Pusat Pengembangan SDM Pengawasan Obat dan Makanan
Engage, Educate, and Empower
1
Coaching dan Mentoring
Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
Nomor HK.04.01.1.22.02.19.573 Tahun 2019
2
STRATEGI PENGEMBANGAN SDM
3
OUTLINE
PEDOMAN COACHING
ATAR BELAKANG
L
T
S
I
P
UJUAN
KEMA
NFRASTRUKTUR
ROSEDUR
UU No. 5 Tahun 2014: ASN memiliki
hak dan kesempatan untuk
mengembangkan kompetensi.
PP No. 11 Tahun 2017: pengembangan
kompetensi dilaksanakan melalui
Pendidikan dan/atau Pelatihan.
Perlan No. 10 Tahun 2018: salah satu
bentuk Pelatihan adalah Coaching dan
Mentoring.
4
Riset Health and Social Care Board
(2014): Coaching dan Mentoring memiliki
keuntungan yang lebih tinggi daripada
Pelatihan di dalam kelas.
Latar Belakang
Coaching & Mentoring
Memberikan
gambaran yang
memadai terkait
infrastruktur dan
prosedur
penyelenggaraan
Coaching dan
Mentoring
Menyediakan
metode Coaching
dan Mentoring yang
komprehensif
sesuai dengan
kebutuhan aktual
Peserta dan
organisasi
Memastikan
program Coaching
dan Mentoring
dilaksanakan secara
adil, objektif, dan
bertanggung jawab
Memastikan
program Coaching
dan Mentoring
diselenggarakan
secara terstruktur
dan terstandar
Memastikan
program Coaching
dan Mentoring telah
melibatkan
berbagai pihak
secara efektif
Tujuan
Pedoman Pelaksanaan Coaching dan Mentoring
Skema
Coaching & Mentoring
Pengelola Coaching dan Mentoring: Kepala BPOM, Sekretaris Utama, Kepala
PPSDM POM, dan Pimpinan Unit Kerja
Jalur Peserta: sukarela, karier, dan pemenuhan gap kompetensi
Coach: PNS atau tenaga profesional untuk mendampingi Peserta dalam
memecahkan permasalahan kompetensi dan mengoptimalkan potensi diri
Mentor: atasan langsung/pejabat lain setingkat atasan langsung/atasan dari atasan
langsung Peserta untuk transfer pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan
sesuai jabatan Peserta saat ini dan jabatan setingkat lebih tinggi
Anggaran: DIPA masing-masing Unit Kerja
Infra-
struktur
Kompetensi Teknis
Kompetensi Manajerial
Kompetensi Sosial Kultural
}
Permenpanrb No. 38 Tahun 2017 tentang Standar
Kompetensi Jabatan ASN, Perkabpom No. 15
Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi JF PFM
Keterampilan, dan Perkabpom No. 18 Tahun 2017
tentang Standar Kompetensi JF PFM Keahlian
Instrumen
Target
Prose-
dur
Pra-Pelaksanaan
Pelaksanaan
Monitoring
dan Evaluasi
Persiapan Peserta: pendaftaran dan pengenalan Coaching & Mentoring
Penetapan Coach dan Mentor: dilakukan oleh Pengelola Coaching &
Mentoring
Pembekalan Coach dan Mentor: Bimtek/Pelatihan oleh PPSDM POM
Periode Pelaksanaan: 2 periode setahun (selama 6 bulan setiap
periodenya)
Kegiatan Coaching dan Mentoring: face to face (minimal 3x) dan
media komunikasi (SMS, WA, dll.)
Metode Coaching : SCORE Model, GROW Model
Metode Mentoring: diskusi, job shadowing, penugasan khusus
Monitoring: Jurnal Coaching dan Jurnal Mentoring (Form 1a & 1b)
Evaluasi Level I: Evaluasi Sarana Prasarana (Form 1c & 1d)
Evaluasi Level 2: Evaluasi Peserta (Form 1e & 1f)
Evaluasi Level 3: Evaluasi Perubahan Perilaku Peserta (Form 1g)
GROW Model
of Coaching
G
R
O
W
Goal
Reality
Options
Will
Penetapan tujuan pengembangan karier berdasarkan Rencana
Pengembangan Kompetensi PNS.
