Data Terpilah Menurut Jenis Kelamin yang Tersedia di Badan Pusat Statistik (BPS)
Dokumen tersebut membahas tentang data terpilah menurut jenis kelamin yang tersedia di Badan Pusat Statistik, termasuk pengertian, sumber data, dan contoh data terpilah bidang pendidikan seperti angka melek huruf dan partisipasi sekolah."
Data Terpilah Menurut Jenis Kelamin yang Tersedia di Badan Pusat Statistik (BPS)
1.
DATA TERPILAH MENURUTJENIS KELAMIN
YANG TERSEDIA DI BADAN PUSAT STATISTIK (BPS)
Disampaikan oleh:
Muhamad Suharsa, SST., M.Si.
Statistisi Muda BPS Provinsi Jawa Timur
E-mail: msuharsa@bps.go.id
Pada kegiatan:
Workshop Pengelolaan Data Terpilah Gender dan Anak Provinsi Jawa Timur
Hotel Cendana – Surabaya
25 Februari 2014
2.
Pendahuluan - 1 Pembangunan pada dasarnya harus memberikan
keadilan dan kemakmuran kepada semua masyarakat,
baik laki-laki maupun perempuan, kepada yang kaya
maupun yang miskin
Masih minimnya keterlibatan perempuan dalam
proses pengambilan keputusan
Dari 436 orang PNS yang menduduki jabatan Eselon 1,
ada 396 orang laki-laki dan hanya 40 orang
perempuan (Statistik Indonesia, 2013). Sementara itu,
dari 316 orang PNS Golongan IV/d di Jawa Timur, 234
orang di antaranya adalah laki-laki dan hanya 82 orang
perempuan (Jawa Timur Dalam Angka, 2013)
3.
Pendahuluan - 2 Di bidang politik, juga masih terlihat minimnya peran
perempuan, yaitu dari setiap 100 anggota DPRD Jawa
Timur periode 2009 – 2014, ada sebanyak 82 orang
laki-laki dan 18 orang perempuan
Padahal sex ratio penduduk Jawa Timur hasil proyeksi
pada tahun 2013 tercatat sebesar 97,36 ini berarti
di setiap 100 penduduk laki-laki terdapat 97 orang
penduduk perempuan (Penduduk Jawa Timur tahun
2013 hasil proyeksi sebesar 38,36 juta orang
4.
Pengertian - 1 Gender TIDAK SAMA dengan kodrat.
KODRAT adalah sesuatu yang ditetapkan oleh Tuhan
YME., sehingga manusia tidak mampu untuk
mengubah atau menolak.
Kodrat bersifat universal, misalnya: melahirkan,
menstruasi dan menyusui adalah kodrat bagi
perempuan, sementara mempunyai sperma adalah
kodrat bagi laki-laki.
Laki-laki dan perempuan berbeda hanya karena
KODRAT antara laki-laki dan perempuan BERBEDA
5.
Pengertian - 2 KETIDAKADILAN GENDER merupakan kondisi TIDAK
ADIL akibat dari sistem dan struktur sosial, sehingga
perempuan maupun laki-laki menjadi korban dari
pada sistem tersebut
KEADILAN GENDER dapat terjadi jika tercipta suatu
kondisi di mana porsi dan siklus sosial perempuan dan
laki-laki SETARA, SERASI, SEIMBANG, dan HARMONIS
6.
Pengarus Utamaan Gender(PUG) - 1 PUG adalah strategi yang dibangun untuk
mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi
integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan,
pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program
pembangunan nasional.
PUG ditujukan untuk mencapai kesetaraan dan
keadilan gender yang merupakan upaya untuk
menegakkan hak-hak perempuan dan laki-laki atas
kesempatan yang sama, pengakuan yang sama dan
penghargaan yang sama di masyarakat.
7.
Pengarus Utamaan Gender(PUG) - 2 Karenanya perlu dibentuk mekanisme untuk formulasi
kebijakan dan program yang responsif gender, yaitu
program yang dilakukan untuk mengakomodir
kebutuhan laki-laki dan perempuan dengan
ketersediaan DATA TERPILAH sehingga intervensi yang
dilakukan dapat tepat sasaran.
8.
Definisi Data Terpilah- 1 Data terpilah dan informasi terpilah berdasarkan jenis
kelamin (sex disaggregated data) adalah data
kuantitatif atau kualitatif yang dikumpulkan dan
disajikan berdasarkan jenis kelamin, penduduk lakilaki dan perempuan atau anak laki-laki dan anak
perempuan.
Data terpilah menurut jenis kelamin adalah variabelvariabel yang sudah terpilah antara laki-laki dan
perempuan berdasarkan topik bahasan/hal-hal yang
menjadi perhatian.
9.
Definisi Data Terpilah- 2 Data dan informasi terpilah menggambarkan peran,
kondisi umum dari laki dan perempuan dalam setiap
aspek kehidupan di masyarakat, misalnya angka melek
huruf, tingkat pendidikan yang ditamatkan,
kepemilikan usaha, lapangan pekerjaan, perbedaan
upah, kepemilikan rumah dan tanah, serta lainnya.
perlu dibentuk mekanisme untuk formulasi kebijakan
dan program yang responsif gender, yaitu program
yang dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan lakilaki dan perempuan dengan ketersediaan DATA
TERPILAH sehingga intervensi yang dilakukan dapat
tepat sasaran.
