gizi yang cukup akan meningkatkan kebugaran seseorang.kebugaran ini di
tandai olah daya tahan jantung,otot,kelenturan tubuh,komposisi
tubuh,kecepatan gerak,kelincahan,denyut nadi.latihan slalu di
monetor[periksa]agar tidak melebihi denyut yang di perbolehkan antara 72-
87% dari denyut yang maksimal.
2. Pencegahan
Olahraga dapat mencegah dampak negatif dari hopokenisia (kurang gerak),
memperlambat proses penuaan,memperlancar proses kelahiran pada wanita
kehamilan.
3. Pengobatan
Membantu proses penyambuhan pada penyakit jantung,kencing manis,
rematik, asma , kropos tulang,dll.peredaran darah orang yang berolahraga lebih
lancar,sehingga racun yang menumpuk di tubuh cepat di keluarkan.
4. Pemulihan
Penyandang cacat,kerusakan otak,tuna rungu,epilepsi dll membutuhkan
olahraga yang sesuai dengan keadaan yang di penderita,apabila penyandang
cacat ini tidak melakukan olahraga maka cacatnya akan bertambah karena
terjadi kekurangan gerak,otak menjadi lemah sehingga mudah timbul penyakit-
penyakit,jantung,ginjal,saluran darah,dll selain itu olahraga bagi penyandang
cacat juga sangat di perlukan untuk menghilangkan anggapan masyarakat
bahwa mereka tidak mampu berbuat apa-apa.
4. Perbedaan Antara Pendidikan Jasmani dan Olahraga
Pendidikan Jasmani
 Sosialisasi atau mendidik via olahraga
 Menekankan perkembangan
kepribadian menyeluruh
 Menekankan penguasaan keterampilan
dasar.
 Objek : Seluruh Siswa
 Subjek : Guru pendamping
 Tujuan : Untuk mencapai tujuan
pendidikan
 Materi : Semua aktivitas fisik/gerak
(termasuk olahraga)
 Sasaran : Aktivitas fisik/gerak sebagai
alat
 Sifat : Wajib
 Waktu : Intrakurikuler
Olahraga
 Sosialisasi atau mendidik ke dalam
olahraga
 Mengutamakan penguasaan
keterampilan berolahraga
 Menekankan penguasaan teknik dasar
 Objek : Siswa yang berbakat/berminat
 Subjek : Pelatih
 Tujuan : Untuk mencapai frestasi
setinggi-tingginya
 Materi : Cabang-cabang olahraga
 Sasaran : Terkuasainya cabang olahraga
tertentu/yang diminati
 Sifat : Sukarela
 Waktu : Ekstrakurikuler
Ada 4 aspek yang membedakan antara Pendidikan Jasmani dengan Olahraga antara
lain:
1. Tujuan Pendidikan Jasmani
Disesuaikan dengan tujuan pendidikan yang menyangkut pengembangan
seluruh pribadi anak didik, sedangkan tujuan Olahraga adalah mengacu pada
prestasi unjuk laku motorik setinggi-tingginya untuk dapat memenangkan dalam
pertandingan.
2. Isi Pembelajaran
Dalam pendidikan jasmani disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak didik,
sedangkan pada olahraga isi pembelajaran atau isi latihan merupakan target yang
harus dipenuhi.
3. Orientasi Pembelajaran
Pada pendidikan jasmani berpusat pada anak didik. Artinya anak didik yang
belum mampu mencapai tujuan pada waktunya diberi kesempatan lagi, sedangkan
pada olahraga atlet yang tidak dapat mencapai tujuan sesuai dengan target waktu
dianggap tidak berbakat dan harus diganti dengan atlet lain.
4. Sifat kegiatan
Pendidikan jasmani pada pemanduan bakat yang dipakai untuk mengetahui
entry behavior, sedangkan pada olahraga bertujuan untuk memilih atlet berbakat
Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi
6.
May
6
UPAYA MENEKAN DAMPAK
NEGATIF PADA PENGGUNAAN
INTERNET
A.PENDAHULUAN
Seperti kita ketahui di zaman kecanggihan Informasi sekarang ini kita dapat
memperoleh berbagai macam informasi atau kebutuhan yang kita butuhkan di
internet. Mulai news, education, hiburan, shopping, dan berbagai macam kebutuhan
dan informasi lainnya tanpa batas di internet.
Namun dengan kehadiran internet ini tentunya tak lepas dari hal negatif.
Antara masih banyaknya situs yang berbau negatif, yang mendukung konten Sara,
Pornografi, Explisit, Phising dan Exploit. Tentunya hal ini juga cukup
mengkhawatirkan terutama bila website yang merugikan semacam itu bila di akses
oleh kalangan yang belum matang jiwanya seperti siswa pelajar yang belum cukup
dewasa.
Internet memang sangat dibutuhkan untuk memajukan pendidikan para
pelajar, namun kita harus selalu aktif mengawasi penggunaan internet untuk para
pelajar dibawah umur tersebut.
Sebenarnya kita bisa mengurangi dampak negatif internet dengan cara
membatasi atau memblokir beberapa situs yang mengandug hal-hal yang tidak
bermanfaat, sehingga internet lebih aman untuk semua kalangan terutama untuk
menciptakan internet yang aman untuk para pelajar, sekaligus menghindarkan
komputer kita dari website yang berisi virus dan spyware.
B. GAGASAN POKOK
Dampak Negatif yang dapat dirasakan masyarakat sebagai bagian dari
kemajuan dunia serta perkembangan Teknologi yang senatiasa berkembang.
Beberapa danpak negatif tersebut adalah :
 Mudahnya kontenpornografi beredar ke tengah masyarakat.
 Semakin pesatnya peredaran Video, gambar dan artikel yang berbau sara.
 Adanya perdagangan manusia ( Human Trafficing ).
 Munculnya cyber crime yang meresahkan masyarakat.
 Penipuan melaui media jejaring sosial yang semakin pesat.
 Media internet adalah media yang paling mudah digunakan untuk menghancuran
budaya hidup bangsa.
 Berkembangnya budaya budaya yang salah dan disebar luaskan melalui internet.
 Kurangnya pembatasan kebebasan dalam dunia internet.
 Informasi yang merugikan dapat dengan mudah mempengaruhi masyarakat.
 Banyak anak-anak yang terjebak dalam dunia jejaring sosial, dan menggangap dunia
maya lebih penting dari dunia nyata.
 Rusaknya filtrasi budaya bangsa yang baik, karena banyak budaya yang begitu
mudahnya memepengaruhi budaya hidup bangsa.
 Kurangnya kesadaran masyarakat akan penggunaan media internet.
 Hilangnya budaya daerah dan adat yang beraneka ragam dikalangan remaja dan
pemuda.
Adapun beberapa hal yang menyebabkan Dunia Internet banyak membawa
dampak negatif bagi masyarakat umum, antara lain :
 Tidak adanya kesadaran dari masyarakat akan bahayanya Informasi dan konten yang
beredar di dunia Internet.
 Kurangnya Lembaga yang melakukan Pengendalian Informasi dan Konten dalam
Dunia Internet.
 Lemahnya penegakan Hukum tindak pidana dalam dunia Cyber.
 Minimnya sosialisasi penggunaan dan pemanfaatan Internet dalam kalangan
masyarakat.
 Cara pengedalian Informasi Dunia Internet masih terlalu minim jika dibandingkan
 dengan banyaknya pengguna Internet yang semakin bertambah pesat
Beberapa contoh-contoh dan upaya dari Pemerintah dan MenKomInfo dalam usaha
membatasi kebebasan beraktivitas didalam dunia internet, diantaranya adalah :
1. UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektonik ) yang disahkan
pemerintah sekitar bulan Maret 2008 yang salah satu pasalnya berisi mengenai
larangan mendistrubusikan dan atau Mentransmisikan dan atau membuat dapat
diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki
muatan yang melanggar kesusilaan.
2. Adanya software yang didesign khusus dan berfungsi untuk memblokade User
saat mengakses situ apapun website yang dianggap melanggar undang-undang
pemerintah, khususnya hal pornografi.
3. Upaya Pemerintah menutup situs situs yang membahayakan dan melakukan
kontrol terhadap semua situs yang sering digunakan masyarakat umum sebagai
upaya menekan kebebasan Berinternet yang melanggar UU IT
C.KESIMPULAN
a) Intensitas penggunaan media internet melalui indikator keaktifan berdasarkan
frekuensi dan lama waktu mengakses berpengaruh terhadap karakter berkenaan
dangan konsep diri berupa penilaian tentang diri (selft esteem) dan pengendalian
diri (self control) agar tidak kecanduan internet yang dapat menggangu kepribadian
dan berdampak pada berkurangnya interaksi antar manusia di kehidupan nyata.
b) Terpaan media internet dengan motif kesenagan berupa aktivitas mencari
informasi terkait hobi, minat dan hiburan, serta mengunjungi situs pertemanan
Facebook, Twitter, Yahoo Messenger berpengaruh terhadap karakter berkenaan
dengan kemampuan self knowledge, self control dan will untuk mau berbuat baik
dalam upaya memperkuat nilai dan norma yang membentuk karakter sebagai warga
negara yang baik dan cerdas (good and smart)
c) Terpaan media internet dengan motif edukatif berupa aktivitas mencari sumber
atau bahan terkait tugas pelajaran sekolah dan mencari informasi tentang
perguruan tingg yang berpengaruh terhadap karakter berkenaan self control siswa
yankni pengendalian diri agar selalu berbuat baik dengan cara pembiasaan (habit),
pembudayaan dan diaplikasikannya teknologi informasi khususnya media internet
yang berlandaskan sense of humanity sehingga menghasilkan kegiatan yang
produktif.
d) Intensitas penggunaan dengan motif kesenangan dan motif edukatif yang terarah
akan menghasilkan aktivitas produktif dan kreatif berupa web atau page design
rekayasa software, games , science animasi film dan berpengaruh terhadap karakter
siswa serta penggunaan dengan motif eduktif yang tinggi akan memberikan
landasan kognisi baru bagi terbentuknya sikap, watak serta konsep nilai moral
dalam diri sehingga menyadari hakekat teknologi diciptakan untuk memudahkan
manusia dalam memecahkan masalah kehidupannya.
Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi
7.
May
6
Atletik Dasar
Mater Atletik Dasar IKIP PGRI KALTIM
Sejarah atletik
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yg secara garis besar dapat
dikelompokan menjadi lari, lempar dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa yunani
“athlon” yg berarti “ kontes”. Atletik merupakan cabang olahraga yg di perlombakan
pada olimpiade pertama pada 776 sm. Induk organisasi untuk olahraga atletik di
Indonesia adalah PASI ( persatuan atletik seluruh Indonesia).
Adalah perlombaan lari atau stade.ada beberapa games yg digelar selama era klasik
eropa : panhellenik games the pythian game ( dimulai sm) digelar di argolid setiap 2
tahun sekali. The isthmian game 523 sm digelar d isthmus dari Corinth setiah dua
tahun the roman games berasal dari bahasa yunani murni,roman game memakai
perlombaan lari dan melempar.
Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di yunani,olahraga Etruscan
memakai peraturan pertempuran gladiatorial, yang juga sama sama tahun 527 sm
digelar di delpi tiap empat tahun. The nemen games ( 51 memakai panggung)
masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa kelt,teutonik dan goth yg
juga di gemari orang roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan
pelatihan tempur . dimasa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih
dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan
pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi
maupun tidak resmi.
Di abad 19 organisasi formal dari event modern dimulai. Ini termasuk dengan
olahraga regular dan latihan direzim sekolahan. Royal military college di sandhurt
menglaim menggunakan pertama kali di tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti
nyata. Pertempuran yang paling tua diadakan di shewsbury shropshire di 1840 oleh
royal shrewsbury school hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yg ditulis 60
tahun kemudian oleh c.t robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun
1838 sampai 1841. Royal military academy dimana woolwich menyelenggarakan
sebuah kompetisi yg diorganisir pada tahun 1849, tetapi seri regular pertama dari
pertemuan di gelar di Exeter college , oxoford dari 1850.
Atletik modern biasanya di organisir sekitar lari 400 m di trek di hamper semua
event yg ada . acara lapangan ( melompat, dan melempar ) biasanya memakai
tempat didalam trek. Atletik termasuk didalam olmpiade modern ditahun 1896 dan
membentuk dasar dasarnya kemudian wanita pertama dibolehkan berpartisipasi di
trek dan lapangan dalam event olimpiade tahun 1928 . sebuah badan pengelola
internasional dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan
dunia outdoor di tahun 1983.
Beberapa pertandingan regional ada sirkuit liga emas professional, di akumulas
dalam IAAF world athletics final dan kejuaraan dalam ruangan seperti world indoor
championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar,
khususnya olimpiade, tetap yg lain kurang popular.
AAU ( Amateur athletic union ) adalah badan pengelola di amerika serikat sampai
runtuh di bawah tekanan frofesionalisme pada akhir tahun 1970 . sebuah badan
baru bernama the athletic congress (tac) di bentuk , dan akhirnya di namai USA
Track and Field ( USATF atau USA T&F) .sebuah tambahan, organisasi dengan
bentuk structural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada di
USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa modern, atlit sekarang bisa
menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “ amatirisme” yang ada
sebelumnya.
Pada setiap penyelenggaraan olimpiade nomor atletik merupakan nomor
perlombaan yang utama. Penggemar atletik dan olahraga pada umumnya makin
meluas, tidak terbatas pada pria saja tetapi wanita pun turut serta ambil bagian.
Moto olimpiade adalah : citius-Altius-Fortius yang berarti : lebih cepat-lebih tinggi-
lebih kuat.
Atletik di Indonesia
Organisasi atletik pertama di Indonesia pada jaman penjajahan Belanda adalah :
Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU) yang dalam bahasa Indonesia berarti
Perserikatan Atletik Hindia Belanda. Organisasi ini di dirikan pada 21 Juli 1917.
Organisasi ini berkembang hanya di kota kota besar seperti : Jakarta, Bandung,
Surabaya, Yogjakarta, Semarang, Solo dan Medan.
Pada masa pendudukan jepang olahraga pada umumnya mengalami perkembangan
yaitu antara tahun 1942 – 1945. Semua pelajar, mahasiswa dan pegawai diharuskan
mengikuti senam yang disiarkan melalui radio radio yang dikenal dengan istilah “
RADIO TAISO” selama penjajahan Jepang muncul organisasi Atletik seperti : Ikatan
Atletik Jakarta / IKADA, Gabungan Atletik Bandung / GABA, Ikatan Atletik Solo /
IKASO, Ikatan Perkumpulan Atletik Surabaya / IPAS.
Sejak Ri merdeka perkembangan semakin olahraga di tanah air berkembang
semakin maju. Di kota Solo Januari 1946 diselenggarakan Kongres ang
menginginkan menghidupkan kembali olahraga di tanah air. Maka di dirikan
organisasi PORI. Langkah pertama PORI adalah menyelenggarakan PON I di kota
Solo pada tanggal 12 september 1950 berdiri organisasi atletik (PASI).
ATLETIK
Ada 46 nomor lomba resmi dalam cabang olahraga atletik baik putra maupun putrid
1. Nomor Lintasan
a. Lari 100 m pa/pi
b. Lari 200 m pa/pi
c. Lari 400 m pa/pi
d. Lari 800 m pa/pi
e. Lari 1500 m pa/pi
f. Lari 5000 m pa/pi
g. Lari 10.000 m pa/pi
2. Nomor Lari Gawang
a. Lari 100 m gawang pi
b. Lari 110 m gawang pa
c. Lari 400 m gawang pa/pi
d. Lari 3000 m Steplechase pa/pi
3. Nomor Lari Estafet
a. Lari estafet 4 x 100 m pa/pi
b. Lari estafet 4 x 400 m pa/pi
4. Nomor Jalan Raya
a. 20 km jalan cepat pa/pi
b. Marathon 42,195 km pa/pi
5. Nomor Lapangan
a. Tolak peluru pa/pi
b. Lempar cakram pa/pi
c. Lempar lembing pa/pi
d. Lompat jauh pa/pi
e. Lompat jangkit pa/pi
f. Lompat tinggi pa/pi
g. Lompat tinggi galah pa/pi
h. Lontar martil pa/pi
6. Nomor Gabungan
a. Sapta lomba pi ( 7 nomor lomba )
Hari 1 : 100 m gawang, lompat tinggi, tolak peluru, 200 m
Hari 2 : lompat jauh, lempar lembing, 800 m
b. Dasalomba pa ( 10 nomor lomba )
Hari 1 : 100m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, 400m
Hari 2 : 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar
lembing, 1500m
1. Tehnik Start Jongkok
Start jongkok ada tiga :
a. Start pendek ( bunc start )
b. Start menengah ( medium start )
c. Start panjang ( long start )
Aba- aba start jongkok ada tiga :
a. “Bersedia “ ( mengambil posisi di belakang garis start )
b. “siap” ( pantat diangkat keatas lebih tinggi dari kepala )
c. “ya” atau dengan bunyi peluit atau pistol, pelari meninggalkan tempat
start dan berlari menuju garis finish.
2. Tehnik berlari / Style / Tehnik ABC :
a. Akselerasi = kecepatan
b. Balancing = kesimbangan
c. Coordinasi = kerjasama seluruh anggota tubuh.