Menemukan permasalahan kompetensi pegawai berdasarkan
Hasil Penilaian Kompetensi dan AKPK, yang dapat menghambat
Goal.
Menentukan langkah-langkah yang akan diambil berdasarkan
tujuan pengembangan karier dan kompetensi-kompetensi yang
belum dimiliki.
Coach memotivasi pegawai agar mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
SCORE
Model of
Coaching
Menemukan permasalahan kompetensi
pegawai berdasarkan Hasil Penilaian
Kompetensi dan AKPK.
Mencari akar penyebab masalah
kompetensi pegawai, misalnya
masalah kurangnya pengembangan
kompetensi dari atasan, dsb.
Menyadari dampak permasalahan
kompetensi terhadap Hasil Penilaian
Kinerja Pegawai.
Menentukan langkah-langkah yang
akan diambil berdasarkan penyebab
masalah. Pegawai dimotivasi oleh
Coach agar berhasil menjalaninya.
Pegawai dapat meningkatkan
kompetensinya dan menggunakan
metode sebelumnya untuk
permasalahan lain.
Bantu coachee
untuk memperjelas
apa tujuan yang
diinginkan? Atau
apa yang ingin
dicapai?
G
Goal
What do you
Want to
achieve?
Biarkan coachee
menceritakan apa
yang terjadi
sekarang, apa
dampaknya, dan
apa yang sudah
coba dilakukan
sejauh ini?
R
Reality
What are
you now?
Bantu coachee
mendeskripsikan
outcome yang
ideal, eksplorasi
berbagai cara
untuk
mencapainya
O
Option
Obstacles
What are you
options?
What is in your way?
Bantu coachee
menentukan jalan
ke depan dan
berkomitmen
menjalankannya
W
Will Way
Forward
What are the next
Steps moving
forward?
Contoh Coaching pendekatan GROW
PENGETAHUAN
• Sejarah Coaching
• Mind Filter
• Coaching Leadership
• Self Leadership
• 5 Level Leadership
KETRAMPILAN
• Bale Caching Step
• Rapport Building
• Bridging
Communication
• Metode Pertanyaan
PEMANFAATAN
• Peer Group Coaching
• Problem Solving
• Breaktrough Thinking
• Coaching For Millenials
• Inner Coahing Games
• Well Formed Outcome
KATEGORISASI VIDEO PEMBELAJARAN - COACHING
Modern
Portfolio
Presentation
TAHAPAN COACHING
Membuka diskusi dengan hangat dan menjelaskan tujuan dari sesi diskusi serta tujuan yang
diinginkan coachee
Contoh: “Bagaimana kesehatan anda akhir-akhir ini?”, “Apa yang anda harapkan dari Target
kerja anda?”
01
02
03
GOAL
Reality
Menjelaskan aktual pencapaian SKP, memberikan data fakta pencapaian Target
Contoh: “bagaimana pendapat anda tentang hasil Pencapaian target ?
“Bisakah ceritakan awal terjadinya ketidakkompakan tim anda?
Option
Menggali penyebab atau akar masalah sehingga target tidak tercapai, mendiskusikan rencana
penanggulangan
Contoh :”menurut Anda, apa yang menjadi penyebab target tidak tercapai ya?”
“ ada ide mengenai langkah perbaikan yang harus kita lakukan”
CONTOH
04
Will Way Forward
Menyepakati aktivitas perbaikan yang harus dilakukan baik target SKP yang harus dikejar
ataupun perilaku/kompetensi yang harus diperbaiki oleh tim kerja
Menyepakati rencana perbaikan yang akan dilakukan termasuk kesepakatan tanggal untuk
memonitor dan mem-follow up pencapaian
CONTOH
JUDUL KATALOG VIDEO PEMBELAJARAN
Pengetahuan Ketrampilan Coaching Pemanfaatan Coaching
SDM BPOM UNGGUL
TANGGUNG JAWAB BERSAMA
TERIMA KASIH
Terima Kasih

[PRINT] PPT Coaching Mentoring PPSDM.pptx

  • 1.
