POWER MAPPING
Sukri Tamma,
Fisip Universitas Hasanudin
TUJUAN POWER MAPPING
1) Sebagai metode untuk memetakan
stakeholder yang terkait dengan suatu
kebijakan atau program
2) Untuk memberikan gambaran atas faktor-
faktor yang terkait dengan suatu program
atau kebijakan.
3) Membantu untuk dapat memfokuskan
kegiatan advokasi sesuai dengan
stakeholder yang dituju.
4) Menunjukkan kelebihan dan kekurangan
masing-masing stakeholder terkait dengan
kebijakan atau program tertentu.
Mengkaitkan
Mengkaitkan Riset
Riset dengan
dengan
Kebijakan
Kebijakan
Kerangka Kerja RAPID
 Sebagai kerangka kerja konseptual untuk
memahami peranan penelitian berbasis bukti
dalam mempengaruhi kebijakan.
 Memberikan informasi mengenai celah
kebijakan, aktor kunci kebijakan dan
jaringan, kesenjangan berdasarkan bukti
yang ada.
lanjutan
 Memberikan metode komunikasi alternatif
dan kecenderungan serta perubahan-
perubahan yang ada pada lingkungan
eksternal.
 Terdiri atas sejumlah pertanyaan kunci untuk
memahami konteks, bukti, keterkaitan dan
lingungan eksternal.
Memahami Stakeholder Analysis
 Stakeholder : adalah perorangan atau
kelompok yang memiliki keterkaitan
terhadap hasil dari suatu proses perencanaan
atau kebijakan/kegiatan tertentu.
 Analisa stakeholder digunakan untuk
mengetahui mereka yang terlibat atau
berpengaruh dalam suatu proses kebijakan.
Tujuan : memaksimalkan efek atau dampak
yang diinginkan.
 Mengetahui stakeholder yang setuju dan
yang menentang adanya perubahan.
 Dapat diidentifikasi, sekaligus diketahui
kekuatan, pengaruh dan kepentingan
masing-masing
Pertanyaan untuk memahami Konteks
1. Siapa aktor kebijakan kunci (termasuk pembuat
kebijakan)?
2. Apakah ada kebutuhan terhadap penelitian dan
gagasan baru diantara pembuat kebijakan?
3. Apa sumber penolakan terhadap kebijakan yang
berbasis bukti?
4. Bagaimana lingkungan kebijakan yang ada ?
a. Bagaimana struktur pembuatan kebijakan?
b. Bagaimana proses pembuatan kebijakan?
c. Bagaimana relevansi hukum/kerangka kerja
kebijakan?
d. Adakah kesempatan dan waktu untuk memberikan
masukan dalam proses formal?
5. Bagaimana politik di tingkat global, nasional dan
pada tingkat masyarakat, struktur kepentingan
sosial dan ekonomi mempengaruhi ruang untuk
melakukan manuver para pembuat kebijakan?
6. Siapa yang membentuk tujuan dan output
kebijakan?
7. Bagaimana asumsi dan wacana yang ada dan
mempengaruhi pembuatan kebijakan; sejauh
mana rutinitas keputusan meningkat,
fundamental atau muncul, dan siapa yang
mendukung atau menolak adanya perubahan?
Sejumlah Pertanyaan Menunjukkan
Bukti/Kondisi Obyektif
1. Teori atau wacana apa yang saat ini ada?
2. Apakah ada cukup bukti (berbasis penelitian,
pengalaman dan statistic)? perbedaan bukti2
yang ada?
3. Jenis bukti apa yang ada?
a. Bukti2 jenis apa yang dapat meyakinkan
pembuat kebijakan?
b. Bagaimana bukti2 tersebut disampaikan
kepada pembuat kebijakan?
4. Apakah bukti-bukti tsb relevan? Apakah
akurat, dapat dilihat dan dapat
diaplikasikan?
5. Apakah bukti-bukti tsb dan sumber2 bukti
dapat dipercaya dan dipercayai oleh aktor
kebijakan? Mengapa bukti2 tsb
dikemukakan?
6. Apakah ada informasi atau penelitian yang
terabaikan, mengapa?
