PENTINGNYA PENERAPAN PENGISIAN BLANGKO O & P
 Disampaikan Oleh :
Ir. Mohamad Amir Ali
Dalam Pelaksanaan Bimtek Lapangan dan Sosialisasi
Pengisian Kinerja Jaringan Irigasi Utuh
G.E.C Lap. Golf Golong Narmada , 9 April 2018
DINAS PEKERJAAN UMUM & PENATAAN RUANG
KABUPATEN LOMBOK TENGAH
Jln. Basuki Rahmat No 11 Praya
• Pemeliharaan : upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu
berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan
operasi dan mempertahankan kelestariannya (ps 1 angka 38)
PENGERTIAN OP IRIGASI
• Operasi : Upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, membuka
menutup pintu, menyusun rencana tata tanam, menyusun sistem
golongan, rencana pembagianair,kalibrasipintu/bangunan,
mengumpulkan data, memantau dan mengevaluasi (ps 1 angka 37)
Menurut PP 20/2006 tentang irigasi,
• Oprasi & pemeliharaan jaringan irigasi dilaksanakan sesuai norma, standar pedoman dan
manual yang ditetapkan mentri.
• Oprasi & pemeliharaan jaringan irigasi primer, skunder dan tersier adalah kegiatan
pengamanan jaringan irigasi dan konservasi air di daerah irigasi, dan menjadi tugas
pemerintah, pemerintah Provinsi; Kabupaten dengan berbasis peran serta GP3A sesuai
kebutuhan & kemampuan.
• Atas dasar rencana tahunan oprasi dan pemeliharaan yang disepakati bersama secara
tertulis antara pemerintah, GP3A/ P3A dan pengguna jaringan irigasi dengan kesepakatan
antara lain : Pengaturan air, bagian prioritas pemeliharaan, waktu pelaksanaan pemeliharaan
dan pembagian tugas dan tanggung jawab pekerjaan pemeliharaan.
 PERAN P3A DALAM O&P IRIGASI
(Ps 56 & 57)
● P3A dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan OP
jaringan irigasi primer dan sekunder.
● P3A membuat kesepakatan bersama dengan pemerintah
secara tertulis tentang rencana tahunan OP.
● Apabila P3A tidak mampu melaksanakan OP yang menjadi
hak dan tanggungjawabnya Pemerintah dan Pemerintah
Daerah dapat menbantu atas dasar permintaan P3A dengan
memperhatikan prinsip kemandirian.
● P3A dapat berperan serta dlam OP jaringan irigasi primer
dan sekunder sesuai kebutuhan dan kemampuannya.
Pengelolaan irigasi mencakup komponen sistim irigasi :
1. Sistim fisik pengoperasian jaringan dan pengelolaan debit air tersedia
- Sub sistim penyaluran air irigasi (oprasi bangunan utama dan bangunan ulir)
- Sub sistim pemberian dan pemakaian air
- Sub sistim tata guna air (hak guna air)
- Sub sistim pembagian air (operasi pintu air(Buka-tutup pintu air)
- Pelestarian kualitas/ mutu air irigasi
2. Sistim pertanian ber-irigasi
- Pola tanam tunggal
- Pola tanam ganda dan campuran (deversifikasi)
- Pengaturan/rencana tata tanam global dan detail (RTTG & RTTD) dan
keseimbangan air irigasi
- Modernisasi usaha tani dan Optimalisasi pemanfaatan air
3. Sistem Ekonomi
- Budidaya tanaman holtikultura dan industri rumah tangga (pengolah hasil) dan
memanfaatkan sumber daya local yang tersedia dan keterampilan praktis petani
- Kemitraan usaha tani, unit usaha ekonomi petani dan otonomi mandiri
- Barang dan jasa atau koprasi tani
- Penyediaan air dan pemberian yang sesuai di tingkat usaha tani
- Peluang pasar dan pemerintah membantu
PENGELOLAAN IRIGASI
4. Sistim sosial dan organisasi
 Memperkuat kelembagaan P3A/GP3A
 Menggabungkan P3A dan poktam menjadi satu organisasi petani di
tingkat usaha tani
 Pendampingan P3A oleh tenaga proporsional KPL dan TPP/TPM.
