Pengaruh Pendekatan Inquiry Terbimbing (Guided Inquiry)
Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Smp Kelas VII Yayasan Cerdas
Murni Medan

Emmi Juwita Siregar
8126141004
Pendidikan Kimia

FMIPA UNIMED
MEDAN
2013
1.1 Latar Belakang Masalah
Proses Belajar
Mengajar yang
lemar

Kurangnya variasi
metode proses
belajar mengajar

Hasil Belajar
Kimia rendah

Pembelajaran
berpusat pada
guru
1.2 Identifikasi Masalah
Dari latar belakang masalah diatas maka peneliti dapat
mengidentifikasikan beberapa masalah antara lain :
 Masalah lemahnya proses pembelajaran dalam dunia pendidikan
sekolah.
 Dalam pembelajaran adanya kecenderungan meminimalkan
keterlibatan siswa.
Penggunaan metode belajar yang kurang tepat sesuai bahan ajar.
1.3 Batasan Masalah
Untuk menghindari interpretasi yang berbeda dalam
penelitian ini, maka dalam penelitian ini batasan masalahnya
adalah:
 Penelitian hanya dilakukan pada siswa kelas VII SMP Yayasan
Cerdas Murni Medan?
 Metode pembelajaran yang digunakan adalah dengan
pendekatan inquiry terbimbing?
1.4 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
 Bagaimanakah hasil belajar kimia siswa kelas VII SMP
Yayasan Cerdas Murni Medan yang diberi pengajaran dengan
pendekatan inquiry terbimbing pada pokok bahasan
perubahan materi?
 Bagaimanakan hasil belajar kimia siswa kelas VII SMP
Yayasan Cerdas Murni Medan yang diberi pengajaran dengan
pendekatan konvensional pada pokok bahasan perubahan
materi?
 Apakah ada pengaruh pendekatan pendekatan inquiry
terbimbing terhadap hasil belajar kimia siswa SMP Kelas VII
Yayasan Cerdas Murni Medan?
1.5 Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian
ini adalah:
 Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VII SMP
Yayasan Cerdas Murni Medan yang diberi pengajaran
dengan pendekatan inquiry terbimbing.
 Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VII SMP
Yayasan Cerdas Murni Medan yang diberi pengajaran
dengan pendekatan konvensional.
 Untuk mengetahui pengaruh pendekatan
pendekatan inquiry terbimbing terhadap hasil belajar
kimia siswa SMP Kelas VII Yayasan Cerdas Murni
Medan.
1.6 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil
penelitian ini adalah:
 Pedoman bagi penulis sebagai calon guru agar dapat
diterapkan nantinya dilapangan.
 Bahan masukan bagi guru SMP khususnya guru
kimia dalam menentukan metode pengajaran yang
ingin diterapkan.
 Guru dapat menerapkan metode inquiry terbimbing
khususnya dalam pengajaran kimia
Kerangka Teoritis
 inquiry adalah suatu proses untuk memperoleh dan
mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau
eksperimen untuk mencari jwaban atau memecahkan
masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan
bertanya dan mencari tahu.
 Pengajaran berbasis pendekatan inquiry merupakan
pengajaran dimana guru dan anak-anak mempelajari
peristiwa-peristiwa ilmiah dengan pendekatan dan jiwa para
ilmuan (scientist).
 Perubahan kimia menghasilkan zat yang baru, sedangkan
perubahan fisis tidak menghasilkan zat yang baru.
Perubahann kimia contohnya kertas terbakar dan besi
berkarat. Perubahan fisis contohnya es mencair dan air
menguap
 Tingkat pencapaian hasil belajar oleh siswa disebut
hasil belajar. Hasil belajar ini diperoleh siswa setelah
mengikuti proses belajar mengajar.
 Hasil belajar biasanya dinyatakan dengan skor yang
diperoleh siswa setelah mengikuti suatu tes hasil
belajar, yang diadakan setelah selesai suatu program
pembelajaran.
Prestasi belajar adalah penilaian dari hasil usaha
kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk
angka, huruf, maupun kalimat yang dapat
mencerminkan hasil yang sudah dicapai seseorang
dalam jangka wakktu tertentu
Kerangkan Konseptual
Pembelajaran
berbasis
inquiry
merupakan
pembelajaran yang berpusat pada siswa. Tujuan utama
pembelajaran inquiry adalah mendorong siswa untuk dapat
mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan
berpikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Strategi
pembelajaran inquiry menekankan kepada proses mencari
dan menemukan. Materi pelajaran diberikan secara tidak
langsung. Oleh
karenanya
pembelajaran
dengan
pendekatan inquiry terbimbing pada pokok bahasan
perubahan materi berpengaruh positif terhadap peningkatan
hasil belajar siswa
Hipotesis Penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ha
= Hasil belajar kimia siswa SMP yang diberi
pengajaran dengan pendekatan inquiry terbimbing lebih
tinggi dari pada yang diberi pengajaran dengan pendekatan
konvensional pada pokok bahasan perubahan materi.
H0
= Hasil belajar kimia siswa SMP yang diberi pengajaran
dengan pendekatan inquiry terbimbing tidak lebih tinggi dari
pada yang diberi pengajaran dengan pendekatan
konvensional pada pokok bahasan perubahan materi.
Hipotesis statistik:
Ha: A B
H0: A > B
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan di laksanakan di Yayasan SMP Cerdas Murni Medan pada bulan Juli
2009.
Populasi dan Sampel
Populasi Penelitian
Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII Yayasan Cerdas Murni Medan terdiri dari 2
kelas dengan jumlah siswa 60 orang.
Sampel Penelitian
Sampel penelitia ini adalah dari kedua kelas dengan jumlah 60 siswa.
Variabel Penelitian
Variabel Bebas
Pengajaran dengan pendekatan metode inquiry terbimbing.
Variabel Terikat
Hasil belajar siswa pada pokok bahasan perubahan materi.
Variabel Kontrol
Bahan ajar: Kelas kontrol dan kelas eksprimen mendapat materi yang sama.
Waktu: Banyaknya waktu yang digunakan untuk kegiatan pengajaran di kelas kontrol dan
kelas eksprimen adalah sama.
Test / instrument: Test / instrument yang dipakai di kelas kontrol dan kelas eksprimen
adalah sama.
Guru: Guru yang mengajar di kelas kontrol dengan kelas eksprimen adalah sama.
Validitas Tes