3. Tehnik memasuki garis finish ada tiga :
a. Menundukan kepala
b. Membusungkan dada
c. Lari tanpa mengurangi kecepatan
Babak dan seri
Babak penyisihan harus dilakukan dalam event lintasan, jika jumlah atlet terlalu
banyak untuk dilakukan dalam satu babak final, apabia babak penyisihan ini
dilakukan , semua atlet harus berlomba dalam babak ini untuk dapat lolos kebabak
berikutnya. Seri perempat final dan seri semi final harus disusun oleh TD , jika tidak
ada penunjukan TD tersusun ini dilakukan oleh panitia penyelenggara, jika tidak
ada kondis luar biasa, maka table berikut harus digunakan untuk menentukan
jumlah babak, jumlah seri dalam setiap babak dan prosedur kualifikasinya untuk
setiap babak dari event lintasan.
100m, 200m, 400m, 100m gawang, 110m gawang dan 400m gawang.
Terdaftar Babak I Babak II Babak III
Seri Posisi waktu Seri Posisi Waktu Seri Posisi
9 -16 2 3 2
17 – 24 3 2 2
25 – 32 4 3 4 2 3 2 1 3
33 – 40 5 4 4 3 2 2 1 3
41 – 48 6 4 8 4 4 2 1 3
49 – 56 7 4 4 4 4 2 1 3
4. Setelah babak pertama, para atlet ditempatkan didalam seri babak berikutnya
sesuai dengan prosedur berikut ini : untuk event 100 m sampai 400 m, dan estafet
sampai dengan 4 x 400 m, penentuan peringkat ( sedding) harus berdasarkan atas
kedudukan dan waktu yang dicapai dalam babak sebelumnya. Atlet ditentukan
peringkatnya sebagai berikut :
+ yang tercepat dari posisi pertama dari seri
+ yang kedua tercepat dari posisi pertama tiap seri
+ yang ketiga tercepat dari posisi pertama tiap seri
+ yang tercepat dari posisis kedua tiap seri
+ yang kedua tercepat dari posisi kedua tiap seri
+ yang ketiga tercepat dari posisi kedua tiap seri
Di tutup dengan
+ atlet tercepat dari kualifikasi waktu
+ atlet kedua tercepat dari kualifikasi waktu
+ atlet ketiga tercepat dari kualifikasi waktu
Kemudian atlet ditempatkan didalam seri dalam distribusi peringkat secara zigzag
misalnya 3 seri akan berisikan peringkat sebagai berikut :
Seri a : 1 6 7 12 13 18 19 24
Seri b : 2 5 8 11 14 17 20 23
Seri c : 3 4 9 10 15 16 21 22
Untuk event 100 m sampai 800 m dan estafet sampai dengan 4 x 400 m , jika ada
beberapa babak yang berurutan dari suatu lomba, maka lintasan harus diundi
sebagai berikut :
 Dalam babak pertama lintasan harus di undi
 Untuk babak berikutnya, atlet ditentukan peringkatnya setelah tiap babak
sesuai dengan prosedur.
 Dua undian harus dibuat
 Satu untuk empat atlet atau tim dengan peringkat terbaik untuk
menempati lintasan 3, 4, 5, dan 6.
 Satu lagi untuk empat atlet atau tim dengan peringkat lebih rendah untuk
menempati lintasan 1, 2, 7, dan 8.
Lomba Lari Gawang
Berikut ini adalah jarak standar event lari gawang
_ putra , junior putra, remaja putra 110-400 m
_ putri, junior putri, remaja putrid 100-400 m
Terdapat 10 buah gawang pada tiap lintasan lari, yang dipasang sesuai dengan table
berikut :
Putra, junior putra, remaja putra
Jarak lomba Start Gawang ke 1 Jarak antara
gawang
Gawang akhir ke
finish
110 m 13, 72 m 9,14 m 14,02 m
400 m 45.00 m 35.00 m 40.00 m
Putri, Junior Putri, Remaja Putri
Jarak Lomba Start Ke Gawang 1 Jarak Antara
Gawang
Gawang Akhir Ke
Finish
100 m 13.00 m 8.50 m 10.50 m
400 m 45.00 m 35.00 m 40.00 m
Ukuran Tinggi Gawang
Event Putra Junior Putra Remaja
Putra
Putri/
Junior
Remaja
Putri
100 m - - - - -
110 m 1, 067 m 0, 990 m 0, 914 m - -
400 m 0, 914 m 0, 914 m 0, 840 m 0,762 m 0,762 m
 Lebar gawang antara 1, 18 m sd 1, 20 m
 Panjang maksimum alas haruslah 70 cm
 Berat gawang tidak boleh kurang dari 10 kg
 Di perbolehkan ada toleransi 3 mm, di atas atau di bawang ketinggian
standart, karena variasi dalam pembuatan.
 Tinggi palang atas 7 cm. tebal palang ini antara 1 cm sampai 2,5 cm, dan
sisi bagian atas harus dbulatkan.
 Palang harus di cat warna hitam dan puth.
Atlet harus di diskualifikasi Jika :
a. Tidak melompati setiap gawang
b. Menarik kaki atau tungkai di bawang bidang horizontal tepi atas gawang pada saat
melompatinya.
c. Melompati gawang yang bukan pada lintasannya, atau
d. Menurut pendapat wasit, menjatuhkan gawang dengan sengaja.
Event Lapangan
1. Atlet harus berlomba sesuai dengan urutan undian. Jika tidak ada babak kualifikasi ,
maka untuk final harus di selenggarakan undian baru.
2. Dalam semua event lapangan, kecuali loncat tinggi dan loncat tnggi galah, bila
terdapat lebih dari delapan atlet, setiap atlet di beri kesempatan 3 kali, dan delapan
atlet dengan prestasi sah terbaik di beri 3 kali kesempatan lagi.
Jika terjadi hasil sama untuk kedudukan terakhir yang mash melanjutkan lomba,
penyelesaian seperti dalam pasal 180 ayat 20 berikut :
Pasal 20 : Kecuali untuk loncat tinggi dan loncat tinggi galah, prestasi terbaik kedua
dari atlet yang mempunyai hasil sama menjadi dasar untuk menyelesaikan hasil
sama. Jika diperlukan hasil ketiga dan seterusnya. Jika terdapat delapan atlet atau
kurang setiap atlet diberi kesempatan enam kali.
Peralatan Resmi
Peluru 4 kg 5 kg 6 kg 7, 26 kg
Cakram 1 kg 1, 5 kg 1, 75 kg 2 kg
Lembing 600 gr 700 gr 800 gr 800 gr
Martil 4 kg 5 kg 6 kg 7, 26 kg
Sektor Lempar cakram
Diameter 2. 50 m, sudut lemparan 34, 92
34, 92 m
Sektor Tolak Peluru
Diameter 2.13, 5 m, sudut lapangan 34.92
Babak Kualifikasi
3. Babak kualifikasi, harus diselenggarakan dalam event lapangan jika peserta terlalu
banyak untuk di lombakan dalam satu babak ( final ), jika diadakan babak kualifikasi
semua atlet harus berlomba dalam babak tersebut agar lolos kr final. Prestasi yang
dicapai dalam babak kualifikasi tidak diperhitungkam sebagai bagian perlombaan
sebenarnya.
4. Atlet harus dibagi dua kelompok atau lebih.
5. Kondisi untuk kualifikasi, standar kualifikasi, dan jumlah atlet di babak final di
tentukan oleh delegasi tehnik / DT dan jumlah peserta minimal 12 orang atlet untuk
final.
6. Jika atlet mencapai standar kualifikasi yang telah ditetapkan kurang, dari jumlah
yang ditetapkan, bahkan tdak ada, maka yang berhak masuk final adalah atlet yang
mempunyai prestasi terbaik berdasarkan ranking.
7. Prestasi atlet yang dicantumkan adalah prestasi terbaik dari seluruh
kesempatannya, termasuk yang dicapai dalam memecahkan hasil sama untuk
kedudukan pertama.
Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi
Memuat
Kirim masukan

Program latihan sepakbola

  • 1.
    Program Latihan Sepakbola SMPN3 PANGALENGAN Bulan April 2012 Minggu Pertama Senin : - Teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki) - Teknik dasar (menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki ) - Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar mengumpan dengan kaki bagian dalam Rabu : - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung berhadapan dengan teman - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman dari depan di tempat dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur Melakukan teknik dasar mengumpan secara langsung Jum’at : Fitness Minggu Kedua Senin :  Menyundul - Lentingkan punggung ke belakang dan keraskan otot leher serta berat badan bertunpu pada kaki belakang - Pandangan konsentrasi pada bola - Gerakan punggung ke depan sehingga dahi menyongsong arah datangnya bola. Rabu :
  • 2.
     Menghentikan boladengan punggung kaki. - Bola lambung yang jatuh dari udara menyamperi arah datangnya bola - Lalu bola di tahan dengan kaki mengenai bola segera ditarik sedikit kearah datangnya bola sehingga bola tidak pantul terlalu jauh. - Bola yang jatuh ke tanah segera di control lalu di kuasai Jum’at : Fitness Minggu Ketiga Senin : - Variasi dan kombinasi teknik dasar permainan sepakbola (mengumpan, mengontrol, menggiring dan menembak) berpasangan dan berkelompok dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik. - Variasi dan kombinasi teknik dasar permainan sepakbola berpasangan dan berkelompok dalam bentuk penerapan pola penyerangan dan pertahanan permainan dengan koordinasi yang baik. Rabu : - Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan jarak jauh berpasangan atau kelompok - Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan dengan menahan menggunakan telapak kaki bagi teman yang di depannya (berpasangan atau kelompok) - Melakukan teknik dasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan zig-zag - Melakukan teknik dasar menggiring mengikuti gerakan teman yang di depannya Jum’at : Fitness Minggu Keempat Senin : - Kombinasi teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki) - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan di tempat - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri, depan dan belakang - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berkelompok bergerak bebas
  • 3.
    Rabu : - Kombinasiteknik dasar (mengumpan, menghentikan, menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak) - Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi berbanjr dan berkelompok bergerak bebas - Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi lingkaran dan berkelompok bergerak bebas Jum’at : Fitness Bulan Mei 2012 Minggu Pertama Senin : - Variasi dan kombinasi teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian dalam dan dalam serta menghentikan bola dengan telapak kaki) - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung berhadapan dengan teman - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman dari depan di tempat dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur - Melakukan teknik dasar mengumpan secara langsung Rabu : - Variasi dan kombinasi teknik dasar (menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki ) - Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan jarak jauh berpasangan atau kelompok - Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan dengan menahan menggunakan telapak kaki bagi teman yang di depannya (berpasangan atau kelompok) - Melakukan teknik dasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan zig-zag - Melakukan teknik dasar menggiring mengikuti gerakan teman yang di depannya Jum’at : Fitness Minggu Kedua Senin : - Variasi dan kombinasi teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut :
  • 4.
    - Melakukan teknikdasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan di tempat - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri, depan dan belakang - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berkelompok bergerak bebas Rabu : - Kombinasi teknik dasar (mengumpan, menghentikan, menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak). - Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi berbanjr dan berkelompok bergerak bebas - Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi lingkaran dan berkelompok bergerak bebas Jum’at : Fitness Minggu Ketiga Senin : - latihan cara menembak bola ke gawang salah satu pemain menggiring bola ke depan gawang pada saat mendekati gawang dengan jarak 3 meter pemain tersebut harus menendang bola tersebut . apa bila tidak gol, siswa tersebut mengambil bola yang di tendangnya tadi. Jika gol kipernya yang akan mendapatkan sangsi atau hukuman. - Kegiatan ini di lakukan sebanyak 10 bola dalam setiap pemain Rabu : - latihan ketiga bagaimana cara melakukan lemparan ke dalam - Pertama, lemparan kedalam harus dilakukan dengan kedua tangan sementara kedua kaki harus tetap menginjak tanah. Sehingga, untuk melempar dengan keras Anda bisa berlari terlebih dahulu dan menyeret kaki belakang Anda - Kedua, kalau Anda ingin melempar kepada teman yang tidak jauh dari Anda, usahakan agar bola mudah untuk diterima atau dikontrol. Sehingga, melemparnya ke arah kaki adalah sangat baik. - Ketiga, sebagaimana mengumpan (passing) ,. Anda tidak harus selalu melempar bola tepat ke arah teman. Anda bisa juga melempar bola ke ruang kosong (space) yang mudah bagi teman Anda untuk mendapatkannya
  • 5.
    - Keempat, jikaAnda ingin melempar bola kepada teman yang agak jauh dan tidak ada lawan antara Anda dan dia maka sangat baik jika Anda melempar bola kepadanya dengan memantulkannya ke atas tanah, karena bola akan lebih mudah diterima atau dikontrol serta tenaga yang diperlukan untuk melempar tidak terlampau besar Jum’at : Fitness Minggu Keempat Senin :  latihan heading - bola dilambungkan keatas dan siap melakukan heading sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Bola dilambungkan keatas dan siap melakukan heading dengan cara membalik badan kekanan atau kekiri diwaktu akan mengheading bola sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama berhadapan dengan barisan kedua, lalu barisan kedua melempar pada barisan pertama dan di heading kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama berhadapan dengan barisan kedua, lalu barisan kedua melempar pada barisan pertama dan diheading dengan cara melompat kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama tiarap menghadap barisan kedua, lalu barisan kedua melempar pada barisan pertama dan diheading dengan cara bangun dari posisi tiarap dan melompat secepat mungkin dan di heading kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama membelakangi barisan kedua dengan posisi siap, lalu barisan kedua berteriak untuk tanda waktu akan melempar bola dan diheading dengan cara melompat, memakai jidat ke arah barisan kedua, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama berada dibelakan barisan kedua, lalu barisan ketiga melambungkan bola melewati barisan kedua lalu barisan pertama berusaha mengheading bola ke barisan ketiga. Sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama berada dibelakang barisan kedua, lalu barisan ketiga melambungkan bola di depan barisan kedua, lalu barisan pertama berusaha mengejar bola dan mengheading bola tersebut kebarisan ketiga. Sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. Rabu : Bermain bola pada lapangan kecil menggunakan dua gawang kecil (bendera kecil), dengan cara : - Jumlah pemain 5 orang untuk setiap regunya. - Untuk tahap pertama bermain dengan 4x sentuhan bola - Untuk tahap kedua 3x sentuhan bola. - Untuk tahap ketiga 2x sentuhan bola. - Untuk tahap keempat 1x sentuhan bola. Jum’at : Fitness
  • 6.
    Bulan Juni 2012 MingguPertama Senin : Tempatkan 3 orang pemain pada setiap bidang masing-masing o Tim A, 3 pemain pada bidang 1 o Tim B, 3 pemain pada bidang 2 o Tim C, 3 pemain pada bidang 3 o Tim D, 3 pemain pada bidan 3 - Setiap tim berusaha menendang/mengumpan bola pada teman satu tim dan lawan tim berusaha untuk menghadangnya - Setiap tim diberi bola(membawa bola) 1 buah - Setiap tim tidak boleh keluar dari bidangnya masing-masing - Tim mendapat 1 point bila umpan bolanya lolos kerekanya di bidang lain - Tim dianggap menang bila memperoleh poin terbanyak - Permainan dilakukan 10-15 menit Rabu : Sparing dengan Unmul Jum’at : Berenang Minggu Kedua Senin : Sparing dengan Stimik Rabu : Game kecil Jum’at : Main Takraw Minggu Ketiga Senin : Spring dengan Untag Rabu : Jogging, Jum’at : Istirahat/rekreasi Minggu Keempat Siap berkompetisi dalam liga Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Di Kalimantan Timur. Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi Program Latihan 3 Bulan Sepak Bola
  • 7.
    Bulan April 2012 MingguPertama Senin : - Teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki) - Teknik dasar (menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki ) - Bermain sepakbola dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menggunakan teknik dasar mengumpan dengan kaki bagian dalam Rabu : - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung berhadapan dengan teman - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman dari depan di tempat dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur Melakukan teknik dasar mengumpan secara langsung Jum’at : Fitness Minggu Kedua Senin :  Menyundul - Lentingkan punggung ke belakang dan keraskan otot leher serta berat badan bertunpu pada kaki belakang - Pandangan konsentrasi pada bola
  • 8.
    - Gerakan punggungke depan sehingga dahi menyongsong arah datangnya bola. Rabu :  Menghentikan bola dengan punggung kaki. - Bola lambung yang jatuh dari udara menyamperi arah datangnya bola - Lalu bola di tahan dengan kaki mengenai bola segera ditarik sedikit kearah datangnya bola sehingga bola tidak pantul terlalu jauh. - Bola yang jatuh ke tanah segera di control lalu di kuasai Jum’at : Fitness Minggu Ketiga Senin : - Variasi dan kombinasi teknik dasar permainan sepakbola (mengumpan, mengontrol, menggiring dan menembak) berpasangan dan berkelompok dengan menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar dan punggung kaki dengan koordinasi yang baik. - Variasi dan kombinasi teknik dasar permainan sepakbola berpasangan dan berkelompok dalam bentuk penerapan pola penyerangan dan pertahanan permainan dengan koordinasi yang baik. Rabu : - Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan jarak jauh berpasangan atau kelompok - Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan dengan menahan menggunakan telapak kaki bagi teman yang di depannya (berpasangan atau kelompok)
  • 9.
    - Melakukan teknikdasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan zig-zag - Melakukan teknik dasar menggiring mengikuti gerakan teman yang di depannya Jum’at : Fitness Minggu Keempat Senin : - Kombinasi teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki) - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan di tempat - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri, depan dan belakang - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berkelompok bergerak bebas Rabu : - Kombinasi teknik dasar (mengumpan, menghentikan, menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak) - Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi berbanjr dan berkelompok bergerak bebas - Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi lingkaran dan berkelompok bergerak bebas
  • 10.