10.
Sumber Data untukMenyusun Data Terpilah - 1 -
Hasil Registrasi dari masing-masing unit pelaksana
(direktorat) di masing-masing K/L pusat dan daerah.
Laporan kegiatan SKPD terkait di propinsi dan
kabupaten/kota.
Laporan evaluasi kegiatan tahun lalu dan hasil review
kebijakan yang lalu.
Hasil penelitian dan kajian Balitbang.
Review Pustaka.
11.
Sumber Data untukMenyusun Data Terpilah - 2 -
Hasil sensus dan survei yang dilakukan oleh Badan
Pusat Statistik (BPS), antara lain, sensus penduduk,
supas, susenas, sakernas, SDKI, sensus pertanian, dan
sensus
ekonomi,
serta
pendataan
potensi
desa/kelurahan
Hasil kajian dan penelitian dari perguruan tinggi (PT)
termasuk pusat studi wanita (PSW) atau badan
penelitian lain yang ada di daerah dan pusat.
Rekapitulasi data organisasi masyarakat, kelompok
masyarakat (LSM).
12.
Data Terpilah MenurutCara Memperolehnya
DATA PRIMER TERPILAH
adalah data yang secara langsung diambil dari obyek
penelitian, pendataan atau survei oleh peneliti
perorangan maupun organisasi.
DATA SEKUNDER TERPILAH
adalah data terpilah yang diperoleh tidak secara
langsung dari lapangan, karena data ini sudah ada dan
dikumpulkan oleh pihak lain dengan berbagai cara
atau metode.
13.
Data Terpilah MenurutSumbernya
DATA DASAR
Data yang ditujukan untuk keperluan yang bersifat luas baik
oleh pemerintah maupun masyarakat dan umumnya
dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) atau oleh
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
DATA SEKTORAL
Data yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi
tertentu dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas
pemerintahan dan pembangunan sektor. Data ini umumnya
dikumpulkan oleh instansi melalui catatan administrasinya.
DATA KHUSUS
Data yang dikumpulkan oleh masyarakat untuk kepentingan
spesifik seperti dunia usaha dan lainnya.
14.
Pemilahan Data -1 -
Data dapat dipilah menurut:
Jenis kelamin,
Wilayah,
Waktu,
Kelompok umur, dan
Klasifikasi tertentu.
15.
Pemilahan Data -2 Data yang dipilah menurut jenis kelamin dapat
digunakan sebagai eye opener untuk mengetahui ada
tidaknya kesenjangan gender
Misalnya angka BUTA HURUF LATIN di Jawa Timur untuk
penduduk usia 45+:
36,99 persen
sementara untuk laki-laki hanya 16,51 persen
untuk perempuan sebesar
(Sumber: BPS Jatim, Susenas 2012)
16.
Data Dasar danIndikator - 1 Dalam penyusunan data terpilah harus memperhatikan data
dasar dan indikator-indikator yang ada
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas):
Indikator Kesehatan dan Gizi
Indikator Pendidikan
Indikator Taraf dan Pola Konsumsi
Indikator Kemiskinan
Indikator Perumahan dan Lingkungan
Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas):
Indikator Ketenagakerjaan
17.
Data Dasar danIndikator - 2 Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI):
Indikator Kesehatan
Indikator Keluarga Berencana (KB)
Sensus Penduduk (SP) atau Survei Penduduk Antar Sensus
(Supas):
Indikator Kependudukan
Indikator Pendidikan
Indikator Perumahan
Indikator Kesejahteraan
Indikator Teknologi dan Informasi
Indikator penting lainnya
18.
Data Dasar danIndikator - 3 Statistik Potensi Desa
Indikator tentang sarana dan prasarana
Rasio tempat ibadah per satuan penduduk
Persentase rumah tangga bersanitasi
Rasio rumah layak huni
Persentase desa yang mempunyai jalan beraspal/beton
Persentase desa yang mempunyai lokalisasi PSK
Persentase keluarga yang tinggal di bawah jaringan listrik
tegangan tinggi (Sutet Saluran Udara Tegangan Ekstra
Tinggi).
19.
Survei Sosial EkonomiNasional - 1 Menghasilkan berbagai data sosial dan ekonomi,
termasuk data ketenagakerjaan
Sejak 1993, dilaksanakan Susenas “besar” dengan
sampel kor sebesar 300 ribu rumah tangga (utk
estimasi kab/kota) dan sampel modul 68 ribu rumah
tangga (utk estimasi provinsi)
Modul Susenas dibagi 3 kelompok, dikumpulkan 3
tahun sekali:
Modul Konsumsi dan Pengeluaran Penduduk
Modul Sosial Budaya dan Pendidikan
Modul Kesehatan dan Perumahan
20.
Survei Sosial EkonomiNasional - 2 Sejak 2003, setiap tahun dilaksanakan Susenas Panel
Konsumsi untuk mengestimasi jumlah penduduk
miskin
Mulai 2011, Susenas Kor dan Modul Konsumsi
dilaksanakan triwulanan, dengan jumlah sampel 75
ribu rumah tangga per triwulan
21.