    Pusat Pengembangan SDMPengawasan Obat dan Makanan Engage, Educate, and Empower 1 Coaching dan Mentoring Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.04.01.1.22.02.19.573 Tahun 2019
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    UU No. 5Tahun 2014: ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi. PP No. 11 Tahun 2017: pengembangan kompetensi dilaksanakan melalui Pendidikan dan/atau Pelatihan. Perlan No. 10 Tahun 2018: salah satu bentuk Pelatihan adalah Coaching dan Mentoring. 4 Riset Health and Social Care Board (2014): Coaching dan Mentoring memiliki keuntungan yang lebih tinggi daripada Pelatihan di dalam kelas. Latar Belakang Coaching & Mentoring
  • 6.
    Memberikan gambaran yang memadai terkait infrastrukturdan prosedur penyelenggaraan Coaching dan Mentoring Menyediakan metode Coaching dan Mentoring yang komprehensif sesuai dengan kebutuhan aktual Peserta dan organisasi Memastikan program Coaching dan Mentoring dilaksanakan secara adil, objektif, dan bertanggung jawab Memastikan program Coaching dan Mentoring diselenggarakan secara terstruktur dan terstandar Memastikan program Coaching dan Mentoring telah melibatkan berbagai pihak secara efektif Tujuan Pedoman Pelaksanaan Coaching dan Mentoring
  • 7.
  • 8.
    Pengelola Coaching danMentoring: Kepala BPOM, Sekretaris Utama, Kepala PPSDM POM, dan Pimpinan Unit Kerja Jalur Peserta: sukarela, karier, dan pemenuhan gap kompetensi Coach: PNS atau tenaga profesional untuk mendampingi Peserta dalam memecahkan permasalahan kompetensi dan mengoptimalkan potensi diri Mentor: atasan langsung/pejabat lain setingkat atasan langsung/atasan dari atasan langsung Peserta untuk transfer pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan sesuai jabatan Peserta saat ini dan jabatan setingkat lebih tinggi Anggaran: DIPA masing-masing Unit Kerja Infra- struktur Kompetensi Teknis Kompetensi Manajerial Kompetensi Sosial Kultural } Permenpanrb No. 38 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Jabatan ASN, Perkabpom No. 15 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi JF PFM Keterampilan, dan Perkabpom No. 18 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi JF PFM Keahlian Instrumen Target
  • 9.
    Prose- dur Pra-Pelaksanaan Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Persiapan Peserta:pendaftaran dan pengenalan Coaching & Mentoring Penetapan Coach dan Mentor: dilakukan oleh Pengelola Coaching & Mentoring Pembekalan Coach dan Mentor: Bimtek/Pelatihan oleh PPSDM POM Periode Pelaksanaan: 2 periode setahun (selama 6 bulan setiap periodenya) Kegiatan Coaching dan Mentoring: face to face (minimal 3x) dan media komunikasi (SMS, WA, dll.) Metode Coaching : SCORE Model, GROW Model Metode Mentoring: diskusi, job shadowing, penugasan khusus Monitoring: Jurnal Coaching dan Jurnal Mentoring (Form 1a & 1b) Evaluasi Level I: Evaluasi Sarana Prasarana (Form 1c & 1d) Evaluasi Level 2: Evaluasi Peserta (Form 1e & 1f) Evaluasi Level 3: Evaluasi Perubahan Perilaku Peserta (Form 1g)
  • 10.
    GROW Model of Coaching G R O W Goal Reality Options Will Penetapantujuan pengembangan karier berdasarkan Rencana Pengembangan Kompetensi PNS. Menemukan permasalahan kompetensi pegawai berdasarkan Hasil Penilaian Kompetensi dan AKPK, yang dapat menghambat Goal. Menentukan langkah-langkah yang akan diambil berdasarkan tujuan pengembangan karier dan kompetensi-kompetensi yang belum dimiliki. Coach memotivasi pegawai agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • 11.