    Jum’at : Fitness Bulan Mei2012 Minggu Pertama Senin : - Variasi dan kombinasi teknik dasar (mengumpan dengan kaki bagian dalam dan dalam serta menghentikan bola dengan telapak kaki) - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung berhadapan dengan teman - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola digelindingkan teman dari depan di tempat - Melakukan teknik dasar mengumpan dengan bola dilambung teman dari depan di tempat dilanjutkan dengan bergerak maju dan mundur - Melakukan teknik dasar mengumpan secara langsung Rabu : - Variasi dan kombinasi teknik dasar (menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan telapak kaki ) - Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan jarak jauh berpasangan atau kelompok - Melakukan teknik dasar menggiring berhadapan jarak dekat dilanjutkan dengan menahan menggunakan telapak kaki bagi teman yang di depannya (berpasangan atau kelompok) - Melakukan teknik dasar menggiring arah lurus dilanujutkan dengan zig-zag
  • 11.
    - Melakukan teknikdasar menggiring mengikuti gerakan teman yang di depannya Jum’at : Fitness Minggu Kedua Senin : - Variasi dan kombinasi teknik dasar (mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki ) dengan rincian kegiatan sebagai berikut : - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan di tempat - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berpasangan bergerak ke kanan, kiri, depan dan belakang - Melakukan teknik dasar mengumpan bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak kaki berkelompok bergerak bebas Rabu : - Kombinasi teknik dasar (mengumpan, menghentikan, menggiring bola dengan kaki bagian dalam dan luar serta menahan bola dengan kaki bagian dalam, luar dan telapak). - Melakukan teknik dasar mengumpan, menahan, menggiring formasi berbanjr dan berkelompok bergerak bebas
  • 12.
    - Melakukan teknikdasar mengumpan, menahan, menggiring formasi lingkaran dan berkelompok bergerak bebas Jum’at : Fitness Minggu Ketiga Senin : - latihan cara menembak bola ke gawang salah satu pemain menggiring bola ke depan gawang pada saat mendekati gawang dengan jarak 3 meter pemain tersebut harus menendang bola tersebut . apa bila tidak gol, siswa tersebut mengambil bola yang di tendangnya tadi. Jika gol kipernya yang akan mendapatkan sangsi atau hukuman. - Kegiatan ini di lakukan sebanyak 10 bola dalam setiap pemain Rabu : - latihan ketiga bagaimana cara melakukan lemparan ke dalam - Pertama, lemparan kedalam harus dilakukan dengan kedua tangan sementara kedua kaki harus tetap menginjak tanah. Sehingga, untuk melempar dengan keras Anda bisa berlari terlebih dahulu dan menyeret kaki belakang Anda - Kedua, kalau Anda ingin melempar kepada teman yang tidak jauh dari Anda, usahakan agar bola mudah untuk diterima atau dikontrol. Sehingga, melemparnya ke arah kaki adalah sangat baik. - Ketiga, sebagaimana mengumpan (passing) ,. Anda tidak harus selalu melempar bola tepat ke arah teman. Anda bisa juga melempar bola ke ruang kosong (space) yang mudah bagi teman Anda untuk mendapatkannya - Keempat, jika Anda ingin melempar bola kepada teman yang agak jauh dan tidak ada lawan antara Anda dan dia maka sangat baik jika Anda melempar bola kepadanya dengan memantulkannya ke atas
  • 13.
    tanah, karena bolaakan lebih mudah diterima atau dikontrol serta tenaga yang diperlukan untuk melempar tidak terlampau besar Jum’at : Fitness Minggu Keempat Senin :  latihan heading - bola dilambungkan keatas dan siap melakukan heading sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Bola dilambungkan keatas dan siap melakukan heading dengan cara membalik badan kekanan atau kekiri diwaktu akan mengheading bola sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama berhadapan dengan barisan kedua, lalu barisan kedua melempar pada barisan pertama dan di heading kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama berhadapan dengan barisan kedua, lalu barisan kedua melempar pada barisan pertama dan diheading dengan cara melompat kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama tiarap menghadap barisan kedua, lalu barisan kedua melempar pada barisan pertama dan diheading dengan cara bangun dari posisi tiarap dan melompat secepat mungkin dan di heading kearah barisan kedua memakai jidat, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama membelakangi barisan kedua dengan posisi siap, lalu barisan kedua berteriak untuk tanda waktu akan melempar bola dan diheading dengan cara melompat, memakai jidat ke arah barisan kedua, sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama berada dibelakan barisan kedua, lalu barisan ketiga melambungkan bola melewati barisan kedua lalu barisan pertama berusaha mengheading bola ke barisan ketiga. Sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. - Posisi barisan pertama berada dibelakang barisan kedua, lalu barisan ketiga melambungkan bola di depan barisan kedua, lalu barisan pertama berusaha mengejar bola dan mengheading bola tersebut kebarisan ketiga. Sebanyak mungkin dalam waktu 2 menit memakai jidat. Rabu :
  • 14.
    Bermain bola padalapangan kecil menggunakan dua gawang kecil (bendera kecil), dengan cara : - Jumlah pemain 5 orang untuk setiap regunya. - Untuk tahap pertama bermain dengan 4x sentuhan bola - Untuk tahap kedua 3x sentuhan bola. - Untuk tahap ketiga 2x sentuhan bola. - Untuk tahap keempat 1x sentuhan bola. Jum’at : Fitness Bulan Juni 2012 Minggu Pertama Senin : Tempatkan 3 orang pemain pada setiap bidang masing-masing o Tim A, 3 pemain pada bidang 1 o Tim B, 3 pemain pada bidang 2 o Tim C, 3 pemain pada bidang 3 o Tim D, 3 pemain pada bidan 3 - Setiap tim berusaha menendang/mengumpan bola pada teman satu tim dan lawan tim berusaha untuk menghadangnya - Setiap tim diberi bola(membawa bola) 1 buah - Setiap tim tidak boleh keluar dari bidangnya masing-masing - Tim mendapat 1 point bila umpan bolanya lolos kerekanya di bidang lain - Tim dianggap menang bila memperoleh poin terbanyak - Permainan dilakukan 10-15 menit Rabu : Sparing dengan Unmul
  • 15.
    Jum’at : Berenang Minggu Kedua Senin: Sparing dengan Stimik Rabu : Game kecil Jum’at : Main Takraw Minggu Ketiga Senin : Spring dengan Untag Rabu : Jogging, Jum’at : Istirahat/rekreasi Minggu Keempat Siap berkompetisi dalam liga Mahasiswa antar Perguruan Tinggi Di Kalimantan Timur. Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi 1. May 6
  • 16.
    METODE MENGAJAR DALAM PENDIDIKANJASMANI METODE MENGAJAR DALAM PENDIDIKAN JASMANI Posted: 19 November 2010 in Olahraga 3 Pengertian Metode Pengajaran Penjas Metode berasal dari bahasa Latin ” Meta ” dan ” Hodos “. Meta artinya jauh (melampaui), Hodos artinya jalan (cara). Metode adalah cara-cara mencapai tujuan. Sedangkan pengertian mengajar menurut Arifin (1978) mendefinisikan bahwa mengajar adalah suatu rangkaian kegiatan penyampaian bahan pelajaran kepada murid agar dapat menerima, menanggapi, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Sedangklan Nasution (1986) berpendapat bahwa mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi proses belajar. Namun menurut Biggs (1991), seorang pakar psikologi membagi konsep mengajar menjadi tiga macam pengertian yaitu : a. Pengertian Kuantitatif dimana mengajar diartikan sebagai the transmission of knowledge, yakni penularan pengetahuan. Dalam hal ini guru hanya perlu menguasai pengetahuan bidang studinya dan menyampaikan kepada siswa dengan sebai-baiknya. Masalah berhasil atau tidaknya siswa bukan tanggung jawab pengajar. b. Pengertian institusional yaitu mengajar berarti . the efficient orchestration of teaching skills, yakni penataan segala kemampuan mengajar secara efisien. Dalam hal ini guru dituntut untuk selalu siap mengadaptasikan berbagai teknik mengajar terhadap siswa yang memiliki berbagai macam tipe belajar serta berbeda bakat, kemampuan dan kebutuhannya.
  • 17.
    c. Pengertian kualitatifdimana mengajar diartikan sebagai the facilitation of learning, yaitu upaya membantu memudahkan kegiatan belajar siswa mencari makna dan pemahamannya sendiri. Dari definisi-definisi mengajar dari para pakar di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mengajar adalah suatu aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga terjadi proses belajar dan tujuan pengajaran tercapai. Sedangkan pengertian pendidikan jasmani menurut Depdiknas (2003) merupakan proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional. Metode mengajar merupakan pedoman cara khusus untuk penyampaian materi pembelajaran untuk struktur episode belajar atau pembelajaran. Menurut Mosston (1986) mengajar adalah serangkaian hubungan yang berkesinambungan antar guru dan siswa yaitu : 1. Mencoba mencapai keserasian anatara apa yang diniatkan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Maksud = perbuatan. 2. Masalah yang tentang metode mengajar. Suatu pendekatan terhadap siswa untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai guru harus berdasarkan pilihanya atas beberapa hal yaitu : a. kemampuan guru b. kebutuhan siswa c. besarnya kelas d. alat dan fasilitas yang tersedia e. media yang ada
  • 18.
    f. tujuan yangingin dicapai g. materi yang dipelajari h. lingkungannya 3. Kita juga dapat mengatasi kecenderungan pribadi seseorang guru. 4. Mengajar-Belajar-Tujuan Interaksi antara guru dan siswa mencerminkan perilaku mengajar dan belajar tertentu. Berbagai gaya didasarkan atas interaksi anatar perilaku siswa dan perilaku guru, serta hubungannya untuk mencapai tujuan. 5. Perilaku guru sebagai titik masuk Dapat dinyatakan bahwa perilaku guru akan mengarahkan perilaku siswa untuk mencapai tujuan pelajaran. Dari definisi-definisi metode dan mengajar yang telah diuraikan di atas, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa pengertian metode mengajar penjas adalah cara- cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan peserta didik untuk saling berinteraksi dalam proses pembelajaran jasmani melalui aktivivitas jasmani dan pembelajaran jasmani sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai. Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar. Dari analisis metode mengajar menurut perilaku guru, perilaku siswa dan tujuan dapat digolongkan sebagai berikut : 1. Metode Ceramah (Preaching Method) Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan informasi dan pengetahuan saecara lisan kepada sejumlah siswa yang pada umumnya mengikuti secara pasif. Muhibbin Syah, (2000). Metode ceramah dapat dikatakan sebagai satu-satunya metode yang paling ekonomis untuk menyampaikan
  • 19.
    informasi, dan palingefektif dalam mengatasi kelangkaan literatur atau rujukan yang sesuai dengan jangkauan daya beli dan paham siswa. Beberapa kelemahan metode ceramah adalah : a. Membuat siswa pasif b. Mengandung unsur paksaan kepada siswa c. Mengandung daya kritis siswa ( Daradjat, 1985) d. Anak didik yang lebih tanggap dari visi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebihbesar menerimanya. e.Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik. f. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata) g. Bila terlalu lama membosankan.(Syaiful Bahri Djamarah, 2000) Beberapa kelebihan metode ceramah adalah : a. Guru mudah menguasai kelas. b. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar c. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar. d. Mudah dilaksanakan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000) 2. Metode diskusi ( Discussion method ) Menurut Muhibbin Syah ( 2000 )mendefinisikan bahwa metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama ( socialized recitation ). Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk :
  • 20.
    a. Mendorong siswaberpikir kritis. b. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas. c. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memcahkan masalah bersama. d. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdsarkan pertimbangan yang seksama. Kelebihan metode diskusi sebagai berikut : a. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan b. Menyadarkan ank didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik. c. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan bersikap toleransi. (Syaiful Bahri Djamarah, 2000). Kelemahan metode diskusi sebagai berikut : a. tidak dapat dipakai dalam kelompok yang besar. b. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas. c. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara. d. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal (Syaiful Bahri Djamarah, 2000) 3. Metode demontrasi ( Demonstration method ) Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan
  • 21.
    media pengajaran yangrelevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Muhibbin Syah ( 2000). Metode demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Syaiful Bahri Djamarah ( 2000). Manfaat psikologis pedagogis dari metode demonstrasi adalah : a. Perhatian siswa dapat lebih dipusatkan . b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari. c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam diri siswa (Daradjat, 1985) Kelebihan metode demonstrasi sebagai berikut : a. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atu kerja suatu benda. b. Memudahkan berbagai jenis penjelasan . c. Kesalahan-kesalahan yeng terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melaui pengamatan dan contoh konkret, drngan menghadirkan obyek sebenarnya (Syaiful Bahri Djamarah, 2000). Kelemahan metode demonstrasi sebagai berikut : a. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan. b. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan c. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemonstrasikan (Syaiful Bahri Djamarah, 2000). 4. Metode ceramah plus
  • 22.
    Metode ceramah plusadalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya.Dalam hal ini penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu : a. Metode ceramah plus tanya jawab dan tugas (CPTT). Metode ini adalah metode mengajar gabungan antara ceramah dengan tanya jawab dan pemberian tugas. Metode campuran ini idealnya dilakukan secar tertib, yaitu : 1). Penyampaian materi oleh guru. 2). Pemberian peluang bertanya jawab antara guru dan siswa. 3). Pemberian tugas kepada siswa. b. Metode ceramah plus diskusi dan tugas (CPDT) Metode ini dilakukan secara tertib sesuai dengan urutan pengkombinasiannya, yaitu pertama guru menguraikan materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas. c. Metode ceramah plus demonstrasi dan latihan (CPDL) Metode ini dalah merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan (drill) 5. Metode resitasi ( Recitation method ) Metode resitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri. Kelebihan metode resitasi sebagai berikut : a. Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama.
  • 23.
    b. Anak didikberkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab dan berdiri sendiri (Syaiful Bahri Djamarah, 2000) Kelemahan metode resitasi sebagai berikut : a. Terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temennya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri. b. Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa pengawasan. c. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual (Syaiful Bahri Djamarah, 2000) 6. Metode latihan keterampilan ( Drill method ) Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar , dimana siswa diajak ke tempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat, apa manfaatnya dan sebagainya. Contoh latihan keterampilan membuat tas dari mute/pernik-pernik. Kelebihan metode latihan keterampilan sebagai berikut : a. Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat. b. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda- tanda/simbol, dan sebagainya. c. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan. Kekurangan metode latihan keterampilan sebagai berikut : a. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
  • 24.
    b. Menimbulkan penyesuaiansecara statis kepada lingkungan. c. Kadang-kadang latihan tyang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan. d. Dapat menimbulkan verbalisme. 7. Metode mengajar beregu ( Team teaching method ) Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas. Biasanya salah seorang pendidik ditunjuk sebagai kordinator. Cara pengujiannya, setiap pendidik membuat soal, kemudian digabung. Jika ujian lisan maka setiap siswa yang diuji harus langsung berhadapan dengan team pendidik tersebut. 8. Metode mengajar sesama teman ( Peer teaching method ) Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu oleh temannya sendiri 9. Metode pemecahan masalah ( Problem solving method ) Metode ini adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya. 10. Metode perancangan ( project method ) yaitu suatu metode mengajar dimana pendidik harus merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai obyek kajian. Kelebihan metode perancangan sebagai berikut : a. Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyuluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan. b. Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
  • 25.
    Kekurangan metode perancangansebagai berikut : a. Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini. b. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini. c. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan. d. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas. 11. Metode Bagian ( Teileren method ) yaitu suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian- sebagian, misalnya bagian per bagian kemudian disambung lagi dengan bagian/materi lainnya yang tentu saja berkaitan dengan masalahnya. 12. Metode Global (Ganze method ) yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut. Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi 2. May 6
  • 26.
    PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONALREPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
  • 27.
    Badan Standar NasionalPendidikan Tahun 2007
  • 28.
    KATA PENGANTAR Puji syukurke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, taufiq, dan hidayahNya, sehingga Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menyelesaikan Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar ini dikembangkan oleh tim adhoc selama delapan bulan pada tahun 2006. Tim adhoc ini dibentuk oleh BSNP, dan anggota tim ini terdiri dari para ahli dan praktisi bidang pendidikan. Alhamdulillah standar proses ini telah menjadi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 41 tahun 2007, tentang Standar Proses untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Pengembangan standar proses ini melalui perjalanan yang cukup panjang yaitu: temu awal, pengakajian bahan dasar, pengumpulan data lapangan, pengolahan data lapangan, penyusunan naskah akademik, per,.yusunan draf standar, reviu draf standar dan naskah akademik, validasi draf standar dan naskah akademik, lokakarya pembahasan draf standar dan naskah akademik, pembahasan draf standar dengan Unit Utama Depdiknas, finalisasi draf standar dan naskah akademik untuk uji publik, uji publik yang melibatkan pihak-pihak terkait dalam skala yang lebih luas, finalisasi draf standar dan naskah akademik, dan terakhir rekomendasi draf final standar proses dan naskah akademik. BSNP juga membahas dalam setiap perkembangan draf standar dan naskah akademik. BSNP menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada semua anggota tim ad hoc yang telah bekerja giat dengan semangat yang tinggi serta kepada semua pihak yang telah memberi masukan pada draf standar proses dan naskah akademiknya. Semoga buku ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan pendidikan di setiap tingkat dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Jakarta, November 2007, Ketua,
  • 29.
  • 30.
    DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................................................................................... DAFTARISI .............................................. SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANGSTANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH................................................. LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 41 TAHUN 2007 TANGGAL 23 NOVEMBER 2007 STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH................................................. I. PENDAHULUAN……………………………………………………............................. II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN .................................................... A. Silabus ............................................................................................................. B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................... C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP …................................................................ III. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN ............................................. A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran ......................................... B. Pelaksanaan Pembelajaran .............................................................................. IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN ............................................................... V. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN .................................................. A. Pemantauan............................................................................................. B. Supervisi ............................................................................................ C. Evaluasi ............................................................................................ D. Pelaporan........................................................................................... E. Tindak lanjut....................................................................................... iii v 1 5 5 7 7 8 11 12 12 14 18 18 18 19 19 20 20
  • 31.
