STRATEGI HARGA
Oleh :
Zeila Gardiani(132840)
Dosen pembimbing :
Dr.Nanik Sri Setyani, M.Si.
PERTIMBANGAN DALAM PENETAPAN
HARGA
Harga jual produk yang tidak tepat akan berakibat
tidak menarik para pembeli untuk membeli barang
tersebut.
Seringkali kita jumpai bahwa apabila harga barang
tertentu itu rendah maka banyak konsumen justru
tidak senang karena dengan harga yang murah
membuat semua orang akan dapat membelinya
dan dengan demikian berarti semua orang dapat
memakai barang tersebut.
Harga jual yang rendah akan memberikan kepuasan
bagi golongan orang yang sering disebut sebagai
golongan “Economic Man” atau manusia-manusia
yang senang pengiritan. Bagi orang-orang yang
memiliki sifat “Psychologic Man” yaitu manusia yang
bergengsi maka banyak yang tidak menyenangi
barang-barang yang berharga murah.
Dalam hal ini terdapat beberapa dasar penetapan
harga yaitu:
a. Biaya,
b. Konsumen,
c. Persaingan.
1. DASAR BIAYA
Umumnya pengusaha menggunakan dasar
penetapan harga jual produknya adalah atas dasar
biaya produksinya dan kemudian ditambah
dengan margin keuntungan yang diinginkannya.
Penentuan harga dengan dasar biaya ini ada dua
metode yang dapat dilakuakn, yaitu:
A. Cost Plus dan Mark Up Pricing
Penentuan harga dengan metode cost plus dapat
diformulasikan sebagai berikut:
B. Break Even Analisis dan Target Pricing
Suatu perusahaan jika penghasilan yang diperoleh
sama besarnya dengan biaya yang digunakan untuk
memperoleh penghasilan tersebut maka
perusahaan dikatakan dalam keadaan break even
atau pulang pokok atau impas.
Harga Jual = Biaya Pokok + Margin
Keuntungan
Harga Jual = Harga Beli + Mark-up
2. DASAR KONSUMEN
Penetapan harga merupakan penetapan harga atas
dasar selera atau permintaan konsumen.
Berlakunya hukum “Price Quality
Relationship” yang mengatakan bahwa produk
dengan harga yang tinggi pada umumnya memiliki
kualitas yang tinggi pula, begitu juga sebaliknya.
Dan metode “Persieved Value Pricing” yaitu
harga ditetapkan atas dasar persepsi konsumen
terhadap harga yang ditetapkan oleh pengusaha.
3. DASAR PERSAINGAN
Dalam hal ini menetapkan harga menurut kebutuhan
perusahaan lain yang sejenis dan merupakan pesaing-
pesaingnya.
Sebagai contoh yang terkenla dari penetapan harga ini adalah
apa yang dikenal sebagai “Politik Dumping” yaitu menjual
barang keluar negeri dengan harga yang jauh dibawah biaya
produksinya. Cara lain adalah dengan menerapkan potongan
harga atau discount, pembelian secara kredit atau angsuran atau
yang lebih terkenal dengan istilah “Leasing”.
Metode yang digunakan :
a. Going Rate Pricing
b. Sales-bid Pricing
4. PENGERTIAN NILAI/HARGA
Harga merupakan nilai, yang dinyatakan dalam
satuan mata uang atau alat tukar, terhadap sesuatu
barang tertentu. Akan tetapi faktor-faktor
psikologis dan faktor-faktor lain berpengaruh pula
terhadap harga. Dengan demikian dapatlah
diartikan pula bahwa: Harga adalah sejumlah
uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan
sejumlah barang beserta jasa-jasa tertentu atau
kombinasi dari keduanya.
JENIS-JENIS STRATERGI HARGA
Harga jual yang ditetapkan sebaiknya selalu
diubah mengikuti berbagai faktor.
