Pembelajaran adalah intidari aktivitas pendidikan. Dalam konteks
ini, guru memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran.
Siswa akan menjadi sangat bosan jika guru selalu mengajar dengan cara
yang sama. Kejenuhan dapat membuat siswa tidak berminat pada
pembelajaran. Dengan demikian, keterampilan guru dalam mengadakan
variasi sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran. Mengadakan
variasi berarti melakukan tindakan yang beraneka ragam yang membuat
sesuatu menjadi tidak monoton di dalam pembelajaran sehingga dapat
menghilangkan kebosanan, meningkatkan minat dan rasa ingin tahu siswa,
serta membuat tingkat aktivitas siswa menjadi bertambah.
Di dalam proses belajar mengajar, variasi ditunjukkan dengan
adanya perubahan dalam gaya mengajar guru, keragaman media yang
digunakan, dan perubahan dalam pola interaksi dan kegiatan siswa. Variasi
ini lebih bersifat proses daripada produk. Bila tujuan pembelajaran
mencakup domain (ranah) dengan berbagai jenjang penguasaan maka
disarankan untuk memakai berbagai jenis metode pada setiap penyajian
apalagi bila tingkat kemampuan siswanya sangat bervariasi.
Latar Belakang
B
A
B
I
3.
Rumusan Masalah
Adapun rumusanmasalah dalam makalah ini yaitu:
1. Apa saja komponen keterampilan mengadakan variasi?
2. Apa tujuan dan manfaat mengadakan variasi ?
3. Apa prinsip prinsip dalam mengadakan variasi?
B
A
B
I
4.
Komponen Keterampilan
Mengadakan Variasi
1.Variasi dalam Gaya Mengajar Guru
Berikut cara yang dapat ditempuh guru dalam memvariasikan gaya mengajar:
a. Variasi suara (teacher voice)
b. Pemusatan perhatian siswa (focusing)
c. Kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence)
d. Mengadakan kontrak pandang dan gerak (eye contact and movement)
e. Gerakan badan dan mimik
f. Pergantian posisi guru di dalam kelas (teacher’s movement)
Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
• Membiasakan bergerak bebas di dalam kelas. Gunanya untuk menanamkan
rasa dekat kepada siswa sambil mengontrol tingkah laku siswa.
• Jangan membiasakan menerangkan sambil menulis menghadap ke papan tulis.
• Jangan membiasakan menerangkan dengan arah pandangan ke langit-langit, ke
arah lantai, atau keluar, tetapi arahkan pandangan menjelajahi seluruh kelas.
• Bila ingin mengobservasi seluruh kelas, bergeraklah perlahan- lahan ke arah
belakang dan dari belakang ke arah depan untuk mengetahui tingkah laku siswa.
BAB II
5.
2. Variasi DalamPenggunaan Media dan Alat Pembelajaran
Variasi dalam penggunaan media dan alat pembelajaran
antara lain adalah sebagai berikut:
a. Variasi alat atau media yang dapat dilihat (visual aids).
b. Variasi alat atau media yang dapat didengar (auditif aids).
c. Variasi alat atau bahan yang dapat didengar dan dilihat
(audiovisual aids).
d. Variasi alat atau media yang dapat diraba, dimanipulasi, dan
digerakkan (motoric).
BAB II
6.
3. Variasi PolaInteraksi dan Aktivitas Siswa
Dalam pola interaksi ini, guru bukan satu-satunya sumber
informasi/pengetahuan di kelas, tetapi guru berperan sebagai moderator, pembimbing
dan motivator. Interkasi guru-siswa bisa terjadi dalam bentuk: interaksi verbal dan non
verbal. Pola interaksi dapat pula berbentuk klasikal, kelompok, dan perorangan sesuai
dengan keperluan.
Selain itu, dalam proses pembelajaran terdapat aktivitas guru dan siswa. beberapa
aktivitas siswa yaitu aktivitas fisik, aktivitas mental, aktivitas verbal, aktivitas non verbal,
dan sebagainya. Aktivitas siswa tersebut dapat berupa mendengarkan informasi,
menelaah materi, bertanya, menjawab pertanyaan, membaca, berdiskusi, berlatih, atau
memperagakan.