    SCORE Model of Coaching Menemukan permasalahankompetensi pegawai berdasarkan Hasil Penilaian Kompetensi dan AKPK. Mencari akar penyebab masalah kompetensi pegawai, misalnya masalah kurangnya pengembangan kompetensi dari atasan, dsb. Menyadari dampak permasalahan kompetensi terhadap Hasil Penilaian Kinerja Pegawai. Menentukan langkah-langkah yang akan diambil berdasarkan penyebab masalah. Pegawai dimotivasi oleh Coach agar berhasil menjalaninya. Pegawai dapat meningkatkan kompetensinya dan menggunakan metode sebelumnya untuk permasalahan lain.
  • 12.
    Bantu coachee untuk memperjelas apatujuan yang diinginkan? Atau apa yang ingin dicapai? G Goal What do you Want to achieve? Biarkan coachee menceritakan apa yang terjadi sekarang, apa dampaknya, dan apa yang sudah coba dilakukan sejauh ini? R Reality What are you now? Bantu coachee mendeskripsikan outcome yang ideal, eksplorasi berbagai cara untuk mencapainya O Option Obstacles What are you options? What is in your way? Bantu coachee menentukan jalan ke depan dan berkomitmen menjalankannya W Will Way Forward What are the next Steps moving forward? Contoh Coaching pendekatan GROW
  • 14.
    PENGETAHUAN • Sejarah Coaching •Mind Filter • Coaching Leadership • Self Leadership • 5 Level Leadership KETRAMPILAN • Bale Caching Step • Rapport Building • Bridging Communication • Metode Pertanyaan PEMANFAATAN • Peer Group Coaching • Problem Solving • Breaktrough Thinking • Coaching For Millenials • Inner Coahing Games • Well Formed Outcome KATEGORISASI VIDEO PEMBELAJARAN - COACHING
  • 15.
    Modern Portfolio Presentation TAHAPAN COACHING Membuka diskusidengan hangat dan menjelaskan tujuan dari sesi diskusi serta tujuan yang diinginkan coachee Contoh: “Bagaimana kesehatan anda akhir-akhir ini?”, “Apa yang anda harapkan dari Target kerja anda?” 01 02 03 GOAL Reality Menjelaskan aktual pencapaian SKP, memberikan data fakta pencapaian Target Contoh: “bagaimana pendapat anda tentang hasil Pencapaian target ? “Bisakah ceritakan awal terjadinya ketidakkompakan tim anda? Option Menggali penyebab atau akar masalah sehingga target tidak tercapai, mendiskusikan rencana penanggulangan Contoh :”menurut Anda, apa yang menjadi penyebab target tidak tercapai ya?” “ ada ide mengenai langkah perbaikan yang harus kita lakukan” CONTOH 04 Will Way Forward Menyepakati aktivitas perbaikan yang harus dilakukan baik target SKP yang harus dikejar ataupun perilaku/kompetensi yang harus diperbaiki oleh tim kerja Menyepakati rencana perbaikan yang akan dilakukan termasuk kesepakatan tanggal untuk memonitor dan mem-follow up pencapaian
  • 16.
  • 17.
    JUDUL KATALOG VIDEOPEMBELAJARAN Pengetahuan Ketrampilan Coaching Pemanfaatan Coaching
  • 18.
    SDM BPOM UNGGUL TANGGUNGJAWAB BERSAMA TERIMA KASIH
  • 19.

Editor's Notes

  • #6 Nutrition-specific interventions, policies and programs throughout food systems - from production to consumption - cannot be achieved if food safety is compromised. Equally, overall food production is not sufficient if the food is not safe to eat.
  • #8 This projected population growth both heightens the need for the Sustainable Development Goals while simultaneously making them more difficult to achieve.