 Karakteristik pelayanan yang merupakan tindakan nyata dan dapat
berpengaruh/menyusun perubahan social-ekonomi
 Petani pemakai air menjadi berdaya dan percaya diri untuk melakukan
perubahan dan peningkatan kesejahteraan keluarga petani
5. Kerangka pengelolaan irigasi
 Manajemen asset irigasi
 Lembaga pengelolaan irigasi
 Forum koordinasidaerah irigasi (strategis nasional)
 Pembiayaan pengelolaan irigasi berdasarkan angka kebutuhan nyata
pengelolaan irigasi (AKNPI) di rinci dalam
 Pembiayaan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi berdasarkan
angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan (AKNOP)
UMUM
Pedoman pengelolaan yang
berdasarkan spesifikasi teknis,
guna manfaat optimal
PENGELOLAAN
IRIGASI
Latar Belakang
• UU RI No 74/ 2004, tentang SDA
• PP RI No 20/ 2006 Pasal 55, tentang irigasi
• Peraturan Menteri PU No. 32 /PRT/M/2007 ttg Pedoman
Oprasi dan Pemeliharaan
LINGKUP
 Pengaturan & pengelolaan debit air tersedia
 Pendayagunaan jaringan irigasi
 Pengaturan organisasi & personil
PENGATURAN DAN
PENGELOLAAN DEBIT AIR
DASAR :
Pola / tata tanam global & detail
Pengaturan debit sungai & data
hidrologi (buka tutup pintu air)
Peraturan sistem golongan (prinsip
alokasi air)
Penyusunan jadwal air
PENYUSUNAN POLA
TANAM/ TATA TANAM
FAKTOR :
Karakteristik sumber air bila air tersedia (neraca air)
• Air tersedia 9 – 12 bulan → padi – padi – padi
• Air tersedia 5 – 8 bulan → padi – padi/pal. – pal/bero
• Air tersedia 4 – 7 bulan → padi – pal. – pal./bero
• Air tersedia 3 – 5 bulan → padi – pal – bero
Karakteristik jenis tanaman (studi realisasi)
Karakteristik jenis tanah (ekologi tanah)
Karakteristik iklim (tipe iklim)
PENDAYAGUNAAAN JARINGAN
IRIGASI
INDIKASI SPESIFIKASI TEKNIS :
Pedoman operasi bendung (musim hujan & kemarau)
Pedoman operasi bangunan khusus
Pedoman pengaturan pintu air (faktor K)
Keseimbangan air di hulu-tengah & hilir (Q sedia = Q
butuh)
Kalibrasi bangunan ukur & kapasitas saluran (3 tahun
sekali)
Pembuangan air (lebih/ yang tidak dipakai)
PELESTARIAN JARINGAN IRIGASI
Berbagai Peran Serta P3A
LINGKUP
Inventarisasi kondisi jaringan (pemutahiran)
Perencanaan
Pelaksanaan
Pemantauan & Evaluasi
PENDUKUNG
Peta DI skala 1:5000 atau 1:10.000
Skema jaringan
Inventarisasi hasil pemutahiran
Gambar pasca konstruksi (asbault drawing)
Perencanaan 5 (lima) tahun
Dokumen dan data pendukung lainnya
Debit tersedia
di sumber air
(2 mingguan)
Penetapan
Rencana Tata
Tanam
Per DI/Sek
6
Penetapan
Rencana Tata
Tanam Detail/
tersier
Pembuatan
Renc Pembag Air Detail/
(tahunan)
7
Lap. Tanaman
& Kbthan. Air
(2 mingguan)
8
Pembuatan
Rencana
Penyediaan Air
(2 mingguan)
Perhit
Fakto
r
K (bd)
Penyediaan
Air Irigasi
Per DI
Pengaturan
Pembagian Air
Dlm DI/Sek
10
11 12
Tingkat Daerah Irigasi
Provinsi
Kabupaten
5
13
9
Rencana
Penyediaan
Air
Usulan Rencana
Tata Tanam
Kabupaten
Usulan Renc
Tanam&Kebut.Air
Ter/sek/DI
Perhitungan
Neraca Air
Per DI dlm Kab.