Muatan Susenas KOR- 1 Keterangan Umum Anggota
Rumah Tangga (ART)
Keterangan Kesehatan
Umur, Hubungan dengan KRT,
Jenis Kelamin, Status
Perkawinan, Korban Kejahatan,
dan Perjalanan
Keluhan, Sakit, Rawat Jalan dan
Rawat Inap, Penolong Kelahiran
Balita, Imunisasi, dan ASI
Eksklusif
Muatan
KOR
Keterangan Pendidikan
Keterangan
Ketenagakerjaan
Partisipasi Sekolah,
Tingkat/Kelas Tertinggi, Ijasah
yang Dimiliki, Kemampuan
Membaca dan Menulis
Kegiatan Seminggu yang Lalu,
Bekerja, Lapangan Pekerjaan,
Status Pekerjaan, dan Pengangguran/Mencari Pekerjaan
22.
Muatan Susenas KOR- 2 Keterangan Fertilitas dan
Keluarga Berencana (KB)
Keterangan Perumahan
Umur Perkawinan Pertama,
Lamanya dalam Ikatan Perkawinan,
Jumlah Anak yang Dilahirkan,
Penggunaan KB dan Alat/Cara KB
Kepemilikan Rumah, Jenis Atap,
Dinding, Dan Lantai, Sumber Air
Minum, Fasilitas Buang Air Besar,
Dan Sumber Penerangan Serta
Bahan Bakar Untuk Masak
Muatan
KOR
Keterangan Lainnya
Misal: Pelayanan Kesehatan Gratis,
Raskin, Penerimaan Kredit Usaha,
Teknologi Komunikasi dan Informasi,
serta Keterangan tentang
Perlindungan Sosial
Data Bidang PendidikanTerpilah - 1 Angka Melek Huruf
Dari Susenas Kor dapat diperoleh data angka melek huruf
yang dibedakan menurut jenis kelamin pada kelompok
umur 15 – 24 tahun, 15 – 44 tahun, atau kelompok umur
15 tahun atau lebih
Angka Putus Sekolah
Informasi mengenai angka putus sekolah menurut jenis
kelamin dapat diperoleh melalui Susenas Kor yang
dihitung dari mereka yang partisipasi sekolahnya tidak
bersekolah lagi dan tidak tamat pada tingkat atau kelas
tertinggi yang pernah diduduki pada suatu jenjang
pendidikan
25.
Data Bidang PendidikanTerpilah - 2 Angka Buta Huruf Provinsi Jawa Timur Menurut Kelompok Umur
dan Jenis Kelamin, Tahun 2012
Kelompok
Umur
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki +
Perempuan
(1)
(2)
(3)
(4)
10 +
5,75
13,39
9,65
15 – 44
1,47
2,90
2,19
45 +
15,03
34,23
25,10
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
26.
Data Bidang PendidikanTerpilah - 3 Angka Partisipasi Sekolah Penduduk Provinsi Jawa Timur Menurut
Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, Tahun 2012
Kelompok
Umur
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki +
Perempuan
(1)
(2)
(3)
(4)
7 – 12
98,58
98,74
98,66
13 – 15
90,79
92,71
91,71
16 – 18
62,77
60,55
61,68
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
27.
Data Bidang PendidikanTerpilah - 4 Rata-Rata Lama Sekolah
Menggambarkan tingkat pencapaian setiap penduduk
dalam kegiatan bersekolah. Semakin tinggi angka lama
bersekolah, semakin tinggi jenjang pendidikan yang telah
dicapai penduduk
Penduduk Menurut
Ditamatkan
Pendidikan
Tertinggi
yang
Susenas Kor mencatat informasi tentang ijazah/STTB
tertinggi yang dimiliki oleh penduduk usia 5 tahun ke atas
yang dapat dibedakan menurut jenis kelamin
28.
8.00
JAWA TIMUR
Banyuwangi
Kediri
Madiun
Trenggalek
Ponorogo
Malang
Blitar
Pasuruan
P -Jatim
Kota Malang
Kota Madiun
Kota Mojokerto
Kota Surabaya
Sidoarjo
Kota Kediri
Kota Pasuruan
L - Jatim
Ngawi
Pamekasan
Pacitan
L - Jatim
Kota Blitar
Gresik
Kota
Probolinggo
Perempuan
Bojonegoro
Tuban
Jember
Bondowoso
Perempuan
Kota Batu
Magetan
Jombang
Laki-laki
Lumajang
Probolinggo
Laki-laki
Mojokerto
Tulungagung
Situbondo
Bangkalan
Sumenep
Sampang
(Tahun)
10.00
Lamongan
12.00
10.00
8.00
6.00
4.00
2.00
Nganjuk
JAWA TIMUR
(Tahun)
Data Bidang Pendidikan Terpilah - 5 -
Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Provinsi Jawa Timur Umur 15 Tahun atau Lebih
Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota, Tahun 2012
8.00
6.94
6.00
4.00
2.00
-
P - Jatim
29.
