5. Fungsi Kearifan Lokal
6.Contoh Kearifan Lokal
7. Tantangan Terhadap
Kearifan Lokal,
Pertemuan Ke 6, KD 3.4 XII IPS
Semester Genap
5 Fungsi Kearifan Lokal
a. Kearifan Lokal berfungsi untuk konservasi dan pelaksanaan sumber daya alam
Dengan adanya keyakinan bahwa manusia akan selalu bergantung pada alam, manusia
akan berusaha untuk menjaga kelestarian alam agar kehidupan mereka juga selalu
tercukupi. Pemanfaatan sumber daya alam yang ada, dilaksanakan secara selektif dengan
selalu menjaga kelestariannya. Pelestarian sumber daya alam menjadi penting bukan
hanya kepentingan ekonomi, tetapi kepentingan pendidikan, penelitian atau riset, serta
sebagai sumber kehidupan manusia
a. Kearifan lokal berfungsi untuk mengembangkan sumber daya manusia
Kearifan lokal dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sumber daya manusia. Hal
tersebut dapat dilakukan dengan memberi pelatihan atau keterampilan untuk
memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya sebagai sumber kehidupan atau sumber
ekonomi. Dengan sumber daya manusia yang baik, pemanfaatan sumber-sumber ekonomi
yang ada di sekitarnya akan dilakukan dengan penuh perhitungan. Dengan demikian
kelestariannya tetap terjaga dan dapat memberi manfaat secara berkelanjutan
lanjutan….
c. Kearifan Lokal berfungsi sebagai pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
Kearifan lokal merupakan identitas yang hanya ditemui dalam wilayah dan komunitas
terbatas. Kondisi ini dapat mendorong seseorang untuk dapat melakukan penelitian
sebagai upaya pengembangan kebudayaan dari suatu masyarakat. Selain itu suatu
kearifan lokal juga dapat dijadikan sebagai pusat studi ilmu pengetahuan. Nilai-nilai yang
baik dapat diambil dan dikembangkan pada masyarakat yang lain
c. Kearifan lokal berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan
Sebagai petuah, kearifan lokal dapat berupa pesan-pesan moral yang memiliki fungsi
pendidikan yang sangat tinggi berupa nasehat-nasehat atau petunjuk-petunjuk hidup.
Kearifan lokal dapat mengajarkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Sebagai sastra, kearifan lokal dapat berbentuk karya-karya, seperti cerita pendek, novel,
dan lain-lain. Sementara itu, sebagai pantangan,kearifan lokal dapat mengajarkan tentang
sesuatu yang mestinya dilakukan oleh tidak dilakukan oleh manusia dalam menjaga
lingkungan, baik alam maupun sosial agar tetap terjaga dengan baik
6. Contoh-Contoh Kearifan Lokal
a. Papua
Di Papua terdapat kepercayaan te aro neweak lako (alam adalah aku) Gunung Ersberg
dan Grasberg dipercaya sebagai kepala mama. Tanah dianggap sebagai bagian dari hidup
manusia. Oleh karena itu, sumber daya alam dimanfaatkan secara hati-hati
a. Serawai, Bengkulu
Di daerah Serawai, Bengkulu, terdapat keyakinan celoko kumali. Kelestarian lingkungan
terwujud dari kuatnya keyakinan ini, yaitu tata nilai tabu dalam berladang dan tradisi tanam
tanjak
a. Dayak Kenyah, Kalimantan Timur
Masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan Timur memiliki tradisi tana’ ulen . Kawasan
hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adat, Pengelolaan tanah diatur dan dilindungi
oleh aturan adat
lanjutan….
d. Masyarakat Undau Mau, Kalimantan Barat
Masyarakat Undau Mau di Kalimantan barat mengembangkan kearifan lokal dalam pola
penataan ruang permukiman, dengan mengklasifikasikan hutan dan memanfaatkannya.
