Pengelolaan POSYANDU
Oleh : Drg. SRI ASIH GAHAYU,M.Kes
Disampaikan pada Pelatihan Kader Posyandu
se Kabupaten Kampar 16 Juni 2014
Pantun......
Pergi ke warung membeli roti
Roti dibeli tapi sudah basi
Ibu2 kader Yang Cantik dan Baik Hati
Izinkan kami memulai presentasi
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah kegiatan yang
dilaksanakan oleh, dari dan untuk masyarakat yang
bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat pada umumnya serta kesehatan ibu dan anak
pada khususnya.
Tujuan Khusus
• Meningkatnya peran masyarakat dalam penyelenggaraan upaya
kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan
AKI dan AKB.
• Meningkatnya peran lintas sektor dalam penyelenggaraan
posyandu, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan
AKB.
• Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan
dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.
Tujuan Umum
Menunjang percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan
Angka Kematian Bayi di Indonesia melalui upaya pemberdayaan
masyarakat.
Tujuan Posyandu
SASARAN
Seluruh masyarakat, utamanya:
1. Bayi
2. Anak balita
3. Ibu hamil, melahirkan, nifas dan ibu menyusui
4. PUS
Sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dalam alih
informasi dan keterampilan dari petugas kepada
masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka
mempercepat penurunan AKI dan AKB.
Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan
dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI
dan AKB.
Fungsi Posyandu
 Memperoleh kemudahan untuk mendapatkan informasi dan
pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan
penurunan AKI dan AKB.
 Memperoleh bantuan secara professional dalam pemecahan
masalah kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak.
 Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu kesehatan
dan sektor lain yang terkait
Manfaat Posyandu
Mendapatkan informasi terdahulu tentang upaya kesehatan
terutama yang terkait dengan penurunan AKI dan AKB
Dapat mewujudkan aktualisasi dirinya dalam membantu
masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan terutama
terkait dengan penurunan AKI dan AKB.
Bagi kader, pengurus Posyandu dan
tokoh masyarakat
Optimalisasi fungsi Puskesmas sebagai pusat penggerak
pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan
masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan
masalah kesehatan sesuai dengan kondisi setempat.
Meningkatkan efisiensi waktu, tenaga dan dana melalui
pemberian pelayanan secara terpadu.
Bagi Puskesmas
Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam memecahkan
masalah sektor terkait, terutama terkait dengan upaya
penurunan AKI dan AKB sesuai kondisi setempat.
Bagi Sektor Lain
 Bayi berusia kurang dari 1 th
 Anak balita 1 – 5 th
 Ibu hamil, ibu menyusui & ibu nifas
 Wanita usia subur (pus)
Sasaran Posyandu Balita
 Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
 Keluarga Berencana (KB)
 Imunisasi
 Gizi
 Pencegahan dan Penanggulangan
Diare
Kegiatan Posyandu
Kegiatan utama
 Bina Keluarga Balita
 Pengembangan Anak Usia Dini
 Usaha Kesehatan Gizi Masyarakat
Desa
 Desa Siaga
 Pos Malaria Desa
 Tabungan Ibu Bersalin, Tabungan
Masyarakat.
Kegiatan
pengembangan/tambahan
LOKASI POSYANDU
Di setiap desa/kelurahan,
bila dibutuhkan dan
mampu, dapat didirikan di
RW, dusun, nagari
Tempat penyelenggaraan posyandu sebaiknya berada pada lokasi yang
mudah terjangkau oleh masyarakat.
Tempat penyelenggaraan tersebut dapat pada salah satu rumah warga,
halaman rumah, balai desa/kelurahan, balai RW/RT/Dusun, salah
satu kios dipasar, salah satu ruangan di perkantoran, atau khusus
yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat yang dapat disebut
dengan nama “Wisma Posyandu” atau sebutan lainnya.
Tempat penyelenggaraan
Penyelenggaraan posyandu pada hakikatnya
dilaksanakan dalam 1 (satu) bulan kegiatan,
baik pada hari buka Posyandu maupun
diluar hari buka Posyandu.
Hari buka Posyandu sekurang-kurangnya 1
hari dalam sebulan. Hari dan waktu yang
dipilih sesuai dengan hasil kesepakatan.
Apabila diperlukan, hari buka posyandu
dapat lebih dari satu kali dalam sebulan.
