AKUNTANSI SALAM
Ahmad Afif Ridho (802210005)
DEFINISI SALAM
Dari kata “As salaf” : pendahuluan karena pemesan barang
menyerahkan uangnya dimuka.
Jual beli barang dengan cara pemesanan dan pembayaran
harga lebih dahulu dengan syaratsyarat tertentu (Fatwa DSN
05/2000)
TRANSAKSI SALAM
Pembayaran harus lunas pada saat akad/kontrak disepakati
Obyek tidak harus melalui proses produksi, Tapi tidak ada di
penjual pada saat akad terjadi
KETENTUAN PEMBAYARAN
SALAM
a. harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa uang,
barang atau manfaat.
b. harus dilakukan pada saat kontrak disepakati (kontan)
c. Tidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang.
KETENTUAN BARANG
a. Barang Pesanan Tersedia di Pasar Pada Saat Jatuh Tempo
b. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya
c. Tidak boleh menukar barang, kecuali dengan barang
sejenis sesuai kesepakatan.
d. Pengadaan barang diserahkan sepenuhnya pada penjual,
sehingga tidak diharuskan penjual merupakan pemilik
obyek salam
SKEMA AKAD SALAM (PRODUK
PERTANIAN)
SKEMA AKAD SALAM PARALEL
KETENTUAN SALAM PARALEL
PSAK 103 PAR. 5-10
1. Akad antara entitas (pembeli) dan
produsen (penjual) terpisah dari
akad antara entitas (penjual) dan
pembeli akhir; dan
2. Kedua akad tidak saling
bergantung (ta’alluq).
RUANG LINGKUP
(PSAK 103 PAR.4)
Pernyataan ini diterapkan untuk
entitas yang melakukan transaksi
salam, baik sebagai penjual atau
pembeli.
Pernyataan ini tidak mencakup
pengaturan perlakuan akuntansi atas
obligasi syariah (sukuk) yang
menggunakan akad salam
PENERAPAN
PSAK 103
AKUNTANSI
PEMBELI
AKUN YANG DIGUNAKAN OLEH
PEMBELI
A. Neraca
1) Piutang Salam
2) Persediaan (Aset Salam)
3) Piutang Pada Petani
B. Laporan Laba/Rugi
1) Keuntungan penyerahan aset salam
2) Kerugian penyerahan aset salam
Barang pesanan diterima diakui sebagai persediaan
DENDA
(PSAK 103, PRGF 14)
Denda yang diterima oleh pembeli diakui sebagai bagian dana
kebajikan
Db. Dana Kebajikan - Kas
Cr. Dana Kebajikan – Pend. Denda
AKUN YANG DIGUNAKAN OLEH
PENJUAL
A. Akun Laporan Posisi Keuangan (neraca)
1. Utang Salam (kewajiban salam)
2. Persediaan (Aset Salam)
3. Utang kepada LKS
B. Akun-akun Laporan Laba Rugi
1. Keuntungan Penyerahan Aktiva
2. Kerugian Penyerahan Aktiva
3. Kerugian salam
4. Keuntungan salam
PENILAIAN BARANG DAN UANG
Barang dinilai sesuai dengan sebesar nilai wajar
(Nilai wajar = nilai sesuai akad). Jika nilai wajar
lebih kecil dari akad maka dicatat sesuai nilai wajar,
selisih diakui sebagai kerugian. Jika selisih nilai
wajar lebih besar, maka yang dicatat sebesar nilai
Akad.
Uang dinilai sesuai dengan sebesar sejumlah yang
diterima
Utang berupa barang, bukan uang
CONTOH KASUS SALAM
• KUD Tengkulak Jaya membutuhkan 100 Ton
Mangga Arum Manis Kw-A seharga Rp. 500
Juta. Guna memenuhi kebutuhan ini KUD
menghubungi Bank Syariah Jaya.
• KUD TJ dengan Bank sepakat menyerahkan 4
Bulan kemudian.
• Sebagai wujud pemenuhan kebutuhan ini Bank
Menghubungi KUD Tani Jaya untuk melakukan
akad salam dengan ketentuan 100 Ton Mangga
Arum Manis Kw-A seharga 450 Juta.
ILUSTRASI
AKUNTANSI
PEMBELI
Transaksi 100 Ton
harga Rp. 500jt
Transaksi 100 Ton
harga Rp. 450jt
Transaksi 100 Ton
harga Rp. 500jt
Transaksi 100 Ton
harga Rp. 450jt
Menerima pesanan barang Melakukan/mengusahakan pesanan
Menerima barang yang dipesan
Menyerahkan barang yang dipesan
Penyerahan Barang
Salam
Penyerahan Barang
Salam
Penyerahan Barang
Salam

PPT Salam.ppt

  • 1.