Sejumlah Pertanyaan Untuk Menunjukkan
Keterkaitan antar Stakeholder
1. Siapa saja pemangku kepentingannya?
2. Siapa yang paling ahli?
3. Links dan network apa yang ada diantara
kedua pihak itu?
1. Apa peran masing2? Apakah ada pihak
perantara antara penelitian dan kebijakan?
2. Individu atau institusi mana yang
mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi
kebijakan ?
3. Apakah aktor kebijakan dan network
tersebut legal? Apakah mereka mempunyai
konstituen diantara masyarakat miskin?
Sejumlah Pertanyaan untuk Mencermati
Lingkungan Eksternal
1. Siapa aktor internasional utama dalam
proses kebijakan
2. Apa pengaruh mereka ? Siapa yang
mempengaruhi mereka?
3. Apa prioritas bantuan dan agenda kebijakan
mereka?
4. Apa prioritas penelitian dan mekanisme
mereka?
5. Bagaimana struktur sosial dapat
mempengaruhi proses kebijakan?
6. Apakah ada proses dan kecenderungan
ekonomi, politik dan sosial yang lebih luas?
7. Apakah ada goncangan dan kecenderungan
dari luar yang mempengaruhi proses
kebijakan?
The Rapid Framework
Lingkungan Eksternal
Langkah-langkah The Rapid Framework
 Jawablah masing-masing pertanyaan yang
terbagi dalam 4 kategori besar.
 Buatlah diagram yang menunjukkan
keterkaitan antara 4 kategori tadi.
 Buatlah analisa awal terkait dengan jawaban
atas pertanyaan-pertanyaan yang telah ada
untuk memetakan keempat aspek besar tadi.
 Buatlah skala prioritas, pada bagian mana
dari keempat aspek besar tadi yang paling
dapat dipengaruhi melalui suatu kegiatan
advokasi.
 Tentukan model advokasi yang dapat
dilakukan.
Force Field Analysis
 Force Field Analysis dikembangkan oleh
Lewin (1951)
 Menginformasikan pembuatan keputusan,
terutama terkait dengan perencanaan dan
pelaksanaan serta manajemen perubahan.
Memperoleh gambaran lengkap berbagai
kekuatan yang ada sekaligus memperkirakan
sumber dan tingkat kekuatan2 tersebut.
 Merupakan kelanjutan alamiah Problem Tree
Analysis , untuk mengidentifikasi tujuan
suatu perubahan kebijakan.
 Langkah berikut setelah FFA adalah
Stakeholder Analysis
Langkah-Langkah dalam FFA
 Menyepakati bidang perubahan yang akan
dibahas. (Bidang perubahan ini dapat ditulis
sebagai sasaran kebijakan yang diinginkan
atau tujuan).
 Kekuatan yang mendukung adanya
perubahan berada pada kolom di sebelah
kiri.
 Semua kekuatan penentang dalam kolom di
sebelah kanan
Kekuatan pendorong dan penghambat
dipilah-pilah menurut tema yang sama.
 Diberi skor sesuai dengan ‘magnitude’
masing-masing. mulai dari skor satu (lemah)
hingga skor lima (kuat).
 Menetapkan apa yang dapat dilakukan atas
dua kutub kekuatan yang ada.
 Membantu untuk mengidentifikasi tujuan
suatu perubahan kebijakan
Model Bagan FFA
Kekuatan yang mendukung Kekuatan yang menghambat
5
5
3
2
2
3
1 1
Rencana:
Pembukaan
wilayah dan ijin
pertambangan
terbuka di kawasan
KARST
Merusak bentangan alam
Menciptakan kesenjangan
sosial
Merusak infrastrktur jalan
pemerintah daerah
Meningkatkan PAD
(pemda)
Perbaikan infratsrukturdaerah
sekitar (pemda dan Masy.)
Membuka Lapangan kerja
Perluasan wilayah
Dampak lingkungan 3
2
3
4
4
4
3
2
Proses Melakukan Analisa Stakeholder
1) Pastikan riset atau kebijakan apa yang akan
didiskusikan/dilakukan.
2) Membuat pengelompokan stakeholder
berdasarkan kategori :
a Stakeholder sektor swasta,
b. Stakeholder sektor publik dan,
c. Stakeholder dari sektor civil society.
