Hormon yang berperan dalam proses regenerasi sel apabila tumbuhan mengalami kerusakan jaringan atau terluka adalah hormon asam traumalin. Jaringan akan membentuk kalus pada bagian yang rusak untuk memperbaiki luka.
TUGAS BIOLOGI
KELOMPOK 4:
• FARIDA ARYANTI
• NOVA SORAYA
• NUR AIDA HASANAH
• UMMIYATUR RAHMAH
• RIA RESTY FAUZI
2.
Hormon Gas Etilenadalah hormon yang berupa gas yang
dalam kehidupan tanaman aktif dalam proses
pematangan buah. Aplikasi mengandung ethephon,
maka kinerja sintetis ethylen berjalan optimal sehingga
tujuan agar buah cepat masak bisa tercapai. (misalnya:
Etephon, Protephon) merk dagang antara lain: Prothephon
480SL. Gas Etilen banyak ditemukan pada buah yang
sudah tua .
Cara Kerja dan Fungsi Hormon Gas Etilen:
-Mendorong pematangan,
-Memberikan pengaruh yg berlawanan dengan
beberapa pengaruh dari hormon auksin.
-Mendorong atau menghambat pertumbuhan dan
perkembangan akar, daun, batang, dan bunga.
-Menghasilkan Meristem apikal tunas ujung, daun muda,
embrio dalam biji.
3.
Etilen tidak hanyamemacu pematangan, etilen juga memacu
perkecambahan biji, menebalkan batang, mendorong gugurnya daun, dan
menghambat pemanjangan batang kecambah. Selain itu, etilen menunda
pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasi akar, dan
menghambat pemanjangan batang kecambah. Hormon tumbuh yang
secara umum berlainan dengan Auxin, Gibberellin, dan Cytokinin.
Dalam keadaan normal ethylene akan berbentuk gas dan struktur kimianya
sangat sederhana sekali. Di alam ethilene akan berperan apabila terjadi
perubahan secara fisiologis pada suatu tanaman. hormon ini akan berperan
pada proses pematangan buah dalam fase climacteric. Penelitian terhadap
ethylene, pertama kali dilakukan oleh Neljubow (1901) dan Kriedermann
(1975), hasilnya menunjukan gas ethylene dapat membuat perubahan
pada akar tanaman.
Hasil penelitian Zimmerman et al (1931) menunjukan bahwa ethylene dapat
mendukung terjadinya abscission pada daun, namun menurut Rodriquez
(1932), zat tersebut dapat mendukung proses pembungaan pada tanaman
nanas.
Penelitian lain telah membuktikan tentang adanya kerja sama antara auxin
dan ethylene dalam pembengkakan (swelling) dan perakaran dengan cara
mengaplikasikan auxin pada jaringan setelah ethylene berperan.
4.
Asam absisat (ABA)merupakan penghambat (inhibitor) dalam
kegiatan tumbuhan . Hormon ini di bentuk pada daun daun dewasa
.Pada musim tertentu pertumbuhan akan terhambat. Hal itu merupakan
adaptasi pertumbuhan terhadap perubahan lingkungan yang tidak
memungkinkan bagi tumbuhan untuk tumbuh. Asam absisat dapat
ditemukan pada daun, batang, akar, dan buah biji. Fungsi lain asam
absisat adalah membantu tumbuhan mengatasi dan bertahan pada
kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan [masa dormasia].
Dalam keadaan dorman , tumbuhan terlihat seperti mati , tetapi setelah
kondisi lingkungan menguntungkan ,ia akan tumbuh lagi . asam
absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah :
Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua , seperti daun ,
buah , dan dormansi tunas
Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji yang sedang
berkembang dan mendorong sintesis protein simpanan.
Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat
cekaman air.
5.
Kesimpulan : hormonyang menyebabkan kerontokan pada
daun dan buah.
Fungsi Hormon Asam Absisat (ABA).
Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuhan.
Memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air.
Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan.
Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan sel bahkan menghentikannya.
Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen.
Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah.
Hormon ini dibentuk pada daundaun dewasa.
Asam absisat mempunyai peran fisiologis diantaranya adalah:
1) Mempercepat absisi bagian tumbuhan yang menua, seperti daun, buah dan
dormansi tunas.
2) Menginduksi pengangkutan fotosintesis ke biji yang sedang berkembang dan
mendorong sintesis protein simpanan.
3) Mengatur penutupan dan pembukaan stomata terutama pada saat cekaman air
6.
Asam traumalin merupakanhormon hipotetik, yaitu
gabungan beberapa aktivitas hormon yang ada (auksin,
giberelin, sitokinin, etilen, dan asam absisat). Apabila
tumbuhan mengalami luka atau perlukaan karena
gangguan fisik, maka akan segera terbentuk kambium
gabus. Pembentukan kambium gabus itu terjadi karena
adanya pengaruh hormon luka (asam traumalin).
Sebenarnya, peristiwa ini merupakan hasil kerja sama
antarhormon pada tumbuhan yang disebut restitusi
(regenerasi). Awalnya, luka pada tumbuhan akan
memacu pengeluaran hormon luka yang kemudian
merangsang pembentukan kambium gabus.
Pembentukan kambium gabus dilakukan oleh hormon
giberelin. Selanjutnya, karena pengaruh hormon sitokinin,
terbentuklah sel-sel baru yang akan membentuk jaringan
penutup luka yang disebut kalus.
7.
Asam traumalin merupakanhormon yang berperan
dalam proses regenerasi sel apabila tumbuhan
mengalami kerusakan jaringan atau terluka. Jaringan
akan membentuk kalus (jaringan yang belum
terdiferensiasi) pada jaringan yang rusak atau
terluka.
Selain hormon, vitamin juga mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan. Contoh vitamin
adalah riboflavin (vitamin B12), asam askorbat
(vitamin C), tiamin (vitamin B1), piridoksin (vitamin B6)
dan asam nikotinat. Vitamin berperan dalam proses
pembentukan hormon dan berfungsi sebagai
koenzim (komponen non protein untuk mengaktifkan
enzim).
8.
Fungsi traumalin adalahuntuk
penyembuahn luka. Jika tumbuahan
mengalami luka, maka luka tersebut
dapat diperbaiki kembali. Kemampuan
ini disebut restitusi atau regenerasi.
9.
Kalin, berfungsi merangsangpembentukan
organ pada tumbuhan. Kalin dapat dibedaka
menjadi empat, yaitu :
* Rizokalin : merangsang embentukan
akar.
* Kaulokalin :meerangsang pembetukan
batang.
* Filokalin :meramgsang embentukan
daun.
* Antokalin :merangsang pembentukan
bunga