1
2
3
4
Kurangnya perhatian dan kemampuan terhadap penyelenggaraan O&P
jaringan irigasi akan mengakibatkan cepatnya penurunan fungsi jaringan
irigasi,
perlu perbaikan berat - rehabilitasi
jaringan irigasi
Untuk dapat menjamin terlaksananya
kegiatan O&P yang baik dan benar,
Besarnya biaya harus dihitung
berdasarkan kebutuhan nyata
RESUME KERANGKA MANUAL OPERASI DAN PEMELIHARAAN
1. PROSEDUR OPERASI JARINGAN IRIGASI
RENCANA TANAM RENCANA
PEMBAGIAN AIR
OPERASI BGN
UTAMA
OPERASI BGN
PENGUKUR DEBIT
• Debit andalan
• Neraca air
• Rttg & Rttg
• Rencana
golongan dan
jadwal air
OPERASIMUSIM
HUJAN
OPERASIMUSIM
KEMARAU
• Bangunan
pengambilan
• Kantong
lumpur/sandtrap
• Pintu
penguras/Pintu
banjir
• Pembilasan
• Operasi pintu
bagi/sadap
• Tabel debit
• Faktor K
• Papan operasi
• Skema
pembagian air
Prosedur
tindakan
sewaktu
Hujan Lebat
Prosedur
tindakan
pada waktu
air kurang
(Gilir Air)
2. PROSEDUR PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI
INSPEKSI
PEMELIHARAAN
SIAGA BANJIR
• Inspeksi Rutin
(Catatan Pemeliharaan)
• Penelusuran
Jaringan
(Inventarisasi)
INSPEKSI
PEMELIHARAAN
• Uraian Pekerjaan
• Perencanaan
Pemeliharaan Rutin
PEMELIHARAAN
BERKALA
• Uraian Pekerjaan
(1 Tahunan)
• Rencana Jangka
Panjang (5 Tahunan)
• Pembuangan Lumpur
• Perawatan Berkala
(Periodik)
PERBAIKAN
DARURAT
PEMELIHARAAN
FASILITAS OP
PELAPORAN &
MONEV
PELAPORAN
DATA-DATA
• Kinerja Banjir
• Penutupan Saluran
• Perbaikan Darurat
A B
A B
• Buku Data DI
• RTTG & RTTG
• Rencana Golongan
• Tabel Debit Pintu Air
• Blanko Operasi
• Blanko Pemeliharaan
• Laporan / Pengisian
Blanko Operasi (01-O
s/d 16-O)
• Laporan / Pengisian
Blanko Pemeliharaan
(01-P s/d 17-P)
ANGGARAN
OPERASI & PEMELIHARAAN
• Kebutuhan Biaya
Nyata O & P
(AKNOP/AKNPI)
• Realisasi Anggaran
3. KELEMBAGAAN PENGELOLAAN IRIGASI
Organisasi &
Personalia
KOMISI
IRIGASI
P3A / GP3A
• StrukturOrganisasiOP
• DaftarPersonil
• TUPOKSI
• JadwalInspeksi
• StrukturOrganisasiOP
• TugasInstansi/ Pembagian
TugasInstansi
• DaftarP3A& Legalitas
• JadwalKegiatanP3A
• ProfilP3A
INDIKATOR KEBERHASILAN KEGIATAN PEMELIHARAAN
Indikator :
a) Terpenuhinya kapasitas saluran sesuai dengan kapasitas rencana
b) Terjaganya kondisi bangunan dan saluran :
 Kondisi baik jika tingkat kerusakan < 10 % dari kondisi awal
bangunan dan saluran, diperlukan pemeliharaan rutin
 Kondisi rusak ringan jika tingkat kerusakan 10 – 20 % dari
kondisi awal bangunan dan saluran, diperlukan pemeliharaan
berkala
 Kondisi rusak sedang jika tingkat kerusakan 21 – 40 % dari
kondisi awal bangunan dan salurah, diperlukan perbaikan
 Kondisi rusak berat jika tingkat kerusakan > 40 % dari kondisi
awal bangunan dan saluran, diperlukan perbaikan berat atau
penggantian
c) Meminimalkan biaya rehabilitasi jaringan irigasi