Data Bidang PendidikanTerpilah - 6 Penduduk Jawa Timur Usia 10 Tahun atau Lebih Menurut Pendidikan Tertinggi
yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin, Tahun 2012
Pendidikan Tertinggi yang
Ditamatkan
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki +
Perempuan
(1)
(2)
(3)
(4)
Tdk/Blm Pernah Sekolah
4,52
8,12
Tdk/Blm Tamat SD
19,62
11,57
20,34
19,99
SD
30,59
18,64
20,96
5,66
29,64
30,11
17,81
18,22
15,81
18,33
4,83
5,24
SLTP
SM
D3/D4/Universitas
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
30.
Data Bidang PendidikanTerpilah - 7 Akses terhadap IT (Telepon, PC dan Internet)
Pertanyaan tentang informasi ini hanya ditanyakan untuk
rumah tangga, jadi data yang ada hanya dapat dipilah
menurut jenis kelamin kepala rumah tangga, tidak dapat
dipilah menurut penduduk laki/perempuan
31.
JAWA TIMUR
15.00
Banyuwangi
Jombang
Lamongan
Tulungagung
Pasuruan
Malang
Kediri
P -Jatim
Kota Malang
Kota Madiun
Kota Surabaya
Kota Kediri
Kota Mojokerto
Bondowoso
Blitar
Jember
Situbondo
Nganjuk
Trenggalek
L - Jatim
Kota Pasuruan
L - Jatim
Kota
Probolinggo
Sidoarjo
Perempuan
Ngawi
Bojonegoro
Pacitan
Sumenep
Tuban
Perempuan
Kota Batu
Kota Blitar
Gresik
Laki-laki
Ponorogo
Probolinggo
Lumajang
Bangkalan
Laki-laki
magetan
Mojokerto
50.00
Pamekasan
Sampang
(Persen)
20.00
Madiun
JAWA TIMUR
(Persen)
Data Bidang Pendidikan Terpilah - 8 -
Persentase Penduduk Jawa Timur yang Pernah Mengakses Internet dalam 3 Bulan Terakhir
Menurut Jenis Kelamin dan Kabupaten/Kota, Tahun 2012
16.01
12.42
10.00
5.00
-
P - Jatim
40.00
30.00
20.00
10.00
-
32.
Data Bidang PendidikanTerpilah - 9 Persentase Penduduk Jawa Timur yang Pernah Mengakses Internet dalam 3 Bulan
Terakhir Menurut Jenis Kelamin dan Lokasi/Media untuk Mengakses
Internet,
Tahun 2012
Pendidikan Tertinggi yang
Ditamatkan
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
Rumah
25,34
25,39
Warung Internet (Warnet)
44,46
47,32
Kantor
18,02
10,92
Sekolah
16,82
23,23
Handphone (HP)
47,78
47,33
Lainnya
8,31
9,12
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
33.
Kesehatan dan Gizi
Kesehatan merupakan hak rakyat dan negara
bertanggung jawab menyediakan fasilitas layanan
kesehatan (Pasal 34 ayat 3 UUD 1945)
UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan:
Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan
sosial yang memungkinkan setiap orang hidup
produktif
34.
Indikator Kesehatan -1 Upaya perbaikan kesehatan dan gizi
rasio sarana dan tenaga kesehatan terhadap penduduk
angka kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes)
angka kontak pada fasyankes
% persalinan yang ditolong oleh tenaga medis
% bayi diberi ASI 6 – 11 bulan
% balita diberi ASI < 2 tahun (24 bulan)
% balita diberi ASI tanpa makanan tambahan sewaktu berusia
< 4 bulan
angka cakupan imunisasi
% balita yang sudah diimunisasi lengkap
% penduduk sakit dengan pengobatan sendiri
% penduduk sakit yang konsultasi ke tenaga kesehatan (nakes)
35.
Indikator Kesehatan -2 Status kesehatan dan gizi
% balita yang lahir < 2,5 kg
prevalensi balita kurang kalori protein
rata-rata konsumsi kalori dan protein
angka kesakitan menurut penyakit tertentu
% penduduk sakit yang menjalani rawat inap di RS/Klinik yang
menyediakan tenaga medis
rata-rata lama sakit
angka kematian bayi
angka kematian balita
angka kematian ibu
angka harapan hidup
36.
Indikator Kesehatan -3 Penunjang kesehatan
% pengeluaran rt untuk keperluan makanan
% penduduk yang memperoleh air bersih
37.
Data Bidang KesehatanTerpilah - 1 -
Keluhan Kesehatan
Tingkat Kesakitan
Lamanya Hari Sakit
Jenis Obat yang Digunakan
Tempat Berobat Jalan
Lamanya Pemberian ASI pada Bayi
dan Balita
Pemberian Imunisasi
38.
Data Bidang KesehatanTerpilah - 2 Persentase Penduduk Jawa Timur Menurut Jenis Keluhan Kesehatan dan Jenis
Kelamin,
Tahun 2012
Keluhan Kesehatan
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
Panas
8,06
7,52
Batuk
12,25
11,60
Pilek
11,30
11,11
Asma/Nafas Sesak/Cepat
1,13
1,09
Diare
0,92
0,97
Sakit Kepala Berulang
2,80
4,23
Sakit Gigi
1,10
1,09
Lainnya
8,63
10,98
% yang Mengeluh
25,63
28,19
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
39.