    GLOSARIUM .......................................................... ..............................21 SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN ASIONAL, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
  • 32.
    Nomor 41, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) ; 3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, clan Tatakerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005; 4. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 31/P Tahun 2007;
  • 33.
    MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURANMENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH. Pasal 1 (1) Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran. (2) Standar Proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini. Pasal 2 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 23 November 2007 MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD. BAMBANG SUDIBYO
  • 34.
    Salinan sesuai denganaslinya. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I, Muslikh, S.H. NIP 131479478
  • 35.
    SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKANNASIONAL NOMOR 41 TAHUN 2007 TANGGAL 23 NOVEMBER 2007 STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH I. PENDAHULUAN Dalam rangka pembaharuan sistem pendidikan nasional telah ditetapkan visi, misi dan strategi pembangunan pendidikan nasional. Visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Terkait dengan visi tersebut telah ditetapkan serangkaian prinsip penyelenggaraan pendidikan untuk dijadikan landasan dalam pelaksanaan reformasi pendidikan. Salah satu prinsip tersebut adalah pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam proses tersebut diperlukan guru yang memberikan keteladanan, membangun kemauan, dan mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Implikasi dari prinsip ini adalah pergeseran paradigma proses pendidikan, yaitu dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Proses pembelajaran perlu direncanakan, dilaksanakan, dinilai, dan diawasi agar terlaksana secara efektif dan efisien. Mengingat kebhinekaan budaya, keragaman latar belakang dan karakteristik peserta didik, serta tuntutan untuk menghasilkan lulusan yang bermutu, proses pembelajaran untuk setiap mata pelajaran harus fleksibel, bervariasi, dan memenuhi standar. Proses pembelajaran pada setiap satuan pendidikan dasar dan menengah harus interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan salah satu standar yang harus
  • 36.
    dikembangkan adalah standarproses. Standar proses adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar proses ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah pada jalur formal, balk pada sistem paket maupun pada sistem kredit semester. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. II. PERENCANAAN PROSES PEMBELAJARAN Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat identitas mata pelajaran, standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, dan sumber belajar. A. Silabus Silabus sebagai acuan pengembangan RPP memuat identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus dikembangkan oleh satuan pendidikan berdasarkan Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta panduan penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pelaksanaannya, pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/ madrasah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendidikan. Pengembangan silabus disusun di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SD dan SMP, dan divas provinsi yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk SMA dan SMK, serta departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama untuk MI, MTs, MA, dan MAK. B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  • 37.
    RPP dijabarkan darisilabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Komponen RPP adalah 1. Identitas mata pelajaran Identitas mata pelajaran, meliputi: satuan pendidikan,kelas, semester, program/program keahlian, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan. 2. Standar kompetensi Standar kompetensi merupakan kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran. 3. Kompetensi dasar Kompetensi dasar adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik•dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran. 4. Indikator pencapaian kompetensi Indikator kompetensi adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. 5. Tujuan pembelajaran
  • 38.
    Tujuan pembelajaran menggambarkanproses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. 6. Materi ajar Materi ajar memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. 7. Alokasi waktu Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. 8. Metode pembelajaran Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. Pendekatan pembelajaran tematik digunakan untuk peserta didik kelas 1 sampai kelas 3 SD/M I. 9. Kegiatan pembelajaran a. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. b. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang- kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses.eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
  • 39.
    c. Penutup Penutup merupakankegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut. 10. Penilaian hasil belajar Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian. 11. Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. C. Prinsip-prinsip Penyusunan RPP 1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. 2. Mendorong partisipasi aktif peserta didik Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar. 3. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. 4. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut
  • 40.
    RPP memuat rancanganprogram pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi. 5. Keterkaitan dan keterpaduan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pernlielajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. 6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. III. PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN A. Persyaratan Pelaksanaan Proses Pembelajaran 1. Rombongan belajar Jumlah maksimal peserta didik setiap rombongan belajar adalah: a. SD/MI : 28 peserta didik b. SMP/MT : 32 peserta didik c. SMA/MA : 32 peserta did 1k d. SMK/MAK : 32 peserta didik
  • 41.
    2. Beban kerjaminimal guru a. beban kerja guru mencakup kegiatan pokok yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan; b. beban kerja guru sebagaimana dimaksud pada huruf a di atas adalah se kurang-kurang nya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu. 3. Buku teks pelajaran a. buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah/madrasah dari bukubuku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri; b. rasio buku teks pelajaran untuk peserta didik adalah 1 : 1 per mata pelajaran; c. selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru, buku pengayaan, buku referensi dan sumber belajar lainnya; d. guru membiasakan peserta didik menggunakan buku-buku dan sumber belajar lain yang ada di perpustakaan sekolah/madrasah. 4. Pengelolaan kelas a. guru mengatur tempat duduk sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, sertaaktivitas pembelajaran yang akan dilakukan; b. volume dan intonasi suara guru dalam proses pembelajaran harus dapat didengar dengan baik oleh peserta didik; c. tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik; d. guru menyesuaikan materi pelajaran dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik;
  • 42.
    e. guru menciptakanketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, keselamatan, dankeputusan pada peraturan dalam menyelenggarakan proses pembelajaran; f. guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap respons dan hasil belajar peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung; h. guru menghargai pendapat peserta didik; i. guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi; j. pada tiap awal semester, guru menyampaikan silabus mata pelajaran yang diampunya; dan k . guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu yang dijadwalkan. B. Pelaksanaan Pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP. Pelaksanaan pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. 1. Kegiatan Pendahuluan Dalam kegiatan pendahuluan, guru: a. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran; b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari; c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan/uraian kegiatan sesuai silabus. 2. Kegiatan Inti
  • 43.
    Pelaksanaan kegiatan intimerupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. a. Eksplorasi Eksplorasi adalah kegiatan untuk menggali dan mengeksplorasi semua pengetahuan yang dimiliki oleh guru maupun siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan eksplorasi, guru: 1) melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam dikambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber; 2) menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain; 3) memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya; 4) melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan 5) memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan. b. Elaborasi Elaborasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperdalam keterampilan atau skill terhadap materi yang telah dijelaskan dalam eksplorasi. Dalam kegiatan elaborasi, guru:
  • 44.
    1) membiasakan pesertadidik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna; 2) memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain- lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis; 3) memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut; 4) memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif; 5) memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar; 6) rnenfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan balk lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok; 7) memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan karya; kerja individual maupun kelompok; 8) memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan; 9) memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik. c. Konfirmasi Konfirmasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan posisi gerak yang masih salah menjadi gerakan yang benar. Bisa dilakukan secara individual maupun secara klasikal. Dalam kegiatan konfirmasi, guru: 1) memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik, 2) memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber, 3) memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
  • 45.
    4) memfasilitasi pesertadidik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar: a) berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar; b) membantu menyelesaikan masalah; c) memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi; d) memberi informasi untuk bereksplorasi Iebih jauh; e) memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. 3. Kegiatan Penutup Dalam kegiatan penutup, guru: a. bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas balk tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; e. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. IV. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN
  • 46.
    Penilaian dilakukan olehguru terhadap hasil pembelajaran untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik, serta digunakan sebagai hahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian dilakukan secara konsisten, sistematik, dan terprogram dengan menggunakan tes dan nontes dalam bentuk tertulis atau lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, portofoiio, dan penilaian diri. Penilaian hasil pembelajaran menggunakan Standar Penilaian Pendidikan dan Panduan Penilaian Kelompok Mata Pelajaran. V. PENGAWASAN PROSES PEMBELAJARAN A.Pemantauan 1. Pemantauan proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. 2. Pemantauan dilakukan dengan cara diskusi kelompok terfokus, pengamatan, pencatatan, perekaman, wawancara, dan dokumentasi. 3. Kegiatan pemantauan dilaksanakan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan. B. Supervisi 1. Supervisi proses pembelajaran dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. 2. Supervisi pembelajaran diselenggarakan dengan cara pemberian contoh, diskusi, pelatihan, dan konsultasi. 3. Kegiatan supervisi dilakukan oleh kepala dan pengawas satuan pendidikan.
  • 47.
    C. Evaluasi 1. Evaluasiproses pembelajaran dilakukan untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, mencakup tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. 2. Evaluasi proses pembelajaran diselenggarakan dengan cara: a. membandingkan proses pembelajaran yang dilaksanakan guru dengan standar proses, b. mengidentifikasi kinerja guru dalam proses pembelajaran sesuai dengan kompetensi guru. 3. Evaluasi proses pembelajaran memusatkan pada keseluruhan kinerja guru dalam proses pembelajaran. D. Pelaporan Hasil kegiatan pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran dilaporkan kepada pemangku kepentingan. E. Tindak lanjut 1. Penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar. 2. Teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar. 3. Guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran Iebih lanjut.
  • 48.
    MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, TTD. BAMBANGSUDIBYO Salinan sesuai dengan aslinya. Biro Hukum dan Organisasi Departemen Pendidikan Nasional, Kepala Bagian Penyusunan Rancangan Peraturan Perundang-undangan dan Bantuan Hukum I, Muslikh, S.H NIP. 131479478
  • 49.
    GLOSARIUM Afektif :Berkaitan dengansikap, perasaan dan nilai. Alam takam bang jadi guru : Menjadikan alam dalam lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, tempat berguru.beban kerja guru : 1. Sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam satu minggu, mencakup kegiatan pokok merencana kan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, membimbing dan melatih peserta didik, serta melaksanakan tugas tambahan (UU No. 14Tahun 2005 Pasal 35 ayat 1 dan 2). 2. Beban maksimal dalam mengorganisasikan proses belajar dan pembelajaran yang bermutu : SD/MI/SDLB 27 jam @ 35 menit, SMP/MTs/SMPLB 18 jam @ 40 men it, Belajar : Perubahan yang relatif permanen dalam kapasitas pribadiseseorang sebagai akibat pengolahan atas pengalaman yang diperolehnya dan praktik yang dilakukannya. belajar aktif : Keg iatan mengolah pengalaman dan atau praktik dengan cara mendengar, membaca, menulis,mendiskusikan, merefleksi rangsangan, dan memecahkan masalah. belajar mandiri : Kegiatan alas prakarsa sendiri dalam menginternalisasi pengetahuan, sikap dan keterampilan, tanpa tergantung atau mendapat bimbingan langsung dari orang lain. Budaya membaca menulis : Semua kegiatan yang berkenaan dengan kemampuan berbahasa (mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis). Proses penulisan dilakukan dengan keterlibatan peserta didik dengan tahapan kegiatan: pra penulisan,buram 1, revisi, buram 2, pengecekan tanda baca, dan terakhir publikasi di mana peserta didik menentukan karyanya dimuat di buku kelas, mading, majalah sekolah, atau majalah yang ada di daerah setempat. Daya saing : Kemampuan untuk menunjukkan hasil lebih baik, lebih cepat atau Iebih bermakna. indikator kompetensi : Bukti yang menunjukkan telah dikuasainya kompetensi dasar klasikal : Cara mengelola kegiatan belajar dengan
  • 50.
    sejumlah peserta didikdalam suatu kelas, yang memungkinkan belajar bersama, berkelompok dan individual. kognitif : Berkaitan dengan atau meliputi proses rasional untuk menguasai pengetahuan dan pemahaman konseptual. Periksa taksonomi tujuan belajar kognitif. kolaboratif : Kerjasama dalam pemecahan maalah dan atau penyelesaian suatu tugas dimana tiap anggota melaksanakan fungsi yang saling mengisi dan melengkapi. kolokium : Suatu kegiatan akademik dimana seseorang mempresentasikan apa yang telah dipelajari kepada suatu kelompok atau kelas, dan men jawab pertanyaan mengenai presentasinya dari anggota kelompok atau kelas. kompetensi :1. Seperangkat tindakan cerdas, penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang sebagai syarat untuk dianggap mampu oleh masyarakat dalam melaksanakan tugas tugas di bidang pekerjaan tertentu. 2. Keseluruhan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dinyatakan dengan ciri yang dapat diukur. kompetensi dasar (KD) : Kemampuan minimal yang diperlukan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan efektif, kooperatif : Kegiatan yang dilakukan dalam kelompok demi untuk kepentingan bersama (mutual benefit).metakognisi : Kognisiyanglebihkomprehensif,meliputipenge tahuan strategik (mampu membuat ringkasan, menyusun struktur pengetahuan), pengetahuan tentang tugas kognitif (mengetahui tuntutan kognitif untuk berbagai keperluan), dan penge tahuan tentang diri (Briggs menggunakan istilah "prinsip"). paradigma : Cara pandang dan berpikir yang mendasar.
  • 51.
    pembelajaran : (1) Proses interaksipeserta didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU Sisdiknas); (2) Usaha sengaja, terarah dan bertujuan oleh seseorang atau sekelompok orang (terma suk guru dan penulis buku pelajaran) agar orang lain (termasuk peserta didik), dapat memperoleh pengalaman yang bermakna. Usaha ini merupakan kegiatan yang berpu sat pada kepentingan
  • 52.
    pembelajaran berbasis masalah : Pengorganisasian proses belajaryang dikaitkan dengan masalah konkret yang dapat ditinjau dari herbagai disiplin keilmuan atau mata pelajaran. Misalnya rnasalah "bencana alam" yang ditinjau dari pelajaran Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Agama. pembelajaran berbasis proyek : Pengorganisasian proses belajar yang dikaitkan dengan suatu objek konkret yang dapat ditinjau dari berbagai disiplin keilmuan atau mata pelajaran. Misalnya objek "sepeda" yang ditinjau dari pelajaran Bahasa, IPA, IPS, dan Penjasorkes. penilaian otentik : Usaha untuk mengukur atau memberikan penghargaan atas kemampuan seseorang yang benar-benar menggambarkan apa yang dikuasairya. Penilaian ini dilakukan dengan i berbagai cara seperti tes tertulis, kolokium, portofolio, unjuk kerja, unjuk tindak (berdikusi, portofolio : Suatu berkas karya yang disusun berdasarkan sistematika tert`entu, sebagai bukti penguasaan atas tujuan belajar. prakarsa : Saya atau kemampuan seseorang atau lembaga untuk memulai sesuatu yang berdampak positif terhadap diri dan lingkungannya. reflektif : Berkaitan dengan usaha untuk mengolah atau mentransformasikan rangsangan dari penginderaan dengan pengalaman, pengetahuan, dan kepercayaan yang telah dimiliki. sistematik : Usaha yang dilakukan secara berurutan agar tujuan dapat dicapai dengan efektif dan efisien. sistemik Holistik: cara memandang segala sesuatu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan bagian lain yang lebih luas. standar isi (SI) : Ruang lingkup mated dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan,
  • 53.
    standar kom- petensi (SK) :Ketentuan pokok untuk dijabarkan lebih lanjut dalam serangkaian kemampuan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan secara efektif. standar kompetensi lulusan (SKL) : Ketentuan pokok untuk menunjukkan kemampuan melaksanakan tugas atau pekerjaan setelah mengikuti serangkaian program pembelajaran. strategi : Pendekatan menyeluruh yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai suatu tujuan dan biasanya dijabarkan dari pandangan falsafah atau teori tertentu. sumber belajar : Segala sesuatu yang mengandung pesan, baik yang sengaja dikembangkan atau yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan pengalaman dan atau praktik yang memungkinkan terjadinya belajar. Sumber belajar dapat berupa nara sumber, buku, media non-buku, teknik dan taksonomi tujuan belajar kognitif :(1) Meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi (Benjamin Bloom dkk, 1956). (2) Terdiri atas dua dimensi, yaitu dimensi pengetahuan yang terdiri atas faktual, konseptual, prosedural, dan metakognisi, dan dimensi proses kognitif yang meliputi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi dan mencipta (Lorin W. Anderson dkk, 2001, sebagai revisi dari taksonomi Bloom dkk.). tematik : Berkaitan dengan suatu tema yang berupa subjek atau topik yang dijadikan pokok pembahasan. Contoh: pembelajaran tematik di kelas I SD dengan tema "Aku dan Keluargaku". Tema tersebut dijadikan
  • 54.
    Diposkan 6th May2012 oleh Jun_Materi 3. May 6 Materi Semester 1 IKIP PGRI KALTIM TAHUN 2011 Materi Semester 1 IKIP PGRI KALTIM TAHUN 2011 19-9-2011 PENGANTAR PENDIDIKAN UPAYA UNTUK MENDAPATKAN KETERANGAN Charles Darwin bahwa manusia berasal dari primate atau kera. Ternyata gagal Proses perubahan dari primat ke manusia yang tidak sanggup diungkapkan disebut The Missing Link ( mata rantai yang putus ). Yang tidak ditemukan bukti yang menunjukan bahwa manusia muncul sebagai bentuk ubah dari primata atau kera melalui proses evolusi yang bersifat gradual Wujud sifat hakekat manusia yang tidak dimiliki oleh manusia, dikemukakan paham eksistensialisme menjadi maksud dalam paham konsep pendidikan.  Kemampuan menyadari diri sendiri
  • 55.