d) Tercapainya umur rencana jaringan irigasi
TOLAK UKUR KEBERHASILAN
PENGELOLAAN IRIGASI
PARAMETER KINERJA
O & P
JARINGAN IRIGASI
ASPEK INSTITUSI
KELEMBAGAAN
ASPEK
SDM
ASPEK
BUDIDAYA
PERTANIAN
PENINGKATAN
PENDAPATAN
BAGI PETANI
TINDAK LANJUT PP 20/2006 UNTUK OP
 Pedoman O&P Jaringan Irigasi, Penentuan Garis sempadan
Jaringan Irigasi dan Pengamanan Jaringan sesuai dengan
pasal 61, (2006);
 PerMen PU tentang Pedoman Pengelolaan Aset Irigasi sesuai
dengan pasal 73, (2007);
 Rencana Tahunan Penyediaan Air Irigasi sesuai dengan pasal
39 ayat 2,(2007);
 PerMen PU tentang Penyediaan Air Irigasi untuk Penyusunan
Rencana Tata Tanam sesuai dengan pasal 37 ayat 5, (2008);
 Norma, Standar, Pedoman, Manual Pelaksanaan Operasi dan
Pemeliharaan Jaringan Irigasi sesuai dengan pasal 55, (2008);
 PerMen PU Tata Cara Pemberian Ijin untuk Memperoleh HGA
untuk Irigasi sesuai dengan pasal 35, (2009);
 PerMen PU tentang Penyerahan Sementara dan/atau
Pengelolaan Jaringan Irigasi sesuai dengan pasal 70, (2009).
PRESENTASE PENTINGNYA PENGISIAN BLANGKO OP.ppt

PRESENTASE PENTINGNYA PENGISIAN BLANGKO OP.ppt

  • 1.
    PENTINGNYA PENERAPAN PENGISIANBLANGKO O & P  Disampaikan Oleh : Ir. Mohamad Amir Ali Dalam Pelaksanaan Bimtek Lapangan dan Sosialisasi Pengisian Kinerja Jaringan Irigasi Utuh G.E.C Lap. Golf Golong Narmada , 9 April 2018 DINAS PEKERJAAN UMUM & PENATAAN RUANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Jln. Basuki Rahmat No 11 Praya
  • 2.
    • Pemeliharaan :upaya menjaga dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu berfungsi dengan baik guna memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya (ps 1 angka 38) PENGERTIAN OP IRIGASI • Operasi : Upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya, membuka menutup pintu, menyusun rencana tata tanam, menyusun sistem golongan, rencana pembagianair,kalibrasipintu/bangunan, mengumpulkan data, memantau dan mengevaluasi (ps 1 angka 37) Menurut PP 20/2006 tentang irigasi, • Oprasi & pemeliharaan jaringan irigasi dilaksanakan sesuai norma, standar pedoman dan manual yang ditetapkan mentri. • Oprasi & pemeliharaan jaringan irigasi primer, skunder dan tersier adalah kegiatan pengamanan jaringan irigasi dan konservasi air di daerah irigasi, dan menjadi tugas pemerintah, pemerintah Provinsi; Kabupaten dengan berbasis peran serta GP3A sesuai kebutuhan & kemampuan. • Atas dasar rencana tahunan oprasi dan pemeliharaan yang disepakati bersama secara tertulis antara pemerintah, GP3A/ P3A dan pengguna jaringan irigasi dengan kesepakatan antara lain : Pengaturan air, bagian prioritas pemeliharaan, waktu pelaksanaan pemeliharaan dan pembagian tugas dan tanggung jawab pekerjaan pemeliharaan.