Perladangan dilakukan melalui rotasi dengan menetapkan masa bera . Selain itu
masyarakat Undau Mau mengenal tabu sehingga penggunaan teknologi dibatasi pada
teknologi pertanian sederhana dan ramah lingkungan
d. Masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh Jawa Barat
Masyarakat Kesepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh, Jawa Barat, mengenal
upacara tradisional, mitos, dan tabu sehingga pemanfaatan hutan dilakukan secara hati-
hati. Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan eksploitasi, kecuali atas izin sesepuh
d. Bali dan Lombok
Masyarakat Bali dan Lombok memiliki sistem awig-awig , yaitu suatu aturan/ketentuan
tata krama yang mengatur pergaulan hidup masyarakat
7. Tantangan Terhadap Kearifan Lokal
a. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk yang terus bertambah, menuntut terpenuhinya kebutuhan
akan pangan, terutama padi. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk
melaksanakan revolusi hijau guna mengejar pemenuhan bahan pangan
tersebut. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan pangan telah mengubah
berbagai sistem pertanian yang selama bertahun-tahun tetap berjalan.
Misalnya, penggunaan bibit unggul dengan pemupukan secara kimiawi dan
pengolahan tanah menggunakan mesin-mesin seperti traktor. Bahkan sampai
pasca panen padi dirontokkan dan digiling dengan mesin untuk menghasilkan
beras. Hal ini telah menghilangkan tradisi tradisi kebersamaan dalam tata
kelola pertanian. Tidak ada lagi suara lesung (tempat menumbuk padi) disertai
tawa para penumbuk padinya sebagai wujud interaksi antar manusia yang ada
di sekitarnya
lanjutan….
b. Teknologi Modern dan Budaya
Teknologi modern, telah memberikan mimpi-mimpi tentang keberhasilan dan
kemudahan dalam hidup sehingga teknologi secara ekonomis kurang
menguntungkan. Dalam kenyataannya, penggunaan teknologi modern juga
memunculkan masalah-masalah baru, seperti banyaknya pengangguran, arus
urbanisasi yang tinggi, dan lain-lain. Hal ini secara sederhana dapat dilihat dalam
sistem pertanian. Misalnya penggunaan tanah sampai saat panen awalnya
dilakukan dengan menyerap sejumlah tenaga kerja dalam jumlah banyak, namun hal
itu telah bergeser dalam perkembangannya. Teknologi juga telah menggiring
manusia pada pemahaman tentang standar global dalam produk-produk sehingga
mengabaikan kekuatan lokal. Berbagai media sosial selalu menayangkan berbagai
produk dengan keunggulannya sebagai gaya hidup yang baru dan dapat diakses
secara global
lanjutan….
c. Modal Besar
Para pemilik modal besar, dapat mengeksploitasi sumber daya alam sebagai rangkaian dari
kepentingan industrialisasi. Eksploitasi sering membawa dampak sosial berupa tersingkirnya
komunitas masyarakat dari kehidupannya. Atas nama pembangunan, sering muncul pandangan
bahwa masyarakat lokal adalah hambatan yang harus disingkirkan demi terciptanya suatu
kehidupan yang lebih modern dan maju.
Dampak terparah dari eksploitasi yang dilakukan oleh pemilik modal adalah rusaknya lingkungan
alam dan tatanan kehidupan masyarakat sekitar. Hal ini diperparah dengan munculnya pengusaha-
pengusaha di sektor kehutanan yang melakukan penebangan hutan secara ilegal demi keuntungan
finansial
lanjutan….
d. Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial
Masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial sebenarnya bukan masalah yang
berdiri sendiri, tetapi keberadaanya rentan terhadap timbulnya masalah-
masalah sosial yang lain. Dalam kondisi miskin, seorang yang melakukan apa
saja mempertahankan hidupnya tanpa peduli apakah tindakannya tersebut
bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku, Kemiskinan juga dapat
menjadi ancaman terhadap kearifan lokal, seperti perusakan lingkungan demi
kepentingan ekonomi, dan lain-lain

Pertemuan ke 6 (5. Fungsi Kearifan Lokal 6.Contoh Kearifan Lokal 7. Tantangan Terhadap Kearifan Lokal).pptx

  • 1.