Penyelenggaraan Posyandu
Waktu penyelenggaraan
KEDUDUKAN dan TATA KERJA
KEDUDUKAN POSYANDU
• Terhadap Puskesmas
Secara teknis medis dibina Puskesmas
• Terhadap Pemerintahan Desa/kelurahan
Secara kelembagaan dibina oleh Pemerintahan desa/kelurahan
• Terhadap Pokja Posyandu
Secara administratif, keuangan dan program dibina oleh Pokja
• Terhadap berbagai UKBM
Sebagai mitra
• Terhadap Konsil Kesehatan Kecamatan
Mendapat arahan dan dukungan sumberdaya dari Konsil Kesehatan
Kecamatan
PENGORGANISASIAN
1. Struktur Organisasi
Pengurus : Ketua, Sekretaris dan Bendahara
Kader Posyandu yang merangkap anggota
2. Kepengurusan
Kriteria:
Pengurus : Para Dermawan dan Tokoh Masyarakat
semangat pengabdian, berinisiatif dan mampu
memotivasi masyarakat
bersedia bekerja sukarela
Kader Posyandu : berasal dari masyarakat
dapat baca- tulis
berjiwa pelopor,pembaharu dan penggerak masy
bersedia, mampu dan ada waktu
Kriteria KADER adalah sebagai berikut:
a. Diutamakan berasal dari anggota masyarakat setempat
b. Berpendidikan sekurang-kurangnya SMP
c. Bersedia dan mau bekerja secara purna/ paruh waktu
untuk mengelola Posyandu
PEMBENTUKAN
Satu Posyandu melayani sekitar 100 balita (120 KK)
Langkah-langkah pembentukan :
Pendekatan
internal
Pendekatan
eksternal
SMD MMD
Pembentukan dan pemantauan kegiatan Posyandu,
yaitu:
a. Pemilihan Pengurus dan Kader
b. Orientasi Pengurus dan Pelatihan Kader
c. Pembentukan dan Peresmian
d. Penyelenggaraan dan Pemantauan Kegiatan Posyandu
Pelaporan
• Posyandu tidak wajib melaporkan kegiatannya
• Tetapi dianjurkan untuk melaporkan secara lisan
pada Puskesmas/sektor terkait untuk kepentingan
pembinaan dan pengembangan
• Bila dibutuhkan, Puskesmas atau sektor terkait harus
mengambil sendiri data yang dibutuhkan ke
Posyandu
Kegiatan
Posyandu
harus
mencakup
pokok
kegiatan
Meja 5
Pelayanan
kesehatan, KB,
imunisasi dan
pojok oralit
Meja 4
Penyuluhan dan
pelayanan gizi
bagi ibu balita,
ibu hamil dan
ibu menyusui
Meja 3
Pencatatan hasil
penimbangan
Meja 2
Penimbangan
balita
Meja 1
Pendaftaran
balita, ibu
hamil, ibu
menyusui
Langkah /Meja Pelayanan Pelaksana
Pertama Pendaftaran Kader
Kedua Penimbangan Kader
Ketiga Pengisisan KMS Kader
Keempat Penyuluhan Kader
Kelima Pelayanan
kesehatan
Petugas
kesehatan dan
sector terkait
bersama kader
PEMBINAAN POSYANDU
• Pembinaan dilaksanakan secara terpadu melalui Pokja
Posyandu di tingkat desa/kelurahan
• Pembinaan meliputi
Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pengurus dan
kader Pembinaan administrasi penyelenggaraan dan
keuangan
A. Bentuk Pembinaan
– Rapat koordinasi berkala Pokja Posyandu
– Kunjungan bimbingan dan fasilitasi
– Menghadiri rapat-rapat yang diselenggarakan masyarakat
– Penghargaan kepada pengurus dan kader Posyandu yang
berprestasi
Intervensi:
•Mengikutsertakan toma sebagai
motivator  m/ dgn pelatihan toma
•Menggiatkan kader
•Meningkatkan cakupan m/ dgn
•Menerapkan pendekatan PKMD
B. Tingkat Perkembangan
Posyandu
1. Posyandu Pratama
Kegiatan bulanan belum rutin
Jumlah kader sangat terbatas (< 5)
2. Posyandu Madya
Kegiatan sudah > 8 kali/tahun
Rata-rata jmlh kader 5 orang/lebih
Cakupan kegiatan utama < 50%
Masyarakat belum siap
Intervensi:
•Memotivasi masyarakat
•Menambah jml kader
3. Posyandu Purnama
4. Posyandu Mandiri
•Melaksanakan kegiatan > 8 kali/tahun
•Rata-rata jml kader 5 orang/lebih
•Cakupan kegiatan utama > 50%
•Menyelenggarakan program tambahan
•Memperoleh pembiayaan dari dana sehat
dengan peserta masih terbatas (<50% KK)
Intervensi:
Sosialisasi program
dana sehat
Pelatihan dana sehat
•Melaksanakan kegiatan > 8 kali/tahun
•Rata-rata jml kader 5 orang/lebih
•Cakupan kegiatan utama > 50%
•Menyelenggarakan program tambahan
•Memperoleh pembiayaan dari dana sehat
dengan peserta > 50% KK
Intervensi:
•Pembinaan program
dana sehat
•Memperbanyak prog.