Uji Daya Beda

Alat Pengumpul Data

Tingkat Kesukaran

Reliabilitas
Organisasi Pengolahan Data
Populasi
Sampel Kelas

Pre-Test

Kelas Eksperimen

Kelas Kontrol
PBM dengan Pendekatan
Konvensional

PBM dengan pendekatan
Inquiry terbimbing
Post- test

Hasil
Analisis Daata
Kesimpulan
Rancangan Penelitian

Kelompok

Pre – test

Perlakuan

Post – test

Eksprimen

T1

X

T2

Kontrol

T1

Y

T2
Teknik Pengolahan Data
Sebelum dilakukan analisa data, terlebih
dahulu ditentukan skor jawaban benar yaitu (1)
dan jawaban salah adalah (0), karena soal yang
dibuat adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan
berganda. Sebelum dipergunakan, soal ini lebih
dahulu diujikan untuk melihat
validitas, realibilitas, tarap kesukaran dan daya
pembeda soal.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dari hasil pemberian tes diketahui nilai rata-rata siswa pada
kelas eksperimen sebesar 4,18 dengan simpangan baku (SD)
sebesar 1,03 sedangkan pada kelas kontrol diketahui nilai
rata-rata siswa sebesar 3,83 dengan simpangan baku (SD)
sebesar 1,04
Deskripsi Nilai Postes Siswa
Dari hasil pemberian tes diperoleh nilai rata-rata hasil
belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 7,82 dengan
simpangan baku (SD) sebesar 1,05 sedangkan pada kelas
kontrol diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar
6,05 dengan simpangan baku (SD) sebesar 0,97.
Uji Normalitas
Lo

Ltabel (α=0,05)

Kesimpulan

Eksperimen

0,1082

0,161

Normal

Pretes

Kontrol

0,1214

0,161

Normal

1

Postes

Eksperimen

0,0992

0,161

Normal

2

Postes

Kontrol

0,0932

0,161

Normal

No

Data

Kelas

1

Pretes

2

Uji Homogenitas
No

Data

Kelas

Varians

1

Pretes

Eksperimen

1,06

2

Pretes

Kontrol

1,09

1

Postes Eksperimen

1,11

2

Postes Kontrol

0,94

Fhit

Ftabel (α=0,05)