Dalam hal perusahaan akan memasarkan produk
baru dapat dipergunakan salah satu stratergi harga
dibawah ini:
a. Penetapan harga setinggi-tingginya (market-
skimming pricing)
b. Penetapan harga serendah-rendahnya (Market
Penetration Pricing)
1. STRATERGI HARGA BAGI PRODUK BARU
Beberapa pilihan strategi harga dalam hubungannya
dengan kualitas produk yang dipasarkan dapat dilihat
pada gambar di bawah ini
HARGA
KUALITAS
TINGGI SEDANG RENDAH
TINGGI PREMIUM PENETRATI
ON
SUPER VALUE
SEDANG OVER
CHARGING
AVERAGE GOOD VALUE
RENDAH RAPE-OFF BORAX CHEAP VALUE
2. STRATEGI HARGA PRODUK MIX
Persoalan strategi harga product mix ini akan muncul
apabila produk yang akan ditentukan harganya itu
merupakan bagian dari keseluruhan produk yang akan
dipasarkan, sehingga dalam penentuan harga suatu
produk harus dipikirkan tentang pengaruhnya
terhadap peningkatan keuntungan pada total product
mix.
Dalam strategi ini dibedakan 4 situasi harga yaitu:
a. Harga garis produk (harga product line)
b. Harga produk optional
c. Harga produk captive
d. Harga produk sampingan
1. TUJUAN PENETAPAN HARGA
a. Mencapai target pengembalian investasi atau
tingkat penjualan neto suatu perusahaan.
b. Memaksimalkan provit.
c. Alat persaingan teutama untuk perusahaan
sejenis.
d. Menyeimbangkan harga itu sendiri.
e. Sebagai penentu market share, karena dengan
harga tertentu dapat diperkirakan kenaikan
atau penurunan penjualannya.
PENYESUAIAN HARGA JUAL
2. STRATEGI PENYESUAIAN HARGA
Perusahaan harus selalu memonitor keadaan pasar
dan dari hasil monitor inilah perusahaan tahu
adanya perubahan pasar dan adanya perbedaan
konsumen.
Strategi ini dapat dengan jalan:
a. Potongan Harga
b. Diskriminasi Harga
c. Harga Psikologis
(Price)p4 zeila g.

(Price)p4 zeila g.

  • 1.
    STRATEGI HARGA Oleh : ZeilaGardiani(132840) Dosen pembimbing : Dr.Nanik Sri Setyani, M.Si.
  • 2.
    PERTIMBANGAN DALAM PENETAPAN HARGA Hargajual produk yang tidak tepat akan berakibat tidak menarik para pembeli untuk membeli barang tersebut. Seringkali kita jumpai bahwa apabila harga barang tertentu itu rendah maka banyak konsumen justru tidak senang karena dengan harga yang murah membuat semua orang akan dapat membelinya dan dengan demikian berarti semua orang dapat memakai barang tersebut.
  • 3.
    Harga jual yangrendah akan memberikan kepuasan bagi golongan orang yang sering disebut sebagai golongan “Economic Man” atau manusia-manusia yang senang pengiritan. Bagi orang-orang yang memiliki sifat “Psychologic Man” yaitu manusia yang bergengsi maka banyak yang tidak menyenangi barang-barang yang berharga murah. Dalam hal ini terdapat beberapa dasar penetapan harga yaitu: a. Biaya, b. Konsumen, c. Persaingan.
  • 4.
    1. DASAR BIAYA Umumnyapengusaha menggunakan dasar penetapan harga jual produknya adalah atas dasar biaya produksinya dan kemudian ditambah dengan margin keuntungan yang diinginkannya.
  • 5.
    Penentuan harga dengandasar biaya ini ada dua metode yang dapat dilakuakn, yaitu: A. Cost Plus dan Mark Up Pricing Penentuan harga dengan metode cost plus dapat diformulasikan sebagai berikut: B. Break Even Analisis dan Target Pricing Suatu perusahaan jika penghasilan yang diperoleh sama besarnya dengan biaya yang digunakan untuk memperoleh penghasilan tersebut maka perusahaan dikatakan dalam keadaan break even atau pulang pokok atau impas. Harga Jual = Biaya Pokok + Margin Keuntungan Harga Jual = Harga Beli + Mark-up
  • 6.