Data Bidang KesehatanTerpilah - 3 Persentase Penduduk Jawa Timur yang Sebulan Terakhir Mempunyai Keluhan Kesehatan
dan Terganggu Kegiatan Sehari-harinya Menurut enis Kelamin,
Tahun 2012
Jumlah Hari Sakit
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
<4
54,19
56,22
4–7
32,31
31,06
8 – 14
5,13
22 – 30
5,23
2,55
5,73
Jumlah
100,00
100,00
15 – 21
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
2,03
5,56
40.
Data Bidang KesehatanTerpilah - 4 Persentase Penduduk Jawa Timur yang Sebulan Terakhir Mempunyai Keluhan Kesehatan
dan Pernah Melakukan Pengobatan Sendiri Menurut Jenis Obat yang
Digunakan,
Tahun 2012
Jenis Obat yang
Digunakan
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
Obat Tradisional
27,99
28,25
Obat Modern
89,39
90,11
Obat Lainnya
5,30
4,59
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
41.
Data Bidang KesehatanTerpilah - 5 Persentase Penduduk Jawa Timur yang Pernah Berobat Jalan selama Sebulan Terakhir
Menurut Tempat Berobat Jalan dan Jenis Kelamin, Tahun 2012
Tempat Berobat Jalan
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
Rumah Sakit Pemerintah
4,45
4,10
Rumah Sakit Swasta
3,52
3,49
Praktek Dokter/Poliklinik
24,61
22,78
Puskesmas/Pustu
21,28
22,37
Praktek/Nakes
40,68
42,18
Praktek Pengobatan Tradisional
3,05
2,54
Dukun Bersalin/Lainnya
2,41
2,53
% yang Berobat Jalan
44,60
46,59
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
42.
Data Bidang KesehatanTerpilah - 6 Persentase Bayi (Usia 0 – 11 Bulan) yang Pernah Diberi Air Susu Ibu (ASI)
Menurut Lamanya Diberi ASI dan Jenis Kelamin di Jawa Timur, Tahun 2012
Lamanya Diberi ASI (Bulan)
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
0
1,99
2,28
1–3
29,77
26,20
4–6
23,60
26,24
7–9
25,26
26,12
10 +
19,38
19,17
% yang Pernah Diberi ASI
94,77
94,60
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
43.
Data Bidang KesehatanTerpilah - 7 Persentase Balita yang Pernah Diberi Air Susu Ibu (ASI) Menurut Lamanya Diberi ASI
dan Jenis Kelamin di Jawa Timur, Tahun 2012
Lamanya Diberi ASI (Bulan)
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
0
3,61
3,95
1–5
14,24
13,32
6 – 11
15,78
15,66
12 – 17
21,87
20,75
18 – 23
17.04
18,34
24 +
27,47
27,97
% yang Pernah Diberi ASI
94,13
94,42
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
44.
Data Bidang KesehatanTerpilah - 8 Persentase Balita yang Pernah Diimunisasi Menurut Jenis Imunisasi dan Jenis Kelamin
di Jawa Timur, Tahun 2012
Jenis Imunisasi
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
DPT
95,04
94,72
BCG
92,15
92,06
Polio
92,22
91,71
Campak
79,38
78,84
Hepatitis B
87,14
88,06
% yang Pernah Diberi ASI
96,93
96,67
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
45.
Data dan IndikatorKependudukan - 1 Data utama kependudukan adalah sensus penduduk
(SP). Tahun 2010 merupakan sensus penduduk yang
ke enam semenjak Indonesia merdeka
Tujuan:
mengumpulkan dan menyajikan data
dasar kependudukan sampai wilayah
administrasi terkecil
46.
Data dan IndikatorKependudukan - 2 Data karakteristik sosial, demografi, dan ekonomi
penduduk yang dihasilkan dari SP2010
Komposisi penduduk menurut umur
Komposisi penduduk menurut jenis kelamin
Karakteristik pendidikan penduduk
Komposisi penduduk menurut agama, suku bangsa
dan kewarganegaraan
Tingkat partisipasi angkatan kerja
Migrasi, fertilitas, dan mortalitas
Fasilitas Perumahan
47.
Data dan IndikatorKependudukan - 3 Piramida Penduduk Jawa Timur, Tahun 2013
(000 Orang)
75 +
70 - 74
65 - 69
60 - 64
55 - 59
50 - 54
45 - 49
40 - 44
35 - 39
30 - 34
25 - 29
20 - 24
15 - 19
10 - 14
5-9
0-4
-2000
-1500
-1000
-500
Laki-laki
Sumber: Proyeksi Penduduk 2010 - 2035
0
500
Perempuan
1000
1500
2000
48.
Data dan IndikatorKependudukan - 4 Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate / IMR) dan Angka Harapan Hidup (e0)
Provinsi Jawa Timur, Tahun 2010 dan 2015
2010
2015
Indikator
Kesehatan
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Angka Kematian
Bayi (IMR)
31,2
21,8
27,9
19,8
Angka Harapan
Hidup
(e0)
68,0
71,9
68,8
72,7
Sumber: Proyeksi Penduduk 2010 - 2035
49.