    AKUNTANSI SALAM Ahmad AfifRidho (802210005)
  • 2.
    DEFINISI SALAM Dari kata“As salaf” : pendahuluan karena pemesan barang menyerahkan uangnya dimuka. Jual beli barang dengan cara pemesanan dan pembayaran harga lebih dahulu dengan syaratsyarat tertentu (Fatwa DSN 05/2000)
  • 3.
    TRANSAKSI SALAM Pembayaran haruslunas pada saat akad/kontrak disepakati Obyek tidak harus melalui proses produksi, Tapi tidak ada di penjual pada saat akad terjadi
  • 4.
    KETENTUAN PEMBAYARAN SALAM a. harusdiketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa uang, barang atau manfaat. b. harus dilakukan pada saat kontrak disepakati (kontan) c. Tidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang.
  • 5.
    KETENTUAN BARANG a. BarangPesanan Tersedia di Pasar Pada Saat Jatuh Tempo b. Pembeli tidak boleh menjual barang sebelum menerimanya c. Tidak boleh menukar barang, kecuali dengan barang sejenis sesuai kesepakatan. d. Pengadaan barang diserahkan sepenuhnya pada penjual, sehingga tidak diharuskan penjual merupakan pemilik obyek salam
  • 6.
    SKEMA AKAD SALAM(PRODUK PERTANIAN)
  • 7.
  • 8.
    KETENTUAN SALAM PARALEL PSAK103 PAR. 5-10 1. Akad antara entitas (pembeli) dan produsen (penjual) terpisah dari akad antara entitas (penjual) dan pembeli akhir; dan 2. Kedua akad tidak saling bergantung (ta’alluq).
  • 9.
    RUANG LINGKUP (PSAK 103PAR.4) Pernyataan ini diterapkan untuk entitas yang melakukan transaksi salam, baik sebagai penjual atau pembeli. Pernyataan ini tidak mencakup pengaturan perlakuan akuntansi atas obligasi syariah (sukuk) yang menggunakan akad salam
  • 10.
  • 11.
    AKUN YANG DIGUNAKANOLEH PEMBELI A. Neraca 1) Piutang Salam 2) Persediaan (Aset Salam) 3) Piutang Pada Petani B. Laporan Laba/Rugi 1) Keuntungan penyerahan aset salam 2) Kerugian penyerahan aset salam Barang pesanan diterima diakui sebagai persediaan
  • 12.
    DENDA (PSAK 103, PRGF14) Denda yang diterima oleh pembeli diakui sebagai bagian dana kebajikan Db. Dana Kebajikan - Kas Cr. Dana Kebajikan – Pend. Denda
  • 13.
    AKUN YANG DIGUNAKANOLEH PENJUAL A. Akun Laporan Posisi Keuangan (neraca) 1. Utang Salam (kewajiban salam) 2. Persediaan (Aset Salam) 3. Utang kepada LKS B. Akun-akun Laporan Laba Rugi 1. Keuntungan Penyerahan Aktiva 2. Kerugian Penyerahan Aktiva 3. Kerugian salam 4. Keuntungan salam
  • 14.
    PENILAIAN BARANG DANUANG Barang dinilai sesuai dengan sebesar nilai wajar (Nilai wajar = nilai sesuai akad). Jika nilai wajar lebih kecil dari akad maka dicatat sesuai nilai wajar, selisih diakui sebagai kerugian. Jika selisih nilai wajar lebih besar, maka yang dicatat sebesar nilai Akad. Uang dinilai sesuai dengan sebesar sejumlah yang diterima Utang berupa barang, bukan uang
  • 15.
    CONTOH KASUS SALAM •KUD Tengkulak Jaya membutuhkan 100 Ton Mangga Arum Manis Kw-A seharga Rp. 500 Juta. Guna memenuhi kebutuhan ini KUD menghubungi Bank Syariah Jaya. • KUD TJ dengan Bank sepakat menyerahkan 4 Bulan kemudian. • Sebagai wujud pemenuhan kebutuhan ini Bank Menghubungi KUD Tani Jaya untuk melakukan akad salam dengan ketentuan 100 Ton Mangga Arum Manis Kw-A seharga 450 Juta.
  • 16.
    ILUSTRASI AKUNTANSI PEMBELI Transaksi 100 Ton hargaRp. 500jt Transaksi 100 Ton harga Rp. 450jt
  • 17.
    Transaksi 100 Ton hargaRp. 500jt Transaksi 100 Ton harga Rp. 450jt Menerima pesanan barang Melakukan/mengusahakan pesanan Menerima barang yang dipesan Menyerahkan barang yang dipesan
  • 19.
  • 20.
  • 21.