Kesimpulan

1,03

1,86

Homogen

1,19

1,86

Homogen
Pengujian Hipotesis
Nilai rata-rata kelas eksperimen 7,82 sedangkan kelas
kontrol 6,05. Varians gabungan untuk kedua data tersebut adalah
sebesar 1,01. Maka diketahui harga thitung yakni sebesar 6,76. Nilai
thitung yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel
dengan dk (58) = 1,84.
Dari hasil perbandingan harga thitung dengan ttabel diketahui
bahwa thitung > ttabel (6,76 > 1,84).
Dengan melihat hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
dalam penelitian ini Ha diterima sekaligus menolak H0 yang berarti
bahwa hasil belajar kimia siswa SMP yang diberi pengajaran
dengan pendekatan inquiry terbimbing lebih tinggi daripada yang
diberi pengajaran dengan pengajaaran konvensional pada pokok
bahasan perubahan materi.
Pembahasan
 Hasil postes menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar
siswa yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry
terbimbing meningkat sebesar 3,63 satuan dibandingkan
dengan rata-rata hasil belajar siswa sebelum diberikan
pengajaran, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang
diberi pengajaran dengan pendekatan konvensional juga
meningkat sebesar 2,22 satuan.
 Berdasarkan hasil tersebut, terlihat bahwa hasil belajar
siswa yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry
termbimbing meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan
hasil belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan
pengajaran konvensional.
 Dengan perbedaan besar peningkatan nilai rata-rata hasil
belajar siswa pada kedua kelas penelitian tersebut dapat
disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan inquiry
terbimbing lebih efektif digunakan untuk mengajarkan pokok
bahasan perubahan materi dibandingkan dengan pengajaran
konvensional.
Dari hasil penelitian dan pembahasan di atas, tampak
bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran dalam proses
belajar mengajar merupakan salah satu indikator penting
yang sangat menentukan hasil belajar siswa. Untuk
itu, sebaiknya proses belajar mengajar dikelola dengan
terpusat pada siswa untuk memaksimalkan aktivitas belajar
siswa agar siswa dapat belajar secara mandiri seperti halnya
pada pendekatan inquiry terbimbing, tidak seperti pada
pengajaran konvensional yang cenderung monoton dan
membosankan bagi siswa.
Kesimpulan
 Berdasarkan hasil penelitian pengaruh metode pendekatan
inquiry terbimbing terhadap hasil belajar kimia siswa pada
pokok bahasan perubahan materi di kelas eksperimen VII
SMP Cerdas Murni Medan diperoleh skor rata-rata sebesar
7,82 termasuk baik.
 Berdasarkan hasil penelitian pengaruh metode pendekatan
inquiry terbimbing terhadap hasil belajar kimia siswa pada
pokok bahasan perubahan materi di kelas kontrol VII SMP
Cerdas Murni Medan diperoleh skor rata-rata sebesar 6,05
termasuk cukup.
 Hasil belajar kimia siswa SMP yang diberi pengajaran
dengan pendekatan inquiry terbimbing lebih tinggi daripada
yang diberi pengajaran dengan pendekatan konvensional
pada pokok bahasan perubahan materi.
Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis
menyarankan :
 Sebagai informasi dan pedoman bagi penulis selaku calon
guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang
tepat di lapangan nantinya.
 Bagi guru kimia SMP Yayasan Cerdas Murni Medan agar
lebih cermat dalam memilih jenis pendekatan pembelajaran
yang akan digunakan setiap akan mengadakan proses belajar
mengajar.
 Bagi guru kimia SMP Yayasan Cerdas Murni Medan agar
berkenan menerapkan pendekatan inquiry terbimbing sebagai
salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto,S, (2002), Dasar–Dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Bumi
Aksara,
Jakarta.
Ansory, I. & Ahmad, H, (2000), Kimia SMU, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Djamarah, S.B, (2006), Prestasi Belajar dan Kompetensi, Edisi
Revisi, Penerbit
Rineka Cipta, Jakarta.
Djamarah, S.B, (2006), Strategi Belajar Mengajar , Edisi Revisi, Penerbit
Rineka Cipta , Jakarta.
Kamilati, N, (2006), Mengenal Kimia, Penerbit Yudistira, Jakarta.
Nasution, M.A. (1992), Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Penerbit
PT. Bumi
Aksara, Jakarta.
Saragih, Hormaul, (2004), Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dalam
Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa Pada Pokok Bahasan Zat dan
Wujudnya di Kelas I Semester 1. SLTP N. 27 Medan Tahun Ajaran
2003/2004, Skipsi FMIPA UNIMED, Medan.
Sudjana, (2002), Metode Statistik, Penerbit Tarsito, Bandung.
TERIMAKASIH