  • 3.
     PERAN P3ADALAM O&P IRIGASI (Ps 56 & 57) ● P3A dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan OP jaringan irigasi primer dan sekunder. ● P3A membuat kesepakatan bersama dengan pemerintah secara tertulis tentang rencana tahunan OP. ● Apabila P3A tidak mampu melaksanakan OP yang menjadi hak dan tanggungjawabnya Pemerintah dan Pemerintah Daerah dapat menbantu atas dasar permintaan P3A dengan memperhatikan prinsip kemandirian. ● P3A dapat berperan serta dlam OP jaringan irigasi primer dan sekunder sesuai kebutuhan dan kemampuannya.
  • 4.
    Pengelolaan irigasi mencakupkomponen sistim irigasi : 1. Sistim fisik pengoperasian jaringan dan pengelolaan debit air tersedia - Sub sistim penyaluran air irigasi (oprasi bangunan utama dan bangunan ulir) - Sub sistim pemberian dan pemakaian air - Sub sistim tata guna air (hak guna air) - Sub sistim pembagian air (operasi pintu air(Buka-tutup pintu air) - Pelestarian kualitas/ mutu air irigasi 2. Sistim pertanian ber-irigasi - Pola tanam tunggal - Pola tanam ganda dan campuran (deversifikasi) - Pengaturan/rencana tata tanam global dan detail (RTTG & RTTD) dan keseimbangan air irigasi - Modernisasi usaha tani dan Optimalisasi pemanfaatan air 3. Sistem Ekonomi - Budidaya tanaman holtikultura dan industri rumah tangga (pengolah hasil) dan memanfaatkan sumber daya local yang tersedia dan keterampilan praktis petani - Kemitraan usaha tani, unit usaha ekonomi petani dan otonomi mandiri - Barang dan jasa atau koprasi tani - Penyediaan air dan pemberian yang sesuai di tingkat usaha tani - Peluang pasar dan pemerintah membantu PENGELOLAAN IRIGASI
  • 5.
    4. Sistim sosialdan organisasi  Memperkuat kelembagaan P3A/GP3A  Menggabungkan P3A dan poktam menjadi satu organisasi petani di tingkat usaha tani  Pendampingan P3A oleh tenaga proporsional KPL dan TPP/TPM.  Karakteristik pelayanan yang merupakan tindakan nyata dan dapat berpengaruh/menyusun perubahan social-ekonomi  Petani pemakai air menjadi berdaya dan percaya diri untuk melakukan perubahan dan peningkatan kesejahteraan keluarga petani 5. Kerangka pengelolaan irigasi  Manajemen asset irigasi  Lembaga pengelolaan irigasi  Forum koordinasidaerah irigasi (strategis nasional)  Pembiayaan pengelolaan irigasi berdasarkan angka kebutuhan nyata pengelolaan irigasi (AKNPI) di rinci dalam  Pembiayaan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi berdasarkan angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan (AKNOP)
  • 6.
    UMUM Pedoman pengelolaan yang berdasarkanspesifikasi teknis, guna manfaat optimal PENGELOLAAN IRIGASI Latar Belakang • UU RI No 74/ 2004, tentang SDA • PP RI No 20/ 2006 Pasal 55, tentang irigasi • Peraturan Menteri PU No. 32 /PRT/M/2007 ttg Pedoman Oprasi dan Pemeliharaan LINGKUP  Pengaturan & pengelolaan debit air tersedia  Pendayagunaan jaringan irigasi  Pengaturan organisasi & personil
  • 7.
    PENGATURAN DAN PENGELOLAAN DEBITAIR DASAR : Pola / tata tanam global & detail Pengaturan debit sungai & data hidrologi (buka tutup pintu air) Peraturan sistem golongan (prinsip alokasi air) Penyusunan jadwal air
  • 8.