    2. DASAR KONSUMEN Penetapanharga merupakan penetapan harga atas dasar selera atau permintaan konsumen. Berlakunya hukum “Price Quality Relationship” yang mengatakan bahwa produk dengan harga yang tinggi pada umumnya memiliki kualitas yang tinggi pula, begitu juga sebaliknya. Dan metode “Persieved Value Pricing” yaitu harga ditetapkan atas dasar persepsi konsumen terhadap harga yang ditetapkan oleh pengusaha.
  • 7.
    3. DASAR PERSAINGAN Dalamhal ini menetapkan harga menurut kebutuhan perusahaan lain yang sejenis dan merupakan pesaing- pesaingnya. Sebagai contoh yang terkenla dari penetapan harga ini adalah apa yang dikenal sebagai “Politik Dumping” yaitu menjual barang keluar negeri dengan harga yang jauh dibawah biaya produksinya. Cara lain adalah dengan menerapkan potongan harga atau discount, pembelian secara kredit atau angsuran atau yang lebih terkenal dengan istilah “Leasing”. Metode yang digunakan : a. Going Rate Pricing b. Sales-bid Pricing
  • 8.
    4. PENGERTIAN NILAI/HARGA Hargamerupakan nilai, yang dinyatakan dalam satuan mata uang atau alat tukar, terhadap sesuatu barang tertentu. Akan tetapi faktor-faktor psikologis dan faktor-faktor lain berpengaruh pula terhadap harga. Dengan demikian dapatlah diartikan pula bahwa: Harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah barang beserta jasa-jasa tertentu atau kombinasi dari keduanya.
  • 9.
    JENIS-JENIS STRATERGI HARGA Hargajual yang ditetapkan sebaiknya selalu diubah mengikuti berbagai faktor. Dalam hal perusahaan akan memasarkan produk baru dapat dipergunakan salah satu stratergi harga dibawah ini: a. Penetapan harga setinggi-tingginya (market- skimming pricing) b. Penetapan harga serendah-rendahnya (Market Penetration Pricing) 1. STRATERGI HARGA BAGI PRODUK BARU
  • 10.
    Beberapa pilihan strategiharga dalam hubungannya dengan kualitas produk yang dipasarkan dapat dilihat pada gambar di bawah ini HARGA KUALITAS TINGGI SEDANG RENDAH TINGGI PREMIUM PENETRATI ON SUPER VALUE SEDANG OVER CHARGING AVERAGE GOOD VALUE RENDAH RAPE-OFF BORAX CHEAP VALUE
  • 11.
    2. STRATEGI HARGAPRODUK MIX Persoalan strategi harga product mix ini akan muncul apabila produk yang akan ditentukan harganya itu merupakan bagian dari keseluruhan produk yang akan dipasarkan, sehingga dalam penentuan harga suatu produk harus dipikirkan tentang pengaruhnya terhadap peningkatan keuntungan pada total product mix. Dalam strategi ini dibedakan 4 situasi harga yaitu: a. Harga garis produk (harga product line) b. Harga produk optional c. Harga produk captive d. Harga produk sampingan
  • 12.
    1. TUJUAN PENETAPANHARGA a. Mencapai target pengembalian investasi atau tingkat penjualan neto suatu perusahaan. b. Memaksimalkan provit. c. Alat persaingan teutama untuk perusahaan sejenis. d. Menyeimbangkan harga itu sendiri. e. Sebagai penentu market share, karena dengan harga tertentu dapat diperkirakan kenaikan atau penurunan penjualannya. PENYESUAIAN HARGA JUAL
  • 13.
    2. STRATEGI PENYESUAIANHARGA Perusahaan harus selalu memonitor keadaan pasar dan dari hasil monitor inilah perusahaan tahu adanya perubahan pasar dan adanya perbedaan konsumen. Strategi ini dapat dengan jalan: a. Potongan Harga b. Diskriminasi Harga c. Harga Psikologis