Dokumen ini membahas teori pendidikan humanisme yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dalam proses belajar, menekankan penemuan potensi individu dalam konteks sosial. Teori ini diilhami oleh tokoh-tokoh seperti Abraham Maslow dan Carl Rogers, yang mengembangkan prinsip-prinsip tentang motivasi dan pembelajaran yang bermakna. Meskipun memiliki kelebihan dalam membentuk karakter dan keterlibatan siswa, teori ini juga memiliki kelemahan terkait pemahaman potensi diri dan kesulitan dalam pengujian.