Contoh Pengelompokan Stakeholder
Stakeholder sektor
privat
Stakeholder sektor
publik
Stakeholder civil
society
 Korporasi dan bisnis
 Asosiasi bisnis
 Pelaku Profesional
 Pemimpin Bisnis
perorangan
Institusi keuangan
Menteri dan penasehat
(eksekutif)
Pegawai negeri dan
departemen (birokrat)
Anggota parlemen terpilih
Pengadilan (judicial
Partai politik
Pemerintah daerah/dewan
Militer
Komisi terkait
Badan Internasional (Bank
Dunia, UN)
Media
Gereja/agama
Sekolah dan universitas
Kerakan social dan
kelompok advokasi
Serikat buruh
LSM nasional
LSM internasional
Stakeholder Analysis Grid
High
POWER
Low
Low INTEREST High
Monitor (minimum effort)
(1)
Keep Satisfied
(3)
Keep Satisfied
(3)
Engage Clossely and
Influnece Actively
(4)
Engage Clossely and
Influnece Actively
(4)
Keep Informed
(2)
Keep Informed
(2)
Langkah-langkah dalam FFA
 Tentukan tema/kebijakan yang akan
dicermati.
 Buatlah faktor yang mendukung (sisi kiri)
dan yang tidak mendukung (sisi kanan)
 Berikanlah nilai mulai dari terendah 1 dan
tertinggi 5 untuk faktor yang paling
mendukung dan paling tidak mendukung.
 Berikanlah penilaian pada bagian yang paling
mungkin untuk diintervensi (dipengaruhi)
oleh advokater (nilai 1 – 5).
 Buatlah model advokasi yang paling tepat
untuk dilakukan berdasarkan hasil analisa
FFA.
Langkah-langkah Stakeholder Analysis Grid
 Buatlah diagram berdasarkan contoh yang sudah ada
dengan membagi dalam 4 kotak.
 Diagram dibuat untuk menunjukkan masing-masing
posisi stakeholder dikaitkan dengan kualitas
kepentingan dan power yang dimiliki.
 Tempatkan masing-masing stakeholder berdasarkan
keterangan tiap kotak dalam diagram.
 Buatlah analisa kemungkinan hubungan antar
stakeholder yang ada.
 Buatlah model advokasi yang dapat dilakukan
berdasarkan gambaran dari diagram sesuai dengan
tujuan awal yang diinginkan.

Power Mapping fisif univaersitas hasanuddin

  • 1.
    POWER MAPPING Sukri Tamma, FisipUniversitas Hasanudin
  • 2.
    TUJUAN POWER MAPPING 1)Sebagai metode untuk memetakan stakeholder yang terkait dengan suatu kebijakan atau program 2) Untuk memberikan gambaran atas faktor- faktor yang terkait dengan suatu program atau kebijakan. 3) Membantu untuk dapat memfokuskan kegiatan advokasi sesuai dengan stakeholder yang dituju. 4) Menunjukkan kelebihan dan kekurangan masing-masing stakeholder terkait dengan kebijakan atau program tertentu.
  • 3.
  • 4.
    Kerangka Kerja RAPID Sebagai kerangka kerja konseptual untuk memahami peranan penelitian berbasis bukti dalam mempengaruhi kebijakan. Memberikan informasi mengenai celah kebijakan, aktor kunci kebijakan dan jaringan, kesenjangan berdasarkan bukti yang ada.
  • 5.
    lanjutan Memberikan metodekomunikasi alternatif dan kecenderungan serta perubahan- perubahan yang ada pada lingkungan eksternal. Terdiri atas sejumlah pertanyaan kunci untuk memahami konteks, bukti, keterkaitan dan lingungan eksternal.
  • 6.
    Memahami Stakeholder Analysis Stakeholder : adalah perorangan atau kelompok yang memiliki keterkaitan terhadap hasil dari suatu proses perencanaan atau kebijakan/kegiatan tertentu. Analisa stakeholder digunakan untuk mengetahui mereka yang terlibat atau berpengaruh dalam suatu proses kebijakan.
  • 7.
    Tujuan : memaksimalkanefek atau dampak yang diinginkan. Mengetahui stakeholder yang setuju dan yang menentang adanya perubahan. Dapat diidentifikasi, sekaligus diketahui kekuatan, pengaruh dan kepentingan masing-masing
  • 8.