Kedua aspek di atas, yaitu pola interkasi dan aktivitas siswa perlu divariasikan
sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan variasi pola interaksi dan aktivitas
siswa dimaksudkan untuk menghindari kebosanan siswa serta untuk menghidupkan
suasana kelas demi tercapainya tujuan pembelajaran.
BAB Ii
7.
1
2
3
B
a
b
ii
Tujuan dan ManfaatMengadakan Variasi
Tujuan dan manfaat variasi gaya mengajar:
1. Memelihara dan meningkatkan perhatian siswa terhadap materi dan aktivitas
pembelajaran.
2. Terciptanya proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa
3. Menghilangkan kejenuhan dan kebosanan sebagai akibat dari kegiatan yang
bersifat rutinitas
4. Meningkatkan kemungkinan berfungsinya motivasi rasa ingin tahu melalui kegiatan
investigasi dan eksplorasi.
5. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah.
6. Kemungkinan dilayaninya siswa secara individual sehingga memberi kemudahan
belajar
7. Mendorong aktivitas belajar dengan cara melibatkan siswa pada berbagai kegiatan
atau pengalaman belajar yang menarik dan berguna dalam berbagai tingkat kognitif
8.
B
A
B
II
Prinsip Prinsip PenggunaanVariasi
Dalam menerapkan variasi pembelajaran tidak hanya diperlukan keaneka-
ragaman jenis-jenis stimulus pembelajaran yang dikembangkan, melainkan
ditentukan pula oleh faktor kualitasnya.
Oleh karena itu agar penerapan variasi bisa mencapai sasaran pembelaran secara
efektif, maka beberapa prinsip berikut ini harus menjadi pertimbangan, yaitu:
1. Bertujuan.
2. Fleksibel.
3. Lancar dan berkesinambungan.
4. Wajar/tidak dibuat-buat.
5. Pengelola yang matang.
9.
Lanjutan...
Namun, dari semuakendala dan juga solusi terkait pembelajaran daring ini ada juga
kelebihan dari adanya pembelajaran daring seperti apa yang disampaikan oleh informan
yaitu, dalam proses pembelajarannya bisa dilakukan sambil refreshing jadi belajarnya juga
gak terlalu serius. Di waktu belajar juga bisa sambil bercanda dan juga rasanya itu rileks.
Jadi, kelebihan dari pembelajaran daring ini yaitu bahwa proses belajar mengajar jadi lebih
rileks, dan tidak terlalu monoton. Hanya saja perlu kiranya guru lebih kreatif lagi dalam
menyampaikan pembelajaran dan siswa harus mampu memahami pembelajaran yang
diberikan dengan menggunakan caranya masing-masing guna melatih kemampuan kognitif
dan kreativitasnya.
10.
KESIMPULAN
BAB III
Variasi adalahkeanekaan yang membuat sesuatu tidak monoton. Variasai
dapat berwujud perubahan-perubahan atau perbedaan-perbedaan yang
sengaja diciptakan untuk memberi kesan yang unik dan menarik perhatian
siswa pada pembelajaran. Dengan demikian, keterampilan guru dalam
mengadakan variasi sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
Mengadakan variasi berarti melakukan tindakan yang beraneka ragam yang
membuat sesuatu menjadi tidak monoton di dalam pembelajaran sehingga
dapat menghilangkan kebosanan, meningkatkan minat dan rasa ingin tahu
siswa, serta membuat tingkat aktivitas siswa menjadi bertambah.
Mengadakan variasi adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses
interaksi belajar mengajar yang ditujukan untuk mengatasi kebosanan siswa,
sehingga dalam situasi belajar siswa senantiasa menunjukkan ketekunan,
antusiasme, serta penuh partisipasi. Di dalam proses belajar mengajar,
variasi ditunjukkan dengan adanya perubahan dalam gaya mengajar guru,
keragaman media yang digunakan, dan perubahan dalam pola interaksi dan
kegiatan siswa