  • #13 Berikut ini adalah salah satu metode yang paling populer dalam teknis pelaksanaan Coaching, yaitu Metode GROW : Goal – Reality – Options – dan Way Forward GOAL : sesi coaching harus selalu diawali dengan kejelasan tujuan coaching. Apa yang mau dicapai dalam sesi coaching tersebut. Jadi coaching bukanlah sekedar “ngobrol” di waktu istirahat, atau di sela2 makan siang. Sesi coaching adalah sesi yang disiapkan secara khusus untuk mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi. Misalnya : selesai sesi ini saya ingin bisa memutuskan apakah saya memilih tetap di unit kerja saat ini atau menerima tawaran promosi ke unit lain. Selesai sesi ini saya ingin menemukan cara agar saya tidak terlambat lagi datang ke kantor. Selesai sesi ini saya ingin menemukan cara agar saya bisa meningkatkan penjualan saya. Selesai sesi ini saya ingin menemukan cara agar saya bisa mengendalikan emosi saya dengan lebih baik. Tujuan coaching harus dinyatakan secara eksplisit. Coach & coachee harus sama-sama paham mengenai apa yang ingin dituju tersebut. REALITY : setelah menemukan tujuan coaching. Tahap selanjutnya adalah mengenali sudah berada di titik mana coachee saat ini? Seberapa jauh dari tujuan yang ingin dicapai? Tahap selanjutnya OPTIONS : setelah coachee memahami kondisinya saat ini. Selanjutnya adalah membantu coachee untuk menemukan cara bergerak dari kondisi saat ini menuju tujuan/goal yang ingin dicapai. Membantu coachee menyadari hal-hal apa saja yang bisa membantunya mencapai goals Terakhir adalah WAY FORWARD : Setelah coachee menemukan beberapa opsi untuk mencapai tujuannya, selanjutnya bantu coachee untuk menentukan opsi terbaik, bantu coachee untuk menentukan komitmennya terhadap pelaksanaan opsi tersebut.
  • #16 Berikut ini adalah contoh-contoh pertanyaan yang dapat diajukan dalam tahap GOAL : Apa yang ingin didapatkan dari pertemuan ini? Apa indikator sukses tidaknya pertemuan ini? Apa yang secara spesifik ingin kamu capai? Bagaimana kamu tahu bahwa kamu telah mencapainya? Apa yang dapat Anda lakukan jika mencapai tujuan Anda? Untuk tujuan apa anda ingin mencapai hal tersebut? Apa artinya bagi anda berhasil mencapai goal tersebut? Bagaimana anda mengukur keberhasilan goal anda? Apa dampak keberhasilan tersebut terhadap perusahaan? (revenue, cash flow, profit) Kenapa goal tersebut sangat penting bagi anda ? Kenapa anda ingin mencapai goal tersebut?
  • #17 Berikut ini adalah contoh-contoh pertanyaan yang dapat diajukan dalam tahap REALITY : Dimana posisi Anda sekarang dibandingkan dengan tujuan Anda? Pada skala 1 – 10, di mana 1 jauh dari sasaran dan 10 goal sudah dicapai. Di mana Anda sekarang? Situasi seperti apa yang terjadi di angka tersebut? Apa dampak dari kondisi saat ini? Apa dampak jangka panjangnya? Apa dampaknya bagi orang lain? Apa yang sudah anda lakukan untuk mengatasi situasi tersebut sampai saat ini? Bagaimana hasilnya? Apalagi hal penting yang mungkin belum anda ungkapkan?
  • #18 Berikut ini adalah contoh-contoh pertanyaan yang dapat diajukan dalam tahap OPTIONS : Apa saja yang opsi dapat dilakukan untuk mencapai tujuan Anda? Apa lagi opsinya? Apa yang disarankan teman, kolega, keluarga untuk dilakukan? Apa kelebihan & kekurangan dari masing-masing opsi tersebut? Perubahan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai goal Anda? Apa yang akan Anda ubah dari diri Anda sendiri? Siapa yang dapat membantu anda? Apa yang Anda miliki yang dapat membantu Anda mencapai tujuan Anda?
  • #19 Berikut ini adalah contoh-contoh pertanyaan yang dapat diajukan dalam tahap WAY FORWARD : Apa langkah pertama yang dapat anda lakukan segera? Apa yang akan Anda lakukan dalam 24 jam ke depan? Seberapa komit Anda untuk mencapai tujuan Anda? Mulai kapan anda akan melakukan hal tersebut? Bagaimana memantaunya? Apa penghalang yang mungkin menghambat anda? Apa yang dapat anda lakukan untuk menghadapi penghalang tersebut? Kapan kita bertemu lagi untuk melihat progress?