    Pertanyaan untuk memahamiKonteks 1. Siapa aktor kebijakan kunci (termasuk pembuat kebijakan)? 2. Apakah ada kebutuhan terhadap penelitian dan gagasan baru diantara pembuat kebijakan? 3. Apa sumber penolakan terhadap kebijakan yang berbasis bukti? 4. Bagaimana lingkungan kebijakan yang ada ? a. Bagaimana struktur pembuatan kebijakan? b. Bagaimana proses pembuatan kebijakan? c. Bagaimana relevansi hukum/kerangka kerja kebijakan? d. Adakah kesempatan dan waktu untuk memberikan masukan dalam proses formal?
  • 9.
    5. Bagaimana politikdi tingkat global, nasional dan pada tingkat masyarakat, struktur kepentingan sosial dan ekonomi mempengaruhi ruang untuk melakukan manuver para pembuat kebijakan? 6. Siapa yang membentuk tujuan dan output kebijakan? 7. Bagaimana asumsi dan wacana yang ada dan mempengaruhi pembuatan kebijakan; sejauh mana rutinitas keputusan meningkat, fundamental atau muncul, dan siapa yang mendukung atau menolak adanya perubahan?
  • 10.
    Sejumlah Pertanyaan Menunjukkan Bukti/KondisiObyektif 1. Teori atau wacana apa yang saat ini ada? 2. Apakah ada cukup bukti (berbasis penelitian, pengalaman dan statistic)? perbedaan bukti2 yang ada? 3. Jenis bukti apa yang ada? a. Bukti2 jenis apa yang dapat meyakinkan pembuat kebijakan? b. Bagaimana bukti2 tersebut disampaikan kepada pembuat kebijakan?
  • 11.
    4. Apakah bukti-buktitsb relevan? Apakah akurat, dapat dilihat dan dapat diaplikasikan? 5. Apakah bukti-bukti tsb dan sumber2 bukti dapat dipercaya dan dipercayai oleh aktor kebijakan? Mengapa bukti2 tsb dikemukakan? 6. Apakah ada informasi atau penelitian yang terabaikan, mengapa?
  • 12.
    Sejumlah Pertanyaan UntukMenunjukkan Keterkaitan antar Stakeholder 1. Siapa saja pemangku kepentingannya? 2. Siapa yang paling ahli? 3. Links dan network apa yang ada diantara kedua pihak itu?
  • 13.
    1. Apa peranmasing2? Apakah ada pihak perantara antara penelitian dan kebijakan? 2. Individu atau institusi mana yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi kebijakan ? 3. Apakah aktor kebijakan dan network tersebut legal? Apakah mereka mempunyai konstituen diantara masyarakat miskin?
  • 14.
    Sejumlah Pertanyaan untukMencermati Lingkungan Eksternal 1. Siapa aktor internasional utama dalam proses kebijakan 2. Apa pengaruh mereka ? Siapa yang mempengaruhi mereka? 3. Apa prioritas bantuan dan agenda kebijakan mereka?
  • 15.
    4. Apa prioritaspenelitian dan mekanisme mereka? 5. Bagaimana struktur sosial dapat mempengaruhi proses kebijakan? 6. Apakah ada proses dan kecenderungan ekonomi, politik dan sosial yang lebih luas? 7. Apakah ada goncangan dan kecenderungan dari luar yang mempengaruhi proses kebijakan?
  • 16.
  • 17.
    Langkah-langkah The RapidFramework Jawablah masing-masing pertanyaan yang terbagi dalam 4 kategori besar. Buatlah diagram yang menunjukkan keterkaitan antara 4 kategori tadi. Buatlah analisa awal terkait dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang telah ada untuk memetakan keempat aspek besar tadi. Buatlah skala prioritas, pada bagian mana dari keempat aspek besar tadi yang paling dapat dipengaruhi melalui suatu kegiatan advokasi. Tentukan model advokasi yang dapat dilakukan.
  • 18.
    Force Field Analysis Force Field Analysis dikembangkan oleh Lewin (1951) Menginformasikan pembuatan keputusan, terutama terkait dengan perencanaan dan pelaksanaan serta manajemen perubahan.
  • 19.