     Mampu bereksistensi Pemilihan kata hati  Moral  Bertanggung jawab  Kebebasan ( kemardekaan )  Kesedian melaksanakan hak dan kewajiban  Kemampuan menghayati kebahagian. 26-9-2011 Kemampuan Menyadari Diri Manusia dikaruniai keampuan untuk membuat jarak (distansi)diri dengan akunnya sendiri yang menempatkan potensi manusia sebagai mahluk yang memiliki potensi untuk menyempurnakan diri. Kemampuan Bereksistensi Membuat jarak antara aku dengan dirinya sebagai objek sebaga sesuatu. Berarti manusia dapat menembus dan mengatasi batas yang membelenggu dirinya. Tempat ini (disini) dan waktu ini (sekarang). Dapat menembus ke”sana” dan ke”masa depan” ataupun “masa lampau”, kemampuan menempatkan diri = kemampuan bereksistensi.  Belajar dari pengelaman  Mengantisipasi suatu keadaan dan peristiwa  Melihat prospek mada depan  Mengembangkan daya imajinatif, kreatif dari masa kanak-kanak Kata Hati Hati nurani, lubuk hati, suara hati, pelita hati yang ikut serta mengikuti perbuatan. Menyertai tentang apa yang akan dating, mengerti juga akibatnya (baik/buruk) sebagai manusia. Dengan sebutan pelita hati atau hati nurani menunjukan bahwa kata hati adalah kemapuan pada diri manusia yang memberikan penerangan tentang baik buruknya perbuatan sebagai manusia. 10-10-2011 Moral Seseorang yang telah memiliki kata hati yang tajam belum pasti juga perbuatannya. Merupakan realisasi dari kata hati itu. Untuk menjebatani jarak keduanya masih ada aspek yang diperlukan yaitu kemauan orang banyak yang memiliki kecerdasan akal tetapi tidak cukup memiliki moral (keberanian berbuat) itulah sebabnya maka pendidikan moral juga sering disebut pendidikan kemauan yang oleh M.J. Langeveld dinamakan De Opvoedeling Omzichzelfs Wil. Tentu saja yang dimaksud adalah kemauan yang sesuai dengan tuntutan kodrat manusia. Pendidikan bermaksud menumbuh kembangkan etiket (kesopanan) dan etika (keberanian/kemauan bertindak) yang baik dan harus pada peserta didik.
  • 56.
    17-10-2011 Tanggung Jawab Wujud tanggungjawab yaitu kepada diri sendiri, masyarakat, dan Tuhan. Diri sendiri adalah menanggung tuntutan kata hati, yaitu bentuk penyelesaian yang mendalam. Rasa Kebebasan Merdeka, rasa bebas,sesuai dengan kodrat manusia. Dua hal saling bertentangan yaitu “rasa bebas dan sesuai dengan tuntutan kodrat maniusia”. Kemardekaan berkaitan dengan kata hati dan moral, yaitu kata hati yang sesuai dengan tuntutan kodrat manusia,karena perbuatan seperti itu tidak sulit / siap sedia untuk di pertanggung jawaban dan tidak sedikitpun menimbulkan kekhawatiran (rasa tidak merdeka). Implikasi pedagogisnya adalah sama dengan pendidikan moral yaitu mengusahakan agar peserta didik di biasakan menginternalisasikan nilai-nilai aturan dalam dirinya, sehingga dirasakan sebagai miliknya sendiri. Demikian aturan aturan itu tidak lagi dirasakan sebagai sesuatu yang merintangi gerak hidupnya. 24-10-2011 Kewajiban dan Hak Dua macam gejala yang timbul sebagai manifestasi dari manusia sebagai mahluk sosial yang satu oleh karena adanya yang lain. Tak ada hak tanpa kewajiban. Jika seseorang mempunyai hak untuk menuntut sesuatu maka tentu ada pihak lain yang yang berkewajiban untuk memenuhi hak tersebut yang pada saat itu belum di penuhi.sebaliknya kewajiban ada oleh karena ada pihak lain yang harus dipenuh haknya. Artinya meskipunhak tentang sesuatu itu ada, belum tentu seseorang mengetahuinya (memperoleh perlndungan hukum). Melaksanakan kewajiban berarti terikat kepada kewajiban, tetapi anehnya yang sesungguhnya bukan keanehan manusia memilihnya. Kemampuan menghayati kewajiban sebagai keniscayaan tidaklah lahir dengan sendirinya, tetapi bertumbuh melalui sesuatu proses. Usaha menumbuhkan rasa wajib sehingga di hayati sebagai sesuatu keniscayaan dapat di tempuh melalui pendidikan disiplin. Jika ada orang tua yang bertanggung jawab bahwa pendidikan disiplin dan tanggung jawab belom sepantasnya diberikan kepada anak-anak sejak masih balita adalah keliru. 31-10-2011 Benih kedisiplinan dan rasa tanggung jawab seharusnya sudah mulai ditumbuh kembangkan sejak dini, bahkan sejak masih dalam keranjang ayunan, melalui latihan kebiasan (habit forming) khususnya mengenai hal-hal yang natinya bersifat rutin dan dibutuhkan didalam kehidupan. Menurut Selo Soemardjan :  Rasional , rasa salah  Sosial, rasa malu  Afektif , rasa gelisah  Agama, rasa berdosa. Kemampuan Menghayati Kebahagiaan suatu istilah yang lahir dari kehidupan manusia. Penghayatan hidup yang disebut”kebahagiaan” ini meskipun tidak mudah untuk dijabarkan tetapi sulit untuk dirasakan. Sebagian orang mungkin menganggap bahwa seorang yang sedang mengalami rasa senang/gembira itulah sedang mengalami kebahagian. Kebahagiaan tidak cukup digambarkan hanya sebagai himpunan dari pengalaman-
  • 57.
    pengalaman yang menyenangkantetapi lebih dari itu, yaitu merupakan integrasi dari segenap kesenangan, kegembiraan, kepuasan, dan sejenis dengan pengalaman pahit dan penderitaan. Proses integrasi dari kesemuan itu (menyenangkan maupun yang pahit) menghasilkan sesuatu bentuk penghayatan hidup yang disebut”bahagia”. Manusia yang menghayati kebahagian adalah pribadi yang menghayati segenap keadaan dan kemampuannya. Manusia menghayati kebahagian apabila jiwanya bersih dan stabil,jujur,bertanggung jawab,mempunyai pandangan hidup dan keyakinan hidup yang kukuh dan bertekad untuk merealisasikan dengan cara yang realitas demikian pandangan dari Max Scheller. DIMENSI HAKEKAT MANUSIA SERTA POTENSI, KEUNIKAN DAN DINAMIKANYA  Keindividuan  Kesosialan  Kesusilaan  Keberagaman Keindividuan Lysen orang-seorang sesuatu yang merupakan suatu keutuhan yang dapat dibagi-bagi (in devide). Setiap anak manusia yang dilahirkan telah dikarunia kan potensi untuk menjadi berbeda dari arah lain, atau menjadi dirinya sendiri. M.J. Langeveld yang mengatakan setiap orang memiliki dorongan untuk memiliki individualitas, bahwa anak memiliki dorongan untuk mandiri yang sangat kuat, meski disisi lain pada anak terdapat rasa tidak berdaya. Secara potensial telah dimiliki sejak lahr perlu ditumbuh kembangkan melalui pendidikan agar bisa menjadi kenyataan. 14-11-2011 Kesosialan setiap bayi yang lahir dikaruniakan potensi sosialitas (M.J Langeveld) benih kemungkinan untuk bergaul, saling berkomunikasi yang pada hakekatnya didalam nya terkandung unsur saling member dan menerima. Adanya kesediaan untuk saling member dan menerima itu dipandang sebagai kunci sukses pergaulan. Dorongan menerima dan member itu berubah menjadi kesadaran akan hak yang harus diterima dan kewajiban yang harus dilaksanakan untuk kepentingan pihak lain sebagai realisasi dar memberi. Kesusilaan su+sila kepantasan yang tinggi, berkembang sehingga memiliki perluasan arti menjadi kebaikan yang lebih. Bahasa ilmiah mempunyai konotasi berbeda yaitu etiket (persoalan kepantasan dan kesopanan) etika (persoalan kebaikan) di kaitkan dengan persoalan hak dan kewajiban. Pelanggaran etika mengakibatkan ketidaksenangan orang lain. Keberagaman Otonom = individual (pendapat seseorang) Hetergon = kolektif (kelompok) Keagamaan = dari Tuhan 28-11-2011 PEMAHAMAN DAN PELAKSANAAN NILAI Kesanggupan melaksanakan nilai, idealnya edua harus singkron. Artinya untuk dapat melakukan apa
  • 58.
    yang semestinya harusdilakukan terlebih dahulu orang. Harus mengetahui, menyadari, dan memahami nilai-nilai. Penilaian masyarakat terhadap kualitas kesusilaan seseorang tertuju kepada apa yang dibuatnya dan tidak semata-mata pada apa yang diniatkan. Sehingga niat buruk. Disinggung bahwa kesusilaan bertalian erat dengan kesadaran akan kewajiban dan hak. Adanya perimbangan yang selaras antara melaksanakan kewajiban dan tuntutan seorang hak (to give and to take) didalam kehidupan menggambarkan kesusilaan yang sehat. Didalam dunia pendidikan yang intinya dalam pelayanan, berlaku hukum “saya akan member lebih daripada yang saya terima”. Implikasi pedagogisnya ialah bahwa pendidikan kesusilaan berarti menanamkan kesadaran dan kesediaan melakukan kewajiban disamping menerima hak pada peserta didik. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama. PH. Kohnstamn berpendapat bahwa pendidikan agama seyogyanya menjadi tugas orang tua dalam lingkungan keluarga, karena pendidikan agam adalah persoalan afektf dan kata hati. Penanaman sikap dan kebiasaan dalam beragama dmulai sedini mungkin, meskipun masih terbatas pada lathan kebiasaan (habib formation). Tetapi untuk pengembangan pengkajian lebih lanjut tentunya tidak dapat dserahkan hanya kepada orang tua, untuk itu pengkajian agama secara masal dapat di manfaatkan misalnya pendidikan agama disekolah. PENGEMBANGAN DIMENSI HAKEKAT MANUSIA Manusia lahir telah dikaruniakan dimensi hakekat manusia tetapi masih dalam wujud potensi, belum teraktualisasi menjadi wujud kenyataan. “aktualisasi”. Dari kondisi “potensi” menjadi wujud aktualisasi terdapat rintangan proses yang mengandung pendidikan untuk berperan dalam memberikan jasanya. Seseorang yang lahir dengan bakat seni misalnya, melaukan pendidikan untuk proses menjadi seniman. Setiap manusia lahir dikaruniakan “naluri” yaitu dorongan yang dialami (makan,seks,mempertahankan diri dan lain-lain). 05-12-2011 PENGEMBANGAN YANG UTUH Tingkat keutuhan perkembangan dimensi , hakekatnya manusia itu sendiri secara potensial dan kualitas pendidikan yang disediakan untuk memberikan pelayanan atas perkembangannya. Namun demikian kualitas dari akhir pendidikan sebenarnya harus dpulangkan kembau kepada peserta didik itu sendiri sebagai subjek sasaran pendidikan. Pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang sanggup mengantar subjek didik menjadi selaku anggota masyarakat. a. Wujud dimensi keutuhan terjadi antara aspek jasmani dan rohani antara dimensi kendividual, kesosialan, kesusilaan,dan keberagaman antara aspek kognitif , afektif, dan psikomotorik. Pengalaman aspek jasmanah dan rohaniah dikatakan untuk jika kedua mendapat pelayanan secara seimbang. Meskipun diakui bahwa manusia akhirnya ditentukan oleh kualitas berkembangnya aspek rohaniah seperti pandai, berwawasan luas, berpendran teguh, tenggang rasa, dinamis, kreatif. Terlalu memandang begaimana kondisi fisiknya, namun kebutuhan pengembangan, aspek fisik tdak diabaikan, karena gangguan fisik dapat berdampak pada kesempurnaan perkembangan rohaniah. Pengutamaan dominan kognitif dengan,afektf, dan psikomotorik dikatakan utuh jika ketigaa-tiganya mendapat pelayanan yang seimbang. Pengembangan dominan kognitif dengan mengabaikan pengembangan afektif, misalnya seperti yang terjadi pada kebanyakan system persekolahan dewasa ini hanya akan menciptakan orang-orang yang pntar yang tidak berwatak.
  • 59.
    ILMU ALAMIAH DASAR (BASIC NATURAL SCIENCE) 21-9-2011 Mengkaji dalam gejala alam semesta, terbentuk konsep dan prinsip, konsep : fakta-fakta prinsip : ketentuan Teoritis menggunakan metode khusus, IPA dimulai dari pengamatan, hasil percobaan Ciri Khas :  Penemuan  Merumuskan kerangka masalah  Pengajuan hipotesis (dugaan)  Pengujian hipotesis  Penerimaan hipotesis menjadi teori 5-10-2011 Pendidikan berbasis karakter tujuan pendidikan uu no . 20/2003 Iman, taqwa, akhlak mulia, mandiri, demokratis. hati : karakter, behavior, baik Cakap, berilmu otak : kecakapan, intelektual, pintar Teoritis : implementasikan, pengetahuan yang fragmatis, teknologi 12-10-2011 RUANG LINGKUP IPA 1. Mengenal alam semesta  Mikrokosmos  Makrokosmos 2. Terbentuknya alam semesta tata surya : bumi Zaman purba : trial and eror know how Yunani : inquiry attitude mind (terus menerus). Motor pendorong pengetahuan dan pemikiran modern, abad 14 di eropa, perkembangan ilmu pengetahuan.
  • 60.
    19-10-2011 Siklus perkembangan ilmualamiah, cara berpikir :  Induktif : mengambil suatu kesimpulan umum berdasarkan sekumpulan fakta-fakta.  Deduktif : berdasarkan hal yang sudah di anggap benar. T1-H1 : deduktif H1-T2 : verifikasi Dedukto = hipotetiko = verifikatif. Relativitas : berubah-ubah,ilmu alamiah dinamis : berkembang terus. PENGELOMPOKAN ILMU PENGETAHUAN 1. IPA  Fisika klasik, aplikasi, mekanika  Kimia, susunan  Biologi, mahluk hidup dan gejala-gejala tumbuhan : botani. Binatang : zoology 2. IPBA (ilmu pengetahuan bumi dan antartka)  Geologi, tanah  Geografi  Astronomi 3. IPS, manusia , mahluk sosial 26-10-2011 IPA DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI Hubungan antara IPA dan teknologi  Langsung  Tidak langsung Abad 13-19 berdasarkan prinsip pengalaman revolusi industry menghasilkan perkembangan IPA Sifat manusia :  Tidak merasa puas  Lebih baik dari sebelumnya
  • 61.
     Ingin maju Material: yang memiliki masa depan dan menempati ruang. Wujud : padat,gas dan cair. Klasifikasi : o Homogen : sama o Heterogen : bermacam-macam o Campuran : berbeda Sifat : mekanis (kekerasan) polimer. Listrik, megnetik Sifat mekanik : polimer, keramik, alloys.  Struktur  Energy  Transparan Sifat listrik/magnet  Computer  Informasi Energi : suatu kemampuan untuk melakukan kerja atau usaha. Berasal dari pembakaran Energi mekanik : potensial, air. Kinetik , terjadi karena proses (atom) 02-11-2011 PENERAPAN HASIL PENEMUAN IPA DALAM PENERAPAN KONSEP TEKNOLOGI Renewable : dapat diperbaharui unnewable : tidak dapat diperbaharui Pengambilan keputusan :  Model : kendala  Criteria : oftimasi, solusi terbaik Teknologi jadi harapan di ikuti suatu haluan yang terarah pada usaha peningkatan mutu kehidupan. 9-11-2011 TEKNOLOGI BERSFAT AMBIVALEN
  • 62.
    Positif : keuntunganhasil teknologi tak terhingga dan mengingat dampaknya. Perkembangan IPA dan teknologi dalam kehidupan manusia  Papan, sandang, dan pangan  Peningkatan kesehatan, obat abiotik, nutrisi makanan, moto hidup sehat.  Penyediaan energy alternative lain.  Perkembangan teknologi, asas evensiasi menghemat bahan bakar, menekan pemborosan.  Intelektual, semakin pintar  Industry  Benturan tata lingkungan  Sosial 16-11-2011 DAMPAK PERKEMBANGAN IPA DAN TEKNOLOGI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL Dampak :  Pencapaian kemakmuran dan perluasan kemudahan  Pendayagunaan sumber daya alam Upaya pemenuhan kebutuhan manusia, mendatangkan materi dan kemudahan hidup.  Pemberdayaan sumber daya alam, keberhasilan manusia dan tingkat intelektual. Pertanian : kuantitas, kualitas, mutu produksi.  Transportasi dan informasi, pesawat,baling-baling,jet. Kemudahan dan perluasan. Bidang kesehatan, fasilitas medis. Sumber daya manusia (SDM). Membuka lapangan pekerjaan Reevaluasi (peranan IPA dan teknologi). a. Ekologi, lingkungan b. Ekosistem, hubungan timbal balik. 30-11-2011 USAHA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENEKAN DAMPAK NEGATIF DARI IPA DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
  • 63.