tambahan
Mengetahui tingkat perkembangan
posyandu, ditetapkan seperangkat
indicator yang digunakan sebagai
penyaring atau penentu tingkat
perkembangkan Posyandu. Indicator
tersebut dapat diuraikan sebagai
berikut.
Indikator Perkembangan
Posyandu
No. Indikator Pratama Madya Purnama Mandiri
1 Frekwensi penimbangan <8 >8 >8 >8
2 Rerata kader tugas <5 >5 >5 >5
3 Rerata cakupan d/s <50% <50% >50% >50%
4 Cakupan kumulatif KIA <50% <50% >50% >50%
5 Cakupan kumulatif KB <50% <50% >50% >50%
6 Cakupan kumulatif
imunisasi
<50% <50% >50% >50%
7 Program tambahan - - + +
8 Cakupan dana sehat <50% <50% <50% >50%
REVITALISASI POSYANDU
Umum :
Meningkatnya fungsi dan kinerja Posyandu sehingga mampu
mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu dan
anak dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB
Khusus:
Terselenggaranya kegiatan Posyandu secara rutin dan berkesinambungan
Tercapainya pemberdayaan toma dan kader melalui advokasi, orientasi,
pelatihan atau penyegaran
Tercapainya pemantapan kelembagaan Posyandu
TUJUAN
Sasaran
• Semua Posyandu, terutama:
– Posyandu yang sudah tidak aktif atau berstrata rendah
(Posyandu Pratama dan Madya)
– Posyandu di daerah yang sebagian besar penduduknya
miskin
– Adanya dukungan materi dan non materi dari toma
setempat untuk menunjang kegiatan
Upaya pembinaan terhadap Posyandu lain yang sudah
mapan terus dilanjutkan agar status tersebut dapat tetap
dipertahankan
Pelaksanaan Revitalisasi Posyandu
1. Kegiatan Revitalisasi Posyandu, terdiri dari:
- kegiatan utama terdiri dari Perbaikan gizi,
KIA, KB, imunisasi, gizi dan penanggulangan
diare
- kegiatan pengembangan/pilihan
2. Langkah-langkah pelaksanaan revitalisasi
Posyandu:
a. Tahap Persiapan
Advokasi
Sosialisasi
Pertemuan dengan Pokja Posyandu
b. Tahap Pelaksanaan
Orientasi pengurus
Pelatihan kader
Pengadaan perlengkapan dan kebutuhan
operasional
INDIKATOR POSYANDU
INPUT
Jumlah kader terlatih
Ketersediaan sarana
Dukungan pembiayaan
OUPUT
Cakupan program
Tingkat Partisipasi
Masyarakat (D/S)
PROSES
Frekuensi hari buka
Rata-rata kegiatan
Rata-rata kader
yang hadir
Frekuensi kunjungan
Petugas Puskesmas
Posyandu lansia adalah pos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di
suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat
dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan Posyandu lansia
merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan
kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas
dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan
organisasi sosial dalam penyelenggaraannya
Posyandu Lanjut usia
(lansia)
Meningkatkan jangkauan pelayanan
kesehatan lansia di masyarakat,
sehingga terbentuk pelayanan
kesehatan yang sesuai dengan
kebutuhan lansia
Mendekatkan pelayanan dan
meningkatkan peran serta masyarakat
dan swasta dalam pelayanan
kesehatan disamping meningkatkan
komunikasi antara masyarakat usia
lanjut.
Tujuan Posyandu Lansia
• Sasaran langsung
Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun)
Kelompok usia lanjut (60 tahun keatas)
Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke
atas)
• Sasaran tidak langsung
Keluarga dimana usia lanjut berada
Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia
lanjut
Masyarakat luas
Sasaran Posyandu Lansia
Selalu mau menolong yang lain
Bekerja dalam team
Bangga dan punya harga diri
posyandu

posyandu

  • 1.