Data dan IndikatorKependudukan - 5 Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Provinsi Jawa Timur,
2010 - 2013
Tahun
Jumlah Penduduk
(000 Orang)
LPP
(%)
(1)
(2)
(3)
2010
2011
2012
2013
37.565,8
37.840,7
38.106,6
38.363,2
0,76
0,73
0,70
0,67
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
50.
Data dan IndikatorKependudukan - 6 -
90.97
66.13
Laki-laki
Kawin
Cerai
Hidup
5.95
1.51
3.57
29.06
Perempuan
Cerai Mati
72.04
Laki-laki
Belum
Kawin
Kawin
Cerai
Hidup
20.47
Perempuan
1.36
3.00
90.00
80.00
70.00
60.00
50.00
40.00
30.00
20.00
10.00
-
Belum
Kawin
77.55
Cerai Mati
24.20
65 +
Cerai
Hidup
0.62
0.75
Kawin
2.55
12.93
1.12
2.45
Belum
Kawin
10 +
100.00
90.00
80.00
70.00
60.00
50.00
40.00
30.00
20.00
10.00
-
1.57
1.24
Laki-laki
Perempuan
32.79
22.58
70.00
60.00
50.00
40.00
30.00
20.00
10.00
-
63.54
62.04
Persentase Penduduk Jawa Timur Menurut Jenis Kelamin
dan Status Perkawinan, Tahun 2012
Cerai Mati
40 +
51.
Kepala Rumah Tangga(KRT) - 1 Persentase Kepala Rumah Tangga
Menurut Jenis Kelamin dan Daerah Tempat Tinggal, 2012
83.27
83.04
83.15
100 KRT di Jawa
Timur, 17 diantaranya
Dari
adalah KRT
16.73
Perkotaan
16.96
16.85
Perdesaan
Perempuan
Laki-laki
Perkotaan +
Perdesaan
PEREMPUAN…
52.
Kepala Rumah Tangga(KRT) - 2 -
Persentase Kepala Rumah Tangga Menurut Jenis Kelamin
dan Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan, 2012
72.21
KRT Perempuan cenderung
Berpendidikan
55.99
44.01
27.79
SD ke Bawah
Perempuan
SMP ke Atas
Laki-laki
RENDAH…!
53.
Indikator Perumahan danLingkungan - 1 Persentase rumah tangga yang memiliki akses ke air
minum yang bersih
Persentase rumah tangga yang memiliki akses ke
sanitasi yang layak
Persentase rumah tangga yang menempati sufficient
living area
Persentase rumah tangga dengan durability of
housing
54.
Indikator Perumahan danLingkungan - 2 -
Air minum yang bersih adalah jika sumber
air
minumnya
berasal
dari
air
kemasan, leding, air hujan, dan
pompa/sumur
bor,
sumur
terlindung, mata air terlindung dengan
jarak lebih dari 10 meter persegi ke tempat
penampungan (pembuangan) kotoran
Catatan: Indikator MDGs Air kemasan/isi
55.
Indikator Perumahan danLingkungan - 3 Persentase Rumah Tangga di Jawa Timur Menurut Daerah Tempat
Tinggal,
Sumber Air Minum, dan Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, Tahun
2012
Daerah Tempat Tinggal dan
Sumber Air Minum
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
79,18
74,66
20,82
25,34
64,01
62,34
35,99
37,66
Perkotaan:
Air Bersih
Air Tidak Bersih
Perdesaan:
Air Bersih
Air Tidak Bersih
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
56.
Indikator Perumahan danLingkungan - 4 -
Rumah tangga dengan akses sanitasi yang
layak adalah rumah tangga yang mempunyai
fasilitas buang air besar sendiri atau
bersama, menggunakan kloset leher
angsa, dan tempat pembuangan akhir
tinjanya adalah tangki/SPAL (Saluran
Pembuangan Air Limbah)
57.
Indikator Perumahan danLingkungan - 5 Persentase Rumah Tangga di Jawa Timur Menurut Daerah Tempat
Tinggal,
Akses Sanitasi, dan Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, Tahun
2012
Daerah Tempat Tinggal
dan Akses Sanitasi
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
73,64
69,92
26,36
30,08
43,60
38,69
56,40
61,31
Perkotaan:
Sanitasi Layak
Sanitasi Tidak Layak
Perdesaan:
Sanitasi Layak
Sanitasi Tidak Layak
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
58.
Indikator Perumahan danLingkungan - 6 Persentase Rumah Tangga di Jawa Timur Menurut Jenis Kloset yang Digunakan
dan Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, Tahun 2012
Jenis Kloset yang
Digunakan
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki +
Perempuan
(1)
(2)
(3)
(4)
Leher Angsa
79,03
75,40
78,43
Plengsengan
6,31
6,84
6,40
Cemplung/Cubluk
13,98
17,10
14,49
Tidak Menggunakan
Kloset
0,69
0,66
0,68
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
59.