    PENYUSUNAN POLA TANAM/ TATATANAM FAKTOR : Karakteristik sumber air bila air tersedia (neraca air) • Air tersedia 9 – 12 bulan → padi – padi – padi • Air tersedia 5 – 8 bulan → padi – padi/pal. – pal/bero • Air tersedia 4 – 7 bulan → padi – pal. – pal./bero • Air tersedia 3 – 5 bulan → padi – pal – bero Karakteristik jenis tanaman (studi realisasi) Karakteristik jenis tanah (ekologi tanah) Karakteristik iklim (tipe iklim)
  • 9.
    PENDAYAGUNAAAN JARINGAN IRIGASI INDIKASI SPESIFIKASITEKNIS : Pedoman operasi bendung (musim hujan & kemarau) Pedoman operasi bangunan khusus Pedoman pengaturan pintu air (faktor K) Keseimbangan air di hulu-tengah & hilir (Q sedia = Q butuh) Kalibrasi bangunan ukur & kapasitas saluran (3 tahun sekali) Pembuangan air (lebih/ yang tidak dipakai)
  • 10.
    PELESTARIAN JARINGAN IRIGASI BerbagaiPeran Serta P3A LINGKUP Inventarisasi kondisi jaringan (pemutahiran) Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan & Evaluasi PENDUKUNG Peta DI skala 1:5000 atau 1:10.000 Skema jaringan Inventarisasi hasil pemutahiran Gambar pasca konstruksi (asbault drawing) Perencanaan 5 (lima) tahun Dokumen dan data pendukung lainnya
  • 11.
    Debit tersedia di sumberair (2 mingguan) Penetapan Rencana Tata Tanam Per DI/Sek 6 Penetapan Rencana Tata Tanam Detail/ tersier Pembuatan Renc Pembag Air Detail/ (tahunan) 7 Lap. Tanaman & Kbthan. Air (2 mingguan) 8 Pembuatan Rencana Penyediaan Air (2 mingguan) Perhit Fakto r K (bd) Penyediaan Air Irigasi Per DI Pengaturan Pembagian Air Dlm DI/Sek 10 11 12 Tingkat Daerah Irigasi Provinsi Kabupaten 5 13 9 Rencana Penyediaan Air Usulan Rencana Tata Tanam Kabupaten Usulan Renc Tanam&Kebut.Air Ter/sek/DI Perhitungan Neraca Air Per DI dlm Kab. 1 2 3 4
  • 13.
    Kurangnya perhatian dankemampuan terhadap penyelenggaraan O&P jaringan irigasi akan mengakibatkan cepatnya penurunan fungsi jaringan irigasi, perlu perbaikan berat - rehabilitasi jaringan irigasi Untuk dapat menjamin terlaksananya kegiatan O&P yang baik dan benar, Besarnya biaya harus dihitung berdasarkan kebutuhan nyata
  • 14.
    RESUME KERANGKA MANUALOPERASI DAN PEMELIHARAAN 1. PROSEDUR OPERASI JARINGAN IRIGASI RENCANA TANAM RENCANA PEMBAGIAN AIR OPERASI BGN UTAMA OPERASI BGN PENGUKUR DEBIT • Debit andalan • Neraca air • Rttg & Rttg • Rencana golongan dan jadwal air OPERASIMUSIM HUJAN OPERASIMUSIM KEMARAU • Bangunan pengambilan • Kantong lumpur/sandtrap • Pintu penguras/Pintu banjir • Pembilasan • Operasi pintu bagi/sadap • Tabel debit • Faktor K • Papan operasi • Skema pembagian air Prosedur tindakan sewaktu Hujan Lebat Prosedur tindakan pada waktu air kurang (Gilir Air)
  • 15.