    Pengelolaan POSYANDU Oleh :Drg. SRI ASIH GAHAYU,M.Kes Disampaikan pada Pelatihan Kader Posyandu se Kabupaten Kampar 16 Juni 2014
  • 3.
    Pantun...... Pergi ke warungmembeli roti Roti dibeli tapi sudah basi Ibu2 kader Yang Cantik dan Baik Hati Izinkan kami memulai presentasi
  • 4.
    Posyandu (Pos PelayananTerpadu) adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh, dari dan untuk masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya serta kesehatan ibu dan anak pada khususnya.
  • 5.
    Tujuan Khusus • Meningkatnyaperan masyarakat dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. • Meningkatnya peran lintas sektor dalam penyelenggaraan posyandu, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. • Meningkatnya cakupan dan jangkauan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. Tujuan Umum Menunjang percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi di Indonesia melalui upaya pemberdayaan masyarakat. Tujuan Posyandu
  • 6.
    SASARAN Seluruh masyarakat, utamanya: 1.Bayi 2. Anak balita 3. Ibu hamil, melahirkan, nifas dan ibu menyusui 4. PUS
  • 7.
    Sebagai wadah pemberdayaanmasyarakat dalam alih informasi dan keterampilan dari petugas kepada masyarakat dan antar sesama masyarakat dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB. Sebagai wadah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB. Fungsi Posyandu
  • 8.
     Memperoleh kemudahanuntuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan dasar, terutama yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB.  Memperoleh bantuan secara professional dalam pemecahan masalah kesehatan terutama kesehatan ibu dan anak.  Efisiensi dalam mendapatkan pelayanan terpadu kesehatan dan sektor lain yang terkait Manfaat Posyandu
  • 9.
    Mendapatkan informasi terdahulutentang upaya kesehatan terutama yang terkait dengan penurunan AKI dan AKB Dapat mewujudkan aktualisasi dirinya dalam membantu masyarakat menyelesaikan masalah kesehatan terutama terkait dengan penurunan AKI dan AKB. Bagi kader, pengurus Posyandu dan tokoh masyarakat
  • 10.
    Optimalisasi fungsi Puskesmassebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Dapat lebih spesifik membantu masyarakat dalam pemecahan masalah kesehatan sesuai dengan kondisi setempat. Meningkatkan efisiensi waktu, tenaga dan dana melalui pemberian pelayanan secara terpadu. Bagi Puskesmas
  • 11.
    Dapat lebih spesifikmembantu masyarakat dalam memecahkan masalah sektor terkait, terutama terkait dengan upaya penurunan AKI dan AKB sesuai kondisi setempat. Bagi Sektor Lain
  • 12.
     Bayi berusiakurang dari 1 th  Anak balita 1 – 5 th  Ibu hamil, ibu menyusui & ibu nifas  Wanita usia subur (pus) Sasaran Posyandu Balita
  • 13.
     Kesehatan Ibudan Anak (KIA)  Keluarga Berencana (KB)  Imunisasi  Gizi  Pencegahan dan Penanggulangan Diare Kegiatan Posyandu Kegiatan utama
  • 14.
     Bina KeluargaBalita  Pengembangan Anak Usia Dini  Usaha Kesehatan Gizi Masyarakat Desa  Desa Siaga  Pos Malaria Desa  Tabungan Ibu Bersalin, Tabungan Masyarakat. Kegiatan pengembangan/tambahan
  • 15.
    LOKASI POSYANDU Di setiapdesa/kelurahan, bila dibutuhkan dan mampu, dapat didirikan di RW, dusun, nagari
  • 16.
    Tempat penyelenggaraan posyandusebaiknya berada pada lokasi yang mudah terjangkau oleh masyarakat. Tempat penyelenggaraan tersebut dapat pada salah satu rumah warga, halaman rumah, balai desa/kelurahan, balai RW/RT/Dusun, salah satu kios dipasar, salah satu ruangan di perkantoran, atau khusus yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat yang dapat disebut dengan nama “Wisma Posyandu” atau sebutan lainnya. Tempat penyelenggaraan
  • 17.
    Penyelenggaraan posyandu padahakikatnya dilaksanakan dalam 1 (satu) bulan kegiatan, baik pada hari buka Posyandu maupun diluar hari buka Posyandu. Hari buka Posyandu sekurang-kurangnya 1 hari dalam sebulan. Hari dan waktu yang dipilih sesuai dengan hasil kesepakatan. Apabila diperlukan, hari buka posyandu dapat lebih dari satu kali dalam sebulan. Penyelenggaraan Posyandu Waktu penyelenggaraan
  • 18.