    Memperoleh gambaran lengkapberbagai kekuatan yang ada sekaligus memperkirakan sumber dan tingkat kekuatan2 tersebut. Merupakan kelanjutan alamiah Problem Tree Analysis , untuk mengidentifikasi tujuan suatu perubahan kebijakan. Langkah berikut setelah FFA adalah Stakeholder Analysis
  • 20.
    Langkah-Langkah dalam FFA Menyepakati bidang perubahan yang akan dibahas. (Bidang perubahan ini dapat ditulis sebagai sasaran kebijakan yang diinginkan atau tujuan). Kekuatan yang mendukung adanya perubahan berada pada kolom di sebelah kiri. Semua kekuatan penentang dalam kolom di sebelah kanan
  • 21.
    Kekuatan pendorong danpenghambat dipilah-pilah menurut tema yang sama. Diberi skor sesuai dengan ‘magnitude’ masing-masing. mulai dari skor satu (lemah) hingga skor lima (kuat). Menetapkan apa yang dapat dilakukan atas dua kutub kekuatan yang ada. Membantu untuk mengidentifikasi tujuan suatu perubahan kebijakan
  • 22.
    Model Bagan FFA Kekuatanyang mendukung Kekuatan yang menghambat 5 5 3 2 2 3 1 1 Rencana: Pembukaan wilayah dan ijin pertambangan terbuka di kawasan KARST Merusak bentangan alam Menciptakan kesenjangan sosial Merusak infrastrktur jalan pemerintah daerah Meningkatkan PAD (pemda) Perbaikan infratsrukturdaerah sekitar (pemda dan Masy.) Membuka Lapangan kerja Perluasan wilayah Dampak lingkungan 3 2 3 4 4 4 3 2
  • 23.
    Proses Melakukan AnalisaStakeholder 1) Pastikan riset atau kebijakan apa yang akan didiskusikan/dilakukan. 2) Membuat pengelompokan stakeholder berdasarkan kategori : a Stakeholder sektor swasta, b. Stakeholder sektor publik dan, c. Stakeholder dari sektor civil society.
  • 24.
    Contoh Pengelompokan Stakeholder Stakeholdersektor privat Stakeholder sektor publik Stakeholder civil society Korporasi dan bisnis Asosiasi bisnis Pelaku Profesional Pemimpin Bisnis perorangan Institusi keuangan Menteri dan penasehat (eksekutif) Pegawai negeri dan departemen (birokrat) Anggota parlemen terpilih Pengadilan (judicial Partai politik Pemerintah daerah/dewan Militer Komisi terkait Badan Internasional (Bank Dunia, UN) Media Gereja/agama Sekolah dan universitas Kerakan social dan kelompok advokasi Serikat buruh LSM nasional LSM internasional
  • 25.
    Stakeholder Analysis Grid High POWER Low LowINTEREST High Monitor (minimum effort) (1) Keep Satisfied (3) Keep Satisfied (3) Engage Clossely and Influnece Actively (4) Engage Clossely and Influnece Actively (4) Keep Informed (2) Keep Informed (2)
  • 26.
    Langkah-langkah dalam FFA Tentukan tema/kebijakan yang akan dicermati. Buatlah faktor yang mendukung (sisi kiri) dan yang tidak mendukung (sisi kanan) Berikanlah nilai mulai dari terendah 1 dan tertinggi 5 untuk faktor yang paling mendukung dan paling tidak mendukung. Berikanlah penilaian pada bagian yang paling mungkin untuk diintervensi (dipengaruhi) oleh advokater (nilai 1 – 5). Buatlah model advokasi yang paling tepat untuk dilakukan berdasarkan hasil analisa FFA.
  • 27.
    Langkah-langkah Stakeholder AnalysisGrid Buatlah diagram berdasarkan contoh yang sudah ada dengan membagi dalam 4 kotak. Diagram dibuat untuk menunjukkan masing-masing posisi stakeholder dikaitkan dengan kualitas kepentingan dan power yang dimiliki. Tempatkan masing-masing stakeholder berdasarkan keterangan tiap kotak dalam diagram. Buatlah analisa kemungkinan hubungan antar stakeholder yang ada. Buatlah model advokasi yang dapat dilakukan berdasarkan gambaran dari diagram sesuai dengan tujuan awal yang diinginkan.