    2. PROSEDUR PEMELIHARAANJARINGAN IRIGASI INSPEKSI PEMELIHARAAN SIAGA BANJIR • Inspeksi Rutin (Catatan Pemeliharaan) • Penelusuran Jaringan (Inventarisasi) INSPEKSI PEMELIHARAAN • Uraian Pekerjaan • Perencanaan Pemeliharaan Rutin PEMELIHARAAN BERKALA • Uraian Pekerjaan (1 Tahunan) • Rencana Jangka Panjang (5 Tahunan) • Pembuangan Lumpur • Perawatan Berkala (Periodik) PERBAIKAN DARURAT PEMELIHARAAN FASILITAS OP PELAPORAN & MONEV PELAPORAN DATA-DATA • Kinerja Banjir • Penutupan Saluran • Perbaikan Darurat A B
  • 16.
    A B • BukuData DI • RTTG & RTTG • Rencana Golongan • Tabel Debit Pintu Air • Blanko Operasi • Blanko Pemeliharaan • Laporan / Pengisian Blanko Operasi (01-O s/d 16-O) • Laporan / Pengisian Blanko Pemeliharaan (01-P s/d 17-P) ANGGARAN OPERASI & PEMELIHARAAN • Kebutuhan Biaya Nyata O & P (AKNOP/AKNPI) • Realisasi Anggaran 3. KELEMBAGAAN PENGELOLAAN IRIGASI Organisasi & Personalia KOMISI IRIGASI P3A / GP3A • StrukturOrganisasiOP • DaftarPersonil • TUPOKSI • JadwalInspeksi • StrukturOrganisasiOP • TugasInstansi/ Pembagian TugasInstansi • DaftarP3A& Legalitas • JadwalKegiatanP3A • ProfilP3A
  • 17.
    INDIKATOR KEBERHASILAN KEGIATANPEMELIHARAAN Indikator : a) Terpenuhinya kapasitas saluran sesuai dengan kapasitas rencana b) Terjaganya kondisi bangunan dan saluran :  Kondisi baik jika tingkat kerusakan < 10 % dari kondisi awal bangunan dan saluran, diperlukan pemeliharaan rutin  Kondisi rusak ringan jika tingkat kerusakan 10 – 20 % dari kondisi awal bangunan dan saluran, diperlukan pemeliharaan berkala  Kondisi rusak sedang jika tingkat kerusakan 21 – 40 % dari kondisi awal bangunan dan salurah, diperlukan perbaikan  Kondisi rusak berat jika tingkat kerusakan > 40 % dari kondisi awal bangunan dan saluran, diperlukan perbaikan berat atau penggantian c) Meminimalkan biaya rehabilitasi jaringan irigasi d) Tercapainya umur rencana jaringan irigasi
  • 18.
    TOLAK UKUR KEBERHASILAN PENGELOLAANIRIGASI PARAMETER KINERJA O & P JARINGAN IRIGASI ASPEK INSTITUSI KELEMBAGAAN ASPEK SDM ASPEK BUDIDAYA PERTANIAN PENINGKATAN PENDAPATAN BAGI PETANI
  • 19.
    TINDAK LANJUT PP20/2006 UNTUK OP  Pedoman O&P Jaringan Irigasi, Penentuan Garis sempadan Jaringan Irigasi dan Pengamanan Jaringan sesuai dengan pasal 61, (2006);  PerMen PU tentang Pedoman Pengelolaan Aset Irigasi sesuai dengan pasal 73, (2007);  Rencana Tahunan Penyediaan Air Irigasi sesuai dengan pasal 39 ayat 2,(2007);  PerMen PU tentang Penyediaan Air Irigasi untuk Penyusunan Rencana Tata Tanam sesuai dengan pasal 37 ayat 5, (2008);  Norma, Standar, Pedoman, Manual Pelaksanaan Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi sesuai dengan pasal 55, (2008);  PerMen PU Tata Cara Pemberian Ijin untuk Memperoleh HGA untuk Irigasi sesuai dengan pasal 35, (2009);  PerMen PU tentang Penyerahan Sementara dan/atau Pengelolaan Jaringan Irigasi sesuai dengan pasal 70, (2009).