Di adopsi dari Tim Asisten Dosen 2016/2017
dan dimodifikasi oleh Tim Asdos struktur
hewan (Epitel Squad) 2018/2019
JARINGAN HEWAN
Praktikum 1
1. Kanal Havers
2. Kanal Volkmann
3. Lakuna
4. Lamela
5. Kanalikuli
3
1
2
3
4
5
1. Serat Otot Polos
41
1. Badan Basal
2. Serat Otot Polos
5
1
2
Ini dari buku daras
6
1. Jaringan Ikat
2. Perikondrium
3. Matrik Teritorial
4. Kondrosit
5. Kondrosit Muda
7
1
2
3
4
5
1. Pita Gelap dan Pita Terang
2. Endomisium
8
1
2
1. Eritrosit (Sel Darah Merah)
2. Leukosit (Sel Darah Putih)
3. Trombosit (Keping Darah)
9
1
1. Serat Jantung Bercabang
10
1
SISTEM GERAK
Praktikum 2
Rangka Manusia
13
Rangka Katak
Sistem pencernaan
Praktikum 3
1. Vili
2. Ruang antar Vili
3. Muskularis Eksterna
16
1
2
3
1. Vili
2. Muskularis Eksterna
17
1
2
1. Vena Sentral
2. Septum Interlobular
3. Lempeng-lempeng Sel Hati
4. Sinusoid Hati
5. Daerah Porta
 Doktus Biliaris
 Arteri Hepatika
 Vena Porta
18
1
2
3
4
5
Gambar mukosa lambung tikus
Sumber: jurnal
“GAMBARAN HISTOPATOLOGIK MUKOSA LAMBUNG TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG
DIINDUKSI KEBISINGAN DAN DIBERIKAN RANITIDIN “
tersusun dari jaringan epitel 19
Sistem integumen
Praktikum 4
1. Radioli
2. Barbae
3. Rachis
4. Vexillum
5. Calamus
6. Umbilicus Superior
7. Umbilicus Inferio
8. Barbulae Distal
9. Barbulae Proximal
21
7
6 5
3
4
2
1
9
8
Plumae
1. Calamus
2. Umbilicus
Inferior
3. Umbilicus
Superior
4. Vexillum
5. Barbulae
Interior
6. Barbulae
Superior
7. Radioli
Plumulae
1. Calamus
2. Ranchis
3. Barbae
4. Barbulae
Filoplumae
1. Calamus
2. Barbae
22
1
2
3 4
5
6
7
1
2
3
4
1
2
23
24
KUKU
Sistem pernafasan
Praktikum 5
lumen
27
Sistem peredaran darah
Praktikum 6
1. Miokard Vertikel
29
1
1. Eritrosit (Sel Darah Merah)
2. Leukosit (Sel Darah Putih)
3. Trombosit (Keping Darah)
30
1
Sistem urogenital
Praktikum 7
1. Tubulus
32
1
1. Epidermis
2. Dermis
3. Tunika Dartos
4. Fasia Penis Prifunda
5. Tunika Albuginea
6. Ruang dalam Korpus
7. Trabekula
33
1
2
3
4
5
6
7
1. Otot Halus
2. Spermatid
3. Spermatogonia
34
1
2
3
1. Epitel Germinal
2. Tunika Albuginea
3. Folikel Sekunder
4. Folikel Primer
5. Teka Eksterna
6. Teka Interna
7. Sel Granulosa
8. Antrum
9. Oosit
10. Folikel Atretis
11. Korteks
12. Medula
35
1
2
3
4
12
5
7
6
8
9
11
10
Folikel Matur Besar
(Folikel Matang)
Sumber:http://www.medicinesia.com/kedokteran-dasar/metabolik-endokrin/aspek-anatomi-
dan-histologi-kelenjar-endokrin/
36
THE END
37

praktikum struktur hewan

Editor's Notes

  • #22 Secara anatomis bulu dibagi menjadi plumae, plumulae dan  phyloplumae. Plumulae terdapat pada unggas yang masih muda dan kadang-kadang terdapat pada unggas yang sedang mengerami telur. Plumulae terdiri dari calamus, rachis, barbae dan barbulae tanpa adanya vexillum. Phyloplumae fungsi belum jelas dan tumbuh jarang di seluruh tubuh. Pada plumae terdapat calamus  yang berupa tangkai dari bulu yang berbentuk memanjang dengan rongga di dalamnya. Pada pangkal calamus terdapat lubang yang disebut umbilicus inferior dan pada bagian distal disebut umbilicus superior. Pada umbilicus superior ke arah rachis menjadi sulcus. Pada ayam muda kedua umbilicus tersebut dilalui oleh pembuluh darah  yang berguna untuk mengedarkan makanan kepada bulu-bulu muda. Vexillum terbentuk oleh barbae (suatu cabang bulu ke arah lateral rachis) dan tiap barbae bercabang-cabang menjadi barbulae. Barbulae ada dua macam, barbulae distal dan barbulae proximal.Barbulae distal menuju ke arah ujung sayap dan mempunyai kait-kait yang disebut radioli. Barbulae proximal adalah barbulae yang menuju ke arah pangkal sayap (Radiopoetro, 1991). Menurut letaknya bulu dibagi menjadi remiges (bulu-bulu pada sayap), retrices (bulu-bulu pada ekor), tectrices (bulu-bulu lain yang menutup badan), parapterium (bulu-bulu pada bahu  antara badan dan sayap) dan alula atau ala spuria yaitu bulu-bulu kecil yang melekat pada jari kedua pada ekstremitas superior (Radiopoetro, 1991). Menurut umurnya bulu dibagi menjadi neoptyle dan teleoptyle. Neoptyle setelah meluruh diganti dengan teleoptyle. Pada tempat yang ditumbuhi bulu disebut pteryle dan bagian tubuh yang tidak ditumbuhi bulu disebut apteria (Radiopoetro, 1991).     Bulu tumbuh di mulai hari kelima saat embrio masih di dalam telur.  Pertumbuhan di mulai dengan terbentuknya papila pada permukaan kulit yang akhirnya membentuk selubung bulu atau folikel atau germ dengan cara terdorong ke arah atas atau samping pada lapisan di bawah permukaan kulit, sehingga germ bulu tertanam kuat pada kulit (setadium pin feather). Pada periode berikutnyagerm yang masih terbungkus pada selubung folikel akan menembus selaput folikel dan tumbuh hingga menutup seluruh bagian tubuh yang masih berupa bulu-bulu halus, yang pada akhirnya menetas pada kondisi bulu sudah lengkap.