    KEDUDUKAN dan TATAKERJA KEDUDUKAN POSYANDU • Terhadap Puskesmas Secara teknis medis dibina Puskesmas • Terhadap Pemerintahan Desa/kelurahan Secara kelembagaan dibina oleh Pemerintahan desa/kelurahan • Terhadap Pokja Posyandu Secara administratif, keuangan dan program dibina oleh Pokja • Terhadap berbagai UKBM Sebagai mitra • Terhadap Konsil Kesehatan Kecamatan Mendapat arahan dan dukungan sumberdaya dari Konsil Kesehatan Kecamatan
  • 19.
    PENGORGANISASIAN 1. Struktur Organisasi Pengurus: Ketua, Sekretaris dan Bendahara Kader Posyandu yang merangkap anggota 2. Kepengurusan Kriteria: Pengurus : Para Dermawan dan Tokoh Masyarakat semangat pengabdian, berinisiatif dan mampu memotivasi masyarakat bersedia bekerja sukarela Kader Posyandu : berasal dari masyarakat dapat baca- tulis berjiwa pelopor,pembaharu dan penggerak masy bersedia, mampu dan ada waktu
  • 20.
    Kriteria KADER adalahsebagai berikut: a. Diutamakan berasal dari anggota masyarakat setempat b. Berpendidikan sekurang-kurangnya SMP c. Bersedia dan mau bekerja secara purna/ paruh waktu untuk mengelola Posyandu
  • 21.
    PEMBENTUKAN Satu Posyandu melayanisekitar 100 balita (120 KK) Langkah-langkah pembentukan : Pendekatan internal Pendekatan eksternal SMD MMD Pembentukan dan pemantauan kegiatan Posyandu, yaitu: a. Pemilihan Pengurus dan Kader b. Orientasi Pengurus dan Pelatihan Kader c. Pembentukan dan Peresmian d. Penyelenggaraan dan Pemantauan Kegiatan Posyandu
  • 22.
    Pelaporan • Posyandu tidakwajib melaporkan kegiatannya • Tetapi dianjurkan untuk melaporkan secara lisan pada Puskesmas/sektor terkait untuk kepentingan pembinaan dan pengembangan • Bila dibutuhkan, Puskesmas atau sektor terkait harus mengambil sendiri data yang dibutuhkan ke Posyandu
  • 23.
    Kegiatan Posyandu harus mencakup pokok kegiatan Meja 5 Pelayanan kesehatan, KB, imunisasidan pojok oralit Meja 4 Penyuluhan dan pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui Meja 3 Pencatatan hasil penimbangan Meja 2 Penimbangan balita Meja 1 Pendaftaran balita, ibu hamil, ibu menyusui
  • 24.
    Langkah /Meja PelayananPelaksana Pertama Pendaftaran Kader Kedua Penimbangan Kader Ketiga Pengisisan KMS Kader Keempat Penyuluhan Kader Kelima Pelayanan kesehatan Petugas kesehatan dan sector terkait bersama kader
  • 25.
    PEMBINAAN POSYANDU • Pembinaandilaksanakan secara terpadu melalui Pokja Posyandu di tingkat desa/kelurahan • Pembinaan meliputi Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pengurus dan kader Pembinaan administrasi penyelenggaraan dan keuangan A. Bentuk Pembinaan – Rapat koordinasi berkala Pokja Posyandu – Kunjungan bimbingan dan fasilitasi – Menghadiri rapat-rapat yang diselenggarakan masyarakat – Penghargaan kepada pengurus dan kader Posyandu yang berprestasi
  • 26.
    Intervensi: •Mengikutsertakan toma sebagai motivator m/ dgn pelatihan toma •Menggiatkan kader •Meningkatkan cakupan m/ dgn •Menerapkan pendekatan PKMD B. Tingkat Perkembangan Posyandu 1. Posyandu Pratama Kegiatan bulanan belum rutin Jumlah kader sangat terbatas (< 5) 2. Posyandu Madya Kegiatan sudah > 8 kali/tahun Rata-rata jmlh kader 5 orang/lebih Cakupan kegiatan utama < 50% Masyarakat belum siap Intervensi: •Memotivasi masyarakat •Menambah jml kader
  • 27.