Power oral emmi

  • 1.
    Pengaruh Pendekatan InquiryTerbimbing (Guided Inquiry) Terhadap Hasil Belajar Kimia Siswa Smp Kelas VII Yayasan Cerdas Murni Medan Emmi Juwita Siregar 8126141004 Pendidikan Kimia FMIPA UNIMED MEDAN 2013
  • 2.
    1.1 Latar BelakangMasalah Proses Belajar Mengajar yang lemar Kurangnya variasi metode proses belajar mengajar Hasil Belajar Kimia rendah Pembelajaran berpusat pada guru
  • 3.
    1.2 Identifikasi Masalah Darilatar belakang masalah diatas maka peneliti dapat mengidentifikasikan beberapa masalah antara lain :  Masalah lemahnya proses pembelajaran dalam dunia pendidikan sekolah.  Dalam pembelajaran adanya kecenderungan meminimalkan keterlibatan siswa. Penggunaan metode belajar yang kurang tepat sesuai bahan ajar. 1.3 Batasan Masalah Untuk menghindari interpretasi yang berbeda dalam penelitian ini, maka dalam penelitian ini batasan masalahnya adalah:  Penelitian hanya dilakukan pada siswa kelas VII SMP Yayasan Cerdas Murni Medan?  Metode pembelajaran yang digunakan adalah dengan pendekatan inquiry terbimbing?
  • 4.
    1.4 Rumusan Masalah Adapunrumusan masalah dalam penelitian ini adalah:  Bagaimanakah hasil belajar kimia siswa kelas VII SMP Yayasan Cerdas Murni Medan yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry terbimbing pada pokok bahasan perubahan materi?  Bagaimanakan hasil belajar kimia siswa kelas VII SMP Yayasan Cerdas Murni Medan yang diberi pengajaran dengan pendekatan konvensional pada pokok bahasan perubahan materi?  Apakah ada pengaruh pendekatan pendekatan inquiry terbimbing terhadap hasil belajar kimia siswa SMP Kelas VII Yayasan Cerdas Murni Medan?
  • 5.
    1.5 Tujuan Penelitian Adapunyang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah:  Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VII SMP Yayasan Cerdas Murni Medan yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry terbimbing.  Untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VII SMP Yayasan Cerdas Murni Medan yang diberi pengajaran dengan pendekatan konvensional.  Untuk mengetahui pengaruh pendekatan pendekatan inquiry terbimbing terhadap hasil belajar kimia siswa SMP Kelas VII Yayasan Cerdas Murni Medan.
  • 6.
    1.6 Manfaat Penelitian Adapunmanfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah:  Pedoman bagi penulis sebagai calon guru agar dapat diterapkan nantinya dilapangan.  Bahan masukan bagi guru SMP khususnya guru kimia dalam menentukan metode pengajaran yang ingin diterapkan.  Guru dapat menerapkan metode inquiry terbimbing khususnya dalam pengajaran kimia
  • 7.
    Kerangka Teoritis  inquiryadalah suatu proses untuk memperoleh dan mendapatkan informasi dengan melakukan observasi atau eksperimen untuk mencari jwaban atau memecahkan masalah terhadap pertanyaan atau rumusan masalah dengan bertanya dan mencari tahu.  Pengajaran berbasis pendekatan inquiry merupakan pengajaran dimana guru dan anak-anak mempelajari peristiwa-peristiwa ilmiah dengan pendekatan dan jiwa para ilmuan (scientist).  Perubahan kimia menghasilkan zat yang baru, sedangkan perubahan fisis tidak menghasilkan zat yang baru. Perubahann kimia contohnya kertas terbakar dan besi berkarat. Perubahan fisis contohnya es mencair dan air menguap
  • 8.
     Tingkat pencapaianhasil belajar oleh siswa disebut hasil belajar. Hasil belajar ini diperoleh siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar.  Hasil belajar biasanya dinyatakan dengan skor yang diperoleh siswa setelah mengikuti suatu tes hasil belajar, yang diadakan setelah selesai suatu program pembelajaran. Prestasi belajar adalah penilaian dari hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai seseorang dalam jangka wakktu tertentu
  • 9.