    5. Fungsi KearifanLokal 6.Contoh Kearifan Lokal 7. Tantangan Terhadap Kearifan Lokal, Pertemuan Ke 6, KD 3.4 XII IPS Semester Genap
  • 2.
    5 Fungsi KearifanLokal a. Kearifan Lokal berfungsi untuk konservasi dan pelaksanaan sumber daya alam Dengan adanya keyakinan bahwa manusia akan selalu bergantung pada alam, manusia akan berusaha untuk menjaga kelestarian alam agar kehidupan mereka juga selalu tercukupi. Pemanfaatan sumber daya alam yang ada, dilaksanakan secara selektif dengan selalu menjaga kelestariannya. Pelestarian sumber daya alam menjadi penting bukan hanya kepentingan ekonomi, tetapi kepentingan pendidikan, penelitian atau riset, serta sebagai sumber kehidupan manusia a. Kearifan lokal berfungsi untuk mengembangkan sumber daya manusia Kearifan lokal dapat dimanfaatkan dalam pengembangan sumber daya manusia. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberi pelatihan atau keterampilan untuk memanfaatkan apa yang ada di sekitarnya sebagai sumber kehidupan atau sumber ekonomi. Dengan sumber daya manusia yang baik, pemanfaatan sumber-sumber ekonomi yang ada di sekitarnya akan dilakukan dengan penuh perhitungan. Dengan demikian kelestariannya tetap terjaga dan dapat memberi manfaat secara berkelanjutan
  • 3.
    lanjutan…. c. Kearifan Lokalberfungsi sebagai pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan Kearifan lokal merupakan identitas yang hanya ditemui dalam wilayah dan komunitas terbatas. Kondisi ini dapat mendorong seseorang untuk dapat melakukan penelitian sebagai upaya pengembangan kebudayaan dari suatu masyarakat. Selain itu suatu kearifan lokal juga dapat dijadikan sebagai pusat studi ilmu pengetahuan. Nilai-nilai yang baik dapat diambil dan dikembangkan pada masyarakat yang lain c. Kearifan lokal berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan Sebagai petuah, kearifan lokal dapat berupa pesan-pesan moral yang memiliki fungsi pendidikan yang sangat tinggi berupa nasehat-nasehat atau petunjuk-petunjuk hidup. Kearifan lokal dapat mengajarkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Sebagai sastra, kearifan lokal dapat berbentuk karya-karya, seperti cerita pendek, novel, dan lain-lain. Sementara itu, sebagai pantangan,kearifan lokal dapat mengajarkan tentang sesuatu yang mestinya dilakukan oleh tidak dilakukan oleh manusia dalam menjaga lingkungan, baik alam maupun sosial agar tetap terjaga dengan baik
  • 4.
    6. Contoh-Contoh KearifanLokal a. Papua Di Papua terdapat kepercayaan te aro neweak lako (alam adalah aku) Gunung Ersberg dan Grasberg dipercaya sebagai kepala mama. Tanah dianggap sebagai bagian dari hidup manusia. Oleh karena itu, sumber daya alam dimanfaatkan secara hati-hati a. Serawai, Bengkulu Di daerah Serawai, Bengkulu, terdapat keyakinan celoko kumali. Kelestarian lingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan ini, yaitu tata nilai tabu dalam berladang dan tradisi tanam tanjak a. Dayak Kenyah, Kalimantan Timur Masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan Timur memiliki tradisi tana’ ulen . Kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat adat, Pengelolaan tanah diatur dan dilindungi oleh aturan adat
  • 5.