    3. Posyandu Purnama 4.Posyandu Mandiri •Melaksanakan kegiatan > 8 kali/tahun •Rata-rata jml kader 5 orang/lebih •Cakupan kegiatan utama > 50% •Menyelenggarakan program tambahan •Memperoleh pembiayaan dari dana sehat dengan peserta masih terbatas (<50% KK) Intervensi: Sosialisasi program dana sehat Pelatihan dana sehat •Melaksanakan kegiatan > 8 kali/tahun •Rata-rata jml kader 5 orang/lebih •Cakupan kegiatan utama > 50% •Menyelenggarakan program tambahan •Memperoleh pembiayaan dari dana sehat dengan peserta > 50% KK Intervensi: •Pembinaan program dana sehat •Memperbanyak prog. tambahan
  • 28.
    Mengetahui tingkat perkembangan posyandu,ditetapkan seperangkat indicator yang digunakan sebagai penyaring atau penentu tingkat perkembangkan Posyandu. Indicator tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Indikator Perkembangan Posyandu
  • 29.
    No. Indikator PratamaMadya Purnama Mandiri 1 Frekwensi penimbangan <8 >8 >8 >8 2 Rerata kader tugas <5 >5 >5 >5 3 Rerata cakupan d/s <50% <50% >50% >50% 4 Cakupan kumulatif KIA <50% <50% >50% >50% 5 Cakupan kumulatif KB <50% <50% >50% >50% 6 Cakupan kumulatif imunisasi <50% <50% >50% >50% 7 Program tambahan - - + + 8 Cakupan dana sehat <50% <50% <50% >50%
  • 30.
    REVITALISASI POSYANDU Umum : Meningkatnyafungsi dan kinerja Posyandu sehingga mampu mempertahankan dan meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu dan anak dalam rangka mempercepat penurunan AKI dan AKB Khusus: Terselenggaranya kegiatan Posyandu secara rutin dan berkesinambungan Tercapainya pemberdayaan toma dan kader melalui advokasi, orientasi, pelatihan atau penyegaran Tercapainya pemantapan kelembagaan Posyandu TUJUAN
  • 31.
    Sasaran • Semua Posyandu,terutama: – Posyandu yang sudah tidak aktif atau berstrata rendah (Posyandu Pratama dan Madya) – Posyandu di daerah yang sebagian besar penduduknya miskin – Adanya dukungan materi dan non materi dari toma setempat untuk menunjang kegiatan Upaya pembinaan terhadap Posyandu lain yang sudah mapan terus dilanjutkan agar status tersebut dapat tetap dipertahankan
  • 32.
    Pelaksanaan Revitalisasi Posyandu 1.Kegiatan Revitalisasi Posyandu, terdiri dari: - kegiatan utama terdiri dari Perbaikan gizi, KIA, KB, imunisasi, gizi dan penanggulangan diare - kegiatan pengembangan/pilihan
  • 33.
    2. Langkah-langkah pelaksanaanrevitalisasi Posyandu: a. Tahap Persiapan Advokasi Sosialisasi Pertemuan dengan Pokja Posyandu b. Tahap Pelaksanaan Orientasi pengurus Pelatihan kader Pengadaan perlengkapan dan kebutuhan operasional
  • 34.
    INDIKATOR POSYANDU INPUT Jumlah kaderterlatih Ketersediaan sarana Dukungan pembiayaan OUPUT Cakupan program Tingkat Partisipasi Masyarakat (D/S) PROSES Frekuensi hari buka Rata-rata kegiatan Rata-rata kader yang hadir Frekuensi kunjungan Petugas Puskesmas
  • 35.
    Posyandu lansia adalahpos pelayanan terpadu untuk masyarakat usia lanjut di suatu wilayah tertentu yang sudah disepakati, yang digerakkan oleh masyarakat dimana mereka bisa mendapatkan pelayanan kesehatan Posyandu lansia merupakan pengembangan dari kebijakan pemerintah melalui pelayanan kesehatan bagi lansia yang penyelenggaraannya melalui program Puskesmas dengan melibatkan peran serta para lansia, keluarga, tokoh masyarakat dan organisasi sosial dalam penyelenggaraannya Posyandu Lanjut usia (lansia)
  • 36.
    Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatanlansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut. Tujuan Posyandu Lansia
  • 37.
    • Sasaran langsung Kelompokpra usia lanjut (45-59 tahun) Kelompok usia lanjut (60 tahun keatas) Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas) • Sasaran tidak langsung Keluarga dimana usia lanjut berada Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut Masyarakat luas Sasaran Posyandu Lansia
  • 38.
  • 39.
  • 40.
    Bangga dan punyaharga diri