    Kerangkan Konseptual Pembelajaran berbasis inquiry merupakan pembelajaran yangberpusat pada siswa. Tujuan utama pembelajaran inquiry adalah mendorong siswa untuk dapat mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan berpikir dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Strategi pembelajaran inquiry menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran diberikan secara tidak langsung. Oleh karenanya pembelajaran dengan pendekatan inquiry terbimbing pada pokok bahasan perubahan materi berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa
  • 10.
    Hipotesis Penelitian Hipotesis dalampenelitian ini adalah sebagai berikut: Ha = Hasil belajar kimia siswa SMP yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry terbimbing lebih tinggi dari pada yang diberi pengajaran dengan pendekatan konvensional pada pokok bahasan perubahan materi. H0 = Hasil belajar kimia siswa SMP yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry terbimbing tidak lebih tinggi dari pada yang diberi pengajaran dengan pendekatan konvensional pada pokok bahasan perubahan materi. Hipotesis statistik: Ha: A B H0: A > B
  • 11.
    METODE PENELITIAN Lokasi danWaktu Penelitian Penelitian ini akan di laksanakan di Yayasan SMP Cerdas Murni Medan pada bulan Juli 2009. Populasi dan Sampel Populasi Penelitian Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII Yayasan Cerdas Murni Medan terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa 60 orang. Sampel Penelitian Sampel penelitia ini adalah dari kedua kelas dengan jumlah 60 siswa. Variabel Penelitian Variabel Bebas Pengajaran dengan pendekatan metode inquiry terbimbing. Variabel Terikat Hasil belajar siswa pada pokok bahasan perubahan materi. Variabel Kontrol Bahan ajar: Kelas kontrol dan kelas eksprimen mendapat materi yang sama. Waktu: Banyaknya waktu yang digunakan untuk kegiatan pengajaran di kelas kontrol dan kelas eksprimen adalah sama. Test / instrument: Test / instrument yang dipakai di kelas kontrol dan kelas eksprimen adalah sama. Guru: Guru yang mengajar di kelas kontrol dengan kelas eksprimen adalah sama.
  • 12.
    Validitas Tes Uji DayaBeda Alat Pengumpul Data Tingkat Kesukaran Reliabilitas
  • 13.
    Organisasi Pengolahan Data Populasi SampelKelas Pre-Test Kelas Eksperimen Kelas Kontrol PBM dengan Pendekatan Konvensional PBM dengan pendekatan Inquiry terbimbing Post- test Hasil Analisis Daata Kesimpulan
  • 14.
    Rancangan Penelitian Kelompok Pre –test Perlakuan Post – test Eksprimen T1 X T2 Kontrol T1 Y T2
  • 15.
    Teknik Pengolahan Data Sebelumdilakukan analisa data, terlebih dahulu ditentukan skor jawaban benar yaitu (1) dan jawaban salah adalah (0), karena soal yang dibuat adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan berganda. Sebelum dipergunakan, soal ini lebih dahulu diujikan untuk melihat validitas, realibilitas, tarap kesukaran dan daya pembeda soal.
  • 16.
    HASIL PENELITIAN DANPEMBAHASAN Dari hasil pemberian tes diketahui nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen sebesar 4,18 dengan simpangan baku (SD) sebesar 1,03 sedangkan pada kelas kontrol diketahui nilai rata-rata siswa sebesar 3,83 dengan simpangan baku (SD) sebesar 1,04
  • 17.
    Deskripsi Nilai PostesSiswa Dari hasil pemberian tes diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 7,82 dengan simpangan baku (SD) sebesar 1,05 sedangkan pada kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 6,05 dengan simpangan baku (SD) sebesar 0,97.
  • 18.
    Uji Normalitas Lo Ltabel (α=0,05) Kesimpulan Eksperimen 0,1082 0,161 Normal Pretes Kontrol 0,1214 0,161 Normal 1 Postes Eksperimen 0,0992 0,161 Normal 2 Postes Kontrol 0,0932 0,161 Normal No Data Kelas 1 Pretes 2 UjiHomogenitas No Data Kelas Varians 1 Pretes Eksperimen 1,06 2 Pretes Kontrol 1,09 1 Postes Eksperimen 1,11 2 Postes Kontrol 0,94 Fhit Ftabel (α=0,05) Kesimpulan 1,03 1,86 Homogen 1,19 1,86 Homogen
  • 19.