Indikator Perumahan danLingkungan - 7 Persentase Rumah Tangga di Jawa Timur Menurut Tempat Pembuangan Akhir
Tinja dan Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, Tahun 2012
Tempat Pembuangan
Akhir Tinja
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki +
Perempuan
(1)
(2)
(3)
(4)
Tangki / SPAL
61,67
57,21
60,92
Kolam / Sawah
0,93
1,03
0,94
Sungai / Danau / Laut
17,53
18,23
17,64
Lubang Tanah
16,85
19,59
17,31
Pantai / Tanah Lapang
/ Kebun
2,63
3,39
2,76
Lainnya
0,40
0,55
0,42
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
60.
Indikator Perumahan danLingkungan - 8 -
Rumah tangga dengan sufficient living area
adalah rumah tangga yang luas lantai hunian per
kapitanya lebih dari 7,2 meter persegi.
61.
Indikator Perumahan danLingkungan - 9 Persentase Rumah Tangga di Jawa Timur Menurut Daerah Tempat Tinggal,
Kecukupan Luasan Tempat Tinggal (Sufficient Living Area), dan Jenis Kelamin Kepala
Rumah Tangga, Tahun 2012
Daerah Tempat Tinggal
dan Luasan Tempat Tinggal
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
91,21
94,55
8,79
5,45
97,26
98,43
2,74
1,57
Perkotaan:
Luasan Tempat Tinggal Cukup
(Living Area is Sufficient)
Luasan Tempat Tinggal Tidak Cukup
(Living Area is Unsufficient)
Perdesaan:
Luasan Tempat Tinggal Cukup
(Living Area is Sufficient)
Luasan Tempat Tinggal Tidak Cukup
(Living Area is Unsufficient)
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
62.
Indikator Perumahan danLingkungan - 10 Indikator untuk melihat rumah tangga dengan Durability of
Housing:
Rumah tangga dikelompokkan berdasarkan jenis atap
terluas, dinding terluas, dan lantai terluas :
Atap terluas terbuat dari ijuk/rumbia & lainnya diberi skor 1
Dinding terluas terbuat dari bambu & lainnya diberi skor 1
Lantai terluasnya tanah diberi skor 1
Dari tiga kriteria tersebut lalu skornya dijumlahkan, jika suatu
rumah tangga skornya >= 2 maka dikategorikan rumah
tangganyanya tidak durable (tidak tahan lama)
63.
Indikator Perumahan danLingkungan - 11 Persentase Rumah Tangga di Jawa Timur Menurut Daerah Tempat
Tinggal,
Daya Tahan Rumah Tempat Tinggal (Durability of Housing), dan
Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, Tahun 2012
Daerah Tempat Tinggal
dan Daya Tahan Rumah
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
Rumah Tahan Lama
76,80
75,46
Rumah Tidak Tahan Lama
23,20
24,54
Rumah Tahan Lama
71,92
62,02
Rumah Tidak Tahan Lama
28,08
37,98
Perkotaan:
Perdesaan:
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
64.
Indikator Perumahan danLingkungan - 12 Persentase Rumah Tangga di Jawa Timur Menurut Daerah Tempat Tinggal, Kekumuhan
Rumah, dan Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, Tahun 2012
Daerah Tempat Tinggal
dan Kekumuhan
Laki-laki
Perempuan
(1)
(2)
(3)
Rumah Kumuh
8,50
6,83
Rumah Tidak Kumuh
91,50
93,17
Rumah Kumuh
8,97
13,94
Rumah Tidak Kumuh
91,03
86,06
Perkotaan:
Perdesaan:
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
65.
Indikator Perumahan danLingkungan - 13 Persentase Rumah Tangga di Jawa Timur Menurut Sumber Penerangan
dan Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, Tahun 2012
Sumber Penerangan
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki +
Perempuan
(1)
(2)
(3)
(4)
Listrik PLN
98,85
98,07
98,72
Listrik Non PLN
0,83
0,85
Petromak/Aladin
0,06
Pelita/Sentir/Obor
0,20
0,96
0,15
0,81
Lainnya
0,06
0,02
0,05
Total
100,00
100,00
100,00
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
0,08
0,30
66.
Indikator Perumahan danLingkungan - 14 Persentase Rumah Tangga di Jawa Timur Menurut Bahan Bakar/Energi untuk
Memasak dan Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga, Tahun 2012
Bahan Bakar/Energi
untuk Memasak
Laki-laki
Perempuan
Laki-laki +
Perempuan
(1)
(2)
(3)
(4)
Listrik
0,60
1,00
0,67
Gas Elpiji
58,78
48,11
56,98
Minyak Tanah
0,94
2,30
1,17
Arang/Briket
0,02
0,10
0,03
Kayu Bakar
38,61
45,66
39,80
Lainnya/Tidak Memasak
1,05
2,84
1,35
Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, Susenas 2012
67.
Ketenagakerjaan - 1TPAK dan TPT Penduduk Jawa Timur Berumur 15
tahun ke Atas Menurut Jenis Kelamin,2013
90.00
TPAK
80.00
70.00
60.00
50.00
2010
2011
Perempuan
2012
2013
Laki-laki
6.00
5.00
4.00
Saat ini LEBIH BANYAK
perempuan terjun
ke pasar tenaga kerja
namun daya serap
lapangan kerja masih
RENDAH
3.00
2.00
2010
2011
Perempuan
2012
Laki-laki
2013
TPT
68.