     Mempertahankan asaekosistem (lingkungan) Reevaluasi (manusia dengan lingkungan). Contohnya : minyak bumi, mempengaruhi udara dan air. Transportasi, polusi udara,suara. Bahan makanan, bahan kimia berbahaya.  Mengadakan monitoring (analisa, pengawasan, dan evaluasi)  Merencanakan penggunaan dan pengembangannya. Contohnya : pembuatan tahu, ampas tahu tidak mencemari lingkungan,  Mengembangkan teknologi proteksi, model, criteria, dampak, dan oftimasi. Meningkatkan produksi, bibit unggul, pupuk, pestisida.  Mengembangkan teknologi daur ulang, karena terjadi pemborosan.  Teknologi tepat guna(Negara berkembang) 1. Tidak memerlukan tehnik yang tinggi 2. Mudah dilaksanakan 3. Dapat mendukung teknolog dibidang lain 4. Meningkatkan sumber daya lain. 7-12-2011 IPA TEKNOLOGI DAN KELANGSUNGAN HIDUP Upaya mencari sumber daya alam non konversional  Energi matahari Tidak langsung, energy listrik melalui fotosel pembangkit tenaga listrik.  Panas bumi (biotermal) berasal dari magma, cairan panas atau batuan cair terdapat pada kerak bumi. Terjadi tekanan pada kulit bumi, mengeluarkan uap air.  Angin udara yang bergerak, terjadi karena perbedaan tekanan antara perbedaan suhu panas dan dingin. Daya serap panas bumi, energy angn dapat menjadi menggerakkan pompa air.  Pasang surut daya tarik antara bumi dan bulan menyebabkan pasang surut air laut. Bumi dan bulan, pasang terjadi apabila bumi jauh dari bulan, sedangkan sebaliknya akan terjadi pasang.  Bio massa teknologi tepat guna  Zat Radioaktif memancarkan sinar alfa (+), beta (-) dan gama (netral) berbahaya karena dapat menembus apa saja. Contohnya sinar rontsen.
  • 64.
    Penghambat :  SDM Dana dan modal  Pengadaan pangan  Pengembangan SDA  Pertumbuhan ekonomi. 14-12-2011 UPAYA MANUSIA UNTUK MELESTARKAN EKSISTENSINYA 1. Masalah lingkungan hidup manusia dengan lingkungan (abiotik dan biotik) Sesame manusia (masyarakat). Memperhatikan konsep ekosistem : hukum timbal balik : berperilaku baik maka lingkungan membalasnya dengan baik, manusia sesamanya : jika hatinya baik maka perbuatannya juga baik. 2. Usaha manusia mencari energy pengganti/energy lan. 3. Penggunaan teknolog maju/modern teknologi nuklir : harga murah,untungnya besar, dan bahayanya jauh lebih besar. Untuk mencari agar tetap eksis, mencari kehiduan di planet lain. 4. Masalah kependudukan program KB (keluarga berencana). Dua anak lebih baik PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK 07-12-2011 PROSES PENDIDIKAN Interaksi pendidikan  Memberikan, menanamkan, menumbuhkan (nilai)  Berfungsi mengembangkan semua potensi  Mempunyai kemampuan untuk tumbuh dan berkembang sendiri. Internalisasi : potensi. kognitif : pengetahuan afektif : sikap psikomotorik : keterampilan.  Memerlukan bantuan orang lain.
  • 65.
    Tujuan pendidikan  Mencapaisuatu tujuan (peserta didik, masyarakat, dan lapangan pekerjaan).  Peningkatan penguasaan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, pengembangan sikap dan nilai- nilai.  Di arahkan pada yang baik. Lingkungan pendidikan  Fisik (alam dan buatan)  Sosial (pergaulan yang karakter fisik dan psikis)  Intelektual, kondisi dan iklim yang mendorong  Nilai, tata kehidupan, ekonomi, sosial, politik, estetika, etika, keagamaan. Bentuk pendidikan  Bimbingan (afektif) bersifat konsultatif  Pengajaran (kognitif) pendidikan formal  Latihan (psikomotorik) pendekatan drilling. KONSEP DAN LINGKUNGAN LANDASAN PSIKOLOGI a. Manusia sebagai subyek b. Tertarik mempelajari diluar dan didalam dirinya sendiri. c. Psikologi ( karakter dan prilaku) d. Fisiologi (fisik/jasmani) e. Sosiologi (kelompok kecil) f. Antropologi (kelompok besar) g. Sejarah (urutan waktu dan peristiwa) h. Manusia ( fisik dan psikis) i. Individu selalu melakukan kegiatan
  • 66.
    j. Perilaku overt :bisa diamati covert : tidak bisa Disadari, menulis berbicara tidak disadari. TUJUAN DAN KEGUNAAN MEMPELAJARI RUANG LINGKUP PSIKOLOGI a. Memahami lebih baik tentang individu (diri sendiri) b. Dapat memberi perlaku yang lebih bijaksana. Tujuan pendidikan Untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa, berahlak mulia, sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 14-10-2011 RUANG LINGKUP PSIKOLOGI (LANJUTAN) a. Psikologi khusus, perkembangan (anak,remaja,dewasa,usia lanjut,pria dan wanita,abnormal,kepribadian-deferensial,binatang). b. Psikologi terapan, industri dan perusahaan, kejahatan/kriminalitas, kedokteran dan keperawatan, sosial dan masa, perang dan politik. LANDASAN PSIKOLOGI PROSES PENDIDIKAN Penerapan dasar prinsip prinsip, metode, tehnik dan pendekatan psikologi untuk memahami dan memecahkan masalah pendidikan Konsep individu a. Peserta didik yang melakukan kegiatan belajar/proses pendidikan. b. Karakteristik individu manusia yang unik, proses perkembangan/dinamis c. Aspek perilaku individu (kognitif,afektif,psikomotor). d. Keragaman karakteristik individu. FAKTOR PENGARUH PERILAKU INDIVIDU a. Internal dan eksternal b. Keturunan c. Lingkungan
  • 67.
    d. Interaksi antarapembawaan, lingkungan, dengan kematangan. Individu menerima lingkungan > interaksi individu dengan lingkungan > individu menolak lingkungan > penolakan > aggression (perlawanan) withdrawl (pelarian) > penyesuaian diri. 28-10-2011 Motivasi : what, how, why : kekuatan yang menjadi pendorong kegiatan individu. Sumber :  Dalam  Luar individu Istilah :  Drive (desakan)  Motif kebutuhan (need)  Keinginan (wish) Proses :  Tenaga pendorong menimbulkan ketegangan  Tingkah laku diarahkan untuk mencapai tujuan  Berkumpulnya/hilang ketegangan. Fungsi  Directional function (mengarahkan)  Activating dan energizing (mengaktifkan dan meningkatkan kegiatan). Sasaran  Diinginkan, mendekatkan (approach motivation)  Tidak diinginkan,menjauhkan (avoidance motivation) Sifat  Motivasi takut (fear motivations)  Motivasi insentif (insentive motivations)  Sikap (attitude motivations)
  • 68.
    Katagori  Motif dasar: kebutuhan dasar (instink)  Motif dasar : belajar dari pengalaman Heymans Motif sosial adalah salah satunya dalam bentuk nilai yang terdiri dari (sosial,ekonomi,politik,religious,estetika, dan ilmu pengetahuan. perkembangan pribadi individu(erikson/dubois).  0-1 tahun, percaya tidak percaya (trust-mistrust)  1-2 tahun, otonomi, rasa malu dan ragu  3-5 tahun, inisiatif, perasaan bersalah  6-11 tahun, rajin, rendah hati (industry-inferiority)  12-18 tahun, identitas diri, pembagian peranan,ekstrim dan berlebihan, penyimpangan dan kenakalan.  18-awal dewasa, keintiman, isolasi dari (intim dengan seseorang, kurang akrab dengan lainnya).  Dewasa , berkembang pesat dan terlambat.  Usia lanjut, integritas pribadi, keputusaan 11-11-2011 HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN KEPRIBADIAN Motif dalam kepribadian indvidu a. Motif berfrestasi (need achievement) b. Motif berkuasa (need for power) c. Motif membentuk ikatan (need for affiliatin) d. Motif takut kegagalan (fear of failure) Agar motivasi tinggi : a. Jelaskan manfaat dan tujuan pengajaran b. Mater pelajaran yang betul-betul dibutuhkan siswa c. Cara penyajian yang bervariasi
  • 69.
    d. Memberikan sasarandan kegiatan antara e. Berikan kesempatan kapada siswa untuk sukses f. Kemudahan bantuan dalam belajar g. Berikan pujian, ganjaran, atau hadiah h. Perhargaan Konsep perkembangan perkembangan = pertumbuhan = kematangan. Yaitu perubahan menuju ketahap yang lebih baik. Perbedaan : Pertumbuhan  Aspek jasmaniah/fisik  Perubahan/penambahan kuantitas Perkembangan  Aspek rohaniah/jiwa  Penyempurnaan fungsi Kematangan = waktu berfungsinya/berkembangnya aspek-aspek kepribadian tertentu. 16-12-2011 KONSEP PERKEMBANGAN Prinsip perkembangan :  Berlangsung seumur hidup dan meliputi seluruh aspek  Kecepatan dan kualitas perkembangan yang berbeda  Relative beraturan  Berlangsung secara berangsur-angsur  Dari sifat umum kepada yang bersifat khusus  Secara normal melalui seluruh fase.  Batas tertentu dapat dipercepat dan di perlambat  Berjalan sejajar/berkolerasi dengan aspek lainnya
  • 70.
     Pada aspek/bidangtertentu perkembangan pria dan wanita berbeda. Aspek perkembangan  Fisik dan motorik (semua awal kehidupan puncaknya pada masa remaja/awal dewasa)  Intelektual (diawali perkembangan mengamati 6/7-16/17 tahun)  Sosial (usia 3-5 tahun s/d 16-18 tahun)  Bahasa (peniruan bunyi/masuk sd-akhir remaja)  Emosi , 13-14 tahun dan 15-16 tahun, berakhir 18-21 tahun (oftimis, bimbang, bingung, ambivalensi)  Moral dan keagamaan (sejak lahir) a. Meniru b. Prakarsa sendiri > kontrol dari luar > kontrol dari dalam diri c. Tertinggi-panggilan hati nurani Tahap perkembangan Pembagian tahap perkembangan paling tua oleh Aristoteles : a. Masa kanak-kanak (0-7 tahun) b. Anak (7-14 tahun) c. Remaja (14-21 tahun) Jean Jecques Rousseau : a. Bayi (0-2 tahun) sebagai binatang b. Kanak-kanak (2-12 tahun) manusia biadab c. Remaja awal (12-15 tahun) sebagai petualang, intelektual dan perkembangan d. Remaja sesungguhnya (15-24 tahun) manusia beradab pertumbuhan kelamin, sosial dan kata hati. Stanley Hall : a. Kanak-kanak (0-4 tahun) binatang melata b. Anak (4-8 tahun) manusia pemburu c. Puber , remaja awal (8-12 tahun) biadab liar d. Adolesen/remaja sesungguhnya (12/13-dewasa) gejolakan perasaan, konflek nilai, manusia peradaban modern.
  • 71.
    Sigmud Freud a. 0-2tahun, masa oral (oral stage) b. 2-4 tahun, anal (anal stage) c. 4-6 tahun, falik (phalik stage) d. 6-12 tahun, latensi (latency stage) dorongan seksual tersembunyi. 06-01-2012 Donald B. Helm, Jeffrey S. Turner a. Pranata, masa konsepsi sampai lahir b. 0-2 tahun, bayi c. 2-3/4 tahun, kanak-kanak d. 3/4-5/6, anak kecil e. 6-12 tahun, anak f. 12-19 tahun, remaja g. 19-30 tahun, dewasa muda h. 30-65 tahun, masa dewasa i. 65-keatas, usia lanjut Tugas perkembangan J. Havinghurst Robert a. Mencakup seluruh kepribadian b. Aspek yang satu dengan yang lain saling berinteraksi, berinterilasi c. Sebagaian besar terjadi melalui proses belajar (sederhana/konplek/sukar) Bersifat alami : 1. Kematangan 2. Berintegrasi dengan proses penyesuaian diri dengan tuntutan dan tantangan dari luar 3. Keduanya di pengaruhi oleh kesediaan, kemauan dan aspirasi 4. Ketiganya mempengaruhi penyelesaian tugas individu dalam perkembangan d. Suatu tugas yang muncul dalam periode tertentu
  • 72.
    e. Tugas tersebutharus dikuasai dan diselesaikan memberikan kelancaran perkembangan selanjutnya f. Tidak diselesaikan mengalami kesukaran perkembangan selanjutnya. Kehidupan : serangkaian tugas perkembangan yang harus diselesaikan individu. Tugas masa bayi dan kanak-kanak a. Bulan pertama-tahunpertama kelahiran 1. Mulut berperan penting (alat makan dan minum serta komunikasi) 2. Mata, telinga dan tangan mulai berhubungan dengan dunia sekitar. b. Tahun kedua : mulai berdiri sendiri c. Tahun ketiga : mengontrol cara buang air dan ekplorasi terhadap dunia luar d. Tahun keempat dan kelima : mencapai kesempurnaan e. Akhir kanak-kanak : menguasai intelektual, sosial, dan moral. Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi 4. May 6 Wawasan Nusantara BAB II WAWASAN NUSANTARA A. Pengertian Istilah wawasan berasal dari “ wawas” yang berarti pandangan, tinjauan, atau penglihatan inderawi. Akar kata ini membentuk “mawas” yang berarti memandang, meninjau atau melihat. Sedangkan wawasan berarti cara pandang, cara tinjau, atau cara atau cara melihat. Sedangkan istilah nusantara berasal dari kata “nusa” yang berarti pulau-pulau dan antara yang berarti di apit oleh dua hal. Istilah nusantara dipakai untuk menggambarkan kesatuan wilayah perairan dan gugusan pulau-pulau Indonesia yang
  • 73.
    terletak diantara samudrapasifik dan samudra Indonesia serta diantara dua benua Asia dan benua Australia. Wawasan Nusantara mempunyai arti cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah Nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan atau cita-cita nasionalnya. Dengan demikian Wawasan Nusantara berperan untukmembimbing bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupannya serta sebagai rambu-rambu dalam perjuangan mengisi kemerdekaannya. Wawasan Nusantara sebagai cara pandang juga mengajarkan bagaimana pentingnya membina persatuan dan kesatuan dalam segenap aspek kehidupan bangsa dan Negara dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. B. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Wawasan Nusantara 1. Wilayah ( Geografi ) a. Asas Kepulauan ( Archipelagic Principle ) Kata archipelago dan archipelagic berasal dari kata Italia archipelagos Akar katanya adalah archi berarti terpenting, terutama, dan pelages berarti laut atau wilayah lautan. Jadi archipelago dapat diartikan sebagai lautan terpenting. Lahirnya asas archipelago mengundang pengertian bahwa pulau-pulau tersebut selalu dalam kesatuan utuh, sementara tempat unsur perairan atau lautan antara pulau-pulau berfungsi sebagai unsure penghubung dan bukan unsur pemisah. Asas dan wawasan kepulauan ini dijumpai dalam pengertian The Indian archipelago. Kata archipelago pertama kali dipakai oleh John Crawford dalam bukunya The Histori of Indian Archipelago ( 1820 ). Kata Indian Archipelagos diterjemahkan dalam bahasa Belanda Indiche Archipel, yang semula ditafsirkan sebagai wilayah kepulauan Andaman sampai Marshanai. b. Kepulauan Indonesia Bagian wilayah Indische Archipel yang dikuasai Belanda dinamakan Nederlandsch Oos Indische Archipelago. Itulah wilayah jajahan Belanda yang kemudian menjadi wilayah Negara Republik Indonesia. Sebagai sebutan untuk kepulauan ini sudah banyak nama dipakai,yaitu “Hindia Timur”, “Insulinde” oleh Multatuli. “Nusantara”, Indonesia dan Hindia Belanda ( Nederlansch-Indie ) pada masa jajahan Belanda. Bangsa Indonesia sangat mencintai nama “Indonesia” meskipun bukan dari bahasanya sendir, tetapi ciptaan orang Barat. Nama Indonesia mengandung arti yang tepat yaitu kepulauan India. Dalam bahasa Yunani, “Indo” berarti India dan “nesos” berarti pulau. Indonesia memiliki makna spiritual, yang didalamnya terasa ada jiwa perjuangan menuju cita-cita luhur, Negara Kesatuan, Kemerdekaan dan Kebesaran. Setelah cukup lama istilah itu dipakai hanya sebagai nama keilmuan, pada awal abad ke-20 perhimpunan para mahasiswa Indonesiadi Belanda menyebut diri dengan “Perhimpunan Mahasiswa Indonesia” dan membiasakan
  • 74.
    pemakaian bahasa Indonesia.Berikutpada peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928 kata Indonesia dipakai sebagai sebutan bagi Bangsa, Tanah Air dan Bahasa sekaligus menggantikan sebutan Nederlansch Oos Indie. Kemudian sejak Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17-8-1945, Indonesia menjadi nama resmi Negara dan bangsa Indonesia sampai sekarang. c. Konsepsi Tentang Wilayah Lautan Saat ini konvensi PBB tentang Hukum Laut ( United Nation Convention on the Law of the Sea UNCLOS ), mengakui adanya keinginan untuk membentuk tertib hukum laut dan samudra yang dapat memudahkan komunikasi internasional dan memajukan penggunaan laut dan samudra secara damai. Disamping itu ada keinginan pula untuk mendayagunakan sumber kekayaan alamnya secara dil dan efisien, konsevasi dan pengkajian sumber kekayaan hayatinya, serta perlindungan dan pelestarian lingkungan laut. Sesuai dengan Hukum Laut Internasional, secara garis besar Indonesia sebagai Negara Kepulauan memiliki laut Teritorial, perairan pedalaman, Zona Ekonomi Eksklusif, dan landas Kontinen. d. Karakteristik Wilayah Nusantara Nusantara berarti Kepulauan Indonesiayang terletak diantara benua Asia dan benua Australia dan diantara samudra pasifik dan samudra Indonesia, yang terdiri 17508 pulau besar maupun kecil. Jumlah pulau yang sudah memiliki nama adalah 6.044 buah. Kepulauan Indonesia terletak pada batas- batas astronomi sebagai berikut : Utara : + 60 08’ LU Selatan : + 110 15’ LS Barat : + 940 45’ BT Timur : + 1410 05’ BT Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5. 193. 250 km2 yang terdiri dari daratan seluas 2. 027. 087 km2 dan perairan seluas 3. 166. 163 km. luas wilayah daratan Indonesia jika dibandingkan dengan Negara-negara Asia Tenggara merupakan yang terluas. 2. Isi Wawasan Nusantara Isi Wawasan Nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan manusia Indonesia dalam eksistensinya yang meliputi cita-cita bangsa dan asas manunggal yang terpadu. a. Cita-cita bangsa Indonesia tertuang dalam pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan : 1) Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. 2) Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas.