    Pengujian Hipotesis Nilai rata-ratakelas eksperimen 7,82 sedangkan kelas kontrol 6,05. Varians gabungan untuk kedua data tersebut adalah sebesar 1,01. Maka diketahui harga thitung yakni sebesar 6,76. Nilai thitung yang diperoleh selanjutnya dibandingkan dengan nilai ttabel dengan dk (58) = 1,84. Dari hasil perbandingan harga thitung dengan ttabel diketahui bahwa thitung > ttabel (6,76 > 1,84). Dengan melihat hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini Ha diterima sekaligus menolak H0 yang berarti bahwa hasil belajar kimia siswa SMP yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry terbimbing lebih tinggi daripada yang diberi pengajaran dengan pengajaaran konvensional pada pokok bahasan perubahan materi.
  • 20.
    Pembahasan  Hasil postesmenunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry terbimbing meningkat sebesar 3,63 satuan dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa sebelum diberikan pengajaran, sedangkan rata-rata hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan pendekatan konvensional juga meningkat sebesar 2,22 satuan.  Berdasarkan hasil tersebut, terlihat bahwa hasil belajar siswa yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry termbimbing meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan pengajaran konvensional.
  • 21.
     Dengan perbedaanbesar peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kedua kelas penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan inquiry terbimbing lebih efektif digunakan untuk mengajarkan pokok bahasan perubahan materi dibandingkan dengan pengajaran konvensional. Dari hasil penelitian dan pembahasan di atas, tampak bahwa penggunaan pendekatan pembelajaran dalam proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator penting yang sangat menentukan hasil belajar siswa. Untuk itu, sebaiknya proses belajar mengajar dikelola dengan terpusat pada siswa untuk memaksimalkan aktivitas belajar siswa agar siswa dapat belajar secara mandiri seperti halnya pada pendekatan inquiry terbimbing, tidak seperti pada pengajaran konvensional yang cenderung monoton dan membosankan bagi siswa.
  • 22.
    Kesimpulan  Berdasarkan hasilpenelitian pengaruh metode pendekatan inquiry terbimbing terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan perubahan materi di kelas eksperimen VII SMP Cerdas Murni Medan diperoleh skor rata-rata sebesar 7,82 termasuk baik.  Berdasarkan hasil penelitian pengaruh metode pendekatan inquiry terbimbing terhadap hasil belajar kimia siswa pada pokok bahasan perubahan materi di kelas kontrol VII SMP Cerdas Murni Medan diperoleh skor rata-rata sebesar 6,05 termasuk cukup.  Hasil belajar kimia siswa SMP yang diberi pengajaran dengan pendekatan inquiry terbimbing lebih tinggi daripada yang diberi pengajaran dengan pendekatan konvensional pada pokok bahasan perubahan materi.
  • 23.
    Saran Berdasarkan hasil penelitianini, maka penulis menyarankan :  Sebagai informasi dan pedoman bagi penulis selaku calon guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang tepat di lapangan nantinya.  Bagi guru kimia SMP Yayasan Cerdas Murni Medan agar lebih cermat dalam memilih jenis pendekatan pembelajaran yang akan digunakan setiap akan mengadakan proses belajar mengajar.  Bagi guru kimia SMP Yayasan Cerdas Murni Medan agar berkenan menerapkan pendekatan inquiry terbimbing sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
  • 24.
    DAFTAR PUSTAKA Arikunto,S, (2002),Dasar–Dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta. Ansory, I. & Ahmad, H, (2000), Kimia SMU, Penerbit Erlangga, Jakarta. Djamarah, S.B, (2006), Prestasi Belajar dan Kompetensi, Edisi Revisi, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta. Djamarah, S.B, (2006), Strategi Belajar Mengajar , Edisi Revisi, Penerbit Rineka Cipta , Jakarta. Kamilati, N, (2006), Mengenal Kimia, Penerbit Yudistira, Jakarta. Nasution, M.A. (1992), Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Penerbit PT. Bumi Aksara, Jakarta. Saragih, Hormaul, (2004), Penerapan Pembelajaran Kontekstual Dalam Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa Pada Pokok Bahasan Zat dan Wujudnya di Kelas I Semester 1. SLTP N. 27 Medan Tahun Ajaran 2003/2004, Skipsi FMIPA UNIMED, Medan. Sudjana, (2002), Metode Statistik, Penerbit Tarsito, Bandung.
  • 25.