    lanjutan…. d. Masyarakat UndauMau, Kalimantan Barat Masyarakat Undau Mau di Kalimantan barat mengembangkan kearifan lokal dalam pola penataan ruang permukiman, dengan mengklasifikasikan hutan dan memanfaatkannya. Perladangan dilakukan melalui rotasi dengan menetapkan masa bera . Selain itu masyarakat Undau Mau mengenal tabu sehingga penggunaan teknologi dibatasi pada teknologi pertanian sederhana dan ramah lingkungan d. Masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh Jawa Barat Masyarakat Kesepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh, Jawa Barat, mengenal upacara tradisional, mitos, dan tabu sehingga pemanfaatan hutan dilakukan secara hati- hati. Masyarakat tidak diperbolehkan melakukan eksploitasi, kecuali atas izin sesepuh d. Bali dan Lombok Masyarakat Bali dan Lombok memiliki sistem awig-awig , yaitu suatu aturan/ketentuan tata krama yang mengatur pergaulan hidup masyarakat
  • 6.
    7. Tantangan TerhadapKearifan Lokal a. Jumlah Penduduk Jumlah penduduk yang terus bertambah, menuntut terpenuhinya kebutuhan akan pangan, terutama padi. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk melaksanakan revolusi hijau guna mengejar pemenuhan bahan pangan tersebut. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan pangan telah mengubah berbagai sistem pertanian yang selama bertahun-tahun tetap berjalan. Misalnya, penggunaan bibit unggul dengan pemupukan secara kimiawi dan pengolahan tanah menggunakan mesin-mesin seperti traktor. Bahkan sampai pasca panen padi dirontokkan dan digiling dengan mesin untuk menghasilkan beras. Hal ini telah menghilangkan tradisi tradisi kebersamaan dalam tata kelola pertanian. Tidak ada lagi suara lesung (tempat menumbuk padi) disertai tawa para penumbuk padinya sebagai wujud interaksi antar manusia yang ada di sekitarnya
  • 7.
    lanjutan…. b. Teknologi Moderndan Budaya Teknologi modern, telah memberikan mimpi-mimpi tentang keberhasilan dan kemudahan dalam hidup sehingga teknologi secara ekonomis kurang menguntungkan. Dalam kenyataannya, penggunaan teknologi modern juga memunculkan masalah-masalah baru, seperti banyaknya pengangguran, arus urbanisasi yang tinggi, dan lain-lain. Hal ini secara sederhana dapat dilihat dalam sistem pertanian. Misalnya penggunaan tanah sampai saat panen awalnya dilakukan dengan menyerap sejumlah tenaga kerja dalam jumlah banyak, namun hal itu telah bergeser dalam perkembangannya. Teknologi juga telah menggiring manusia pada pemahaman tentang standar global dalam produk-produk sehingga mengabaikan kekuatan lokal. Berbagai media sosial selalu menayangkan berbagai produk dengan keunggulannya sebagai gaya hidup yang baru dan dapat diakses secara global
  • 8.
    lanjutan…. c. Modal Besar Parapemilik modal besar, dapat mengeksploitasi sumber daya alam sebagai rangkaian dari kepentingan industrialisasi. Eksploitasi sering membawa dampak sosial berupa tersingkirnya komunitas masyarakat dari kehidupannya. Atas nama pembangunan, sering muncul pandangan bahwa masyarakat lokal adalah hambatan yang harus disingkirkan demi terciptanya suatu kehidupan yang lebih modern dan maju. Dampak terparah dari eksploitasi yang dilakukan oleh pemilik modal adalah rusaknya lingkungan alam dan tatanan kehidupan masyarakat sekitar. Hal ini diperparah dengan munculnya pengusaha- pengusaha di sektor kehutanan yang melakukan penebangan hutan secara ilegal demi keuntungan finansial
  • 9.
    lanjutan…. d. Kemiskinan danKesenjangan Sosial Masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial sebenarnya bukan masalah yang berdiri sendiri, tetapi keberadaanya rentan terhadap timbulnya masalah- masalah sosial yang lain. Dalam kondisi miskin, seorang yang melakukan apa saja mempertahankan hidupnya tanpa peduli apakah tindakannya tersebut bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku, Kemiskinan juga dapat menjadi ancaman terhadap kearifan lokal, seperti perusakan lingkungan demi kepentingan ekonomi, dan lain-lain