  • 75.
    3) Pemerintah NegaraIndonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. b. Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal, utuh menyeluruh yang meliputi : 1) Satu kesatuan wilayah Nusantara yang mencakup daratan, perairan dan dirgantara secara terpadu. 2) Satu kesatuan politik, dalam arti satu UUD dan politik pelaksanaannya serta satu idiologi dan identitas nasional. 3) Satu kesatuan sosial-budaya, dalam arti satu perwujudan masyarakat Indonesia atas dasar “Bhinneka Tunggal Ika”, satu tertib sosial dan satu tertib hukum. 4) Satu kesatuan ekonomi dengan berdasarkan atas asas usaha bersama dan asas kekeluargaan dalam satu system ekonomi kerakyatan. 5) Satu kesatuan pertanahan dan keamanan dalam satu system terpadu, yaitu system pertahanan keamanan rakyat semesta ( Sishankamrata ). 6) Satu kesatuan kebijakan nasional dalam arti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang mencakup aspek kehidupan nasional. 3. Penerapan Wawasan Nusantara a. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan Wawasan Nusantara, khususnya dibidang wilayah, adalah diterimanya konsepsi nusantara diforum internasional, sehingga terjaminlah integritas wilayah teritorial Indonesia. Laut nusantara yang semula dianggap “laut bebas” menjadi bagian integral dari wilayah Indonesia. Disamping itu pengakuan terhadap landas kontinen Indonesia dan ZEE Indonesia menghasilkan pertambahan luas wilayahyang cukup besar. b. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang cukup besar untuk kesejahteraan untuk bangsa Indonesia. Sumber daya alam itu meliputi minyak, gas bumi dan mineral lainnya yang banyak berada didasar laut, baik dilepas pantai ( off shore ) maupun dilaut dalam. c. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional termasuk Negara-negara tetangga : Malaysia, Singapura, Thailan, Filipina, India, Australia Dan Papua Nugini yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai karena Negara Indonesia memberikan akomodasi kepada kepentingan Negara tetangga antara lain dibidang perikanan yang mengakui hak nelayan tradisional ( Traditional Fishing Right ) dan hak lintas dari Malaysia barat ke Malaysia timur atau sebaliknya. d. Penerapan Wawasan Nusantara dalam pembangunan Negara diberbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi. Contohnya adalah pembangunan satelit palapa dan microwave system, pembangunan lapangan terbang perintis diberbagai daerah. Dengan adanya proyek tersebut maka laut dan hutan tidak lagi
  • 76.
    menjadi hambatan bagiintegrasi nasional. Dengan demikian lalu lintas perdangan dan integrasi budaya dapat berjalan lebih lancar. e. Penerapan dibidang sosial budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasip sepenanggungan dengan asas pancasila. Salah satu langkah penting yang harus dikembangkan terus adalah pemerataan pendidikan dari tingkat pendidikan dasar sampai keperguruan tinggi kesemua daerah atau propinsi. f. Penerapan Wawasan Nusantara dibidang pertahanan keamanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melaui Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan negara Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi 5. May 6 Perbedaan Pendidikan dan Pengajaran Serta Pendidikan Jasmani dan Olahraga Perbedaan Pendidikan dan Pengajaran Serta Pendidikan Jasmani dan Olahraga PERBEDAAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN 1. Pengertian a. Pendidikan Merupakan upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain, dalam mencapai kemandirian serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di dalam kompetisi kehidupannya. Pengaruh bimbingan dan arahan dari orang dewasa kepada orang lain, untuk menuju kearah kedewasaan, kemandirian serta kematangan mentalnya. Dan merupakan aktivitas untuk melayani orang lain dalam mengeksplorasi segenap potensi dirinya, sehingga terjadi proses perkembangan
  • 77.
    kemanusiaannya agar mampuberkompetisi di dalam lingkup kehidupannya (Insan Cerdas dan Kompetitif). Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. b. Pengajaran Aktivitas nyata mengajarkan (transfer knowledge) pengetahuan, teknologi dan ketrampilan serta meningkat kecerdasan dan pengendalian emosinya sehingga seseorang mampu survive di dalam kehidupannya. Dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta 2. Perbedaan antara Pendidikan dan Pengajaran : Pengajaran: 1. Hanya mentransfer ilmu pengetahuan 2. Menekankan IPTEK dan SKILL 3. memiliki batasan waktu 4. Hanya menitik beratkan pada isi dari metode pangajaran 5. Lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetahuan tentang bidang atau program tertentu, seperti agama dan kesehatan; memakan waktu yang relatif pendek; metode lebih bersifat rasional, teknik praktis; hanya mengusahakan isi. 6. lebih menekankan pada penguasaan wawasan dan pengetauan tentang bidang/program tertentu,misalnya kesehatan,keterampilan .pengajaran lebih bersifat kognitif dan afektif.
  • 78.
    7. hanya bagiandari kegiatan pendidikan. Padahal tujuan pendidikan yang sangat dasar dan elementer adalah mengembangkan semua bakat dan kemampuan seseorang, baik yang masih anak, maupun yang sudah dewasa, sehingga perkembangannya mencapai tingkat optimum dalam batas hakikat orang tadi,menempatkan bangsa Indonesia pada tempat terhormat dalam pergaulan antar bangsa sedunia. Pendidikan: 1. mengajarkan tentang segala nilai kehidupan 2. tidak memiliki batasan waktu dalam belajar 3. mengajarkan kematangan mental seseorang 4. Lebih menekankan pada pembentukan manusia (penanaman sikap dan nilai-nilai); memakan waktu relatif panjang; metode lebih bersifat psikologis dan pendekatan manusiawi; membutuhkan wadah menetap, meskipun isi bervariasi dan berubah 5. lebih menekankan pada pembentukan manusianya (penanaman sikap dan nilai-nilai) lebih bersifat psikologis dan bersifat kognektif,afektif,dan psikomotor. 6. mencakup masalah bagaimana mengembangkan anak didik sebagai manusia individu sekaligus warga masyarakat. PERBEDAAN PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA 1. Pengertian a. Pendidikan Jasmani Adalah Pendidikan jasmani adalah suatu proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam
  • 79.
    rangka pembentukan manusiaIndonesia berkualitas berdasarkan Pancasila. Dapat diartikan juga sebagai suatu proses pendidikan melalui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan kebugaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan perilaku hidup sehat dan aktif, sikap sportif, dan kecerdasan emosi. Lingkungan belajar diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, jasmani, psikomotorik, kognitif, dan afektif setiap siswa. b. Olahraga Adalah proses sistematik yang berupa segala kegiatan atau usaha yang dapat mendorong mengembangkan, dan membina potensi-potensi jasmaniah dan rohaniah seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat dalam bentuk permainan, perlombaan/ pertandingan, dan kegiatan jasmani yang intensif untuk memperoleh rekreasi, kemenangan, dan prestasi puncak dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan Pancasila. Serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Dan suatu bentuk kegiatan jasmani yang terdapat di dalam permainan, perlombaan dan kegiatan intensif dalam rangka memperoleh relevansi kemenangan dan prestasi optimal 2. Tujuan Pendidikan Jasmani Pendidikan jasmani merupakan bagian dari pendidikan secara umum. Ia merupakan salah satu dari subsistem-subsistem pendidikan. Pendidikan jasmani dapat didefinisikan sebagai suatu proses pendidikan yang ditujukan untuk mencapai tujuan pendidikan melalui gerakan fisik. Telah menjadi kenyataan umum bahwa pendidikan jasmani sebagai satu kenyataan umum bahwa pendidikan jasmani sebagai satu substansi pendidikan mempunyai peran yang berarti mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
  • 80.
    Sebagaimana diterapkan dalamUndang-Undang RI. Nomor II Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan termasuk pendidikan jasmani di Indonesia adalah pengembangan manusia Indonesia seutuhnya ialah manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.Tujuan yang hendak dicapai terjabar seperti butir- butir berikut: Perkembangan Pribadi a. Pertumbuhan fisik optimal b. Sehat fisik, mental, sosial, dan spiritual c. Kesegaran jasmani optimal d. Cerdas e. Kreatif dan inovatif f. Terampil dalam gerak dan memecahkan masalah g. Jujur, disiplin, percaya diri, dan tanggung jawab Hubungan Antar Pribadi dan Lingkungan a. Hormat pada sesame b. Gotong royong c. Luwes (mudah menyesuaikan diri) d. Komunikatif dalam ide (konsep) dan pemikiran e. Etika (sopan santun) f. Menghargai kondisi lingkungan g. Melestarikan lingkungan yang sehat dan harmonis Selain itu pendidikan jasmani juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk : 1. Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan aktivitas jasmani, perkembangan estetika, dan perkembangan sosial.
  • 81.
    2. Mengembangkan kepercayaandiri dan kemampuan untuk menguasai keterampilan gerak dasar yang akan mendorong partisipasinya dalam aneka aktivitas jasmani. 3. Memperoleh dan mempertahankan derajat kebugaran jasmani yang optimal untuk melaksanakan tugas sehari-hari secara efisien dan terkendali. 4. Mengembangkan nilai-nilai pribadi melalui partisipasi dalam aktivitas jasmani baik secara kelompok maupun perorangan. 5. Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani yang dapat mengembangkan keterampilan sosial yang memungkinkan siswa berfungsi secara efektif dalam hubungan antar orang. 6. Menikmati kesenangan dan keriangan melalui aktivitas jasmani, termasuk permainan olahraga. 3. Tujuan Olahraga untuk Kesehatan 1. Peningkatan Meskipun orang itu bebas penyakit belum tentu orang iti sehat,dengan mengukur beban latihan yang di berikan pada seseorang,maka kebugaran dapat di klasifikasi menjadi sangat kurang,latihan fisik yang teratur dan terukur di sertai gizi yang cukup akan meningkatkan kebugaran seseorang.kebugaran ini di tandai olah daya tahan jantung,otot,kelenturan tubuh,komposisi tubuh,kecepatan gerak,kelincahan,denyut nadi.latihan slalu di monetor[periksa]agar tidak melebihi denyut yang di perbolehkan antara 72- 87% dari denyut yang maksimal. 2. Pencegahan Olahraga dapat mencegah dampak negatif dari hopokenisia (kurang gerak), memperlambat proses penuaan,memperlancar proses kelahiran pada wanita kehamilan. 3. Pengobatan Membantu proses penyambuhan pada penyakit jantung,kencing manis,
  • 82.
    rematik, asma ,kropos tulang,dll.peredaran darah orang yang berolahraga lebih lancar,sehingga racun yang menumpuk di tubuh cepat di keluarkan. 4. Pemulihan Penyandang cacat,kerusakan otak,tuna rungu,epilepsi dll membutuhkan olahraga yang sesuai dengan keadaan yang di penderita,apabila penyandang cacat ini tidak melakukan olahraga maka cacatnya akan bertambah karena terjadi kekurangan gerak,otak menjadi lemah sehingga mudah timbul penyakit- penyakit,jantung,ginjal,saluran darah,dll selain itu olahraga bagi penyandang cacat juga sangat di perlukan untuk menghilangkan anggapan masyarakat bahwa mereka tidak mampu berbuat apa-apa. 4. Perbedaan Antara Pendidikan Jasmani dan Olahraga Pendidikan Jasmani  Sosialisasi atau mendidik via olahraga  Menekankan perkembangan kepribadian menyeluruh  Menekankan penguasaan keterampilan dasar.  Objek : Seluruh Siswa  Subjek : Guru pendamping  Tujuan : Untuk mencapai tujuan pendidikan  Materi : Semua aktivitas fisik/gerak (termasuk olahraga)  Sasaran : Aktivitas fisik/gerak sebagai alat  Sifat : Wajib  Waktu : Intrakurikuler Olahraga  Sosialisasi atau mendidik ke dalam olahraga  Mengutamakan penguasaan keterampilan berolahraga  Menekankan penguasaan teknik dasar  Objek : Siswa yang berbakat/berminat  Subjek : Pelatih  Tujuan : Untuk mencapai frestasi setinggi-tingginya  Materi : Cabang-cabang olahraga  Sasaran : Terkuasainya cabang olahraga tertentu/yang diminati  Sifat : Sukarela  Waktu : Ekstrakurikuler
  • 83.
    Ada 4 aspekyang membedakan antara Pendidikan Jasmani dengan Olahraga antara lain: 1. Tujuan Pendidikan Jasmani Disesuaikan dengan tujuan pendidikan yang menyangkut pengembangan seluruh pribadi anak didik, sedangkan tujuan Olahraga adalah mengacu pada prestasi unjuk laku motorik setinggi-tingginya untuk dapat memenangkan dalam pertandingan. 2. Isi Pembelajaran Dalam pendidikan jasmani disesuaikan dengan tingkat kemampuan anak didik, sedangkan pada olahraga isi pembelajaran atau isi latihan merupakan target yang harus dipenuhi. 3. Orientasi Pembelajaran Pada pendidikan jasmani berpusat pada anak didik. Artinya anak didik yang belum mampu mencapai tujuan pada waktunya diberi kesempatan lagi, sedangkan pada olahraga atlet yang tidak dapat mencapai tujuan sesuai dengan target waktu dianggap tidak berbakat dan harus diganti dengan atlet lain. 4. Sifat kegiatan Pendidikan jasmani pada pemanduan bakat yang dipakai untuk mengetahui entry behavior, sedangkan pada olahraga bertujuan untuk memilih atlet berbakat Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi 6. May 6
  • 84.
    UPAYA MENEKAN DAMPAK NEGATIFPADA PENGGUNAAN INTERNET A.PENDAHULUAN Seperti kita ketahui di zaman kecanggihan Informasi sekarang ini kita dapat memperoleh berbagai macam informasi atau kebutuhan yang kita butuhkan di internet. Mulai news, education, hiburan, shopping, dan berbagai macam kebutuhan dan informasi lainnya tanpa batas di internet. Namun dengan kehadiran internet ini tentunya tak lepas dari hal negatif. Antara masih banyaknya situs yang berbau negatif, yang mendukung konten Sara, Pornografi, Explisit, Phising dan Exploit. Tentunya hal ini juga cukup mengkhawatirkan terutama bila website yang merugikan semacam itu bila di akses oleh kalangan yang belum matang jiwanya seperti siswa pelajar yang belum cukup dewasa. Internet memang sangat dibutuhkan untuk memajukan pendidikan para pelajar, namun kita harus selalu aktif mengawasi penggunaan internet untuk para pelajar dibawah umur tersebut. Sebenarnya kita bisa mengurangi dampak negatif internet dengan cara membatasi atau memblokir beberapa situs yang mengandug hal-hal yang tidak bermanfaat, sehingga internet lebih aman untuk semua kalangan terutama untuk menciptakan internet yang aman untuk para pelajar, sekaligus menghindarkan komputer kita dari website yang berisi virus dan spyware. B. GAGASAN POKOK Dampak Negatif yang dapat dirasakan masyarakat sebagai bagian dari kemajuan dunia serta perkembangan Teknologi yang senatiasa berkembang. Beberapa danpak negatif tersebut adalah :  Mudahnya kontenpornografi beredar ke tengah masyarakat.  Semakin pesatnya peredaran Video, gambar dan artikel yang berbau sara.  Adanya perdagangan manusia ( Human Trafficing ).
  • 85.
     Munculnya cybercrime yang meresahkan masyarakat.  Penipuan melaui media jejaring sosial yang semakin pesat.  Media internet adalah media yang paling mudah digunakan untuk menghancuran budaya hidup bangsa.  Berkembangnya budaya budaya yang salah dan disebar luaskan melalui internet.  Kurangnya pembatasan kebebasan dalam dunia internet.  Informasi yang merugikan dapat dengan mudah mempengaruhi masyarakat.  Banyak anak-anak yang terjebak dalam dunia jejaring sosial, dan menggangap dunia maya lebih penting dari dunia nyata.  Rusaknya filtrasi budaya bangsa yang baik, karena banyak budaya yang begitu mudahnya memepengaruhi budaya hidup bangsa.  Kurangnya kesadaran masyarakat akan penggunaan media internet.  Hilangnya budaya daerah dan adat yang beraneka ragam dikalangan remaja dan pemuda. Adapun beberapa hal yang menyebabkan Dunia Internet banyak membawa dampak negatif bagi masyarakat umum, antara lain :  Tidak adanya kesadaran dari masyarakat akan bahayanya Informasi dan konten yang beredar di dunia Internet.  Kurangnya Lembaga yang melakukan Pengendalian Informasi dan Konten dalam Dunia Internet.  Lemahnya penegakan Hukum tindak pidana dalam dunia Cyber.  Minimnya sosialisasi penggunaan dan pemanfaatan Internet dalam kalangan masyarakat.  Cara pengedalian Informasi Dunia Internet masih terlalu minim jika dibandingkan  dengan banyaknya pengguna Internet yang semakin bertambah pesat Beberapa contoh-contoh dan upaya dari Pemerintah dan MenKomInfo dalam usaha membatasi kebebasan beraktivitas didalam dunia internet, diantaranya adalah :
  • 86.