Ketenagakerjaan - 2-
Persentase Penduduk Jawa Timur Berumur 15 Tahun ke Atas yang Bekerja
Selama Seminggu yang Lalu Menurut Jenis Kelamin dan Lapangan Pekerjaan Utama, 2013
44.90
50.62
55.10
49.38
Jasa
61.48
57.52
38.52
42.48
Pertanian
Industri
Perdagangan
Perempuan
Laki-laki
69.
Ketenagakerjaan - 3Persentase penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas
yang Bekerja menurut Jenis Kelamin dan Status
Pekerjaan Utama, 2013
26.94
57.50
74.48
63.34
73.57
73.06
42.50
25.52
1
36.66
2
Perempuan
26.43
3
4
Laki-laki
5
Keterangan:
1. Berusaha sendiri
2. Berusaha dengan dibantu buruh
3. Pegawai/buruh/karyawan
4. Pekerja Bebas
5. Pekerja keluarga/tak dibayar
70.
Ketenagakerjaan - 4Persentase penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas
yang Bekerja menurut Jenis Kelamin dan Jenis
Pekerjaan, 2013
46.41
56.37
45.36
53.79
62.05 65.58
90.51
53.59
94.29
43.63
54.64
46.21
37.95 34.42
9.49
1
2
5.71
3
4
Perempuan
5
6
Laki-laki
7
8
Keterangan:
1. Tenaga profesional, teknisi, dan
sejenisnya
2. Tenaga kepemimpinan dan
ketatalaksanaan
3. Tenaga tata usaha dan yang
sejenis
4. Tenaga usaha penjualan
5. Tenaga usaha jasa
6. Tenaga usaha
pertanian, kehutanan, perburua
n, dan perikanan
7. Tenaga produksi, operator alat
angkutan, dan pekerja kasar
8. Lainnya
71.
Ketenagakerjaan - 5Rata-rata Upah/Gaji Bersih (Rupiah) Buruh/Karyawan
Menurut Jenis Kelamin, 2012 – 2013
(dalam Ribuan Rupiah)
1,622.6
1,452.5
1246.3
1082.8
Rata-rata upah/gaji bersih
buruh/karyawan perempuan
LEBIH RENDAH
dari buruh/karyawan
laki-laki
2012
Perempuan
2013
Laki-laki
72.
IPM, IKG, IPG,dan IDG - 1 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human
Development Index (HDI):
Salah satu indeks yang mengukur tentang tingkat
pembangunan manusia yang diukur dari tiga indikator, yaitu:
kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan
Indeks Ketimpangan Gender (IKG) atau Gender Inequality Index
(GII):
Salah satu indeks yang menggambarkan ketimpangan gender
dalam tiga dimensi, yaitu: kesehatan, reproduksi, dan
pemberdayaan perempuan
73.
IPM, IKG, IPG,dan IDG - 2 Indeks Pembangunan Gender (IPG) atau Gender Development
Index (GDI):
Sama seperti IPM tetapi komponen pembentuknya dibedakan
menurut jenis kelamin sehingga dapat menjelaskan perbedaan
pencapaian antara laki-laki dan perempuan
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) atau Gender
Empowerment Measure (GEM):
Salah satu indeks yang digunakan untuk mengukur persamaan
peranan antara perempuan dan laki-laki dalam pengambilan
keputusan di bidang politik maupun di bidang manajerial
74.
IPM, IKG, IPG,dan IDG - 3 Indikator untuk mengukur IPM:
Angka Harapan Hidup / Expected of Life (e0)
Angka Harapan Lama Sekolah / Expected Years of Schooling
(EYS)
Rata-rata Lamanya Sekolah / Mean Years of Schooling
(MYS)
Pengeluaran per kapita riil yang disesuaikan / Purchasing
Power Parity (PPP)
75.
IPM, IKG, IPG,dan IDG - 4 Nilai IKG berkisar 0 sampai dengan 1 berkisar 0 berarti lakilaki dan perempuan memiliki kehilangan kesempatan yg sama;
berkisar 1 berarti perempuan lebih banyak kehilangan
kesempatan dibanding laki-laki
Indikator untuk mengukur IPM:
Tingkat Kematian Ibu / Maternal Mortality Rate (MMR)
Tingkat Kesuburan Remaja / Adolescent Fertility Rate
Indikator untuk mengukur IDG:
Proporsi kursi di parlemen yang dipegang oleh laki-laki atau
perempuan
Pencapaian pendidikan menengah dan tinggi oleh
perempuan ataupun laki-laki
76.
IPM, IKG, IPG,dan IDG - 5 -
Data tentang Pembangunan Manusia Berbasis Gender
di Jawa Timur
77.
Sekian dan TerimaKasih
Informasi terkait proyeksi penduduk 2010 – 2035, dapat dilihat di:
http://demografi.bps.go.id/proyeksi
Untuk informasi tentang data statistik Jawa Timur silahkan kunjungi:
http://jatim.bps.go.id