    1. UU ITE(Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektonik ) yang disahkan pemerintah sekitar bulan Maret 2008 yang salah satu pasalnya berisi mengenai larangan mendistrubusikan dan atau Mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. 2. Adanya software yang didesign khusus dan berfungsi untuk memblokade User saat mengakses situ apapun website yang dianggap melanggar undang-undang pemerintah, khususnya hal pornografi. 3. Upaya Pemerintah menutup situs situs yang membahayakan dan melakukan kontrol terhadap semua situs yang sering digunakan masyarakat umum sebagai upaya menekan kebebasan Berinternet yang melanggar UU IT C.KESIMPULAN a) Intensitas penggunaan media internet melalui indikator keaktifan berdasarkan frekuensi dan lama waktu mengakses berpengaruh terhadap karakter berkenaan dangan konsep diri berupa penilaian tentang diri (selft esteem) dan pengendalian diri (self control) agar tidak kecanduan internet yang dapat menggangu kepribadian dan berdampak pada berkurangnya interaksi antar manusia di kehidupan nyata. b) Terpaan media internet dengan motif kesenagan berupa aktivitas mencari informasi terkait hobi, minat dan hiburan, serta mengunjungi situs pertemanan Facebook, Twitter, Yahoo Messenger berpengaruh terhadap karakter berkenaan dengan kemampuan self knowledge, self control dan will untuk mau berbuat baik dalam upaya memperkuat nilai dan norma yang membentuk karakter sebagai warga negara yang baik dan cerdas (good and smart) c) Terpaan media internet dengan motif edukatif berupa aktivitas mencari sumber atau bahan terkait tugas pelajaran sekolah dan mencari informasi tentang perguruan tingg yang berpengaruh terhadap karakter berkenaan self control siswa yankni pengendalian diri agar selalu berbuat baik dengan cara pembiasaan (habit), pembudayaan dan diaplikasikannya teknologi informasi khususnya media internet yang berlandaskan sense of humanity sehingga menghasilkan kegiatan yang produktif. d) Intensitas penggunaan dengan motif kesenangan dan motif edukatif yang terarah akan menghasilkan aktivitas produktif dan kreatif berupa web atau page design rekayasa software, games , science animasi film dan berpengaruh terhadap karakter siswa serta penggunaan dengan motif eduktif yang tinggi akan memberikan landasan kognisi baru bagi terbentuknya sikap, watak serta konsep nilai moral dalam diri sehingga menyadari hakekat teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam memecahkan masalah kehidupannya. Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi 7.
  • 87.
    May 6 Atletik Dasar Mater AtletikDasar IKIP PGRI KALTIM Sejarah atletik Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yg secara garis besar dapat dikelompokan menjadi lari, lempar dan lompat. Kata ini berasal dari bahasa yunani “athlon” yg berarti “ kontes”. Atletik merupakan cabang olahraga yg di perlombakan pada olimpiade pertama pada 776 sm. Induk organisasi untuk olahraga atletik di Indonesia adalah PASI ( persatuan atletik seluruh Indonesia). Adalah perlombaan lari atau stade.ada beberapa games yg digelar selama era klasik eropa : panhellenik games the pythian game ( dimulai sm) digelar di argolid setiap 2 tahun sekali. The isthmian game 523 sm digelar d isthmus dari Corinth setiah dua tahun the roman games berasal dari bahasa yunani murni,roman game memakai perlombaan lari dan melempar. Bukannya berlomba kereta kuda dan bergulat seperti di yunani,olahraga Etruscan memakai peraturan pertempuran gladiatorial, yang juga sama sama tahun 527 sm digelar di delpi tiap empat tahun. The nemen games ( 51 memakai panggung) masyarakat lain menggemari kontes atletik, seperti bangsa kelt,teutonik dan goth yg juga di gemari orang roma. Tetapi, olahraga ini sering dihubungkan dengan pelatihan tempur . dimasa abad pertengahan anak seorang bangsawan akan dilatih dalam berlari, bertarung dan bergulat dan tambahan berkuda, memanah dan pelatihan senjata. Kontes antar rival dan sahabat sangat umum di arena resmi maupun tidak resmi.
  • 88.
    Di abad 19organisasi formal dari event modern dimulai. Ini termasuk dengan olahraga regular dan latihan direzim sekolahan. Royal military college di sandhurt menglaim menggunakan pertama kali di tahun 1812 dan 1825 tetapi tanpa bukti nyata. Pertempuran yang paling tua diadakan di shewsbury shropshire di 1840 oleh royal shrewsbury school hunt. Ada detail dari seri pertemuan tersebut yg ditulis 60 tahun kemudian oleh c.t robinson dimana dia seorang murid disana pada tahun 1838 sampai 1841. Royal military academy dimana woolwich menyelenggarakan sebuah kompetisi yg diorganisir pada tahun 1849, tetapi seri regular pertama dari pertemuan di gelar di Exeter college , oxoford dari 1850. Atletik modern biasanya di organisir sekitar lari 400 m di trek di hamper semua event yg ada . acara lapangan ( melompat, dan melempar ) biasanya memakai tempat didalam trek. Atletik termasuk didalam olmpiade modern ditahun 1896 dan membentuk dasar dasarnya kemudian wanita pertama dibolehkan berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event olimpiade tahun 1928 . sebuah badan pengelola internasional dibentuk tahun 1912. IAAF menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor di tahun 1983. Beberapa pertandingan regional ada sirkuit liga emas professional, di akumulas dalam IAAF world athletics final dan kejuaraan dalam ruangan seperti world indoor championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi selama kejuaraan besar, khususnya olimpiade, tetap yg lain kurang popular. AAU ( Amateur athletic union ) adalah badan pengelola di amerika serikat sampai runtuh di bawah tekanan frofesionalisme pada akhir tahun 1970 . sebuah badan baru bernama the athletic congress (tac) di bentuk , dan akhirnya di namai USA Track and Field ( USATF atau USA T&F) .sebuah tambahan, organisasi dengan bentuk structural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa modern, atlit sekarang bisa menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “ amatirisme” yang ada sebelumnya.
  • 89.
    Pada setiap penyelenggaraanolimpiade nomor atletik merupakan nomor perlombaan yang utama. Penggemar atletik dan olahraga pada umumnya makin meluas, tidak terbatas pada pria saja tetapi wanita pun turut serta ambil bagian. Moto olimpiade adalah : citius-Altius-Fortius yang berarti : lebih cepat-lebih tinggi- lebih kuat. Atletik di Indonesia Organisasi atletik pertama di Indonesia pada jaman penjajahan Belanda adalah : Nederlands Indische Athletiek Unie (NIAU) yang dalam bahasa Indonesia berarti Perserikatan Atletik Hindia Belanda. Organisasi ini di dirikan pada 21 Juli 1917. Organisasi ini berkembang hanya di kota kota besar seperti : Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogjakarta, Semarang, Solo dan Medan. Pada masa pendudukan jepang olahraga pada umumnya mengalami perkembangan yaitu antara tahun 1942 – 1945. Semua pelajar, mahasiswa dan pegawai diharuskan mengikuti senam yang disiarkan melalui radio radio yang dikenal dengan istilah “ RADIO TAISO” selama penjajahan Jepang muncul organisasi Atletik seperti : Ikatan Atletik Jakarta / IKADA, Gabungan Atletik Bandung / GABA, Ikatan Atletik Solo / IKASO, Ikatan Perkumpulan Atletik Surabaya / IPAS. Sejak Ri merdeka perkembangan semakin olahraga di tanah air berkembang semakin maju. Di kota Solo Januari 1946 diselenggarakan Kongres ang menginginkan menghidupkan kembali olahraga di tanah air. Maka di dirikan organisasi PORI. Langkah pertama PORI adalah menyelenggarakan PON I di kota Solo pada tanggal 12 september 1950 berdiri organisasi atletik (PASI). ATLETIK Ada 46 nomor lomba resmi dalam cabang olahraga atletik baik putra maupun putrid 1. Nomor Lintasan
  • 90.
    a. Lari 100m pa/pi b. Lari 200 m pa/pi c. Lari 400 m pa/pi d. Lari 800 m pa/pi e. Lari 1500 m pa/pi f. Lari 5000 m pa/pi g. Lari 10.000 m pa/pi 2. Nomor Lari Gawang a. Lari 100 m gawang pi b. Lari 110 m gawang pa c. Lari 400 m gawang pa/pi d. Lari 3000 m Steplechase pa/pi 3. Nomor Lari Estafet a. Lari estafet 4 x 100 m pa/pi b. Lari estafet 4 x 400 m pa/pi 4. Nomor Jalan Raya a. 20 km jalan cepat pa/pi b. Marathon 42,195 km pa/pi 5. Nomor Lapangan a. Tolak peluru pa/pi b. Lempar cakram pa/pi c. Lempar lembing pa/pi d. Lompat jauh pa/pi e. Lompat jangkit pa/pi f. Lompat tinggi pa/pi g. Lompat tinggi galah pa/pi h. Lontar martil pa/pi 6. Nomor Gabungan
  • 91.
    a. Sapta lombapi ( 7 nomor lomba ) Hari 1 : 100 m gawang, lompat tinggi, tolak peluru, 200 m Hari 2 : lompat jauh, lempar lembing, 800 m b. Dasalomba pa ( 10 nomor lomba ) Hari 1 : 100m, lompat jauh, tolak peluru, lompat tinggi, 400m Hari 2 : 110 m gawang, lempar cakram, lompat tinggi galah, lempar lembing, 1500m 1. Tehnik Start Jongkok Start jongkok ada tiga : a. Start pendek ( bunc start ) b. Start menengah ( medium start ) c. Start panjang ( long start ) Aba- aba start jongkok ada tiga : a. “Bersedia “ ( mengambil posisi di belakang garis start ) b. “siap” ( pantat diangkat keatas lebih tinggi dari kepala ) c. “ya” atau dengan bunyi peluit atau pistol, pelari meninggalkan tempat start dan berlari menuju garis finish. 2. Tehnik berlari / Style / Tehnik ABC : a. Akselerasi = kecepatan b. Balancing = kesimbangan c. Coordinasi = kerjasama seluruh anggota tubuh. 3. Tehnik memasuki garis finish ada tiga : a. Menundukan kepala b. Membusungkan dada c. Lari tanpa mengurangi kecepatan Babak dan seri
  • 92.
    Babak penyisihan harusdilakukan dalam event lintasan, jika jumlah atlet terlalu banyak untuk dilakukan dalam satu babak final, apabia babak penyisihan ini dilakukan , semua atlet harus berlomba dalam babak ini untuk dapat lolos kebabak berikutnya. Seri perempat final dan seri semi final harus disusun oleh TD , jika tidak ada penunjukan TD tersusun ini dilakukan oleh panitia penyelenggara, jika tidak ada kondis luar biasa, maka table berikut harus digunakan untuk menentukan jumlah babak, jumlah seri dalam setiap babak dan prosedur kualifikasinya untuk setiap babak dari event lintasan. 100m, 200m, 400m, 100m gawang, 110m gawang dan 400m gawang. Terdaftar Babak I Babak II Babak III Seri Posisi waktu Seri Posisi Waktu Seri Posisi 9 -16 2 3 2 17 – 24 3 2 2 25 – 32 4 3 4 2 3 2 1 3 33 – 40 5 4 4 3 2 2 1 3 41 – 48 6 4 8 4 4 2 1 3 49 – 56 7 4 4 4 4 2 1 3 4. Setelah babak pertama, para atlet ditempatkan didalam seri babak berikutnya sesuai dengan prosedur berikut ini : untuk event 100 m sampai 400 m, dan estafet sampai dengan 4 x 400 m, penentuan peringkat ( sedding) harus berdasarkan atas kedudukan dan waktu yang dicapai dalam babak sebelumnya. Atlet ditentukan peringkatnya sebagai berikut : + yang tercepat dari posisi pertama dari seri + yang kedua tercepat dari posisi pertama tiap seri + yang ketiga tercepat dari posisi pertama tiap seri + yang tercepat dari posisis kedua tiap seri
  • 93.
    + yang keduatercepat dari posisi kedua tiap seri + yang ketiga tercepat dari posisi kedua tiap seri Di tutup dengan + atlet tercepat dari kualifikasi waktu + atlet kedua tercepat dari kualifikasi waktu + atlet ketiga tercepat dari kualifikasi waktu Kemudian atlet ditempatkan didalam seri dalam distribusi peringkat secara zigzag misalnya 3 seri akan berisikan peringkat sebagai berikut : Seri a : 1 6 7 12 13 18 19 24 Seri b : 2 5 8 11 14 17 20 23 Seri c : 3 4 9 10 15 16 21 22 Untuk event 100 m sampai 800 m dan estafet sampai dengan 4 x 400 m , jika ada beberapa babak yang berurutan dari suatu lomba, maka lintasan harus diundi sebagai berikut :  Dalam babak pertama lintasan harus di undi  Untuk babak berikutnya, atlet ditentukan peringkatnya setelah tiap babak sesuai dengan prosedur.  Dua undian harus dibuat  Satu untuk empat atlet atau tim dengan peringkat terbaik untuk menempati lintasan 3, 4, 5, dan 6.  Satu lagi untuk empat atlet atau tim dengan peringkat lebih rendah untuk menempati lintasan 1, 2, 7, dan 8. Lomba Lari Gawang
  • 94.
    Berikut ini adalahjarak standar event lari gawang _ putra , junior putra, remaja putra 110-400 m _ putri, junior putri, remaja putrid 100-400 m Terdapat 10 buah gawang pada tiap lintasan lari, yang dipasang sesuai dengan table berikut : Putra, junior putra, remaja putra Jarak lomba Start Gawang ke 1 Jarak antara gawang Gawang akhir ke finish 110 m 13, 72 m 9,14 m 14,02 m 400 m 45.00 m 35.00 m 40.00 m Putri, Junior Putri, Remaja Putri Jarak Lomba Start Ke Gawang 1 Jarak Antara Gawang Gawang Akhir Ke Finish 100 m 13.00 m 8.50 m 10.50 m 400 m 45.00 m 35.00 m 40.00 m Ukuran Tinggi Gawang Event Putra Junior Putra Remaja Putra Putri/ Junior Remaja Putri 100 m - - - - - 110 m 1, 067 m 0, 990 m 0, 914 m - - 400 m 0, 914 m 0, 914 m 0, 840 m 0,762 m 0,762 m  Lebar gawang antara 1, 18 m sd 1, 20 m  Panjang maksimum alas haruslah 70 cm  Berat gawang tidak boleh kurang dari 10 kg  Di perbolehkan ada toleransi 3 mm, di atas atau di bawang ketinggian standart, karena variasi dalam pembuatan.  Tinggi palang atas 7 cm. tebal palang ini antara 1 cm sampai 2,5 cm, dan sisi bagian atas harus dbulatkan.  Palang harus di cat warna hitam dan puth. Atlet harus di diskualifikasi Jika :
  • 95.
    a. Tidak melompatisetiap gawang b. Menarik kaki atau tungkai di bawang bidang horizontal tepi atas gawang pada saat melompatinya. c. Melompati gawang yang bukan pada lintasannya, atau d. Menurut pendapat wasit, menjatuhkan gawang dengan sengaja. Event Lapangan 1. Atlet harus berlomba sesuai dengan urutan undian. Jika tidak ada babak kualifikasi , maka untuk final harus di selenggarakan undian baru. 2. Dalam semua event lapangan, kecuali loncat tinggi dan loncat tnggi galah, bila terdapat lebih dari delapan atlet, setiap atlet di beri kesempatan 3 kali, dan delapan atlet dengan prestasi sah terbaik di beri 3 kali kesempatan lagi. Jika terjadi hasil sama untuk kedudukan terakhir yang mash melanjutkan lomba, penyelesaian seperti dalam pasal 180 ayat 20 berikut : Pasal 20 : Kecuali untuk loncat tinggi dan loncat tinggi galah, prestasi terbaik kedua dari atlet yang mempunyai hasil sama menjadi dasar untuk menyelesaikan hasil sama. Jika diperlukan hasil ketiga dan seterusnya. Jika terdapat delapan atlet atau kurang setiap atlet diberi kesempatan enam kali. Peralatan Resmi Peluru 4 kg 5 kg 6 kg 7, 26 kg Cakram 1 kg 1, 5 kg 1, 75 kg 2 kg Lembing 600 gr 700 gr 800 gr 800 gr Martil 4 kg 5 kg 6 kg 7, 26 kg Sektor Lempar cakram Diameter 2. 50 m, sudut lemparan 34, 92 34, 92 m Sektor Tolak Peluru Diameter 2.13, 5 m, sudut lapangan 34.92
  • 96.
    Babak Kualifikasi 3. Babakkualifikasi, harus diselenggarakan dalam event lapangan jika peserta terlalu banyak untuk di lombakan dalam satu babak ( final ), jika diadakan babak kualifikasi semua atlet harus berlomba dalam babak tersebut agar lolos kr final. Prestasi yang dicapai dalam babak kualifikasi tidak diperhitungkam sebagai bagian perlombaan sebenarnya. 4. Atlet harus dibagi dua kelompok atau lebih. 5. Kondisi untuk kualifikasi, standar kualifikasi, dan jumlah atlet di babak final di tentukan oleh delegasi tehnik / DT dan jumlah peserta minimal 12 orang atlet untuk final. 6. Jika atlet mencapai standar kualifikasi yang telah ditetapkan kurang, dari jumlah yang ditetapkan, bahkan tdak ada, maka yang berhak masuk final adalah atlet yang mempunyai prestasi terbaik berdasarkan ranking. 7. Prestasi atlet yang dicantumkan adalah prestasi terbaik dari seluruh kesempatannya, termasuk yang dicapai dalam memecahkan hasil sama untuk kedudukan pertama. Diposkan 6th May 2012 oleh Jun_Materi Memuat Kirim masukan